Lanjutan dari artikel sebelumnya: Membedah Buku “Dialog Dengan Jin Muslim” – Karangan Isa Dawud [Bagian 1]


Menjelajah Segitiga Bermuda


Jin Muslim sahabat saya mengatakan, “Aku mau menyampaikan kepadamu suatu berita yang sangat penting.

Amerika Inggris dan Jerman bermaksud membongkar rahasia Segitiga Bermuda. Mereka membuat satelit baru yang khusus memantau wilayah ini, disamping satelit-satelit yang telah mereka lncurkan sebelumnya. Ternyata mereka tidak menemukan apa-apa. Cobalah katakan pada mereka hendaknya mereka jangan terlalu memperturutkan ambisi mereka. Sebab negeri yang ada disitu tidak akan pernah dapat terlihat, dan sudah sangat tua sekali usianya. Tidaklah mungkin bagi kalian untuk membongkar rahasianya.tetapi mereka tidak akan membahayakan kalian, sepanjang kalian tunduk kepada Tuhan.”

07-08-11.32.16

Segitiga Formosa dan Kepemimpinan Iblis


Saya bertanya pula kepadanya, “Bagaimana pendapatmu tentang daerah lain yang disebut ‘Pusaran Setan’ di Formosa, yaitu suatu kawasan berbentuk segitiga mirip Segitiga Bermuda. Orang-orang menyebutnya dengan ‘Segitiga Pusaran Setan Formosa’? Dikawasan ini terjadi pula peristiwa persis yang terjadi di Bermuda, bahkan sementara orang menganggapnya jauh lebih berbahaya.

J: “Apakah itu daerah yang merupakan pusaran air yang tersembunyi?” tanyanya.

P: “Ya, bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa kawasan tersebut merupakan pertemuan antara arus air hangat dengan air dingin.”

J: “Akan saya sampaikan kepadamu suatu rahasia yang baru pertama kali
ini diketahui manusia,” katanya

P: “Silahkan,” jawab saya

J: “Semua tempat yang merupakan pertemuan dua laut, yakni pertemuan antara aliran air hangat dan air dingin, adalah kawasan yang dipilih Iblis dan pembantu-pembantunya sebagai pusat persemayaman kerajaan dan negaranya…”

Saya tidak tahu, mengapa saat itu terlintas dalam pikiran saya sebuah hadits Rasulullah saw sehingga saya mengatakan kepadanya

P: “Apakah ada kaitannya dengan pengertian yang dimaksudkan oleh Nabi Muhammad saw ketika beliau melarang seseorang untuk duduk diantara tempat yang panas dan yang teduh. Beliau mengatakan ‘itu adalah tempat duduk makhluk lain’, ataukah itu sekedar interprestasi tambahan atas petunjuk nabi ini?” Dengan senyum penuh arti, Jin muslim sahabat saya itu mengatakan,
“Ya, termasuk hal yang seperti itu, atau-paling tidak-mendekati itu. Karena setan sendiri memang sangat suka pada posisi-posisi yang terletak antara dua hal yang bertentangan. Tempat duduk yang paling mendapat prioritas setan adalah tengah-tengah antara tempat teduh dan tempat yang terkena sinar matahari, atau yang setengah berada di tempat yang panas dan setengah lainnya berada ditempat yang dingin.”

P: “Mengapa harus memilih hal-hal yang bertentangan seperti itu?”

J: “Kalian, umat manusia, tidak akan bisa memahaminya. Jadi, cukuplah bila saya katakan bahwa tempat yang demikian itu memberikan kekuatan pada setan.”

P: “Apakah semua jin juga duduk di tempat yang seperti itu”?

J: “Tidak, hanya golongan setan yang melakukannya. Keturunan Iblis memang berbeda dari Jin, bahkan dalam hal duduk sekalipun.”

P: “Apakah istana Iblis berjumlah dua belas?”

J: “Entahlah, yang jelas wilayah kekuasaannya sangat luas. Semoga Allah melindungi kita darinya dan dari pasukannya serta dari gangguannya.


Tentang Pesulap David Copperfield


P: “Dalam konteks ini saudaraku, suatu kali aku pernah melihat seorang tukang sihir berkebangsaan Amerika bernama David Coperfield disuatu acara televisi, dan dia bisa melakukan beberapa keajaiban yang secara teknis tidak akan mungkin dapat dimanipulasi dengan cara apapun, seperti menghilangkan patung Liberty NY, membelah diri di ruangan terbuka (bukan di panggung) hingga membuat anak-anak yang menyaksikan menjerit, dapat muncul di negara bagian lain lain hanya dalam hitungan detik, terbang melayang diudara di ruang terbuka, sampai beberapa aksinya yang diadakan di Segitiga Bermuda itu sendiri dan masih banyak lagi hal yang mustahil”.

Saya katakan sambil memutar video rekaman beberapa aksi magicnya. Seakan-akan mengerti apa yang saya maksudkan, jin muslin sahabat saya itu kemudian menunjuk ke pesawat televisi di rumah saya, lalu berkata, “Apakah pemuda ini yang engkau maksud, dan bahwa dia bisa bebas dari berbagai trik dan dapat melayang di udara?”

P: “Ya dialah orangnya,” Jawab saya.

J: “Orang ini sangat dikenal di kalangan para jin. Dia mempunyai perjanjian dengan salah seorang Ifrit. Ifrit mempunyai pasukan yang ribuan jumlahnya, disamping lima yang kuat-kuat seperti yang telah kusebutkan terdahulu.” (Tidak tercantum di blog ini)

P: “Sepertinya… sekarangmenjadi enam, disamping ratusan ribu pasukannya itu…,” sambung saya.

J: “Ya, mereka itulah yang mengangkat Copperfield agar dia bisa melayang sedikit ke udara, dibutuhkan ribuan jin untuk mengangkatnya. Sedangkan gadis yang kamu saksikan itu yang dipotongnya itu dalam peti itu, adalah jin perempuan yang menampakkan dirinya dalam wujud seorang gadis manusia. Dia menghilang, kemudian memperlihatkan dirinya kembali tanpa luka sedikitpun.”

Sambil menyodorkan dokumen pribadi saya, yakni selembar surat bertuliskan huruf-huruf aneh, perjanjian lain antara jin dan manusia, saya bertanya kepadanya, “Apakah pasti Copperfield menandatangani perjanjian seperti ini?” Dengan kaget dia menjawab, “Darimana kau dapatkan ini?”

P: “Seorang muslim telah mengcopynya dari orang western. Dia mengatakan bahwa ini adalah perjanjian antara Iblis sendiri dengan seorang pesulap tukang sihir.” Dengan suara keras Jin sahabat saya itu mengatakan, “Bukan! Ini bohong belaka. Ini bukan tanda dan persetujuan Iblis. Sangat sulit meminta Iblis untuk bersedia persetujuannya seperti itu dengan manusia. Paling-paling dia menyuruh salah satu pengikutnya untuk menampakkan dirinya sebagai dirinya, lalu membuat kebohongan dengan mengatakan, ‘Aku ini Iblis”.

P: “Lalu bagaimana yang sebenarnya?”

J: “Ini perjanjian otentik antara seorang penyihir dengan empat jin yang tanda tangan mereka tertera jelas disini, yang kemudian diperkuat oleh stempel Ifrit.”

P: “Bagaimana pendapatpu tentang hal ini”?

J: “Aku sering melihat stempel seperti ini. Kakekku juga punya yang semacam ini.”

P: “Bahasa apa yang dipergunakan dalam perjanjian ini?”

J: “Entahlah, mungkin bahasa local Yunani Kuno.” Seakan-akan teringat sesuatu, kemudian dia mengatakan kepada saya, “Akan tetapi, percayalah padaku, bahwa penyihir seperti ini sama sekali tidak akan mati secara baik-baik. Kalau Allah memanjangkan umur kita, insya Allah kita dapat menyaksikan akhir dari semua misteri ini”.

(Tambahan penterjemah: “Setiap orang yang melakukan kerjasama dengan syetan, baik itu untuk mencari kekayaan ataupun keajaiban duniawi, maka dia akan meninggalkan dunia ini dalam keadaan Su’ul Khotimah, kecuali dia bertaubat. Karena bagaimanapun syetan adalah makhluk Tuhan yang memiliki kebutuhan dan tentunya meminta imbalan negatif dari setiap permintaan manusia yang dikabulkannya).[3]

P: “Apakah Qarin (Jin pendamping manusia) dapat memperlihatkan diri dalam bentuk manusia, baik sosok maupun penampilannya?”

J: “Sebenarnya tidak. Sebab, dia adalah jin. Akan tetapi dengan mudah, dan karena sangat lama berdampingan dengan orang itu, maka jin pendamping seperti itu dapat dihadirkan oleh seseorang, untuk menampakkan diri dalam bentuk dirimu, menirukan suaramu, lalu mengaku-ngaku sebagai rohmu yang datang dari alam barzakh untuk memenuhi panggilan orang yang memanggilnya itu, dan menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Bahkan dia juga bisa meniru bentuk tulisanmu.

P:  “Bagus, saya memang yakin bahwa menghadirkan arwah orang yang sudah mati itu bohong semata. Kelompok-kelompok spiritual yang menggeluti persoalan ini, muncul dari pemikiran-pemikiran tentang kebangkitan roh yang sudah ada sejak dulu. Untuk itu cukuplah bila disini saya bacakan firman Allah yang berbunyi, “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu adalah urusan Tuhanku,” dan hingga apabila datang kematian kepada salah seorang diantara mereka, dia berkata, “kembalikanlah aku kedunia, agar aku dapat beramal…dst” (Qur’an Al-Mukminun 99-100)

Dengan bereferensi dari beberapa kejadian mengundang arwah oleh beberapa kaum propagandis spiritualisme modern, seperti suatu saat menghadirkan arwah orang yang telah meninggal bernama Paul Hopkins, dengan melalui jasad seorang wanita, meminta beberapa permintaan seperti cerutu danwhiskey (penterjemah: persis seperti kejadian kesurupan di Indonesia yang kebanyakan meminta cerutu, karena konon aroma cerutu sangat disukai kalangan Jin)

Jin muslim sahabat saya itu memberitahukan kepada saya bahwa jin non- muslim dan setan sangat menyukai Khamr (minuman keras), semua jenis khamr tanpa terkecuali.

Kejahatan jin-jin perusak ini sudah sampai sedemikian rupa. Sehingga salah satu diantara mereka yang mengaku bernama Silver Peres dan mengaku telah melihat alam akhirat menyampaikan dengan sombongnya, “Tidak penting apakah dia beragama atau tidak, yang penting adalah apa yang dilakukannya semasa hidup. Datanglah padaku seorang yang tidakmemeluk agama apapun, yang tidak pernah menyembah Tuhan, ‘minum’ secukupnya, tetapi jujur, dan selalu membantu fakir miskin, dan memberi makan hewan, dan orang yang selalu berkasih sayang. Dia jelas lebih baik daripada orang-orang yang mengaku memeluk agama tertentu…”

Sahabat Jin muslim saya berkata, “Akan kusampaikan kepadamu sesuatu yang sangat penting, semua pembicaraan yang disitu seorang jin mengatakan sebagai roh yang datang dari alam lain adalah bohong sebohongnya. Sebab kebohongan memang mengalir dalam tubuh setan dan jin jahat sebagamana oksigen mengalir dalam tubuh manusia. Kalau aku bukan jin muslim, niscaya aku tidak akan membeberkan hal inikepadamu. Bahkan setan-setan mempunyai kemampuan luar biasa untuk menanamkan keyakinan tentang kepalsuan agama umat manusia dengan “kejujuran” mereka. Sehingga umat manusia menjadi salah persepsi bahwa tujuan hidup yang terpenting hanyalah untuk berkasih sayang saja, akhirnya kini banyak terjadi pergaulan bebas yang seolah-olah berdasarkan kasih sayang, dan beberapa pola faham lainnya yang terlihat baik, padahal justru menyesatkan.[4]


Mengungkap Kebohongan Buku “Dialog dengan Jin Muslim” Karangan Isa Dawud

07-09-12.12.51


Sebagian kaum muslimin menggunakan rujukan buku “Dialog dengan Jin Muslim” ketika berbicara tentang tipuan jin dan semacamnya. Tujuan mereka bagus, namun perlu diingat bahwa jin bukanlah sumber informasi yang bisa dipercaya. Manusia yang dhahir, terlihat sekalipun mampu berbohong. Apalagi jin yang jelas-jelas ghaib, tidak bisa kita indera.


David Copperfield dalam Dialog dengan Jin Muslim


Buku ini memasukkan fitnah terhadap salah satu pesulap terbesar di dunia, David Copperfield, dengan menyatakannya telah bekerja sama dengan jin kafir dan menyebutnya sebagai tukang sihir. Sebagaimana bisa Anda baca pada bagian berikut. Di sana juga dikatakan bahwa David melayang dengan diangkat oleh ribuan jin. Benarkah?


J: “Dalam konteks ini, saudaraku, suatu kali Aku pernah melihat seorang tukang sihir Amerika bernama David Copperfield di suatu acara televisi, dan dia bisa melakukan begini dan begitu.”

P: Seakan-akan mengerti apa yang saya maksudkan, Jin-Muslim sahabat saya itu kemudian menunjuk ke pesawat televisi di rumah saya, lalu berkata, “Apakah pemuda ini yang engkau lihat di pesawat televisimu, dan bahwa dia bisa bebas dari berbagai trik, dan dapat melayang di udara?”

J: “Ya, ya, dialah orangnya,” jawab saya.

P: “Orang ini sangat dikenal di kalangan para jin. Dia mempunyai perjanjian dengan salah seorang ‘lfrit. ‘Ifrit mempunyai pasukan yang ribuan jumlahnya, di samping lima yang kuat-kuat seperti yang telah kusebutkan terdahulu.”

J: “Sepertinya, sekarang menjadi enam, di samping ratusan ribu pasukannya itu…,” sambung saya.

P: “Ya, mereka yang mengangkat Copperfield. Agar dia bisa melayang sedikit di udara, dibutuhkan ribuan jin untuk mengangkatnya. Sedangkan gadis yang dipotongnya dalam peti itu, adalah jin perempuan yang menampakkan diri dalam wujud seorang gadis manusia. Dia menghilang, kemudian memperlihatkan dirinya kembali tanpa luka sedikit pun.”

Sumber: Dialog dengan Jin Muslim, penulis Isa Dawud, halaman 148.


Dialog dengan Jin Muslim, Isa Dawud, membahas David Copperfield.

Dialog dengan Jin Muslim, Isa Dawud, membahas David Copperfield.


07-08-11.51.44

Dialog dengan Jin Muslim, Isa Dawud, membahas David Copperfield.


Bantahan


Teknik terbang David Copperfield dibuat oleh John Gaughan dan sudah dipatenkan dengan nomor U.S. Patent 5.354.238, tertanggal 11 Oktober 1994. Ini tertera lengkap di Wikipedia. Baca langsung isi dokumen paten teknik terbang ini yang juga ditampilkan dalam majalah online Make Digital. Disebutkan bahwa Copperfield menggunakan beberapa kawat tipis dengan dimeter ¼ mm yang masing-masing sanggup menahan beban 10 kg. Rangkaian kawat ini dipasang di pinggang, dekat titik kesetimbangan massa manusia, tertutupi oleh bajunya. Kawat-kawat tadi disambungkan ke sebuah mesin dikontrol komputer yang akan menjaga ketegangan setiap kawat dan menjaganya tetap tegak lurus pada penonton sehingga tidak terlihat.

Desain peralatan terbang David Copperfield.

Desain peralatan terbang David Copperfield.


Bantahan Video


Lihat Video asli adegan terbang David Copperfield: 

Dan ini adalah bantahan yang menjelaskan secara detail proses terbang David Copperfield. Penjelasannya tidak sama persis dengan teknik Copperfield, misalnya di sini menyebutkan cukup menggunakan dua kawat, bukan banyak kawat:


Bahaya Dialog dengan Jin


Ust Irfan Ramadhan sempat menyatakan ketidaksetujuannya pada penulis terhadap buku Dialog dengan Jin Muslim. Dalam bukunya yang berjudul Menyingkap Jin dan Dukun “Hitam Putih” Indonesia, halaman 80, beliau menyebutkan ada lima kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh aktivitas dialog dengan jin dalam fenomena kerasukan.

  • Pertama, bisa dimanipulasi menjadi sandiwara orang mengaku sakit sebagai jalan keluar dari permasalahannya.
  • Kedua, berpotensi membesar-besarkan dunia jin dengan pemahaman yang keluar dari rel Islam sehingga menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan.
  • Ketiga, memicu fitnah dan permusuhan. Misalnya, ketika ada pengakuan tentang sihir yang berasal dari pihak tertentu atau tuduhan sihir pada seseorang seperti yang terjadi pada seorang pesulap.
  • Keempat, berpotensi menguatkan godaan jin, menumbuhkan penyakit ujub atau riya pada diri sang peruqyah.
  • Kelima, berpotensi membuat jin bertahan lebih lama dalam tubuh pasien yang dirasuki dengan memancing perdebatan atau dialog yang akan melalaikan peruqyah dari tugasnya, yaitu mengusir si jin.

Kesimpulan


Kami menghimbau para peruqyah untuk tidak menggunakan rujukan dari buku Dialog dengan Jin Muslim. Artikel ini telah menunjukkan satu cacat dari pernyataan jin yang dijadikan sumber dialog tersebut. Tidak menutup kemungkinan lain jika ada lagi kebohongan berikutnya. Apalagi, jika itu menyangkut perkara-perkara ghaib. Ketahuilah bahwa karakter asal syaithan adalah pendusta.[5]

Wallahu a’lam.

07-09-12.16.58

Referensi

  • [1] munsypedia.com/2013/09/dialog-dengan-jin-muslim-oleh-muhammad.html?m=1
  • [2] munsypedia.com/2013/09/dialog-dengan-jin-muslim-oleh-muhammad_2.html?m=1
  • [3] munsypedia.com/2013/09/dialog-dengan-jin-muslim-oleh-muhammad_5997.html?m=1
  • [4] munsypedia.com/2013/09/dialog-dengan-jin-muslim-oleh-muhammad_2540.html?m=1
  • [5] metafisis.net/2013/11/11/mengungkap-kebohongan-buku-dialog-dengan-jin-muslim-karangan-isa-dawud-tentang-david-copperfield/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s