Dulu Pak Bintang Bilang:

Jokowi Bagian Dari Rekayasa Cina Jajah Indonesia

image

Pengamat politik Sri Bintang Pamungkas

Pengamat politik Sri Bintang Pamungkas menengarai ada indikasi penguasaan etnis Cina dalam agenda pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak di Indonesia.

Sri Bintang Pamungkas yang masih aktif menjadi dosen Universitas Indonesia (UI) ini menilai agenda pilkada serentak telah disusupi oleh calon-calon kepala daerah asal etnis Cina. Lantaran penyelenggaraannya akan bersifat serentak di seluruh Indonesia, Sri Bintang bilang, akan sulit untuk dikoreksi.

“Masyarakat sekarang ini tidak menyadari bahwa kelompok ini (Cina) mau melakukan rekayasa seperti itu (penguasaan politik),” ia memaparkan, “Jokowi adalah bagian dari rekayasa ini, bahkan rekayasa ini sudah muncul sebelum tahun 1965.”

Ia pun menduga bahwa kelompok Cina perantauan di Indonesia terlibat dalam agenda menguasai Indonesia secara politik. “Peristiwa anti-Cina yang pecah di Cirebon melebar ke seluruh Jawa Barat dan Bandung pada Mei tahun 1963 menjadi katalisator balas dendam Cina perantauan terhadap bangsa Indonesia,” sebutnya.

Kata Sri Bintang, Cina perantauan ini memiliki keinginan untuk menguasai Indonesia dan sejak Orde Baru telah diberikan kesempatan oleh Soeharto untuk menguasai ekonomi Indonesia.

“Di dunia tidak ada penjajah kecuali kulit putih dan kulit kuning,” tukas Sri Bintang Pamungkas.

Pendiri dan Ketua Partai PUDI (Partai Uni Demokrasi Indonesia) ini menyatakan, Bangsa Indonesia sejak dulu selalu baik terhadap kaum pendatang. “Pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia selalu terbuka pada Belanda dan Jepang, namun pada akhirnya kedua bangsa tersebut malah menjadikan Indonesia sebagai bangsa jajahan selama 350 tahun,” kata dia.

Ia menambahkan, penguasaan terhadap Indonesia akan menjadi sangat intensif bila kepala-kepala daerah diisi etnis Cina. “Seperti Singapura, bangsa Melayunya telah tersingkir,” sebutnya.

Dikatakannya, bahkan Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong sendiri dalam pidatonya di Auditorium FISIP UI, Rabu (27/5) menyatakan akan ada pertukaran 10 juta pemuda dan pemudi Cina ke Indonesia. “Indonesia akan menjadi lahan imigrasi bagi Cina. Ini bukan pertukaran namun imigrasi legal,” imbuhnya menyesalkan.

Screenshot_2016-06-06-22-26-53_1

Ia pun mengecam Pemerintahan Joko-JK yang tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun konglomerat Cina di Indonesia enggan membayar pajak sehingga Indonesia seolah-olah terdesak meminjam utang kepada Cina. Padahal, menurut Sri Bintang Pamungkas, uang pinjaman tersebut adalah dana kompensasi bagi 10 juta imigran Cina yang sebagiannya berangsur-angsur sudah mulai berdatangan ke Indonesia.

Lantas kemanakah pribuminya? Bisa jadi, kebanyakan pribumi saat ini malah asyik terus menggosok batu akik dan melupakan jika sebentar lagi mereka akan jadi jongos di negeri sendiri.


Sekarang:

Jokowi Pecat 1 Juta PNS dan Datangkan Ribuan Buruh China

  • Di Banten

Screenshot_2016-06-06-22-25-55_1

Saat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang lalu, pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berjanji bakal menciptakan 10 juta lapangan baru jika terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia pada Pilpres tanggal 9 Juli 2014 lalu.

Menurut Jokowi, langkah itu diambil guna menekan angka pengangguran di Tanah Air. “Menurunkan tingkat pengangguran 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun,” kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (3/7/14).

Sejarah kemudian mencatat jika Jokowi-JK terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Dan ternyata, janji 10 juta lapangan kerja itu pun sepertinya akan dipenuhi. Namun anehnya, 10 juta lapangan kerja yang dimaksud ternyata diperuntukkan bagi warga China (RRC) yang akan berkerja di Indonesia dalam banyak proyek besar infrastruktur yang diteken oleh Jokowi dengan Pemerintah Komunis China (PKC).

Menurut kesaksian seorang karyawan yang masih bekerja di Bayah, Provinsi Banten, sudah beberapa bulan ini tengah dikerjakan suatu proyek infrastruktur besar dimana para pekerjanya didatangkan langsung dari China.

“Para pekerjanya orang-orang China. Tapi heran saya, orang-orang itu sepertinya tidak berpendidikan, jorok-jorok. Maaf, buang air besar saja sembarangan. Tidak bisa berbahasa Indonesia, tidak bisa baca tulis. Sepertinya, mereka ini dari golongan masyarakat paling bawah di RRC sana dan dikirim ke sini,” ujarnya sepeti dilansir Eramuslim.

Ketika ditanya apakah para pekerja kasar itu akan dikembalikan ke China setelah proyek ini berakhir, seorang narasumber Eramuslim yang dekat dengan petinggi proyek itu menggelengkan kepala.

“Belum tahu, tapi sepertinya tidak. RRC itu surplus penduduk, dan sepertinya mereka sengaja mengekspor orang-orangnya yang tidak berpendidikan ke Indonesia untuk nanti bisa tinggal di sini. Saya sedih melihat kelakuan pejabat-pejabat kita yang sama sekali tidak punya rasa nasionalismenya sekarang ini,” ucapnya.

  • Di Papua

Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China juga didatangkan untuk bekerja di Pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan. Jumlahnya sudah ratusan, tidak pakai visa tenaga kerja asing, semua visa wisata. Sementara yang dipulangkan karena paspornya bermasalah. Hal ini menjadi pemicu konflik di masyarakat lokal Papua, sebab sampai pekerjaan kasar seperti buruh bangunan juga asli dari China.

Itu baru di Banten dan Papua. Belum lagi di banyak daerah. Sebab itu jangan heran jika sekarang ini di mana-mana banyak berkeliaran orang-orang China. Rekayasa demografi sepertinya tengah terjadi di Indonesia yang akan menyingkirkan kaum pribuminya.

Hal ini tentu menyakiti rakyat Indonesia. Sayangnya, hal ini malah berjalan di bawah restu rezim Jokowi-JK sekarang ini. Akankah anak bangsa akan terus asyik menggosok batu akik saja tanpa memikirkan anak cucu kita kelak? 

  • Di Cilacap

Saat ini banyak buruh kasar dari negeri China yang berada di Cilacap, Jawa Tengah. Mereka mengerjakan proyek PLTU Cilacap.

Proyek PLTU Cilacap milik China memperkerjakan mulai dari tenaga ahli sampai buruh kasar berasal dari China.

Pengakuan itu diutarakan oleh Anggota DPRD Jateng dari Daerah Pemilihan VIII (Banyumas dan Cilacap), KH Hayatul Makki, Senin (30/5).

“Harusnya, kan, tenaga kerja asing yang boleh bekerja di sini hanya tenaga ahlinya, bukan tenaga kasarnya. Kondisi ini sudah meresahkan masyarakat di Cilacap dan sekitarnya,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Gus Hayyat, panggilan akrabnya, perbedaan budaya dari para pekerja asing ini juga dikhawatirkan mempengaruhi masyarakat setempat. Sebab mereka rata-rata tinggal di permukiman warga, sementara gaya hidup mereka yang dianggap terlalu ‘bebas’ telah meresahkan warga.

Warga Cilacap, Budi (25) pun mengakui banyak pekerja China yang suka ke tempat pelacuran dan mabuk-mabukan. “Buruh kasar China suka cari wanita panggilan. Mereka juga suka berjudi. Keberadaan mereka meresahkan masyarakat setempat,” pungkasnya.

Mantan Relawan Sebut Pemikiran Jokowi Sesat

Screenshot_2016-06-06-22-22-57_1

Presiden Jokowi sepertinya sangat terobsesi untuk membangun infrastruktur yang kemudian akan mencatatkan namanya diatas infrastruktur itu sebagai sebuah monumen kehebatan Presiden. Padahal sesungguhnya membangun infrastruktur yang gagah-gagahan itu dari hutang seperti Kereta Api Cepat Jakarta Bandung adalah proyek istana pasir yang kelak akan menimbun bangsa ini dengan hutang super besar.

Demikian dikatakan mantan Relawan Jokowi, Ferdinand Hutahean dalam pernyataan kepada suaranasional, Senin (31/5).

Kata Ferdinand, Jokowi mungkin lupa bahwa berhutang itu tidak baik kalau untuk sekedar gagah-gagahan.

“Mungkin Jokowi merasa bahwa yang bayar hutang itu nanti adalah bukan dia, yang penting namanya tercantum disana secara monumental. Sungguh sesat pikir yang luar bias,” ungkapnya.

Kata Ferdinand, Jokowi pada saat pilpres dulu sangat berapi-api menyatakan akan membangun koalisi yang ramping dan koalisi yang tidak bagi-bagi kekuasaan. Namun, kini kenyataannya malah sebaliknya.

“Sesat pikir yang luar biasa ketika Jokowi merasa akan bisa memperbaiki bangsa ini dengan menggenggam Golkar yang mana pengurusnya bertabur catatan kriminal yang mengerikan,” papar Ferdinand.

Ferdinand mengatakan, sang Ketum Setya Novanto tercatat dengan sederet masalah. Kenapa Jokowi merasa akan mampu memperbaiki bangsa ini dengan bekerja sama dengan para kriminal?

Kata Ferdinand, sungguh sesat pikir yang sangat akut masih banyak sesat pikir lainnya seperti membebaskan tenaga kerja china menyerbu Indonesia dengan alasan kompetisi.

“Lapangan kerja yang seharusnya untuk para kaum pengangguran di negara ini akhirnya dicaplok oleh tenaga kerja China berbalut investasi,” pungkas Ferdinand.

Jika Pemimpin Mempersulit Rakyatnya

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Referensi

  • ^eramuslim.com/berita/analisa/sri-bintang-pamungkas-rezim-jokowi-persilakan-cina-jajah-indonesia.htm
  • ^nahimunkar.com/pecat-1-juta-pns-dan-datangkan-ribuan-buruh-china-jokowi-antek-neolib-dan-kapitalis/
  • ^nahimunkar.com/gila-dan-era-jokowi-buruh-kasar-china-membanjiri-cilacap-dan-suka-seks-bebas/
  • ^nahimunkar.com/mantan-relawan-sebut-pemikiran-jokowi-sesat/
  • ^nahimunkar.com/doa-nabi-saw-laknat-allah-atas-pemimpin-yang-menyulitkan-umat-islam/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s