PREV: Keberanian Indonesia Dalam Membantu Kemerdekaan Palestina [Bagian 1]


Penasehat Hamas: Kami Lebih Mencintai Rakyat Indonesia Yang Muslim

06-13-08.11.05

DR. Musthafa Ahmad Al Qonoo dikenal sebagai salah satu tokoh penting di jajaran Hamas. Track record-nya berjuang membela Islam demi pemebebasan Tanah Palestina, membuat sosoknya disegani oleh PM. Palestina saat ini, Ismail Haniya. Ia pun pernah dipenjara bersama Ismail Haniya. Tak ayal, Ismail Haniya menaruh cinta padanya dan mengamanahkan DR. Musthafa Ahmad Al Qonoo menjadi penasehat petinggi Hamas tersebut.

Tampil dengan nada berapi-api saat mengisi acara Seminar Internasional Palestina di Jakarta, ia menilai bahwa kehinaan yang menimpa umat Islam saat ini terjadi karena umat Islam mencampakkan Islam itu sendiri.

“Kita patut berbangga dengan al-Qur’an dan al-Islam. Dan umat Islam menjadi mulia dan terhormat saat kekhilafahan khulafaur Rasyidin adalah juga karena Islam. Maka, ketika kebanggaan dan slogan kita berganti, bukan lagi Islam, maka yang terjadi adalah kelemahan dan kehinaan.”

Ia juga meminta umat Islam untuk berkaca kepada sejarah. Karena Sejarah Palestina adalah Sejarah Islam. “Sejarah mencatat bahwa Kakek Nabi Hasyim Abdu Manaf, yang meninggal dan dimakamkan di Jalur Gaza. Sehingga, Gaza juga dikenal dengan Gaza Hasyim,” tuturnya.

Namun wajah garangnya saat mengisi seminar berubah lembut saat mencoba memperkenalkan diri. Beliau pun dengan ramah melayani silaturahim kami. Satu jam kami berdiskusi, maka mulailah muncul guratan dan nada optimisme terhadap nasib Palestina di masa mendatang.

Lantas bagaimanakah pandangan beliau terhadap Rekonsiliasi Hamas dan Fatah? Bukankah Mahmoud Abbas menolak diajak dialog? Apa saja saran beliau kepada Ismail Haniya?Lantas bagaimana pandangan beliau terhadap parlemen yang dijalani Hamas. Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pandangan beliau, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, mencoba melakukan wawancara dengan beliau secara lebih jauh, sesaat secara mengisi Seminar Al Aqsa Working Group di Jakarta.

  • Sejauh mana dukungan Internasional terhadap Kemerdekaan Palestina?

Tidak diragukan lagi bahwa dunia Islam sudah melaksanakan kewajiban mereka dalam sebagian hal tersebut (dukungan terhadap Kemerdekaan). Demikian juga negara-negara merdeka yang lain walau mereka bukan Negara Islam. Adapun negara-negara poros kejahatan di Barat, seperti Amerika, maka mereka mendukung Israel. Oleh karena itu kami mengharapkan, dukungan dari semua pihak untuk siap mendukung Palestina, karena Palestina adalah negeri yang dizhalimi.

  • Mesir menjadi fasilitator Rekonsiliasi antara HAMAS dan Fatah. Mesir pun digadang-gadang akan menjadi kekuatan baru di Timur Tengah pasca Revolusi. Lalu, apa harapan anda terhadap Mesir?

Dari tanah Mesir pernah muncul orang-orang yang menaklukan dan memenangkan beberapa peperangan, seperti katakanlah Shalahuddin Al Ayyubi. Dan beberapa kelompok muslimin dari Mesir berperang bersama-sama rakyat Palestina. Demikian juga tentara Mesir berperang bersama rakyat Palestina. Oleh karena itu, harapan kami kepada Mesir, yaitu mereka bisa terus selalu bersama-sama dengan kami.

Kami mengharapkan mereka bisa memutuskan embargo Israel, memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, menutup kantor Diplomatik Israel, dan menarik dubes mereka dari Israel. Dan kembali kepada kesepakatan camp David yang dikhianati itu.

Kami berharap mereka tetap mendukung rakyat Palestina. Membuka perbatasan untuk rakyat Palestina di Gaza. Penyebrangan Rafah pun tetap terbuka untuk lalu-lalang manusia beserta jalur perdaganagan. Dengan demikian, hubungan itu hanya ada antara Palestina dengan Mesir, dan tidak ada intervensi sedikitpun dengan Israel. Karena rakyat Mesir sebenarnya menentang kebijakan Camp David.

  • Bagaimana kondisi Gaza setelah Rezim Mubarok runtuh? Kita ketahui Mubarok adalah aktor yang menutup akses warga Palestina ke Mesir.

Alhamdulillah rezim Husni Mubarok yang thoghut itu telah runtuh. Kaum muslim dan dunia Islam akan lebih baik tanpa kehadiran Husni Mubarok. Dan demikian juga jalur Gaza menjadi lebih baik tanpa adanya Husni Mubarok. Dan ada perbaikan sikap dan posisi Mesir setelah runtuhnya Husni Mubarok. Tetapi belum pada level yang dikehendaki.

Tetapi kita memaklumi revolusi tersebut karena memang kondisinya belum memungkinkan. Mereka pun mendapat tekanan yang sangat berat dari pihak Amerika, Zionis, dan juga Negara Barat. Namun kami menghargai upaya mereka untuk berbuat baik kepada kami. Tapi mereka mengatakan kepada kami, ‘bersabarlah kalian’.

Karena kami sangat bersabar terhadap Mubarok dan kezalimman yang cukup lama ia lakukan terhadap kami. Namun Israel mengatakan bahwa setelah runtuhnya Rezim Husni Mubarok, kami kehilangan sekutu terbesar dalam diri kami. Dan Insya Allah, ini merupakan awal keruntuhan Israel, sebab Mesir-lah yang selama ini melindungi dan mendukung Israel.

  • Hamas ingin bersatu dengan Fatah, tapi Mahmoud Abbas sendiri menolak diajak dialog. Apakah Hamas masih berharap melakukan rekonsiliasi dengan Fatah?

Mahmoud Abbas adalah orang yang patuhnya kepada Israel dan dia selalu berada di pihak Israel. Oleh karena itu, Abbas tidak pernah mau bertemu dengan Hamas dan tidak suka dengan Hamas. Abbas berprinsip ‘musuh kawanku adalah musuhku.’ Karena Hamas adalah musuh Israel, maka Hamas adalah musuh bagi Abbas.

Tapi dengan rekonsiliasi tersebut, kami ingin memperbaiki sikap Fatah. Dengan harapan, Fatah akan kembali sedikit demi sedikit ke jalan yang benar. Dan mudah-mudahan harapan kami bisa memberikan rasa nyaman kepada bangsa kami dan kawan-kawan kami. Dan itu sedikit mengurangi, sikap menolak jabatan dalam diri mereka.

  • Menurut Anda, Fatah sendiri berharap berekonsisliasi dengan Hamas?

Sebagian mereka menginginkan rekonsiliasi ini, karena Fatah adalah kelompok yang tidak terorganisir. Fatah itu hanya sekedar keluarga dan suku saja. Oleh karena itu, banyak sekali sikap-sikap dan persepsi yang berbeda dalam diri mereka. Ada yang mulia dan terhormat. Ada dari mereka yang mau kita gandeng, namun ada sebagian lain tidak berarti dan kita biarkan saja.

Mereka memiliki kepentingan khusus dengan rekonsilasi ini. Mereka memiliki hubungan dengan musuh, yaitu Israel. Mereka pun memiliki koordinasi dengan Israel. Dan kepentingan mereka sebenarnya bersama dengan Israel. Bahkan rekonsiliasi ini hanya menjadi sarana untuk membocorkan suatu hal kepada Israel, dan itu tidak ada manfaatnya bagi kami.

  • Anda dikenal sebagai Penasehat Ismail Haniya. Biasanya, apa saja yang dikonsultasikan Ismail Haniya kepada Anda?

Pertama beliau adalah sahabat saya dalam mendakwahkan Islam, termasuk ketika di dalam penjara. Ia menghormati dan mencintai saya, demikian juga saya menghormati dan mencintainya. Dan dia sangat setia kepada rekan-rekannya. Oleh karena itu, saya menjadi penasehat beliau. Saya memberikan pandangan-pandangan saya pada setiap isu yang dimunculkan. Dan watak yang dimilikinya tidak keras kepala, tidak berpegang pada pendapat sendiri dan setia meminta pendapat dari kawan-kawannya.

Kami sering mewakili beliau pada hal-hal tertentu yang dia tidak bisa berangkat, seperti misalnya pada seminar hari ini dan di tempat-tempat lainnya. Sering kali kami duduk bersama beliau berdikusi dan berbicang-bincang mengenai beberapa hal.

  • Para Petinggi Hamas dicari untuk dibunuh oleh Mossad. Anda sendiri tidak takut pergi ke Indonesia?

Israel itu memang makhluk jahat. Mereka orang Yahudi telah membunuh para nabi. Dan tidak aneh orang Yahudi melakukan apa saja yang mereka kehendaki. Mereka telah membunuh banyak sekali para pemimpn Hamas. Katakanlah Syekh Ahmad Yassin, DR. Abdul Aziz Rantisi, dan Musthtofa Saleh, (Salah Mustafa Muhammad Shehade, mantan pemimpin Brigade Izzudin Al Qasam)

Saya sendiri tidak takut dengan mereka. Kalau kita takut, kita tidak akan bisa bekerja. Walau sebenarnya kita bukan militer, jadi resiko untuk dibunuh lebih ringan, dan relatif tidak ada. Dan kalaupun saya tebunuh, maka itu adalah mati syahid dan anugerah dari Allah, semuanya adalah kehendak Allah. Hanya ada dua kemungkinan baik bagi kita: apakah kita meraih kemenangan atau kita syahid di jalan Allah. Mudah-mudahan Alllah memberikan saya syahid, di usia saya yang sudah akhir ini seperti Syekh Ahmad Yassin.

Beliau tidak meninggal karena sakit yang panjang, tapi Allah mengkehendaki syahid kepada Syekh Ahmad Yassin. Dan ini adalah hal yang senantiasa diidam-didamkan oleh orang Islam.

  • Apa langkah yang terbaik untuk membebaskan Palestina. Apakah HAMAS tetap berparlemen atau concern di ladang Jihad?

Semua hal yang bisa menjadikan kita merdeka, maka kita ambil. Kita tidak mengandalkan satu cara, tetapi meninggalkan satu cara yang lain. Namun hal terpenting yang harus kita ketahui adalah bahwa Israel menjajah Palestina dengan menggunakan kekerasan seperti yang dilakukan oleh Negara-negara penjajah ke Negara-negara Islam dan negara lemah lainnya. Dan penjajah itu tidak pernah keluar dari keinginannya kalau tidak ada perlawanan dari bangsa yang dijajah itu. Dan mereka tidak keluar kecuali dengan dilawan dan dipaksa keluar lewat jalan perjuangan.

Anda punya pengalaman di Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda. Semua negeri yang merdeka, mereka berjuang dan berjihad untuk mendapat kemerdekaan. Dan Israel tidak akan keluar sejengkal pun hanya dengan kesepakatan dan perundingan. Malah itu membuat mereka tergiur untuk menjajah tanah-tanah lainnya. Dan orang-orang Yahudi yang terpencar di berbagai negara, mereka berkumpul di Israel, meski mereka masih membawa kewarganegaraan asal mereka. Dan kalau mereka merasa terancam dan takut mati, maka mereka akan kembali ke negara asal mereka dan tidak ada yang mau untuk tinggal kembali di Palestina.

Kami akan tetap melanjutkan perjuangan hingga orang-orang Yahudi merasa tidak nyaman dan aman tinggal di Palestina. Sebab Mereka datang ke Palestina untuk menghendaki kehidupan yang nyaman, aman dan sejahtera. Ya kalau kesejahteraan dan kenyamanan mereka merasa terancam, maka mereka akan pergi meninggalkan Palestina. Dan al Qur’an sudah menyampaikan hal itu, “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih tamak lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, pdahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Al Baqarah 90)

  • Apa syarat menjadi tentara jihad Hamas? Kami mendengar seperti tidak terputus Shalat 40 hari di masjid, apakah itu betul? Lalu bisakah umat muslim di Indonesia berjihad kesana?

Kami menghendaki orang yang berjihad itu orang muslim yang menjalankan semua kewajiban agamanya. Dia mempercayai bahwa Palestina dan Al Quds adalah milik kaum muslimin. Dan dia berjihad di jalan Allah untuk membebaskan Palestina. Itu adalah syarat-syarat yang telah ditetapkan. Apa gunanya kita mensyaratkan shalat 40 hari beturut-turut? (Tertawa). Ya kami mensyaratkan shalat sepanjang masa. Ya diantaranya dalam hadis dikatakan pemuda yang tumbuh berkembang dalam suasana ibadah kepada Allah, dan laki-laki yang hatinya tertambat di masjid. Kalau 40 hari shalat, bisa saja setelah 40 hari dia tidak shalat lagi. Maka itu orang munafik.

Itu sebenarnya adalah makna dari sebuah hadis, yang mengatakan bahwa barangsiapa yang shalat tidak terputus 40 hari di Mesjid, maka dia adalah orang mukmin. Kami mengajak kaum muda untuk cinta shalat di masjid. Dan kami yang sudah tua-tua dan para pemimpin selalu mendahului mereka untuk ke masjid, jadi bukan hanya mengajak mereka ke masjid, akan tetapi kita kemudian tidak ikut melakukannya.

Untuk berjihad di Palestina, kami mengharapkan pemuda yang dekat kepada Allah. Maka, jika dia berdoa, Allah akan kabulkan doanya. Jika dia terbunuh di medan perperangan, maka ia akan menjadi syahid. Kalau ada pemuda dari Indonesaia yang ingin menjadi mujahid di Palestina, maka kami akan sangat terhormat. Tapi kita belum memerlukan hal itu untuk saat ini. Kami saat ini hanya membutuhkan doa, senjata, dan dukungan dari umat Islam. Kami menginginkan mereka siap ketika pasukan Islam berperang melawan Yahudi. Kita juga berharap ada seorang pimpinan yang bisa memimpin pasukan Islam untuk membebaskan Palestina, apalagi Indonesia adalah negeri Islam terbesar dan mempunyai catatan sejarah yang mulia dalam sejarah Islam. Rakyatnya muslim dan komitmen dengan ajaran-ajaran Islam. Saya menunggu munculnya seseorang dari Indonesia yang memimpin tentara untuk membebaskan Palestina, dan namanya akan tercantum seperti Sayyidina Umar, Shalahuddin Al Ayyubi dan lain sebagainya.

  • Kami hanya ingin mempertegas, jadi apa yang paling dibutuhkan bangsa Palestina sekarang?

Banyak hal yang dibutuhkan, kalau permasalahannya dengan Israel ini mudah saja bagi kami. Namun permasalahannya, Israel itu didukung oleh Amerika, semua negara Barat, serta Zionis Internasional. Oleh karena itu, rakyat Palestina tidak mampu menghadapi mereka semuanya. Allah berfirman perangilah musyrikin secara bersama-sama seperti orang musyrik menyerang kalian bersama-sama.

Karena itu kami mengharapkan umat Islam mencintai Palestina dan Al Quds dan mereka merasa bertanggung jawab untuk memerdekakan tempat Isra dan Mi’raj-nya Rasulullah saw serta menempatkan diri untk melawan orang-orang yang zhalim. Supaya mereka memberikan apa saja yang diperlukan untuk rakyat Palestina, baik harta uang, senjata, do’a, maupun kekuatan yang lain untuk mempersiapkan diri menjadi tentara. Ketika ada panggilan untuk pergi berjihad, maka berangkatlah berperang di jalan Allah.

  • Media-media Barat kerap memberitakan HAMAS mendoktrin anak-anak kecil dengan ajaran kekerasan untuk dipersiapkan menjadi mujahid. Apakah betul ada perkembangan banyak anak-anak Palestina telah hadfiz Qur’an dan bertekad untuk berjihad?

Ini bukan aksi kekerasan, tapi ini adalah jihad di jalan Allah. Dan para sahabat juga sama dulu, mereka hafal Qur’an lalu pergi berjihad, tidak ada kontradiksi dalam hal ini.

Kami mengajarkan Islam kepada mereka (anak-anak Palestina, red.) dan Islam juga mengajak umatnya berjihad di jalan Allah. Al Qur’an juga mengajak kita berjihad dan mati syahid di jalan Allah serta melawan kezhaliman dan membela orang-orang yang dizhalimi seperti firman Allah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka”. (At Taubah: 111). “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat.” (At Taubah:41).

  • Terakhir, apa pesan Anda kepada Bangsa Indonesia terkait Pembebasan Palestina?

Kami berterimakasih karena Indonesia tidak mengakui negara Israel. Meskipun banyaknya tekanan dari Amerika terhadap Indonesia. Meskipun adanya pengkihanatan hal tersebut dari Orang Palestina sendiri dan orang-orang Arab. Kami hanya mengatakan sebagai orang Islam, kita harus punya andil untuk membebaskan negeri tersebut, dan kami sangat menghargai posisi Indonesia. Kami bangga dengan Indonesia dan juga merasa mulia untuk mencintai orang Indonesia. Kita mencintai seluruh umat Islam dan bangga kepada seluruh umat Islam. Dan kami menganggap semua orang yang beriman adalah bersaudara.

Dan saudara muslim kita di Indonesia, lebih kami cintai daripada Orang Palestina yang tidak muslim, dan orang Palestina yang berkhianat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Allah jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Rasul sendiri mengatakan tabbat yadaa abii lahabiw wa tabb kepada pamannnya (Abu Lahab, red). Rasulullah berlepas diri kepada pamanya itu, karena pamannya kafir dan zhalim. Sementara ketika mengomentari Salman Al Farisi dari negeri Persi, Rasululullah SAW mengatakan Salman tetap bagian dari kami, karena dia adalah seorang muslim. Ikatan kita adalah dengan orang-orang Islam, baik itu Muslim Palestina, Muslim Arab, maupun Muslim non Arab.

Dalam hadis dikatakan ketika nanti terjadi pertempuran antara muslim dan Yahudi, batu akan berkata, ‘wahai muslim, wahai hamba Allah.’ Batu itu tidak mengatakan wahai orang Palestina, wahai orang arab. Jadi Agama Islam itu lebih agung dan mulia. Semoga Allah memberkati kita semua.


Tapi Sayangnya, Usaha Indonesia memerdekakan Palestina gagal di PBB. Indonesia Kecewa Atas Kegagalan DK PBB Sahkan Resolusi Palestina

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mewakili Pemerintah Indonesia sangat menyesalkan kegagalan Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan rancangan resolusi (ranres) mengenai Palestina dalam pertemuan DK PBB di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (31/12).

“Sesuai Piagam PBB, DK PBB bertanggung jawab memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Tidak disahkannya Ranres Palestina merupakan kegagalan DK PBB dalam menjalankan mandatnya,’’ kata pernyataan Kemlu Indonesia seperti dalam keterangan tertulis seperti dilansir Republika, Rabu (31/12).

Pemerintah Indonesia, kata Kemlu, terus mendukung perjuangan rakyat Palestina membentuk negara merdeka dan berdaulat dengan Al-Quds Timur sebagai ibukotanya serta pengakhiran pendudukan ilegal Israel di Palestina.

Pemerintah Indonesia terus mendesak DK PBB untuk mendorong penyelesaian secara damai konflik Palestina dan Israel, sesuai dengan prinsip two-State solution. Dukungan itu juga diberikan Indonesia melalui berbagai forum PBB, Gerakan Non-Blok (GNB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Indonesia juga terus mendukung penguatan kapasitas Palestina dalam persiapan menuju kemerdekaan,’’ ujar Kemlu Indonesia.

Dukungan yang diberikan, antara lain secara bilateral maupun melalui New Asia-Africa Strategic Partnership (NAASP), dan Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD).

Melalui CEAPAD, Indonesia telah berkomitmen untuk memberikan pelatihan bidang infrastruktur, teknologi informasi, pariwisata, manufaktur ringan, dan pertanian senilai 1,5 juta dolar AS.

Sebelumnya, Ranres yang disponsori Liga Arab tersebut menetapkan kerangka waktu selambat-lambatnya akhir tahun 2017 untuk penarikan mundur tentara Israel dari wilayah-wilayah Palestina.

Selain itu, mendesak dimulainya kembali perundingan antara Palestina dan Israel untuk mencapai suatu perdamaian komprehensif dalam jangka waktu satu tahun.

Ranres gagal disahkan karena Palestina hanya mendapat dukungan dari delapan negara anggota DK dari sembilan suara yang dibutuhkan. Satu negara pemegang veto juga menentang ranres.

Pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa pemerintah Barack Obama telah merancang kerangka permasalahan, seperti perbatasan kedua negara, keamanan, status Yerusalem, serta nasib warga Palestina yang mengungsi akibat penjajahan Israel selama 70 tahun.

“Itu adalah salah-satu ide yang saat ini tengah diperbincangkan,” kata pejabat AS yang enggan disebut namanya kepada Reuters, Kamis (10/03).

Kerangka ini berisikan gambaran singkat tentang sikap dari kedua negara terkait permasalahan tersebut. Kerangka inilah yang kemudian menjadi “parameter”, seperti yang pernah dikemukakan oleh mantan Presiden AS Bill Clinton bagi Palestina dan Israel di akhir tahun 2000.

Salah satu kerangka ini, berbicara tentang diwujudkannya resolusi Dewan Keamanan PBB yang memberikan posisi lebih besar bagi negara internasional. Hal inilah nantinya, akan memudahkan kerja presiden AS selanjutnya atau pihak-pihak asing lain yang ingin melanjutkan perundingan kedua negara, yang sempat terhenti pada 2014.

Perlu diketahui, KTT LB OKI yang berlangsung di Jakarta pada 6-7 Maret kemarin juga telah membahas isu Palestina. Selain diikuti oleh 57 negara anggota OKI. Acara yang membahas isu Palestina itu juga diikuti oleh, PBB, Uni Eropa, Rusia dan Amerika Serikat yang menjadi bagian kuartet, serta perwakilan Dewan Keamanan PBB.

  • Sebelumnya, AS Tolak Resolusi DK PBB Karena Mengancam Israel

Jika konsep ini dijalankan, maka akan menjadi perubahan besar dalam sikap perpolitikan AS. Pasalnya selama ini, AS menolak menggunakan resolusi PBB untuk menekan Israel. AS selalu bersikeras Israel dan Palestina harus bernegosiasi secara langsung, tanpa melibatkan PBB.

Kemungkinan lainnya yang disebutkan Reuters, Presiden Barack Obama akan menyampaikan konsep itu dalam sebuah pidato di perundingan Israel-Palestina

Pejabat AS juga menambahkan, desakan terus datang dari dalam pemerintahan agar Obama menyegerakan perundingan. Sehubung habisnya masa jabatan Obama pada awal Januari 2017 mendatang. Sementara orang-orang dalam pemerintah AS khawatir bahwa isu solusi dua negara akan tenggelam begitu saja. Karena saat ini Obama tengah fokus mengatasi masalah ISIS, Iran dan Kuba.

“Orang-orang dalam pemerintahan selalu mendesak, ‘apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga solusi dua negara dan ide-ide diajukan’,” ungkap pejabat.

Penting diketahui, tujuh tahun pertama saat Obama menjabat sebagai presiden, George Mitchell seorang senator Amerika dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah gagal mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina.

  • Kritikan Mantan dan Pejabat AS Terhadap Konsep Upaya Perdamaian

Terkait konsep ini, mantan dan pejabat AS mengkritisi kegagalan dalam pelaksanaan hal itu. Pasalnya, setiap kegagalan untuk mengakhiri penjajahan Israel justru akan memicu perluasan penjajahan dan kependudukan Israel di tanah Palestina. Ditambah lagi, usaha-usaha itu akan mencitrakan Israel sebagai negara Yahudi dan demokratis.

Solusi dua-negara sejak lama diklaim sebagai penyelesaian konflik Palestina dan Israel yang paling masuk akal. Dalam rencana tersebut, negara Palestina akan menempati wilayah sebagian besar Tepi Barat dan Jalur Gaza, lahan yang direnggut Israel pada perang 1967, dan daerah yang digunakan Israel untuk membangun permukiman Yahudi.

Tapi, seperti yang ditambahkan CNN, solusi ini masih jauh dari kenyataan karena Israel masih terus menggaruk wilayah Palestina dengan membangun permukiman Yahudi.

Selain itu, masih terjadi perpecahan antara Fatah dan Hamas, ketidakjelasan pengganti Mahmoud Abbas yang kini sudah berusia 81 tahun, ditambah lagi penjajahan Israel yang tidak ada habis-habisnya.

Sementara itu, tentara Israel telah membunuh sedikitnya 179 warga Palestina. Sedangkan dilaporkan 28 warga Israel dan dua warga AS tewas sejak Oktober tahun lalu.


Lagi-lagi, Amerika Memveto Resolusi PBB Terkait Penjajahan Israel atas Palestina

Komisi HAM PBB pada Jumat (02/07) membahas sebuah resolusi yang didukung oleh 41 negara di Jenewa. Namun, lagi-lagi Amerika Serikat menentang usulan resolusi itu.

Dalam resolusinya, lembaga dunia tersebut mengutuk sikap Israel yang menolak untuk bekerja sama dengan komisi independen, yang menyelidiki agresi negara zonis itu di Jalur Gaza tahun lalu.

Selain itu, PBB juga mengecam sikap Tel Aviv yang tak memberikan akses bagi badan-badan hak asasi manusia internasional yang berusaha untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum internasional di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk di Yerusalem Timur.

Resolusi sebenarnya juga menekankan pentingnya mengakhiri pendudukan Israel yang telah dimulai sejak tahun 1967 tanpa ada penundaan. Lembaga HAM PBB juga mengecam terbunuhnya 1.462 warga sipil di Gaza dalam agresi Israel pada bulan Juli hingga Agustus 2014, termasuk di dalamnya 551 anak-anak dan 299 wanita.

Negara-negara anggota lembaga PBB tersebut juga menyatakan keprihatinannya atas laporan terkait pelanggaran hak asasi manusia serius dan pelanggaran berat hukum kemanusiaan internasional. Selain itu juga kemungkinan kejahatan perang di wilayah Palestina.

Tahun lalu Israel melancarkan serangan ke wilayah Gaza pada bulan Juli hingga Agustus 2014. Atas agresi itu Israel telah dilaporkan ke Mahkamah Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang.


Israel Puas DK PBB Gagal Sepakati Resolusi Palestina

Kepuasan menyeruak di pihak Israel menyusul kegagalan Dewan Keamanan PBB menyepakati resolusi bagi Palestina. Dalam resolusi itu sedianya ditetapkan bahwa batas waktu untuk mencapai kesepakatan akhir perdamaian adalah 12 bulan.

“Setiap warga Israel yang menginginkan perdamaian dengan tetangga kita, hanya bisa puas dengan hasil pemungutan suara ini,” kata wakil menteri luar negeri Israel Tzahi Hanegbi, beberapa jam setelah gagalnya disepakati resolusi itu.

“Ini memberikan pukulan terhadap upaya Mahmud Abbas untuk mempermalukan dan mengisolasi kami,” kata Hanegbi.

Dalam pemungutan suara yang diikuit delapan negara di markas DK PBB, delapan negara mendukung dikeluarkannya resolusi bagi Palestina yaitu Yordania, Argentina, Chad, Chili, Luksemburg, China, Perancis dan Rusia. Tiga negara terakhir merupakan anggota tetap dewan keamanan.

Resolusi tersebut dapat dikeluarkan jika minimal disetujui oleh sembilan negara, dari 15 negara anggota. Namun Amerika Serikat, yang memegang hak veto, dan Australia menolaknya. Sementara Inggris, Nigeria, Rwanda, Korea Selatan dan Lithuania menyatakan abstain.

Resolusi itu juga menetapkan akhir 2017 sebagai batas waktu bagi Israel untuk menarik diri sepenuhnya dari wilayah-wilayah pendudukan. Selain itu juga menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina berdasarkan pada wilayah perbatasan sebelum tahun 1967.

Hanegbi mengatakan bahwa upaya warga Palestina untuk mengembalikan negara mereka secara sepihak di PBB tidak akan berhasil. Dia juga mengecam negara-negara yang mendukung resolusi, khususnya negara-negara Eropa.

“Kegagalan voting Palestina di Dewan Keamanan harus mengajarkan Palestina bahwa provokasi dan upaya-upaya untuk memaksa Israel ke dalam proses sepihak, tidak akan mendapatkan apa-apa tapi justru sebaliknya,” katanya Hanegbi.


Tak Putus Asa, Palestina Kembali Kirimkan Usulan Resolusi ke DK PBB

Kegagalan Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi untuk kemerdekaan Palestina rupanya tak menyurutkan langkah Otoritas Palestina. Presiden Palestina menyatakan akan kembali mengirimkan usulan resolusi ke PBB.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Ahad (04/12) mengatakan bahwa dia telah berdiskusi dengan Yordania, dan berencana untuk mengirimkan kembali resolusi kemerdekaan Palestina ke Dewan Keamanan PBB. Resolusi serupa gagal disetujui dalam voting yang dilakukan pada 31 Desember lalu.

Yordania, pendukung utama resolusi Palestina, masih menjadi anggota Dewan Keamanan setelah pergantian tahun. Sementara, sejumlah negara yang sebelumnya tergabung dalam Dewan Keamanan keanggotaannya digantikan oleh negara lain.

Palestina berharap negara-negara itu akan lebih bersimpati pada resolusi yang menuntut penarikan mundur Israel dari wilayah pendudukan, dan Palestina akan merdeka pada 2017. Meskipun, bisa dipastikan Amerika Serikat akan kembali menolak dengan menggunakan vetonya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Abbas pada sebuah konferensi budaya yang digelar di kota Ramallah, Tepi Barat.


Universitas Palestina, Mimpi Nama Indonesia Abadi di Palestina

KAGUM pada keteguhan dan kebesaran hati rakyat Palestina, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak Indonesia mengabadikan nama Palestina di Indonesia.

Pengabadian nama Palestina, kata Presiden ACT Ahyudin, paling pas di dunia pendidikan. “Kita bisa mendirikan perguruan tinggi, namakan Universitas Palestina. Nama Palestina, sarat kesan pembangunan karakter. Ini memberi energi tersendiri bagi bangsa kita,” kata Ahyudin.

Di tengah penjajahan panjang, nyaris sepanjang hidupnya dalam ancaman serangan Israel, rakyat Palestina masih menghasilkan diplomat ulung yang membangkitkan kesadaran umat sedunia. Anak-anaknya hafal Al-Quran, aktivitas pendidikan moralnya tak berhenti meski banyak sekolah maupun masjid hancur.

“DI Palestina, serangan Israel hanya menghancurkan bangunan fisik, tapi tidak moral mereka,” ungkap Ahyudin. Ini menjadikan bangsa Indonesia menemukan alasan mengapa nama Palestina layak diabadikan sebagai nama universitas.

“Ketika Bung Karno menginspirasi dunia Islam, sejumlah jalan di ibukota-ibukata negara muslim mengabadikan nama Sukarno sebagai nama jalan.  Tak ada salahnya, kita pakai nama Palestina sebagai nama institusi pendidikan di Indonesia,” ungkap Ahyudin di Jakarta, Jumat (18/7/2014).

ACT sendiri mohon doa, bisa merintis institusi pendidikan. “Kalau itu dimulai, namanya Universitas Palestina,” ujar Ahyudin.

Warga Palestina mengucapkan "Happy Birthday to all Indonesia". (twitter.com)

Warga Palestina mengucapkan “Happy Birthday to all Indonesia”. (twitter.com)


Semoga artikel ini bisa menambah rasa solidaritas kita terhadap rakyat Palestina.

Jika kita tak mampu membantu dalam bentuk uang ataupun bahan² makanan, pakaian dan kebutuhan pokok lainnya bagi rakyat Palestina, kita masih bisa mendoakan mereka. Semoga Allah senantiasa melindungi rakyat Palestina dari ancaman yang mereka alami. Aamiin.


Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia


Untuk saudaraku di Indonesia,

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.

Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.

Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.

Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?

Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.

Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku.

Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.

Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana.

Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?

Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.

Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.

Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)

DAN INILAH SIKAP NEGARA-NEGARA DUNIA TERHADAP PALESTINA


Screenshot_2016-06-22-08-22-59_1

Perjuangan negara Palestina untuk menjadi negara berdaulat akhirnya berhasil. Majelis Umum PBB akhirnya mengakui keberadaan negara Palestina.

Seperti dilansir dari Xinhua, Dalam sidang Majelis Umum PBB, Kamis (29/11), mayoritas anggota PBB mensahkan peningkatan status Palestina dari “pengamat” jadi “negara non-anggota”. Artinya, mayoritas negara mengakui kedaulatan negara Palestina.

Dari 193 negara anggota PBB, sebanyak 138 negara mendukung Palestina menjadi negara berdaulat, sembilan menolak dan 41 abstain. Negara seperti Kanada, Israel dan Amerika Serikat paling lantang menolak resolusi tersebut.
Voting mendukung Palestine :
138 Negara : Mendukung/setuju, 9 Negara : Menolak, 41 Negara : abstain.

SIKAP NEGARA-NEGARA DI DUNIA TERHADAP PALESTINA

Negara-Negara yang mendukung Palestina sebagai negara berdaulat:

  1. Afghanistan
  2. Algeria,
  3. Angola,
  4. Antigua and Barbuda,
  5. Argentina,
  6. Armenia,
  7. Austria,
  8. Azerbaijan,
  9. Bahrain,
  10. Bangladesh,
  11. Belarus,
  12. Belgium,
  13. Belize,
  14. Benin,
  15. Bhutan,
  16. Bolivia,
  17. Botswana,
  18. Brazil,
  19. Brunei,
  20. Burkina Faso,
  21. Burundi,
  22. Cambodia,
  23. Cape Verde,
  24. Central African Republic,
  25. Chad,
  26. Chile,
  27. China,
  28. Comoros,
  29. Costa Rica,
  30. Cuba,
  31. Cyprus,
  32. Denmark,
  33. Djibouti,
  34. Dominica,
  35. East Timor,
  36. Ecuador,
  37. Egypt,
  38. El Salvador,
  39. Equatorial Guinea,
  40. Eritrea,
  41. Ethiopia,
  42. Finland,
  43. France,
  44. Gabon,
  45. Gambia,
  46. Georgia,
  47. Ghana,
  48. Greece,
  49. Grenada,
  50. Guinea-Bissau,
  51. Guyana,
  52. Honduras,
  53. Iceland,
  54. India,
  55. Indonesia,
  56. Iran,
  57. Iraq,
  58. Ireland,
  59. Italy,
  60. Ivory
  61. Coast,
  62. Jamaica,
  63. Japan,
  64. Jordan,
  65. Kazakhstan,
  66. Kenya,
  67. Kirghistan,
  68. Kiribati,
  69. Kuwait,
  70. Laos,
  71. Lebanon,
  72. Lesotho,
  73. Liberia,
  74. Libya,
  75. Liechtenstein,
  76. Luxembourg,
  77. Madagascar,
  78. Malaysia,
  79. Maldives,
  80. Mali,
  81. Malta,
  82. Mauritania,
  83. Mexico,
  84. Morocco,
  85. Mozambique,
  86. Myanmar,
  87. Namibia,
  88. Nepal,
  89. New Zealand,
  90. Nicaragua,
  91. Nigeria,
  92. North Korea,
  93. Norway,
  94. Oman,
  95. Pakistan,
  96. Peru,
  97. Philippines
  98. Portugal,
  99. Qatar,
  100. Russia,
  101. Sao Tome and Principe,
  102. Saudi Arabia,
  103. Senegal,
  104. Serbia,
  105. Seychelles,
  106. Sierra Leone,
  107. Solomon Islands,
  108. Somalia,
  109. South Africa,
  110. South Sudan,
  111. Spain,
  112. Sri Lanka,
  113. St. Kitts and Nevis St. Lucia,
  114. Sudan,
  115. Suriname,
  116. Swaziland,
  117. Sweden,
  118. Switzerland,
  119. Syria,
  120. Tajikistan,
  121. Tanzania,
  122. Thailand,
  123. Costa Rica,
  124. Trinidad and Tobago,
  125. Tunisia,
  126. Turkey,
  127. Turkmenistan,
  128. Tuvalu,
  129. UAE,
  130. Uganda,
  131. Ukraine,
  132. Uruguay,
  133. Uzbekistan,
  134. Venezuela,
  135. Vietnam,
  136. Yemen,
  137. Zambia,
  138. Zimbabwe.

Negara-Negara yang Menolak Palestina sebagai Negara berdaulat:

  1. Canada,
  2. Czech Republic,
  3. Israel,
  4. Marshall Islands,
  5. Micronesia,
  6. Nauru,
  7. Palau,
  8. Panama,
  9. United States of America (USA).

Negara-Negara yang Abstain:

  1. Albania
  2. Andorra
  3. Australia
  4. Bahamas
  5. Barbados
  6. Bosnia and Herzegovina
  7. Bulgaria
  8. Cameroon
  9. Colombia
  10. D.R. Congo,
  11. Croatia
  12. Estonia
  13. Fiji,
  14. Germany,
  15. Guatemala,
  16. Haiti,
  17. Hungary,
  18. South Korea,
  19. Latvia,
  20. Lithuania,
  21. Macedonia,
  22. Malawi,
  23. Republic of Moldova,
  24. Monaco,
  25. Mongolia,
  26. Montenegro,
  27. Netherlands,
  28. Papua New Guinea,
  29. Paraguay,
  30. Poland,
  31. Romania,
  32. Rwanda,
  33. Samoa,
  34. San Marino,
  35. Singapore,
  36. Slovakia,
  37. Slovenia,
  38. Togo,
  39. Tonga,
  40. UK,
  41. Vanuatu.

 

Referensi

  • ^http://m.suara.com/news/2015/04/22/061000/ini-yang-ditakuti-israel-dari-indonesia
  • ^http://international.sindonews.com/read/1070465/40/indonesia-reformasi-dk-pbb-cara-merdekakan-palestina-1450423200
  • ^http://international.sindonews.com/read/1069396/40/indonesia-tak-ingin-isu-palestina-dilupakan-dunia-1450098857
  • ^https://m.liputan6.com/warta-dpr/read/2330887/dpr-bendera-palestina-berkibar-di-pbb-karena-peran-indonesia
  • ^https://m.liputan6.com/news/read/2420400/ini-alasan-kuat-57-kepala-negara-islam-kumpul-di-jakarta
  • ^https://m.liputan6.com/news/read/2216866/luhut-dukungan-ri-untuk-palestina-merdeka-kagetkan-gedung-putih
  • ^https://m.liputan6.com/news/read/2390661/hasil-konferensi-yerusalem-di-jakarta-siap-meluncur-ke-sekjen-pbb
  • ^https://m.liputan6.com/news/read/2389919/selamanya-rakyat-palestina-berutang-budi-pada-indonesia
  • ^http://www.rappler.com/indonesia/118547-indonesia-bangun-rumah-sakit-gaza
  • ^http://www.rappler.com/indonesia/118547-indonesia-bangun-rumah-sakit-gaza
  • ^http://www.rappler.com/indonesia/118547-indonesia-bangun-rumah-sakit-gaza
  • ^https://www.islampos.com/penasehat-hamas-kami-lebih-mencintai-rakyat-indonesia-yang-muslim-17974/
  • ^http://m.kiblat.net/2015/01/01/indonesia-kecewa-atas-kegagalan-dk-pbb-sahkan-resolusi-palestina/
  • ^http://m.kiblat.net/2016/03/11/91050/
  • ^http://m.kiblat.net/2015/07/05/lagi-lagi-amerika-memveto-resolusi-pbb-terkait-penjajahan-israel-atas-palestina/
  • ^http://m.kiblat.net/2015/01/01/israel-puas-dk-pbb-gagal-sepakati-resolusi-palestina/
  • ^http://m.kiblat.net/2015/01/05/meski-ditolak-palestina-kembali-kirimkan-usulan-resolusi-ke-dk-pbb/
  • ^https://www.islampos.com/mimpi-nama-indonesia-abadi-di-palestina-123904/
  • ^FacebookPage “200.000.000 FACEBOOKER DUKUNG NEGARA KIRIM TENTARA UNTUK BEBASKAN PALESTINA”
  • ^http://berita.muslim-menjawab.com/2012/11/inilah-sikap-negara-negara-dunia.html?m=1
  • ^http://m.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2010/06/03/6709/surat-dari-gaza-untuk-umat-islam-di-indonesia/;
Iklan

One response »

  1. […] NEXT: Keberanian Indonesia Dalam Membantu Kemerdekaan Palestina [Bagian 2] […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s