Hanya Ada Disini, Mayoritas Tapi Minoritas

Hanya ada disini,

Orang bebas azan dicampur nyanyian gereja,
Lalu tepuk tangan gemuruh, tanpa merasa salah,
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,

Mahasiswa perguruan tinggi Islam mengikuti missa di gereja atas nama toleransi,

Bangga tanpa merasa bersalah.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,

Kertas Alqur’an dibuat terompet,

Di jual dengan bebas, lalu ketika ditanya,

“Maaf tidak sengaja”…
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,

Negeri mayoritas umat Islam, Masjidnya dibakar,

Lalu sang provokator bukannya dihukum, tapi dijamu di istana.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,

AlQur’an dibaca dengan senandung yang membuat telinga muak mendengarnya,

Dan mereka mengganggapnya seni.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,

Tabligh akbar dilarang di Monas,

Sedang pesta tahun baru bukan hanya diizinkan, tapi digelar dengan biaya Negara.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,

Sekelompok orang menangkap orang dikira teroris.

Setelah mengalami tekanan mental ternyata salah tangkap, cukup mengatakan “minta maaf”… 
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,

Seseorang dituduh korupsi terhadap uang yang tak pernah diambilnya dan tak terbukti merugikan negara tapi dibui belasan tahun,

Sedang yang sudah benar benar terbukti merugikan negara hanya dihukum 4 tahun…
Dan kitapun diam dan melupakan itu.

Hanya ada di sini,

Negara mengemis kepada rakyat, Sehingga terpaksa menyumbang setiap pembelian se-liter bahan bakar.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,

Di negeri yang kaya dan makmur, tapi menjadi pengemis di rumah sendiri. Kekayaannya hanya dinikmati segelintir orang.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,

Sejadah yang sejatinya digunakan untuk melaksanakan shalat, tapi dipakai sebagai alas tarian bali yang mempertontonkan aurat.

Penyelenggara cukup mengatakan,”maaf”. Tidak ada unsur kesengajaan.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Sepertinya, kita adalah buih di lautan. Banyak tapi tak berdaya.

Hidangan lezat yang disantap dengan lahap.

 

Hanya Ada Disini, Mayoritas Tapi Minoritas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s