Wahai Presiden

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. “Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? “Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 30)

Alangkah beruntung kalian diciptakan sebagai manusia, menjadi ras yang diunggulkan Tuhan untuk membuat kuasa di muka bumi. Bukan golongan Malaikat, Jin, Hewan, atau Tetumbuhan yang dipercaya memilkul amanat untuk mengurusnya.  Lantas apa maksud Tuhan menjadikan manusia yang sering menumpahkan darah juga berbuat kerusakan sebagai pemimpin di bumi?

Barangkali dengan tugas ini Tuhan menguji kelayakan kalian sebagai manusia, sudah seberapa pantas kalian dicintaiNya, sudah selayak apakah kalian mensyukuri pemberianNya tersebut. Amanat yang teramat berat memikul kepercayaan untuk mengurus kelangsungan hidup banyak makhluk di daratan maupun lautan yang sebegitu luas ini.

Di tahun ini kalian sebagai manusia-manusia yang hidup di Indonesia, kalian dihadapkan pada pemilihan pemimpin, dengan arti kecil seorang yang kalian sebut sebagai presiden, karena dalam arti  luas setiap manusia bisa diartikan pemimpin bagi diri dan lingkungannya sendiri.

Kalian diberi tugas memilih seseorang untuk diberikan kuasa memimpin bangsa yang kalian sebut Indonesia. Sesungguhnya ini semua rumit, ini bukan tentang kelangsungan hidup ras manusia saja, namun juga ras lain yang hidup disini. Kalian lupa sebagai manusia yang menjadi egois terlalu peduli terhadap urusan-urusan kalian sendiri.

Perlu kalian ingat, yang kalian pimpin bukanlah manusia saja. Ada banyak jenis hewan melata dari ujung Aceh hingga Papua, ada banyak Tumbuhan yang hidup di negri ini, Ada pula banyak sekali ikan-ikan yang berenang hilir mudik di setiap perairan negri ini.

Bagaimana memimpin negerimu, jika saat kalian berorasi dengan segala basa-basi banyak rumput dan semut kecil yang kalian injak? Banyak sekali pohon yang dipaku dengan gambar-gambar poster bangsamu yang menurutku tidak gagah sama sekali. Belum lagi sampah-sampah usai pesta demokrasi bangsa kalian usai. Sampah-sampah poster itu seenaknya kalian bakar dan mencemari si Udara, beberapa pula terbuang ke sungai dan menghambat jalur si Air untuk melaksanakan tugasnya menuju lautan.

Kepada jari jemari kalian kami mempercayakan pilihan, sebagai manusia kuharapkan kalian mau mengerti dan peduli terhadap kami. Bukan hanya kalian yang tinggal di muka bumi, perlakukanlah kami semestinya. Jangan tunggu alam marah dan membuat kalian kembali berduka lalu berfikir. Jaga kami seperti kami menjaga kehidupan kalian, makanlah buah atau daging-daging dari kami sesuka kalian seperti biasanya, tapi ingatlah untuk memperhatikan sedikitnya keperluan kami.

  • Aku pepohonan yang dengan sukarela menjadi bahan bangunan rumahmu tempat berteduh.
  • Aku tanah yang rela terus kau injak.
  • Aku udara yang senantiasa masuk ke hidungmu dan membuatmu tetap bernafas.
  • Aku air yang sering membasuh tubuh kotormu, dan mengantarkan tai-taimu ke dalam tanah.
  • Aku hewan-hewan yang seharusnya liar yang tunduk menjadi hidangan makan malammu.
  • Kami semua sepakat untuk berteriak lantang, TOLONG PILIHKAN PRESIDEN TERBAIK BAGI KAMI! Dan jika suatu saat kalian yang diusung menjadi pemimpin-pemimpin baru di muka bumi, JADILAH KHALIFAH BAIK BAGI KAMI.

Tapi Ingatlah Ini

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

 

 Referensi

  • ^mudazine.com/baniholic/kepada-ras-pemimpin-bumi/
  • ^nahimunkar.com/doa-nabi-saw-laknat-allah-atas-pemimpin-yang-menyulitkan-umat-islam/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: