Mereka Melecehkan Islam Menggunakan Babi

Screenshot_2016-06-14-09-47-55_1

Di Jerman, Daging Halal Dijadikan Alat untuk Menghina Islam

WARGA Jerman dilaporkan telah menggelar kampanye di media sosial yang mendorong untuk menempatkan babi di pojok Halal di supermarket. Meski sebagian aktivis mengatakan kampanye ini adalah untuk membela hak-hak binatang, namun yang lain mengatakan hal itu adalag bentuk serangan terhadap Muslim.

Kampanye yang menyebar di media sosial dengan hashtag #HalalChallenge, menantang orang-orang untuk “meletakkan daging babi di #halalcorner supermarket kemudian memposting video ke akun Facebook, Instagram,atau di YouTube atau akun media sosial lainnya, dan mengajak teman untuk berpartisipasi,” menurut laman Facebook resmi.

Para pendukung kampanye ini mengatakan, langkah ini bertujuan untuk memberikan kesadaran atas metode yang digunakan untuk memproduksi daging halal, yang dianggap oleh orang-orang Barat kejam dan melanggar hak hewan.

“Muslim membantai seperti pembunuh psikopat. Mereka menempatkan pisau dan memotong hewan tanpa suntikan atau gas. Kami mencoba untuk menyadarkan masyarakat, menyembelih secara Halal adalah kejam dan itulah tantangan kami,” kata salah satu aktivis kepada media RT.

“Kami tak ingin hak-hak agama melebihi hak-hak binatang. Islam telah mengambil alih Jerman dan mereka telah mendapatkan lebih banyak hak, dan itu adalah hal yang sangat buruk,” tambahnya.

Namun, beberapa orang menuduh kampanye ini khusus untuk menargetkan Muslim Jerman, dengan kedok membela hak-hak binatang.

“Masalah hak asasi hewan dijadikan alat untuk menyerang Muslim. Aktivis anti-Islam tidak akan berani, misalnya melakukan hal ini terhadap komunitas Yahudi dan daging Kosher,” kata Reza Kazim dari Komisi HAM Islam.

Reza melanjutkan dengan menyatakan, secara ilmiah telah membuktikan bahwa pemotongan hewan untuk daging halal sebenarnya mengurangi penderitaan hewan dibandingkan metode pemotongan lainnya.

Kampanye ini bukan yang pertama menggunakan daging babi atau babi, sebagai cara untuk menyerang penduduk Muslim. Awal bulan Mei ini, kepala babi dibuang di rumah Duta Besar Maroko di Prancis. Pada Desember 2015, terjadi serangkaian insiden di seluruh dunia, dengan beberapa kepala babi dibuang di luar sebuah sekolah Muslim di Lancashire, Inggris, dan satu lagi dibuang di luar sebuah masjid Philadelphia. Selain itu, juga terjadi kasus kepala babi yang dibuang di toilet masjid di universitas Australia.

Penggunaan kepala babi diyakini sebagai penghinaan langsung terhadap Muslim, yang mengharamkan babi maupun dagingnya.

Babi Menurut Islam dan Sains

Screenshot_2016-06-14-09-26-32_1

Kenapa Babi Diciptakan, Lalu Diharamkan?

JIKA memakan babi itu haram, lalu kenapa Allah menciptakan babi?

Banyak di antara kita yang bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas. Mengapa Allah menciptakan hal-hal yang buruk? Jika memang hal buruk tersebut dilarang, lantas mengapa Allah menciptkan?

Bukankah suka-suka Allah ingin membuat apapun? Tugas kita sebagai hamba bukanlah untuk banyak bertanya soal apa yang Allah ciptakan. Tugas kita hanyalah taat dengan apa yang Allah perintahkan dan menjauhkan diri dari segala apa yang Allah larang.

Seharusnya, jika kita mengaku orang yang beriman maka jawaban kita akan seperti ini,

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. An-Nuur: 51)

Allah Ta’ala berfirman,

“Allah tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS. Al-Anbiya’: 23)

Tentang ayat tersebut, Ibnu Katsir rahimahullah berkata, Allah itu Al-Hakim yang tidak ada yang bisa menentang ketetapan Allah karena kebesaran dan keagungan Allah. Karena Allah menetapkan sesuatu dengan Maha Adil dan penuh kelembutan. Makhluk-Nya lah yang ditanya oleh Allah atas apa yang mereka amalkan kelak.

Surat Al-Anbiya’ ayat 23 menerangkan bahwa setiap muslim tidak mesti mengetahui hikmah dari apa yang dilakukan oleh Allah Ta’ala. Manusia hanya punya kewajiban untuk membenarkan dan beriman karena Allah. Segala apa yang Allah ciptakan pasti baik bagi kita.

Allah Ta’ala berfirman,

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf: 157)

Begini Al-Qur’an Menjelaskan Haramnya Daging Babi

Ya, hewan yang senang tinggal di kubangan ini memang diharamkan untuk dimakan oleh umat manusia. Yuk, kita simak firman Allah di ini,

“Bahwasanya Allah telah mengharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi,” (Q.S. Al-Baqarah 2:173)

  • Penjelasan Ayat

Jika kita perhatikan ayat di atas, kita temui larangan untuk memakan daging babi, sebagaimana juga larangan memakan bangkai, darah, dan (daging) yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, sementara Dia membolehkan memakannya ketika dalam keadaan darurat saja. Pasti larangan ini memiliki hikmah, dan apa pendapat ulama tentang hal tersebut?

  • Fakta Ilmiah

Menurut ulama dan ilmuwan, daging babi dapat melemahkan daya tahan tubuh dan rentan penyakit. Sebuah restoran yang sehat adalah restoran yang sama sekali tidak tersentuh oleh berbagai unsur daging babi. Siapa pun yang terbiasa mengkonsumsi daging babi ini maka ia akan menanggung dosa di kemudian hari. Para ulama menegaskan bahwa siapa pun yang mengkonsumsi daging hewan pemangsa, ia cenderung bertabiat kasar dan selalu berbuat jahat.

Sejumlah penelitian medis ilmiah telah menetapkan bahwa babi – dibandingkan semua jenis hewan yang ada- termasuk daging yang mengandung bahan berbahaya bagi tubuh manusia. Di antara penyakit yang muncul karena memakan babi adalah sebagai berikut:

  1. Penyakit parasit. Di antaranya adalah berkembangnya cacing spiral (termasuk cacing yang paing berbahaya bagi manusia). Semua daging babi pasti mengandung cacing ini. Biasanya cacing ini berkumpul dalam otot-otot, maka orang yang memakan daging babi bisa menderita sakit yang luar biasa dan bisa menyerang diafragma sehingga menyebabkan nafas terhenti,  kemudian mati.
  2. Cacing pita. Cacing pita memilki panjang hingga 10 kaki. Cacing ini bisa menyebabkan perut kejang-kejang dan darah rendah. Juga bisa menyebabkan adanya cacing di otak orang yang memakannya, begitu juga di dalam daging, hati, paru-paru, jeroan daging, dan lainnya.
  3. Cacing scars.   Cacing jenis ini bisa menyebabkan disfungsi pada paru-paru dan penyakit komplikasi pada pencernaan.
  4. Cacing Engcalostoma, Balharesia, Dosentaria. Cacing–cacing jenis ini bisa menyebabkan leukimia, pendarahan, dan penyakit lainnya yang bisa menyebabkan kematian.
  5. Cacing jenis lainnya yang ada di dalam babi yang jumlahnya lebih dari 30 jenis dan bervariasi tingkat bahayanya
  • Sisi Ilmiah Mukjizat Al-Qur’an

Nah, tampaknya itu sudah cukup buat kita kenapa Allah mengharamkan daging babi untuk manusia, khususnya umat Islam. Ya, karena daging ini sangat berbahaya untuk kita. Allah melarang kita untuk memakan jenis daging ini karena Dia menginginkan makhluk-Nya sehat afiat,

Subhanallah, sungguh Allah Maha baik. Demikianlah i’jaz al-Qur’an berbicara kepada kita.

Istilah Lain dari Babi

Screenshot_2016-06-14-09-39-05_1

BARU-baru ini kita menyaksikan pemandangan yang sangat memprihatinkan: seorang perempuan berkerudung sedang menyantap makanan yang bertuliskan Siomay ‘cu nyuk’. Foto yang diunggah dan menyebar di media sosial itu sontak menjadi perbincangan hangat. Bukankah cu nyuk artinya daging babi?

Besar kemungkinan, si pembeli tadi teledor dan tidak menanyakan terlebih dahulu kepada penjualnya. Di sisi lain, si penjual juga tidak berlaku jujur karena tidak memberi informasi yang sejelas-jelasnya tentang makanan yang mereka jajakan.

Wakil Direktur Bidang Auditing dan Sistem Jaminan Halal, Ir. Muti Arintawati menyatakan di tengah ramainya barang-barang impor, seiring dengan Masyarakat Ekonomi Asean, konsumen di Indonesia memang harus lebih kritis terhadap produk yang hendak mereka konsumsi.

Banyak istilah yang belum mereka pahami, sehingga sangat disarankan agar konsumen bertanya terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu yang kandungan bahannya belum mereka ketahui. “Ini untuk menghindari kejadian seperti ibu-ibu yang membeli siomay cu nyuk, beberapa waktu lalu,” tukasnya.

Sebagai contoh,  banyak yang belum memahami bahwa label bertulis This product contain substance from porcine, artinya produk tersebut mengandung bahan dari babi. Begitu juga dengan istilah The source of gelatin capsule is porcine, yang artinya kapsul dari gelatin babi.

Berikut istilah yang digunakan dalam produk yang mengandung/menggunakan unsur babi, sebagaimana dirilis Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

  1. PIG: Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya babi muda, berat kurang dari 50 kg.
  2. PORK: Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.
  3. SWINE: Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesies babi.
  4. HOG: Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.
  5. BOAR: Babi liar / celeng / babi hutan.
  6. LARD: Lemak babi yang digunakan untuk membuat minyak masak dan sabun.
  7. BACON: Daging hewan yang disalai, termasuk / terutama babi.
  8. HAM: Daging pada bagian paha babi.
  9. SOW: Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan)
  10. SOW MILK: susu babi.
  11. PORCINE: Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang pengobatan/ medis untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi.

Di tengah-tengah masyarakat juga dikenal istilah-istilah lain yang merujuk pada babi, misalnya charsiu, cu nyuk, mu, chasu, yakibuta, nibuta, B2, khinzir dan lain-lain.

“Jika menemukan istilah-istilah tersebut di atas, konsumen tak perlu ragu untuk meninggalkan produk tersebut dan menggantinya dengan produk sejenis yang telah bersertifikat halal,” jelas Farid MS juru bicara LPPOM MUI.

Babi Miliki Banyak Kesamaan Biologis dengan Manusia

Binatang yang sangat diharamkan dalam Islam ini menurut penelitian ilmiah banyak memiliki kesamaan secara biologis dengan manusia. Penelitian di Jerman yang dipublikasikan dalam situs http://www.gesundheitlicheaufklaerung.de/schweinefleisch-und-gesundheit, mengungkapkan banyak fakta tentang hal tersebut.

Menurut penelitian di Jerman itu, ternyata struktur internal dan kulit babi sangat mirip dengan manusia. Dan inilah salah satu alasan kenapa sering babi dipakai sebagai pengganti anatomi manusia pada praktek bedah mahasiswa kedokteran.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa manusia dan hewan yang mengkonsumsi daging babi, secara bertahap memiliki jaringan ikat yang kaya dengan lemak babi. Dengan kata lain, pemakan daging babi secara lahiriah perilakunya bisa serupa dengan hewan yang dimakannya, seperti pepatah mengatakan “You Ara What You Eat”.

Fakta unik lain yang diungkap oleh penelitian tersebut adalah di laut selatan Polynesia di mana terdapat aksi kanibalisme, konon berawal dari karena adanya kesamaan antara rasa daging babi dengan daging manusia.

Sedangkan Prof. Dr.Ir. Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc, seorang pakar genetika ternak, dalam bukunya berjudul “Rahasia dan Hikmah Pewarisan Sifat” 2009 halaman 61-62, menyatakan:

“Babi memiliki tingkat kesamaan Short Intersperse Nucleotide Element (SINE) dan Long Intersperse Nucleotide Element (LINE) yang sangat tinggi dengan manusia. Memakan daging babi dapat dinilai sama seperti sifat kanibal, sifat yang nantinya dikhawatirkan dapat mengakibatkan kelainan terhadap generasi berikutnya.”

Mungkin ini salah satu hikmah diharamkannya babi oleh Allah SWT dalam Al-Quran.

Dan Semua Agama Ternyata Mengharamkan Daging Babi

JIKA kita mengambil tiga potong daging, pertama daging babi, kedua daging domba, ketiga daging sapi dalam usia yang sama, lalu kita biarkan terkena matahari, apa yang akan terjadi?

Daging yang pertama kali membusuk adalah daging babi, lalu daging domba, dan terakhir daging sapi.

Dalam beberapa kasus, daging sapi malah langsung kering dan tidak rusak. Apabila daging-daging segar tersebut dimasak, maka yang paling lambat matang adalah daging babi. Tidak seorang pun bisa menjamin daging babi bersih dari kuman yang menjadi sumber penyakit.

Dari beberapa penelitian diperoleh kesimpulan bahwa daging domba dan sapi berada lambung selama 3 jam agar pencernaannya bisa berjalan sempurna. Sedang daging babi membutuhkan waktu 5 jam agar lambung bisa mencernanya.

Daging babi tidak banyak mengandung gizi seperti daging-daging yang lain. Daging babi bukan racun ganas yang membunuh pemakannya seketika itu juga tetapi ia termasuk racun yang akan membunuh pemakannya secara perlahan, hingga akhirnya akan menimbulkan penyakit kronis.

Selama ini kita mungkin hanya tahu bahwa hanya Islam yang mengharamkan daging babi. Tapi tertanya keyakinan yang lain pun ada juga yang mengharamkan daging ini. Agama-agama yang mengharamkan daging babi, di antaranya:

  • 1. Islam

Firman Allah:

“Bahwasanya Allah telah mengharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi,” (Q.S. Al-Baqarah 2:173)

  • 2. Yahudi

Dalam Taurat secara jelas telah disebutkan pernyataan yang mengharamkan makan daging babi: “Sesungguhnya babi adalah hewan yang tidak layak dimakan, tidak bersih, dan haram untuk dimakan, serta tidak boleh disentuh jika sudah menjadi bangkai. Babi adalah kotoran bagi manusia,” (Safar:11:7-8).

  • 3. Nasrani

Kitab Perjanjian Lama telah mengharamkan makan daging babi. Sementara orang-orang Kristen mempercayai perjanjian lama dan perjanjian baru. Keduanya dalam pandangan mereka adalah kitab suci yang menggabungkan ajaran-ajaran kedua kitab tersebut. Yang pasti, ajaran pokok semua pendeta Nasrani secara keseluruhan berpegang kepada perjanjian lama ini.

  • 4. Kong Hu Cu

Mayoritas orang Cina adalah pemeluk agama Kong Hu Cu, yang telah mengharamkan daging babi. Ini berdasarkan kitab mereka yang secara tegas menyebutkan bahwa tidak seorang pun diperkenankan makan daging babi atau daging anjing. Kitab suci ini sudah ada sejak 3.000 tahun lalu, dan orang-orang Mesir kuno pun telah mengetahui bahaya akibat daging babi atau anjing. Oleh karena itu, mereka pun mengharamkannya.

  • 5. Hindhu

Para pemeluk agama Hindu telah mengharamkan diri mereka sendiri makan daging babi. Mereka harus benar-benar menjauhinya karena tuntutan ajaran agama mereka. Dan mereka menganggap makan daging sebagai perbuatan yang memalukan.

Sebagai seorang yang beriman seharusnya kita percaya bahwa Allah tidak akan menciptakan segala sesuatu tanpa hikmah. Sungguh akan ada hikmah yang luar biasa yang belum kita ketahui.

Referensi

  • ^islampos.com/di-jerman-daging-halal-dijadikan-alat-untuk-menghina-islam-276271/
  • ^islampos.com/kenapa-babi-diciptakan-lalu-diharamkan-266567/
  • ^islampos.com/begini-al-quran-menjelaskan-haramnya-daging-babi-34936/
  • ^islampos.com/inilah-istilah-lain-dari-babi-160033/
  • ^islampos.com/ternyata-babi-miliki-banyak-kesamaan-biologis-dengan-manusia-65845/
  • ^islampos.com/semua-agama-ternyata-mengharamkan-daging-babi-170058/
Iklan

2 responses »

  1. Bill berkata:

    I always emailed this website post page to all my friends,
    since if like to read it afterward my links will too.

    Suka

  2. buy viagra berkata:

    Thanks for the points you have shared here. Another thing I would like to state is that personal computer memory demands generally increase along with other advances in the technology. For instance, if new generations of cpus are made in the market, there’s usually a corresponding increase in the type preferences of both laptop or computer memory and hard drive room. This is because the software operated simply by these cpus will inevitably surge in power to benefit from the new technology.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s