Gereja Setan

Screenshot_2016-06-30-22-27-23_1

Dark Pagans, Black House, “Left Hand Path” Occultists adalah istilah yang tak banyak dikenal orang, berbeda dengan istilah Satanism, Luciferians, Anti-Christ atau Dajjal yang mana istilah itu lebih dikenal secara luas. Lalu bagaimana dengan Gereja Setan?

Selama ini banyak yang mempertanyakan, apakah gereja setan sungguh-sungguh ada di dunia? Dan kalau ada, bagaimana awal mulanya? Siapa mereka? Seperti apakah dalamnya gereja itu?

Sebagian orang Kristiani pasti menjawab kalau gereja semacam ini tak akan mungkin pernah ada. Kalaupun ada, semuanya disembunyikan dengan sangat rapi dan tak mencolok apabila dilihat dari luar. Keberadaan gereja yang umatnya justru menentang gereja kristiani sebagai penyembah setan atau Lucifer ini pun masih jadi perdebatan hingga sekarang.

Gereja Setan atau bahasa Inggrisnya Church of Satan, seperti yang diungkapkan pada buku The Satanic Bible yang ditulis pada tahun 1969 oleh Anton LaVey, adalah sebuah organisasi yang berdedikasi pada penerimaan jasmaniah manusia(Man’s carnal self).

Anton Szandor LaVey

Anton Szandor LaVey


Bernama lengkap Anton Szandor LaVey, dengan nama lahir adalah Howard Stanton Levey lahir pada 11 April 1930 meninggal pada 29 October 1997, adalah aktor asal AS, sekaligus sebagai musisi, pemain sirkus dan karnaval, juga seorang ocultis dan ahli ilmu sihir.

Anton LaVey membuat aliran LaVeyan Satanisme(juga dikenal sebagai Ateistik Satanisme atau Satanisme modern).

LaVeyan Satanisme juga merupakan sebuah filosofi yang didirikan pada tahun 1966 oleh Anton LaVey dan terkodifikasi dalam The Satanic Bible pada tahun 1969 tersebut, adalah sebuah filosofi yang didasarkan pada Individualisme, Epicureanisme, Sekularisme, Etika Egoisme, dan Memuja diri sendiri (self-deification), dan memiliki pandangan dunia yaitu Naturalisme, Sosial Darwinisme, dan Lex talionis.


Gereja Setan Pertama di California, AS

Screenshot_2016-06-30-22-32-33_1

Gereja Setan atau sering disebut sebagai “Black House” didirikan di San Fransisco, California di malam Walpurgis yaitu hari libur di Eropa  pada tanggal 30 April tahun 1966 silam oleh Anton Szandor LaVey yang kemudian menjadi Pendeta Tinggi pertama gereja ini sampai kematiannya pada tahun 1997.

Pada tahun 1950-an, Anton LaVey membentuk sebuah kelompok yang dinamakan The Order of the Trapezoid(Triskelenorden) yang kemudian berubah menjadi badan pengurus Gereja Setan.

Orang-orang yang terlibat dalam aktivitas LaVey meliputi keluarga Rotchchilds “The Baroness” Carin de Plessen (wanita ini tumbuh di Istana Kerajaan Denmark), Dr. Cecil Nixon (ahli sulap, eksentris, and penemu automaton), sutradara Kenneth Anger, Asesor kota Russell Wolden, Donald Werby, antropolog Michael Harner, dan penulis Shana Alexander.

Kolega LaVey lainnya pada saat itu meliputi penulis fiksi horor dan fiksi ilmiah Anthony Boucher, August Derleth, Robert Barbour Johnson, Reginald Bretnor, Emil Petaja, Stuart Palmer, Clark Ashton Smith, Forrest J. Ackerman, dan Fritz Leiber Jr.

Pada tahun pertama pembentukannya, Anton LaVey dan Gereja Setan mendapatkan perhatian media yang besar dengan secara publik melakukan upacara pernikahan Setan atau “Satanic Wedding” antara Judith Case dengan wartawan radikal John Raymond.

Upacara pernikahan ini difoto oleh Joe Rosenthal, fotografer yang terkenal oleh fotonyaRaising the Flag on Iwo Jima selama Perang Dunia II.

Acara lainnya yang juga menarik perhatian adalah upacara pemakaman salah satu anggota Gereja Setan, Edward Olson yang juga merupakan perwira Angkatan Laut oleh permintaan istrinya.

Gereja Setan disebut-sebut dalam banyak buku dan merupakan topik artikel majalah dan surat kabar semasa tahun 1960-an dan 1970-an.

Ia juga merupakan subjek utama film dokumenterSatanis: The Devil’s Mass (1970) yang disutradarai oleh Ray Laurent dan dibintangi oleh Isaac Bonewits, Anton LaVey beserta istrinya sendiriDiane LaVey.

Sebelumnya, LaVey juga muncul dalam filmInvocation of my Demon Brother (1969), yang disutradasari oleh Kenneth Anger.

LaVey juga pernah berperan sebagai penasehat teknis dalam film horor berbiaya rendah The Devil’s Rain (1975), yang disutradarai oleh Robert Fuest dan dibintangi oleh Ernest Borgnine, William Shatner, dan John Travolta.

Pada tahun 1975, LaVey menciptakan kontroversi dalam Gereja Setan itu sendiri dengan menghilangkan sistem “Grotto” Gereja dan mengeluarkan orang-orang yang dia anggap menggunakan Gereja ini sebagai prestasi di dunia luar.

Grotto dalam satanisme adalah sejenis gua buatan yang digunakan untuk pertemuan para penganut setanisme sebagai sarana ritualisasi atau interaksi sosial.

Pada saat yang sama, akhirnya membuat LaVey juga menjadi lebih selektif dalam menerima wawancara oleh media.

Aktivitas yang “tertutup” ini kemudian menyebabkan beredarnya rumor bahwa Gereja Setan ini telah tutup atau LaVey telah mati.

 Pada tahun 1980-an, umat Kristen, para ahli terapi yang terspesialisasi dalam pemulihan ingatan, dan juga media massa kembali mengungkit konspirasi kejahatan yang pernah atau masih berhubungan dengan Gereja Setan itu pada masa lalu.

Kemudian anggota-anggota elit Gereja Setan seperti Peter H. Gilmore (magi degree), Peggy Nadramia (high priestess degree), Boyd Rice, Adam Parfrey, Diabolos Rex, dan King Diamond, ikut aktif dalam pemberitaan di media massa untuk membantah tuduhan atas aktivitas kriminal tersebut.

FBI kemudian mengeluarkan laporan resmi yang membantah teori konspirasi tentang kriminal itu. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai “The Satanic Panic”.

The Satanic Panic atau “Kepanikan Setanisme” adalah kepanikan moral tentang dugaanpenyalahgunaan ritual pemujaan setan secaraluas sekitar tahun 1980-an yang berasal dari Amerika Serikat.

Fenomena ini memuncak pada awal 1990-an hingga ke seluruh dunia, bahkan hingga paling terpengaruh adalah di Afrika Selatan, sebelum akhirnya berkurangsebagai akibat dari sikap skeptis atau tak percaya dari para akademisi dan lembaga penegak hukum yang akhirnya dibantah oleh elit mereka.

Pada tahun 1980-an dan 1990-an, Gereja Setan beserta para anggotanya sangat aktif dalam memproduksi film-film, musik, dan majalah-majalah yang berhubungan dengan Setanisme.


Hirarki Gelar dan Kedudukan Anggota

Tingkat gelar atau kedudukan anggota dalam Gereja Setan mengikuti sistem derajat berdasarkan meritokrasi. Aplikasi atau permintaan gelar ini tidak terbuka untuk umum dan hanya diberikan kepada mereka yang menunjukkan keunggulan dalam pemahaman dan komunikasi Teori Satanic ditambah dengan prestasi pribadi di dunia luar.

Gelar atau kedudukan Gereja Setan adalah sebagai berikut:

  • Registered Member (no degree) / Anggota terdaftar (tanpa gelar)
  • Active Member (first degree) / Anggota aktif (tingkat pertama)
  • Witch/Warlock (second degree) / Penyihir (tingkat kedua)
  • Priestess/Priest (third degree) / Pendeta (tingkat empat)
  • Magistra/Magister (fourth degree) / Magister (tingkat lima)
  • Magi/Maga/Magus (fifth degree) / Majis (tingkat enam)

“Magi” berasal dari kata dalam bahasa latin magicus dari magia dan kata dalam bahasa Yunani mageia yang artinya adalah magis atau gaib. Istilah magi memiliki banyak pengertian yaitu salah satu bentuk agama primitif, kejadian yang dihubungkan dengan kekuatan gaib.

Selain itu, para agen Gereja Setan adalah individu yang telah dilatih untuk melayani sebagai kontak atau semacam public relation kepada media lokal dan pihak yang berkepentingan lainnya.


Gereja Setan setelah kematian Anton Szandor LaVey

Setelah kematian Anton Szandor LaVey, posisinya sebagai kepala Gereja Setan diteruskan oleh istrinya, Blanche Barton (magistra degree), namun Barton tetap terlibat dalam aktivitas Gereja ini.

Pada pada tahun 2001 ia menyerahkan posisinya kepada Peter H. Gilmore dan Peggy Nadramia. Kantor pusat Gereja Setan juga dipindahkan dari San Fransisco ke kota New York City.

Gereja Setan tidak mengakui organisasi-organisasi lainnya sebagai pemegang sah setanisme, namun mengakui bahwa seseorang tidaklah harus menjadi anggota Gereja Setan untuk menjadi seorang Satanis.

Banyak figur-figur publik yang secara publik menjadi anggota Gereja Setan, meliputiKenneth Anger, King Diamond, Teresa Hidy,David Vincent, Marilyn Manson, Aaron Joehlin, Boyd Rice, Marc Almond, gitaris grup rock Alkaline Trio Matt Skiba dan drummernya Derek Grant, pegulat profesional Balls Mahoney, Sterling James Keenan, jurnalis Michael Moynihan, pianisLiberace, gitaris Matthew McRaith, dan Sammy Davis Jr.

Oleh karena Gereja Setan tidak pernah membeberkan informasi keanggotaannya kepada publik, maka tidak diketahui berapa banyak anggota Gereja ini.

Pada Oktober 2004, Angkatan Laut Britania Raya secara resmi akhirnya mengakui juga adanya pendaftaran para anggota angkatannya sebagai seorang Satanis atau Luciferian.


Gereja Setan di Kolombia

Selain gereja setan di Amerika, ada gereja setan di pedesaan Kolombia bernama Iglesia Luciferina yang dipimpin  oleh Victor Damian Rosso, sekaligus orang yang mendirikan gereja setan ini, dan  dikenal dengan sebutan “The Last Lucifer” atau Iblis Terakhir.

Victor Damian Rosso

Victor Damian Rosso


Dulunya, salib terbalik adalah simbol St. Petrus dan menjadi salah satu simbol kepausan. Kini salib terbalik itu mereka pakai sebagai simbol Anti-Kristus atau Anti Christ.

Selain itu, juga ada lambang atau simbol bintang bersudut lima atau kadang disebut juga sebagai Pentagramnamun dengan posisi terbalik, yang di dalamnya bergambar kepala kambing yang bertanduk dua, atau biasa disebut Baphomet, turut menghiasi interior di dalam gereja setan ini.

Sudut bintang yang menggambarkan tanduk itu bermakna Lucifer atau Iblis atau Dajjal, makhluk yang dilaknat Tuhan karena kesombongan dan keangkuhannya, yang mereka anggap setara dengan Tuhan. Sedangkan tiga sudut di bawahnya menggambarkan tritunggal iblis. Yang di tengah Lucifer, di kiri anti Kristus, yang di kanan nabi-nabi palsu.

Victor Damian Rosso

Victor Damian Rosso


Foto-foto yang beredar di Facebook ini pun akhirnya mengundang banyak reaksi negatif. Dalam foto-foto di dalam gereja tersebut terdapat simbol-simbol, dari ukiran dan foto serta patung-patung yang kental dengan satanisme.

Screenshot_2016-06-30-22-43-50_1 Screenshot_2016-06-30-22-44-15_1 Screenshot_2016-06-30-22-44-21_1 Screenshot_2016-06-30-22-44-21_2 Screenshot_2016-06-30-22-44-36_1 Screenshot_2016-06-30-22-44-47_1

Seperti yang telah dijelaskan diatas, simbol-simbol itu diantaranya adalah:

  • Patung Baphomet bertanduk di atas altar depan
  • Simbol Baphomet diatas patung Baphomet
  • Lambang salib terbalik di kanan kiri pada dinding altar depan
  • Simbol pentagram dilantai
  • Ukiran ular sebagai pegangan di bangku-bangku
  • Simbol piramida berikut mata satu all-seeing-eye pada sandaran bangku-bangku
  • Lukisan Lucifer dan simbol 666 pada dinding kiri
  • Lukisan Baphomet, simbol Illuminati Freemason dan lambang salib terbalik pada dinding kanan.

Ancaman Gereja Setan Di Indonesia

Menurut isu yang beredar, di Indonesia pusat penyebaran ajaran GS terdapat di Sulawesi, tepatnya di Manado. Tahun 1999, di Manado, 2 orang yang dikatakan “bekas” pengikut ajaran GS berhasil diselamatkan. Kedua orang ini kemudian bersaksi tentang apa saja yang telah mereka alami dan mereka ketahui tentang GS. Rina dan Laura merupakan dua dari sembilan pengikut Gereja Setan yang berhasil dibebaskan dari kuasa setan yang selama ini menguasai hidupnya. 

Dibebaskannya Rina dan Laura dari pengaruh kuasa gelap, seakan membuka mata para hamba Tuhan di bumi Minahasa khususnya dan umat Kristiani pada umumnya bahwa ancaman pihak gereja setan bukan sekedar isapan jempol.
“Saya dinobatkan menjadi istri lucifer, di tahun 1996 lewat suatu upacara perkawinan” aku (Rina) tanpa ragu-ragu mengungkapkan. Selanjutnya iapun mengaku bahwa sebagai pasangan suami istri lucifer, mereka sudah melakukan hubungan intim sebagaimana layaknya. “Saya belum memeriksa apakah saya masih gadis. Saya tak berpikir kesitu” lanjut Rina yang bernama lengkap Rina Harsum Tamanampo.
“Untuk dapat melepaskan diri dari ikatan gereja setan sangatlah susah. Ikatan itu begitu kuat, kami seperti terhipnotis dan tidak bisa berpaling dari GS” ungkapnya. Kebetulan Laura, Rina, dan 7 orang lainnya berhasil dilepaskan setelah didoakan oleh Ev. Herman, Pdt. Niko Gara, bersama semua anggota jemaat.
Menurut kesaksian mereka berdua juga di Indonesia terdapat 3 tempat yang ditargetkan oleh GS menjadi pusat mereka, yaitu Manado, Bandung, dan Jakarta.
Gereja setan tak hanya merasuk dan merusak orang Kristen di Manado, tetapi mereka juga merencanakan Manado sebagai pusat gereja setan nomor 2 di dunia setelah California di AS. Hal ini terbukti dari ucapan Prince of michael, bahwa separuh kota Manado sudah dikuasai oleh gereja setan.
Lalu, mengapa target mereka justru Manado, kota terbesar di kawasan utara Indonesia yang justru merupakan benteng imat Kristiani yang tangguh? Di Manado, banyak hamba Tuhan yang menentukan detak nadi aktivitas pelayanan di Indonesia. Kehidupan masyarakatnya dinilai sangat baik, kehidupan rohaninya kuat. Selain itu persekutuan yang sangat tangguh seperti seringnya diadakan KKR. Jadi, kalau Manado yang dinilai sebagai “jantungnya” orang Kristen, sudah hancur, maka dengan sendirinya seluruh kota lainnya di Indonesia akan mudah ditaklukan oleh gereja setan.
“Banyaknya pengikut Yesus Kristus di sini, juga merupakan dorongan kuat bagi gereja setan untuk menguasai Manado terlebih dulu…” kata Rina, ketika diwawancarai Tim 11 dari Manado Post. Rina, selanjutnya mengatakan untuk memecah belah umat Kristen, anggota gereja setan tidak segan2 masuk/menyelundup ke tempat2 ibadah. Hal ini yang sangat dimanfaatkan oleh anggota gereja setan untuk menyelusup dan menarik orang2 yang dinilai memiliki bobot tertentu.

Sebenarnya pertama kali menyelusup ke Indonesia lewat Kalimantan. Tetapi, belakangan mereka berubah pikiran karena prospek kota Manado “lebih cerah” untuk perkembangan gereja setan. Maka di tahun 1991 dimulai oleh sepasang suami istri, gereja setan dideklarasikan pendiriannya di gedung Joeang Manado pada tanggal 31 Oktober, bertepatan dengan acara Halloween.


Modus Operandi

Modus operandi mereka adalah tempat2 ramai seperti pertokoan, mall, atau tempat hiburan, bahkan gereja. Calon korban biasanya ditatap lurus2 matanya dan calon korban seakan terkena hipnotis.

Cara lain ialah dengan berjabatan tangan, mereka memakai cincin Pentagram yang tajam, ketika berjabatan mereka akan berusaha membuat luka melalu cincin tersebut. Darah yang keluar luka akan dipakai untuk mengontrol calon korban dari jarak jauh (seperti santet).

Bagi yang sukses “mencari jiwa baru” biasanya akan memperoleh imbalan uang antara Rp.300 sampai Rp.500 ribu. Namun, seandainya ada tugas yang diberikan, gagal, maka ada sanksi berat yang dikenakan. Yakni hukuman mati!. “Biasanya imbalan korban perempuan lebih mahal dari korban laki2 karena kegadisan mereka bisa diserahkan untuk lucifer”ungkap Rina.

Berhati-hatilah ketika kita sedang berjalan atau berada dikeramaian. Mereka bisa saja ada disekitar kita.


Hari-Hari Besar 

Sama seperti agama2 lain didunia, satanic church juga mempunyai hari2 raya tersendiri.


1. Halloween


Setiap tanggal 31 Oktober, mereka merayakan hari raya. Pada hari itu mereka akan melakukan perayaan dengan berkumpul memakai topeng/kostum yang menyeramkan (tidak beda dengan yang dilakukan orang luar pada halloween). Mereka akan berkumpul di GS, bernyanyi dan menari-nari. Pada puncak acara mereka akan melakukan pelampiasan kepada Yesus Kristus dalam wujud gambarNya, yang diinjak2, sementara di bagian atas ruangan digantung simbol salib patah (broken cross).


2. Solstice


Hari raya ini mereka rayakan di bulan Desember seminggu sebelum Natal. Mereka menargetkan, sehari sebelum umat Kristiani merayakan Natal. Maka pada tanggal 24 Desember malamnya, lucifer akan meminta korban. Sehingga dengan begitu, umat Kristiani akan mengalami hari duka.


3. Equinox


Hari raya ini mereka rayakan setiap tanggal 13 Maret. Hari raya ini khusus diikuti oleh hanya 13 wanita dalam kelompok yang dinamakan Sisters of the Light, salah satu kelompok jabatan dalam struktur organisasi gereja setan. Sepertinya sisters of light adalah sekumpulan perempuan yang sudah menjadi istri lucifer.


4. Black Sabath (Misa Hitam)


Dalam upacara ritual khusus ini biasanya ada tumbal yang harus disediakan yakni korban bayi yang baru berumur 4 minggu. GS biasanya melakukan Persembahan Darah bayi hasil aborsi, yang biasanya melakukan hubungan intim didepan jemaat gereja dan setelah 4-6 bulan lamanya, maka anak itu harus digugurkan dan darahnya akan dipersembahkan kepada lucifer. 

Dengan demikian, para jemaat akan selalu dilindungi oleh lucifer dalam berbagai masalah, kecuali yang berkaitan dengan Tuhan.

Sesuai dengan yang tertulis di Al-quran, salah satu tanda kiamat adalah munculnya berbagai nabi dan agama palsu.

07-04-11.40.23

Referensi

  • eramuslim.com/berita/simbologi/gereja-setan-sejarah-dan-simbol-satanic-bag-1-2.htm#.V3U4sMSlbqA
  • eramuslim.com/berita/simbologi/gereja-setan-sejarah-dan-simbol-satanic-bag-1.htm#.V3U4h8SlbqA
  • kaskus.co.id/thread/56b170e4c0cb1774798b4569/gereja-quotsetanquot-pertama-di-dunia-gan/
  • langit9.blogspot.co.id/2012/11/ancaman-gereja-setan-di-indonesia.html?m=1
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s