Taman Satwa Taru Jurug

06-20-01.12.16

Taman Satwa Taru Jurug atau biasa di kenal dengan kebun binatang Jurug. Kebun binatang jurug ini terletak di jalan ir Sutami No. 40 Kentingan Jebres, Surakarta atau di sebelah kampus universitas sebelas maret. Taman satwa ini terkenal cukup strategis karena terletak di pinggiran kota sehingga mudah untuk di jangkau.

Taman satwa taru jurug ini berdiri sejak tahun 1870-an onleh Sultan Hamengkubuwono X sebagai tempat konservasi baik binatang maupun tumbuhan. Pada mulanya, tempat ini hanya memiliki sedikit koleksi binatang, namun seiring engan berkembang nya waktu, maka taman satwa taru jurug ini juga mengembangkan fasilitas yang ada di taman nya termasuk menambah koleksi binatang yang ada. Taman wisata taru jurug memiliki koleksi binatang langka seperti burung merak hijau, harimau sumatera, iguana, komodo dan hewan-hewan langka lainya. Tak hanya satwa, di tempat ini juga terdapat berbagai macam jenis tumbuhan baik yang berbentuk kecil maupun yang berbentuk besar seperti pohon akasia, pohon pinus, pohon cemara dan pohon flamboyan. Pohon-pohon tersebut tak hanya berfungsi sebagai konservasi, tetapi juga bisa di jadikan sebagai tempat berteduh dan penghijauan.

Fasilitas

Fasilitas yang ada di taman wisata taru jurug cukup banyak, seperti aneka wahana permainan baik untuk dewasa dan untuk anak-anak. Fasilitas tersebut berupa kereta mini, kolam renang, wahana air. Sehingga seluruh pengunjung bisa mencoba untuk menikmati wahana tersebut setelah lelah berkeliling melihat satwa yang ada di kebun binatang tersebut. Tak hanya itu saja, setiap hari-hari tertentu ataupun setiap tahun sekali di kebun binatang Jurug ini selalu diadakan pementasan reog ponorogo dan juga pertunjukan music dan festival gethek yag di gelar sangat meriah. Tujuan dari adanya aneka pertunjukan tersebut tentu saja untuk menarik para wisatawan berkunjung di taman satwa taru jurug ini, terutama para wisatawan internasional. Di taman wisata ini juga terdapat sebuah monemun slah seorang maestro yang di kenal dengan lagunya bengawan solo, konon lagu tersebut menginspirasinya saat dia sedang duduk di taman satwa taru jurug tersebut.

Di taman wisata tarujurug tersebut juga terdapat berbagai macam kios oleh-oleh bagi para pengunjung yang ingin membawakan cinderamata bagi keluarganya. Sehingga anda tak perlu bingung bila ingin mencari oleh-oleh untuk keluarga, karena disini sudah tersedia cukup lengkap. Tak hanya toko atau kios cinderamata, disini juga terdapat warug kuliner yang bisa nada coba, warung kuliner disini menyediakan berbagai menu makanan terutama makanan khas Solo atau Surakarta Jawa Tengah.

Akses

Bila ingin sampai di Taman wisata tau jurug ini, maka anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, karena terletak di pinggir kota, sehingga jalan yang di lalui tentu saja tidak sulit dan strategis. Jika anda menggunakan kendaraan umum seperti bus, anda berhenti saja di universitas sebelas maret karena kebun binatang ini sangat berdekatan dengan kampus tersebut.

Riwayatmu Kini

Sepi pengunjung, para pedagang dan warga sekitar memancing di danau buatan yang sudah tak berfungsi

Sepi pengunjung, para pedagang dan warga sekitar memancing di danau buatan yang sudah tak berfungsi

Keadaan Taman Satwa Taru Jurug Surakarta Memprihatinkan

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang terletak di sebelah timur Kota Solo, dekat dengan perbatasan karanganyar
telah kehilangan Pamornya sebagai primadona pariwisata.

Betapa kecewanya Saya ketika berkunjung kembali Ke TSTJ, taman satwa ini terlihat tidak terurus dengan baik, danau buatan yang ada di tengah-tengah taman satwa ini pun airnya sangat tidak layak untuk dilihat, bahkan satwa dilindungi yang ada di taman satwa ini bisa dihitung dengan jari, pedagang makanan di sekitar area ini pun juga kurang begitu peduli dengan
keadaan taman wisata ini, hal ini dapat saya lihat pada tikar yang digunakan untuk duduk menikmati hidangan sudah tidak layak pakai, untuk mencari tempat sampah saja di taman ini sangatlah sulit.

Sebagian dari danau buatan di Taman Satwa ini digunakan untuk memancing oleh penduduk sekitar dan para pedagang karena sepinya warung.

Bahkan banyak penduduk sekitar dengan leluasa masuk keluar melalui tembok sebelah barat yang menjadi pembatas taman satwa ini.

Sebenarnya masih ada keinginan masyarakat untuk melihat satwa dan berjalan-jalan mengisi liburam ke TSTJ ini.

Saya sebagai warga Sukoharjo ikut kecewa jika melihat keadaan TSTJ sekarang ini. Semoga Pemerintah Kota Surakarta dapat menangani masalah ini seperti halnya PemKot Surakarta yang ingin mensukseskan Kota Solo sebagai Kota Wifi, diharapkan untuk mensukseskan juga TSTJ dengan sebaik-baiknya, Karena TSTJ bukan hanya milik warga Surakarta, tetapi juga milik Kita semua.

Taman Gesang pun Tak Terurus

06-20-01.39.18

Taman Gesang di kawasan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Jawa Tengah, berkondisi memprihatinkan. Dedikasi warga Negeri Sakura terhadap maestro keroncong asal Solo, Gesang, seakan dibiarkan terlantar.

Tman Gesang di sisi paling timur TSTJ ini mangkrak. Terdapat empat unit gazebo yang seluruhnya beratap jebol.

Pemasangan ayunan taman di bantaran Sungai Bengawan Solo ini muspra, karena semuanya sudah tak bisa dipakai.

Taman ini dulunya dibangun komunitas pecinta keroncong asal Jepang, puluhan tahun silam. Sejak saat itu, turis dari Jepang rutin mengunjungi Taman Jepang dalam perjalanan wisatanya ke Indonesia. Akan tetapi frekuensi kunjungan semakin renggang seiring kondisi memprihatinkan Taman Gesang. Bahkan, jumlah kunjungan bisa dihitung jari.

“Terakhir kali ada rombongan turis. Sepertinya asal Korea. Tapi tidak lama melihat-lihat langsung pergi,” kata Sri Mulyati, 52, pemilik warung di depan Taman Gesang, Rabu (20/11/2013).

Menurut pedagang yang sudah berjualan di TSTJ selama 30 tahun ini, kondisi memprihatinkan Taman Gesang menjadi pemandangan biasa. Tidak mengherankan jika pengunjung TSTJ tak betah berlama-lama di Taman Gesang.

Gesang (Alm), Pahlawan Nasional yang diabadikan di Taman Satwa Taru Jurug

Gesang (Alm), Pahlawan Nasional yang diabadikan di Taman Satwa Taru Jurug

“Katanya sih mau diperbaiki. Tapi sampai sekarang begini-begini saja,” jelasnya.

Mengadopsi lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang, taman ini membelakangi aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. Posisinya tepat untuk tempat bersantai sambil menikmati pemandangan Bengawan Solo. Dulunya, Taman Gesang dipakai menggelar orkes keroncong yang ramai diminati pengunjung.

“Terakhir ada keroncongan di Taman Gesang sekitar tujuh tahun lalu. Sekarang berhenti sama sekali,” lanjutnya.

Pentas langgam Jawa dan musik keroncong mulai tercerabut dari taman itu, dari yang digelar setiap tiga kali sepekan menjadi sekali tiap bulan. Sejak 2003 lalu, pentas musik keroncong benar-benar moksa. Satu satunya penanda Taman Gesang adalah gapura yang menuliskan nama sang maestro dan sebuah monumen berupa patung Gesang berikut pahatan partitur lagu Bengawan Solo.

Direktur Utama TSTJ Lilik Kristianto merencanakan revitalisasi Taman Gesag dalam skenario pengelolaan baru kawasan tersebut. “Dua konsep pengelolaan TSTJ, yakni secara mandiri maupun oleh investor, tentu akan memperhatikan Taman Gesang,” kata dia.

Belum Tambah Koleksi Binatang

Belum ada koleksi hewan baru di Taman Satwa Taru Jurug di Jl Ir Sutami Nomor 40, Jebres, Solo, Jawa Tengah.

Seorang petugas yang berjaga di pintu loket, Kamis (24/3/2016), mengatakan koleksi Kebun Binatang Jurug masih sama seperti sebelumnya.

“Belum ada rencana menambah (koleksi) lagi,” ucap pria penjaga pintu loket yang tak mau disebutkan namanya.

Dari pantauan TribunSolo.com, Kamis siang, kawasan Taman Satwa Taru Jurug tampak lengang.

Hanya ada beberapa pasangan keluarga yang terlihat tengah bersantai di bawah pohon. Begitupun pada halaman depan atau pintu loket cukup sepi.

Taman Jurug menawarkan suasana alam, dihiasi pohon-pohon besar dan rindang. Kebun binatang ini dihuni berbagai spesies hewan seperti monyet.

Taman Satwa Taru Jurug terletak di timur kota Solo, dekat perbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. Taman wisata ini dulunya primadona pariwisata di Kota Solo, sekarang hanya tinggal kenangan. Taman Satwa Taru Jurug, riwayatmu kini…

Galeri Foto

06-20-12.58.56

Tampak dari depan


06-20-01.01.24

Pintu Gerbang Taman Satwa Taru Jurug


06-20-01.04.57

Shelter Menaiki Gajah Tunggang Sepi dan tidak ada petugas pelatih Gajah


06-20-01.07.38

Kandang Gajah Tunggang (Gajah Wisata untuk dinaiki pengunjung) tidak ada satu gajahpun di lokasi


06-20-01.12.16

Denah lokasi Kebun Binatang


06-20-01.13.51

Sisi Timur Taman Satwa Taru didekat Sungai Bengawan Solo kumuh tak terawat (apalagi setelah diterjang banjir 18 – 19 Juni 2016) sampah bergelantungan di pepohonan


06-20-01.15.03

Danau buatan di tengah taman yang dahulunya dipakai untuk wisata air (naik perahu wisata), sudah tidak berfungsi


06-20-01.16.57

Deretan warung banyak yang tidak buka lagi karena sepi pengunjung


06-20-01.18.38

Deretan warung banyak yang tidak buka lagi karena sepi pengunjung


06-20-01.26.01

Deretan warung banyak yang tidak buka lagi karena sepi pengunjung


06-20-01.24.09

Pintu masuk Taman Gesang di dalam Taman Satwa Taru Jurug


06-20-01.22.34

Deretan warung banyak yang tidak buka lagi karena sepi pengunjung


06-20-01.21.25

Taman Gesang yang kumuh, seperti tak layak disebut taman lagi


06-20-01.19.56

Jembatan Kereta Api diatas bantaran Sungai Bengawan Solo terlihat dari Taman Gesang


06-20-01.27.03

Danau buatan yang sudah tidak berfungsi


06-20-01.28.14

Pintu loket perahu wisata sudah tidak berfungsi


06-20-01.29.36

Aquarium yang dulunya terdapat banyak spesies ikan, sekarang sudah tak berfungsi lagi


06-20-01.30.22

Pintu masuk Aquarium. Aquarium yang dulunya terdapat banyak spesies ikan, sekarang sudah tak berfungsi lagi


06-20-01.31.17

Danau buatan yang sudah tidak berfungsi


06-20-01.31.17

Danau buatan yang sudah tidak berfungsi


06-20-01.32.36

Tempat peristirahatan pengunjung sudah tak terpakai


06-20-01.33.33

Pintu loket perahu wisata sudah tidak berfungsi


06-20-09.01.03

Sumber

  • ^wisatatiga.com/2016/01/tiket-masuk-taman-satwa-taru-jurug.html?m=1
  • ^klatenupdate.com/103/keadaan-taman-satwa-taru-jurug-surakarta-memprihatinkan/
  • ^solo.tribunnews.com/2016/03/24/taman-satwa-taru-jurug-solo-belum-tambah-koleksi
  • ^daerah.sindonews.com/read/808319/22/taman-gesang-tak-terurus-1384984371
  • Dokumentasi pribadi
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s