A. Memahami Konsep Anak Indigo

Julukan anak indigo sering dikaitkan dengan seorang anak yang memiliki kecerdasan luar biasa. tapi, tahukah kalian kalau julukan ini sebenarnya tidak dikenal di dunia psikologi?

07-11-12.07.38

Sebelum masuk ke topik Anak Indigo secara khusus, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu perbedaan antara Child Prodigy dan Indigo Child.Child Prodigy
Child Prodigy adalah seseorang yang dalam usianya yang masih muda sudah memiliki kecerdasan atau kemampuan setara level orang yang lebih tua. Julukan ini biasanya diberikan kepada anak yang berusia di bawah 15 tahun. Anak-anak yang memiliki otak jenius, dapat kita golongkan kedalam Child Prodigy.


Contoh orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini adalah Mozart dan Picasso.


  • 1. Indigo Child

Di lain pihak, istilah Indigo Child atau Anak Indigo sama sekali tidak memiliki kaitan dengan kecerdasan anak. Julukan ini lebih condong digunakan dalam kaitannya dengan perilaku sang anak.

Perlu diketahui kalau Istilah “Anak Indigo” sebenarnya tidak dikenal di dalam dunia psikologi. Istilah ini hanya dikenal di kalangan penganut New Age yang merujuk kepada anak-anak yang dipercaya memiliki atribut psikologi yang tidak biasa.

Salah satu definisi Anak Indigo yang paling sering dikutip adalah definisi dari Lee Carroll. Ia mendefinisikan anak Indigo sebagai:

“Seorang anak perempuan atau laki-laki yang memiliki atribut psikologi yang baru atau tidak biasa yang kemudian menyebabkan mereka menunjukkan perilaku yang belum terdokumentasikan sebelumnya.”

Jadi, jelas, anak Indigo adalah anak yang menunjukkan ciri perilaku tertentu dan tidak ada hubungannya dengan kecerdasan otak ataupun kemampuan paranormal.


Lalu, siapa yang pertama kali mengemukakan konsep ini?


  • 2. Lahirnya Konsep Indigo

Konsep anak indigo pertama kali dikemukakan pada tahun 1970an oleh seorang dukun / paranormal bernama Nancy Ann Tappe yang mencoba mengklasifikasikan masa dan kepribadian seseorang berdasarkan warna aura.

Dalam bukunya yang berjudul“Understanding your life through color” yang terbit tahun 1982, Tappe berkata:

“Setiap masa universal akan disertai dengan sejumlah besar orang yang memiliki warna aura yang sesuai dengan masa itu. Misalnya, orang dewasa sekarang kebanyakan memiliki warna biru atau violet. Dua warna itu adalah warna yang paling dibutuhkan pada masa transisi ini, masa Violet. Sedangkan pada masa yang akan datang, yaitu masa Indigo, warna-warna Indigo akan menjadi warna yang umum.”

07-10-11.37.56

Dengan kata lain, Tappe membagi-bagi masa di dunia ini lewat warna, dan masa yang akan datang, yang disebutnya sebagai masa Indigo, warna Indigo akan mendominasi dan anak-anak yang lahir pada masa itu akan memiliki ciri-ciri tertentu yang bisa diobservasi.By the way, bagi yang belum mengetahui, Indigo adalah nama sebuah warna pada spektrum elektromagnetik yang berada diantara warna biru dan violet.

Tappe mengaku menemukan pola energi indigo ini ada pada lebih dari 95% anak yang lahir dalam 10 tahun terakhir. Ia memprediksikan kalau Fenomena ini akan segera terjadi dalam skala global.


  • 3. Ciri-ciri anak Indigo – Tappe

Menurut Tappe, anak Indigo dapat dikenali dari ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki mata yang besar dan jernih.
  2. Memiliki pemikiran yang lebih dewasa dibanding usianya.
  3. Memiliki ingatan yang sangat kuat.
  4. Memiliki keinginan untuk hidup dengan mengikuti kata hatinya.
  5. Sensitif.

Anak-anak ini dipercaya akan mengubah kesadaran umat manusia dan membantu mengubah irama kehidupan manusia.

Dan menurut Tappe lagi, anak-anak inilah jembatan menuju masa depan.

Konsep yang dikemukakan oleh Tappe kemudian mencapai kemashyurannya pada tahun 1990an lewat tangan penulis lainnya.


  • 4. Ciri-ciri anak Indigo – Lee Carroll

Pada tahun 1998, paranormal lainnya yang bernama Lee Carroll dan istrinya Jan Tober juga menulis sebuah buku mengenai topik ini. Judulnya “The Indigo Children: The New Kids Have Arrived”.

Buku ini dengan segera menjadi referensi utama bagi topik anak indigo. Namun, Cara Carroll mendapatkan konsepnya mengenai anak Indigo boleh dibilang cukup aneh.

Lee Carroll sendiri adalah seorang cenayang yang biasa menjadi medium bagi roh ( yang sesungguhnya adalah setan yang menyamar) yang bernama Kryon.

Menurutnya, roh Kryon telah memberikan kepadanya beberapa cara untuk mengenali anak Indigo ( Setan memberikan informasi ciri anak indigo), yaitu dengan melihat ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Mereka hadir ke dunia dengan perasaan sebagai bangsawan dan kadang bersikap seperti itu.
  2. Mereka memiliki perasaan “layak ada di sini” dan kadang terkejut ketika orang lain tidak mempercayainya.
  3. Harga diri tidak terlalu penting. Mereka malah sering memberitahukan kepada orang tuanya “siapa mereka sebenarnya”.
  4. Mereka memiliki kesulitan untuk tunduk kepada otoritas mutlak.
  5. Mereka seringkali menolak melakukan sesuatu yang tidak disukai seperti mengantri.
  6. Mereka seringkali menjadi frustasi dengan sistem yang kaku dan tidak kreatif.
  7. Mereka seringkali merasa punya cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu.
  8. Mereka terlihat anti sosial dan susah bergaul, kecuali dengan anak yang sejenis dengannya.
  9. Mereka seringkali menolak ketika didisiplinkan.
  10. Mereka tidak malu untuk mengungkapkan apa yang dimaunya.

Kesepuluh ciri ini kemudian menjadi faktor sangat penting dalam memberikan label anak Indigo kepada seseorang.


Lalu, bagaimana sains modern menanggapi teori yang dikemukakan oleh para penulis New Age ini?


  • 5. Anak Indigo dalam pandangan sains

Seringkali, istilah indigo diberikan sendiri oleh orang tua yang melihat ada ciri-ciri anak indigo pada anak mereka. Ini membuat fenomena ini menjadi subyek kritikan para psikolog modern.

Ketika diteliti, kebanyakan anak-anak yang diberi label Indigo sebenarnya hanyalah anak yang mengalami Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Anak yang mengalami kelainan ini akan selalu mencari perhatian dan menjadi lebih hiperaktif.

Ciri-ciri anak yang mengalami ADHD sepertinya memang sesuai dengan ciri-ciri anak Indigo yang dikemukakan oleh Lee Carroll.

Namun, disinilah terjadi pertentangan antara penganut teori anak Indigo dengan para psikolog.

Para penganut teori Anak Indigo percaya kalau anak yang memiliki ciri-ciri Indigo adalah anak yang spesial. Carroll sendiri menulis kalau anak Indigo sering dianggap sebagai penderita ADHD oleh para dokter. Ia menyarankan orang tua sang anak untuk tidak memberikan bantuan medis karena ia beranggapan anak tersebut bukan menderita ADHD, melainkan memiliki karakteristik Indigo yang spesial.

Di lain pihak, para psikolog yang menemukan ciri-ciri Indigo di atas akan segera memberikan diagnosa ADHD dan menyarankan untuk memberikan bantuan medis. Mereka juga kuatir kalau saran para penulis seperti Carroll diikuti, akan membuat sang anak tidak mendapat perhatian medis yang memadai.

Karena itulah, para psikolog atau dokter lebih melihat fenemena anak indigo hanya sebagai ajang cari untung bagi penulis-penulis tertentu dan mereka tidak melihat adanya dasar sains yang memadai dari teori ini.


  • 6. Masalah dengan anak Indigo

Ada sebuah peristiwa menarik yang pernah dimuat di harian Dallas Observer yang menceritakan mengenai anak Indigo. Salah seorang reporternya sedang berbicara dengan seorang anak yang dipercaya sebagai Indigo. Lalu, wartawan itu bertanya kepada anak tersebut:

  • “Apakah kamu Indigo?” Tanya sang wartawan.

Anak laki-laki itu memandang sang wartawan, lalu berkata: “Saya adalah seorang Avatar.”

“Saya bisa mengenali empat elemen, bumi, angin, air dan api. Avatar berikutnya tidak akan datang sebelum 100 tahun berlalu.”

  • Sang wartawan yang tidak mengerti apa yang dikatakan anak itu menjadi sangat takjub.

Namun, pembaca harian itu segera mengenali kalau anak itu sebenarnya sedang menceritakan kisah dalam film seri“Avatar: The Last Airbender.” Karena itu, tidak ada yang spesial dalam perkataannya itu.

  • Sang wartawan pun mengakui kebodohannya.[1]

B. Gangguan Syetan Pada Anak

Rasulullah memberitahukan kepada kita dalam sabdanya:

“Setiap anak Adam akan diganggu syetan ketika dilahirkan oleh ibunya kecuali Maryam dan anaknya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Anak adalah karunia Allah yang paling berharga bagi kedua orang tuanya. Anak juga amanah bagi orangtua yang harus dipertanggungjawabkan di depan Allah. Anak adalah buah hati belahan jiwa, obyek orang tua untuk mencurahkan kasih sayang dan membangun harapan yang dapat meneruskan visi dan misi orangtua dalam kancah kehidupan ini. Sebagaimana anak juga merupakan investasi masa depan kedua orangtuanya untuk kepentingan kehidupan orangtua di akhir hayatnya dan di kehidupan kahirat kelak. Maka dari itu, orangtua harus memelihara, merawat, membesarkan, menyantuni dan mendidik anak-anaknya dengan tanggung jawab penuh dan kasih sayang tulus.

07-11-12.16.57

Dalam perjalanan melaksanakan tugas tersebut, tidak jarang orangtua mengahdapi permasalahan yan gpelik, kejadian yang rumit dan kondisi yang sulit. Setiap orangtua akan merasa resah dan gelisah bila pertumbuhan anaknya tidak stabil dan kesehatannya terganggu. Apalagi bila kondisi fisiknya tidak normal. Atau ada kelainan-kelainan yang mengganggu proses pertumbuhan.

Pertanyaannya, mungkinkah gangguan fisik atau non fisik yang menimpa nak-anak itu ada campur tangan syetan sebagai musuh abadi manusia di dunia ini? Apakah gangguan-gangguan tersebut merupakan gangguan syetan yang sedari dulu menaruh dendam kepada Adam dan anak cucunya?

Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang sarat dengan keghoiban seperti di atas membutuhkan referensi yang tepat dan akurat. Dalam hal ini hanyalah Al-Qur’an dan Sunnah yang bisa kita jadikan sebagai referensi yang benar.

Allah menceritakan kepada kita sosok orangtua yang bertanggung jawab terhadap anak keturunannya, yaitu pasangan Imron bin Yasyim dan Hannah binti Faqud yang tertuang dalam surat Ali Imron. “Maka tatkala istri Imron melahirkan anaknya, dia pun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan – dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya – dan anak laki-laki tidaklah seperti nak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta keturunannya kepada Engkau (Allah) daripada syetan yang terkutuk.” (QS. Ali Imron: 36). Istri Imron divonis kebanyakan orang sebagai istri yang mandul. Padahal ia sangat berkeinginan untuk memiliki seorang anak. Dia terus memanjatkan do’a kepada Sang pencipta makhluk jagat raya ini. Ketekunan dan keyakinannya akan kekuasaan Allah akhirnya membuahkan hasil. Allah mengabulkan do’anya, dia hamil di usia senja, betapa gembiranya sosok calon ibu tersebut. Ketika dia melahirkan ternyata bayi yang dilahirkanya itu berjenis kelamin perempuan dan diberi nama “Maryam” yang berarti “Pelayan Tuhan”. Lalu dia berdo’a untuk untuk mohon perlindungan kepada Allah atas anaknya (Maryam) dan keturunannya (Isa) dari gangguan syetan. Allah pun mengabulkan permohonannya.

Rasulullah memberitahukan kepada kita dalam sabdanya:

“Setiap anak Adam akan diganggu syetan ketika dilahirkan oleh ibunya kecuali Maryam dan anaknya.” (HR. Bukhori-Muslim).

Istri Imron mengajatkan kepada kita akan pentingnya pernjagaan anak sejak dini, yaitu dengan berdo’a kepada Allah untuk perlindungan anaknya Maryam. Lantunan do’a tersebut merupakan ungkapan tanggung jawab ibu dengan menyerahkan keselamatan anaknya kepada yang menciptakannya yaitu Allah. Ia berharap agar Allah senantiasa menjaga dan melindungi anak dan keturunannya dari gangguan dan jerat-jerat syetan yang terkutuk. Begitulah penjelasan Sayyid Qutb dalam Tafsir fi Dzilalil Qur’an.

Bahkan Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk mengambil tindakan pencegahan lebih dini lagi, yaitu menyuruh kita (para suami-istri) apabila mau melakukkan hubungan suami-istri agar berdo’a terlebih dahulu. Beliau bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, hendaklah berdo’a: “Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari (keturunan) yang Engkau kanruniakan kepada kami.” Kalaupun keduanya ditakdirkan untuk mempunyai anak, maka anak tersebut tidak akan diganggu oleh syetan selamanya.” (HR. Jama’ah kecuali Nasa’i)

Maksud dari “lan yadhurrohu” dalam redaksi hadits tersebut artinya “tidak akan diganggu”tidak meliputi semua jenis gangguan dan tidak berarti di ma’shum (terjaga dari dosa). Karena perlakuan tersebut hanya khusus bagi para nabi dan rasul. Dan juga tidak berarti dia terjaga dari semua maksiat. Namun ada yang mengatakan dia akan aman dari kesurupan, ada juga yang berpendapat jasadnya tidak akan diganggu komitmennya dalam beragama. Sedangkan Mujahid menafsirkan: “Syetan tidak akan menyertai suami dalam menggauli istrinya.” (Nailul Author 3/183)

Tafsiran manapun yang kita pilih, dalil di atas memberitahukan kepada kita bahwa gangguan syetan itu ada dan tidak mengada-ada. Istri setelah melhirkan hendaknya langsung meminta perlindungan kepada Allah untuk anak yang tercinta. Demikian juga tips yang diberikan rasulullah kepada pasangan suami-istri yang mau berhubungan. Semunya merupakan penjagaan sedini mungkin karena syetan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan sekecil apapun untuk mendakwahkan kesesatan dan menebar jarring-jaringnya kepada anak cucu Adam.

Karena itulah, ketika kedua cucunya lahir (Hasan dan Husein) Rasulullah langsung meruqyah dengan melantunkan adzan ke telinga keduanya dan mengiqomatinya, serta berdo’a kepda Allah dengan do’a perlindungan: “Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala (gangguan) syetan,binatang yang berbisa dan pandangan mata yang menimpanya (yang akhirnya mengakibatkan sakit.” (HR. Bukhari) dalam riwayat Abu Dawud Rasulullah menambahkan: “Bapak kalian (Ibrahim) membacakan do’a ini untuk Ismail dan Ishaq.”(HR. Abu Dawud)

Rasulullah teladan kita sangat sigap dalam mengambil tindakan. Tidak mau didahului oleh syetan, langsung bergegas memohon perlindungan kepada Allah yang Maha Perkasa untuk kedua cucunya yang tercinta. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita lantunkan adzan dan iqomat pada telingan anak-anak kita ketiaka mereka dilahirkan? Sudahkah kita panjatan ruqyah do’a perlindungan dari gangguan syetan? Kalau semuanya belum pernah kita lakukan, makaajarkanlah mereka segera do’a-do’a perlindungan dari gangguan syetan dan bala tentaranya. Semoga kita dan keturunan kita dilindungi Allah dari gangguan syetan terkutuk dan jangan sampai kita menjadikan anak kita sarana setan menyesatkan manusia dengan menjadi anak indigo yang dikira kelebihan namun pada hakikatnya tipu daya syaithan![2]


C. Kebenaran Tentang Anak Indigo Melihat Arwah

07-11-12.12.42

Hari itu, 8 Agustus 2004, Riska Milandari sedang mengadakan pesta kecil merayakan ulang tahun ke-36. suasana bahagia melingkupi rumah keluarga di kawasan Pondok Jaya Raya, Mampang, Jakarta Selatani,tu.namun suasana sedikit berubah ketika tasya, putrinya yang berusia 2,5 tahun, berujar bahwa sanga opa( kakek Tasya) ikut datang kedalam pesta. “Kami kaget karena opa sudah meninggal,” kata Riska. Tetapi, Tasya bersikukuh bahwa opah ada dan sedang bediri diruang tamu. Agar tak mengecewakan si buah hati, Riska pun memenuhi keinginan putrinya untuk “ seakan-akan” melihat sang kakek.

“Ya, sering-sering memang begitu, Tasya biasa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain,“ kata Riska. Pengalaman melihat opa yang sebetulnya sudah meninggal itu hanya sedikit kisah di antara banyak “kelebihan” descka Putri Anastasya- nama lengkap Tasya. Menurut Riska, Tasya mempunyai kelebihan kemampuan unik yang disebut sebagai anak indigo.


  • PENJELASAN SYARI’AT:


Rizka sang anak indigo yang bisa melihat arwah Opanya yang telah meninggal datang menemui dia sewaktu ulang tahun sesungguh anak tersebut sudah ditipu oleh syaithan, sebab Tidak ada satu ayat pun atau hadist yang menjelaskan bahwa roh manusia yang telah meninggal dunia bias jalan-jalan seperti  ruh Opa Riska yang menemui anak tersebut ketika ulang tahun, sebab Nabi Muhamad SAW bersabda:

“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan ANAK SHALIH YANG MENDOAKAN (ORANG TUANYA).” (HR.Bukhari & Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa orang yang sudah meninggal dunia,akan terputus semua amalnya dan tidak akan bisa di panggil dan berkomunikasi atau berhubungan dengan orang-orang yang ada di dunia ini.Apalagi ada arwah gentayangan yang sempat-sempatnya mnemui cucunya ulang tahun. Karena roh orang yang baik atau jahat ketika dicabut dari jasadnya. Kedua telah kembali ke tempat yang telah disediakan Allah. Ruh orang-orang yang shalih disediakan tempat yang terpisah dari roh orang-orang kafir. Sebagaimana termaktub dalam shahih muslim 4/2202 no 2872 dalam hadist tentang tempat kembalinya roh orang mukmim dan kafir. Disebutkan nama kedua tempat kembalinya sama yaitu akhirul ajal. Tetapi qodhi iyadh menjelaskan bahwa kedua kata itu berbeda arti.

Ruh mukmin akan kembali ke al-malaul a”laatau illiyyin (tempat yang paling atas) atau roh kafir tidak kembali ke sijjin (tempat yang paling bawah). Pernyataan beliau didukung oleh hadist yang diriwayatkan oleh baihaqi dari abu said al-khudri yang jelas menyebut sijjin sebagai tempat kembali roh kafir. Jadi tidak ada roh gentayangan dalam kajian Islam.

Kalau begitu yang menampakkan diri dan menyerupai sosok Opa Riska yang telah meninggal dunia?  Penampakan itu bias ada kerana halusinasi anak yang melihat atau memang benar-benar penampakan yang dilakukan oleh jin. Adapun halusinasi tidak masuk dalam pembahasan kita kali ini, yang kita bahas adalah penampakan jin. Memang jin mampu merubah dirinya dalam bentuk yang dikehendaki oleh Allah sesuai dengan izin-Nya, hanya saja bangsa jin tidak bisa menyerupai sosok Rasulullah Muhammad SAW, “syaitan tidak akan bisa menyerupaiku, begitulah Rasulullah Muhammad SAW menegaskannya dalam hadist riwayat imam bukhari dan imam muslim.
Jadi kalau ada penampakan seperti sosok orang yang telah meninggal, itu bukan roh orang yang penasaran atau gentayangan. Tapi itu ulah syaitan untuk menyesatkan manusia. Dan kelihatannya misi mereka berhasil, karena banyak masyarakat yang termakan oleh persepsi yang salah dan malah menyebut gangguan jin pada anak sebagai kelebihan dan dianggap anak indigo![3]


D. Tipu Daya Jin Terhadap Anak Indigo

Sejak manusia dilahirkan syetan sudah memulai gangguannya dan memaklumkan peperangan yang tidak mengenal damai dan limit. Inilah peperangan berkepanjangan yang hanya akan berakhir dengan berakhirnya kehidupan manusia dan makhluk lainnya di dunia ini. Rasulullah SAW. bersabda: “Setiap anak Adam yang dilahirkan akan ditusuk kedua sisinya oleh syetan dengan kedua jari (telunjuknya) kecuali lsa bin Maryam, dia menusuknya, tetapi hanya mengenai ari-arinya.” (HR. Bukhori).

Seorang anak belum masuk mukallaf apalagi bila masih dalam usia balita. Dia belum terbebani dengan kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan, bahkan ia belum tahu kalau harus melawan musuh bebuyutan yang tidak nampak dan tak kenal kompromi yaitu iblis dan sekutunya. Dalam hal ini ia masuk dalam kategori obyek yang pasif, belum bisa membela dirinya apalagi melawan musuh. Karena itu orang tua harus tanggap, sigap dan waspada sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dan istri lmron. Mereka membacakan do’a-do’a perlindungna kepada anak-cucunya. Baik ketika mau melakukan hubungan suami istri atau ketika menyambut kehadiran si jabang bayi dan juga ketika masih dalam usia kanak-kanak.

Orang tua harus pro aktif dengan mengajarinya do’a-do’a atau membacakan atas diri mereka ruqyah syar’iyah seperti yang pernah dilakukan Rasulullah terhadap keluarganya. Karena musuh yang kita hadapi tidak terlihat oleh pandangan mata dan tidak bisa kita deteksi dengan panca indra, maka yang bisa kita lakukan hanyalah mengenal dan memahami tanda-tanda yang tampak dari perilaku anak-anak kita. Dan sudah seharusnya kita memahami gelagat-gelagat musuh kita serta strategi-strategi yang mereka gunakan dalam melancarkan  serangan dan gangguan terhadap anak-anak kita.

Syetan itu sangat licik dan sangat keji. Sedikit saja kesalahan yang kita lakukan akan bisa mengganggu eksistensi mereka dan keturunannya atau menyebabkan kematian anak-anak mereka dengan tidak sengaja. Ketika kita membuang air panas misalnya, maka syetan akan menaruh dendam dan menuntut balasan yang setimpal, bahkan lebih sadis dan keji.

Adapun gangguan iblis dan kroni-kroninya terhadap anak-anak itu banyak ragam dan fariasinya. Dan itu semua dapat kita kenali dari berbagai kasus yang menimpa anak-anak, atau dari referensi-referensi yang tertulis di buku-buku yang menjelaskan masalah tersebut, atau fakta-fakta yang kita dapatkan dalam keseharian kita ketika berinteraksi dengan masyarakat. Tim Ruqyah Majalah Ghoib sendiri sudah berkali-kali menerima keluarga yang anak-anak mereka terganggu oleh jin (yang dikira anak indigo). 

Berikut ini, di antara gangguan yang sering terjadi pada anak-anak:


  • 1.  Gangguan pada mata anak indigo.

Anak indigo yang terganggu matanya akan mampu melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh manusia pada umumnya. Dia melihat kehadiran makhluk lain di tengah komunitas perkumpulannya, bahkan dalam kesendiriannya ia berkomunikasi dan bercanda dengan makhluk tersebut. Oleh sebab itu anak yang terkena gangguan sejenis ini lebih suka menyendiri dan menikmati keterasingan dirinya dari khalayak ramai. Dia tidak suka kalau ada teman-teman yang menemaninya, kalaupun mau bergaul juga akan terlihat canggung dan tidak bersahabat, tatapannya hampa, penglihatannya kosong, sering melamun dan larut dalam halusinasi.

Rasulullah SAW. pernah meruqyah seorang anak yang terganggu matanya, sehinga tampak sorotan matanya yang ganjil dan tatapannya yang bias tidak terarah. Setelah anak itu dihadapkan ibunya kepada Rasulullah, dan punggungnya dihadapkan ke muka Rasulullah maka beliau memukul punggungnya dengan keras sambil berkata:

“Keluarlah hai musuh Allah, keluarlah hai musuh Allah.” kemudian anak itu menatap dengan pandangan yang sehat tidak seperti pandangan sebelumnya. Lalu Rasulullah mendudukkannya di hadapannya seraya berdo’a untukryra kemudian mengusap wajahnya. (HR. Turmudzi).

Tim Ruqyah Majalah Ghoib juga pernah kedatangan seorang anak Indigo yang sering dimanfaatkan oleh salah satu stasiun televisi untuk mendeteksi kehadiran dan keberadaan jin di acara mistis, ketika anak itu berbaring dan mendengar alunan ayat-ayat Al-Qur’an, tak berapa lama ia langsung meloncat ketakutan, menurut penglihatannya ada gondoruwo yang besar sedang duduk di atas dadanya (yang jadi khodam anak tersebut tanpa dia sadari).

Maka waspadalah bila Anda mempunyai anak yang bisa melihat jin di sekitarnya, karena  itu bukanlah suatu kelebihan atau keistimewaan seperti yang dipahami dan diyakini oleh kebanyakan orang. Justru itu merupakan kelainan dan gangguan yang membutuhkan pengobatan, agar kondisinya kembali normal seperti anak-anak lainnya. Allah menegaskan, “Sesungguhnya ia dan pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihatnya.” (QS. Al-A’raf: 27).

Berkaitan dengan ayat tersebut lmam Syafi’i mengatakan, “Barangsiapa yang mengaku melihat jin (dalam bentuk aslinya) maka kami katakan kesaksiannya tidak syah, kecuali orang tersebut seorang nabi.” (Fathul Bari 6/423).

Seperti diketahui, termasuk kesaksian yang tertolak ialah kesaksian seorang pembohong. Walhasil, secara tidak langsung lmam Syafi‘i mengatakan bahwa orang yang mengaku bisa melihat jin adalah pembohong besar.


  • 2.  Gangguan pada telinga anak indigo

Anak yang terganggu telinganya akan mendengar bisikan-bisikan yang mengiang samar atau terdengar jelas di gendang telingnya. Biasanya bisikan itu bersifat profokatif dan negative, seperti mencegah seseorang ketika ingin berbuat kebajikan atau sebaliknya menyuruh anak tersebut berbuat nekat yang destruktif, sehingga membahayakan anak tersebut dan mengancam ketenangan orang lain. Bisikan-bisikan itu akan memprogram dan mendalangi perilaku anak tersebut, sehingga lakunya akan kelihatan asing, aneh dan nyeleneh.

Syaikh Muhammad Ash-Shayyim, seorang ulama al-Azhar Mesir pernah meruqyah anak yang terkena gangguan di telinganya, ia senantiasa dibisiki bahwa ia akan mati sekarang juga, sehingga ketakutan dan kecemasan selalu menyelimuti kehidupannya. la selalu didikte oleh jin penganggu dengan mengatakan: “Janganlah kamu melakukan ini dan itu karena pasti kamu akan mati.”

Kemudian syaikh Muhammad Ash-Shayym mengatakan kepada anak itu bahwa setiap makhluk hidup pasti akan mati, janganlah takut menghadapinya karena ajal telah ditentukan Allah. Dan yang menimpa dirinya adalah was-was yang dibisikkan oleh syetan agar ia lalai berdzikir kepada Allah, disebabkan oleh kecemasan yang selalu menggelayut di perasaannya. Banyak berdzikir dan jagalah kesucian dengan menjaga wudlu serta memperbanyak membaca ayat-ayat perlindungan.

Anak yang mengalami gangguan ini akan terlihat perubahan yang drastis pada sikapnya, yang tadinya ceria akan kelihatan murung dan pendiam, mengalami gangguan ketika mau tidur, sehingga jam istirahatnya tidak teratur dan susah jika ingin tidur. Akhirnya berat badannya turun dari hari ke hari. Gangguan seperti itulah yang pernah dialami anak berumur lima tahun dari Cakung dan pernah datang ke kantor Majalah Ghoib. Setelah diruqyah oleh ustadz Junaedi Lc, anak itupun menggeliat-geliat dan berusaha mematikan tape yang sedang memutar kaset ruqyah. Tapi akhirnya berangsur-angsur dia meniadi tenang dan senang. Sang ibu pun tersenyum syukur kepada Allah yang telah memberikan kesembuhan kepada anaknya.


  • 3.  Sering Menangis dan Rewel

Anak anda atau anak yang diyakini aindigo yang sering menangis dan rewel, terutama di malam hari kemungkinan ada unsur gangguan jin pada dirinya. Entah dia melihat sesuatu yang menyeramkan atau terlintas olehnya bayang-bayang yang menggoda dan menakut-nakutinya. Atau bisa juga dia mendengar bisikan-bisikan yang bernada ancaman yang menganggu ketenangan tidurnya. Tim majalah Ghoib pernah menangani seorang anak yang baru berumur empat bulan dari Tebet. Jika malam tiba ia menangis terus menerus yang mengganggu istirahat orangtua dan masyarakat sekitarnya. Begitulah cerita ibu anak tersebut.

Ketika ditanya oleh ustadz Junaedi tentang jimat-jimat yang dimiliki untuk menjaga anak tersebut, si ibu mengaku terus terang bahwa anak bayi itu dikasih keris oleh kakeknya untuk menjaga cucunya yang tercinta. Kemudian keris itu pun dibacakan ayat kursi dan dibakar kemudian dibuang. Dengan izin Allah anak itu menjadi tenang dan tidak banyak menangis. lstirahatnya di malam hari pun menjadi normal sebagaimana bayi-bayi seusianya.


  • 4.  Syaraf otaknya terganggu dan menyebabkan ia seperti orang gila

Syetan masuk ke tubuh manusia melalui peredaran darah, begitulah cara mereka mengganggu manusia seperti yang diberitakan Rasulullah. Karena yang diserang adalah organ yang punya jaringan ke otak. Akhirnya jaringan itu mengalami penyumbatan, akibatnya si penderita akan kehilangan rasa dan perasaannya secara total. Begitulah analisis dr. Ahmad Shabahi tentang kesurupan/gangguan jin pada manusia ditinjau dari sisi medis. Anak yang mengalami gangguan pada otaknya akan linglung, bicaranya tidak terarah ngalor-ngidul dan kadang-kadang tidur di sembarang tempat.

Kondisi ini sepintas mirip dengan anak autis yang kadang bicara sendiri dan cenderungngaco atau anak penderita ADD/ADHD (gangguan kekurangan perhatian/gangguan hiperaktif dan kekurangan perhatian).

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa seorang sahabat meruqyah pasien yang gila, ketika pasien terebut sembuh dengan izin Allah, sahabat tersebut diberi seratus ekor kambing oleh keluarganya. Lalu sahabat tersebut bercerita kepada Rasulullah. Rasulullah membenarkan apa yang ia perbuat, karena ruqyah yang dibacanya adalah ruqyah syar’iyah yaitu dengan membaca surat al-Fatihah. (lihat sunan Abu Dowud bab ath-Thibb no 19). Rasulullah sendiri juga pernah meruqyah anak yang terkena gangguan jiwa (gila). Rasulullah menggertak (jin yang berada di jasad) anak tersebut: “Keluarlah hai musuh Allah, aku adalah Rasulullah.” Lalu anak itu pun sembuh. (Sebagai perwujudan rasa syukurnya) ibunya memberi Rasulullah dua ekor kambing, sedikit samin dan susu.” (HR. lmam Ahmad).


  • 5.  Anak Indigo Mengobati orang yang sakit

Kita sering mendengar cerita, bahwa disuatu tempat (daerah) ada tabib yang bisa mengobati berbagai macam penyakit. Tabib itu belum pernah kuliah difakultas kedokteran, juga belum pernah menjadi asisten dokter sehingga bisa belajar dari pengalaman hasil interaksinya dengan dokter tersebut. Bahkan dia juga belum pernah menelaah buku-buku kedokteran. Justru ilmu-ilmu yang dikuasainya adalah ilmu instan praktis yang diperolehnya secara tiba-tiba. Orang-orang daerah (kampung) sering menyebut mereka dengan ‘Dukun Tiban’ dan lebih mengejutkan lagi ternyata di antara dukun tiban itu adalah anak yang masih belia, bahkan ada yang masih balita.

Ada anak kecil yang diklain indigo bisa mengobati? ltulah realita yang sering kita dengar terutama di masyarakat pedesaan.  Dengan akal sehat, kita tidak bisa menerima fenomena tersebut. Darimana seorang balita belajar pengobatan? Baiklah. Mari kita simak penuturan ulama terkenal lmam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab Luqothul Marjan. Ketika Zaid bin Wahb berperang di suatu jazirah, di malam hari didatangi seorang laki-laki yang berjanji akan mengajarkan ilmu kedokteran dengan mengatakan: “Apabila seseorang yang sakit menyebutkan penyakitnya kepadamu, maka apa yang terlintas di hatimu bahwa itu obatnya, maka benar-benar itu obatnya.”

lmam Suyuthi menyebutkan bahwa jin telah mengajari manusia tentang ilmu pengobatan. Dan lbnul Jauzi menceritakan bahwa ketika Abu Ali adz-Dzahaq berada di Naisabur untuk berdakwah, tiba-tiba ia terkena penyakit mata. Pada suatu malam ia bermimpi ada seseorang yang masuk kamarnya. Dia mengabarkan bahwa ada sekelompok jin hadir dalam majelisnya, mereka tidak ingin Abu Ali pulang karena penyakit mata yang diderita. Padahal jin-jin tersebut baru mulai belajar, lalu orang tersebut mengusap matanya. Ketika Abu Ali terbangun dia tidak merasakan sakit mata lagi. Begitulah lmam Suyuthi menceritakannya di halaman lain dalam kitab yang sama dengan tema “Jin Mengobati Manusia”.

Lalu siapa yang mengajari dukun-dukun tiban yang di antaranya masih balita? Maka waspdalah bila anak Anda tiba-tiba bisa mengobati orang sakit dan diyakini sebagai anak indigo? Padahal sebelumnya belum pernah belajar ilmu pengobatan atau kedokteran. Karena itu bukanlah kelebihan tapi kelainan yang disebabkan gangguan jin, dan yakinlah jin tidak akan membantu manusia kecuali ada pamrih dan niatan yang jahat.

Itulah beberapa gangguan yang sering terjadi pada diri anak-anak. Keberadaannya yang belum mengerti arti kehidupan, belum mengetahui adanya permusuhan abadi dan peperangan yang tak kenal kompromi dengan syetan, telah dijadikan obyek kedzaliman. Mereka juga bisa menjadi sasaran dendam atas kekesalan dan keputus-asaan karena kegagalan syetan untuk mngganggu orang tuanya. Gangguan tersebut timbul karena kedzaliman jin atau karena kejahatan manusia yang yang memanfaatkan jin untuk mengganggu anak-anak tersebut.

07-11-12.22.39

Semoga Allah melindungi kita dan keluarga dari gangguan syetan yang terkutuk.[4]

Referensi

  • [1] metafisis.net/2010/08/21/memahami-konsep-anak-indigo/
  • [2] metafisis.net/2010/08/21/waspada-gangguan-syetan-pada-anak/
  • [3] metafisis.net/2010/08/21/benarkah-anak-indigo-bisa-melihat-arwah-orang-mati/
  • [4] https://metafisis.net/2010/08/21/5-tipu-daya-jin-pada-anak-indigo/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s