Saddam Hussein ʿAbd al-Majid al-Tikriti

Screenshot_2016-06-11-13-34-14_1

صدام حسين عبد المجيد التكريتي‎

Saddām Husayn Aabdu-Al-majīd al-tikrītī; lahir di Al-Awja, Irak, 28 April 1937 – meninggal di Kadhimiya, Irak, 30 Desember 2006 pada umur 69 tahun) adalah PresidenIrak pada periode 16 Juli 1979 hingga 9 April2003, ketika tertangkap oleh pasukan koalisi saat menginvasi Irak pada tahun 2003. Sebagai pemimpin Irak dan ketua Partai Ba’ath, ia mengambil kebijakan pan-Arabisme sekuler, modernisasi ekonomi, dan sosialisme Arab.

Dalam bahasa Arab, nama Saddam berarti orang yang keras kepala atau dia yang menantang (di Irak nama ini juga digunakan sebagai istilah untuk bemper mobil). NamaHussein (juga dibaca Husayn dan Hussain) adalah nama kecil ayahnya, Abd al-Majidadalah nama kakeknya, dan at-Tikriti berarti ia dilahirkan dan dibesarkan di (atau dekat) Tikrit. Ia biasa dipanggil Saddam Hussein, atau hanya Saddam untuk lebih singkatnya.

Saddam Hussein dilahirkan di kota Al-Awja, 13 km dari kota Tikrit di Segitiga Sunni, dalam sebuah keluarga gembala. Ibunya, Subha Tulfah al-Mussallat, menamai anaknya yang baru lahir itu “Saddam”, yang dalam bahasa Arab berarti “Dia yang menantang”. Saddam tak pernah mengenal ayahnya, Hussein ‘Abd al-Majid, yang menghilang enam bulan sebelum Saddam dilahirkan. Tak lama kemudian, kakak Saddam yang berusia 13 tahun meninggal dunia karena kanker, sehingga ibunya mengalami depresi hebat pada bulan-bulan terakhir kehamilannya. Ibunda Saddam berusaha membatalkan kehamilannya dengan mencoba melakukanbunuh diri. Bayi Saddam kemudian dikirim ke keluarga paman ibunya, Khairallah Talfah, hingga ia berusia tiga tahun.


Invasi Iraq 2003

Saddam Hussein sesaat setelah ditangkap pada Desember 2003. (wikipedia)

Saddam Hussein sesaat setelah ditangkap pada Desember 2003. (wikipedia)


Saddam disingkirkan oleh Inggris dan Amerika Serikat lewat sebuah invasi pada tahun 2003. Invasi ini dilakukan dengan alasan bahwa Saddam mengembangkansenjata pemusnah massal, dan karenanya dianggap tergolong pihak yang melakukan serangan pada 11 September 2001 ke Gedung World Trade Center (WTC) New York. Ketika itu, menara kembar WTC runtuh akibat ditabrak dua pesawat, sementara sebuah pesawat lain menerjang Departemen Pertahan Amerika Serikat (Pentagon). Kemarahan Presiden George W Bush dilampiaskan dengan menginvasi Afganistandan Irak. Rezim Taliban di Afganistan jatuh, pun demikian dengan Saddam Hussein di Irak. Keduanya dianggap sebagai sponsorteroris global.

Sistem pemerintahan di Afganistan berganti, demikian juga di Irak. Saddam yang bersembunyi di bunker bawah tanah ditangkap pasukan gabungan Amerika Serikat pada 13 Desember 2003 dan sistem pemerintahan juga berganti. Pemerintahan interim (sementara) dipimpin Ibrahim al-Jaafari. Jalal Talabani dari suku Kurdi dipilih sebagai pimpinan negara dan Saddam mulai diadili pada 19 Oktober 2005.

Screenshot_2016-06-10-22-16-56_1

Di mata kalangan Barat, sosok pemimpin seperti Saddam Hussein tidak sekadar dipandang sebagai diktator, tetapi sekligus musuh yang menjijikkan. Namun, di mata para pendukungnya, mantan Presiden Irak itu justru dihormati sebagai pahlawan karena sikapnya yang lantang memerangi Zionis Israel.

Pada 1976, Saddam tampil sebagai figur militer paling kuat di angkatan bersenjata Irak. Dia pun dengan cepat beralih menjadi aktor yang memainkan peran penting di tubuh pemerintahan pada masa itu.Pada 1979, Saddam resmi memegang tampuk kekuasaan di Irak. Di bawah pemerintahannya, Irak segera berubah menjadi negara terkuat di Timur Tengah untuk beberapa masa lamanya.

Sejak berada di bawah kendali Saddam, hubungan Irak dengan negara-negara Arab lainnya bisa dikatakan cukup variatif. Ada yang baik, ada pula yang memburuk. Mendekati pengujung dekade 1970-an, Saddam memutuskan hubungan Irak dengan Mesir. Langkah itu ia lakukan lantaran ketidaksetujuannya terhadap perundingan damai antara Mesir dan Israel pada 17 September 1978.

Kesepakatan damai yang dikenal sebagai Perjanjian Camp David itu diinisiasi oleh Anwar Sadat, presiden Mesir ketika itu. Di mata Saddam, perjanjian tersebut tidak hanya melukai hati rakyat Palestina, melainkan juga mencoreng wajah dunia Arab secara keseluruhan.

Saat perang Teluk 2 Agustus 1990–28 Februari 1991, ketika proses negosiasi antara Irak dan pihak sekutu berlangsung (terdiri dari AS, Inggris, Arab Saudi, Prancis, Italia, Maroko, Kanada, dan Uni Emirat Arab), Saddam mencoba mengalihkan perhatiannya kepada masalah Palestina.

Dia berjanji bakal menarik pasukan Irak dari Kuwait, jika Israel juga bersedia melepaskan pendudukannya di Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, dan Jalur Gaza. Akan tetapi, tawaran Saddam tersebut ditolak pihak sekutu. Mereka berdalih, krisis di Kuwait tidak memiliki hubungan apa pun dengan isu Palestina-Israel.
 
Karena usulannya ditolak, Saddam pun memilih untuk meninggalkan proses perundingan, sehingga negosiasi pada waktu itu berakhir tanpa hasil. Melihat situasi semacam itu, pasukan sekutu pimpinan AS—yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB—akhirnya melancarkan serangan rudal ke Irak pada pertengahan Januari 1991. Sebagai balasannya, Irak kemudian juga menembakkan 39 buah rudal Scud menuju Israel. Menurut laporan BBC, tidak ada korban jiwa di pihak Israel akibat serangan Irak pada waktu itu.

Irak sesungguhnya menginginkan serangan rudal tersebut dapat memancing respons militer dari Israel. “Dengan begitu, Irak berharap akan banyak negara Arab yang menarik dirinya dari barisan sekutu karena tidak ingin berada di pihak Israel,” tulis Shmuel Waldman dalam bukunya,  Beyond a Reasonable Doubt.

Pascaserangan pertama Irak terhadap Israel, angkatan udara Zionis langsung menggelar patroli di wilayah utara Irak. Mereka sudah dalam kondisi siap untuk membalas. Namun, Presiden AS ketika itu, George HW Bush, meminta Perdana Menteri Israel Yitzhak Shamir untuk menahan diri dan tidak membalas serangan Irak tersebut. Bush juga meminta Israel supaya menarik jet-jet mereka dari Irak.


Memberantas Syi’ah

06-11-04.17.52

Di era 80-90 an, banyak orang tidak mengetahui mengapa Saddam Hussein membantai sebagian rakyat Iraq di negerinya sendiri. Seluruh dunia pun mengecam dan menyumpah serapah Saddam. Ia ditahbiskan sebagai seorang pembantai kejam yang tidak berperi kemanusian.

Dua puluh tahun kemudian, terungkap bahwa orang-orang yang dihabisi oleh Saddam tersebut adalah penganut Syi’ah di negerinya. Selama lebih dari dua dekade, kenyataan ini dilindungi dan disembunyikan oleh media-media barat.

Sejak lama Saddam sudah tahu akan bahaya Syiah. Di zamannya, sudah berbondong-bondong penganut Syiah dari Iran masuk ke negerinya Jika hanya sekadar tinggal, mungkin Saddam tidak akan mempermasalahkannya. Tapi para penganut agama Syiah ini merusak semua tatanan kehidupan yang ada, terutama dengan konsep kawin mut’ah-nya yang memangtak ada bedanya dengan prostitusi.

Di wilayah Timur Tengah sendiri, satu-satunya negara yang menyadari keberadaan Iran sebagai negara Syiah adalah Iraq. Saddam—memerintah hampir bersamaan dengan Khomeini pada tahun 1979, jauh-jauh hari sudah melihat pengaruh besar Iran ke Iraq dan negara-negara Arab lainnya.

Sejarah juga menunjukkan bahwa Iran yang Syi’ah lah yang kemudian mendesak PBB untuk memerangi Saddam. Iran juga yang menyediakan pangkalan militer ketika Amerika menyerang Iraq, mulai dari laut, udara, dan darat.

“AS khawatir, jika Israel menyerang Irak, negara-negara Arab lainnya akan meninggalkan sekutu atau bergabung dengan Irak,” tulis Lawrence Freedman dan Efraim Karsh dalam buku The Gulf Conflict: Diplomacy and War in the New World Order, 1990–1991.

Saddam Hussein secara luas dihormati masyarakat dunia Arab atas sikapnya yang pro-Palestina. Presiden Irak kelima itu bahkan membantu sejumlah kelompok gerilyawan Palestina dan organisasi militan lainnya untuk berjuang mempertahankan tanah airnya dari penjajahan Israel.

“Selama peristiwa Intifadah Kedua (yang dimulai sejak September 2000), Irak juga mengirimkan bantuan keuangan kepada keluarga syuhada di Palestina,” tulis laman BBC dalam artikelPalestinians Get Saddam Funds yang dipublikasikan pada 13 Maret 2003.

Selain Saddam Hussein, pemimpin Libya Muammar Qaddafi—yang juga dicap sebagai musuh oleh Barat—semasa hidupnya juga mendapat penghormatan luas dari masyarakat dunia Arab atas kritiknya yang tanpa kompromi terhadap Israel. Di samping itu, Qaddafi juga tidak pernah berhenti menyindir para pemimpin Arab yang memiliki hubungan dengan negara Yahudi tersebut. Sejak kematian Saddam Hussein dan Muammar Qaddafi, sikap dunia Arab seakan-akan kian melunak terhadap Israel.

Pada tanggal 9 April 2003, ratusan patung Saddam Hussein diruntuhkan. Tidak jelas mana teriakan rakyat yang meneriakkan Amerika, dan mana yang berkabung karena kehilangan Saddam. Tapi yang pasti, sebuah kelompok meneriakkan nama al-Sadr, seorang Syiah yang dibunuh oleh Saddam. Bagi orang Syiah, merobohkan patung Saddam adalah balas dendam. Saddam adalah seorang Sunni. Sunni adalah minoritas di Irak, namun mereka telah memerintah negara itu selama lebih dari seribu tahun. Ketika Saddam digantung pada Desember 2006, salah satu algojo itu—yang kemungkinan seorang Syiah—meneriakan nama “Muqtada”.

Muqtada adalah anak al-Sadr. Eksekusi Saddam yang dilakukan pada hari dimana kaum Sunni sedang merayakan salah satu liburan tahun yang paling penting, adalah balas dendam Syiah. Dan ketika Irak mengadakan pemilihan umum pertama, partai politik Syiah menang.

“Selamat Datang Di Irak, Negeri Syiah!”

Sekarang, saat pasukan Amerika meninggalkan Irak setelah hampir sembilan tahun patroli, sangat jelas bahwa Syiah telah memenangkan negara ini. Jalan Haifa di Baghdad telah lama menjadi benteng Sunni. Sepanjang jalan itu, bendera Sunni berkibar dimana-mana. Pekan lalu, semua bendera itu sudah diganti dengan puluhan gambar Muqtada al-Sadr dan bendera Syiah. Di luar gedung, ada bendera Syiah lebih besar dengan gambar Hussein.

Muqtada juga melakukan suatu yang ekstrem; Ia mengganti semua pejabat pemerintah yang merupakan kaum Sunni. Kemudian ia menutup semua penerbangan ke Saudi dan Kuwait, dua negara yang mengharamkan Syiah. Dan ada banyak penerbangan ke Iran.

Di tahun 2010, menurut laporan, ada sekitar 15 juta orang Iran yang pergi ke Irak. Tahun ini, dipekirakan meningkat jadi 1,75 juta orang. Sekarang ini, hampir semua orang yang terlihat di bandara-bandara Irak adalah orang Iran. Mereka langsung bisa dikenali dengan mudah. Najaf, Karbala, Baghdad, dan Samara—Iran dalam jumlah besar. Jadi, selama datang di Irak, negeri Syiah!


Pernyataan Saddam Hussein Terbukti Benar

Saat ia berada di tiang gantungan, ia masih sempat mengirimkan pesan kepada para pemimpin Arab, “Amerika akan menggantung saya, dan kalian akan digantung oleh rakyat kalian sendiri. Saya hanya ingin umat ini dapat mengangkat kepalanya dan tidak tertunduk kepada Zionis. Untuk dapat menjadi pemimpin maka rakyat yang anda pimpin harus percaya bahwa anda adalah orang yang adil meskipun anda bersikap keras jika memang kondisi mengharuskan demikian. Jagalah rahasia orang, jangan ceritakan kepada orang lain, atau menggunakan rahasia seorang sahabat untuk menjatuhkannya. Percayalah kepada mereka yang tidak ragu untuk melakukan tugas-tugas berat yang seakan tampak di luar batas kemampuan mereka. Jangan memilih mereka yang hanya mau menjalankan tugas-tugas ringan di bawah kemampuan asli mereka.”

Kemudian Saddam Hussein melanjutkan, “Saya benar-benar menentang Zionis dan Amerika. Akan tetapi kesalahan saya adalah karena tidak begitu memahami pergerakan Islam dan persatuan antar kelompok-kelompok Islam, sebagaimana umat Islam juga tidak begitu memahami saya dan keinginan saya untuk merealisasikan proyek Islam yang sangat besar. Namun saat ini saya telah memahami hal itu, meskipun sudah terlambat, bahwa merekalah (umat Islam) satu-satunya yang mampu membungkam proyek Zionis, seandainya mereka benar-benar diberi kesempatan dan infrastruktur pendukungnya. Penyesalan selalu datang di akhir.”

06-11-03.56.20

Pernyataan Saddam Hussein bahwa para pemimpin Arab akan digantung (dibunuh, diperangi) oleh rakyatnya sendiri telah terbukti sejak tahun 2011, 8 tahun setelah invansi Amerika ke Irak tahun 2003. Api revolusi yang terjadi di Timur Tengah (Arab) yang lebih dikenal dengan sebutan ‘ar-Rabi’ al-Arabi’ (Arab Spring) telah berhasil menumbangkan para pemimpin Arab yang dianggap diktator, sebagaimana terjadi di Tunisia, Libya, Mesir, dan terakhir Suriah yang tidak kunjung usai. Saddam mengerti betul bagaimana siasat dan konspirasi Amerika dalam memecah-belah dunia Arab khususnya, dan dunia Islam secara umum, demi mengamankan hegemoninya di bidang politik, sosial, dan ekonomi.


Pria Penghancur Patung Saddam Hussein: Aku Menyesal…

07-09-10.28.28

Seorang pria dengan palu besar tertangkap kamera sedang menghancurkan patung Saddam Hussein. Foto itu menjadi salah satu gambar ikonik saat AS melakukan invasi ke Irak.

Ketika tentara Amerika membawa truk bermuatan senjata ke Taman Firdos di tengah kota Baghdad, seorang pria bertubuh penuh otot membawa palu besar dan menghancurkan patung ditaktor itu.

Pria itu bernama Kadhim Sharif al-Jabouri. Dahulu ia montir motor Saddam dan melihat puluhan anggota keluarganya mati di tangan rezim itu.

Kadhim turut berada di lapangan itu untuk menjadi bagian sejarah. Ada harapan dengan jatuhnya Saddam, kehidupan di Irak akan lebih baik.

Namun, saat wawancara denganBBC seperti dilansir dari Telegraph, Kamis (7/7/2016), Kadhim mengatakan, ia sangat menyesal membantu rubuhnya patung itu.

“Sekarang, saat aku melewati tempat patung itu, aku merasa sakit dan malu. Aku kerap bertanya pada diriku, ‘kenapa kau hancurkan patung itu?’,” kata Kadhim, 

“Aku ingin kembali mengembalikan patung itu, membangunnya lagi. Aku menyesal…namun, aku takut terbunuh,” lanjutnya.

Kadhim mengatakan awalnya ia senang dengan kedatangan pasukan AS dan Inggris. Namun, menurutnya, tiap tahun tentara-tentara itu makin berulah.

“Ada banyak korupsi, perkelahian, pembunuhan, dan penjarahan. Saddam membunuh banyak orang, tapi tidak seperti pemerintah sekarang,” ungkap Kadhim.

“Saddam sudah pergi, tapi di tempatnya kini ada 1.000 Saddam yang lain,” ujar Kadhim.

Setelah Saddam Hussein lengser, Irak mengalami konflik sekterian. Hal itu membuat ISIS mudah berkembang.

Apalagi, AS kini mendukung pemerintah baru yang kini dipegang oleh syiah, sehingga memperburuk perselisihan.

Kelompok teroris itu dengan mudah mengambil keuntungan antara perselisihan antara sunni dan syiah di Irak. Antara lain menguasai kota Mosul, hingga Fallujah yang cuma selemparan batu dari Baghdad.

Tahun ini Irak juga mengalami kekerasan paling mengerikan setelah 13 tahun kematian Saddam. Lebih dari 250 orang tewas akibat bom mobil di Pasar Karada. Mereka tewas saat tengah bersiap merayakan hari raya Idul Fitri.

“Aku merasa, Irak telah dicuri dari kami,” lanjut Kadhim.

Pria yang kini tinggal di Beirut, Lebanon demi menghindari konflik merasa dunia harus bertanggung jawab.

“Bush dan Blair adalah pembohong. Mereka merusak Irak, dan membawa kami ke titik nol. Membawa kami ke Abad Pertengahan. Kalau aku penjahat, rasanya ingin kubunuh mereka dengan tangan kosong…”


Fakta-Fakta Saddam Hussein

Tidak dapat dipungkiri bahwa sejak runtuhnya kekuasaan mantan Presiden Saddam Hussein petinggi partai sosialis Baath Irak pada tahun 2003 lalu, kondisi keamanan di Irak terus mengalami pasang surut.

Konflik bersenjata antar suku, antar sekte, dan terlebih antara Sunni-Syiah menghiasi perjalanan sejarah panjang pasca agresi Amerika Serikat dan sekutunya ke Irak dengan alasan senjata kimia yang dimiliki oleh mendiang Saddam Hussein.

Akan tetapi ada sejumlah fakta menarik mengenai orang no 1 di Irak yang tewas ditiang gantungan pada 30 Desember 2006 lalu. Berikut fakta-fakta tersebut:

  1. Saddam Hussein merupakan satu-satunya orang di dunia yang mendapat pangkat militer tertinggi di dunia “مهيب الركن” melebihi pangkat Generalissimo yang diraih oleh Jenderal Sudirman, Soeharto dan A.H.Nasution.
  2. Saddam Hussein merupakan penguasa Arab pertama yang membombardir ibukota Tel Aviv dan kota Haifa serta kota-kota Palestina yang diduduki oleh Israel dengan 39 rudal Scud buatan Rusia, selama Perang Teluk kedua pada tahun 1991.
  3. Saddam Hussein merupakan pemimpin Arab pertama yang memperhatikan perkembangan energi nuklir. Akan tetapi barat menuding penguasa Irak ingin memiliki senjata pemusnah massal. Perlu diketahui bahwa Irak sebenarnya telah memiliki reaktor nuklir sebelum perang teluk pertama tahun 1990 an, dan hancur dalam serangan bom Israel selama berlangsungnya perang teluk pertama.
  4. Merupakan penguasa Irak pertama yang ikut dalam perang terpanjang dalam sejarah Irak yaitu pada tahun 1980-1988 melawan Republik Syiah Iran.
  5. Tahun 1998, Saddam Hussein membombardir wilayah Kurdistan Irak dengan senjata kimia, sedikitnya 50 ribu orang tewas. Penyerangan ini dipicu pengkhianatan suku Kurdi Irak yang membantu Syiah Iran dalam perang melawan Irak, atau yang dikenal dengan nama “Anfal”.
  6. Semenjak tahun 1994, Saddam Hussein memulai penerapan hukum Islam secara bertahap dengan melakukan hukuman potong tangan terhadap kasus pencurian. Sedangkan untuk kasus Homoseksual, Saddam pernah memutuskan melempar 3 prajuritnya dari sebuah gedung tinggi di kota Basra, setelah terbukti malakukan perbuatan terkutuk tersebut.
  7. Saddam Hussein juga pernah melakukan eksekusi massal terhadap para pelacur di Irak, setelah mewabahnya profesi wanita tuna susila di Irak. Selain itu untuk pertama kalinya Saddam Hussein juga membuka pintu partisipasi perempuan dalam militer, akan tetapi dengan dua kondisi: 1. Pakaiannya menutupi aurat 2. Memakai kerudung kepala.
  8. Di tahun 90 an, Saddam Hussein memutuskan mencegah pembukaan bar baru di Irak, serta menutup kegiatan usaha haram tersebut.
  9. Saddam Hussein merupakan penguasa Arab pertama yang meninggal diatas tiang gantungan

Syi’ah itu sangat berbahaya. Bak racun yang menyerang satu belanga. Jika tidak segera di basmi, maka orang-orang yang abai untuk mencegah tersebut nantinya akan melihat orang-orang baik yang di basmi oleh Syi’ah. Kita bisa mencontoh Maldives yang secara terang-terangan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Bisa jadi Syi’ah yang tiba-tiba menyeruak di Indonesia sekarang adalah bagian dari propaganda Inggris, USA dan Zionis Israel.


Referensi

  • ^republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/15/04/13/nmq4rg-inilah-penyebab-utama-mengapa-saddam-husein-ditumbangkan
  • ^mosleminfo.com/dunia-islam/setelah-8-tahun-prediksi-saddam-hussein-terbukti/
  • ^id.m.wikipedia.org/wiki/Saddam_Hussein
  • ^liputan6.com/global/read/2547543/pria-penghancur-patung-saddam-hussein-aku-menyesal
  • ^eramuslim.com/berita/9-fakta-saddam-hussein-yang-tidak-banyak-diketahui-banyak-orang.htm
  • ^forum.viva.co.id/indeks/threads/aku-baru-tau-selamat-datang-di-irak-negeri-syiah.1744850/
Iklan

2 responses »

  1. […] Semuanya bermula dari invasi Amerika Serikat dengan sejumlah negara yang mengikutinya (Sekutu) ke Irak di tahun 2003. Ketika itu Irak masih dibawah kendali Saddam Hussain. […]

    Suka

  2. Amy berkata:

    These are truly impressive ideas in concerning blogging.

    You have touched some fastidious factors here. Any way keep up wrinting.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s