Jasa Bagi Negara Dibalas Penjara

Screenshot_2016-06-17-16-50-22_1

Mungkin banyak yang belum tahu, jika Ustadz Abu Bakar Ba’asyir memiliki jasa yang sangat besar bagi negara Indonesia. Jasa besar yang dimaksud tentu di luar aktivitas dakwahnya selama puluhan tahun yang malang melintang, lintas rezim, hinggal lintas negara.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sosok ulama yang sangat peduli dengan nasib Warga Negara Indonesia (WNI), meskipun ia tak pernah bertemu atau mengenal sebelumnya.

Keselamatan seorang warga negara yang berada di negara lain, tentu menjadi tanggung jawab sebuah negara. Apabila seorang WNI mendapatkan perlakuan yang mengancam nyawanya, maka negara wajib hadir untuk menyelamatkannya dengan berbagai cara.

06-17-06.56.13

Hal itu sebagaimana yang pernah dialami oleh wartawan Metro TV, Meutya Hafid dan Budiyanto. Dua tahun pasca agresi militer Amerika Serikat atas Irak meletus, kedua wartawan tersebut melakukan peliputan ke daerah konflik. Tanpa diduga, mereka disandera oleh mujahidin yang menamakan diri Jaisyul Mujahidin di Irak, sejak 15 Februari 2005.

Pemerintah saat itu, ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa melakukan berbagai upaya pembebesan sandera.

Dan tahukah kita, siapa diantara tokoh yang turut serta mengupayakan pembebasan kedua WNI tersebut? Salah satunya adalah Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Akhirnya, setelah hampir satu minggu disandera, tepatnya selama kurang lebih 168 jam, kedua wartawan Metro TV itu dibebaskan oleh mujahidin.

06-17-06.50.32

Sejarah telah mencatat hal itu. Meutya Hafid sendiri dalam buku yang ditulisnya, berjudul “168 Jam dalam Sandera, Memoar Seorang Jurnalis Indonesia yang disandera di Irak” mengabadikan goresan pena Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di buku tersebut.

Media massa pun ikut mempublikasikan ucapan terima kasih pihak keluarga Meutya Hafid yang disampaikan ibundanya, Metty Hafid.

Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir, putra bungsu Ustadz Ba’asyir, membenarkan hal tersebut. Ia pun kagum dengan ayahandanya yang begitu ikhlas membantu sesama.

Ia menceritakan, saat itu Ustadz Abu Bakar Ba’asyir diminta untuk memberikan imbauan agar para mujahidin di Irak, membebaskan dua wartawan Metro TV, Meutya Hafid dan Budiyanto. Meski tak mengenal keduanya sama sekali, Ustadz Ba’asyir yang saat itu menjadi Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), berbicara di depan media, agar membebaskan kedua WNI tersebut.

“Para sandera saat itu dibebaskan setelah melihat apa yang disiarkan oleh media, pernyataan beliau (Ustadz Abu Bakar Ba’asyir) yang meminta supaya mereka dibebaskan saja, karena mereka hanya wartawan, hanya cari berita biasa, ingin memberitakan kondisi negara anda. Begitu omongan beliau waktu itu,” kata Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir, kepada Panjimas.com, Sabtu (2/4/2016).

06-17-06.54.12

Padahal, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir telah menjadi bulan-bulanan sejak rezim Orde Baru, hingga rezim Reformasi. Ia pun keluar masuk penjara berkali-kali.

Bahkan, hanya berjarak dua minggu, dari pembebasan dua WNI tersebut, tepatnya 3 Maret 2005, saat SBY berkuasa, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir  diberi ‘hadiah’ vonis penjara 2,6 tahun penjara.

Kemudian, ketika SBY berkuasa untuk kedua kalinya, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang saat itu menjadi Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), kembali ditangkap menjelang Ramadhan, tepatnya di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat, pada 9 Agustus 2010, usai berdakwah.

Ia kemudian divonis 15 tahun penjara di PN Jakarta Selatan atas tuduhan terlibat membantu i’dad di Aceh.

Kini, ketika Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tengah mengupayakan proses Peninjauan Kembali (PK), ia dipenjara di sel Super Maximum Security (SMS), Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap.

Kondisinya makin memprihatinkan dan sakit-sakitan di usianya yang telah renta. Ia tak boleh keluar dari sel yang diawasi ketat dengan CCTV selama 24 jam.

Bahkan untuk shalat Jum’at dan shalat berjamaah pun dilarang. Inikah balasan bagi ulama yang telah berjasa bagi negara?

Kepada Metro TV, Masih Ingatkah Reporter Kalian Dibebaskan Dari Sandera Atas Bantuan Abu Bakar Ba’asyir?

Surat Terbuka Untuk MetroTV

Img Source: pribumi.id

Img Source: pribumi.id

KEPADA METRO TV

Surat terbuka ini saya tunjukkan kepada PEMIMPIN METRO TV DAN PEMILIK PERUSAHAAN METRO TV........

Bapak dan Ibu yang saya hormati

Masih ingatkah pada Tahun 2005 ketika Mutia Hafidz reporter dan Budiyanto cameraman kalian tertangkap oleh Mujahid Iraq Jaish Al Mujahidin ..... Mereka melepaskan karyawan kalian karena bantuan dari ustadz Abu Bakar Ba'asyir....

Dan hari ini Ustadz Abu berada di ruang isolasi..... Di penjara NK dan atas nama kemanusiaan bukan sebagai terorist atau sebagai penggagas

Tidak kah METRO TV ingin membalas jasa kepada beliu yang sudah menyelamatkan dua nyawa karyawan kalian

Hari ini tubuh ringkih dan tua itu berada di ruang isolasi yang sempit dan pengap tidak ada akses matahari

Tidakah kalian ingin bembalas kebaikan atas dua nyawa yang telah beliau selamatkan

BAPAK IBU DI METRO TV

Saya bicara atas nama Hak asasi manusia bukankah di Indonesia juga ada hukum yg tetap melindungi hak manusia

Dengan ini saya berniat menagih jasa Ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang telah menyelamatkan MUTIA HAFIDZ DAN BUDIANTO dari tangan Mujahidin Jaish Al Mujahidin

Agar kalian meminta tolong kepada pihak Penjara Indonesia agar memberikan ruang dan tempat yang layak untuk Ustadz Abu Bakar Ba'asyir

Beliau bukan laki-laki yang berotot yang mampu membobol tembok NK jadi sudilah kalian membalas atas apa yang telah ustad Abu Bakar Basyir lakukan untuk kedua karyawan kalian

DAN UNTUK MUTIA HAFIDZ JUGA BUDIANTO....

Hari ini nyawa kalian masih berada di badan kalian sehingga kalian masih bisa menikmati hari ini dengan segala aktifitas kalian

Ingatlah kalian akan apa yg sudah Ustad Abu Bakar Ba'asyir lakukan untuk menyelamatkan kalian

Maka hari ini bayarlah dengan perjuangkan hak beliau agar bisa di bebaskan dari ruang isolasi.....

Sebelum kalian menyesal pada akhirnya.....

Terimakasih dan cukup sekian DARI SAYA YANG MENGHARGAI HAK ASASI MANUSIA.

INDAH AYU PUTRI DIENG

Dieng 9 April 2016

Meutya Hafid kini jadi anggota DPR Img Source: rmol.co

Meutya Hafid kini jadi anggota DPR
Img Source: rmol.co


06-17-07.43.50

Budiyanto kini menjadi News Secretariat Manager MetroTV. Img Source: twitter.com


Dan yang diberitakan media-media mainstream setelah mereka berdua dibebaskan adalah bahwa mereka bebas hanya karena berwarganegara Indonesia, tudak ada sangkut pautnya dengan Abu Bakar Ba’asyir.

Referensi

  • ^http://panjimas.com/news/2016/04/06/jasa-ustadz-abu-bakar-baasyir-bagi-negara-dibalas-penjara/
  • ^http://www.portalpiyungan.com/2016/04/kepada-metro-tv-masih-ingatkah-reporter.html?m=1
Iklan

One response »

  1. […] Masih ingat dengan Meutya Hafid, reporter MetroTV yang di sandera di Irak beberapa tahun silam? (Lihat beritanya disini). […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s