Kasus LDII Membubarkan Acara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Merusak Masjid Al Hijri, Universitas Ibnu Khaldun, Bogor 2013

Screenshot_2016-06-30-08-51-39_1


Seminar Dakwah Berlangsung Ricuh Massa Aliran Sesat LDII Serang Kajian Mahasiswa

ACARA mengungkap kedustaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang diadakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Univeritas Ibnu Khaldun Bogor (UIKA), Sabtu (15/6/2013) berlangsung ricuh. Para anggota LDII membuat kegaduhan dan meminta panitia membubarkan acara.

Kericuhan ini bermula saat mantan pengurus LDII Adam Amrullah mulai memaparkan bukti-bukti kesesatan LDII. Adam menjelaskan bahwa LDII masih kelanjutan dari Islam Ja’maah. Klaim LDII memiliki paradigma baru hanya dusta belaka.

Tidak berapa lama, seseorang anggota LDII langsung berteriak-teriak dengan diikuti masa LDII lainnya. “Kami warga LDII tidak suka dengan acara provokasi seperti ini,” kata mereka.

Beberapa panitia langsung ditarik dan mendapat pukulan hingga kancing baju mereka berlepasan.

Menurut Adam Amrullah, sejak pagi hari massa LDII sudah membanjiri Masjid Al Hijri di kampus UIKA.  “Mereka teriak ‘Kami orang LDII’ sambil marah-marah,” katanya kepada Islampos.com, Sabtu (15/6/2013).

Hingga berita ini diturukan Adam Amrullah masih diamankan para panitia dan kondisi kampus UIKA masih penuh ketegangan.


Massa Aliran Sesat LDII Tendang Pintu Masjid dan Dorong Mimbar Hingga Al Qur’an Berjatuhan

Dalam pantauan Islampos.com, ratusan massa mendorong mimbar masjid hingga miring. Al Qur’an pun berjatuhan. Massa juga menendang pintu masjid Al Hijri.

Kericuhan ini bermula saat mantan pengurus LDII Adam Amrullah mulai memaparkan bukti-bukti kesesatan LDII. Adam menjelaskan bahwa LDII masih kelanjutan dari Islam Ja’maah. Klaim LDII memiliki paradigma baru hanya dusta belaka.

Tidak berapa lama, seseorang anggota LDII langsung berteriak-teriak dengan diikuti massa LDII lainnya. “Kami warga LDII tidak suka dengan acara provokasi seperti ini,” kata mereka.

Beberapa panitia langsung ditarik dan mendapat pukulan hingga kancing baju mereka berlepasan.

Saat kejadian berlangsung, Adam langsung dievakuasi pengurus ke ruang DKM masjid. Namun dari luar massa LDII terus merangesek seraya menendang pintu mendesak Adam dikeluarkan. 


Panitia Acara ‘Kedustaan LDII’ Dapat Ancaman Teror

JUM’AT malam, (14/6/2013)  seseorang yang mengaku sebagai warga LDII meminta acara Mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor yang membahas “Kedustaan Paradgima Baru LDII” dibubarkan.

Acara ini rencananya akan dilaksanakan Sabtu pagi ini, dengan menghadirkan Sekjen Forum Rujuq Ila Haq (FRIH), Adam Amrullah, yang pernah 31 tahun di LDII.

Ketua Panitia, Ahmad M, mendapat beberapa teror via telepon, sebelumnya mendapat SMS, yang meminta acara harus dibubarkan atau akan berlangsung ricuh.

“Acara ini benar-benat menohok LDII, saya minta dibubarkan atau kami tidak akan bertanggungjawab bila terjadi keributan,” ujar seseorang yang mengaku Ali, warga LDII.

Namun Prof. Didin Hafidhudin, meminta acara tersebut tetap berjalan seperti yang sudah direncanakan. “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.”

Beberapa ormas Islam menghimbau agar pihak LDII bersikap gentle dengan menghadirkan utusannya dan mau berdialog dengan mantan LDII. “LDII nggak bisa memaksa apapun Kajian Mahasiswanya. Kalau gentel, undang saja ke acara diskusinya,” ujar Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ustadz Muhammad Al Khaththath.

Pihak UIKA tetap dengan keputusannya menjalankan acara tersebut, karena memang sangat dibutuhkan oleh umat. “Acara ini penting untuk menjaga umat dari pendangkalan akidah,” tambah Abdul Ghofar, salah seorang panitia.

Pihak pengisi materi, SEkjen FRIH menyatakan bahwa apapun yang akan terjadi, umat perlu dijaga, “Kami mantan LDII siap memberikan informasi valid yang memiliki bukti factual dan actual untuk turut membantu ulama menjaga sekte pendangkal akidah ini,” pungkas Adam.[1]


Tiga Mahasiswa Terluka, Massa LDII Dilaporkan ke Polres Bogor

Mahasiswa yang terkena bogem massa LDII yang beringas, mengadukan penganiayaan ini ke Polres Bogor, Sabtu (15/6) siang. Kapolres Bogor, Bachtiar Ujang Permana, yang hadir dalam seminar itu berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Namun saat ini masih dalam proses pengumpulan bukti-bukti terlebih dahulu.

Seperti dilaporkan informan voa-islam di lapangan, ada tiga mahasiswa yang divisum di rumah sakit terdekat, akibat pukulan massa LDII. Ketiga mahasiswa itu adalah Ahmad Sahal, Nur Sholihin, dan Muhammad Syakur.

Acara diskusi itu sejatinya dimulai jam 8 pagi, namun 30 menit sebelum dimulai, masjid sudah dipenuhi ratusan anggota LDII. Keadaan mulai rusuh taktala pembicara, Adam Amrullah yang merupakan mantan anggota LDII/Islam Jamaah, menampilkan foto Ketua Umum LDII, Abdullah Syam. Adam juga menjelaskan bahwa LDII masih kelanjutan dari Islam Ja’maah. Klaim LDII memiliki paradigma baru hanya dusta belaka.

Mendengar penjelasan Adam, salah seorang peserta berteriak -teriak dengan diikuti masa LDII lainnya.menuding Sekjen Forum Rujuq Ila Haq (FRIH) Adam Amrullah sebagai provokator. “Kami warga LDII tidak suka dengan acara provokasi seperti ini,” kata mereka.

Aksi anarkis massa LDII yang membubarkan acara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu merusak sejumlah perangkat Masjid Al Hijri, Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, Sabtu (15/6/2013) pagi. Ratusan massa mendorong mimbar masjid hingga miring yang membuat Al Qur’an berjatuhan. Tidak hanya itu, massa juga menendang pintu masjid Al Hijri.

Beberapa panitia langsung ditarik dan mendapat pukulan hingga kancing baju mereka berlepasan. Saat kejadian berlangsung, Adam langsung dievakuasi pengurus ke ruang DKM masjid. Namun dari luar massa LDII terus merangesek seraya menendang pintu mendesak Adam dikeluarkan.

Atas kejadian itu, setidaknya ada 4 orang yang mengalami tindak kekerasan.  Dua orang panitia, seorang dosen dan seorang satpam terkena pukulan. Hingga pukul 10.30 puluhan anggota LDII masih berjaga-jaga di depan kampus UIKA. Mereka meminta agar Adam segera angkat kaki dari Masjid UIKA. Bahkan mereka dengan arogan meminta siapapun yang ada di masjid untuk keluar.

Menurut salah seorang dosen Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) yang tak mau disebut namanya, ternyata mahasiswa yang berpaham LDII sudah banyak di kampus tersebut. Terlebih di belakang kampus UIKA, ada masjid LDII yang banyak merangkul mahasiswa UIKA. 


Massa LDII Beringas, Serbu Kampus UIKA, Adam Amrullah Diamankan FPI

LOGO LDII - kecil

Sejak pagi hari, Sabtu (15/6), pukul 07.00 kurang, massa LDII sudah memenuhi Masjid Al Hijri Universitas Ibnu Khaldun, sambil berteriak-teriak dengan suara gaduh. Sejak malam pihak panitia memang sudah mendapat ancaman dari LDII.

Seperti dilaporkan Sekjen Forum Rujuq Ila Haq, acara dibuka pukul 08.00 WIB. Ketika Adam baru saja menampilkan satu bukti transkrip (rekaman suara Ketua Umum LDII Abdullah Syam tahun 2011), dan menjelaskan soal kesesatan LDII  yang masih berpaham Islam Jamaah, seorang berbaju biru langsung teriak dan diikuti oleh massa lainnya. “Kami warga LDII, kami nggak suka dengan acara provokasi seperti ini”. Yang pasti, banyak makian  lainnya yang membuat masjid menjadi rusuh,” suara massa LDII gaduh.

Saat itu panitia berdiri dan melindungi Adam selaku pemateri yang juga mantan LDII. Beberapa panitia terkena pukulan dan ditarik hingga masuk ke arus massa, bajunya ditarik hingga copot kancing bajunya.

Nampak ketua rombongan yang berbaju biru itu memancing emosi panitia sambil mengancam: “Awas, jangan sampai kita mendahului.”

Alhamdulillah, panitia berhasil mengevakuasi Adam dengan cepat ke ruang DKM. Dan dari luar masa mendobrak pintu untuk meminta Adam dikeluarkan dari ruangan. Keadaan segera ditangani oleh aparat Polres, mahasiswa UIKA, dan massa pun dibubarkan.

Saat ini mereka, massa LDII yang beringas masih menunggu di luar dan Adam diamankan oleh polisi. Dikabarkan, mimbar masjid dihancurkan oleh massa LDII yang beringas.[2]


Pernyataan Sikap Umat Islam Bogor Mengutuk Aksi Anarkis Massa Aliran Sesat LDII

  • Atas Nama Umat Islam Bogor, mengutuk keras sikap arogansi ormas LDII yang menteror penitia pelaksana kegiatan kajian ilmiah dan membuat insiden huru hara dalam acara seminar yang diadakan oleh mahasiswa UIKA (pesantren Ulil Albab).
  • Mengutuk keras perilaku anarkis kelompok massa LDII, atas penghentian acara secara paksa, penyerangan, pemukulan terhadap panitia dan pengrusakan fasilitas yang ada di dalam masjid kampus UIKA Bogor
  • Aksi anarkisme jamaah aliran sesat LDII itu terjadi  pada hari Sabtu, 15 juni 2013 pukul 09.00 WIB di dalam Masjid Kampus UIKA Jl. K.H Soleh Iskandar Bogor.
  • Kepada aparat kepolisian dimohon dengan sangat agar dapat menyeret anggota jamaah LDII pelaku anarkisme tersebut dan provokator oknum LDII yang menggerakkan massanya untuk melakukan pengancaman, terror, pelecehan dan perusahan rumah ibadah, serta penyerangan dan pemukulan terhadap panitia kegiatan seminar

Inilah selengkapnya isi pernyataan berupa kutukan keras terhadap aksi anrakis massa LDII.

Pernyataan Sikap Umat Islam Bogor

Bahwasanya atas tindakan anarkisme pada hari Sabtu, 15 juni 2013 pukul 09.00 WIB di dalam Masjid Kampus UIKA Jl. K.H Soleh Iskandar Bogor oleh jamaah LDII, umat Islam menyatakan;

  1. Mengutuk keras sikap arogansi ormas LDII yang menteror penitia pelaksana kegiatan kajian ilmiah dan membuat insiden huru hara dalam acara seminar yang diadakan oleh mahasiswa UIKA (pesantren Ulil Albab)
  2. Mengutuk keras perilaku anarkis kelompok massa LDII, atas penghentian acara secara paksa, penyerangan, pemukulan terhadap panitia dan pengrusakan fasilitas yang ada di dalam masjid kampus UIKA Bogor
  3. Mengutuk keras terhadap perilaku massa LDII yang melakukan pelecehan terhadap masjid sebagai rumah ibadah umat dengan memasukinya tanpa membuka sepatu di saat mengikuti acara seminar tersebut, karena menganggap masjid di kampus UIKA tersebut adalah salah satu masjid yang mengandung najis milik orang kafir yang di luar kelompoknya
  4. Kepada aparat kepolisian dimohon dengan sangat agar dapat menyeret anggota jamaah LDII pelaku anarkisme tersebut dan profokator oknum LDII yang menggerakan massanya untuk melakukan pengancaman, terror, pelecehan dan perusahan rumah ibadah, serta penyerangan dan pemukulan terhadap panitia kegiatan seminar
  5. Meminta kepada pengurus MUI pusat untuk segera menerbitkan fatwa baru tentang penyimpangan akidah dan kesesatan ormas LDII yang menghalalkan perbuatan anarkis terhadap umat Islam yang bukan anggota ormas LDII.
  6. Meminta kepada kejaksaan agung RI untuk membekukan ormas LDII karena LDII adalah baju baru dari kelompok Islam jamaah yang telah dinyatakan sesat oleh MUI sejak tahun 1971, dan mengajarkan kepada jamaahnya nuntuk berlaku anarkis terhadap umat Islam yang bukan warga LDII.

Bogor, 15 Juni 2013.

Atas Nama Umat Islam Bogor,

Drs. Iyus Khaerunnas Malik                                H.Willyuddin A.Rasyid Dhani S.Pd.

KH.M.Abbas Aula, Lc, MHI                                                          KH.Khaerul Yunus

Prof.DR.KH.Didin Hafidhuddin M.Sc

(Daftar tanda tangan umat Islam Bogor difile lengkap lebih dari 250 orang)

Demikian isi lengkap Press Release Pernyataan atas nama Umat Islam Bogor Seputar Radikalisme Massa LDII hari ini di UIKA Bogor.[3]

Pernyataan Sikap DPP IMM Tentang Serangan LDII di Masjid Al Hijr UIKA Bogor

Screenshot_2016-06-30-09-03-41_1

Menyikapai Tindakan anarkis yang dilakukan  Massa LDII  dalam sebuah  diskusi  yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UIKA  bogor di masjid Al-Hijri dilingkungan  kampus Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Sabtu (15/6). serta pemukulan   Terhadap salah seorang kader  IMM ini  sangat disayangkan apa lagi  kejadian  berlangsung didalam masjid.

Semestinya pihak  LDII melakukan komunikasi  terlebih dahulu atau ikut  berdiskusi secara ilmiah dan berdasarkan kajian yang bersumber pada al-qur’an dan al-hadits  tidak semestinya dengan  cara kekerasan jika betul ada ajaran yang bertentangan dengan ajarann  islam yang murni  mari kita perbaiki secara bersama-sama.

Apapun alasannya kami mengutuk tindak kekerasan  dan pemukulan yang terjadi  seharusnya bisa ditempuh dengan cara dialog,

Kami berharap kejadian ini tidak meluas dan tidak dimanfaatkan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab maka dari itu kami atas nama Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah meminta kepada pihak aparat keamanan  setempat untuk menyelesaikan  permasalahan ini sesuai  hukum yang berlaku dan bagi seluruh kader   IMM agar tetap bertindak sesuai aturan yang berlaku

Demikanlah pernyataan ini kami sampaikan

wassalam

FAHMAN HABIBI

Sekjend DPP IMM[4]

Sejumlah Kutukan dan Desakan untuk Menuntut Aliran Sesat LDII yang Berbuat Anarkis di Masjid

MUI Desak Tindakan Anarkis Massa Aliran Sesat LDII Diproses Secara Hukum

  • Tindakan massa LDII memukuli narasumber dan merusak masjid adalah tindak kesewenang-wenangan dan intoleransi. Aparat diminta mengusut kejadian tersebut hingga menjerat pelaku pengrusakan.


MAJELIS ulama Indonesia (MUI) mengecam tindakan anarkis massa Lembaga Dakwah Islam Indonesia terhadap kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di kampus Universitas Ibnu Khaldun Bogor. MUI mendesak agar pelaku diproses secara hukum.

“Itu harus diproses hukum dan dilaporkan ke polisi. Umat Islam patut bersatu menghadapinya,” tegas Ketua MUI Amidhan kepada wartawan, Ahad (16/6/2013).

Tindakan massa LDII memukuli narasumber dan merusak masjid adalah tindak kesewenang-wenangan dan intoleransi. Aparat diminta mengusut kejadian tersebut hingga menjerat pelaku pengrusakan.

“Apa gunanya Presiden SBY menerima award sebagai negarawan yang menjadikan Indonesia negara demokratis dan toleran?” tanyanya.

Sebelumnya, pada hari Sabtu lalu ratusan massa LDII memasuki Masjid Al Hijri kampus UIKA untuk membubarkan seminar dakwah mahasiswa IMM. Narasumber seminar tersebut, Adam, mengaku ikut mendapatkan pukulan meski sudah diamankan.

“Saya kena di sini (menunjuk kepala),” katanya kepada Islampos.com.


Sekjen IMM Desak Aparat Hukum Usut Kekerasan Massa LDII terhadap Kader IMM

DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengecam aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok massa dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kemarin di masjid kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Bogor, Jawa Barat.

Saat itu, IMM Cabang UIKA Bogor menggelar seminar aqidah Islam dan pelatihan ruqyah. Tapi tiba-tiba, massa LDII datang dan meminta acara tersebut dibubarkan. Bahkan, mereka sempat memukul ketua panitia diskusi, Muhajir Abbasy.

“Semestinya pihak LDII melakukan komunikasi terlebih dahulu atau ikut berdiskusi secara ilmiah dan berdasarkan kajian yang bersumber pada Al Qur’an dan Al Hadits . Tidak semestinya dengan cara kekerasan,” ujar Sekjen DPP IMM Fahman Habibi (Minggu, 16/6).

Fahman menjelaskan, jika dinilai ada yang bertentangan dengan ajaran Islam yang dibahas dalam diskusi tersebut, juga tidak pada tempatnya melakukan aksi kekerasan. Apalagi hal itu digelar di masjid. “Apapun alasannya kami mengutuk tindak kekerasan dan pemukulan. Seharusnya bisa ditempuh dengan cara dialog,” ungkapnya.

Karena itu, DPP IMM berharap kejadian kemarin itu tidak meluas dan tidak dimanfaatkan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

“Kami meminta kepada pihak aparat keamanan setempat untuk menyelesaikan  permasalahan ini sesuai  hukum yang berlaku. Bagi seluruh kader  IMM, agar tetap bertindak sesuai aturan yang berlaku,” demikian Pimen, panggilan akrabnya. 


Din Syamsuddin sesalkan penyerangan massa LDII terhadap kajian IMM

KETUA Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyesalkan penyerangan massa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kepada kajian mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Menurutnya, hal itu tidak perlu dilakukan massa LDII.

“Hal tersebut kita sesalkan, janganlah ada serangan fisik,” katanya kepada wartawan, Ahad (16/6/2013) di Jakarta.

Din menegaskan sangat wajar jika mahasiswa ingin mengkaji LDII, karena sebagian umat Islam mempersoalkan ajaran LDII.

“Tidak ada salahnya mahasiswa mengkaji LDII,” ujarnya.

Din menghimbau agar LDII melakukan perdamaian dan minta maaf kepada IMM. Langkah hukum patut dijalankan jika upaya islah menemui hambatan.

“Siapa yang salah, maka mengaku salah. Tapi jika islah tidak bisa dilakukan, maka perlu dilakukan upaya hukum,” tutupnya.


Prof. Dr. KH. Didin Hafidhudin Kutuk LDII yang Rusak Masjid Universitas Ibnu Khaldun

Mantan rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor Prof. Dr. KH. Didin Hafidhudin, Msi mengutuk keras atas tindakan anarkisme jamaah LDII yang merusak masjid Al Hijri UIKA Bogor pada Sabtu 16 Juni 2013. Pernyataan itu beliau sampaikan di sela-sela acara membahas kelompok Inkar Sunnah di Gedung Pascasarjana UIKA Bogor.

“Kita mengutuk keras terhadap siapapun juga yang menodai masjid, apalagi memakai sepatu ke masjid itu merupakan penghinaan, tetapi sekali lagi tetap kita jangan emosi, kita serahkan ke polisi untuk menyusut tuntas kasus ini,” tegasnya dilaporkan Suara Islam.

Kejadian tersebut terjadi ketika diselenggarakannya kajian yang di adakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIKA pada Sabtu pagi (15/6/2013), tema acaranya sendiri akan mengungkap kedustaan paradigma baru LDII. Diskusi menghadirkan Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) Adam Amrullah yang juga mantan anggota LDII.

Kiyai Didin menjelaskan bahwa semalam sebelum acara sudah banyak oknum yang mengancam panitia akan menyerbu, dan esok harinya ternyata penyerangan itu benar terjadi.

“Atas penyerangan berencana itu sudah kita laporkan ke pihak berwenang, dan sedang di proses oleh kapolresta Bogor. Kita berharap supaya ini diusut dengan pasal penodaan agama juga. Kita punya videonya, mereka merusak mimbar masjid,  bahkan ada yang masuk masjid dengan memakai sepatu. Saya tidak menduga bisa terjadi seperti itu, sepertinya mereka punya beking sehingga berani melakukan hal tersebut”, ujar Kiyai Didin.

Direktur Pascasarjana UIKA ini juga berharap kasus penyerangan tersebut tidak menimbulkan konflik horizontal.

“Kalo secara emosional rasanya ingin melawan, kita ingin buktikan bahwa kita juga tidak bisa diperlakukan begitu saja. Tetapi kita tidak ingin nantinya ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga akan menimbulkan konflik horizontal. Kita percayakan kepolisian akan mengusut secara tuntas agar jangan sampai ini terjadi di tempat lain”, jelasnya.

Selain merusak masjid, jamaah LDII pun melakukan penganiyaan terhadap sejumlah panitia acara.“Ada sejumlah panitia dan pengurus masjid yang terluka, ini tidak bisa dibenarkan secara agama dan secara moral”, pungkasnya.


FUI Bogor Kutuk Keras Jamaah LDII yang Serbu Masjid Kampus di Bogor

Tindakan anarkisme yang dilakukan Jamaah LDII di dalam Masjid Kampus UIKA Jl. K.H Soleh Iskandar Bogor, Sabtu (15/6) pagi, pukul 09.00 WIB menuai kecaman dari sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bogor.

Dalam pernyataan sikapnya, FUI Bogor mengutuk keras sikap arogansi ormas LDII yang menteror panitia pelaksana kegiatan kajian ilmiah dan membuat insiden huru hara, dalam acara seminar yang diadakan oleh mahasiswa UIKA.

FUI Bogor juga mengutuk keras prilaku anarkis sekelompok masa LDII, atas penghentian acara secara paksa, penyerangan, pemukulan terhadap panitia dan pengrusakan mimbar masjid yang ada di dalam masjid.

Selanjutnya, FUI mengecam keras terhadap prilaku massa LDII yang melakukan pelecehan terhadap masjid sebagai rumah ibadah umat, dengan memasukinya tanpa membuka sepatu disaat mengikuti seminar, karena menganggap masjid di kampus UIKA tersebut adalah salah satu masjid najis milik orang kafir yang diluar kelompoknya.

FUI meminta Kepada aparat kepolisan agar menyeret anggota jamaah LDII pelaku anarkisme dan provokator oknum LDII yang menggerakkan massanya untuk melakukan pengancaman, teror, pelecehan dan perusakan rumah ibadah, serta penyerangan dan pemukulan terhadap panitia kegiatan.

FUI Bogor juga meminta kepada MUI Pusat untuk segera menerbitkan Fatwa Baru tentang Penyimpangan Akidah dan Kesesatan Ormas LDII yang menghalalkan perbuatan anarkis terhadap umat islam yang bukan anggota ormas LDII.

FUI meminta kepada kejaksaan agung RI untuk membekukan ormas LDII, karena LDII adalah baju baru Islam Jamaah yang telah dinyatakan sesat oleh  MUI sejak tahun 1971, dan mengajarkan kepada jamaahnya untuk berlaku anarkis terhadap umat islam yang bukan warga LDII.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani 250 umat islam Bogor, diantaranya oleh Ustadz Iyus Khaerunnas Malik (ketua) Ust Wilyudin A. Rasyid Dhani S.Pd (sekretaris), Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin M.Si,  KH. Khaerul Yunus (Penasehat), KH.M.Abbas Aula, Lc, MHI.[5]


Kasus Aliran Sesat LDII Mengamuk di Masjid UIKA Telah Resmi Dilaporkan ke Polisi

Pihak yang melaporkan LDII ke Polresta Bogor adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIKA dan IMM Jabar, atas penganiyaan 5 anggota mereka; dan pihak DKM Masjid al-Hijri UIKA atas perusakan masjid.

  • Serangan Itu Sudah Direncanakan
  • Serangan ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terhadap pengajian mahasiswa di masjid al-Hijri Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) telah direncanakan. Hal itu diakui oleh pihak LDII yang hidayatullah.com temui di Bogor, Senin (17/06/2013).
  • Guntur Freddy, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, komplek DPD LDII Kota Bogor mengatakan, serangan terhadap seminar itu sudah diinstruksikan oleh Ketua PC LDII Tanah Sereal, Iskandar.

Inilah beritanya:

LDII Resmi Dilaporkan ke Polisi

Hidayatullah.com–Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dilaporkan ke Polres Kota Bogor, atas aksinya menyerang pengajian mahasiswa di kampus Universitas Ibnu Khaldun, Ahad (16/06/2013).

“Kita loporkan LDII ke polisi karena tindak penganiayaan, pengeroyokan dan perusakan fasilitas umum, serta penodaan agama,” kata Ketua Forum Komunikasi Umat Islam (FORKAMI) Bogor, yang mendampingi mahasiswa korban serangan LDII ke Polresta Bogor, Senin, (17/06/2013).

Pihak yang melaporkan LDII ke Polresta Bogor adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIKA dan IMM Jabar, atas penganiyaan 5 anggota mereka, pihak DKM Masjid al-Hijri UIKA atas perusakan masjid.

Rombongan pelapor diterima langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Bogor, Didi Purwanto. “Kita terima ketiga laporannya, dan akan kita proses,” kata Didi.

Selain mahasiswa, Sekretaris Forum Umat Islam (FUI) Bogor, Wilyudin Wardani juga hadir dan melaporkan LDII atas tindak penodaan agama.

Kata Wilyudin, pihaknya akan menyertakan bukti-bukti berupa audio visual, video, dan visum rumah sakit tiga orang korban dari pihak panitia yakni Ahmad Sahal, Nur Sholihin, dan Muhammad Syakur.


LDII Minta Maaf, Proses Hukum Jalan Terus

Ketua IMM UIKA, Muhajir Abbasi, bahkan belum bisa menerima permintaan maaf tersebut.

Screenshot_2016-06-30-09-13-02_1

Setelah menggeruduk pengajian di Masjid al-Hijri Universitas Ibnu Khaldun Bogor pada Ahad (16/06/13), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) langsung menyatakan permohonan maaf di koran Radar Bogor, Senin (17/06/2013).

Permintaan maaf itu ditujukan kepada Rektor dan Civitas Akademika UIKA, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UIKA Bogor, DKM Masjid al-Hijri II UIKA, Pesantren Mahasiswa Ulil Albab UIKA, panitia dan peseta seminar, dan seluruh masyarakat Kota Bogor.

“Semoga ukhuwah Islamiyah di Kota Bogor tetap terjaga dengan baik,” demikian bunyi pernyataan yang ditandatangi Ketua Dewan Pengurus Daerah LDII Kota Bogor, Dr. Radjab Tampubolon.

Menurut penuturan pengurus Masjid al-Hijri, Radjab sempat mendantangi kampus dan masjid UIKA untuk minta maaf. Menurut pihak kampus dan DKM, soal maaf masalah mudah namun proses hukum tetap jalan.

Ketua IMM UIKA, Muhajir Abbasi, bahkan belum bisa menerima permintaan maaf tersebut.

“Proses hukum kita ikut komando Forkami,” kata Muhajir.

Forkami adalah Forum Komunikasi Umat Islam, yang menggagalkan pembangunan gereja ilegal di Taman Yasmin, Bogor tahun lalu.

Kontributor hidayatullah.com sudah berusaha tiga kali menghubungi Radjab via telepon dan sms pada Senin siang, namun dia tidak menjawab.*


MUI Jabar Sesalkan Serangan Massa LDII di Acara Pengajian UNIKA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyesalkan insiden serangan dan pembubaran paksa acara kajian di kampus UNIKA Bogor beberapa yang dilakukan oleh sekelompok massa yang mengaku dari jamaah LDII.

Sekretaris Umum MUI Jabar, Drs.Rafani Achyar, MSi, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut di tengah upaya LDII yang selama ini menyatakan telah mengubah paradigmanya.

“Sangat disesalkan kejadian kemarin itu.Wajar jika hingga saat ini masih ada kalangan yang ingin tahu tentang LDII sehingga acara seperti itu jangan dulu disikapi secara emosional apalagi disertai pengrusakan segala,”ungkap Rafani kepada hidayatullah.com, Senin (17/06/2013).

Rafani mengaku, pihak LDII sendiri pernah datang ke MUI Jabar  dalam rangka menjelaskan tentang perubahan paradigma barunya.

MUI Jabar sendiri sejak awal sudah meminta kepada pihak LDII untuk membuktikan paradigma baru tersebut baik secara intern LDII maupun kalangan umat Islam dengan tindakan atau amaliyah nyata.

Paradigma baru LDII,sambung Rafani,harus dibuktikan kepada kalangan umat Islam secara kongkrit,walaupun pengakuan secara teoritis bisa dianggap sudah benar. Namun implementasi di lapangan terkadang masih menimbulkan tanda tanya.

MUI Jabar sendiri mengaku belum sampai melakukan kajian dan penelitian perubahan paradigma tersebut. Namun menurut informasi dan pengakuan masyarakat belum ada perubahan.

“Berdasar laporan dari masyarakat di berbagai daearah yang disampaikan kepada MUI Jabar mengatakan bahwa LDII masih seperti yang dulu. Ini perlu kita teliti juga,” imbuhnya.

Menurut Rafani insiden di UNIKA Bogor kemarin bisa menjadi perseden buruk bagi ukhuwah dan kerukunan antar ormas Islam. Jika tidak diselesaikan justru bisa memancing kekeruhan hubungan dalam masyarakat.Ia mengkritisi seharusnya acara tersebut berlangsung secara terbuka baik pihak yang mengkaji (panitia) maupun pihak yang di kaji (LDII) dengan mengedepankan dialog  yang rasional dan bertanggung jawab,bukan dengan pemaksaan secara sepihak.

MUI Jabar  sendiri masih menunggu laporan resmi dari pihak panitia yang akan di sampaikan MUI Bogor. Pihaknya juga menghimbau semua pihak dapat menahan diri dengan mengedepankan dialog sebagai jalan keluar jika ada masalah.


Serangan yang Sudah Direncanakan

Serangan ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terhadap pengajian mahasiswa di masjid al-Hijri Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) telah direncanakan. Hal itu diakui oleh pihak LDII yang hidayatullah.com temui di Bogor, Senin (17/06/2013).

Guntur Freddy, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, komplek DPD LDII Kota Bogor mengatakan, serangan terhadap seminar itu sudah diinstruksikan oleh Ketua PC LDII Tanah Sereal, Iskandar.

Alasannya kata Freddy, acara itu tujuannya untuk memojokkan LDII. Katanya, walaupun seminar diisi oleh mantan LDII, segala hal yang tujuannya untuk memojokan LDII harus dihentikan dengan cara apapun.

“Pokoknya harus distop,” kata Freedy yang diwawancarai di komplek DPD LDII Kota Bogor yang berjarak kurang dari satu kilometer dari Kampus UIKA.

MS. Kaban, dosen UIKA yang juga mantan Menteri Kehutanan yang hidayatullah.com temui di UIKA mengatakan, apapun dalih LDII menyerang tidak dapat dibenarkan.

“Kalau sudah sekali mereka (LDII) begitu, nanti kebiasaan,” kata Kaban.

Untuk itu, Kaban akan terus menggalakkan mahasiswanya mengawal proses hukum terhadap LDII.[6]


Bukti Keterlibatan Petinggi LDII dalam Aksi Penyerangan

Salah satu petinggi LDII yang terlibat adalah Wilnan Fatahillah. Wilnan adalah DPD LDII Kota Bogor

Salah satu petinggi LDII yang terlibat adalah Wilnan Fatahillah. Wilnan adalah DPD LDII Kota Bogor


Salah satu petinggi LDII yang terlibat adalah Wilnan Fatahillah. Wilnan adalah DPD LDII Kota Bogor Bagian Pendidikan, Agama dan Dakwah.

Menurut keterangan panitia kepada Islampos.com, Wilnan adalah orang yang pertama kali melakukan interupsi, bangkit berdiri dan berusaha maju ke arah pembicara. Setelah itu seluruh gerombongan LDII terprovokasi untuk maju dan menyerang narasumber.

Keterlibatan petinggi LDII juga diakui oleh anggota LDII, Guntur Fredy. Guntur bercerita, pembubaran acara memang diperintahkan tanpa harus menunggu ada sesi dialog.

“Gak usah ngomong-ngomong, yang jelas kalau membahas tentang LDII sudah langsung distop aja. Dia sudah tidak bisa diperingatkan,” ujar Guntur.[7]


Inilah Sikap Muhammadiyah terhadap LDII

download

INSIDEN penyerangan massa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam kegiatan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Masjid Al Hijri, Kampus Universitas Ibnu Khaldun, masih menyisakan luka di jajaran panitia.

Pihak LDII mengaku kejadian itu merusak ukhuwah antara LDII dan Muhammadiyah yang sudah lama terjalin. Sebagian kalangan justru mempertanyakan sikap Muhammadiyah terhadap lembaga yang diketuai Abdullah Syam tersebut.

Situs Resmi Muhammadiyah (Muhammadiyah.or.id) sebelumnya sudah pernah melansir pertanyaan seorang muslim yang bertanya bagaimana sikap Muhammadiyah terhadap LDII. Berikut penjelasannya.


Bahwa  LDII pemah ditetapkan sebagai aliran sesat,  karena dianggap reinkarnasi dari Islam Jamaah. Butir kesesatannya adalah karena di antara paham yang dikembangkan oleh LDII ini adalah paham takfir, yakni menganggap semua orang Islam yang tidak bergabung ke dalam barisannya dianggap sebagai orang kafir. LDII yang didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Lubis, awalnya bernama Darul Hadis, kemudian berganti nama menjadi Islam Jama’ah, setelah dinyatakan terlarang oleh Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Karena kembali meresahkan masyarakat, akhirnya dilarang melalui SK Jaksa Agung RI No. Kep.-08/D.A/10. 1971. Setelah itu berganti nama LEMKARI (Lembaga Karyawan Dakwah Islam), pada tahun 1990 dalam Mubes di Asrama Haji Pondok Gede bergantinama menjadi LDII.

Untuk diketahui, Pokok-Pokok Ajaran islam Jamaah / LDil adalah sebagai berikut:

1. Orang Islam di luar kelompok mereka  adalah kafir dan najis, termasuk kedua  orangtua sekalipun.

2. Kalau ada orang di luar kelompok mereka yang melakukan shalat di masjid mereka, maka bekas tempat shalatnya dicuci karena dianggap sudah terkena najis.

3. Wajib taat pada amir atau imam mereka.

4. Mati dalam keadaan belum baiat kepada amir/imam LDIl maka akan mati jahiliyah (kafir).

5. Al-Qur an dan Hadits yang boleh diterima adalah yang mankul (yang keluar dari mulut imam/amir mereka) selain itu haram diikuti.

6. Haram mengaji Al-Qur’an dan Hadits kecuali kepada imam/amir mereka.

7. Dosa bisa ditebus kepada sang amir atau imam dan besarnya tebusan tergantung besar kecilnya dosa yang diperbuat dan ditentukan oleh amir/imam.

8. Harus rajin membayar infak, shadaqah dan zakat kepada Amir/Imam mereka. Selain kepada mereka adalah haram.

9. Harta. zakat, infak dan shadaqah yang sudah diberikan kepada amir/imam haram ditanyakan catatannya atau penggunaannya.

10. Haram membagikan daging Qurban/ zakat fitrah kepada orang Islam di luar kelompoknya

11. Haram shalat di belakang imam yang bukan dari kelompok mereka, kalau terpaksa tidak perlu wudlu dan harus diulang.

12. Haram menikahi orang di luar kelompoknya.

13. Perempuan LDII kalau mau bertamu di rumah orang selain kelompoknya harus memilih waktu haid (dalam keadaan kotor).

14. Kalau ada orang di luar kelompok mereka bertamu ke rumah mereka maka bekas tempat duduknya harus dicuci karena dianggap najis.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan sepuluh kriteria suatu aliran dapat digolongkan tersesat. Namun, tidak semua orang dapat memberikan penilaian suatu aliran dinyatakan keluar darin ilai-nilai dasar Islam.”Suatu paham atau aliran keagamaan dapat dinyatakan sesat bila memenuhi salah satu dari sepuluh kriteria,” kata Ketua Panitia Pengarah Rakernas MUI Tahun 2007, Yunahar Ilyas, di Jakarta. Sepuluh Kriteria Aliran Sesat tersebut adalah:

1. Mengingkari rukun iman dan rukun   Islam

2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’I (Al-Qur’an dan As-Sunnah),

3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur’an

4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Qur’an

5. Melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir

6. Mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam

7. Melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul

8. Mengingkari Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir

9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah

10. mengkafirkan kaum muslim tanpa dalil syar’i

Yang menarik sebagaimana hasil rakernas LDII 2007, organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan ini tidak menajiskan atau mengkafirkan orang dan masjid yang dikelola terbuka untuk umum. Dalam LDII juga tidak ada keamiran dan mau diimami oleh siapa saja, dengan mengiktui ijma’ ulama untuk melakukan taswiyah al-manhaj dan tansiq al-harakah. “Kami punya paradigma baru,” kata ketua Wanhat DPD LDII Kota Cirebon, Drs. H, Mansyur MS.

Namun ketua MUI KH. Ma’ruf Amin menyatakan bahwa memang saat ini LDII sedang berusaha untuk menyatu dengan ormas Islam lainnya. Tapi MUI belum merehabilitasinya. MUI akan membuka diri jika LDII berkeinginan kembali bergabung bersama ormas lain, asalkan bersedia menyampaikan surat pernyataan secara resmi, tidak akan berperilaku seperti yang dituduhkan selama ini. Salah satunya menganggap orang di luar mereka kafir.

Sebenarnya I’tikad baik LDII untuk keluar dari eksklusifisme sudah mulai terlihat, dimana sebagian mereka sudah mau bersalaman dan tidak mencuci tangannya lagi setelah bersalaman. Namun untuk batin hanya Allah yang tahu.

Oleh karena itu apabila sudah tidak mengamalkan pokok-pokok ajaran yang 14 butir di atas, dan tidak ada indikasi kearah aliran sesat, maka umat Islam dapat membuka diri termasuk Muhammadiyah, dalam rangka tawashau bil-haq wa tawashau bishober.[8] 


Kenapa Mereka Marah?

Kasatreskrim Polresta Bogor, Didi Purwanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini.

Niat hati membubarkan kajian bertemaMengungkap Kedustaan Paradigma Baru LDII itu,  lembaga yang acap dianggap sebagai penerus ajaran Islam Jamaah ini – aliran sempalan yang resmi dilarang Jaksa Agung RI pada 1971- malah menuai kecaman para ulama dan tokoh umat Islam Bogor.

Tiga orang jamaah dan pengurus LDII Kota Bogor, Ali Akbar Hutzi, Wilnan Fatahillah, dan Iskandar (Ketua PC LDII Tanah Sareal, Bogor) dilaporkan ke Polres Kota Bogor. 

“Kita laporkan ke polisi atas tindakan penganiayaan, pengeroyokan, dan perusakan fasilitas umum, serta penodaan agama,” kata Achmad Iman, Ketua Forum Komunikasi Umat Islam (Forkami) Bogor yang mendampingi para mahasiswa korban serangan LDII ke Polresta Bogor, 17 Juni 2013.

Prof. KH. Didin Hafidhuddin, tokoh Islam Bogor yang juga mantan rektor UIKA mengutuk aksi anarkis massa LDII yang menodai kesucian masjid dan memukuli sejumlah mahasiswa UIKA yang menjadi panitia kajian ilmiah tersebut.

Didin mengatakan, usai serangan tersebut, umat Islam yang tinggal di sekitar UIKA, sempat meminta izin kepadanya untuk menyerang balik komplek LDII yang jaraknya cuma sekitar 1 kilometer dari UIKA. “(Tapi) kita tidak ingin terjadi konflik horizontal,” kata Didin.

Kecaman terhadap massa LDII pun datang dari tokoh-tokoh ormas Islam Bogor lainnya seperti dari PD Muhammadiyah, Dewan Da’wah Kota Bogor, Forum Umat Islam, PUI Kota Bogor, dan lainnya. Pata tokoh Islam Bogor pun melaporkan hal tersebut ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pada 25 Juni 2013. Mereka meminta MUI menarik keputusan Komisi Fatwa MUI (No. 03/Kep/KF-MUI/XI/2006) yang menyatakan LDII telah berparadigma baru dan bukan penerus organisasi terlarang Islam Jamaah.

“Tindakan anarkis penyerangan massa LDII kepada civitas akademika UIKA adalah salah satu bukti otentik kesesatan akidah dan paradigma mereka,” kata Rektor UIKA, Ending Bahruddin yang membacakan pernyataan sikap ulama dan umat Islam Bogor di kantor MUI itu.

Keadaan itu membuat Pengurus LDII Kota Bogor segera memasang pernyataan permohonan maaf di dua suratkabar lokal, Jurnal Bogor (16/6/2013) dan Radar Bogor (17/6/2013). Permohonan maaf ditujukan kepada rektor dan civitas akademika UIKA, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) orsat UIKA, DKM Masjid al-Hijri II UIKA, Pesantren Mahasiswa Ulil Albab UIKA, panitia dan peserta seminar, serta seluruh masyarakat Kota Bogor.

“Semoga ukhuwah Islamiyah di Kota Bogor tetap terjaga dengan baik,” demikian bunyi pernyataan yang ditandatangi Ketua Dewan Pengurus Daerah LDII Kota Bogor, Dr. Radjab Tampubolon.

Menurut penuturan pengurus Masjid al-Hijri, Radjab sempat mendatangi kampus dan masjid UIKA untuk minta maaf. Menurut pihak kampus dan DKM, soal maaf masalah mudah namun proses hukum tetap jalan.

Ketua IMM UIKA, Muhajir Abbasi, bahkan belum bisa menerima permintaan maaf tersebut.”Proses hukum kita ikut komando Forkami,” kata Muhajir. Forkami adalah Forum Komunikasi Umat Islam, yang menggagalkan pembangunan gereja ilegal di Taman Yasmin, Bogor tahun lalu.

Hidayatullah.com sudah berusaha berkali-kali menghubungi Radjab via telepon dan sms, hingga laporan ini diturunkan Radjab belum menjawab.

Usai kejadian di Bogor itu, hidayatullah.com menelusuri kembali berita-berita soal LDII dalam beberapa tahun belakangan. Redaksi hidayatullah.com juga melakukan wawancara dengan berbagai pihak, terutama dengan LDII. Baik pengurus DPP, PC hingga imam masjid dan jamaah biasa.

Dari penelurusan itu didapati, kajian-kajian yang membahas tentang LDII selalu berakhir ricuh atau batal sama sekali. Pemerhati aliran sesat Hartono Ahmad Jaiz tercatat dua kali acaranya diserbu massa LDII. Pertama di Ciracas-Jakarta Timur (18 Desember 2005) dan di Karanganyar Solo (26 Maret 2006). Tas berisi buku-buku dan bahan ceramah juga dirampas massa LDII.

LDII juga tercatat berhasil memejahijaukan dua penceramah yang mencoba membahas hakikat LDII. Hajarullah Aswad, dai yang juga Sekjen Badan Amil Zakat Prov. Kepulauan Riau divonis dua tahun penjara oleh Mahkamah Agung RI pada 2009 karena dinilai telah memfitnah LDII sebagai aliran sesat.

Di tahun yang sama, mantan petinggi Islam Jamaah, Bambang Irawan, juga dipenjara selama 5 bulan di LP Bekasi. LDII menuntut Bambang karena dinilai menghasut kebencian terhadap LDII dalam ceramahnya di Islamic Center Bekasi pada 10 September 2005. Pihal LDII memenangkan perkara hingga ke tingkat Mahkamah Agung.

Namun, LDII tampaknya akan sulit melakukan hal yang sama pada kasus UIKA Bogor ini. Sebab panitia memiliki bukti-bukti otentik massa LDII melakukan ancaman, perusakan, dan pemukulan terhadap panitia kajian yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Orsat UIKA itu.

Pihak Rektorat UIKA, IMM, dan DKM Masjid Al-Hijri II UIKA telah melaporkan pihak LDII Kota Bogor ke Polresta Bogor dengan sejumlah alat bukti seperti hasil visum sejumlah panitia kajian, sejumlah SMS ancaman dari Ketua PC LDII Tanah Sareal, dan rekaman video.

Achmad Iman, Ketua FORKAMI, bertekad mengawal proses hukum para pelapor dari UIKA sesuai jalur. “Agar kita bisa menangkap ikan, tapi tidak membuat air menjadi keruh,” kata Achmad saat melaporkan kasus tersebut di Polres Bogor (17/6/2013).

Kasatreskrim Polresta Bogor, Didi Purwanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Kata Didi, berkas-berkas masih disusun sebelum diserahkan ke kejaksaan untuk diproses ke pengadilan.

“Masih banyak pihak dari UIKA dan LDII yang belum diminta keterangannya,” kata Didi saat dihubungi hidayatullah.com (03/07/2013.


Pertanyaan krusial 

Hasil pendalaman hidayatullah.com menelurkan beberapa pertanyaan penting yang tidak pernah dijawab secara memuaskan oleh pihak LDII.

Pertama, kalau memang LDII tidak seperti yang dituduhkan, kenapa tidak pernah memberikan bantahan dan tidak mau diajak diskusi ilmiah.

Kedua, bersediakah LDII melakukan debat terbuka dengan para mantannya di hadapan MUI dan umat Islam?

Ketiga, para mantan LDII yang tergabung dalam Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) mempunyai sejumlah bukti (rekaman ceramah Ketum DPP LDII Prof. Abdullah Syam di acara perkemahan pemuda LDII 2011 (CAI 2011) dan salinan korespondensi surat elektronik salah satu ketua DPP LDII Achmad Kuntjoro dengan mantan istrinya) yang menunjukkan LDII adalah penerus Islam Jamaah. Kenapa pihak DPP LDII selalu tutup mulut jika ditanya hal ini?

Keempat, dari kedua bukti yang dimiliki FRIH itu, ada seorang bernama Abdul Aziz Sultan Aulia yang disebut sebagai amir jamaah yang menaungi LDII. Dalam dokumen itu, Abdullah Syam dan Achmad Kuntjoro menyebut Abdul Aziz Sultan Aulia sebagai imam jamaah LDII yang wajib dibaiat sebagai syarat sah keislaman seseorang dan sebagai satu-satunya jalan untuk masuk surga.

“Kalau benar membaiat Sultan Aulia adalah syarat wajib untuk masuk surga, kenapa disembunyikan?” kata Adam Amrullah, Sekjen FRIH yang menjadi pengisi acara kajian kampus UIKA Bogor yang diserang massa LDII itu.

Kalau benar LDII tidak seperti yang dikatakan oleh FRIH, kenapa tidak mau dialog? Iskandar Siregar, Wakil Sekretaris Umum DPP LDII yang ditemui hidayatullah.com di Plaza FX-Senayan (1/7/2013), lebih banyak diam ketika ditanya soal itu. “Kita tidak mau terpancing mereka (FRIH),” katanya sambil meminta semua pernyataannya agar tidak dikutip.[9]

Screenshot_2016-06-30-09-26-39_1

Waspadalah!! Ayo Kita Jaga Masjid Dan Kampus Kita Pasca Penyerangan 15 Juni 2013 Oleh Jamaah LDII


Referensi

  • [1] nahimunkar.com/inilah-gaya-anarkis-massa-aliran-sesat-ldii-2/
  • [2] nahimunkar.com/tiga-mahasiswa-terluka-massa-ldii-dilaporkan-ke-polres-bogor/
  • [3] nahimunkar.com/pernyataan-sikap-umat-islam-bogor-mengutuk-aksi-anarkis-massa-aliran-sesat-ldii/
  • [4] nahimunkar.com/pernyataan-sikap-dpp-imm-tentang-serangan-ldii-di-masjid-al-hijr-uika-bogor/
  • [5] nahimunkar.com/sejumlah-kutukan-dan-desakan-untuk-menuntut-aliran-sesat-ldii-yang-berbuat-anarkis-di-masjid/
  • [6] nahimunkar.com/kasus-aliran-sesat-ldii-mengamuk-di-masjid-uika-telah-resmi-dilaporkan-ke-polisi/
  • [7] nahimunkar.com/ini-dia-bukti-keterlibatan-petinggi-ldii-dalam-aksi-penyerangan/
  • [8] nahimunkar.com/inilah-sikap-muhammadiyah-terhadap-ldii/
  • [9] nahimunkar.com/aksi-aliran-sesat-ldii-yang-menodai-kesucian-masjid-kini-hadapi-dilema/
Iklan

One response »

  1. […] Kasus LDII Membubarkan Acara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Merusak Masjid Al Hijri, Universitas … […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s