Politisi Non-Muslim Yang Kampanye di Masjid dan Pesantren, Mereka Tak Paham Syariat Islam!

Screenshot_2016-06-30-10-16-02_1

Akhir-akhir ini didapati di media-media massa pemberitaan politisi non-muslim yang mengunjungi pesantren dan masjid. Politisi non-muslim ini bahkan ketika mengunjungi tempat-tempat simbol Islam tersebut berpenampilan layaknya seorang muslim, berkopiah dengan lilitan sorban di leher.

Intensitas politisi non-muslim mengunjungi pesantren dan masjid bakalan semakin meningkat menjelang pemilihan umum, baik memilih kepada daerah maupun negara. Fenomena ini disikapi oleh PP Persatuan Islam (Persis).

Melalui anggota Dewan Hisbah PP Persis, Ustadz Salam Rusyyad, Persis menyesali agenda kampanye politisi non-muslim yang dilakukan di pesantren dan masjid. Menurut Ustad Salam dalam Islam toleransi dengan pemeluk agama lain sudah diatur dengan batas-batas yang ketat.

“Itu menunjukkan betapa bodohnya ummat Islam ini. Sampai kalangan santri bahkan ustadz dan kyai sekalipun tidak faham tentang syariat Islam. Apalagi dalam rangka silaturrahim politik untuk menjadi pemimpin,” tegas Ustadz Salam seperti dikutip dari laman persis.or.id.

Ustadz Salam melanjutkan, “Dalam al-Qur’an larangan makan babi itu hanya ada dua ayat, tetapi larangan besahabat karib dan menjadikan pemimpin orang kafir ada 18 ayat yang melarangnya. Sekarang ada kyai dan ustadz yang besahabat karib dengan orang kafir, itu sebagai bukti bahwa yang bersangkutan adalah kyai dan ustadz yang tidak memahami ayat ayat al-Qur’an, Memprihatinkan.”[1]

Berpeci Hitam, Ahok Kumpul dengan Ulama di Jakarta Islamic Center

Ilustrasi: lingkarannews.com

Ilustrasi: lingkarannews.com


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnamamengawali kegiatan hari ini dengan berkumpul bersama para ulama di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Pantauan Liputan6.com, Rabu (12/8/2015), pria yang akrab disapa Ahok itu mengenakan batik bernuansa emas lengkap dengan kopiah atau peci hitam. Setibanya di auditorium, ia bersalaman dengan sejumlah ulama yang sudah berada di barisan depan.

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut duduk di kursi terdepan, bersama Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dan Kepala JIC KH Ahmad Shodri MH.

Acara bertajuk Halaqah Ulama Ibu Kota Jakarta ini mengambil tema ‘Peran Ulama dalam Membangun Ibu Kota Melalui Jakarta Islamic Center’. Gelaran itu sebagai tindak lanjut dari rencana Ahok membuat JIC sebagai destinasi wisata religi.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengawali kegiatan hari ini dengan berkumpul bersama para ulama di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara. (Suaracopas.web.id)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengawali kegiatan hari ini dengan berkumpul bersama para ulama di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara. (Suaracopas.web.id)


Ahok akan membuka acara tersebut dengan pembicara kunci, Saefullah.

Acara ini diikuti oleh 200 peserta dari ulama di seluruh Jakarta. Nantinya, para peserta akan mendengarkan paparan dari 4 narasumber, yakni Ridwan Saidi, Habin Ali Hasan Al Bahar, Prof Dr Thomas Djamaludin, dan Irwan Kelana.[2]

Lihatlah Nasib Umat Islam di Singapura

06-08-08.54.01

Lee Kuan Yew, Perdana Menteri pertama Singapura

Lee Kuan Yew meninggal dunia pada usia 91 tahun pada Senin (23/3/2015) dini hari, sekitar pukul 03.18 waktu setempat. Sejak 5 Februari lalu, ayah dari PM Singapura Lee Hsien Loong ini menjalani perawatan di Singapore General Hospital (SGH) karena menderita penyakit pneumonia parah.

Lee Kuan Yew lahir 16 September 1923 di Singapura. Ia bersekolah di SD Telok Kurau, Raffles Institution dan Raffles College. Kuliahnya tertunda akibat Perang Dunia II dan pendudukan Jepang di Singapura pada 1942–1945. Pada masa itu, ia menjual Stikfas, sejenis lem yang dibuat dari tapioka, di pasar gelap. Lee yang sejak 1942 mengambil mata pelajaran bahasa Mandarin dan bahasa Jepang bekerja sebagai penulis laporan kilat Sekutu bagi Jepang serta menjadi editor bahasa Inggris untuk koran Jepang Hobudu (alat propaganda) dari 1943–1944.

Screenshot_2016-06-30-10-35-03_1

Setelah perang berakhir, Lee mengambil jurusan hukum di Fitzwilliam College, Inggris. Ia kembali ke Singapura pada 1949 untuk bekerja sebagai pengacara di biro Laycock & Ong.

Pada 1954, Lee bersama sekelompok rekan kelas menengah yang berpendidikan di Inggris membentuk Partai Aksi Rakyat (PAP) untuk mendorong berdirinya pemerintahan Singapura yang berdaulat sehingga kolonialisme Britania Raya dapat berakhir. Lima tahun kemudian, pada 1959, Lee terpilih sebagai Perdana Menteri pertama Singapura, menggantikan mantan Kepala Menteri Singapura, David Saul Marshall. Lee kembali terpilih menjadi PM untuk ketujuh kalinya berturut-turut dalam kondisi Singapura yang bercondong kepada demokrasi terbatas (1963, 1968, 1972, 1976, 1980, 1984 dan 1988), hingga pengunduran dirinya pada November 1990 kemudian menjabat sebagai Menteri Senior pada kabinet Goh Chok Tong. Pada Agustus 2004, tatkala Goh mundur dan digantikan oleh anak Lee, Lee Hsien Loong, Goh menjabat sebagai Menteri Senior, dan Lee Kuan Yew menjabat posisi baru, yakni Menteri Penasihat.

Israel di Balik Negara Singapura

Pria berjuluk bapak pembangunan Singapura ini, telah mengubah kota pelabuhan kecil itu menjadi salah satu negara terkuat di Asia.

Menurut pengakuannya sendiri, Lee Kuan Yew meniru nagara penjajah Zionis Israel dalam membangun negaranya.

“Seperti Israel, kami harus melompati tempat-tempat lain di kawasan dan menarik perusahaan-perusahaan internasional,” ujarnya.

Bahkan, sebelum Singapura menjadi negara makmur seperti sekarang, Zionis Israel telah memiliki kedekatan dengan founding fathernegara tersebut.

Herry Nurdi, aktivis Islam anti Zionis mengemukakan dalam artikelnya, Mordechai Kidron, duta besar Israel di Bangkok sejak tahun 1962 sampai 1963 telah mencoba untuk mendekati Lee Kuan Yew dan menawarkan jasa untuk menyiapkan pasukan bersenjata. Tapi saat itu, Lee Kuan Yew menolaknya dengan beberapa alasan, salah satunya adalah pertimbangan Tuanku Abdul Rahman dan masyarkat Muslim di wilayah Singapura yang kemungkinan tidak akan setuju. Dan jika mereka tidak setuju, menurut Lee, bisa memancing kerusuhan yang tidak terkendali dan merugikan bagi rencana kemerdekaan Singapura.

Tapi akhirnya, Lee melirik tawaran ini. Di saat yang sama, Lee Kuan Yew juga mengirim dan menunggu jawaban dari India dan Mesir. Ia mengirim surat ke Perdana Menteri India, Lal Bahadur Shastri dan Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser. Dari Mesir Lee Kuan Yew mendapat jawaban, bahwa Nasser menerima dan mengakui kemerdekaan negara Singapura, tapi tidak memberikan jawaban pasti atas permintaan bantuan militer. Dan itu yang memicu kekecewaan Lee Kuan Yew yang langsung memerintahkan untuk memproses proposal Israel untuk menyiapkan militer Singapura. Tokoh lain yang berpengaruh dalam hubungan Singapura-Israel adalah Goh Keng Swee. Lee Kuan Yew memerintahkan Keng Swee untuk menghubungi Mordechai Kidron, duta besar Israel yang berkedudukan di Bangkok pada tanggal 9 September 1965, hanya beberapa bulan setelah pemisahan Singapura dari Malaysia. Dan hanya dalam beberapa hari, Kidron telah terbang ke Singapura untuk menyiapkan keperluannya bersama Hezi Carmel salah seorang pejabat Mossad.

Bertahun-tahun kemudian Hezi Carmel dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa Goh Keeng Swee berujar kepadanya hanya Israel lah yang bisa membantu Singapura. Israel adalah negara kecil yang dikepung oleh negara-negara Muslim di Timur Tengah, tapi memiliki kekuatan militer yang kecil tapi kuat dan dinamik. Bersama Keng Swee, Kidron dan Hezi menghadap Lee Kuan Yew.

Perlu digarisbawahi di sini, bahwa proposal Israel yang telah diajukan sejak tahun 1960, adalah sebuah hasil dari kajian mendalam tentang masa depan Singapura dan percaturan politik di Asia Tenggara. Bukan Singapura yang aktif untuk meminta Israel masuk, tapi Israel lah yang pertama kali menawarkan diri agar bisa terlibat secara aktif di wilayah Asia Tenggara. Tentu saja ini bukan semata-mata kebetulan, tapi berdasarkan perencanaan yang matang dari gerakan Zionisme internasional. Menempatkan diri bersama Singapura, sama artinya menjadi satelit Israel dan kekuatan Yahudi di Asia Tenggara.

Lee Kuan Yew Bertangan Besi

Selain itu, Lee Kuan Yew juga dikritik karena gaya kepemimpinannya yang bertangan besi.

Lee dianggap sebagai seorang otoriter yang condong kepada kaum elit. Lee sendiri pernah dikutip mengatakan bahwa ia lebih suka ditakuti daripada disayangi rakyatnya.

Lee melaksanakan beberapa peraturan keras guna menekan kaum oposisi dan kebebasan berpendapat, misalnya penuntutan perkara pemfitnahan hingga membangkrutkan musuh-musuh politiknya.

Di bawah kepemimpinannya, kebebasan berbicara dibatasi dan lawan politik menjadi sasaran oleh pengadilan.

Salah satu warisan Lee adalah pembatasan kebebasan pers. Pembatasan ini terus berlaku hingga hari ini. Pada tahun 2014, Singapura masuk ke dalam daftar 150 negara dalamReports Without Borders World Press Freedom Index, di bawah negara-negara seperti Rusia, Myanmar, dan Zimbabwe.

Hingga saat ini, partainya tetap berkuasa di Singapura. Di parlemen, hanya ada enam politisi oposisi.

“Siapa pun yang mengatur Singapura harus bertangan besi, atau menyerah,” katanya pada tahun 1980.

Kebencian Lee Kuan Yew kepada Islam

Menurut WikiLeaks, dalam laporan komunikasi bocor oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Singapura, mantan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Kuan Yew Lee berkata Islam adalah ‘agama yang beracun’ (venomous religion).

Lee menyampaikan hal tersebut saat bertemu Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang tengah berkunjung ke negaranya. Ketika itu, Clinton masih seorang senator.

Bocoran dokumen dari WikiLeaks ini merupakan salah satu dari 700 dokumen yang berasal dari Kedubes AS di Singapura.

Lee juga menyatakan pandangan kontroversial terhadap umat Islam Singapura  yang termaktub dalam buku “Lee Kuan Yew: Hard Truths to Keep Singapore Going”.

Dalam buku itu, Lee menegaskan bahwa kaum muslim Singapura menghadapi kesulitan berintegrasi karena kepatuhan mereka kepada ajaran-ajaran Islam, dan mendesak umat Muslim untuk menjadi kurang ketat dalam menjalani ketaatan Islam.

“I would say today, we can integrate all religions and races except Islam.”

“Saya akan katakan sekarang bahwa kita bisa mengintegrasikan semua agama dan ras, kecuali Islam,” kata Lee dalam bukunya itu.

Selain itu Lee Kuan Yew, yang saat itu menjadi menteri senior Singapura, pada 28 Februari 2002 menyatakan Indonesia, khususnya kota Solo sebagai sarang teroris. Salah seorang yang dituding sebagai teroris yang dimaksud adalah Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang waktu itu menjadi Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), yang disebut juga sebagai anggota Jamaah Islamiyah.

Sejak saat itu, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir harus keluar-masuk penjara dengan berbagai tuduhan yang dikaitkan dengan terorisme. Hingga kini, Ustadz Ba’asyir harus menjalani vonis zalim 15 tahun penjara dan mendekam di LP Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap.[3], [4]

Tidak ada Kumandang Adzan Di Negeri Singapura

Screenshot_2016-06-30-10-40-06_1

Singapura sudah terkenal sebagai negara yang menjembatani kepentingan Yahudi di Asia Tenggara. Tidak heran jika kemudian negeri ini menjadi “basis” Yahudi di kawasan ini. Lantas, bagaimana dengan Islam di sana?

Ada 15 persen penduduk Singapura yang Muslim. Sebagian besar orang adalah Melayu. Pengikut lain termasuk dari komunitas India dan Pakistan serta sejumlah kecil dari Cina, Arab dan Eurasia. 17 persen dari Muslim di Singapura berasal dari India. Sementara mayoritas Muslim di Singapura secara tradisional adalah Muslim Sunni yang mengikuti mazhab Syafi’i, ada juga Muslim yang mengikuti mazhab Hanafi serta sedikit Syiah.

Islam di Singapura tidak bisa dipisahkan dari sejarah kolonial. Pada tahun 1915, penguasa kolonial Inggris mendirikan Dewan Penasihat Islam. Dewan ini bertugas untuk memberikan nasihat kepada penguasa kolonial mengenai hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam dan adat-istiadatnya.

Adzan Tak Boleh Dikumandangkan

Seperti di negara-negara sekuler lainnya, Islam di Singapura tidak mendapatkan tempat yang cukup. Misalnya saja, tidak boleh ada kumandang adzan. Seseorang boleh melakukan adzan di masjid, namun suaranya tak boleh keluar dari masjid. Ini yang diberlakukan oleh MUIS (Majelis Ugama Islam Singapura)—sebuah lembaga semacam MUI di Indonesia yang memegang penuh otoritas beragama Islam di sini.

Apa alasannya? Ini supaya orang non-muslim yang mayoritas tidak terganggu. Tak ada usaha dari MUIS untuk melakukan protes dan aksi untuk memperbaiki keadaan ini.

Tapi, hal ini tidak berlaku di wilayah Masjid Sultan—salah satu masjid tertua di Singapura. Di sekitar Arab Street ini, adzan boleh dikumandangkan lewat speaker, dan menjalankan fungsinya sebagai pengingat dan pemanggil.

Saat ini di Singapura terdapat 69 masjid. Semua masjid ini dibawah admistrasi MUIS sepenuhnya.

Prospek Islam Singapura di masa depan

Singapura termasuk ketat dan cukup keras kepada para aktivis Islam. Mereka tak segan-segan mendeportasi mahasiswa Islam yang dinilai mempunyai komitmen terhadap perkembangan dakwah.

Aktivitas keislaman di Singapura pun otomatis tidak banyak. Dengan perkembangan seperti ini, sepertinya Islam di negeri Singa ini tak bisa berkembang terlalu banyak. Namun bukan berarti orang-orang Islam di sana pun berdiam diri. Hingga adzan bisa berkumandang di Singapura.[5]

Jika Kalian Acuh, maka pada 2050 Indonesia tak Lagi Negara Mayoritas Muslim Terbesar Dunia

Penduduk Muslim di Indonesia. (foto: nationalpost)

Penduduk Muslim di Indonesia. (foto: nationalpost)


Kajian Lembaga Pew Research Center, Amerika Serikat, menyatakan Islam sebagai agama paling cepat berkembang di dunia. Jumlah umat muslim di seluruh benua menampilkan tren meningkat.

Berdasarkan temuan yang dilansir dalam situs resmi Pew yang dilansir merdeka.com, Minggu (5/4), pertambahan jumlah pemeluk Islam di Indonesia akan kalah cepat dibanding India. Jika tidak ada perubahan berarti dari sisi demografi, maka diperkirakan pada 2050 India resmi menjadi negara penduduk muslim terbanyak di dunia.

“Mayoritas penduduk India tetaplah warga penganut Hindu. Namun jumlah pemeluk Islam di India juga akan meningkat drastis melampaui Indonesia,” tulis laporan Pew tersebut.

Tingkat fertilitas penduduk bumi yang menganut Islam mencapai koefisien 3,1. Di atas penganut Kristen (2,7), Hindu (2,4), ataupun Yahudi (2,3).

Situasi di India dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang padat baik dari kalangan Hindu maupun Muslim. Usia pemeluk dua agama itu di Negeri Sungai Gangga juga sangat muda, lebih dari 30 persen di bawah 30 tahun.

Pew meramalkan Islam dan Hindu akan menjadi agama dominan di Asia Pasifik. Pangkal masalahnya, di negara-negara yang mayoritas Buddha atau Konghufu seperti China dan Jepang, kini nampak penurunan jumlah penduduk. Situasi tersebut dipicu oleh upaya keluarga berencana masing-masing negara.

Di Indonesia, umat muslim pada sensus 2010 mencapai 209.120.000 jiwa (88 persen dari popuasi). Jumlah muslim di Tanah Air mencakup 13,1 persen dari jumlah populasi umat Islam sedunia.

Saat ini, umat Islam di India baru berjumlah 177 juta jiwa. Hanya berselisih satu juta jiwa dari negara mayoritas muslim terbesar kedua dunia, Pakistan.[6]

Sumber

  • [1] eramuslim.com/berita/nasional/politisi-non-muslim-kampanye-di-masjid-dan-pesantren-persis-mereka-tak-paham-syariat-islam.htm
  • [2] liputan6.com/news/read/2291763/berpeci-hitam-ahok-kumpul-dengan-ulama-di-jakarta-islamic-center
  • [3] nahimunkar.com/lihatlah-apa-terjadi-nasib-umat-islam-singapura-jakarta-dan-indonesia/
  • [4] panjimas.com/citizens/2015/03/23/meningga-dunia-inilah-dosa-dosa-musuh-islam-lee-kuan-yew/
  • [5] eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/tidak-ada-kumandang-adzan-di-negeri-singapura.htm
  • [6] batamnews.co.id/berita-3163-pada-2050-indonesia-tak-lagi-negara-mayoritas-muslim-terbesar-dunia.html
Iklan

2 responses »

  1. […] Mereka Tak Paham Syariat Islam!, Lihatlah Nasib Umat Islam di Singapura […]

    Suka

  2. […] Mereka Tak Paham Syariat Islam!, Lihatlah Nasib Umat Islam di Singapura […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s