Jika Sudah Sholat Tarawih & Witir, Bolehkah Sholat Tahajud Lagi?

download-1

1. Setelah shalat witir seseorang boleh melakukan shalat sunat lagi dengan bilangan genap (dua raka’at-dua raka’at)

عَنْ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ. [رواه أحمد وأبو داود والترمذى والنسائى].

Artinya: “Diriwayatkan dari Talq Ibn ‘Ali ia berkata: Saya mendengar Nabi saw bersabda: Tidak ada dua witir dalam satu malam.” [HR Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasai].

At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan, sedangkan yang lain mengatakan bahwa hadits ini shahih; demikian pula Ibn Hibban mengatakan hadits ini shahih (Asy-Syaukani, Nailul Authar, Juz  III, halaman 55). Selanjutnya dijelaskan bahwa, hadits ini menunjukkan tidak dibolehkan membatalkan shalat witir yang telah dilakukan.

Artinya setelah shalat witir seseorang boleh melakukan shalat sunat lagi, yakni dengan melakukan shalat sunat dengan bilangan genap (dua raka’at-dua raka’at), hingga datangnya waktu shubuh.

Pendapat ini didasarkan kepada hadits:

عَنْ أَبِى سَلَمَةَ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صَلاَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ يُصَلِّى ثَلاَثَ عَشَرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوْتِرُ ثُمَّ يُصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَاْلإِقَامَةِ مِنْ صَلاَةِ الصُبْحِ. [رواه مسلم]

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Salamah, ia berkata: Saya bertanya kepada ‘Aisyah ra. tentang shalat (malam) Rasulullah saw. Kemudian ‘Aisyah berkata: Beliau saw melakukan shalat 13 raka’at. Beliau shalat 8 raka’at, kemudian witir. Lalu beliau shalat (lagi) dua raka’at dilakukan dengan duduk. Jika beliau akan ruku’ beliau berdiri kemudian ruku’ dan shalat dua raka’at antara adzan dan iqamah di waktu shalat shubuh.” [HR. Muslim]. 

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الوِتْرِ. [رواه الترمذى وأحمد وابن ماجه وَزَادَ وَهُوَ جَالِسٌ].

Artinya: “Diriwayatkan dari Ummu Salamah diterangkan bahwa Nabi saw melakukan shalat dua raka’at setelah shalat witir.” [HR. at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah. Dalam riwayat beliau ada tambahan bahwa Nabi melakukan shalat tersebut dengan duduk]

Pendapat ini, dikemukakan oleh kebanyakan ulama, di kalangan para shahabat antara lain:

  • Abu Bakar ash-Shiddiq,
  • ‘Ammar Ibn Yasir,
  • Rafi’ Ibnu  Khudaij.
  • ‘Aid Ibn ‘Amr,
  • Talq Ibnu ‘Ali,
  • Abu Hurairah,
  • Aisyah,
  • Sa’d Ibnu Abi Waqash,
  • Ibnu ‘Umar, dan
  • Ibnu ‘Abbas.

Dari kalangan tabi’in yang berpendapat seperti di atas antara lain:

  • Sa’id Ibnu Musayyab,
  • ‘Alqamah, asy-Sya’bi,
  • Ibrahim an-Nakha’i,
  • Sa’id Ibnu Jubair,
  • Makkhul,
  • al-Hasan al-Bishri, dan
  • Thawus.

Sedangkan dari kalangan para imam mazhab, antara lain:

  • Sufyan ats-Tsauri,
  • Malik,
  • Ibnu al-Mubarak, dan
  • Ahmad (Asy Syaukani, Nailul-Authar).

2. Tidak Boleh, karena Sholat terakhir di waktu malam adalah witir

Dalam pada itu ada ulama yang tidak sependapat, dengan mengatakan:

Jika setelah shalat witir dilakukan shalat dua raka’at-dua raka’at, berarti shalat yang terakhir di waktu malam tidak ganjil bilangan raka’atnya; yang sekaligus berlawanan  dengan hadits:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْعَلُوأ آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا. [رواه الجماعة إلا ابن ماجه].

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar diterangkan bahwa Nabi saw bersabda: Jadikanlah yang terakhir shalatmu di waktu malam shalat witir.” [HR. al-Jama’ah kecuali Ibnu Majah].

Tegasnya pendapat ini menyatakan bahwa shalat witir adalah shalat terakhir di waktu malam. At-Tirmidzi mengatakan pendapat ini didukung oleh sekelompok shahabat.

Bagaimana dengan 2 perbedaan diatas?

Menghadapi perbedaan pendapat ini, dengan menggunakan qa’idah tarjih yang dikemukakan oleh kebanyakan ulama, bahwa apabila terjadi pertentangan antara dua dalil, yang satu menetapkan adanya perbuatan yang disyari’akan sedang dalil yang lain menetapkan tidak adanya perbuatan yang disyari’atkan, dikuatkan dalil yang menetapkan adanya perbuatan yang disyari’atkan (Al-Hafnawi, at-Ta’arud wat-Tarjih ‘indal-Ushuliyyin wa Atsaruhuma fi Fiqhil-Islamiy, halaman 360-361), maka kami cenderung kepada pendapat yang pertama.

Oleh: Tim Fatwa Majelis Tarjih dan TajdidPimpinan Pusat Muhammadiyah

Referensi

  • ^sangpencerah.com/2015/06/jika-sudah-sholat-tarawihwitir-bolehka.html
  • ^fatwatarjih.com/
Iklan

6 responses »

  1. Jim berkata:

    TҺere is definatelү a lot too fіnd out about this topіϲ.
    I love all оf the points you’ve made.

    Suka

  2. This is a good tip particularly to those new to the blogosphere.

    Simple but very accurate information… Thank you for
    sharing this one. A must read post!

    Suka

  3. m88 berkata:

    Hello There. I found your blog using msn. This is
    a really well written article. I will be sure to bookmark it and return to read more of your useful info.

    Thanks for the post. I will definitely comeback.

    Suka

  4. m88th berkata:

    It’s actually a cool and helpful piece of information. I
    am glad that you simply shared this helpful info with us.

    Please stay us up to date like this. Thanks for sharing.

    Suka

  5. If any celebгity has style and good taste, it is Tori Spelⅼing.
    Even iff you could ϲonvince tyem that a wwipe would
    be a ԛuick solսtionn too smelly arm pits and sweatʏ necks after gym class, tҺere’s no way they would aсtually pɑck baby wipes in their gym bag.
    Tо wipе of sticҝy mud unndеr the chassis or
    on the body of thе car using a toothbrush to brush it
    off also helps.

    Suka

  6. I don’t know whether it’s just me or if everybody else experiencing issues with your blog. It looks like some of the text within your posts are running off the screen. Can somebody else please comment and let me know if this is happening to them too? This might be a issue with my internet browser because I’ve had this happen before. Appreciate it

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s