Orang-Orang di Negeri Non Muslim Lebih Mudah Mengagumi Islam Dibandingkan Orang-Orang di Negeri Muslim

Screenshot_2016-06-30-19-04-57_1

Timothy John Winter


”Islam adalah agama yang besar dan senantiasa menghadirkan peradaban besar.” Demikian dikatakan Timothy John Winter, seorang dosen studi Islam pada Fakultas Teologi di Universitas Cambridge, Inggris, dalam sebuah wawancara dengan John Cleary, reporter radio ABC, Inggris, pada musim dingin, April 2004.

Menurut Timothy, peradaban besar yang dihasilkan Islam menyebar dari Timur Tengah ke berbagai penjuru dunia. ”Lihatlah Alhambra di Spanyol, Taj Mahal di India, dan lainnya. Semuanya merupakan salah satu peradaban Islam dalam dunia arsitektur,” ujarnya.

Tim menjelaskan, Islam memiliki beragam tradisi yang berbeda-beda antara satu negara dan negara lainnya, termasuk dalam memberikan pujian untuk Allah dan Nabi Muhammad SAW. Misalnya, kata dia, tradisi Islam di Afrika berbeda dengan tradisi Islam di Turki, Uzbekistan, Melayu, Bosnia, dan lainnya. Namun, kata dia, semua itu menggambarkan satu peradaban. ”Islam bersumber dari satu dan beragam tradisi itu untuk satu tujuan, yakni Allah. Mereka semua menghadapkan diri ke satu tempat saat berdoa dan sujud, yakni ke arah Makkah yang menjadi kiblat semua umat Islam di seluruh dunia,” paparnya.

Itulah yang mengawali perkenalan Tim Winter menjadi seorang Muslim. Ia bercerita, beberapa tahun tinggal di Kairo, ia menyaksikan kebiasaan masyarakat Kairo yang selalu mendengarkan radio. Hampir 24 jam, kata Tim, mereka mendengar radio. Pada kesempatan lain, mereka melakukan rutinitas sesuai dengan agama yang mereka yakini. Mereka shalat dan mendengar Alquran. ”Dari sinilah, saya mulai memahami kebiasaan orang Islam, yang menurut saya, itu adalah sesuatu yang logis dan benar,” terangnya.

Dari kebiasaan itu, lanjutnya, mulailah timbul keinginan Tim untuk mempelajari agama yang dianut mayoritas penduduk Mesir. Dia juga mencoba membandingkan ajaran agama Islam dengan ajaran yang telah dianutnya ketika itu, yakni Katolik. ”Lama-kelamaan, saya merasa ada sesuatu yang berbeda antara yang saya pelajari dalam agama saya dan keyakinan masyarakat itu,” terang penyuka musik Turki ini.

Sesuatu yang berbeda itu, lanjut Tim, adalah masalah keyakinan keagamaan. ”Dalam agama yang saya anut sebelumnya, kami mengenal adanya Tritunggal (Tuhan Bapak, Anak, dan Roh Kudus). Dari sini, saya menyadari, mengapa Kristus merelakan dirinya untuk menebus dosa-dosa yang diperbuat orang lain kalau hanya untuk menyelamatkan masyarakatnya ketika itu.”

Padahal, lanjut Tim, semua manusia itu dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah). Mereka tidak berdosa. Lalu, mengapa ada orang yang harus merelakan dirinya untuk menjadi ‘penebus dosa’ itu. ”Jika memang demikian kebenarannya, jahat benar Tuhan itu sampai harus anaknya yang menjadi penebus dosa orang lain,” tegasnya.

Dari sinilah, kata Tim, dia semakin menyadari bahwa ada ‘kekeliruan’ yang disengaja. ”Saya menjadi seorang Muslim bukan karena ajakan. Tapi, saya berpikir dan melakukan introspeksi. Saya tidak ingin sekadar menjadi pengikut. Saya harus membuktikannya dan mencari kebenarannya sebab saya diberikan akal untuk berpikir,” tegasnya lagi.

Menurut Tim, penjelasan Alquran tentang Yesus jauh lebih akurat dan dapat dipercaya, termasuk tentang dosa asal. ”Bagi saya, Yesus hanyalah seorang guru dalam agama Yahudi, yang membawa membawa pesan kedamaian dari Allah untuk umat manusia, sebagaimana tertulis dalam Al-Kitab Ibrani,” terangnya.

Saat disinggung mengenai sejumlah oknum umat Islam yang melakukan tindakan kekerasan dan terorisme, Tim menyatakan bahwa tindakan kekerasan tak hanya dilakukan oleh umat Islam, tetapi juga bisa dilakukan oleh oknum umat agama lain. ”Kita juga bisa menyaksikan, bagaimana di Pentagon, antara kelompok yang satu dan kelompok lainnya dalam agama yang sama melakukan sikap yang berbeda dalam melihat kekerasan dan pelakunya,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Tim, kekerasan biasanya timbul dan dilakukan oleh suatu kelompok tertentu karena mereka merasa terdesak dan karena harga diri mereka diinjak-injak. ”Bila kita semua mau menyadari dan melihat akar masalah yang sesungguhnya, tentu sikap kekerasan yang muncul karena ada latar belakangnya,” ujar pemilik nama Muslim, Syekh Abdal Hakim Murad ini.

Tim menegaskan, Islam dan seluruh agama apa pun di dunia ini tak mengajarkan umatnya untuk bertindak anarkis. Apalagi sampai melakukan tindakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. ”Islam itu agama yang damai dan tak pernah mengajarkan kekerasan,” tegasnya.[1]


Beberapa Fakta Tentang Islam yang Banyak Dipercaya Orang-Orang Barat

Bagi orang-orang barat, Islam tidak lebih hanyalah agama yang mengajarkan kekerasan dan kerusakan. Terlebih munculnya propaganda organisasi yang tengah marak saat ini dengan aksi kejam mereka yang membawa nama Islam. Sehingga image tentang agama ini pun rusak tidak karuan. Namun, tidak semua orang barat punya pikiran picik dan sempit seperti itu sehingga menyimpulkan sesuatu hanya dari yang dilihat dan diduga saja.

Ya, ternyata banyak dari mereka pada akhirnya menyadari jika agama yang dibawa Nabi Muhammad ini luar biasa. Tak hanya tentang ajarannya, tapi juga pengaruh yang dibawanya bagi dunia. Nah, berikut adalah hal-hal tentang Islam yang ternyata sangat diyakini orang-orang barat.


(a) Islam Akan Jadi Agama Mayoritas Umat Manusia


Kalau ditanya apa sih agama yang paling populer di dunia? Sudah pasti jawabannya adalah Kristen. Ya, hal tersebut dibuktikan dengan mayoritas penduduk dunia yang menganut agama ini. Islam sendiri berada di urutan kedua setelahnya. Namun, banyak orang yang beranggapan jika agama ini mungkin akan mengalahkan Kristen dalam hal jumlah penganut di masa depan nanti.

Pernyataan ini dibuktikan dengan banyak riset yang hasilnya mengejutkan. Setiap tahunnya jumlah pemeluk agama Islam makin bertambah. Bahkan diprediksi jika penganut Islam akan sebanyak Kristen di tahun 2050 nanti.


(b) Muslim Sangat Menghormati Maryam


Orang-orang barat selalu membandingkan sesuatu dengan bukti dan fakta. Termasuk membandingkan tentang agama. Mereka pernah membandingkan Kristen dan Islam berdasarkan literatur keduanya, yakni Injil dan Al Qur’an. Nah, ada sebuah fakta menarik dari perbandingan ini yang menunjukkan bahwa di Al Qur’an Maryam atau Mary lebih banyak disebutkan dari pada di dalam Injil Perjanjian Baru.

Hal ini pun membuat orang-orang barat jadi timbul semacam keyakinan jika para Muslim pun menghormati sosok Maryam sama baiknya dengan orang-orang Kristen. Bahkan bisa lebih lagi mengingat Al Qur’an sendiri menyebutkan nama Ibunda Isa Al Masih ini lebih banyak.


(c) Umat Muslim Pernah Berjuang Untuk Yahudi


Tidak bermaksud menebarkan kekacauan, tapi lihatlah sendiri di berbagai

forum bagaimana umat Muslim begitu tidak menyukai Yahudi. Padahal dulu banyak sekali cerita patriotik tentang umat Muslim yang justru sering membantu para Yahudi. Uniknya lagi, hal ini juga dipercaya oleh orang-orang barat.

 
Salah satu contohnya adalah kisah orang-orang Yahudi yang diselamatkan oleh umat Muslim ketika Perang Dunia II bergolak. Bahkan banyak cerita yang mengatakan orang-orang Muslim rela berperang di pergolakan terbesar sepanjang sejarah tersebut untuk menyelamatkan Yahudi dan menghadapi Nazi.

Ada pula cerita tentang Sultan Bayazid dari Kerajaan Otoman yang mengirim pasukan untuk menyelamatkan kaum Yahudi di Spanyol. Kala itu di tahun 1492, Spanyol dikuasai oleh Kerajaan Katolik yang ingin membantai para Yahudi yang tinggal di sana.


(d) Keluar Dari Islam = Mati


Mayoritas orang barat percaya jika tidak ada hukuman lain selain mati untuk kasus seseorang yang keluar dari agama Islam. Ya, disimpulkan dari Al Quran dan Hadist shahih, memang tidak ada hukuman yang lebih pantas bagi orang murtad selain dibunuh. Sayangnya, orang-orang barat tidak mengetahui jika prosesi ini tidak serta merta langsung dilakukan begitu saja.
 
Dalam Islam, orang yang ketahuan Murtad haruslah diberi kesempatan untuk bertaubat. Bahkan menurut riwayat sampai 3 kali dengan dibimbing secara intensif. Setelah ajakan ini ditolak, barulah hukum mati dilakukan. Tidak semua orang Murtad gagal kembali ke Islam, namun beberapa memang menunjukkan sifat menentang, bahkan menghina Rasul dan ajarannya. Yang seperti ini baru yang akan dikenai hukuman, karena potensi merusaknya besar dan akan jadi benalu jika tidak diberantas.

Meskipun Islam menghukum mati orang murtad, sepertinya orang barat juga harus tahu akan perlakuan agama ini kepada Mualaf. Ya, dalam Islam seseorang yang baru saja menjadi Muslim akan diberikan zakat dan ini wajib hukumnya.


(e) Orang Barat Mengakui Kehebatan Ilmuwan Muslim


Ada begitu banyak orang barat yang yakin dengan agama ini bukan hanya dari nilai ajarannya, tapi juga berdasarkan hal-hal yang bersifat keilmuwan. Seperti yang diketahui, dulu Islam benar-benar menggenggam dunia tidak hanya secara teritorial saja tapi juga peradaban termasuk ilmu pengetahuan.
 
Banyak sekali ilmuwan Muslim yang terbukti memiliki karya yang luar biasa. Sebut saja Ibnu Sina yang terkenal dengan ilmu kedokterannya, Ibnu Rusyd yang bukunya jadi literatur untuk filsafat dan ilmu sosial, serta masih banyak lagi yang lain.
 
Tak cuma mengagumi para ilmuwan Islam, orang-orang barat pun percaya jika para cendekiawan Muslim sangat dihargai oleh pemerintah. Misalnya dengan menggaji mereka dengan sangat tinggi.
 
Sayangnya, orang-orang barat kadang hanya menilai Islam dari luarnya saja. Sehingga muncul opini-opini sepihak yang pada akhirnya menurunkan nilai Islam. Padahal kalau dikaji lebih dalam mungkin mereka akan benar-benar paham. Kasus seperti itu sudah banyak dan mereka jelas-jelas bisa menerima kebenaran.[2]

Goethe, Pujangga Yang Mengagumi Rasulullah & Islam

Screenshot_2016-06-30-18-54-16_1
 
260 TAHUN lalu Wolfgang von Goethe sang pujangga besar Jerman. Ia sangat kagum pada Rasulullah Salallahu Alayhi Wasalam dan Islam yang indah dan dinamis.
 
Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) adalah pujangga Jerman, serba bisa dalam berbagai bidang, penemuan dan profesi: hukum, arsitektur, teater, arkeologi, morfologi, teori warna, menteri, mineralogi, geologi, kimia, meteorologi, filsafat, agama, sejarah, matematika, ilmu kemiliteran dan ekonomi, serta sastra. Namun, bagi warga Indonesia yang mayoritasnya Islam, hal yang menarik dari Goethe adalah mengenai pemikirannya tentang Islam dan uang. Goethe menyatakan bahwa penggantian uang emas dengan uang kertas adalah hasil rekayasa setan.

(a) Goethe dan Islam


Pada usia 24 tahun (1773), Goethe mengungkapkan kekagumannya kepada Nabi Muhammad saw dan memuji ajaran Islam yang indah dan dinamis. Kekaguman tersebut ia tuangkan dalam syairnya Mahomet Gesang. Salah satu baitnya berbunyi: “Juga kalian, mari/ Dan kini lebih ajaib dia membesar-meluas/Seluruh ras menyanjung pangeran ini.”

 
Dalam suratnya kepada anak tunggalnya August, 17 Januari 1814, Goethe mengatakan “Beberapa agama telah mengecoh kita sampai kemudian datang al-Quran ke perpustakaan kita”. Pada Februari 1816, ia juga menulis, “Puisi ini tidak menolak kebenaran bahwa diri ini adalah seorang Muslim”. Tentang Nabi Muhammad saw, ia juga menulis “Dia seorang Rasul dan bukan penyair, dan oleh karenanya Al-Quran ini hukum Tuhan. Bukan buku karya manusia yang dibuat sekadar bahan pendidikan atau hiburan”.
Keyakinan Goethe terhadap kebenaran ajaran Islam, ia tuangkan dalam kumpulan syairnya West-ostliche Divan. Judul tersebut juga ditulis dalam huruf dan bahasa Arab Al-Diwan Al-Syarqiyyu li Al-Muallifi Al-Gharbiyyi. Sajak pertamanya dalam buku ini ia beri judul Hegire yang berasal dari kata Hijrah. Menurut Katharina Mommsen, syair ini Goethe tulis pada 24 Desember 1814, pada malam Natal, saat pemeluk agama Kristen sedang merayakan kelahiran Nabi Isa as.
 
Di dalam bait-bait syair tersebut, ia mengatakan: “Utara, Barat dan Selatan Porakporanda/Mahkota-mahkota hancur terpencar, Kerajaan bergetar/Apakah suara terompet itu memebahanakan hari pengadilan Akhir?/Dengarlah suara Perintah pada penyair: Selamatkan dirimu, dan pergilah ke Timur serta dalam kemurnian Timur nikmatilah perlindungan Yang Mulia.”
 
Goethe juga mengatakan “dan kebenaran itu pasti bersinar/Apa yang diakui oleh Muhammad/Hanya dengan pengertian satu Tuhan/Dia menguasai segalanya di dunia ini”. Kekagumannya terhadap al-Quran, ia ungkapkan dengan kata-kata, “Apakah Al-Quran itu abadi?/Saya tidak meragukannya/Inilah buku dari buku-buku/Saya meyakini kitab suci Muslim itu”. Sedangkan keyakinannya tentang kebenaran ajaran Islam, ia berkata “Sungguh bodoh, dalam setiap hal/ orang memuji pendapatnya sendiri/Apabila Islam berarti berserah diri kepada Tuhan/dalam Islamlah kita hidup dan mati”.

(b) Pemikiran Goethe tentang Uang


Goethe hidup dalam masa transisi pemberlakuan uang kertas yang menggantikan uang emas dan uang perak. Karena itu, ia membuat 46 buku yang dilatarbelakangi sikap skeptisnya terhadap pemberlakuan uang kertas tersebut. Hal ini sebagaimana ia tuangkan dalam buku Faust II. Dalam buku tersebut dikisahkan seorang ilmuwan kimia bernama Faust yang berusaha membuat emas dari logam biasa demi meraih pengetahuan tertinggi dan memuaskan kesenangan manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut ia membuat perjanjian dengan iblis, Mephistopheles. Keduanya kemudian bertemu seorang Kaisar yang kehabisan dana untuk menggaji tentara dan pelayan. Mephistopheles menawarinya jalan keluar dengan mencetak kertas bertandatangan Kaisar dan diedarkan kepada masyarakat.
Goethe telah melihat ekonomi uang modern yang didasarkan pada uang kertas merupakan kelanjutan cara-cara kimiawi dengan cara lain. Meskipun menulis dalam dekade awal abad ke-19, ia sudah meramalkan banyak pencapaian industrial pada abad berikutnya. Jauh sebelum Amerika Serikat (AS) diperhitungkan dalam pentas sejarah dunia, ia juga sudah memperkirakan bahwa AS akan membangun terusan untuk menghubungkan Samudera Atlantik dan Pasipik tersebut. Dengan demikian, Goethe sudah melihat sebelum waktunya capaian besar dunia industri yang akan didanai dengan sistem moneter uang kertas.
 
Pernyataan Goethe bahwa uang kertas adalah ciptaan setan memiliki korelasi dengan pemikiran Imam al-Ghazali yang menyatakan bahwa hikmah penciptaan Dinar dan Dirham tidak akan ditemukan di dalam hati yang berisi sampah hawa nafsu dan tempat permainan setan. Dengan demikian, Islam yang dipahami oleh Imam Ghazali dan Goethe membuahkan pemahaman yang sama, yaitu Dinar dan Dirham sebagai mata uang yang diciptakan oleh Allah, sedangkan uang kertas ciptaan setan.

Pemahaman ini juga diperjelas oleh Jack Weatherford yang menyatakan bahwa Al-Quran melarang riba lebih jelas daripada Injil, karena secara spesifik Al-Quran melarang penjualan “sesuatu yang sudah ada (nyata) dengan sesuatu yang tidak ada (gaib)”. Pertukaran yang nyata dengan yang gaib ini seperti pertukaran uang kertas (yang semula sebagai kuitansi tentang sejumlah uang emas atau uang perak) dengan ayam, kambing, hutan, dan sebagainya.[3]


Sister Nicole Masuk Islam Setelah Pelajari Kajian di YouTube

Screenshot_2016-06-30-20-44-38_1

Dari mana Anda berasal?

Saya dari Dallas, Amerika.

Sudah berapa lama Anda jadi seorang Muslim?

Saya masuk Islam pada Mei 2007.

Sebelum jadi Muslim, Anda memeluk agama apa?

Kristen.

Apa yang membuat Anda menjadi seorang Muslim, dan bagaimana hidup Anda sebelum Islam?

Saya melalui fase di mana saya mencari sesuatu yang berbeda.

Saya pergi ke gereja, tapi saya pergi selalu bertanya soal banyak hal: Apakah surge benar-benar ada? Apakah neraka benar-benar ada? Apa yang akan terjadi setelah meninggal? Apa yang akan saya katakan kepada Tuhan ketika saya melihat-Nya? Semua pertanyaan ini terlintas dalam pikiran saya.

Saya sering mabuk. Pekerjaan saya di klub malam. Suatu kali ada teman-teman yang menganjurkan saya melihat kajian-kajian yang berbeda di Youtube. Jadi saya mulai melihat, dan mendengarkan semua tentang Islam. Saya menjadi kecanduan, saya bisa duduk di depan computer sampai pukul 05:00 pagi melihat ceramah tentang orang-orang Amerika yang telah masuk Islam dan apa yang mereka alami.

Tampaknya semua orang mengatakan hal sama dengan yang saya sedang alami ketika itu. Jadi saya merasa seperti bisa berhubungan dengan itu. Mereka menemukan sesuatu dari jawaban yang mereka cari. Dan itulah yang saya inginkan. Saya ingin jawaban. Saya tidak hanya ingin seseorang untuk memberitahu saya apa yang harus saya percaya. Saya ingin tahu mengapa.

Jadi saya menemukan Islam. Dan saya belajar sebelum saya benar-benar menghadiri kejian di masjid.

Apa reaksi orangtua Anda itu?

Awalnya sulit dengan orang tua saya. Saya menemui ibu saya dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya sedang belajar Islam, saya mengatakan saya tertarik pada agama ini. Dia tampak biasa saja. Tapi ketika saya bilang saya sudah masuk Islam, dia menyadari bahwa saya serius tentang hal itu.

Tapi satu hal yang baik adalah bahwa ibu saya melihat semua perubahan dalam diri saya. Dia melihat kehidupan saya dulu, dan kemudian dia melihat saya berubah. Dia melihat saya berpakaian secara berbeda. Dia melihat saya menghentikan semua hal haram yang saya lakukan. Dan dia menyadari bahwa ketika saya masuk Islam saya lebih dekat dengan Tuhan dan itulah yang membuat dia bahagia.

Pertanyaan lain, banyak non-Muslim yang untuk melecehkan gadis-gadis Muslim. Atau Anda menjadi seorang Muslim karena seorang pria atau seorang pria atau sesuatu? Apakah ada alasan bagi Anda untuk menjadi seorang Muslim?

Tidak ada alasan, tidak sama sekali, karena saya melakukan ini untuk saya sendiri. Saya menyaksikan ada gadis-gadis yang memeluk Islam hanya karena tertarik pada seorang lelaki Muslim. Dan setelah itu, mereka meninggalkan Islam jika lelaki itu tidak menginginkan dia. Saya telah melihat banyak cerita seperti itu.[4]


Myriam Francois-Cerrah, Pelajari Al-Quran Untuk Buktikan Islam Salah, Justru Masuk Islam

Screenshot_2016-06-30-20-48-52_1

MYRIAM Francois-Cerrah sudah sangat populer di Inggris ketika dirinya masih anak-anak. Ia adalah pemain film ‘Sense and Sensibility‘yang ngetop di era 09-an. Ketika ia memutuskan dirinya menjadi seorang mualaf, popularitas dirinya semakin melonjak. Ia adalah seorang mualaf wanita terpelajar kelas menengah di Inggris.

Myriam merujuk pada peristiwa serangan 11 September 2001 di AS sebagai motif di balik keingintahuannya tentang Islam. Itulah yang membuat dirinya menyatakan diri masuk Islam.

Ia menyebut bahwa kehidupan Nabi Muhammad (SAW) sebagai seseorang yang membuatnya termotivasi untuk mengubah karirnya.

Myriam menggambarkan Nabi Muhammad sebagai salah satu tokoh besar dalam sejarah yang telah disalahpahami. Dia mengutip beberapa perkataan populer Nabi Muhammad SAW, dan salah satu kutipan favoritnya adalah, “Maafkan orang yang bersalah kepada Anda. Jalinlah hubungan dengannya. Berbuat baiklah kepada orang yang telah berbuat jahat kepada Anda dan berbicara tentang kebenaran bahkan jika itu bertentangan dengan diri Anda sendiri.”

Awalnya, sarjana filsafat lulusan Universitas Cambridge ini membuka Alquran dengan perasaan”marah”. Ia berdiskusi soal Tuhan dengan teman kuliahnya. Sang teman, menggunakan dalil ketuhanan sesuai apa yang disebutkan dalam konsep Islam. “Saya mempelajarinya sebagai bagian dari upaya untuk membuktikan pendapat teman saya yang seorang Muslim itu salah,” ujarnya.

Kemudian ia mulai membaca dengan pikiran yang lebih terbuka. Pembukaan Al Fatihah mencengangkannya. “Dalam Islam, seluruh tindakan manusia, dia sendiri yang akan menanggung konsekuensinya. Itulah pentingnya dia mengambil jalan lurus, jalan Tuhan,” ujarnya. Makin lama belajar Alquran, makin besar keinginan Myriam untuk menganut agama Islam. Tujuan semula, mendebat argumentasi temannya, berubah menjadi pengakuan, “Kamu benar tentang agamamu!”

Tak mau buang waktu, ia segera bersyahadat. “Beberapa teman dekat saya melakukan yang terbaik untuk mendukung saya dan memahami keputusan saya. Saya tetap sangat dekat dengan beberapa teman masa kecil saya dan melalui mereka saya mengakui universalitas pesan Ilahi, bahwa nilai-nilai Tuhan bersinar melalui  perbuatan baik manusia, Muslim maupun bukan,” katanya.

Ia menyatakan, konversi keimanannya bukan sebagai ‘reaksi’ terhadap, atau oposisi terhadap budaya Barat. “Sebaliknya, itu merupakan validasi dari apa yang  selalu saya pikirkan,” ujarnya, seraya mengkritik beberapa masjid di Inggris yang menutup pintu dialog tentang ketuhanan dan terlalu dogmatis. “Catat: aturan dan protokol mereka banyak yang membingungkan dan malah bikin stres.”

“Menjadi Muslim, tidak berarti kita  kehilangan semua jejak diri kita sendiri. Islam adalah validasi yang baik dalam diri kita dan sarana untuk memperbaiki yang buruk,” pungkas Myriam.[5]


David dan Allen 

Seorang mahasiswa Saudi, yang namanya tidak mau disebutkan, dirawat di rumah sakit karena kecelakaan di jalan. “Kami bertiga dirawat di kamar yang sama di rumah sakit. Saya dan dua orang lainnya: David—sang mualaf—dan Allen. Saya menghabiskan 17 hari di rumah sakit. David hanya lima hari,” tutur mahasiswa tersebut.

Setelah melihat mahasiswa Saudi itu ditengok oleh begitu banyak temannya, David dan Allen sangat tercengang. Mereka melihat bantuan mengalir deras. Ada yang membawa bunga, sementara yang lain memberi bantuan finansial. David dan Allen melihat  bahwa sang mahasiswa tersebut betul-betul diperhatikan. Sementara mereka tidak menerima satu pun pengunjung.

Sebelum keluar dari rumah sakit, David meminta alamat si mahasiswa Saudi tersebut. Beberapa hari kemudian, si mahasiswa menerima surat dalam kotak pos-nya dari David.

“Dalam surat tersebut, David menulis bahwa ia sangat terkesan dengan cara rekan-rekan saya memperlakukan saya ketika saya masih di rumah sakit, menunjukkan kesiapan yang luar biasa untuk membantu saya dengan cara apapun,” papar sang Mahasiswa.

David menulis: “Anda mengatakan kepada saya bahwa mereka melakukan semua itu karena Islam. Itu adalah satu kata yang mendorong saya untuk belajar lebih banyak tentang agama besar ini dan menerimanya.”

Dalam dua dekade terakhir, jumlah warga Inggris yang masuk Islam hampir dua kali lipat. Sebuah studi baru yang digelar oleh sebuah institusi lintas agama Faith Matters, menunjukkan angka yang sebenarnya bisa mencapai 100.000, dengan 5.000 anggota baru setiap tahunnya di seluruh negeri.

“Laporan ini adalah yang terbaik dengan menggunakan nomor sensus, berdasarkan data otoritas lokal dan polling dari masjid-masjid,” kata Fiyaz Mughal, Direktur Faith Matters.

“Orang-orang tertarik untuk mencari tahu apa itu Islam, dan ketika mereka melakukan itu, mereka pergi ke arah yang berbeda. Kebanyakan orang mengangkat bahu mereka dan kembali ke kehidupan sehari-hari, tetapi beberapa dari mereka pasti akan menyukai apa yang mereka temukan dan akan segera memeluk Islam,” demikian Mughal. Masya Allah, di tengah tuduhan teroris global, Islam agama yang luar biasa![6]


Beberapa Tokoh Barat Lainnya Yang Mengagumi Qur’an


1. Harry Gaylord Dorman 


Dalam buku “Towards Understanding lslam”, New York, 1948, p.3, berkata: “Kitab Qur’an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril,sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu mukjizat yang tetap aktual hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Muhammad.”


2. Prof. H. A. R. Gibb 


Dalam buku “Mohammadanism”, London,1953, p. 33, berkata seba-gai berikut: “Nah, jika memang Qur’an itu hasil karyanya sendiri, maka orang lain dapat menandinginya. Cobalah mereka mengarang sebuah ungkapan seperti itu. Kalau sampai mereka tidak sanggup dan boleh dikatakan mereka pasti tidak mampu, maka sewajarnyalah mereka menerima Qur’an sebagai bukti yang kuat tentang mukjizat.” 


3. Sir William Muir 


Dalam buku “The Life of Mohamet”, London, 1907; p. VII berkata sebagai berikut: “Qur’an adalah karya dasar Agama Islam. Kekuasaannya mutlak dalam segala hal, etika dan ilmu pengetahuan.”


4. DR. John William Draper 


Dalam buku “A His-tory of the intelectual Development in Europe”, London, 1875, jilid 1 ,p. 343-344, berkata: “Qur’an mengandung sugesti-sugesti dan proses moral yang cemerlang yang sangat berlimpah-limpah; susunannya demikian fragmenter, sehingga kita tidak dapat membuka satu lembaran tanpa menemukan ungkapan-ungkapan yang harus diterima oleh sekalian orang. Susunan fragmenter ini, mengemukakan teks-teks, moto dan peraturan- peraturan yang sempurna sendirinya, sesuai bagi setiap orang untuk setiap peristiwa dalam hidup.”


5. DR. J. Shiddily 


Dalam buku “The Lord Jesus in the Qur’an”, p. 111 , berkata: “Qur’an adalah Bible kaum Muslimin dan lebih dimuliakan dari kitab suci yang manapun, lebih dari kitab Perjanjian Lama dan kitab perjanjianBaru.”


6. Laura Vaccia Vaglieri 


Dalam buku “Apologie de I’Islamism, p. 57 berkata: “Dalam keselu-ruhannya kita dapati dalam kitab ini, suatu koleksi tentang kebijaksanaan yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang paling cerdas, filosof-filosof yang terbesar dan ahli-ahli politik yang paling cakap… Tetapi ada bukti lain tentang sifat Ilahi dalam Qur’an, adalah suatu kenyataan bahwa Qur’an itu tetap utuh melintasi masa-masa sejak turunnya wahyu itu hingga
pada masa kini…Kitab ini dibaca berulang-ulang oleh orang yang beriman dengan tiada jemu-jemunya. Keistimewaannya pula, Qur’an senantiasa dipelajari/dibaca oleh anak-anak sejak sekolah tingkat dasar hingga tingkat Profesor. “ “Sebaliknya malah karena diulang- ulang ia makin dicintai sehari demi sehari. Qur’an membangkitkan timbul-nya perasaan penghormatan dan respek yang mendalam, pada diri orang yang membaca dan mendengarkannya…. Oleh karena itu bukan dengan jalan paksaan atau dengan senjata, tidak pula dengan tekanan mubaligh-mubaligh yang menyebabkan penyiaran Isiam besar dan cepat, tetapi oleh kenyataan bahwa kitab ini, yang diperkenalkan kaum Muslimin kepada orang-orang yang ditaklukkan dengan kebebasan untuk menerima atau menolaknya adalah kitab Tuhan. Kata yang benar, mukjizat terbesar yang dapat diperlihatkan Muhammad kepada orang yang ragu dan kepada orang yang tetap berkeras kepala.”


7. Prof. A. J. Amberry


Dalam buku “De Kracht van den Islam”, hlm. 38, berkata: “Qur’an ditulis dengan gaya tak menentu dan tidak teratur, yang menunjukkan bahwa penulisnya di atas segala hukum-hukum pengarang manusia.”


8. G. Margoliouth


Dalam buku “Introduction to the Koran” (kata pendahuluan untuk buku J. M. H. Rodwell), London, 1918, berkata: “Diakui bahwa Our’an itu mempunyai kedudukan yang penting diantara kitab-kitab Agama di dunia. Walau kitab ini merupakan yang terakhir dari kitab-kitab yang termasuk dalam kesusasteraan ini, ia tidak kalah dari yang mana pun dalam effeknya yang mengagumkan, yang telah ditimbulkannya terhadap sejumlah besar manusia yang telah menciptakan suatu phase kemajuan manusia dan satu tipe karakter yang segar.”


9. George Sale 


Dalam buku “Joseph Charles Mardrus-Premilinary Discourse”, berkata: “Di seluruh dunia diakui bahwa Qur’an tertulis dalam bahasa Arab dengan gaya yang paling tinggi, paling murni….diakui sebagai standard bahasa Arab… dan tak dapat ditiru oleh pena manusia… Oleh karena itu diakui seba gai mukjizat yang besar, lebih besar daripada membangkitkan orang mati, dan itu saja sudah cukup untuk meyakinkan dunia bahwa kitab itu berasal dari Tuhan.” 


10. E. Denisen Ross 


dari “Introduction to the Koran-George Sale”, p. 5, berkata: “Qur’an memegang peranan yang lebih besar terhadap kaum Muslimin daripada peranan Bible dalam agama Kristen. Ia bukan saja merupakan sebuah kitab suci dari kepercayaan mereka, tetapi juga merupakan text book dari upacara agamanya dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan…..Sungguh sebuah kitab seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa-masa ini, di mana ruang dan waktu hampir telah dipunahkan oleh penemuan-penemuan modern.” 


11. James A. Michener 


Dalam “Islam the Misun-derstood Religion Readers Digest”, Mei 1955, berkata sebagai berikut: “Berita Qur’an inilah yang mengusir patung–patung dewa, dan memberikan ilham kepada manusia untuk merevolusikan hidup dan bangsa mereka…. Kombinasi antara persembahan kepada Satu Tuhan ditambah dengan perintah prakteknya yang membuat Qur’an menjadi khas. Bangsa yang beragama di Timur yakin bahwa negara mereka hanya akan
diperintah dengan baik apabila hukum–hukumnya sejalan dengan Qur’an. 


12. W.E. Hocking 


Dalam “Spirit of World Politics -New York 32″, p. 461 , berkata: “…saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Qur’an berisi amat banyak prinsip-prinsip yang diperlukan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa hingga pertengahan abad ke-13, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” 


13. Napoleon Bonaparte


Dari “Stanislas Cuyard-Ency des Sciences Religioses”, Paris, 1880, jilid IX, p. 501 berkata sebagai berikut: ” Selama abad-abad pertengahan, sejarah Islam peradaban sepenuhnya. Berkat keuletan kaum Musliminlah maka ilmu pengetahuan dan falsafah Yunani tertolong dari kebinasaan, dan kemudian datang membangunkan dunia Barat serta membangkitkan gerakan intelektual sampai pada pembaruan Bacon. Dalam abad ke-7 dunia lama itu sedang dalam sakaratulmaut. Muhammad memberi kepada mereka sebuah Qur’an yang rnerupakan titik tolak ke arah dunia baru.”

Dari buku “Bonaparte et I’Islarn oleh Cherlifs, Paris, p. 105, berkata sebagai berikut: “I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the prinsiples of the Qur’an wich alone can lead men to happiness. Artinya: Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk memajukan satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip–prinsip ajaran Islam, karena hanyalah Qur’an itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan.[7]

 Referensi

  • [1] republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/10/08/16/130331-timoty-john-winter-mengagumi-kebesaran-islam
  • [2] lensaterkini.web.id/2015/10/5-fakta-tentang-islam-yang-banyak.html?m=1
  • [3] menarik-dibaca.blogspot.co.id/2012/12/goethe-pujangga-yang-mengagumi.html?m=1
  • [4] islampos.com/sister-nicole-masuk-islam-setelah-pelajari-kajian-di-youtube-205271/
  • [5] islampos.com/pelajari-al-quran-untuk-buktikan-islam-salah-aktris-inggris-justru-masuk-islam-58179/
  • [6] islampos.com/seruangan-dengan-pasien-muslim-warga-inggris-ini-nyatakan-masuk-islam-134427/
  • [7] soulsnapshoot.blogspot.co.id/2012/02/ternyata-non-muslim-juga-sangat.html?m=1
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s