Pulau Kalimantan

Image Source: malindobrusing.com

Image Source: malindobrusing.com

Geografi
Lokasi Asia Tenggara
Koordinat 1°00′LU 114°00′BT / 1°LU 114°BT
Kepulauan Kepulauan Sunda Besar
Luas 743,330 km2 (287,000 sq mi)
Peringkat luas 3
Ketinggian tertinggi 4.095 m (13.435 ft)
Puncak tertinggi Kinabalu
Negara
Brunei
Distrik Belait
Brunei dan Muara
Temburong
Tutong
Malaysia
Negara bagian Sabah
Sarawak
Wilayah Persekutuan Labuan
Indonesia
Provinsi Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Demografi
Populasi 21.258.000 (per 2014)
Kepadatan 21,52 /km2 (5.574 /sq mi)
Kelompok etnik Dayak, Cina, Melayu, Kadazan-Dusun, Banjar, Jawa

Kalimantan adalah pulau nomor tiga terbesar di dunia. Pulau ini terkenal dengan hutan tropisnya yang sangat luas dan tebal. Namun, wilayah hutan itu semakin berkurang akibat maraknya aksi penebangan pohon. Hutan Kalimantan ialah habitat alami bagi hewan orang utan,gajah borneo, badak borneo, landak, rusa, tapir dan beberapa spesies yang terancam punah.

06-03-11.54.51

Di Pulau Kalimantan terdapat sebagian wilayah Indonesia dan Malaysia. WilayahBrunei seluruhnya berada di pulau ini. Kalimantan wilayah Indonesia dibagi menjadi empat provinsi berdasarkan urutan pembentukannya:

  • Kalimantan Selatan dengan ibu kotaBanjarmasin
  • Kalimantan Barat dengan ibu kotaPontianak
  • Kalimantan Timur dengan ibu kotaSamarinda
  • Kalimantan Tengah dengan ibu kotaPalangkaraya

Berikut 9 kota besar di Kalimantan Indonesia berdasarkan jumlah populasi tahun 2010 dan perbandingan dengan tahun 2005.

No.
Kota, Propinsi
Populasi 2005
Populasi 2010
1

Samarinda,

Kalimantan Timur

574,439

726,223

2

Banjarmasin,

Kalimantan Selatan

589,115

625,395

3

Balikpapan,

Kalimantan Timur

469,884

559,126

4

Pontianak,

Kalimantan Barat

501,483

550,304

5

Palangkaraya,

Kalimantan Tengah

170,761

220,223

6

Banjarbaru,

Kalimantan Selatan

152,839

199,359

7

Tarakan,

Kalimantan Timur

155,716

193,069

8

Singkawang,

Kalimantan Barat

167,892

186,306

9

Bontang,

Kalimantan Timur

120,348

140,787

Negara-negara bagian dan wilayah Persekutuan Malaysia yang berada di Kalimantan:

  • Sarawak,
  • Sabah,
  • Wilayah Persekutuan Labuan (di lepas pantai Sabah)

Bahasa-bahasa asli di Kalimantan merupakan bahasa Austronesia dari rumpun Malayo-Polynesia dan Dayak.

Kenapa Pulau Kalimantan Disebut Borneo?

Img source: journalborneo.blogspot.com

Img source: journalborneo.blogspot.com

Hampir seluruh orang Indonesia pasti mengenal tentang pulau ini, hanya saja untuk masyarakat Internasional pulau ini kadang juga dikenal sebagai Borneo. Lalu dari manakah asal nama Kalimantan dan Borneo ini?

Dilansir dari Havoc Weird, Kamis (29/10/2015), nama Borneo disebut berasal dari nama Brunei. Menurut sebuah catatan dari seorang utusan kerajaan tiongkok, pada abad ke-8 hingga ke-9, Kalimantan dikenal sebagai Po-Po-Li, Po-Ni atau Bun-Lai. Jelas sekali terdapat kemiripan nama Bun-Lai dan Brunei sehingga kemungkinan memang nama ini sudah digunakan sejak masa itu.

Ada juga yang menyebut bahwa Borneo/Borneum adalah nama alternatif untuk Kalimantan dan muncul akibat salah lafal pedagang Portugal, yang diikuti oleh orang Eropa lainnya pada abad ke-17 terhadap nama Brunei (“Barune”, menurut Negarakertagama atau “Dahak-Waruni”). Pada masa itu, Brunei merupakan salah satu pelabuhan dagang penting untuk produk kehutanan. Lorenzo de Gomez yang pertama mengunjungi pulau ini tahun 1518.

Tetapi terdapat pendapat lain yang menyatakan bahwa nama Borneo berasal dari nama salah satu pohon yang banyak tumbuh di wilayah tersebut pada abad ke-15. Pohon ini bernama Borneol atau pada nama latinnya dikenal sebagai pohon Dryobalanops camphora. Pemberian nama Borneo ini berasal dari bangsa Eropa yang ketika itu banyak menemukan pohon tersebut di wilayah Kalimantan.

Sedangkan menurut C. Hose dan Mac Dougall, “Kalimantan” berasal dari nama-nama enam golongan suku-suku setempat yakni Iban (Dayak Laut), Kayan, Kenyah, Klemantan (Dayak Darat), Murut, dan Punan. Dalam karangannya, “Natural Man, a Record from Borneo” (1926), Hose menjelaskan bahwa Klemantan adalah nama baru yang digunakan oleh bangsa Melayu. Namun menurut Slamet Muljana, kata Kalimantan bukan kata Melayu asli tapi kata pinjaman sebagai halnya kata Malaya, melayu yang berasal dari India (malaya yang berarti gunung).

Pendapat yang lain menyebutkan bahwa Kalimantan atau Klemantan berasal dari bahasa Sanskerta, Kalamanthana yaitu pulau yang udaranya sangat panas atau membakar (kal[a]: musim, waktu dan manthan[a]: membakar). Karena vokal a pada kala dan manthana menurut kebiasaan tidak diucapkan, maka Kalamanthana diucap Kalmantan yang kemudian disebut penduduk asli Klemantan atau Quallamontan yang akhirnya diturunkan menjadi Kalimantan.Terdapat tiga kerajaan besar (induk) di pulau ini yaitu Borneo (Brunei/Barune), Succadana (Tanjungpura/Bakulapura), dan Banjarmasinn (Nusa Kencana).

Dalam penggunaan internasional, nama “Borneo” yang lebih banyak digunakan. Dalam konteks Indonesia, istilah ini seringkali dipakai untuk merujuk Pulau Kalimantan secara keseluruhan, termasuk Sabah, Sarawak, dan Brunei. Sebagai perbandingan, kata “Kalimantan” (yang sebagian besarnya merupakan bekas wilayah Kerajaan Banjar) dipakai untuk merujuk ke bagian pulau yang diadministrasi oleh Indonesia.

Jadi, kesimpulannya Borneo merupakan sebutan dari bangsa Portugis yang awalnya ditujukan untuk kesultanan Brunei, karena lidah mereka agak keseleo jadi pengucapan Brunei malah berubah menjadi Borneo, namun dalam pengaplikasian selanjutnya kata Borneo mengacu pada seluruh pulau Kalimantan (termasuk Brunei, Malaysia dan Indonesia), sementara kata Kalimantan berasal dari bahasa Malaya yang berarti gunung, ada pula yang mengatakan berasal dari bahasa sansakerta berarti panas, bahkan ada pula yang mengatakan dari bahasa Jawa yang artinya Sungai Intan.

06-04-12.19.07

Pengaplikasian kata Kalimantan sekarang lebih merujuk kepada wilayah Indonesia saja.

Ironi Rakyat Kalimantan di Indonesia

Meski pulau ini adalah terbesar ke-3 di Dunia, namun semua itu tidak menjamin kesejahteraan rakyat disana. Sayangnya, hal yang sangat hebat ini lambat laun habis karena ulah manusianya sendiri. Akhirnya apa yang menjadi kebanggaan suku asli Kalimantan hanya tinggal namanya saja. 

Selain masalah hutan, ada banyak ironi kehidupan yang terjadi di Kalimantan. Penduduk yang harus mampu menjalani hidup dengan baik. Justru harus bersusah payah dan bertahan di tengah kekurangan yang terus mengikat. Berikut hal-hal yang harusnya ada di Kalimantan namun lenyap dan hanya menyisakan sebuah dongeng belaka.

Hutan Luas dan Banyak Namun Rakyatnya Sesak Napas

Img source: tempoyaker.blogspot.com

Img source: tempoyaker.blogspot.com

Hutan yang ada di Kalimantan diperkirakan ada sekitar 45 juta hektar. Dari luas ini sekitar 30% hutan yang ada telah habis akibat illegal logging dan juga pembukaan lahan untuk kebun kelapa sawit. Kalimantan memiliki banyak sekali hutan yang harus menyumbang banyak sekali udara segar. Namun nyatanya pulau ini justru dilanda dengan bencana kabut asap hingga banyak orang yang sesak napas hingga kematian pun juga datang.

Sebuah ironi di mana pulau yang harus penuh udara segara justru bertransformasi menjadi pulau berpolusi. Pihak-pihak terkait yang membakar hutan adalah penyebab penderitaan pulau paru-paru dunia ini terancam. Pemerintah harus menindak secara tegas pihak-pihak yang membuat hutan Kalimantan berkurang terus-terus menerus. Bukan tidak mungkin puluhan tahun lagi hutan ini akan tinggal jadi separuh.

Orang Perbatasan Justru Menggantungkan Hidup ke Negeri Tetangga

Screenshot_2016-06-04-00-38-19_1

Pulau Kalimantan tidak hanya miliki Indonesia saja. Indonesia berbagi dengan Malaysia dan juga Brunei Darusalam. Itulah mengapa ada beberapa daerah di Kalimantan terutama sebelah utara berbatasan dengan negeri tetangga. Orang-orang di perbatasan ini hidup dengan serba kekurangan. Bahkan akses untuk banyak hal seperti pendidikan dan kesehatan pun sangat susah di dapat. Pemerintah tidak terlalu memperhatikan mereka hingga banyak penduduk yang menjalin hubungan dekat dengan negara tetangga.

Seharusnya pemerintah lebih bisa memperhatikan orang yang berada di pinggiran ini. Mereka adalah orang yang akan ada di garis depan jikalau negara tetangga ingin menyerobot wilayah. Namun, justru warga lokal melakukan banyak hal di negeri tetangga. Mulai bekerja hingga masalah jual beli barang. Mereka lebih kenal negeri orang dari pada Indonesia yang harusnya mampu menaunginya.

Penuh Industri Namun Jalan Darat Banyak yang Belum di Bangun

Screenshot_2016-06-04-00-40-46_1

Kalimantan adalah pulau yang memiliki banyak sekali industri. Sebut saja tambang yang jenisnya pun beraneka ragam. Mulai dari tambang batu bara, minyak, hingga permata. Selain itu industri pengolahan kayu juga menjadi salah satu tulang punggung perekonomian di Kalimantan. Sayangnya di pulau ini akses jalan darat sangat susah di temui. Apalagi daerah-daerah yang pelosok. Akhirnya banyak dari penduduk yang menggunakan jalan sungai sebagai alternatif paling cepat.

Jika pemerintah lebih memperhatikan Kalimantan. Membangun pulau ini terutama akses jalan daratnya, maka pulau yang kaya bahan tambang dan keanekaragaman hayati ini kian maju. Bahkan bisa jadi Kalimantan akan menjadi salah satu pusat perdagangan di Indonesia yang bisa disejajarkan dengan Pulau Jawa.

Pulau Kaya Namun Banyak Hal Dijual Mahal di Tempat Ini

Screenshot_2016-06-04-00-43-31_1

Kalimantan adalah pulau yang sangat kaya. Namun sayang tak semua penduduknya mampu hidup dengan layak. Bahkan di antara mereka ada yang sampai kesusahan makan hanya karena bahan makanan di sana harganya mahal. Bahkan lebih mahal dari apa yang dijual di Pulau Jawa. Dampaknya, banyak sekali warga setempat atau pendatang yang harus rela uang kebutuhan hariannya membengkak.

Harusnya di pulau ini beberapa komoditas mampu dijual dengan lebih murah. Sebuah ironi dari pulau penghasil barang tambang namun tak mampu dirasakan oleh penduduknya. Anda yang pernah tinggal di Kalimantan pasti tahu jika apa-apa yang ada di sana harganya akan menjadi lebih mahal. Bahkan bisa berkali lipat.

Kaya Batu Bara Namun Sangat Miskin Listrik

Screenshot_2016-06-04-00-49-11_1

Img source: nasional.republika.co.id

Kalimantan adalah pulau yang memiliki tambang batu bara terbesar di Indonesia. Bahan tambang ini biasanya diolah kembali menjadi bahan bakar untuk industri atau kendaraan seperti kereta api. Selain itu, batu bara juga bisa digunakan untuk bahan baku PLTU yang justru jarang ada di Kalimantan. Kebanyakan, pembangkit listrik di pulau ini menggunakan PLTD yang butuh bahan bakar solar untuk menggerakkan alat-alatnya.

Padahal batu bara yang melimpah bisa digunakan untuk bahan baku pembangkit listrik. Dengan begitu Kalimantan tidak perlu mengalami krisis listrik hingga membuat pemadaman bergilir sering terjadi. Pulau yang kaya harus mampu menghidupi penduduknya dengan baik. Tidak membuat penduduknya harus bertahan hidup.

Efek Pertambangan Batu Bara Berpotensi Menghancurkan Kalimantan

Miris kalau membicarakan Kalimantan yang sekarang. Dulu, salah satu pulau terbesar di dunia ini menjadi harapan manusia untuk hidup karena peran vitalnya sebagai paru-paru dunia. Namun, kini nasibnya berbalik 180 derajat. Kalimantan yang sekarang ibarat pulau kotor yang tidak berarti apa-apa. Tanahnya tandus dan airnya beracun. Hidup di sini pun seperti takkan pernah ada harapan.

Ini tentang tambang batu bara di sana. Ya, sudah sejak lama Kalimantan terus digali perutnya untuk menghasilkan mineral hitam itu. Akibatnya alam pun perlahan rusak dan kini kondisinya benar-benar sangat memperihatinkan. Ribuan perusahaan batu bara Kalimantan yang tutup itu kini juga berbuah petaka. Tak hanya bagi yang di-PHK tapi juga galian-galian yang ditinggalkan. Sangat miris keadaannya dan pasti akan membuat mereka yang melihat marah luar biasa.

Inilah deretan bukti kalau Kalimantan sudah hancur. Kalau sudah begini siapa yang salah? Apakah dalih untuk menyokong listrik dengan batu bara bisa mengembalikan ini semua seperti asal?

Genangan air beracun

Ketika ditinggalkan begitu saja tanpa penanganan khusus, tambang akan jadi tempat beracun yang bisa membunuh siapapun dengan mudah. Ingat tragedi tambang yang ada di Brazil dan pernah bikin heboh dunia itu? Kini Kalimantan mengalami hal yang sama.

Screenshot_2016-06-04-00-54-11_1

Genangan di atas bukanlah air biasa melainkan mengandung logam berat yang sangat beracun. Menghirup udara di sekitar sini saja akan membuatmu sesak nafas, apalagi sampai tercebur ke dalamnya.

Tanah tandus yang tak bisa ditanami apa pun

Inilah tanah bekas penambangan batu bara yang begitu menggeliat beberapa waktu lalu. Ketika ditinggalkan, beginilah keadaannya kering dan tak bisa dimanfaatkan untuk apa pun.

Screenshot_2016-06-04-00-57-44_1

Jangan mimpi menanam tanaman di sini, menggenggam tanahnya saja mungkin bisa membuat kita terkena infeksi kandungan logam. Begitu miris ketika berkaca kembali di masa lampau ketika tanah ini masih begitu subur.

Pemandangan mengerikan yang lebih dari sekedar setting film

Melihat pemandangan ini mungkin akan membuatnya berdalih. Ah, ini hanya setingan film. Jangan konyol, tempat ini benar-benar nyata dan ada di negeri kita sendiri.

Screenshot_2016-06-04-00-59-32_1

Tidak, tidak indah sama sekali melainkan begitu bikin panas hati. Inikah balasan atas semua hasil tambang yang sudah menghasilkan pundi-pundi uang? Sungguh apa yang ada di sini akan jadi bukti keserakahan manusia yang hanya memikirkan dirinya sendiri.

Ratusan genangan beracun

Screenshot_2016-06-04-01-01-15_1

Genangan air beracun ini tidak hanya ada satu atau dua saja, melainkan ratusan. Kalimantan benar-benar sudah rusak sekarang, tidak ada harapan untuk tinggal di tanah ini.

Screenshot_2016-06-04-01-06-59_1

Teruskan saja beri izin-izin para kontraktor tambang, dan Kalimantan akan jadi pulau dengan genangan-genangan beracun paling banyak di dunia. Miris!

Tanah luas tanpa harapan

Screenshot_2016-06-04-01-03-57_1

Img Source: visitsampit.blogspot.com

Lihatlah, hamparan tanah yang begitu luas ini. Seperti gurun hitam yang tak bertuan. Tanah seluas ini dulunya adalah hutan-hutan hujan tropis yang sejengkal tanahnya begitu berharga. Kini, hamparan tanah berhektar-hektar ini tak ada harganya.

Ya, apa yang bisa dilakukan dengan tanah beracun sisa limbah ini? Tidak berguna apa pun selain hanya sebagai pengingat kalau manusia yang menggalinya dulu begitu rakus dan tidak peduli dengan alam yang sudah memberinya hidup.

Seperti mimpi saat Kalimantan bisa berakhir seperti ini

06-04-01.14.15

Inilah rupa Kalimantan sekarang. Sejauh mata memang tak ada lagi hal yang menarik mata. Padahal dulu, tepat di sini hutan hujan berdiri dengan tegaknya dan menyemburkan keindahan pertiwi yang tiada duanya.

Inilah yang akan kita beri untuk anak cucu. Sebuah pemandangan miris dari akibat keserakahan manusia tanpa pernah peduli dengan alam.

Inilah akhir bagi Kalimantan yang indah. Hanya tersisa hamparan tanah dan genangan beracun yang akan membunuh siapa pun yang mencoba mendekat. Sungguh malang nasib Kalimantan, dulu dipuja karena keindahan alamnya, kini berakhir gersang dan tak seorang pun sudi datang.

06-04-01.30.07

Marilah kita membuka mata terhadap hal-hal seperti ini. Jangan sampai ketidakpedulian berakhir menjadi bumerang ketika kita sudah merasakan sesak nafas akibat hutan Kalimantan sudah berubah menjadi lahan-lahan tambang beracun seperti ini.

Referensi

  • ^id.m.wikipedia.org/wiki/Kalimantan
  • ^jadiberita.com/74271/kenapa-kalimantan-sering-disebut-sebagai-borneo.html
  • ^journalborneo.blogspot.sg/2012/04/asal-usul-kalimantan-atau-borneo.html?m=1
  • ^malindobrusing.com/2015/03/borneo-kalimantan.html?m=1
  • ^boombastis.com/ironi-kehidupan-kalimantan/47018/1
  • ^boombastis.com/foto-kalimantan-hancur/58074
Iklan

2 responses »

  1. Jimmy berkata:

    Hi there, i read your blog from time to time and i own a similar one and i
    was just wondering if you get a lot of spam comments? If so how do you stop it, any plugin or anything you can recommend?
    I get so much lately it’s driving me mad so any support is very much appreciated.

    Suka

  2. A prоduct developed by Pharmanex and distributed byy Nu Skin called аge – LOC iѕ thᥱ neᴡest pгοduc on the mɑrket.
    Promise that each time your kid goes potty, she gets two
    or three, but iff sѕhe wipes herself (a huge challenge fߋг us) then she getѕ
    four ߋr five. Miner had no probleem sendong in her package that
    is tainted wittҺ these particles.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s