A Tribe In Borneo Living In Their Own Little Paradise

Traditionally, the Bajau resided in small boats, sailing day and night with the currents, counting only on their fishing gear to make a living. This is how they earned the title of the “sea gipsies”. Others used to live in hiding and many still live nowadays in the middle of nowhere, on floating villages built on the coral reefs. Today, many have come ashore to live on small islands, but continue to develop their perfect knowledge of the oceans, whilst selling their fish on a small scale.

Réhahn, a french photographer, spent a few days with these sea gipsies. He will keep forever in the depths of his heart the feeling of peace and serenity that emerges from these places, of these people who have nothing in common with our lives and who live only for and by the water.


The Bajau, the nomads of the sea, are neither recognized not accepted by the neighboring countries

Screenshot_2016-06-04-07-42-28_1

They are there by choice: the choice to live in paradise, their own little paradise

Screenshot_2016-06-04-07-46-22_1

The tribe has no knowledge of reading or writing

Screenshot_2016-06-04-07-47-45_1_2

The Bajau do not know their ages

Screenshot_2016-06-04-07-47-45_1_1

They know roughly about the concept of age but time doesn’t matter much to them, only the present moment counts

Screenshot_2016-06-04-07-50-12_1

Regardless of age, everyone finds his place and helps to catch the fish

06-04-07.53.25

Women give birth here in their hut on stilts. Most Bajau are born, live and die on their land

Screenshot_2016-06-04-07-54-23_1

Younger children are constantly on the boats, learning how to dive or swim, while those who have reached the age of about 8 years old are already busy hunting

Screenshot_2016-06-04-07-55-38_1

Fakta-Fakta Unik Suku Bajau, Manusia Air di Kalimantan

Berbicara tentang manusia laut tentu tidak lepas dari sebuah suku yang bernama Bajau. Secara tradisional orang-orang Bajau tinggal di atas perahu kecil dan selalu berlayar baik siang maupun malam mengarungi samudera dengan satu tujuan yaitu menangkap ikan sebagai satu-satunya mata pencaharian mereka.

Uniknya suku Bajau ternyata berasa dari Kepulauan Sulu daerah di Filipina Selatan. Suku ini hidup nomaden di atas perahu mereka sehingga dijuluki sebagai Gipsi Laut atau manusia laut. Di Indonesia sendiri suku Bajau banyak tersebar di kawasan Indonesia Timur salah satunya ada di Kalimantan. Kahidupan suku ini sangat unik dan menarik untuk dipelajari, dan berikut fakta tersembunyi tentang suku Bajau.

Suku yang Tidak Memiliki Kewarganegaraan

Suku Bajau merupakan kelompok pengembara yang tidak memiliki kewarganegaraan. Meskipun aslinya suku ini berasal dari daerah Filipina Selatan namun negara itu pun bahkan tidak mengakui status legalitas kewarganegaraan suku ini. Suku Bajau tersebar di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Orang-orang Bajau sangat ahli dalam bertahan hidup di tengah ganasnya perairan laut. Bayangkan saja mereka hanya bermodal perahu kayu kecil dan menghabiskan hidupnya di sana. Meski kini banyak orang-orang Bajau yang menempati pulau-pulau kecil namun warga setempat yang mengetahui akan langsung mengusirnya.

Suku Bajau dari Lahir Hingga Mati Berada di Perahu

Seluruh kehidupan orang Bajau dihabiskan di atas perahu. Mulai dari melahirkan, menjalani kehidupan hingga mati, semua terjadi di perahu mereka. Untuk urusan pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka akan menangkap ikan yang kemudian hasil tangkapan mereka akan ditukar dengan barang milik penduduk di daratan Indonesia.

Meski kehidupannya nomaden namun ketika ada kerabat yang meninggal suku Bajau tetap melakukan tradisi penguburan jenazah terutama suku Bajau yang beragama Islam. Mereka melakukan ritual layaknya orang Islam pada umumnya seperti memandikan jenazah hingga prosesi penguburan.

Suku Bajau Tidak Dapat Baca dan Tulis

Terdapat sedikit fakta unik tentang suku Bajau yang banyak ditemukan di Indonesia bagian timur. Ternyata sebagian besar dari mereka tidak bisa berbahasa Indonesia secara fasih mereka malah menggunakan bahasa seperti melayu Malaysia. Hal ini menandakan jika kekerabatan mereka lebih dekat dengan orang melayu Malaysia ketimbang warga Indonesia.

Selain itu mereka juga dikenal tidak terlalu mementingkan pendidikan formal. Sebagai konsekuensinya suku Bajau adalah kelompok masyarakat yang buta huruf. Mereka tidak bisa membaca dan menulis, kehidupan mereka hanya seputar melaut dan mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari saja.

Suku Bajau Tidak Tahu Umur Mereka

Kehidupan berpindah-pindah dari perairan satu ke perairan lainnya membuat suku Bajau tidak begitu mementingkan pendidikan bagi keturunannya. Hasilnya tentu saja mayoritas dari mereka tidak mengenal huruf alias buta huruf. Bahkan mereka tidak begitu mempermasalahkan jumlah umur yang mereka miliki.

Mayoritas suku Bajau yang ditemukan di daerah Berau maupun Wakatobi ternyata tidak bisa menjawab ketika ditanya berapa umur mereka. Ternyata mereka tidak menghitung jumlah umur bahkan mungkin mereka tidak pernah mengingat kapan mereka lahir. Bagi mereka laut telah memberikan segalanya yang mereka butuhkan dan itulah yang terpenting dalam kehidupan mereka.

Suku Bajau Adalah Penyelam yang Handal

Laut adalah kehidupan bagi orang-orang Bajau. Artinya mereka menggantungkan kehidupan mereka dari hasil tangkapan ikan mereka di laut. Dari situlah mereka dapat menjalani hidup dari waktu ke waktu.

Satu hal yang unik adalah bahwa anak-anak suku Bajau telah dilatih untuk bertahan hidup di laut. Sejak dini mereka diajari cara berenang dan menyelam, mereka juga di latih cara menangkap ikan di lautan lepas. Sehingga saat anak-anak ini berusia delapan tahun mereka sudah mahir untuk menyelam. Anak dengan umur yang masih belia tersebut sudah sibuk dengan urusan berburu ikan di laut.

Suku Bajau atau manusia laut telah melangsungkan kehidupan mereka sejara turun-temurun dengan tradisi yang sama. Meski legalitas mereka masih dipertanyakan namun mereka tetap menjalankan kehidupan mereka dengan santai. Tidak ada tarik ulur kepentingan politik di sana yang ada hanya bagaimana menikmati anugerah hidup yang mereka dapatkan.

Sumber

  • ^boredpanda.com/the-bajaus-who-are-these-sea-gipsies/
  • ^boombastis.com/suku-bajau/17728
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s