Antara Maher Zain dan Illuminati

06-28-11.33.46

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu tidak buta sebelah matanya. Ketahuilah. sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu buta. Sebelah matanya yang kanan, seakan-akan matanya itu buah anggur yang tersembul.” (Shahih Bukhari, Kitabul Fitan. Bab Dzikrid Dajjal 13: 90; dan Shahih Muslim,Kitabul Fitan wa Asy-rothis Sa’ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: 59)

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu.” (QS. An-Nahl [16] : 36)

“Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.” (QS. Al-Baqarah [2] : 256).

Awakening Records, Perusahaan Album Maher Zain

Awakening Records (AR) didirikan pada tahun 2000 untuk menawarkan berbagai produk untuk pasar Islam modern baru. Dengan tampilan yang easy dan nge-pop, mereka telah memperkenalkan banyak artis rekaman baru dalam genre nasyid Islam. Beberapa artis yang terlibat dalam AR adalah Ashar Khan, Mesut Kurtis, Nazeel Azami, Hamza Namira, Hussein Zahawy, juga tidak ketinggalan Maher Zain dan Sami Yusuf.

Nama AR pun semakin melejit setelah album Maher Zain meledak di pasaran. Maher Zain sendiri mulai mendaftar dan bekerja pada label AR pada januari 2009. Debutnya “Thank You, Allah” yang berisi 13 buah nasyid memuncaki nomor 2 di grafik album Amazon.

Melalui album ini juga, Maher Zain memperoleh 8 kali platinum musik Malaysia dengan penjualan mencapai 120.000 unit. Setelah merilis album ini, dia merilis beberapa versi lain dari album, yang versi perkusi pada 2009 dan Platinum Edition pada 2011. Kini, distribusi AR pun meliputi 27 negara, dari mulai benua Amerika, Eropa, Asia, Afrika, dan Australia.

Logo Piramida Awakening Records

PicsArt_06-28-11.29.53

Tentang logo AR yang mririp seperti logo piramida Illuminati pada umumnya berupa segitiga dengan mata tunggal, kiranya perlu kajian yang mendalam. Saya sendiri tidak mengetahui persis filosofi apa yang dibangun AR dengan logo segitiganya tersebut.

Selain itu saya sendiri juga belum bisa memastikan apakah logo piramida AR tersebut betul-betul terinflitrasi iluminati atau tidak, karena dalam kajian simbologi, ada yang disebut dengan semiotik. Semiotika adalah bidang studi tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja (dikatakan juga semiologi). Dalam memahami studi tentang makna setidaknya terdapat tiga unsur utama yakni; (1) tanda, (2) acuan tanda, dan (3) pengguna tanda. Jadi meski kita tahu logo Piramida Illuminati memang sangat kental atas kampanye logo kabbalah, namun mesti dianalisa lebih mendalam, apakah memang pihak AR menyadari atau tidak lambang segitiga yang dipakainya.

06-28-11.12.44

Namun saya sepakat untuk menghindari kontroversi dan murka Allah, mari kita tinggalkan pemakaian logo-logo yang jelas-jelas sudah menjadi identik dengan illuminati, kabbalah, Lucifer, dan lain sebagainya. Sebagai contoh logo mata satu yang kerap hadir di sebuah Rumah Sakit Mata.

Banyak orang mengatakan “Segitunya amat, namanya juga Rumah Sakit Mata, ya harus menampilkan mata lah?”. Namun bagi saya persoalannya tidak sepele dan sesederhana itu. Mata satu adalah simbol yang sudah diwanti-wanti oleh Rasulullah SAW sebagai penanda Dajjal, ia adalah oknum yang akan tampil untuk mengorbankan perlawanan terhadap tauhid dan tipu daya yang sangat nyata, lantas jika kita sudah tahu bahwa mata satu adalah Simbol Dajjal, kenapa kita malah mempopulerkannya?

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu tidak buta sebelah matanya. Ketahuilah. sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu buta. Sebelah matanya yang kanan, seakan-akan matanya itu buah anggur yang tersembul.” [Shahih Bukhari, Kitabul Fitan. Bab Dzikrid Dajjal 13: 90; dan Shahih Muslim,Kitabul Fitan wa Asy-rothis Sa’ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: 59]

Lagipula, bukankah mata kita ada dua? Mengapa kita memaksakan diri memakai simbol satu mata di tempat kesehatan mata. Kan aneh, bukankah ini bisa mendatangkan murka Allah?

Sama juga dengan logo piramida Illuminati, baik di Logo AR maupun yang dekat dengan kita yaitu Pusat Informasi Agribisnis di dalam komplek Kementerian pertanian, daerah Jakarta Selatan.

Hemat saya, sebaiknya kita hindari Simbol Piramida yang tidak lain adalah representasi berupa penyembahan kabbalis kepada Sang thaghut Lucifer. Allah SWT sudah menjelaskan perkara ini, Dia berfirman,

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu.” (QS. An-Nahl [16] : 36)

Kita pun juga harus memahami padanan dari piramida Illuminati adalah simbol (maaf) phallus sebagai kekuatan reproduktif Lucifer. Kaum Kabbalis juga menggunakan bangunan piramida untuk merepresentasikan struktur hirarki mereka. Para elit Kabbalis duduk pada puncak piramida untuk menguasai massa yang berkewajiban menopang piramida tersebut. Dan siapakah massa yang berkewajiban menopang piramida tersebut? Iya, mereka mengincar saya, anda, dan kita semua. Maka itu jauhilah lambang-lambang thaghut itu. Allahua’lam.

“Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.” (QS. Al-Baqarah: 256).[1]

Kecurangan Awakening Records

Yang paling membuat saya ngeri dengan label rekaman ini adalah manajemen keartisannya yang begitu mencurangi. Itulah yg membuat Sami Yusuf, salah satu anak emas AR dimasa lalu, memutuskan untuk hengkang.

06-28-11.17.16

Masalahnya adalah, pihak AR menjual album yang masih dalam proses pengerjaan, tanpa sepengetahuan Sami Yusuf. Sampai dia keluar, Awakening terus aja menggunakan namanya untuk meraup keuntungan. Sami sudah mencoba beberapa kali untuk berdamai dan menyelesaikan masalah, tetapi tidak banyak merubah apa-apa. Banyak kecurangan lain yang dilakukan oleh pihak AR pada SY. Seperti menyetop penjualan tiket konser padahal pembeli membludak, menyematkan nama Sami Yusuf di konten milik artis-artis barunya setelah Sami keluar, membohongi publik dengan nama sami, dll. Hal ini dijelaskan oleh Sami Yusuf sendiri dalam bentuk video.

Ketika diwawancarai oleh salah satu channel TV Singapura, Sami Yusuf pernah bercerita, dahulu saat diawal-awal, ia pernah ditegur oleh pihak AR sewaktu menggunakan instrumen “tabla” untuk nasyidnya, sebuah alat musik yang dimainkan dengan dipukul yang dianggap haram oleh pihak label.

“Astagfirullah, hati-hati akhi…” ujarnya pada Sami Yusuf memperingatkan.

Tapi sekarang apa yang terjadi, hampir semua genre sudah mereka gunakan untuk artis-artis mereka. Mulai dari Pop, RnB, Rock, Hip-Hop, Blues. Lihat album-album Maher Zain, Raef, Hamza Namira, Humood Alkhudher, bahkan yang si kecil pemenang kontes Awakening talent, Harris J, mirip lagunya Justin Bieber dengan genre Hip-Hop yang kental.

06-28-11.15.50

Saya semakin kecewa setelah melihat Humood Alkhudher masuk, padahal album lamanya sebelum masuk AR selalu acapella (no music). Sekarang?

Saya menulis hal ini bukan karena saya kecewa dengan keluarnya Sami Yusuf, Atau masuknya Humood Alkhudher, dan bukan berarti saya membohongi diri sendiri karena masih membagikan karya artis-artis mereka. Sepertik ungkapan Sami Yusuf, biarkan orang-orang baik berkarya. Saya tidak mempermasalahkan Maher Zain, Humood Alkhudher, Raef, Mesut Kurtis dan artis-artis lainnya yang masih berkarya di bawah naungan AR.

Masalahnya adalah kecemasan saya terhadap agenda besar di balik Nama Awakening (Membangunkan) dan Logo Mata satu + Piramid terpotong itu. Mengingat begitu kerasnya cengkeraman Illuminati dan Freemason di kancah bisnis dunia. Fitnah terbesar akhir zaman, Dajjal, memang sangat ditunggu-tunggu kedatangannya oleh para pendukungnya. Tapi banyak ummat Islam yang tidak peka. Semoga Allah melindungi kita dari fitnahnya. Mudah-mudahan Awk. Records bukan termasuk corong dajjal untuk mengintip kelalaian manusia.[2]

Tentang Maher Zain

06-29-03.20.47

Seorang aktivis dakwah dalam sebuah akun jejaring sosial mengatakan bahwa Maher Zain sudah mengalahkan ketenaran Abdul Azis Rantissi. Rantisi merupakan seorang ikon perjuangan dakwah di Palestina yang telah syahid karena dibunuh Israel, sementara Maher Zain adalah seorang munsyid. Siapa sebenarnya Maher Zain?
 
Maher Zain (dalam bahasa Arab: زين ماهر,) lahir 16 Maret 1981 di Swedia. Ia adalah seorang munsyid, penulis dan produser nasyid asal Lebanon. Dia pernah tinggal sementara di Amerika Serikat. Album debutnya Thank You, Allah, berisi 13 nasyid. Maher Zain bernyanyi terutama dalam bahasa Inggris, tetapi juga, antara lain, ia menguasai bahasa Prancis, Arab, Urdu, Turki dan Melayu.
 
Maher Zain berayahkan seorang penyanyi lokal di kota kelahirannya di Lebanon, Mustafa Maher. Keluarganya pindah ke Swedia ketika Maher berusia delapan tahun. Ketika berumur sepuluh tahun, ia mendapatkan keyboard pertamanya. Ia masuk universitas dan mendapat gelar sarjana dalam bidang Aeronautical Engineering.
Selama masa remajanya, ia sering menghabiskan waktu dengan teman-teman sekolahnya di mana mereka menyanyi, , menulis dan bereksperimen dengan musik. Setelah terlibat di dunia musik sebagai produser, Maher berkenalan dengan RedOne, seorang produser musik asal Maroko di Swedia. Maher mulai bekerja dengan RedOne dalam beberapa proyek terakhir. Kemudian, ia pindah ke New York setelah kembali ke Swedia, ia mulai fokus dalam musik Islam.
Di Malaysia dan Brunei, nama Maher Zain sangat terkenal. Ia menduduki peringkat pertama nama yang ada di Google di Malaysia. Di tahun 2011 ini, Maher Zain kabarnya sedang berkonsentrasi membuat album studio Melayu –termasuk salah satu lagunya yang sangat terkenal “Insya Allah” yang akan dibawakan dalam versi Melayu. Sebelumnya, ia sudah merilis videonya dalam bahasa Prancis dan Arab.
Maher menjelaskan bahwa lagu-lagu nasyidnya, didedikasikan kepada ibunya, dan akan selalu menjadi lagu nasyid yang “bahagia.”[3]

Simbol Merpati Putih

06-29-03.22.03

Sekarang mari kita bahas simbol burung merpati putih yang digunakan Maher dalam promo Album Freedom-nya. Ini sebenarnya agak wajar karena merpati putih identik dengan pembebasan dan kedamaian dalam tradisi Eropa. Pertanyaannya darimanakah simbol ini muncul?

Simbol burung merpati putih sama sekali tidak pernah ditemukan dalam tradisi Islam. Terlebih jika kita bicara arti kebebasan. Rasulullah SAW hanya mendelegasikan arti kebebasan sejati dengan kalimat singkat: “Laa ilaaha Illallah Muhammadarosulullah”. Dimana umat muslim hanya menghamba kepada Allah semata dan menjauhi ilah-ilah lainnya. Umat muslim juga mengikuti hadis Rasulullah sebagai panduan hidup.

Maka tak heran, Sayyid Quthb dalam Dirosah Islamiyah mengatakan bahwa orang yang bebas adalah orang yang tidak terikat dengan ideologi (buatan manusia) apapun kecuali ideologi Islam. Lalu jika bukan Islam, dari agama manakah simbol ini muncul?

Dalam tulisannya, Penuntun Simbol-simbol Ibadah Kristen: Sebuah Ensiklopedi Dasar, Markus Hildebrandt menyatakan bahwa simbol Burung merpati dalam tradisi Kristen terutama dipahami sebagai simbol kehadiran Roh Kudus yang mengingatkan kita pada peristiwa baptisan Yesus oleh Yohanis Pembaptis (Mat 3:16 bdk Mrk, Luk dan Yoh).

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya. (Matius 3: 16)

Seekor burung merpati dengan sebuah ranting zaitun juga telah menjadi simbol universal untuk perdamaian dan mengingatkan pada kisah Nuh (Kej 8:11), di mana sehelai daun zaitun menjadi tanda bahwa air bah telah surut dan simbol untuk perjanjian Allah dengan umat manusia dan segala ciptaan-nya.

“Menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.” (Kejadian 8: 11)

Tidak hanya itu saja, orang Kristen dan Katolik saat menikah di gereja pun menggunakan simbol merpati putih. Hal itu dimaksudkan agar kebersamaan pasangan tersebut dapat terjalin langgeng dan awet selamanya seperti sepasang burung merpati. Mereka juga menggunakan simbol merpati putih karena burung merpati adalah burung yang selalu setia dan tidak pernah ingkar janji terhadap pasangannya.

Lagi-lagi opini ini berkembang ketika Tuhan Yesus diurapi oleh Roh Kudus di sungai Yordan, maka Roh Kudus datang seperti burung merpati. Roh Kudus kemudian mengurapi Yesus, ia datang sebagai burung merpati yang menandakan bahwa dalam diri Yesus tidak ada satupun yang perlu dibakar atau disucikan, sebab Yesus sebagai Anak Allah kudus tanpa cela.

Sifat-sifat merpati yang tulus, penuh kasih, lemah-lembut, tidak membalas, tidak menyakiti, selalu berdamai, inilah yang kemudian dinisbatkan pada Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, Roh Kudus dilambangkan sebagai burung merpati.’

Oleh karenanya kita harus berhati-hati dalam memakai simbol, karena simbol dalam padanan iman Kristen, bukan sekedar gambaran sich, tapi juga keniscayaan teologis.

Theolog protestan, Paul Tillich, misalnya yang menjadi peletak dasar kajian Simbol mengatakan bahwa simbol adalah konsep yang tersirat dalam sebuah perspektif keagamaan. Seperti dikutip F.W. Dillistone, dalam bukunya Daya Kekuatan Simbol(Yogyakarta: Kanisius 2002), Tillich mendefinisikan: “Simbol keagamaan dibedakan dari simbol-simbol yang lain oleh kenyataan bahwa simbol keagamaan merupakan representasi dari sesuatu yang sama sekali ada di luar bidang konseptual; simbol keagamaan menunjuk kepada realitas tertinggi yang tersirat dalam tindak keagamaan, kepada apa yang menyangkut diri kita pada akhirnya”.

Maka itu, kita sebagai umat muslim harus senantiasa menghindari sebuah sikap penyepelean terhadap masalah simbol-simbol kafir yang terkait dengan keimanan. Sebab kita diharamkan untuk mengikuti konsep danmillah mereka dalam mengambil sebuah sudut pandang.”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.” (HR Abu Daud, dan At-Thabrani dalam Al-Awsath, dari Hudzaifah, berderajat hasan).[4]

Referensi

  • [1] eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/logo-awakening-records.htm
  • [2] faqihjauzy.blogspot.co.id/2015/08/ada-apa-dengan-awakeing-records.html?m=1
  • [3] suarajihadislam.blogspot.co.id/2011/09/siapa-maher-zain.html?m=1
  • [4] http://tsabil.blogspot.co.id/2011/11/siapakah-maher-zain-simbol-merpati.html?m=1
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s