Lagu “Indonesia Raya” Adalah Jiplakan Lagu Belanda “Pinda Pinda Leka Leka”?

Beberapa tahun silam timbul rumor tentang National Anthem, Indonesia Raya menjiplak lagu. Orang Indonesia sendiri yg bernama Amir Pasaribu mengatakan bahwa lagu itu sangat mirip, akhirnya mempermalukan bangsanya sendiri. Saat rumor itu memanas, banyak pihak negeri seberang, Malaysia bersorak soray dan berjingkrak-jingkrak seakan menemukan cacatnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. (Wow)

Menurut artikel tahun 2006 dari “the Hong Kong Standard”, “Pinda-Pinda Lekka-Lekka” merujuk pada pinda-men, or peanut cookie vendors, were the first Chinese many people in Amsterdam had ever seen. At the onset of the 1930’s, Amsterdam’s small Chinese community consisted mostly of seamen, tucked way in boarding houses when not shipping out.

Jika kedua lagu tersebut dibandingkan, memang terdapat kemiripan. Bagian bait awal lagu ‘Indonesia Raya’ terdengar sangat mirip dengan refrain lagu ‘Pinda Pinda Lekka Lekka’, hanya saja keduanya berpacu dalam kawalan tempo yang berbeda. Namun secara keseluruhan lagu tersebut sangat berbeda. Refrain pada lagu ‘Indonesia Raya’ dan pada bait-bait lain lagu ‘Pinda Pinda Lekka Lekka’ tidak memiliki kesamaan sama sekali.

Lalu bagaimana kedua lagu tersebut dapat menjadi kontroversi? Siapa yang menjiplak dan siapa yang dijiplak? Mari kita telaah sedikit kisah di balik penciptaan kedua lagu tersebut.

Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”

Awal penciptaan ‘Indonesia Raya’ adalah ketika seorang W.R. Soepratman membaca sebuah tulisan dalam majalah ‘Timbul’. Pembuat tulisan dalam majalah tersebut menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu nasional bagi Indonesia. Saat itu W.R. Soepratman merasa tertantang dan termotivasi, lalu mulai menggubah lagu ‘Indonesia Raya’. ‘Indonesia Raya’ rampung pada 1924, namun baru pada 28 Oktober 1928 lagu tersebut pertama kali diperdengarkan di depan publik saat Kongres Pemuda II.

Lagu “Pinda Pinda Lekka Lekka”

Tidak begitu jelas siapa pencipta lagu ini, namun pada era 1930an, lagu ini dinyanyikan oleh Willy Derby dan sempat populer di kalangan orang-orang berbahasa Belanda. Dalam bahasa Belanda, ‘Pinda’ berarti ‘kacang’ sedangkan ‘Lekka’ secara harafiah berarti ‘kebocoran’, namun diduga ‘Lekka’ yang dimaksud mengacu pada ‘Lekker’ yang berarti ‘Bagus’ atau bisa dimaksudkan ‘Enak’.

Beberapa pendapat muncul tentang kemiripan kedua lagu ini. Ada yang menyebutkan bahwa W.R. Soepratman lah yang menjiplak karena lagu ‘Pinda Pinda Lekka Lekka’ telah diciptakan sejak 1920. Bahkan ada yang berpendapat bahwa ‘Pinda Pinda Lekka Lekka’ telah diciptakan sejak tahun 1600an! Namun terdapat kejanggalan apabila pendapat ini disesuaikan dengan alur waktu sejarah.

  • Pertama, bagaimana mungkin sebuah lagu yang terinspirasi dari sebuah kejadian tercipta sebelum kejadian itu terjadi? Tidak ada penjelasan logis atas hal ini kecuali lagu tersebut adalah sebuah lagu ramalan.
  • Kedua, W.R. Soepratman menyelesaikan ‘Indonesia Raya’ pada 1924 dan memperdengarkannya pertama kali di hadapan publik pada tahun 1928.

Bagaimana mungkin W.R. Soepratman dapat menjiplak lagu yang terinspirasi dari sebuah fenomena kue kacang yang baru terjadi pada tahun 1933? Berdasarkan kedua pertimbangan tersebut untuk sementara—sampai ditemukan bukti-bukti sejarah yang membuktikan sebaliknya—keadaan berpihak pada W.R. Soepratman.

Bagi sebuah negara keberadaan lagu kebangsaan adalah hal yang penting dan krusial. Fungsinya tak hanya dinyanyikan dalam pertandingan bola atau penobatan juara saja. Lebih dari itu, lagu kebangsaan ibarat kayu kering yang akan membakar semangat nasionalisme. Indonesia Raya, lagu kebangsaan ini patut kita banggakan dan syukuri eksistensinya.

Orang-orang dulu tidak menyadari kesamaan ini. Namun, belakangan, mulai banyak orang yang mempertanyakan orisinalitas dari Indonesia Raya. Apakah ini benar-benar karya asli WR Supratman, atau justru hasil ubah lirik saja?

Irama lagu Pinda Pinda Lekka Lekka

Lagu ini familiar dinyanyikan oleh seorang penyanyi bernama Willy Derby, musisi asal Belanda. Lagu tersebut sebenarnya simpang siur soal tahun penciptaannya. Ada yang bilang dibuat di 1920an, bahkan ada juga yang bilang tahun 1600an. Terlepas dari itu, cobalah tengok sebentar lagu tersebut, dan coba rasakan apakah kamu familiar dengan iramanya.

Jika diperhatikan secara jeli, pada bagian “Pinda Pinda”-nya sangat identik dengan lirik “Indoneisa tanah airku”. Temponya pun juga hampir serupa. Hal yang jadi pertanyaan, apakah WR Supratman benar-benar menjiplak lagu ini dan hanya mengubah liriknya saja? Sebelum tahu analisanya, coba komparasikan dua lagu ini di ulasan selanjutnya.

Perbandingan Irama Indonesia Raya” Dan “Pinda Pinda Lekka Lekka”

Jika lagu tadi masih membuatmu bertanya-tanya, maka kali ini coba dengarkan versi komparasinya dengan Indonesia Raya. Silakan menyangkal kalau keduanya tidak mirip. Tapi, jika identik, mungkin kita harus mulai bertanya-tanya soal orisinalitas.

Jujur saja, memang ada kemiripan di sana. Bahkan boleh dibilang identik. Lalu, apakah kesimpulannya sudah jelas jika lagu kebangsaan kita adalah hasil plagiasi? Tunggu dulu, karena ada banyak alasan yang bisa menguatkan jika Indonesia Raya bukanlah lagu hasil jiplakan.

WR Supratman Plagiat?

Img source: detik.com

Img source: detik.com

Tentu ironis kalau kita berkata demikian hanya karena mendengarkan komparasi Indonesia Raya dan Pinda Pinda Lekka Lekka. Setiap pecinta musik, akan gampang ter-influence dari apa yang sering didengarkan, terlepas apakah ia seorang musisi pro atau bukan. Alasan ini mungkin bisa jadi penguat kalau WR Supratman tidaklah melakukan plagiasi.

WR Supratman besar di masa penjajahan Belanda. Sehingga, tak heran kalau beliau sangat familiar dengan lagu Belanda satu ini. Apalagi seorang WR Supratman sering dikisahkan sebagai sosok yang sangat menyukai musik. Bahkan beliau punya latar belakang pendidikan untuk itu. Jadi, soal plagiasi, tentu saja beliau tidak melakukannya. Hanya saja, lagu ini boleh dibilang meng-influence WR Supratman dalam menciptakan lagu Indonesia Raya.

Percayalah, kontroversi lagu Indonesia Raya hanya muncul sekarang-sekarang ini saja. Dulu, orang-orang takkan sempat mempermasalahkan hal ini lantaran fokusnya hanyalah agar Indonesia bisa cepat merdeka. Alasan lain kenapa orang dulu tidak mempermasalahkan kemiripan keduanya, adalah soal urgensi.

Kemerdekaan mungkin masih panjang, tapi atribut sebagai negara bebas harus disiapkan jauh-jauh hari. Makanya kemudian lagu ini dibuat sebagai pelengkap status kedaulatan Indonesia kelak. Soal lagu kebangsaan, sebenarnya dulu ada satu kandidat lagi lagu yang bakal dipilih berjudul Indonesia Subur ciptaan Muhammad Syafei. Namun, pada akhirnya di sidang persiapan kemerdekaan dipilihlah Indonesia Raya setelah melalui banyak pertimbangan.

Lagu “Indonesia Raya” Tidak Hanya Satu Versi Saja

Lagu “Indonesia Raya” punya versi lain, sebelum akhirnya disepakati lagu Indonesia Raya yang terakhir akan dipakai sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia.

Jadi, dengan adanya lagu Indonesia Raya versi lain ini sangat menguatkan bahwa Indonesia Raya tidak plagiasi. Jika itu plagiasi, tentunya kecil kemungkinan Indonesia Raya punya lebih dari 1 (satu) versi.

Ternyata Pinda Pinda Lekka Lekka Adalah Lagu Penghinaan Untuk Mengolok-Olok Indonesia

Lalu, memang adakah arti khusus dari lagu ini selain hanya sebagai tembang siulan orang-orang Belanda dulu? Ada, dan ternyata berhubungan dengan Indonesia.

Secara keseluruhan lagu ini bercerita tentang seorang pribumi Indonesia yang pergi ke Belanda. Di sana, orang pribumi ini begitu suka makan kacang. Kebiasaan ini dianggap primitif oleh orang Belanda, dan lagu tersebut dijadikan bahan untuk mengolok-olok orang Indonesia. Dugaan saya, lagu itu dibuat setelah memperdengarkan lagu Indonesia Raya karya WR Supratman, dengan tujuan lain untuk melemahkan mental Bangsa Indonesia dalam memuluskan perjuangan untuk bisa merdeka sepenuhnya dari penjajahan Belanda.

Terlepas dari semua kontroversi yang ada tentang lagu ini. Satu hal yang tidak boleh kita lupa. Lagu ini punya nilai magis yang mampu membuat seseorang yang berdarah Indonesia merasakan aroma nasionalisme yang kuat. Bahkan ketika kita hayati betul liriknya, tanpa terasa akan menetes air mata mengingat perjuangan orang-orang dulu. Dalam Sejarah, lagu-lagu Indonesia disukai berbagai negara. Silakan klik dan baca tentang Lagu-Lagu Indonesia yang Mendunia.

 

Referensi

  • ^eatingchinese.blogspot.sg/2008/11/pinda-pinda-lekka-lekka.html?m=1
  • ^palantasurau.wordpress.com/2011/02/20/lagu-indonesia-raya-menjiplak-lagu-pinda-pinda-lekka-lekka/
  • ^gehanghofari.blogspot.sg/2013/09/benarkah-wr-soepratman-seorang-plagiat.html?m=1
  • ^boombastis.com/kontroversi-lagu-indonesia-raya/58816
Iklan

3 responses »

  1. Jane berkata:

    I will immediately grasp your rss feed as I can not find your e-mail subscription link or newsletter service.
    Do you have any? Kindly allow me recognise in order that
    I could subscribe. Thanks.

    Suka

  2. I love reading your blog because it has very interesting topics.~’*”:

    Suka

  3. What’s up everyone, it’s my first pay a visit at this site, and article
    is really fruitful designed for me, keep up posting
    these content. http://yoga-pujakesuma.mhsw.isi-ska.ac.id/2016/12/25/three-main-techniques-to-become-a-perfect-college-student/

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s