Gedung Garuda Pancasila Raksasa (Graha Garuda Tiara Indonesia) Yang Terlupakan

Screenshot_2016-06-01-11-07-54_1

Tidak banyak orang tahu jika ikon burung garuda terbesar di dunia berada di Indonesia. Itu dirupakan pada sebuah bangunan yang direncanakan sebagai kompleks olahraga. Dan, siapa yang tahu pula bahwa kini bangunan yang diberi nama Graha Garuda Tiara Indonesia (GGTI) tersebut telah rata dengan tanah.

GGTI dibangun di era kepimpinan almarhum Presiden Soeharto. Tepatnya di Jalan Narogong, KM 23 No 176, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Bangunan simbolis kedigdayaan negara itu digagas untuk wisma atlet menjelang ajang SEA Games 1997 di Jakarta. Sekaligus, untuk menumbuhkan semangat garuda pada atlet-atlet Indonesia.

Disebutkan, GGTI digarap mulai Februari 1995. Pembangunannya dilakukan dalam dua tahap. Pada akhir tahun 1995 proyek prestisius itu sempat terhenti karena alasan anggaran. Padahal bangunan sudah mencapai 70 persen.

Konon kabarnya, putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau biasa dipanggil Mbak Tutut yang pada saat itu sebagai komisaris utamanya mencari cara. Akhirnya, Jamsostek menempatkan deposito Rp 75 miliar di BTN dengan bunga 8,5 persen pada 1995. Pembangunan pun dilanjutkan lagi pada Agustus 1996. Saat itu, menteri yang terkait antara lain menteri Perumahan Rakyat Akbar Tanjung dan menteri Tenaga Kerja Abdul Latief.

Namun, kendati mendapat kucuran anggaran, pembangunan GGTI tetap tidak selesai juga. Sampai akhir 1998 GGTI tidak mampu melunasi kreditnya, sehingga macet. Dan akhirnya pada 31 Maret 1999, seluruh posisi kredit atas nama GGTI di BTN Cabang Kuningan Jakarta, diambil alih Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Jika nasib baik masih melekat, bangunan GGTI bisa dikatakan cukup megah. Selain memiliki wisma, hotel, helipad (landasan helikopter), sarana olahraga, dan dua tower apartemen, bangunan itu juga memiliki gedung konvensi.

Sekarang Garuda Pancasila raksasa itu tinggal kenangan. Belum diketahui mengapa gedung tersebut hilang dihancurkan dan pihak mana yang membuat kebijakan penghancuran gedung tersebut.

Menurut informasi yang didapat dari masyarakat setempat, sekarang lokasinya hancur. Bahkan, tanahnya dikeruk untuk menguruk proyek. Entah proyek apa yang mengambil tanah dari areal bekas gedung Garuda tersebut.

Tak sedikit pihak yang menyayangkan dihilangkannya bangunan tersebut. Mereka menilai GGTI dengan desain arsitektur yang melambangkan lambang negara tersebut semestinya menjadi aset dan kebanggaan bangsa yang harus dipelihara dan bisa dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Kemegahan Graha Garuda Tinggal Kenangan

Screenshot_2016-06-01-10-45-09_1

2010

2011

2010

2010

Hasil pantauan dari satelit menunjukkan pada tahun 2006 hingga 2013, keberadaan gedung yang biasa disebut Graha Garuda Tiara Indonesia (GGTI) masih berdiri kokoh.

Akan tetapi saat ini, gedung yang pernah menjadi lambang kedigdayaan Indonesia itu sudah dihancurkan rata dengan tanah. Gedung yang terletak di Jalan Narogong KM 23, No 176, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, benar-benar menyerupai burung garuda raksasa pun tinggal kenangan.
GGTI juga memiliki 456 kamar dan dilengkapi aula yang mampu menampung lebih dari 3.000 orang, lengkap dengan sarana olah raga, Helipad dan beberapa kamar khusus di bagian ekornya.

Gedung yang dibangun pada Agustus 1995 ini awalnya digunakan untuk penginapan atlet sekaligus menumbuhkan semangat garuda bagi para atlet dalam bertanding. Sejak beroperasi pada tahun 1996, kamar-kamar gedung ini sudah pernah ditempati oleh para tamu dan ekspatriat yang berkantor di sekitar Jabotabek. Mereka adalah para eksekutif dari indusrti-industri yang ada di sekitar kawasan tersebut.

Gedung Garuda ini dibangun dengan kucuran dana sekitar Rp 75 miliar. Waktu itu rupiah masih kokoh di angka Rp 2.194/dollar. Waktu itu, Amerika Serikat (AS) maupun Eropa meyakini bahwa Indonesia kelak akan menjadi salah satu naga Asia.

Namun sayangnya, seiring bergesernya waktu bangunan megah tersebut semakin terpuruk dan ditinggal peminatnya. Keberadaannya semakin menyedihkan dan benar-benar menderita. Ilalang mulai menutupi, tembok-temboknya dijadikan coret-coretan dan tempelan pamflet tak beraturan.

Screenshot_2016-06-01-11-10-48_1
Kini, gedung garuda itu sudah benar-benar tiada karena telah diratakan dengan tanah. Tragis memang, gedung megah yang bisa menjadi kebanggan bangsa Indonesia tersebut tidak malah mendapat perawatan yang layak namun justru dihancurkan rata dengan tanah.

Rata Dengan Tanah

Sejumlah pekerja dibantu alat berat dan truk pengangkut pasir tengah mengumpulkan sisa material di lahan Graha Garuda Tiara Indonesia (GGTI) yang telah rata dengan tanah di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/4). GGTI yang dibangun pada 1995 di rezim Presiden Soeharto ini sempat direncanakan sebagai komplek olahraga lengkap dengan hotel, dan konon untuk menandingi komplek olahraga Senayan peninggalan Soekarno. Di lahan GGTI ini juga terdapat landasan helipad dan lapangan parkir yang mampu menampung sekitar 100 bus ,namun sekarang telah terlupakan dan telah rata dengan tanah. Berikut dibawah ini keterangan gambarnya:

Screenshot_2016-06-01-11-12-31_1 Screenshot_2016-06-01-11-13-05_1 Screenshot_2016-06-01-11-13-40_1 Screenshot_2016-06-01-11-14-15_1

Referensi

  • ^kaskus.co.id/thread/552df4131ee5df707d8b4573/hilangnya-gedung-garuda-pancasila/
  • ^brilio.net/news/kemegahan-gedung-garuda-ini-tinggal-kenangan-kini-rata-dengan-tanah-gedung-garuda-pancasila-150414x.html
  • foto.metrotvnews.com/view/2014/04/03/226298/graha-garuda-yang-terlupakan#
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s