PREVIOUS: Bukti-Bukti Bahwa USA Negara Pembela HAM dan Paling Demokratis (1)


A.3. Pembantaian The Highway of Death

Highway of Death, Kuwait

Highway of Death, Kuwait

Menjelang tengah malam pada 26 Februari 1991, jet Amerika Serikat dan Kanada membom ujung depan dan belakang konvoi pasukan Irak untuk mencegah rombongan ini dapat bergerak maju atau mundur. Selanjutnya, mereka menghujani konvoi yang terjebak dengan bom berulang kali. Jalan tempat pembantaian itu kemudian disebut Highway of Death. 

Seorang jurnalis spesialis isu Timur Tengah, Joyce Chediac menuliskan tentang The Highway of Death yang terjadi di dua jalan raya di sepanjang Highway 80, sekitar 32 kilometer barat Kuwait City, pada saat perang antara pasukan Irak dan pasukan Amerika Serikat.

Pada saat itu, pasukan Irak yang berasal dari Kuwait melakukan gencatan senjata seperti resolusi yang diserukan oleh PBB. Namun tak disangka, justru pesawat tempur milik pasukan Amerika Serikat menukik ke arah mereka dan menggempur mereka tanpa ampun.

Terdapat sekitar 2.000 truk perang pasukan Iran hancur berkeping-keping, lengkap dengan pengendara dan pasukan yang ada di dalamnya. Tercatat sekitar puluhan ribu pasukan Iran yang terbantai oleh kelicikan pasukan Amerika Serikat tersebut.

Pasukan Irak tidak diusir dari Kuwait oleh pasukan AS, pada masa pemerintahan Bush, yang mempertahankan diri. Mereka tidak mundur untuk berkumpul kembali dan bertempur lagi. Bahkan, mereka menarik diri, mereka akan pulang, menanggapi perintah yang dikeluarkan oleh Baghdad, sesuai dengan Resolusi 660 dan mereka akan meninggalkan Kuwait.

Saksi mata di Kuwait mengisahkan gencatan senjata tersebut dilakukan sejak sore hari tanggal 26 Februari 1991. Akibat serangan dari pasukan Amerika Serikat yang dilakukan malam harinya itu, pasukan dari Kuwait mencoba keluar dari kendaraan mereka masing-masing untuk mencari perlindungan.

Namun upaya itu gagal karena mereka diserang dengan menggunakan bom 500 pounds yang diambil dari dek penerbangan yang lokasinya tidak jauh dari mereka.

Pada saat itu, Irak menerima Rresolusi PBB 660 dan menarik pasukan mereka dari Kuwait melalui mediasi Soviet pada 21 Februari 1991. Pembantaian tersebut telah melanggar Konvensi Jenewa 1949 Pasal Umum III yang melarang pembunuhan tentara yang sudah keluar dari pertempuran.

A.4 Pembantaian Warga Sipil Korea Selatan

Perang Dua Korea

Perang Dua Korea

Pada perang dua Korea, Korea Selatan dibantu oleh pasukan dari Amerika dan Inggris, sementara Korea Utara dibantu pasukan dari Cina. Di sana terjadi pembantaian dan kejahatan perang oleh Korsel dan sekutunya dengan dalih melawan komunis dan yang dicurigai simpatisan (banyak di antaranya adalah warga sipil yang tidak ada hubungannya dengan komunisme atau komunis) yang terjadi pada musim panas 1950 selama Perang Korea.

Perkiraan jumlah korban tewas bervariasi. Menurut Prof. Kim Dong-Choon, Komisaris Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, setidaknya 100 ribu orang dieksekusi atas tuduhan mendukung komunisme. Sementara lainnya memperkirakan terdapat 200 ribu jiwa korban yang mati. Pembantaian ini dibebankan pada komunis.

Selama empat dekade, pemerintah Korea Selatan menyembunyikan pembantaian ini. Pemerintah mengharamkan untuk mengungkapkan hal itu, dan bagi mereka yang mengungkapkannya dicurigai sebagai simpatisan komunis. Sanksi yang akan didapat oleh pembocor adalah ancaman penyiksaan dan ancaman kematian.

Selama tahun 1990-an, beberapa mayat digali dari kuburan massal, sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pada saat itu terjadi pembantaian.

Salah satu saksi hidupnya adalah Kim Jong-chol (71 tahun) yang lolos dari penembakan massal itu saat masih berusia 14 tahun. Ayahnya, dan adiknya yang berusia tujuh tahun, kakek-nenek, dan sepupunya semuanya tewas.

“Mereka yang menyaksikan pembunuhan mengatakan itu menyedihkan. Bayi dibunuh dengan ibu yang berusaha menahan mereka. Sekarang saya ingin pemerintah untuk menemukan tubuh mereka, dan membangun monumen untuk mengenang mereka,” katanya dilansir The Telegraph.
51
SHARE

Ayah Kim adalah seorang penjaga Korea Selatan yang direkrut menjadi milisi lokal setelah pasukan Korut menyerbu perbatasan pada awal perang pada tahun 1950. Ketika tentara Korea Selatan dan Amerika menyapu kembali ke utara, seorang kepala polisi setempat di distrik mereka, Namyang Ju, memerintahkan mereka yang dicurigai bekerja sama untuk ditangkap, bersama dengan keluarga mereka.

“Kami dibawa ke ruang penyimpanan desa. Tapi aku berhasil menyelinap dengan kondisi diikat di pergelangan tangan dan lari,” kata Kim.

“Dua hari kemudian saya menemukan lubang di mana mereka telah menembak para tawanan. Saya menggali dengan tangan saya, dan menemukan mayat nenek saya dan kakek. Saya tidak pernah menemukan ayah atau kakak saya.”

A.5. Pembantaian di Kota Hama, Suriah

Pembantaian yang terjadi pada tahun 1982 itu bisa dikatakan sebagai pembantaian paling mengerikan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap rakyatnya sendiri. Rezim Hafizh al-Assad yang bertanggung jawab terhadap pembantaian yang menewaskan sekitar 10 ribu hingga 40 ribu rakyat sipil.

Pembantaian yang dilakukan dengan menggunakan bom dan jet tempur yang menghancurkan hampir dua per tiga kota Hama. Bahkan mobil-mobil tank milik militer pemerintah juga menggulung jalan-jalan sempit di kota Hama. Pada saat itu mereka hanya dilawan oleh sekitar 200-500 pasukan dari Ikhwanul Muslimin, partai pemberontak rezim Bashar.

“The Taleea (sayap militer Ikhwanul Muslimin) mencoba untuk melawan dan bentrok dengan pasukan pemerintah namun hancur dalam beberapa hari. Lingkungan Baroudiyeh, di mana Taleea bermarkas, disusul oleh tentara hanya beberapa jam setelah kampanye militer diluncurkan,” kata Abou Tamim, anggota Ikhwanul Muslimin, yang melarikan diri ke Arab Saudi di tengah pembantaian 1982 seperti dikutip Aljazeera.

A.6. Politik Apartheid di Afrika Selatan

source: www.google.com

source: google.com

Politik Apartheid adalah sebuah kebijakan menyingkirkan ras kulit hitam dalam sebuah kebijakan politik negara. Afrika Selatan dikenal sebagai negara yang keras menerapkan politik ini.

Sebagai negara jajahan, Afrika Selatan justru banyak dihuni ras kulit putih dari Eropa. Mereka mengatur semua sendi kehidupan. Warga ras kulit hitam sebagai penduduk asli Afrika justru terpinggirkan.

Mereka mendapat diskriminasi dari pemerintah. Penduduk asli justru tidak menikmati kemerdekaan di tanah mereka sendiri. Politik Apartheid ini akhirnya didobrak oleh revolusi yang dilakukan Nelson Mandela.

Mandela akhirnya menjadi Presiden Afrika Selatan pertama yang berkulit hitam. Ia juga dijuluki bapak bangsa karena berhasil menghancurkan politik Apertheid.

Di bawah kepemimpinannya, Afrika Selatan bisa hidup damai antara ras kulit hitam dengan ras kulit putih.

Politik pemisahan ras kulit ini juga pernah terjadi di Amerika Serikat (AS). Amerika Serikat memberlakukan diskriminasi sosial terhadap ras selain kulit putih yang mereka sebut ras berwarna.

Ras selain kulit putih tidak boleh bersekolah di sekolah ras kulit putih. Bahkan sampai urusan toilet juga dibedakan antara toilet kulit putih dengan ras lainnya. Sungguh tak berperikemanusiaan ya.

A.7. Invasi USA di Iraq

Screenshot_2016-06-10-22-18-06_1

Invasi Sekutu ke Irak tahun 2003 denga kode “Operasi Pembebasan Irak” merupakan serangan sekutu an dipimpin oleh Amerika Serikat untuk mencari dan menghancurkan Irak yang dituduh mempunyai senjata pemusnah massal. Invansi ini secara resmi dimulai tanggal 19 maret 2003. Tujuan resmi yang ditetapkan amerika serikat dalam penyerangan ini adalah untuk melucuti senjata pemusnah massal Irak, menakhiri dukungan Saddam Hussein kepada terorisme, dan memerdekan rakyat Irak dari kekuasaan otoriter Saddam.

Persiapan awal perang ini telah dimulai ketika 100.000 tentara Amerika serikat dikumpulkan di Kuwait. Amerika Serikat sengaja menyediakan mayoritas pasukan untuk invasi ini, dengan dukungan dari pasukan Koalisi yang terdiri dari lebih dari 20 negara dan suku Kurdi di utara Irak. Invansi Irak tahun 2003 inilah yang jadi pembuka perang Irak. Ketika Irak sudah jatuh ketangan Koalisi, masih terus terjadi peperangan yang digelorakan pemberontak melawan tentara koalisi Amerika Serikat hingga 2011.

Invansi ke Irak oleh Amerika Serikat dan koalisinya ini karena tuduhan yang sifatnya tidak benar. Sebab, setelah perang selesai, tidak terbukti adanya tuduhan tersebut dan justru pihak Amerika Serikat dan koalisinya lah yang menginginkan politik minyak disana. Dengan menuduh Saddam Husein memiliki senjata pemusnah massal yang apabila tidak dicegah dapat mengancam kehidupan seluruh umat dibumi ini, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Irak. Selain tuduhan tersebut, Amerika Serikat juga menuduh Irak telah melanggar resosuli PBB, kebijakan yang menindas rakyak irak, dan percobaan pembunuhan terhadap george H.W.Bush.

Seperti sejarah tahun 2003 silam sekutu ikut campur tangan urusan politik irak, yaitu atas kediktatoran saddam husein. Pada peristiwa peristiwa tersebut, juga tidak sedikit korban jiwa yang berjatuhan dari warga sipil. Bahkan, sejumlah jurnalis internasional tewas dan hilang. Dengan kata lain, invansi Amerika Serikat dan koalisinya ini bertujuan ingin menumbangakan kekuasaan saddam husein dan menyeretnya ke mahkamah internasional. Akhirnya melalui pertempuran yang sengit, rezim saddam berhasil digulingkan.

Screenshot_2016-06-10-22-16-56_1

Warga irak pun menyambut tumbangnya kekuasaan otoriter sadaam dengan suka cita. Akan tetapi, usai tumbanganya sang diktaktor di irak, ternyata masih juga banyak terjadi perang saudara antar kelompok yang saling berebut kekuatan dan kekuasaan untuk memegang pemerintahan. Dimana-mana terjadi teror dan bom bunuh diri. Ini semua terjadi karena ulah dan skenario sekutu untuk menguasai irak dan menjadikannya sebagai boneka Amerika Serikat. Sekutu akhirnya ingin menguasai minyak dan uranium nuklir yang dimuliki bangsa irak. Sungguh sebuah serangan yang sebenarnya bertujuan ingin memiliki perminyakan, namun dengan dalih membebaskan rakyat irak dari pemimpin diktaktor.

Akibat serangan invasi Amerika Serikat dan koalisinya ke Irak ini, dilaporkan lebih dari 14.000 warga irak hilang. Peristiwa ini menjadi perhatian dan tontonan masyarakat dunia pada tahun tersebut sebagai perang besar dan banyak memakan korban jiwa.

Sekitar setengah juta orang tewas di Iraq akibat perang sejak invasi pasukan Amerika Serikat pada tahun 2003 hingga pertengahan 2011.

Tim peneliti dari  Amerika Serikat, Kanada, dan  Iraq memperhitungkan jumlah korban jiwa dalam periode itu mencapai 461.000 orang, demikian dikutip BBC, Kamis 16 Oktober 2013.

Perhitungan didasarkan survei secara acak atas 2.000 rumah tangga di 18 provinsi pada periode Mei hingga Juli 2011.

Jumlah korban jiwa tersebut tidak hanya mencakup kematian akibat invasi dan serangan kelompok perlawanan maupun kekerasan sektarian akan tetapi juga yang diakibatkan ambruknya prasarana di negara itu.

Adapun perhitungan korban jiwa oleh lembahaIraq Body Count -yang secara rutin melakukan perhitungan korban perang Iraq- jauh lebih rendah, yaitu 112.000 penduduk sipil.

Iraq Body Count yang berkantor di Inggris mendasarkan perhitungannya pada laporan media, catatan rumah sakit dan kamar jenazah, serta informasi dari pemerintah maupun lembaga nonpemerintah.

Sementara itu, kekerasan sektarian Juni hingga September 2013 menewaskan 5.000 jiwa.

PBB memperkirakan dalam waktu setahun belakangan terjadi peningkatan kekerasan sektarian dengan korban jiwa mencapai 5.000 orang antara Januari hingga September tahun ini.

Jumlah yang lebih tinggi dibandingkan sepanjang 2012 yang mencapai 3.000 jiwa.

Penelitian yang dilakukan Universitas Washington, Universitas Johns Hopkins, Universitas Simon Frase dan Universitas Mustansiriya tersebut mencakup kematian antara Maret 2003 hingga Juni 2011, atau enam bulan sebelum penarikan mundur pasukan AS.

Para peneliti memperkirakan tambahan sekitar 56.000 kematian tidak terhitung karena imigrasi dari sejumlah rumah tangga ke luar dari Iraq.

Adapun yang dimaksud dengan ambruknya prasarana mencakup layanan kesehatan, kebersihan, perhubungan, komunikasi, dan sistem layanan umum lainnya.

Dan masih banyak sekali kebaikan-kebaikan Amerika Serikat sebagai Negara Pelindung HAM sejati.

B. Bukti-Bukti Bahwa USA Negara Paling Demokratis

Saking demokratisnya Amerika Serikat, Partai Politik di Amerika tak dapat dihitung jumlahnya. 

Sistem partai politik modern di Amerika Serikat adalah sistem dua partai yang didominasi oleh Partai Demokrat dan Partai Republik. Kedua-dua partai ini memenangi setiap Pemilihan Presiden Amerika Serikat sejak tahun 1852 dan mengendalikanKongres Amerika Serikat paling sedikit sejak tahun 1856. Beberapa partai ketiga dari waktu ke waktu menerima perwakilan yang relatif sedikit pada tataran nasional dan negara bagian.

Di antara dua partai besar, Partai Demokrat secara umum menempatkan dirinya sebagaisayap kiri di dalam politik Amerika dan mendukung prinsip liberalisme Amerika, sedangkan Partai Republik secara umum menempatkan dirinya sebagai sayap kanandan mendukung prinsip konservatisme Amerika.

Mengapa Partai di AS Banyak Sekali?

Screenshot_2016-06-10-22-50-07_1

Pemilihan umum di Amerika Serikat (AS) lebih banyak dikuasai oleh Partai Demokrat dan Republik. Sebagai negara yang mengklaim demokratis, menimbulkan banyak pertanyaan mengapa hanya ada dua partai terlibat dalam Pemilu AS.

Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel menyebutkan sebenarnya masih ada partai-partai kecil lain yang mewarnai pemilu. Dirinya juga menjelaskan bahwa ada kandidat independen yang sempat mencuat dalam pemilu ini, lewat wawancara khusus, di kantornya, di Jakarta, Senin (9/4/2012).

  • Sebagai negara yang mengagungkan diri sebagai Negara Demokrasi, mengapa AS hanya melibatkan dua partai dalam pemilihannya?

Pertama, ada partai lain yang lebih kecil. Kedua, tidak ada disebutkan dalam konstitusi kami  mengenai jumlah partai. Jadi tidak ada batasan, hanya karena waktu dalam sejarah dan tradisi, ada dua partai besar yang menguasai pemilu.

Saya bahkan tidak tahu berapa jumlah partai yang ada. Khususnya partai-partai kecil lainnya yang tidak pernah terdengar. Kami bahkan pernah memiliki kandidat Presiden dari pihak ketiga yakni, Ros Perrau. Ini bukan keputusan dari pemerintah atau kongres hanya dua partai ini (Demokrat dan Republik) lebih banyak mendapatkan dukungan.

  • Bagaimana dengan peluang kandidat independen?

Saat ini masih terlalu dini untuk dikatakan. Untuk saat ini masih belum ada pihak ketiga yang terlihat menonjol. Tetapi semua hal itu masih mungkin.

  • Jadi belum pernah ada dalam sejarah AS, seorang kandidat independen menang pemilu?

Bila melihat di masa lalu, ada Ross Perrau yang mengajukan diri sebagai kandidat presiden dari independen pada 1992. Pada 1980 John Anderson mencalonkan diri. Dia (Anderson) berasal dari Partai Republik tetapi tidak terpilih sebagai kandidat presiden Republik, kemudian mencalonkan diri sebagai kandidat independen.

Kandidat independen terbesar yang pernah mencalonkan diri, terjadi pada tahun 1912. Saat itu Tedy Roosevelt mencalonkan diri sebagain kandidat independen, tetapi dia kalah meskipun mendapatkan banyak dukungan. Tetapi selain dari itu, (raihan) kandidat independen amat kecil.

  • Jadi biasanya hanya dua partai besar ini?

Biasanya memang selalu Partai Demokrat dan Republik. Tetapi seperti yang saya bilang, di dalam konstitusi kami, tidak menyebutkan partai politik.

  • Apa isi dari konstitusi itu?

(Konstitusi) itu hanya tidak menyebutkan mengenai partai politik. Pendiri negara kami bahkan mengharapkan tidak ada partai politik. Bahkan, Presiden pertama George Washington tidak mewakili partai manapun. Hal ini berkembang seiring dengan waktu. 

C. Penghargaan Atas Jasa-Jasa Amerika Serikat

Penghargaan ini layak di dapat Amerika Serikat melalui wakilnya yaitu George W Bush. Seperti layaknya Christiano Ronaldo yang meraih penghargaan Sepatu Emas, George W Bush pun mendapatkan Sepatu Emas yang disajikan dengan cara yang istimewa.

George W Bush Meraih Penghargaan Sepatu Emas oleh Jurnalis Irak

Presiden Amerika Serikat George Walker Bush dilempar sepatu oleh seorang jurnalis Irak. Beruntung Bush cekatan dan berhasil menghindar dari lemparan sepatu.

06-10-11.27.14

Peristiwa ini terjadi ketika Bush bersama PM Irak Nuri al Maliki sedang melakukan jumpa pers atas hasil kunjungannya ke Irak. Tak tanggung-tanggung, sang jurnalis yang belakangan diketahui bernama Muntadar al-Zeidi itu melempar Bush dengan sepatu dua kali dari jarak sekira 20 meter.

Hal itu dipicu kekecewaan atas pernyataan Bush yang menegaskan bahwa perang belum usai. “Masih banyak yang harus dilakukan. Perang belum usai,” tegas Bush sebagaimana dilansir dari situs berita Associated Press, Senin (15/12/2008).

Mendengar komentar itu, koresponden televisi Al-Baghdadia itu langsung melempar sepatunya ke arah Bush yang duduk bersebelahan dengan Nuri al Maliki. “Ini ciuman perpisahan dari warga Iraq, anjing,” umpat sang jurnalis lantas melempar sepatunya ke arah Bush.

Kecewa karena lemparannya tidak menemui sasaran, Muntadar melemparkan sepatunya kembali. Namun lagi-lagi Bush berhasil menghindar dan bahkan berseloroh. “Ini sepatu ukuran 10, bukan,” ujarnya.

“Saya tidak paham apa yang menyebabkan orang bisa seperti itu, tapi saya tidak merasa terancam sedikit pun,” imbuh Bush.

Perlu diketahui, tindakan melempar sepatu merupakan bentuk kemarahan terbesar orang Timur Tengah. Jurnalis yang mengacaukan acara jumpa pers itu pun akhirnya digelandang paksa oleh pihak keamanan.

Menjelang lengser dari jabatannya, Bush mengunjungi Irak untuk meninjau kondisi terakhir pakta keamanan Irak-AS menjelang penarikan pasukan AS dari negara itu, pada 2011.

Usai insiden itu, Bush langsung terbang dengan helikopter menuju Kamp Victory di Baghdad. Bush berada di Baghdad sejak Minggu kemarin. Setelah mendarat Bush bertemu dengan Presiden Irak Jalal Talabani dan dua Wakil Presiden Irak yaitu Tariq al-Hashemi dan Adel Abdul-Mahdi.

 

Referensi

  • ^id.m.wikipedia.org/wiki/Hak_asasi_manusia_di_Amerika_Serikat
  • ^boombastis.com/fakta-indian/73782
  • ^id.m.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_My_Lai
  • ^liputan6.com/global/read/2132603/12-11-1968-dosa-dan-rahasia-kelam-amerika-serikat-terbongkar
  • ^berbagiyangbaik.blogspot.sg/2014/06/inilah-kejahatan-amerika-pembantaian-my.html?m=1
  • ^republika.co.id/berita/internasional/global/16/05/24/o7ns04361-kelicikan-amerika-dalam-pembantaian-the-highway-of-death
  • ^tandapagar.com/5-pembantaian-ras-paling-mengerikan-di-bumi/
  • ^seriusgasih.blogspot.sg/2012/07/kilas-balik-invasi-tentara-as-di-iraq.html?m=1
  • ^hidayatullah.com/berita/internasional/read/2013/10/17/6858/setengah-juta-orang-tewas-di-iraq-sejak-invasi-amerika.html#.V1raqdalbqA
  • ^sejarah-kotaku.blogspot.sg/2015/06/perang-teluk-iii-amerika-serikat-vs.html?m=1
  • ^id.m.wikipedia.org/wiki/Politik_Amerika_Serikat
  • ^okezone.com/read/2012/04/11/414/609738/mengapa-partai-di-as-hanya-dua
  • ^okezone.com/read/2008/12/15/18/173528/george-w-bush-dilempar-sepatu-oleh-jurnalis-irak
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s