Banjir di Solo dan Sukoharjo

07 Mei 2016 – Tanda-Tanda Banjir, Tanggul Anak Sungai Bengawan Solo Kian Memprihatinkan

AKTIVITAS WARGA DI KAWASAN TANGGUL SUNGAI BENGAWAN SOLO DI KAMPUNG LOSARI, SEMANGGI, PASAR KLIWON, SOLO, KAMIS (28/1/2016). KOMISI II DPRD SOLO MEMINTA PEMKOT SOLO UNTUK LEBIH RUTIN MEMANTAU

AKTIVITAS WARGA DI KAWASAN TANGGUL SUNGAI BENGAWAN SOLO DI KAMPUNG LOSARI, SEMANGGI, PASAR KLIWON, SOLO, KAMIS (28/1/2016). KOMISI II DPRD SOLO MEMINTA PEMKOT SOLO UNTUK LEBIH RUTIN MEMANTAU

Kondisi tanggul anak sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah RT 005/RW 023 Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo semakin mengkhawatirkan.

Salah seorang warga RT 005/RW 023 Semanggi, Ageng Sriyono, 20, mengatakan tanggul anak sungai Bengawan Solo yang berada dekat dengan rumahnya tersebut terakhir kali longsor saat hujan lebat pada Sabtu (7/5/2016) sore. Meski sudah dipasangi penahan dari bahan anyaman bambu, lanjut dia, tanggul tetap saja longsor tergerus air hujan dan aliran anak sungai Bengawan Solo.

“Kondisi tanggul semakin menakutkan. Tanah pada tanggul terus longsor karena tergerus air hujan. Anyaman bambu yang dipasang tidak kuat menahan longsoran tanah yang terus terjadi. Anyaman bambu tersebut tidak lagi berguna,” kata Ageng saat berbincang dengan Solopos.com di sekitar tanggul yang longsor, Senin (9/5/2016).

Ageng menyesalkan sikap pemerintah yang tidak kunjung memperbaiki tanggul anak sungai Bengawan Solo di wilayahnya. Menurut dia, warga di sekitar tanggul khawatir longsor terus terjadi hingga mengancam bangunan rumah. Berdasarkan pantauan Espos, jarak antara bangunan rumah warga dengan longsoran tanggul hanya sekitar 2 meter (m).

“Warga selalu waspada setiap kali hujan. Kami takut longsor akan terus terjadi hingga mendekat dan mengancam bangunan rumah warga. Warga berharap tanggul anak sungai Bengawan Solo segera diperbaiki. Beberapa kali pejabat pemerintah memang sudah datang ke sini, tapi nyatanya tidak kunjung ada perbaikan tanggul,” jelas Ageng.

Senada, warga RW 023 Semanggi, Nugroho, menilai kerusakan tanggul akan semakin parah apabila tidak lekas diperbaiki. Dia menyampaikan warga tidak bisa berbuat banyak secara mandiri karena perbaikan tanggul membutuhkan biaya besar. Nugroho meminta pemerintah memasang bronjong atau susunan batu di dalam kawat di tanggul anak sungai Bengawan Solo.

“Warga tidak bisa berbuat banyak. Kalau mau memasang anyaman bambu, kami pesimis akan berhasil menahan longsoran tanah. Seharusnya tanggul minimal dilengkapi dengan bronjong yang kuat agar mampu menahan tanah. Kebutuhan tersebut tentu hanya bisa disediakan menggunakan dana dari pemerintah,” kata Nugroho.

Ketua RW 023 Semanggi, Nur Rahmat, menyebut longsor di tanggul anak sungai Bengawan Solo sepanjang 60 meter (m) tersebut mengancam rumah-rumah yang dihuni sekitar 60 kepala keluarga (KK). Menurut dia, puluhan KK di RW 023 Semanggi itu bahkan telah didata Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Apabila tanggul di RW 023 Semanggi sampai jembol, Nur Rahmat menyebut, Semanggi bakal kebanjiran.

18 Juni 2016 – Kali Jenes Kembali Meluap, Rumah Warga Terendam Air Setinggi Lutut

Kali Jenes, Semanggi, Pasar Kliwon, kembali meluap. Hujan dengan intensitas tinggi membuat air meluap hingga pekarangan rumah warga.

Lurah Semanggi, Nugroho saat dihubungi Solopos.com mengatakan air meluap sekitar Pukul 17.30 WIB. Tinggi air di wilayah RW 13, Kelurahan Semanggi, hampir selutut orang dewasa, sedangkan di RW 21 hanya semata kaki.

“Tadi menjelang berbuka puasa sempat tinggi. Kalau sekarang ini sudah agak surut. Tapi kalau hujan masih terus berlangsung sampai dini hari nanti ya warga Semanggi harus siaga,” kata dia.

Sekitar Pukul 18.00 WIB genangan air tinggi sampai di pusat Kota Solo seperti wilayah Slamet Riyadi, Gladag, dan sekitar toko buku Sriwedari. Kawasan perkampungan di sekitar Solo Paragon Mall, Monumen Pers, hingga Novotel, juga dilaporkan sempat tergenang air hingga lebih dari 20 sentimeter. Namun air perlahan surut seiring turunnya intensitas hujan di kawasan tersebut.

18 Juni 2016 – Banjir Dimana-Mana, Bundaran Monumen Pers Bak Arus Sungai

Screenshot_2016-06-19-15-33-26_1

PETUGAS SATLANTAS POLRESTA SOLO MENGARAHKAN WARGA YANG MELINTAS GENANGAN AIR DI KAWASAN PATUNG OBOR, MANAHAN, SOLO AGAR TIDAK MELALUI GENANGAN YANG PALING DALAM, SABTU (18/6/2016). HUJAN LEBAT YANG MENGGUYUR KOTA SOLO

Hujan deras di Kota Solo, Sabtu (18/6/2016), sejak sekitar pukul 18.00 WIB hingga malam hati, membuat sejumlah titik di wilayah tersebut tergenang air.

Pantauan Solopos.com, Sabtu malam, genangan air terjadi di sejumlah titik di Jl. Slamet Riyadi, antara lain sekitar Kantor Pengadilan (PN) Solo, termasuk Jl. Dr. Soepomo, hingga depan Toko Gramedia, dengan ketinggian air sekitar hingga mata kaki.

Kemudian titik lain yang muncul genangan air yaitu depan Gedung Batari. Di kawasan depan Pasar Klewer juga terjadi genangan air. Selain itu genangan air juga terjadi di Jl. Adi Sucipto, antara lain di kawasan bundaran Manahan, Jl. Menteri Supeno atau depan kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo, depan SPBU Manahan ke selatan.

Genangan air juga terjadi kawasan Patung Pandawa di Jl. Ir. Soekarno, Solobaru, Grogol, Sukoharjo, khususnya di lajur barat, sehingga beberapa kendaraan dialihkan ke lajur timur. Demikian juga di Jl. Raya Solobaru di lajur selatan.

Meskipun hingga sekitar pukul 21.00 WIB belum ada laporan terjadinya banjir, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Gatot Sutanto, menyatakan pihaknya siaga. Terlebih karena hujan deras juga terjadi di sekitar Solo, yakni Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten.

“Kami siaga, sebab hujan deras juga terjadi di Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri. Hingga saat ini ketinggian air di Jurug 3,7 meter,” ujar Gatot saat dihubungi melalui ponselnya, Sabtu malam.

Gatot mengakui, terjadi genangan air yang terjadi di beberapa titik. Menurutnya, itu diakibatkan sistem drainase yang kurang bagus.

Dia menambahkan, dari laporan yang masuk, juga ada ranting pohon yang patah di beberapa titik di Jl. Slamet Riyadi. Namun tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.

Sekjen Ninja 250R Community Soloraya, Hens Cavalera, menggambarkan genangan air di sejumlah titik di Solo sebagai yang cukup parah. Dia menyebut hujan deras satu jam saja sudah membuat Solo tergenang banjir.

“Solo banjirrrr parahhhh dimana2 banjir… hujan baru 1 jam tadi sdh banjir,,, skrg nyambung lagi hujannya,” katanya dalam pesan singkat keSolopos.com, Sabtu (18/6/2016) malam.

Dia mengabarkan Bundaran Monumen Pers seperti layaknya arus sungai. “Perempatan Timuran arah PKU atau di depan Super Indo, Jl. Wora-wari, samping Solo Paragon banjir tinggi, terus depan Sriwedari, depan BNI Arifin, Jl. Mayor Kusmanto, kawasan Pasar Legi,” katanya.

Dari banyaknya genangan air, sejumlah kendaraan mememilik lewat di Jl. Cipto Mangunkusumo. Hasilnya, jalan yang tergenang air itu justru menjadi macet lantaran banyaknya kendaraan yang melintas.

“Perempatan Purwosari arah Brengosan atau P. Kemerdekaan banjir. Jl. Wora-wari perempatan dgn Jl Cipto Mangunkusumo sampai Jl. Kalitan ujung pertigaan Jl. dr Moewardi ditutup, banjir paling dalam,” katanya.

18 Juni 2016 – Hujan Makin Lebat, Genangan Setinggi Ban Motor

GENANGAN AIR DI DEPAN LOJI GANDRUNG SOLO

GENANGAN AIR DI DEPAN LOJI GANDRUNG SOLO

Hujan makin lebat. Ini sesuai dengan prakiraan BMKG hujan lebat akan berlangsung hinga 20 Juni 2016.

Di Kota Solo, hujan yang mengguyur menyebabkan beberapa ruas jalan tergenang. Genangan rata-rata setinggi ban sepeda motor yang menyebabkan kendaraan roda dua harus ekstra hati-hati melewati genangan. Jika tidak menyebabkan sepeda motor mogok.

Bahkan beberapa saluran air, ketinggian air sepadan dengan jalan raya, pengendara yang melintas harus waspada jika tidak bisa terjerembab ke saluran air.

Beberapa ruas jalan yang mengalami genangan parah di antaranya:

  1. Jalan Slamet Riyadi kawasan Purwosari,
  2. Jalan Slamet Riyadi kawasan Sriwedari,
  3. Jl Supomo – Jl Yosodipuro,
  4. Depan rumah dinas Walikota Loji Gandrung,
  5. Depan Unisri Kadipiro,
  6. Kawasan Manahan,
  7. Depan SMPN 1 Solo di Manahan,
  8. Jl Adisucipto dekat Fajar Indah,
  9. Jl Duwet Raya Pabelan Kartasura Sukoharjo,
  10. Kawasan UMS Pabelan Kartasura Sukoharjo.

Genangan juga terjadi di wilayah Sukoharjo lainnya. Berdasarkan informasi dari pendengar Solopos FM, genangan terjadi di kawasan Cemani, Sanggrahan, Solo Baru dan Grogol Sukoharjo.

“Hujan deras akibatkan beberapa ruas jalan di Cemani terendam banjir, di antaranya disekitar Puskesmas Cemani. Termasuk di Desa Sanggrahan, barat PT Konimex, kedalaman mencapai 30 Cm. Mohon kepada dinas terkait, untuk cross ceck bantaran sungai. Sepertinya terjadi pendangkalan & penyempitan sungai,” ujar Julya Ardi di Cemani yang mengirim SMS ke hotline Solopos FM.

Senada dengan Sriyatmo, Jebres. “Hujan makin deras, debit air Kali Jenes meningkat. Sangat keruh dan banyak sampah ikut hanyut.”

19 Juni 2016 – Warga Joyotakan Mengungsi di Sepanjang Jalan Solo-Sukoharjo

06-20-02.35.06

Ratusan warga Joyotakan, Serengan mengungsi di sepanjang jalan raya Gading-Sukoharjo atau Jl. Brigjen Sudiarto, Minggu (19/6/2016) pagi. Banyaknya warga yang mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir mengakibatkan jalan tersebut macet total.

Ketinggian air di  rumah pompa Joyotakan mencapai 5 meter akibat meluapnya Sungai Jenes dan Kaliwingko, Sukoharjo. Kondisi itu mengakibatkan air meluap hingga ke rumah warga melalui pintu air.

Meluapnya Sungai Kaliwingko juga merendam warga Joyotakan kawasan Tanjunganom. Kantor Kelurahan Joyotakan dan puskesmas pembantu pun ikut terendam air setinggi 1 meter.

Seorang warga Joyotakan, Prapti, mengatakan air mulai masuk ke rumah warga pukul 03.30 WIB dengan ketinggian air 30 sentimeter. Air bertambah banyak pada pukul 06.00 WIB dengan ketinggian mencapai 1 meter dan masih bertahan hingga pukul 10.30 WIB. “Kami terpaksa mengungsi di pinggir jalan karena tempat pengungsian di kelurahan tidak cukup,” ujar Prapti kepada Solopos.com, Minggu.

Ia mengatakan awalnya hanya ada 50 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di kelurahan. Sampai akhirnya banjir meluap ke rumah warga sehingga yang terendam bertambah menjadi ratusan warga dan langsung mengungsi di pinggir jalan.

Sementara itu, Penjaga Pintu Air Joyotakan, Purwoko, mengatakan pompa air Joyotakan mulai dinyalakan pada pukul 02.00 WIB untuk mempompa air dari Kaliwingko dibuang ke Sungai Jenes.

“Kami membuka tiga pintu air Joyotakan karena kondisi air sangat banyak. Prediksi ketinggian air 5 meter di pintu Joyotakan bertahan lama karena air Sungai Bengawan Solo masih tinggi,” kata dia.

Banjir di Karanganyar

Screenshot_2016-06-19-19-36-27_1

Masjid milik warga Daleman hanya terlihat atap dan speakernya saja, karena tenggelam setinggi dua meter lebih. (suaramerdeka.com)

400-an Warga Diungsikan

Banjir melanda tiga kecamatan di Karanganyar, yakni di Jaten, Kebakkramat dan Tasikmadu, setelah hujan deras hampir tak berhewnti sejak pukul 17.00 sampai tengah malam, Sabtu (18/6) akhir pekan lalu.

Lebih dari 400-an warga atau sekitar 120 kepala keluarga (KK) diungsikan karena rumahnya terendam. Yang memprihatinkan warga Daleman dan Jomboran, Ngringo, Jaten yang hampir tidak sempat menyelamatkan harta bendanya sehingga ikut terendam air.

Hingga pukul 10.00 Minggu pagi, air masih merendam rumah setinggi rata-rata 1,5 meter dan masjid terendam setinggi 2 meter sehingga hanya terlihat atapnya saja. Kampung yang terletak di bantaran Sungai Bengawan Solo itu memang menjadi langganan banjir. Namun kali ini termasuk yang paling parah.

‘’Biasanya hanya selutut, atau paling tinggi sepaha saja. Namun tadi malam air datang sangat tiba-tiba sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Semua terendam termasuk pakaian, sehingga hanya yang dipakai ini yang bisa diselamatkan,’’ kata Suwarni, salah seorang warga.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang sejak Sabtu melakukan kunjungan kerja ke Karanganyar sempat mampir meninjau lokasi banjir dan juga tenda tempat warga mengungsi. Dia meminta semua sabar karena bencana kali ini hampir merata se Jateng.

‘’Sing penting nyawane lamet, ora ana korban. Seluruh daerah juga sudah siap dan semua sudah koordinasi. Kita suplai logistik untuk membantu dan ke depan kita cari upaya untuk bisa menanggulangi bencana agar tidak terulang,’’ kata dia.

Menurut Kadus Ngringo Guntoro, sampai pukul 19.00 air belum apa-apa sehingga warga masih tenang. Namun sekitar pukul 22.00, warga yang sudah mulai tidur dibuat terkejut karena air langsung datang dan masuk ke rumah.

‘’Semua sangat tiba-tiiba. Air tahu-tahu sudah masuk rumah, sehingga warga memilih keluar mengungsi tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Sekitar pukul 24.00 semua sudah keluar rumah dan Polisi, TNI serta BPBD menditikn tenda sambil membantu mengevakuasi anak-anak.’’

Sementara itu banjir di Papahan akibat meluapnya Kali Jongkang. Air meluap hingga menggenangi jalan. Polisi menutup jalan dari perempatan Papahan ke utara arah Tasikmadu, karena jalan tergenang dan penh dengan sampah yang dibawa banjir.

Banjir terparah menggenangi Perumahan Puri Papahan Permai. Air menenggelamkan kompleks perumahan itu setinggi sekitar satu meter. Air masuk dari sungai yang ada di belakang kompleks perumahan itu, setelah pagar pembatas ambrol sepanjang sekitar 20 meter.

Warga juga tidak sempat lagi menyelamatkan barang-barang sehingga tergenang. Namun setelah hujan reda, air langsung surut meninggalkan lumpur tebal yang ada di lantai rumah dan jalanan. Minggu pagi, warga bersama elemen masyarakat lainnya bekerja bakti membersihkan lumpur.

Banjir juga melanda Dusun Tangkilan, Desa Karangmojo, Tasikmadu. Sebanyak 24 kepala keluarga terpaksa diungsikan sementara. Namun pagi hari kemudian air langsung surut sehingga mereka memilih kembali ke rumah melakukan aksi bersih-bersih.

Adapun di Waru, Kecamatan kebakkramat, banjir menggenangi Desa Tlumpuk dan Dusun Ngunden. Sebanyak 40-an kepala keluarga terpaksa diungsikan karena rumahnya terendam. Mereka diungiskan ke masjid dan balai desa.

‘’Biasanya seiring dengan air yang juga surut dengan cepat, beberapa warga memilih kembali ke rumah melakukan bersih-bersih. Yang penting emua logistik dan suplai kebutuhan mereka terpenuhi,’’ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nugroho.

Banjir di Klaten

58 Rumah di Bener Terendam Banjir

Sebanyak 58 rumah di Desa Bener, Wonosari terendam banjir, Minggu (19/6/2016) dini hari. Banjir disebabkan Sungai Brambang yang melintas di desa setempat tak mampu menampung luapan air setelah diguyur hujan sejak Sabtu (18/6/2016) sore.

Salah satu warga, Kamto, menjelaskan air mulai masuk permukiman pada Minggu sekitar pukul 01.00 WIB.

Ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar 50 sentimeter. “Tadi sekitar pukul 08.00 WIB air sudah surut,” kata Kamto saat ditemui Solopos.com di Desa Bener, Minggu.

Sementara itu, Kades Bener, Suparmi, mengatakan sekitar 58 rumah terendam banjir berada di Dukuh Bogor, Bener, dan Tegalrejo. Kondisi itu terjadi lantaran air dari Sungai Brambang tak bisa mengalir ke Sungai Bengawan Solo yang sudah meluap. Ia mengatakan dari kejadian itu sekitar 20 ha sawah terendam air.

“Mudah-mudahan saja tidak hujan lagi sehingga air segera surut,” katanya.

Banjir di Sragen

06-20-02.01.31

Masaran-Plupuh Sragen Lumpuh

Jalan Masaran-Plupuh lumpuh lantaran tergenangan luapan Bengawan Solo, Minggu (19/6/2016) pagi. Warga harus memutar lebih dari 10 km.

Lilik Listyono, 55, warga Masaran, menyampaikan air terus naik sejak pukul 02.00 WIB. Gebangan air sampai setinggi 1 meter di Dusun Sari, Desa Pringanom, Masaran. Air juga menggenangi persawahan seluas belasan hektare.

Warga berbondong-bondong melihat luapan air. Sejumlah anak bermain air. Sebuah truk nekat melintas. Komandan Koramil Masaran, Kapten (Inf) Agus Suprapto, menyebut luasan lahan sawah yg tergenang 40 hektare. Dia mengatakan harga bisa jatuh karena kadar airnya meningkat. ”Yang tergenang Dukuh Sari RT 005 dan 006, Dukuh Bakung RT 007, kemudian Dukuh Jetak hanya sawah saja,” katanya. Sebanyak 11 rumah di Dukuh Bakung, Desa Prianganom, juga ikut terendam.

Solusi Yang Ditawarkan BBWS dan Pem Prov Jawa Tengah

Screenshot_2016-06-19-19-45-06_1

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memotret tanggul bantaran sungai Bengawan Solo. (suaramerdeka.com)

Ganjar: Atasi Banjir Bengawan Solo, Relokasi Atau Ditanggul

Ada dua alternatif yang akan ditawarkan dan diwacanakan mengatasi banjir langganan di Dusun Daleman, Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Yakni menanggul Sungai Bengawan Solo atau merelokasi sekitar 70-an warga yang ada di dusun tersebut.

‘’Kita akan memikirkan lagi bersama instansi terkait. Kalau membuat tanggul lanjutan, sebetulnya tinggal 200 meter lagi di sisi timur yang menyebabkan warga Daleman terlanda banjir langganan. Itu kita koordinasikan dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo. Atau kita relokasi warganya,’’ kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Dia mengemukakan hal itu usai meninjau lokasi banjir di wilayah Karanganyar itu, yang melanda warga yang ada di kampung bantaran sungai. Satu kampung sudah menjadi langganan banjir sejak tahun 2012 ketika mereka dipindahkan ke lokasi itu, setelah sebelumnya menjadi penghuni lahan liar di Kentingan Baru, Solo.

Gubernur mengatakan, sebetulnya tanggul sudah dibuat oleh BBWS BS namun hanya sekitar 200 meter dari jembatan di sisi utara. Karena itu justru di wilayah yang dihuni warga bantaran itu belum ditanggul. Panjangnya sekitar 200 meter.

Karena posisi wilayah itu yang memang lebih rendah dibandingkan sekitarnya, maka ketika air Bengawan Solo naik, bantaran yang dihuni sekitar 70-an kepala keluarga itu sudah pasti tergenang. Air biasa masuk setinggi lutut atau bahkan sampai ke paha. Itu terjadi tahun 2007.

06-19-07.21.35

Namun kali ini termasuk paling parah karena air sampai setinggi dada orang dewasa. Ketika banjir masuk dengan sangat tiba-tiba, warga kaget sehingga lebih berupaya menyelamatkan diri dan anak-anaknya dibandingkan menelamatkan hartanya.

‘’Nanti kita minta BBWS melakukan kajian apakah memungkinkan bisa dilakukan segera, menanggul sisa sekitar 200 meter ini ke arah utara. Kalau tanggul bisa dibuat sebagaimana sisi selatan, warga aman dari banjir, sebab selama ini air sungai tidak pernah naik melebihi tanggul,’’ kata Ganjar.

Namun kalau tidak bisa ditanggul, maka Pemprov bersama Pemkab Karanganyar akan mengupayakan relokasi. Tetapi justru prosesnya lebih panjang karena harus melakukan kajian dimana lkasi yang aman untuk relokasi, anggarannya, dan persiapan lainnya.

06-19-07.19.02

‘’Kita juga akan tanya kepada warga, pilih yang mana. Sebab bisa jadi ada yang memilih tetap di lokasi itu asalkan aman, sebab matapencahariannya. Jadi kita cari solusinya, yang penting banjir jangan sampai ada lagi,’’ kata dia.

Sementara itu Kapolsek Jaten AKP AY Subandi mengatakan, sampai pukul 21.00 air Bengawan Solo masih di bawah garis merah bahaya. Karena itu warga masih tenang-tenang saja. Namun setelah itu dengan cepat naik sampai 70 centimeter di atas garis merah.

‘’Kami terus menerus melakukan pemantauan di lokasi bersama Camat dan Danramil. Pergerakan air memang sangat cepat apalagi sampai malam ternyata di wilayah hulu di Wonogiri dan juga Sukoharjo, hujan deras masih terus turun,’’ kata dia.

 

Galeri Foto Banjir Solo Raya

05.01.49

Perjalanan ke Solo lewat Fly Over, Palur, Jaten Karanganyar


06-19-04.58.51

Ruas jalan di bawah jembatan Jurug, Solo tergenang banjir


19-04.53.58

Bantaran Sungai Bengawan Solo Jurug – Pucang Sawit, Jebres Solo masih meluap.


57.30

Bantaran Sungai Bengawan Solo Jurug – Pucang Sawit, Jebres Solo masih meluap, taman kota di rest area terendam.


06-19-04.55.43

Rumah warga Pucang Sawit, Jebres, Solo tergenang air.


06-19-04.52.10

Jl Sidoluhur, Waringin Rejo, Cemani, Grogol Sukoharjo terendam banjir.


06-19-04.25.01

Jalan perkampungan Kwarasan, Baki, Sukoharjo terendam banjir.


06-19-05.14.18

Jl. Ir Sukarno, arah Tanjung Anom – Solo Baru Terendam banjir.


06-19-05.12.23

Jl. Ir Sukarno, arah Tanjung Anom – Solo Baru Terendam banjir.


06-19-04.48.47

Perumahan Etnis Tyonghua di Perbatasan Langen Harjo – Solo Baru, Sukoharjo terendam banjir.


06-19-04.20.59

Perumahan Etnis Tyonghua di Perbatasan Langen Harjo – Solo Baru, Sukoharjo terendam banjir.


04.18.24

Seorang anak kecil bernama Nanda membersihkan sampah yang menghambat saluran air di kompleks perumahan etnis Tyonghua di perbatasan Langen Harjo – Solo Baru, Sukoharjo.


06-19-04.16.35

Nanda dan kedua keponakannya bermain di genangan air hujan di sebelah warung milik orang tua Nanda.


09.37

Suasana di sekitar Patung Pandawa Solo Baru, Sukoharjo.


11.57

Warga Langen Harjo, Grogol, Sukoharjo memancing ikan di lokasi banjir karena ada beberapa tambak ikan yang jebol.


13.14

Ruas Jalan Langen Harjo, Grogol, Sukoharjo terendam banjir.


06-19-07.17.26

Persawahan warga Telukan, Grogol, Sukoharjo terendam banjir.


06-19-07.14.23

Persawahan warga Telukan, Grogol, Sukoharjo terendam banjir.


Referensi

  • ^solopos.com/2016/05/09/longsor-solo-tanggul-anak-sungai-bengawan-solo-kian-memprihatinkan-ini-penyebabnya-717615
  • ^solopos.com/2016/06/18/banjir-solo-kali-jenes-kembali-meluap-rumah-warga-terendam-air-setinggi-lutut-730244
  • ^solopos.com/2016/06/18/banjir-solo-banjir-dimana-mana-bundaran-monumen-pers-bak-arus-sungai-730255
  • ^solopos.com/2016/06/18/hujan-deras-solo-hujan-makin-lebat-genangan-setinggi-ban-motor-hindari-ruas-jalan-di-kota-solo-ini-730221
  • ^berita.suaramerdeka.com/banjir-karanganyar-400-an-warga-diungsikan/
  • ^berita.suaramerdeka.com/ganjar-atasi-banjir-bengawan-solo-relokasi-atau-ditanggul/
  • ^solopos.com/2016/06/19/banjir-solo-warga-joyotakan-mengungsi-di-sepanjang-jalan-solo-sukoharjo-730375
  • ^solopos.com/2016/06/19/banjir-soloraya-bengawan-solo-meluap-masaran-plupuh-sragen-lumpuh-730357
  • ^solopos.com/2016/06/19/banjir-klaten-58-rumah-di-bener-terendam-banjir-730406
  • ^harianjogja.com/baca/2016/06/19/bencana-jateng-korban-tewas-bertambah-jadi-35-orang-mayoritas-tertimbun-longsor-730493
  • Dokumentasi pribadi
Iklan

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s