Perempuan muslim diusir dari kampanye Donald Trump

Seorang wanita muslim diusir dari situs kampanye Donald Trump setelah menggelar aksi diam memprotes bakal calon presiden utama Partai Republik yang melarang muslim masuk ke AS.

Dari tayangan televisi dari arena di South Carolina itu terlihat sang wanita bernama Rose Hamid, pramugari berusia 56 tahun, mengenakan kerudung baju hijau longga bertuliskan “Salam. Saya datang dengan damai.”

Dia berdiri diam mematung menghadap podium ketika  para pendukung Trump berdiri.

Kemudiann dia dibawa ke luar begitu para pendukung Trump mengacung-acungkan spanduk ke depan wajahnya dan meneriaki wanita itu.

Hamid mengatakan bahwa salah seorang pendukung Hamid meneriaki dengan kalimat, “Kamu bawa bom, kamu bawa bom.”

“Kegilaan sungguh datang begitu cepat dan itu benar-benar mengerikan,” kata Hamid kepada CNN.

Sebaliknya Trump bereaksi dengan berkata, “Ada kebencian terhadap kita yang sulit dipercaya. Ini kebencian mereka. Ini bukan kebencian kita.”

Namun kelompok pembela hak muslim utama di AS, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), mengutuk pengusiran Hamid itu dan mendesak Trump meminta maaf.

“Gambaran seorang wanita muslim dikasari dan diusir dari kampanye politik telah mengirimkan pesan mengerikan kepada muslim Amerika,” kata Direktur Eksekutif CAIR Nihad Awad.

Kaum muslim di AS menghadapi reaksi buruk menyusul serangan teror di Paris November silam dan serangan San Bernardino di California pada 2 Desember, demikian AFP. [1]

Pelajar perempuan muslim berkerudung dipanggil teroris oleh teman sekolahnya. Anak lelaki bernama Mohammad meminta diganti namanya menjadi Mo, dan para pelajar dari Amerika Latin mendesak orang tuanya membawa mereka pindah ke tempat asal.

06-22-01.08.34

Fenomena itu, menurut survei dari lembaga Pusat Hukum dan Kemiskinan Selatan (SPLC), dipengaruhi oleh retorika kampanye Donald Trump, salah satu kandidat Presiden Amerika Serikat. Dari 2.000 sekolah yang jadi responden ditemukan bahwa dua per tiga siswa, terdiri dari muslim, kulit hitam, imigran Amerika Latin dan minoritas lainnya rentan intimidasi.

Guru-guru mengakui bahwa nickname atau panggilan akrab bagi seorang teman adalah wajar di sekolah AS. Namun, belakangan sejak kampanye Trump yang antimuslim dan antiimigran, panggilan berubah menjadi ejekan yang ganas.

Maureen Costello, seorang ahli pendidikan di SPLC kepada Al Jazeera, bahaya rasisme telah nyata menyebar di sekolah.

“Kami telah melihat 10 tahun lebih anti-bullying berlangsung. Namun, sekarang bergulir kembali oleh suasana bermusuhan di banyak sekolah. Guru menjelaskan kekecewaan, depresi dan putus asa di antara anak-anak yang merasa tertekan dengan apa yang dipikirkan orang terhadap mereka selama ini,” kata Castello.

Pelajar muslim dan anak berkulit cokelat diejek dengan sebutan antek ISIL (Negara Islam Irak dan Levant, nama lain Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS).

Beberapa murid Meksiko kini takut akan janji calon presiden dari Partai Republik itu untuk mendeportasi sekitar 11 juta migran tidak berdokumen jika terpilih. Anak-anak khawatir mereka dan orang yang mereka cintai, akan ditendang keluar dari AS. [2]

Inilah 10 Pernyataan Kontroversial Donald Trump

06-22-01.03.42

Donald Trump pengusaha yang katanya hampir “bangkrut” ini juga membuat pernyataan yang menghebohkan dunia. Apa saja pernyataanya itu? Berikut ini kami berhasil merangkum beberapa pernyataan Donald Trump yang sangat kontroversial:

1. Donald Trump Melarang Umat Muslim Datang Ke Amerika

Begitu banyak Muslim seluruh dunia membenci Amerika Serikat sehingga penting bagi negeri itu untuk melarang mereka (umat muslim) masuk.

Sampai kita bisa memilah dan mengerti masalah ini, mengapa mereka membenci kita, bahaya ancaman itu masih nyata. Negara kita tidak bisa lagi menjadi korban penyerangan bagi mereka yang hanya mengerti soal jihad, dan tidak punya rasa hormat terhadap kemanusiaan.

Pernyataan Donald Trump itu langsung dikecam oleh calon kandidat DemokratMartin O’Malley. Ia mengatakan lawannya itu berkampanye untuk Presiden AS sebagai orang yang rasis.

Pernyataan ini disampaikan oleh Donald Trump beberapa jam sebelum dirinya melakukan kampanye di atas kapan induk USS Yorktown, kapal peninggalan perang dunia II yang berlabuh dekat Charleston South Carolina. Lokasi tersebut sengaja dipilih untuk memperingati 74 tahun penyerangan Jepang ke Pearl Harbor.

2. Memberi Tanda Pengenal Khusus Untuk Orang Muslim

23 November lalu Donald Trump menganjurkan semua umat muslim didaftarkan ke dalam data base terpisah. Ia memaksa mereka untuk membawa KTP khusus.

Kita harus melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sejumlah orang akan kecewa dengan hal ini, aku pikir keamanan berada di pikiran dan tanganku ketika menjadi presiden nanti.

3. Menutup Seluruh Masjid yang Ada di Amerika Serikat

Bakal calon presiden itu mengatakan bahwa Amerika harus menutup sejumlah masjid di Negara Paman Sam. Hal ini sebagai upaya mencegah serangan garis keras.

Kita harus mengawasi dan meneliti masjid-masjid, karena banyak pembicaraan terjadi di tempat-tempat itu,” kata Trump kepada stasiun televisi MSNBC.

4. Mendeportasi 11 Juta Orang Hispanik yang Tidak Memiliki Dokumen Lengkap

5. Hina Imigran Asal Meksiko

Untuk Memerangi teroris Donald Trump ingin Meksiko membuat tembok tinggi di perbatasan dengan AS.

Karena mereka (Orang Meksiko) mengirimkan masalah. Orang-orang Meksiko bawa obat-obatan, mereka bawa kriminal. Mereka pemerkosa, meski saya berasumsi, ada orang baik juga,” ucapnya.

Komentar Donald Trump yang merendahkan imigran langsung dikritik, dicela dan dikecam oleh para imigran dan pejuang hak asasi manusia di dunia.

6. Menghina Seorang Wanita Pembawa Acara Televisi Fox News

06-22-01.02.30

Megyn Marie Kelly namanya, seorang wanita penyiar televisi yang dihina oleh Donald Trump 8 Agustus lalu dalam sebuah acara Debat calon Presiden.

Anda sudah memanggil wanita yang Anda tidak sukai dengan julukan babi gemuk, anjing, dan hewan menjijikkan, kata Kelly. Ia menanyakan apakah perilaku semacam itu mencerminkan seorang pria yang harus dipilih sebagai presiden.

Nggak hanya sampai disitu, Donald Trump kembali membuat pernyataan dengan mengatakan bahwa Kelly sedang Menstrubasi. kata Trump kepada wartawan CNN, Don Lemon.

Anda bisa melihat ada darah yang keluar dari matanya, darah yang keluar dari dia … dari mana pun.

7. Mengusir Wartawan Keturunan Meksiko Saat Sesi Wawancara Sedang Berlangsung

06-22-01.01.31

Jorge Ramos adalah pembawa acara terkenal untuk Univision, jaringan televisi hispanik terbesar di Amerika Serikat.

“Permisi,” kata Donald Trump saat ia melihat Jorge Ramos berdiri dan mengangkat tangan.

“Duduk. Kamu tidak dipanggil. Duduk,” suruh Donald Trump yang sedang berdiri di podium, seperti dikutip dari Sidney Morning Herald.

Ramos tak kalah sengitnya membalas Donald Trump. “Saya wartawan, saya imigran, dan saya penduduk senior,” ujar Ramos. “Dan saya berhak bertanya.”

Seperti biasa, Trump membalas dengan arogan kepada wartawan yang pernah mendapatkan julukan sebagai ‘Orang Paling Berpengaruh di Dunia’ versi majalah Time pada 2015. “Balik saja kamu kepada Univison,” kata Trump seraya memberi sinyal kepada seorang penjaga keamanan untuk mengusir Ramos.

8. Mencela Wajah Kandidat Calon Presiden Carly Fiorina Saat Debat Kedua Calon Presiden

06-22-12.59.57

Lihat mukanya! Ada gitu yang mau milih dia sebagai presiden? Bayangkan muka kayak gitu jadi presiden AS? ejek Trump saat debat kedua GOP 9 September 2015.

Fiorina pun menjawab, Seluruh rakyat AS mendengarnya, Tuan Trump.

9. Mencela Gaya Rambut Terbaru Hillary Clinton

06-22-12.58.47

Calon kandidat presiden lainya kembali kena celaan empuk Donald Trump. Kali ini sasarannya adalah Hillary Clinton, capres dari Partai Demokrat. Penampilan Hillary dengan model rambut barunya membuat Trump sedikit terprovokasi.

Biar saya bilang, perubahan itu membuatku terkejut. Karena mungkin dia pakai wig, tapi itu sungguh model rambut yang masif. Rambutnya benar-benar tidak bagus, ujar Trump yang rambutnya sendiri telah menjadi sasaran olok-olokkan selama ini, seperti dilansir dari CNN 12 November 2015.

10. Menentang dan Tidak Mendukung Barack Obama Sebagai Presiden AS

Semua berawal dari kicauan Trump 2011 lalu yang mengatakan bahwa Obama adalah seorang Muslim. Hanya selang beberapa jam setelahnya, bakal calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clintonmengatakan tindakan Trump tidak terpuji itu mengganggu dan salah.

Kecaman juga dilayangkan oleh saingannya dari Partai Republik, senator dari South Carolina Lindsey Graham yang mengatakan Trump seharusnya meminta maaf.

Tetapi Trump menyerang kembali dengan sejumlah kicauannya di Twitter:

Apakah saya secara moral wajib untuk membela Presiden setiap seseorang mengatakan sesuatu yang buruk atau kontroversial tentang dia? Saya rasa tidak!

Jika seseorang membuat sebuah pernyataan yang buruk atau kontroversial mengenai saya kepada Presiden, apakah Anda pikir dia akan membela saya? Tidak ada peluang untuk itu! tulis Trump.

Selain masyarakat di US yang jengkel dengan sikapnya, banyak rekan calon kandidat lain dari Partai Republik sendiri juga geram dengan kelakuan Donald Trump.

Inilah yang terjadi jika kebencian dan keabsurdan berubah menjadi ketakutan. Donald Trump adalah campuranXenophobia, takut dengan orang asing dan bodoh tentang agama. Pernyataannya jelas menyakiti perjuangan orang-orang yang sedang melawan teror.

Kalau sekelumit pertanyaan muncul, sebenarnya siapa yang diserang dan siapa yang menyerang? Andai Donald Trump mengenal Islam yang sesungguhnya, pasti dia tidak akan mengeluarkan pernyataan yang tidak cerdas itu. Maklum, Donald Trump itu farhat abbasnya Indonesia. Ada-ada saja Donald Trump ini, “Nggolek Sensasi Wae!” [3]

Debat di kelas tentang Islam dan Terorisme

Seorang dosen asal India, kemungkinan besar Muslim, menjelaskan kuliah tentang Islam di sebuah kelas ruang kuliah di perguruan tinggi di Amerika. Mahasiswanya tampak dari berbagai negara, jumahnya sekitar 25 orang. Saya tuliskan dan terjemahkan dialog dalam video itu.

“Kata ‘jihad’ dalam Al-Qur’an disebut sebanyak 41 kali,” kata sang dosen, “kata ‘mercy’ (ampunan), ‘peace’ (damai) dan ‘compassion’ (perasaan kasihan) disebut kurang lebih sebanyak 355 kali.”

“Tok ..tok … took …!” tiba-tiba pintu kelas ada yang mengetuk. Seorang mahasiwa India masuk. “Ya ayo masuk. Silahkan duduk Riyaz,” kata sang dosen menyambut. Ia meneruskan kuliahnya: “Berbeda dengan kepercayaan yang populer di masyarakat Barat, Islam adalah agama yang mengajarkan damai dan toleransi.”

Seorang mahasiswi Amerika segera angkat tangan.
“Ya silahkan, Patricia!” kata dosen memberikan kesempatan bicara.
“Jika benar Islam mengajarkan perdamaian, mengapa wilayah Islam menjadi tempat yang paling bermasalah di dunia? Seperti Jalur Gaza, Afghanistan, Irak? Semua negara itu terkait dengan terorisme Islam,” kata Patricia.

“Itu tergantung dari definisi terorisme yang Anda maksud,” jawab sang dosen, “ada yang berpendapat invasi Amerika ke negara-negara seperti Afghanistan dan Irak adalah tindakan terorisme.”

“Tidak. Itu adalah langkah untuk menghapuskan rezim despotik,” sanggah Patricia lagi.
“Atau sebuah usaha untuk merebut minyak?” jawab dosen.
“Itu teori konspirasi,” komentar mahasiswa bule yang lain.

“Boleh saya bicara?” Riyaz, mahasiswa yang tadi masuk terlambat, angkat tangan. Semua mata mengarah ke dia. “Ya silahkan Riyaz,” kata dosen.

“Betul kata En Khan (nama dosen). Maksud saya, bila kita bicara tentang terorisme, teroris terbesar di dunia ini adalah negara-negara super power Barat.”

“Ah, yang bener aja bung,” celetuk seorang mahasiswa bule.
“Oh iya benar. Mari kita lihat ini,” kata Riyaz.

“Coba Anda jelaskan tentang peristiwa 9/11?” pinta Patricia ke Riyaz.
“Oke,” kata Rizaz tenang, “Anda tahu berapa jumlah korban peristiwa 9/11?”
“Sekitar 3.000 orang,” kata Patricia.

“Dan Anda tahu berapa jumlah korban pengeboman di Afghanistan? Coba hitung itu. Lebih dari 15.000 orang mati dan itu baru laporan resmi. Dan 50.000 ton bahan eksplosif diledakkan kepada warga sipil yang tidak bersalah, laki-laki, perempuan dan anak-anak,” jelas Riyaz.

“Tapi itukan akibat dari Taliban juga,” sanggah Patricia lagi. Suasana kelas cukup tegang.

“Dan kalian tahu bahwa Taliban adalah ciptaan CIA untuk melawan Rusia?”
“Terserahlah. Faktanya Taliban masih memelihara para teroris itu,” kata mahasiswa bule yang lain lagi.

“Betul, teroris yang sampai sekarang tak pernah ditemukan itu? Sama dengan senjata pembunuh massal yang dituduhkan ke Irak dan belum pernah ditemukan itu? Dan kalian tahu berapa jumlah korban mati di Irak? 500.00 penduduk mati dan itu masih bertambah. Dan apa yang dikatakan Inggris dan Amerika atas senjata pemusnah yang belum ditemukan itu? Mereka ringan saja mengatakan: maaf! Tapi anehnya masih saja tak mau melepaskan cengkraman atas negara-negara itu.”

“Apa yang ingin Anda sampaikan sebenarnya?!!” Mahasiswa yang tadi bilang ‘teori konspirasi’ memotong penjelasan Riyaz dengan nada agak menaik.

“Yang ingin saya katakan adalah hanya karena kalian orang Amerika dengan pakaian yang keren dan mengaku sebagai presiden, lalu mengecualikan kalian sebagai teroris?” Si mahasiswa yang memotong itu diam, dan Riyaz meneruskan lagi: “Jika kalian tidak berhenti mengintervensi urusan negara orang lain, kalian juga sama saja.”

“Kalau kamu Muslim merasa seperti itu,” Patricia memotong agak tersinggung, “mengapa kalian tidak keluar saja dari negara kami?” Suasana lebih tegang. Riyaz berfikir sejenak.

“Oke,” dengan tatapan tajam, Riyaz mengarahkan pandangannya ke Patricia dan menjawabnya dengan tenang dan meyakinkan: “Kami akan keluar. Asalkan kalian berjanji akan keluar meninggalkan negara kami terlebih dahulu.”

Semua diam. Kelas tegang tapi tenang dan pembicaan berakhir. Tak ada lagi yang berkomentar. [4]

Jadi, Jawaban Untuk Pernyataan Donald Trump Agar Muslim Keluar Dari USA adalah:

“Muslim akan keluar, asalkan USA berjanji akan keluar meninggalkan negara muslim terlebih dahulu.”

Referensi

  • [1] antaranews.com/berita/539072/perempuan-muslim-diusir-dari-kampanye-donald-trump
  • [2] pikiran-rakyat.com/luar-negeri/2016/04/13/kampanye-donald-trump-ciptakan-teror-di-sekolah-366601
  • [3] ngonoo.com/2015/12/120314/10-pernyataan-kontroversial-donald-trump-yang-menghebohkan-dunia/
  • [4] moeflich.wordpress.com/2015/06/29/keren-debat-di-kelas-tentang-intervensi-negara-islam-dan-terorisme/#more-6262
Iklan

One response »

  1. Roy berkata:

    Keren, saya suka sekali dengan tulisan-tulisan di atas.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s