Aliran Sesat Al-Qur’an Suci

Screenshot_2016-06-26-05-07-31_1

MUI Mendeteksi Ada 144 Aliran Sesat di Jawa Barat

Kepala Polwiltabes Kota Bandung Kombes Polisi Bambang Suparsono mengatakan, pihak kepolisian tengah menyediliki hilangnya dua mahasiswa putri yang diduga terlibat aliran Al-Quran suci. “Kita sedang mengumpulkan informasi dan data-data,” katanya ketika dihubungi Tempo, Senin (8/10).Menurutnya, penelusuran itu menindaklanjuti laporan dari keluarga korban atas hilangnya anggota keluarganya yang diduga terlibat aliran Al-Quran suci tersebut. Sebagai langkah awal, paparnya, pihak kepolisian tengah menelusuri informasi mengenai aliran Al-Quran suci itu dari teman-teman korban.

Foto korban juga sudah disebarkan ke seluruh Polsek dan Polres di seluruh wilayah Jawa Barat. Penyebaran foto korban tersebut, paparnya, untuk mengantisipasi kemungkinan bahwa korban berada di luar Kota Bandung.

Jumat (5/10) lalu, orang tua Fitriyanti, 19 tahun, yakni Yana Mulyana, 45 tahun, melaporkan menghilangnya anaknya itu yang telah nyaris sebulan. “Saya melapor setelah melihat foto (Achri Yani) Yuvie di koran,” katanya.

Pria yang bekerja sehari-hari sebagai pengemudi bus Damri itu ingat persis wajah Yuvie yang sempat beberapa kali ke rumahnya mengunjungi anaknya. Perkenalan dengan Yuvie membuat anaknya berubah. Pipit, panggilan akrab anaknya itu, mulai memakai kerudung dan sering pulang malam. Puncaknya, paparnya, anaknya itu merengek pada ibunya untuk ikut pesantren kilat yang ditawarkan oleh Yulfie. Yana yang awalnya tidak mengijinkan akhirnya luruh, “Ajaran agama kan tidak ada yang tidak baik.” Anaknya pergi pada 7 September lalu dan sempat meminta uang bekal sebesar Rp 100 ribu.

Yana akhirnya menyesal, meluluskan kepergian anaknya itu, kendati anaknya tidak memberikan alamat pesantren yang akan didatanginya itu. Awalnya tidak terpikir bahwa anaknya itu bakal menghilang. Setelah hari ke lima, Yana baru khawatir. Pasalnya, telepon anaknya sudah tidak bisa dihubunginya lagi. Yana juga baru sadar bahwa dirinya tidak tahu alamat pesantren tempat anaknya belajar itu. Ditambah lagi seminggu waktu belajar di pesantren kilat sudah lewat sementara anaknya tak kunjung datang.

Yana pun mengaku sempat mencari putri tunggalnya itu ke teman-temannya hingga pesantren-pesantren yang ada di kawasan Dago. “Ke Pesantren Baabussalam, dan lain-lainnya di Dago, bahkan ke Daarut Tauhid di daerah Ledeng. Tapi dia (Fitri) tidak ditemukan,”katanya.

Kapolwiltabes Kota Bandung mengaku, belum bisa memastikan keberadaan aliran Al-Quran suci itu. “Saya masih belum jelas betul apakah aliran Al-Quran Suci itu ada atu tidak, itu yang masih akan kita selidiki dulu,” kata Bambang.

Ketua MUI Jawa Barat KH Hafidz Utsman mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan bahwa aliran Al-Quran suci sesat. “Belum ngambil kesimpulan, hanya kesimpulan sementara yang sudah (ada),” katanya ketika dihubungi Tempo, Senin (8/10).

Menurutnya, kesimpulan sementara, ajaran Al-Quran suci diduga menyimpang. Kesimpulan sementara itu, jelasnya, berasal dari pemberitaan di berbagai media massa mengenai korban aliran suci itu.

Hafidz menuturkan, pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai aliran yang diduga menyimpang itu. Pihaknya, paparnya, belum mengetahui pasti ajaran yang dibawa oleh aliran tersebut. “Kita belum tahu.”

Modus Operandi

Aliran Alquran Suci memiliki modus sama dengan NII, yang diduga kuat buatan pemerintah. Aliran ini juga merupakan bagian dari rekayasa intelijen dan merupakan bagian dari kegiatan pemerintah yang legal, untuk mencapai tujuan-tujuan politik mereka.

“Aliran-aliran sesat ini termasuk Alquran Suci merupakan rekayasa intelijen, mungkin bisa dikonfirmasi ke pejabat intelijen. Pemerintah sengaja membentuk ini untuk memecah nasionalisme Indonesia dan mengambil jalur Islam,” ujar Dosen Universitas Malikul Saleh, Lhoksemauwe, Al Chaidar yang juga mantan pengikut aliran Negara Islam Indonesia (NII) pada okezone, Sabtu (6/10/2007).

Menurutnya, ajaran aliran baru Alquran Suci ini mirip sekali dengan NII yang tidak mengakui adanya hadist hingga sunah-sunah rasul. Selain itu, kedua aliran itu sama-sama mewajibkan infak sebagai kewajiban utama.

“Bagi mereka salat bukanlah kewajiban, puasa belum saatnya, haji belum saatnya yang ada kewajiban syahadat saja,” jelasnya lagi.

Bagi Al Chaidar percuma jika sang korban melaporkan hal ini pada pihak kepolisian untuk menanganinya. Sebab, lembaga penegak hukum justru telah melakukankongkalikong agar jaringan yang telah tertata apik ini tidak terbongkar.

“Percuma lapor polisi tidak akan selesai masalahnya. Para korban cuma bisa disadarkan dengan rasionalistis. Mereka harus disadarkan oleh orang-orang yang pernah juga ikut dalam aliran itu. Para korban harus berani menggertak,” katanya.

Ia juga mengatakan kebanyakan dana nonbudgeter pada pemerintah diperoleh dari hasil pemasukan infak para korban, yang diwajibkan memberikan setoran sebesar Rp.3 juta/orang tiap bulannya.

“Kebanyakan uang itu masuk sebagai dana nonbudgeter yang digunakan oleh oknum untuk menjalankan program-program pemerintah itu. Jadi, ini memang suatu program yang sengaja dibentuk pemerintah” tandasnya lagi.

Al Quran Suci Berkawan dengan Aliran “Ingkar Sunnah”

Sekilas pernah mendengar berita atas kehilangan dua orang mahasiswi Bandung yang pergi entah berantah. Dari sumber-sumber ada mengatakan bahwa si mahasiswi tersebut ikut pengajian Al Quran, namun apa yang terjadi adalah sebuah kemalangan bagi keluarganya. Karena sampai berapa hari si mahasiswi tersebut tidak kungjung pulang ke rumahnya.

Hingga sekarang kasus kehilangan ini, telah dilaporkan kepada pihak berwajib terkait dengan hilangnya dua orang mahasiswi yang ikut pengajian Al Quran Suci. Mari kita lihat apa sih aliran AS ini, maaf sedikit menyingkat kata. Jadi seakan akan terlihat image buruk dengan kode-kode kata AS (but no Amerika Serikat. Oke).

Dari sebuah sumber ternyata aliran AS ini berhubungan khusus dengan aliran Ingkar Sunnah (anti hadist) dari penyataan tersebut sangat jelas aliran AS merupakan aliran yang sesat dari Al Quran bahkan Hadist. Bagi yang ingin membaca asal usul munculnya aliran AS maun IS ini, silakan baca di sini.

Ada keganjilan dalam kelompok pengajian Alquran Suci itu, di antaranya tidak percaya hadis Nabi dan membaca Alquran tidak boleh dilagukan (qiroah). Selain itu, wanita haid boleh pegang Alquran dan memperbolehkan salat tanpa wudu. Ajaran itu juga menekankan bahwa harta dan raga harus dikorbankan untuk ajarannya tersebut. (dikutip dari pikiran-rakyat.com). Namun, sangat disayangkan pihak MUI Jabar belum bisa mengklarifikasi bahwa aliran AS adalah sesat. Sampai detik ini, belum ada pihak yang berhasil mengidentifikasi masalah tersebut, sehingga dari kepolisian dan MUI juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Semoga ini bisa berakhir dari keterjeratan para korban mahasiswa/i.

Polwiltabes Bandung mengintensifkan pengusutan kasus hilangnya Ahriani Yulvie, 19, dan Fitriyanti, 19, dua mahasiswi yang diduga telah mengikuti kelompok ajaran sesat,Alquran Suci.

Selain mencari keberadaan kedua gadis yang sama-sama pernah kuliah di Politeknik Padjadjaran Jalan Atlas Tengah No 2 Antapani Bandung itu, polisi juga akan menyelidiki ajaran kelompok Alquran Suci. ”Kami sudah terima laporan mengenai dua gadis yang hilang itu. Sekarang tim kami sedang mencari keberadaan mereka. Caranya, ya dengan mengorek informasi dari orangtua yang kehilangan anaknya itu, kemudian ke mana perginya.

Selain itu, kami juga akan mencari informasi dari kampus tempat keduanya belajar,” kata Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Bambang Suparsono kepada SINDO,kemarin. Terkait dugaan kedua gadis tersebut telah mengikuti Kelompok Alquran Suci, Bambang mengaku belum bisa memastikan. Namun, kata dia, polisi akan berkoordinasi dengan lembagalembaga Islam lain, untuk memastikan kebenaran informasi mengenai kelompok tersebut. Jika kelompok Alquran Suci memang terbukti sesat dan meresahkan masyarakat,kata dia,polisi tentu akan melakukan tindakan.

”Itu kan baru katanya, belum bisa dipastikan kebenarannya. Maka itu, kita akan berkoordinasi dulu dengan lembaga-lembaga Islam, seperti MUI, untuk menyelidiki informasi mengenai ajaran tersebut. Kalau memang terbukti sesat, kita tidak akan segan-segan melakukan tindakan, karena tentu saja sudah meresahkan masyarakat Bandung,” ujar Bambang. Diberitakan SINDO sebelumnya, Ahriani Yulvie, 19, mahasiswi Jurusan Akuntansi Politeknik Padjadjaran, dan Fitriyanti, 19, lulusan D-1 kampus yang sama, hilang sejak satu bulan lalu.Kuat dugaan, keduanya telah mengikuti kelompok Alquran Suci yang diduga sesat.

Hilangnya kedua perempuan berkerudung tersebut telah dilaporkan oleh kedua orangtua masing- masing ke aparat polisi. Belakangan, Fitriyanti bahkan diketahui menyimpan dokumen perekrutan kelompok Alquran Suci. Dokumen tulisan tangan Fitri dalam sebuah buku catatan itu ditemukan ibunya, Eni Siti Haryani, 43. Dari tulisan itu tergambar bagaimana tata cara mendekati dan mengajak seseorang bergabung dalam kelompok tersebut. Salah satunya dengan mengajak target berdiskusi masalah Alquran. Sementara itu, Rera, 19, mengaku, dirinya pernah didekati Fitriyanti pada Sabtu, pertengahan 2007 lalu.

Saat itu, Fitri mengajaknya bergabung dalam kelompok Alquran Suci dan diwajibkan membayar Rp500.000. Namun, Rera mengaku menolak permintaan uang tersebut, karena tidak memiliki uang sebesar itu.Lantaran menolak membayar, ia sempat dimarahi para mentornya. ”Dulu saya satu kelas di Kelas 1 SMA 16 Bandung.Kemudian kelas 2 dan kelas 3 kami berpisah. Sebenarnya, kami tidak begitu dekat. Waktu itu, Fitri tidak berjilbab. Maka itu,waktu dia ke sini dan menemui saya, saya sempat terpana. Waktu itu pas ketemu, Fitri membicarakan masalah pekerjaan. Setelah itu, dia mengajak saya keluar,” kata Rera kepada wartawan, kemarin siang.

Rera mengira, dirinya akan diajak Fitri ke mal. Namun, ia malah dibawa ke Jalan Terusan Jakarta dan dipertemukan dengan seorang perempuan berkerudung. Rera mengatakan, perempuan itu lantas mengajaknya ke sebuah masjid di Jala Soma, untuk menunaikan salat zuhur. Di masjid itulah, kata Rera, ia kemudian diceramahi oleh perempuan itu, sementara Fitri hanya diam. Dari masjid itu, Rera lantas dibawa ke rumah kos pemberi ceramah itu di Jalan Jakarta. Menurut Rera, orang yang memberikan ceramah tersebut memiliki sejumlah ciri.

Di antaranya, bertubuh pendek, kulitnya agak hitam, dan postur tubuhnya kecil. Dalam ceramahnya, kata Rera, si penceramah memberitahukan bahwa saat ini negara dipimpin oleh orang-orang berdosa, ahli neraka. Si penceramah, kata dia, juga banyak bicara tentang kebaikan. Setelah ceramah selesai, Rera mengaku tertarik dan siap ikut hijrah serta bergabung dengan mereka. Saat itulah, kata dia, si penceramah meminta dirinya menyerahkan uang sebesar Rp500.000. Lantaran tidak memiliki uang, Rera menolak permintaan tersebut.Ia pun sempat kena marah si penceramah dan meminta segera mengusahakan uang tersebut.

”Kamu kan bisa jual HP, ”kata Rera menirukan suara si penceramah. Lantaran Rera bersikukuh tidak membawa uang, ia kemudian diantar pulang oleh Fitriyanti dan penceramah tersebut. Ditanya perasaannya tidak jadi masuk kelompok Alquran Suci, Rera mengaku bersyukur.

”Saya senang tidak jadi masuk kelompok Alquran Suci, yang ternyata menyimpang itu. Kalau saya jadi ikut, tentu saya sudah tidak ada di sini,” kata Rera.

Cara Merekrut Anggota Baru

Bagaimana kelompok Alquran Suci merekrut anggota barunya mulai terkuak. Mereka mendekati calon ‘korbannya’ dengan sangat persuasif.

Hal tersebut terungkap dari empat lembar tulisan tangan Fitriyanti (19), gadis lulusan D1 Poltek Pajajaran yang dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Hilangnya Fitriyanti diyakini terkait kegiatan kelompok pengajian Alquran Suci.

Tulisan tangan tersebut ditulis dengan gaya bahasa yang gaul. Tulisan tersebut menggambarkan bagaimana tata cara mendekati dan mengajak seseorang bergabung.

Tulisan yang ditemukan oleh Handi Dimyati, kakak kandung Fitri, berbentuk
ilustrasi tanya jawab, antara perekrut yang disebut ‘Wela’, dan target yang disebut ‘TL-an’.

Berikut petikan tulisan tangan Fitri tersebut:

Wela: Hai apa kabar? Lagi ngapain nih, ganggu ga ?

TL-an : Ah enggak, masuk aja, emang abiz darimana? Kok bisa tau sih?

Wela: Iya ini kebetulan abiz dari temen di daerah sini, aku inget aja rumah kamu juga di daerah sini, ya udah iseng aja nyari, eh taunya ketemu juga. Emang ganggu ya ?

TL-an: Engga kok.

Selama setengah jam ngobrol yang ringan, misalnya tentang kuliah, keadaan, buku, seminar, tugas (yang bisa agak nyambung).

Biasanya lebih efektif tentang kuliah. Terus tanyain tentang pengalaman dianya, baru diceritain tentang pengalaman kita. Baru alihkan fokus pada pengkondisian: Kalau dia udah mulai ngerasa deket sama kita, baru kita tembak, dengan:

Wela: Eh kamu pernah berpikir engga ya kita kuliah tuh cuma buat mencukupi kebutuhan jasmani kita ya? Kayak sandang, pangan, papan, akhirnya cuma buat kebutuhan di dunia aja ya? Tapi pernah nggak berpikir sih untuk rohani kita apa ya? Kadang memang perasaan kita udah ngerasa nyaman tapi sebenernya hati kita tuh gundah, ngga ada ketenangan, iya nggak?

TL-an : iya juga seh (TL-an cerita kita dengerin dulu)

Wela : Sebenernya ketenangan hati kita tuh di mana sih?

TL-an: Kalo kita udah ngerasa kita baik.

Wela: Iya kalo kita udah bisa menjalankan kebaikan. Oh iya kemarin di perpus aku liat poster seminar, suka ikutan ga?

TL-an: Kadang sih, emang seminar apaan?

Wela: Seminar IHAQI, ternyata yang menjadi panitia temen aku. Emang sih aku ga sempet ikut, tapi gara-gara sempet ngobrol sama temenku itu, aku dapat banyak ilmu juga loh.

TL-an : emang seminar tentang apaan seh ?

Wela : Tau ESQ ga? Ya semacam itulah, bukunya juga ada kan? Itu bagus juga untuk menunjang rohani kita loh. Jadi ternyata kata temenku itu, sumber dari segala sumber ilmu itu adanya di mana coba?

TL-an: Di mana emang teh?

Wela: Di Alquran, dengan kita belajar Alquran kita bisa menguasai banyak ilmu loh. selain ilmu yang biasa kita pelajari di kampus, kayak misalnya keadaan kehidupan kita sekarang (ceritain tentang keadaan alam kita sedikit), terus kita juga bisa tahu loh tentang diri kita sendiri. Kan gimana kalo kita mempelajari Alquran sama juga dengan mempelajari diri kita sendiri. Ya zaman sekarang mah ibaratnya orang yang ga mau tau tentang Alquran, ya ketinggalan zaman ya.

TL-an : Ha…ha…iya juga ya

Wela: Kan gimana kalo kita lihat buah jeruk, yang diliat apanya sih? Iya kulitnya. Terus sebenarnya yang dicari apaan coba? Iya sarinya. Soalnya itunya yang bermanfaat. Lalu supaya bisa berkembang dan menghasilkan lebih banyak itu diliat dari apanya? Iya dari inti yaitu bijinya.
Sama juga supaya kita bisa berkembang ilmu, trus tahu banyak hal, kita juga perlu loh tau inti dari segala inti ilmu. Inti ilmu adanya di mana sih? Iya di Alquran.
Ibaratnya Alquran itu kamus kehidupan loh. Sebenarnya Alquran itu bisa ngasih banyak wawasan yang bakalan menunjang ilmu yang selama ini kita tau dan pelajari.

TL-an: Iya juga ya (kalau TL-an komentar/cerita, kita dengerin dulu)

Wela: Kan gimana kaya ilmu, pelajaran yang selama ini kita pelajari itu dari Alquran juga, kaya ilmu kedokteran, itu kan Ibnu Sina yang menemukan, dan didapatkannya dari Alquran loh.

TL-an: Oh ya itu kan dari orang Arab juga ya?

Wela: eh iya saya juga pernah dikasih tau sama temen loh, kalo di dalam Alquran itu ada empat ayat dalam satu surat yang bunyinya sama. Pernah liat ga?

TL-an : emang ada? Aku juga suka ngaji bareng sama keluarga. Kadang, bahas terjemahan juga, tapi belum pernah liat…emang surat berapa gitu?

Wela : Suratnya 54 (Al Qamar) ayat 17,22,32,40.

TL-an: emang bunyinya apa teh? (kalo memungkinkan tidak ada keluarganya di sekitar TL-an suruh saja buktikan langsung, pinjam Alqurannya, tapi kalau ada keluarganya sebaiknya jangan. Kasih tau saja dengan lisan dulu).

Wela: Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Alquran untuk pelajaran maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Itu sampai 4 ayat loh bunyinya sama…

TL-an: Oh gitu ya…wah jadi penasaran…

Wela : Menurut kamu sendiri maksudnya apa sih? Dimudahkan enggak sih kalo kita mempelajari Alquran?

TL-an: Iya teh.

Wela: Iya kan dengan adanya terjemahan itu juga udah dipermudah loh. Jadi kita paham bahasanya, tapi di situ Allah bertanya ada tidak orang yang mempelajari Alquran? Ada gak menurut kamu?

TL-an: Ada aja sih, tapi udah jarang juga ya…

Wela: Iya kadang orang banyak yang ngandelin malesnya sih, padahal sekarang aja Allah udah sering banget ngasih peringatan, tapi manusia malah makin jauh saja ya?

TL-an: Iya ya, ngeri sekarang mah.

Wela: Eh, gimana kalo saya kasih tau sama kamu ada juga loh ayat lain yang membuktikan Alquran adalah pelajaran. Gimana? Ya kalo ga mau juga ga apa-apa. (agak-agak jual mahal).

TL-an: Ih. Boleh aja kali, Saya juga pengen tau, kan biar dapet ilmu juga.

Wela: eh tapi kalo pengen tau aja kamunya mending ga usah deh. Soalnya kalo belajar Alquran kan harus serius juga jangan maen-maen. Masa Allah kita maen-maen. Kamunya harus serius, supaya kamu dapet ilmunya, biar bisa diamalin juga. Gimana, kamunya serius ga?

TL-an: Iya mau atuh… masa enggak sih.

Wela: Iya boleh aja. Kita sama-sama belajar. Kan apa yang saya tau saya kasih tau sama kamu. Kamu juga, kalo ada yang kamu tau, kasih tau juga ya.
Ya ibaratnya saling bagi-bagi ilmu, ga ada salahnya kan? Iya adapun kita mau belajar Alquran kita harus ada tempatnya yang bias mendukung konsentrasi, gimana? (Kalo tidak memungkinkan diisi di rumahnya, dibawa saja ke tempat kita, janjian)

TL-an: misalnya, ya udah di tempat teteh aja!

Wela: Iya boleh aja, tapi tetep kamunya mau belajar Alquran harus iklas karena Allah, jangan karena gak enak sama saya. Kalo kayak gitu, mendingan ga usah. Soalnya percuma…
Jangan seolah-olah Allah yang butuh kita, tapi kita harus berfikir, kitalah yang butuh Allah. Karena kalo kitanya iklas berkahnya akan datang dari Allah.

TL-an: Oh iya boleh, Hayu..

Cat (catatan): kita sama TL-an harus lebih subprioritas, trus TL-an harus merasa mendapat wawasan dari obrolan kita dengan dia. Apalagi dia seorang mahasiswa. Obrolan kita akan semakin hangat dan bisa mempengaruhi TL-an kalau kita mau mendengarkan TL-an, tapi kita tetep fokus dengan apa yang
kita bicarakan, jangan terbawa TL-an juga. Pasti Insya Allah akan muncul banyak ide…

“Semoga ilmu Allah akan selalu bermanfaat bagi kita semua, dan dapat
berkembang luar biasa dengan kita berbagi…Dan tidak ada ilmu lain yang
kekal selain ilmu Allah”.

Sumber

  • ^fuui.wordpress.com/anti-pemurtadan/aliran-al-quran-suci/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s