Sebelum Memilih Rumah, Perhatikan Calon Tetangga Kita

Screenshot_2016-06-23-07-19-55_1

Ketika kita telah menjalin rumah tangga, tentu kita tidak ingin selamanya tinggal bersama dengan orang tua bukan? Ya, memilih rumah baru adalah cara yang pas untuk bisa tinggal di rumah sendiri. Tapi, tahukah Anda, bahwa ternyata memilih rumah itu tidak bisa asal pilih. Mengapa demikian? Sebab, rumah yang akan kita tempati itu boleh jadi memberikan pengaruh yang buruk bagi kita dan anggota keluarga kita. Dan salah satu yang harus diperhatikan sebelum memilih rumah ialah memilih tetangga.

Tetangga pada zaman kita sekarang ini, memiliki pengaruh yang tidak kecil terhadap tetangga di sebelahnya. Karena saling berdekatannya rumah-ruamah dan berkumpulnya mereka dalam flat-flat, kondominium atau apartemen.

Rasulullah SAW mengabarkan, empat hal termasuk kebahagiaan, di antaranya tetangga yang baik. Beliau juga menyebutkan empat hal termasuk kesengsaraan, di antaranya tetangga yang jahat. (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, 8/ 388, dalam Shahih al Jami’, no. 887).

Karena bahayanya tetangga yang jahat ini, Rasulullah SAW berlindung kepada Allah darinya dengan berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga nomaden (hidup berpindah-pindah, termasuk di dalamnya kontrak beberapa waktu, pent.) akan pindah,” (HR. Al-Hakim, 1/532, dalam Shahih al-Jami’, no. 1290).

Screenshot_2016-06-23-07-18-16_1

Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk berlindung pula darinya dengan mengatakan, “Berlindunglah kalian kepada Allah dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga yang nomaden akan berpindah darimu,” (HR. Al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, no. 117, lafadz tersebut dalam Shahih al-Jami’, no. 2967).

Jika Anda kini bersebalahan dengan tetangga yang demikian, mungkin di antara jalan pemecahannya yang konkret yaitu –seperti yang dipraktekkan oleh sebagian orang- degan menyewakan rumah yang bersebelahan dengan tetangga jahat tersebut kepada orang-orang yang sekeluarga dengan mereka. Meski untuk itu harus merugi dari sisi materi, karena sesungguhnya tetangga yang baik tak bisa dihargai dengan materi, berapa pun besarnya.

Adab Di Dalam Rumah

Beliau tidak menghiasi dan membangun rumahnya secara berlebihan.

Screenshot_2016-06-23-07-17-44_1

Rumah beliau bukanlah rumah yang megah sehingga orang lain takut jika hancur. Rumahnya tidak pula menjulang tinggi sehingga menjadi tempat bagi sarang binatang, menjadi sasaran hembusan angin kencang.

Dan bukan pula rumah bawah tanah sehingga menyerupai rumah para diktator-diktator terdahulu, bahkan mungkin mengganggu orang yang tinggal di dalamnya karena minim dan kosongnya oksigen, sinar matahari dan diselimuti kegelapan atau menjadi hunian mahluk-makhluk.

Di dalam rumah, Rasul juga telah mencontohkan semua aktivitas alias adab-adab Islam. Berikut adalah di antaranya:

  • 1. Mengunci Pintu, Mematikan Lampu ketika Tidur, Menutup Bejana dan Mencegah Bocah-bocah Keluar 

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, “Bila malam telah tiba, maka cegahlah anak-anakmu, sebab syetan-syetan berkeliaran ketika itu. Bila sesaat dari waktu Isya berlalu, maka biarkanlah mereka, kuncilah pintu rumahmu lalu sebutlah nama Allah, matikanlah lampumu lalu sebutlah nama Allah, tutuplah bejanamu, lalu sebutlah nama Allah sekalipun kamu menghidangkan sesuatu atasnya.” (HR. al-Bukhari Dan Muslim).

Dan banyak lagi hadits-hadits senada dengan lafal yang berbeda-beda namun intinya sama. Terkait dengan hadits-hadits tersebut, Ibn Daqiq al-‘Ied menyebutnya sebagai bersifat kondisionil (sesuai keadaan), “…Di antaranya ada yang termasuk kepada kondisi sunnah, yaitu membaca basmalah dalam setiap keadaan, di antaranya ada yang termasuk sunnah sekaligus sebagai petunjuk seperti mengunci pintu. Hal ini dilakukan dengan alasan setan tidak membuka pintu yang tertutup sebab menjaga diri dari syetan adalah sesuatu yang dianjurkan, sekalipun di dalamnya ada kepentingan duniawi seperti berjaga-jaga. Demikian juga dengan menutup bejana.” (Fathul Bari, XI:87).

Beliau juga mengomentari, “Dalam perintah mengunci pintu terdapat kepentingan agama dan duniawi, yaitu menjaga jiwa dan harta dari tindakan sia-sia dan kerusakan, apalagi oleh syetan-syetan.”

Sedangkan terkait dengan mengapa anak-anak kecil harus dicegah agar jangan sampai ke luar rumah pada waktu seperti itu? Karena dikhawatirkan mereka mendapatkan gangguan dari syetan di waktu di mana mereka berkeliaran di permulaan malam hari, sebab malam itu simbol kekuatan setan, sementara dzikir yang berkenaan dengan anak-anak kecil sudah kehilangan momentumnya pada waktu-waktu seperti itu, sehingga karenanya tindakan ini perlu dilakukan. Demikian pula di balik hikmah perintah menutup bejana!

  • 2. Dzikir ketika Masuk Rumah dan Makan

Hal ini berdasarkan hadits Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Bila seseorang memasuki rumahnya lalu menyebut nama Allah ketika masuk dan makan, maka berkatalah syetan, “Tidak ada tempat tinggal dan makanan malam untukmu.’ Bila ia masuk tetapi tidak menyebut nama Allah ketika masuk, maka berkatalah syetan, “Kamu sudah mendapatkan tempat tinggal.” Dan bila ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, maka berkatalah setan, “Kamu sudah mendapatkan tempat tinggal dan makan malam.” (HR. Muslim). Jadi, ketika masuk rumah harus membaca basmalah atau menyebut nama Allah seperti ucapan, “La Ilaha Illallah.”

  • 3. Ketika Masuk Rumah Dimulai dengan Bersiwak

Hal ini dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seperti terdapat dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa bila masuk rumah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memulai dengan bersiwak.” (HR. Muslim)

  • 4. Shalat Sunnah di Rumah

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhu, “Jadikanlah sebagian dari shalat kamu (shalat sunnah) di rumahmu dan janganlah menjadikannya sebagai kuburan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

  • 5. Tidak Memuat Gambar atau Patung

Hal ini sebagaimana hadits yang bersumber dari Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya para malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar.” (Muttafaq ‘alaih). Di dalam lafal al-Bukhari, “dan juga gambar patung.” Hadits-hadits yang berkenaan dengan hal ini mengandung beberapa permasalahan, di antaranya:

  • a). Gambar-gambar para tokoh terkemuka, para pemimpin dan nenek moyang yang digantungkan adalah diharamkan.
  • b). Gambar-gambar yang dihinakan seperti yang terdapat dalam karpet, bantal dan sebagainya tidak apa-apa, demikian pula dengan gambar yang ada di dalam kaleng dan sebagian makanan, posisinya adalah sebagai sesuatu yang dihinakan. Demikian pula yang dikarenakan kondisi darurat atau ada keperluan.
  • c). Hewan-hewan yang diawetkan tidak dibolehkan. Syaikh Ibn Baz melarang hal ini karena tiga aspek: pemborosan, merupakan pekerjaan dan hasil gambar dari orang yang mengawetkan, dan karena sebagian orang ada yang memiliki keyakinan tertentu terhadapnya.

Alasan utama dari pelarangan gambar-gambar dan patung-patung itu terletak pada wajah. Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Gambar itu kepala, bila kepala diputus, maka tidak disebut gambar.” (HR. al-Baihaqi dengan sanad Shahih). Penyebutan wajah sebagai gambar banyak sekali dimuat dalam hadits-hadits yang valid di dalam kitab ash-Shahihain maupun kitab hadits lainnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perlunya memilih mainan yang baik untuk anak-anak sebab kebanyakannya tidak luput dari larangan syariat.

  • 6. Tidak Memasukkan dan Memelihara Anjing di Rumah

Hal ini karena dalam banyak hadits disebutkan, malaikat tidak memasuki rumah yang ada anjingnya. Juga dalam hadits Abu Hurairah dan Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma, “Barangsiapa yang memelihara anjing selain anjing penjaga sawah, anjing penjaga kambing atau anjing pemburu, maka pahalanya akan dikurangi setiap harinya sebanyak dua Qirath.” Satu Qirath itu sebagaimana terdapat hadits yang berkenaan dengan jenazah adalah seukuran gunung Uhud.!? Di samping itu, memelihara anjing juga merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang kafir.

  • 7. Melenyapkan Salib atau Gambar Salib dari Rumah

Hal ini berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah membiar kan sesuatu pun yang terdapat salib melainkan melenyapkannya.”

  • 8. Tidak Menggunakan Bejana Emas atau Perak untuk Makan dan Minum 

Atau hal lainnya seperti untuk berwudhu. Hal ini sebagaimana dalam hadits Ummu Salamah, “Orang yang meminum dengan bejana perak, maka sungguh ia menyeret api neraka ke dalam perutnya.” (Muttafaqun ‘alaih). Dalam lafal Muslim terdapat tambahan, “Bejana emas dan untuk makan…” yakni orang yang makan atau minum dengan bejana emas atau perak.

  • 9. Minta Izin ketika Hendak Masuk Rumah

Hal ini di antaranya, seperti disebutkan dalam hadits Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, “Dan meminta izin sebanyak tiga kali; bila diizinkan boleh masuk, bila tidak, maka kembalilah.” (HR. Muslim)

  • 10. Tidak Boros dalam Makan dan Minum

Hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala, “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-A’raf: 31)

  • 11. Tidak Berlebihan dalam Membangun Rumah

Hal ini sebagaimana hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Di antara tanda-tanda datangnya hari Kiamat adalah bila para penggembala ternak berlomba-lomba dalam membangun.” (HR. al-Bukhari). Al-Hafizh Ibn Hajar mengatakan, “Terdapat celaan dalam membangun secara mutlak dalam hadits Khabbab, “Seorang laki-laki akan diganjar pahala dalam semua nafkah yang ia keluarkan selain tanah.” (HR. at-Tirmidzi)

  • 12. Membaca Al-Qur’an di Rumah

Ini adalah sebab yang dapat mendatangkan keberkahan dan mengusir syetan. Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah.” (HR. Muslim)

  • 13. Tidak Membunuh Ular di Rumah Sebelum Mengultimatumnya

Sebab bisa jadi ular-ular itu adalah wujud dari jin-jin yang ada di rumah sebagaimana dalam hadits Ibn Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk membunuh ular-ular rumah sebab ia adalah jin-jin rumah. (HR. al-Bukhari dan Muslim). Artinya, sebelum membunuh hendaknya memberikan peringatan kepadanya, di antaranya memberi tempo kepadanya agar keluar dalam waktu tiga hari, bila setelah itu tidak keluar, maka boleh dibunuh, sebab itu adalah syetan. (HR. Muslim)

14. Memberi Salam kepada Penghuni Rumah

Hal ini berdasarkan dalil-dalil umum mengenainya, di mana yang lebih utama lagi adalah memberi salam kepada keluarga sendiri. Dan banyak lagi adab lainnya yang berkenaan dengan rumah.

Bentengi Rumah dari Gangguan Jin

Screenshot_2016-06-23-07-14-56_1

Banyak orang menjuluki rumah adalah istana kita. Ya, tepat sekali sebutan tersebut. Ini karena rumah merupakan temapat beristirahat, berkumpul dengan anggota keluarga, dan bercanda-gurau bersama mereka. Rumah juga tempat kita berbagi kebahagian dan keluh-kesah dengan orang yang kita kasihi.

Tak ayal rumah harus menjadi tempat yang nyaman untuk kita tinggal dan menetap bersama orang-orang yang special dalam hidup kita.

Namun, bagaimana perasaan kita, jika rumah yang kita tinggali bersama orang yang kita kasihi, tiba-tiba ada “tamu” yang tidak harapkan? Pasti kita merasa tidak nyaman akan kehadiran tamu tersebut. Apalagi jika tamunya adalah jin makhluk yang kasat mata, dan bisa jadi jin tersebut berlarian, tiduran di kamar kita, bahkan ikut nimrung saat kita bercanda-gurau dengan keluarga. Nah?

Ada tips-tips bagaimana cara agar jin yang tidak diharapkan tidak hilir-mudik masuk dan keluar rumah kita. Berikut di antaranya:

  1. Biasakan berdoa sebelum masuk rumah,
  2. Ucapakan salam kepada keluarga (penghuni rumah),
  3. Berdo’a sebelum makan dan minum
  4. Banyak-banyak membaca Al-Qur’an di dalam rumah
  5. Menghindari rumah dari suara gemuruh Iblis (suara nyanyian)
  6. Jauhkan rumah dari lonceng. Dari Abu Hurairah R.A bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Lonceng adalah seruling setan.”
  7. Hindarkan rumah dari gambar dan patung.
  8. Hindari rumah dari anjing.
  9. Perbanyak sholat sunnah di dalam rumah.

Referensi

  • ^islampos.com/sebelum-memilih-rumah-perhatikanlah-ini-202415/
  • ^islampos.com/adab-di-dalam-rumah-32444/
  • ^islampos.com/bentengi-rumah-dari-gangguan-jin-begini-caranya-228113/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s