Irshad Manji

07-15-11.23.52

Irshad Manji adalah seorang penulis Kanada, wartawan dan advokat dari interpretasi “reformasi dan progresif” Islam. Manji adalah direktur Proyek Keberanian Moral di Sekolah Robert F. Wagner Pascasarjana Pelayanan Publikdi Universitas New York, yang bertujuan untuk mengajarkan para pemimpin muda untuk “menantang kebenaran politik, kesesuaian intelektual dan sensor diri.” Dia juga pendiri dan presiden Proyek Ijtihad, sebuah organisasi amal mempromosikan “tradisi berpikir kritis, perdebatan dan perbedaan pendapat” dalam Islam, di antara jaringan “dari reformis Muslim dan sekutu non-Muslim.”

Manji terkenal sebagai kritikus aliran tradisional Islam dan telah dijelaskan oleh The New York Times sebagai mimpi terburuk “Osama bin Laden”. Buku Manji yang paling terakhir, Allah, Liberty and Lovedirilis pada bulan Juni 2011 di AS, Kanada dan negara lainnya. Pada website Manji itu, buku ini dijelaskan: “Allah, Liberty and Love menunjukkan kita semua bagaimana mendamaikan iman dan kebebasan dalam dunia yang mendidih dengan dogma represif. Kunci ajaran Manji adalah “Keberanian moral, “kemauan untuk berbicara ketika orang lain ingin membungkam mulutmu. buku ini merupakan panduan utama untuk menjadi warga dunia yang berani”.

Buku Manji sebelumnya, The Trouble with Islam Today (awalnya diterbitkan sebagai Trouble with Islam), telah diterbitkan di lebih dari 30 bahasa, termasuk Bahasa Arab, Persia, Urdu, Melayu dan Indonesia.  Dia terganggu oleh bagaimana Islam dipraktikkan saat ini dan oleh pengaruh Arab di Islam yang mengambil individualitas perempuan dan memperkenalkan konsep kehormatan perempuan.

Manji telah menghasilkan dokumenter PBS, “Faith Without Fear”, mencatat upaya untuk “mendamaikan imannya kepada Allah dengan cintanya pada kebebasan”.[1]


Pernyataan-Pernyataan Kontroversial


  • 1. Untuk Apa Hamil Kalau Banyak Cara Buat Melahirkan?

Irshad Manji mengaku tidak mempedulikan semua tudingan yang dialamatkan padanya. Karena itu dia tetap santai dan bersiap menuju Surakarta buat meneruskan rangkaian bedah bukunya yang terbaru Allah, Liberty, and Love. Dia tidak khawatir meski dua kali acara bedah bukunya didatangi massa yang menolak pemikirannya.

Acara bedah bukunya di Gedung Salihara, akhir pekan lalu dibubarkan massa gabungan FPI dan warga karena dia dianggap mempromosikan gaya hidup lesbian yang menyimpang. Perempuan kelahiran Uganda ini juga mempersilakan orang menilai dia mana suka. Manji mengaku tidak peduli dicap apapun. “Itu urusan mereka, saya pribadi tidak pernah mempermasalahkan label,” kata Irshad saat ditemui merdeka.com di kamar hotelnya di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan.

Sebagai konsekuensi sikap menolak labelisasi, dia percaya setiap manusia dilahirkan dengan keunikan masing-masing. Hal itu pula yang membuat perempuan 48 tahun ini percaya diri mengumumkan bahwa dia lesbian.

Irshad percaya pilihan hidupnya yang menolak menikah dan berpasangan dengan sesama jenis tidak melanggar kodrat. “Saya tidak merasa punya kewajiban biologis untuk mengandung. Banyak perempuan yang memilih jalan hidup itu, subhanallah, itu pilihan mereka,” kata dia.

Alasan lain dia menolak menikah atau mengandung karena dia merasa bersalah bila membawa kehidupan baru ke dunia yang dinilainya kacau seperti sekarang. “Melahirkan itu berarti tidak memberi pilihan (pada si jabang bayi). Tidak etis bagi saya melahirkan anak di situasi yang penuh kekerasan seperti ini” ujar Irshad.

Gagasan tentang kodrat perempuan ini disadarinya bakal menimbulkan polemik seperti yang sudah-sudah. Wanita yang sejak tiga tahun terakhir bermukim di Kota New York, Amerika Serikat, tini percaya bahwa dia bisa melahirkan dalam bentuk yang berbeda.

“Ada banyak cara buat melahirkan. Seorang seniman atau cendikiawan melahirkan sesuatu dalam pelbagai bentuk, ide, buku, tidak hanya anak saja,” ujar dia sambil tersenyum. (8/5/2012)[2]


  • 2. Menuduh Rosulullah SAW Mengedit Al Qur’an

Pemikiran Manji benar-benar rusak dan liberal, bangga menyatakan dirinya lesbian, secara terbuka membela Israel, dan paling parah menuduh Rosulullah SAW merubah Al Qur’an. Inilah sosok yang dibela dan dipuji-puji oleh kelompok liberal.

“Aku harus jujur pada kalian semua. Hubunganku dengan Islam kurang begitu menyenangkan. Hidupku bergantung pada fatwa yang dikeluarkan oleh orang-orang yang mengklaim diri sebagai wakil Allah.  Saat kurenungkan semua fatwa yang dilontarkan oleh para pemikir agama kita, aku merasa sangat malu.”

Itulah kutipan “Surat Terbuka” dari pembukaan tulisan Irshad Manji di bukunya yang berjudul “The Trouble with Islam Today”. Mungkin rakyat Indonesia banyak yang tidak tahu siapa itu Irshad Manji dan pemikiran-pemikiran feminismenya yang sangat liberal.

Nama ini, perlahan akrab ditelinga setelah beberapa hari ini namanya muncul di media cetak maupun online. Itu lantaran beberapa ormas Islam dan pihak kepolisian membubarkan acara bedah buku Irshad Manji yang berjudul Allah, Liberty & Love Komunitas Salihara, Jumat (4/5/2012) di Jakarta.

Siapakah Irshad Manji itu? Seperti Apakah pemikirannya terhadap Islam? Berikut penjelasannya.

Dari pengakuannya sendiri Irshad Manji mengatakan bahwa dirinya seorang lesbian. “Sebagaimana anda ketahui, saya adalah seorang lesbian dan saya tidak meminta persetujuan kaum muslim atas orientasi seksual saya. Saya hanya meminta persetujuan dari dua entitas saja: Sang Pencipta dan nurani saya,” jawab Manji saat ditanya pendapat dia tentang LGBT (lesbian, gay, bisexual dan transgender/transexual).

Lahir Di Uganda tahun 1968 silam, ayah Manji berasal dari India dan Ibu berasal dari Mesir. Saat berusia empat tahun keluarganya pindah ke Kanada. Dan telah menjadi berkewarganegaraan Kanada. Ia menyelesaikan pendidikannya di University of British Columbia.

Sejumlah buku liberal telah dikarangnya, seperti The Trouble with Islam Today, dan yang terbaru Allah Liberty and Love. (pemikiran liberal Irshad Manji banyak di publikasikannya di situsnya http://www.irshadmanji.com).

Dalam banyak statement yang dilontarkannya banyak mengarah pada pembangkangan terhadap kaidah-kaidah tafsir atau pemaknaan Al-Quran. Ketidakmampuan guru agama yang dia panuti dalam menjawab persoalan-persoalan akidah dan fikih membuat dirinya ragu akan  keilmuan guru tersebut.

Dan yang lebih aneh dari Manji, dari pengalaman dia itu membuat dirinya menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam hatinya dengan cara menafsirkan seluruh dalil Al Quran dengan logikanya sendiri.

Pertanyaan-pertanyaan tentang posisi laki-laki dan perempuan dalam Islam, kepemimpinan perempuan, jihad, dan lain sebagainya dijawab oleh dirinya sendiri dengan ‘sebarangan’ dan salah kaprah (berkonotasi negatif lainnya).

Tulisan dalam bukunya The Trouble with Islam Today Manji mengatakan.”Aku merasa mual. Apa pun budaya di tempat kaum muslim hidup, baik budaya pedesaan maupun budaya digital, dan apa pun generasinya, apakah disimbolkan oleh sebuah masjid tahun 1970-an untuk para imigran atau oleh sebuah kota yang sadar-informasi di milenium baru, Islam muncul sebagai sebuah agama tribal yang mengkhawatirkan. Kita memang memerlukan reformasi. Sungguh!,” tulisnya dalam buku tersebut.

Bahkan tanpa landasan mendasar dan ngawur Manji menuduh Rasulullah Muhammad SAW telah merubah Al-Quran. “Banyak yang tidak tahu bahwa para filsof Muslim selama ratusan tahun telah berbicara mengenai “ayat-ayat setan”, di mana Nabi menerima ayat-ayat Quran yang kemudian beliau sadari lebih memuja para berhala ketimbang Tuhan. Nabi lalu menghapus ayat-ayat tersebut – beliau mengedit Quran. Pertanyaan saya adalah: jika Muslim yang baik meneladani kehidupan Nabi dan Sunnah Nabi, maka bagian dari Sunnah adalah bahwa beliau mengedit Quran,” kata Manji.

Dengan bangga Manji menyebut dirinya muslim refusenik istilah dari kaum yahudi yang memperjuangkan kebebasan beragama dan kebebasan pribadi. Manji tidak mau di umpamakan sebagai robot yang secara otomatis melakukan tindakan atas nama Allah.

Bahkan dengan jelas Manji berpihak pada Israel dan berujar kalau Israel tidak boleh di “kambing hitamkan” untuk persoalan umat Islam di seluruh Dunia.

“Anda tidak dapat menyalahkan Israel atas semua permasalahan dunia Islam. Tiga dari empat Khulafa’ ar Rasyidin, para khalifah penerus Nabi Muhammad, dibunuh oleh sesama Muslim. Negara Israel belum berdiri saat itu. Pertikaian berdarah demi kekuasaan telah berkobar di dunia Islam sebelum penjajahan Barat dan negara Israel lahir, sebelum CIA, MTV, McDonald, dan Britney Spears ada. Saya juga ingin menjelaskan mengapa kita tidak dapat mengkambinghitamkan Israel atas semuanya – dengan pergi ke sana dan melihat kondisinya dengan mata kepala sendiri,” katanya.

Apa yang ditulis Manji dalam bukunya tidak lebih dari tulisan yang tak berbobot bin galau. Celakanya ia menghukumi islam dengan seenanya sesuai dengan keinginannya. Realitas yang buruk yang ia dapatkan, dari keluarganya dan dari contoh buruk lainnya. Menjadikan Manji jauh dari nilai-nilai kebenaran Islam yang hakiki. Seperti apa yang Ia tuliskan dalam tulisannya.

“Aku ingat ketika Ayah memukuli Tomasi, pelayan kami, dengan keras hingga menyebabkan lebam-lebam mengkilap di bagian-bagian tubuhnya yang legam. Meskipun aku, kedua saudara perempuanku, dan ibuku menyayangi Tomasi, tetapi kami akan ikut dihajar jika Ayah memergoki kami mengobati luka-lukanya. Aku tahu, hal serupa juga terjadi di banyak rumah tangga muslim lainnya… Banyak kaum muslim kurang menghargai martabat orang yang kulitnya lebih gelap daripada kulit kami. Tanpa perasaan, kami mengeksploitasi penduduk Afrika asli. Dan, tolong jangan katakan bahwa kami mempelajari kekejaman ini dari orang Inggris, sebab itu akan memunculkan pertanyaan: Kenapa kami tidak mempelajari cara memberi ruang gerak bagi orang kulit hitam yang berbakat wirausaha sebagaimana halnya orang Inggris telah memberikannya kepada kami?”

Kegalauan berfikir menyebabkan Manji jauh dari dalil-dalil Syar’i dalam berpendapat. Malah membuat dirinya terlalu jauh berdalih macam-macam tanpa landasan yang mendasar sebagai seorang muslim, hingga terlempar jauh kepemikiran sesat liberal khas Barat. Naudzubillah.[3]


Penolakan Irshad Manji di Indonesia

_07-15-11.39.51


Jama’ah Shalahuddin UGM Tolak Kedatangan Irshad Manji

Jama’ah Shalahuddin UGM, dalam situsnya (6/5) mengeluarkan pernyataan tegas menolak kedatangan Irshad Manji. Berikut pernyataan sikap tersebut.

Setelah mengkaji tentang latar belakang siapa sebenarnya Irshad Manji dan track recordnya sebagai seorang aktivis feminis liberal yang mengaku muslim dan secara terang-terang mengakui bahwa dia adalah seorang lesbi dan melakukan kampanye promosi kaum lesbi dan homo, maka kami menyatakan sikap sebagai berikut.

  1. Irshad Manji bukan seorang reformis Islam melainkan seorang yang telah menodai ajaran agama Islam dan melecehkan Nabi Muhammad.
    2. Irshad Manji merupakan tokoh gay dan lesbian yang hendak membawa Islam seakan menghalalkan gay dan lesbian.
    3. Kedatangan Irshad Manji di Yogyakarta dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pemikiran dan tingkah laku masyarakat.
    4. Oleh karena itu kami (Jama’ah Shalahuddin) dengan ini MENOLAK kedatangan Irshad Manji di Yogyakarta.

Yogyakarta, 6 Mei 2012

Ketua Jama’ah Shalahuddin 1433 H

Arif Nurhayanto[4]


Diskusi Irshad Manji di UGM Dibubarkan

Acara diskusi di kampus Universitas Gajah Mada (UGM) yang menghadirkan tokoh feminisme asal Kanada, Irshad Manji, Rabu siang (9/5), terpaksa dibubarkan pihak rektorat dengan alasan keamanan. Diskusi ini ditentang sejumlah elemen mahasiswa Islam di UGM, karena dianggap melecehkan agama.

Aksi menentang digelarnya diskusi Irshad Manji digelar para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Yogja Peduli Moral Bangsa. Mereka terdiri dari berbagai elemen mahasiswa Islam dari UGM dan sejumlah kampus lain di Yogyakarta.

Mereka menolak kedatangan Irshad Manji karena bukunya dianggap melecehkan agama Islam. Kedatangan Irshad juga dinilai akan mengkampanyekan serta melegalkan budaya lesbi dan homoseksual di seluruh dunia.

Namun upaya para mahasiswa mendatangi langsung tempat penyelenggaraan diskusi di lantai lima gedung pasca sarjana UGM gagal dilakukan, karena mereka dihadang aparat keamanan kampus. Setelah sempat bersitegang, pihak aparat keamanan kampus akhirnya bersedia membubarkan rencana diskusi tersebut, dengan ijin dari pihak rektorat.

Suasana pembubaran di lokasi acara sempat diwarnai ketegangan karena sejumlah panitia dan peserta berusaha menolak pembatalan acara tersebut. Namun, mendengar alasan pembubaran tersebut terkait pelarangan dari pihak rektorat dan direktur sekolah pasca sarjana, pihak panitia pun akhirnya bersedia membatalkan acara.

Irshad Manji mengaku kecewa dengan pembatasan diskusi itu, meski ia akhirnya memahami kondisinya. Irshad Manji pun dievakuasi aparat keamanan melalui pintu belakang, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sedianya Irshad Manji tampil sebagai pembicara dalam diskusi yang digelar relief atau religious issue forum/ program studi center for religious and cross-cultural studies.[5]


Acara Irshad Manji di Yogyakarta Berantakan

Setelah acaranya di Jakarta dan Solo mendapat penolakan warga, diskusi yang menghadirkan feminis asal Kanada, Irshad di Kota Yogyakarta juga berakhir dengan berantakan.
Awalnya, hari, Rabu, (09/05/2012), Irshad Manji  direncanakan akan mengisi diskusi dengan topik, “Bincang Pagi Bersama Irshad Manji. Agama, Kebebasan dan Keberanian Moral,” di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM lt 3, ruang 306.
Namun acara yang diselenggarakan oleh Program Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS) UGM akhirnya urung dilaksanakan karena adanya surat dari pihak rektor UGM yang meminta diskusi tidak dilanjutkan.
Dalam keterangan resmi, pihak UGM melalui juru bicaranya, Wijayanti, sebagaimana dikutip Voice of America, pihaknya tidak pernah menolak kedatangan Irshad Manji. Namun pembatalkan karena adanya tekanan ratusan massa pada Selasa malam dan kewajiban UGM untuk menjamin keamanan tamu dan seluruh warga kampus.
Sebelumnya, hari Rabu pagi, puluhan aktivis dakwah Kampus UGM menggelar aksi penolakan ketika diskusi yang menghadirkan Irshad Manji.
Selain itu, acara Irshad Manji  di Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS), Jalan Sorowajan Baru, Plumbong, Banguntapan Bantul, Yogyakarta, juga dibubarkan massa. Ormas dari Majelis Mujahidin Indonesia, dan Gerakan Anti Maksiat menyerbut tempat acara yang membuat acara itu batal berantakan.
Massa meninggalkan lokasi setelah aparat kepolisian datang mengamankan Irshad Manji dan panitia pelaksana.
Sementara itu,  dengan ekspresi kekecewaan, Irshad Manji mengungkapkan keheranannya, karena empat tahun lalu dia datang ke UGM dan disambut dengan baik, tetapi kali ini ditolak dengan keras.

“Empat tahun kemudian saya menulis sebuah buku dengan kata-kata Allah, Kebebasan, dan Cinta sebagai judulnya. Tidak hanya mengalami aksi kekerasan di Jakarta, tetapi kemarin kegiatan kami di Solo digagalkan dan di sini di Universitas yang menerima saya dengan sangat baik empat tahun yang lalu, pimpinan universitas yang sekarang justru menutup kegiatan ini,” ungkap Irshad Manji dikutip Voice of America.
Kampanye Lesbian
Seperti diketahui, Irshad Manji adalah seorang aktifis feminis, penulis buku dan juga dikenal sebagai pegiat lesbian. Beberapa penolak menilai, kedatangangannya dikhawatirkan berkampanye membawa ajaran dan faham lesbian ke Indonesia.
Koordinator aksi penolakan dari mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia, Yayan, hubungan sesama jenis berbahaya dan tidak sesuai dengan tata nilai masyarakat.
“Mereka datang ke Indonesia itu dalam rangka untuk mengkampanyekan ide perkawinan sejenis, lesbian atau homoseks. Nah ide ini berbahaya, kalau ini berkembang di masyarakat ini akan menjadi senjata bagi mereka, peluru bagi mereka, untuk dibawa ke DPR untuk kemudian disahkan Undang-Undang sesama jenis di Indonesia. Ini akan merusak tatanan kehidupan keluarga di Indonesia yang sampai saat ini masih dijaga oleh rakyat Indonesia,” papar Yayan dikutip Voice of America.
Sebelumnya, aktivis dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Jamaah Shalahuddin UGM juga mengungkapkan alasannya mengapa keberatan kehadiran feminis asal Kanada, Irshad Manji di kampus mereka, Universitas Gajah Mada (UGM).
Menurut para aktivis mahasiswa ini, mereka menolak pemikiran Irshad Manji, karena dalam banyak tulisannya, wanita ini jelas-jelas memperolok-olok Nabi dan al-Quran.

“Irshad Manji dalam bukunya telah jelas-jelas memperolok-olok Nabi dan mendeskriditkan Al-Quran, “ ujar Fahmi, juru bicara LDK Jamaah Shalahudin UGM.[6]


Tidak ada Pemukulan Saat Pembubaran Diskusi Manji

07-15-11.43.58

Warga membubarkan acara diskusi Feminis Penghina nabi Irshad Manji di Yogyakarta, namun respon dari pemberitaan oleh sebagian media massa memojokkan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ormas Islam dan masyarakat yang membubarkan diskusi tersebut. Pandangan yang berbeda dilontarkan oleh aktivis dakwah kampus yang berada pada peristiwa tersebut.

Menurut kesaksian Rino Prasetyo seperti dilansir undergroundtauhid.com, kehadiran massa disana tidak hanya dari MMI tapi juga perwakilan dari warga yang tergabung dalam “Gerakan Jogja Peduli Moral Bangsa” yang terdiri dari FLSDK, KAMMI, PII, FSRMY, BKPRMI hingga komunitas #IndonesiaTanpaJIL

Pemberitaan sengaja mengarah untuk menyudutkan MMI dan masyarakat yang membubarkan acara tersebut, menurut Rino memang sudah direkayasa, karena saat massa hadir wartawan memang sudah banyak menunggu dan bersiap siaga seakan ini jebakan opini yang sudah dipersiapkan. Termasuk pemberitaan Irshad terkena pecahan kaca dan sebagainya adalah tidak benar menurutnya.

“Ketika kami masuk ke LKIS kami disambut oleh banyak wartawan. Nampaknya ini memang sudah disiapkan untuk dijadikan cerita sandiwara,” ujarnyanya

Padahal, menurut Rino kehadiran massa bukan untuk mencari Irshad Manji, tapi lebih kepada mencari panitia yang sudah diperingatkan tapi tetap menantang umat Islam disana.

“Saat di tanyakan satu persatu siapa panitianya, tidak ada yang mengaku. Massa-pun semakin tidak terkontrol. Ada ratusan lebih jumlahnya” jelasnya, Yogyakarta, Rabu Malam(9/5)

Aktivis Lembaga Dakwah Kampus ini juga menceritakan, bahwa peristiwa pemukulan terhadap peserta terutama peserta wanita adalah berita palsu yang dibesar – besarkan.

“Sepengetahuan saya di dalam LKIS tidak ada aksi pemukulan dan penamparan wanita sampai lemas, kalau jitakin kepala bencong ya memang ada” Jelasnya

Rino, menjelaskan peserta yang hadir juga lebih banyak bukan masyarakat sekitar, tapi datang dari luar kota. Terlebih acara ini memang tidak memiliki izin dengan pihak kepolisian. Mengingat kehadiran Irshad sudah mendapat kecaman, bahkan Rektor Universitas Gajah Mada sendiri mengecamnya. Jadi wajar jika sikap Irshad menantanginipun, dijawab dengan kebebasan berpendapat oleh umat Islam setempat untuk melarang dan membubarkan acaranya.[7]


Upaya Legalisasi Nikah Sejenis di Indonesia

07-15-11.47.56

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mengajak umat Islam agar mewaspadai diskusi buku Irshad Manji, “God , Liberty, and Love”. Lantaran polemik sosialnya dijadikan pembentuk opini publik tentang rintisan undang-undang perkawinan sejenis.

“Umat Islam dan seluruh umat beragama di Indonesia harus mewaspadai karena gerakan tersebut merupakan conditioning (pengkondisian) untuk merintis pengesahan undang-undang perkawinan sejenis, laki-laki kawin dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan,”ungkap Kiai Hasyim, Senin (7/5/2012).

Asumsi itu dikemukakan pengasuh Pesantren Al Hikam, Depok ini karena mendengar kabar sejumlah anggota DPR RI melawat ke Kopenhagen, Denmark untuk belajar undang-undang perkawinan sejenis. Dengan tegas Kiai Hasyim menyatakan perkawinan sejenis sangat bertentangan dengan semua ajaran agama, apalagi Islam.

Dia mencontohkan saat pemimpin umat Katolik, Paus pernah didemo di Inggris oleh kelompok kawin sejenis ini. Begitu pula kondisi yang sama terjadi di tengah umat agama Kristen.

“Perkawinan sejenis bukan hanya bertentangan dengan agama, tapi bertentangan pula dengan kodrat,”papar Kiai Hasyim.[8]


Irshad Manji Membawa Kehancuran Keluarga dan Perempuan

Kedatangan Irshad Manji ke Indonesia membawa visi kebebasan, dan feminisme bagi perempuan. Mengkampanyekan pemikiran liberal untuk sendi kehidupan masyarakat dan keluarga. Sejauh manakah bahaya pemikiran Irshad Manji dan Apa ancaman buat seluruh keluarga di Indonesia? Berikut petikan wawancara wartawan Mediaumat.comFatih Mujahid dengan Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesi (MHTI), Ibu Iffah Ainur Rochmah.

→ Bagaimana sikap MHTI terhadap kedatangan Irshad Manji?

Muslimah HTI mengecam pemerintah yang memberi ijin kedatangan Irshad Manji di Indonesia. Kedatangan Manji kemarin bukan untuk pertama kalinya. Kedatangan sebelumnya sudah nyata menunjukkan bahaya pemikirannya bagi umat, kok sekarang dibiarkan kembali datang.Muslimah HTI juga mempertanyakan motif dan latarbelakang mereka-mereka yang mengundang Manji untuk mengkampanyekan pemikiran liberalnya!

→ Siapa sebenarnya Irshad Manji?

Manji adalah ikon pengusung feminis liberal yang mengaku beragama Islam. Kalau selama ini banyak kaum feminis menyerukan pemikiran sesatnya, masyarakat masih melihat kesesatannya dan tidak adanya pijakan agama yang melatarbelakangi. Namun pada sosok Manji, diopinikan seolah-olah pandangan sesatnya adalah ‘penafsiran yang berbeda’ terhadap nash-nash syariat. Bahkan beberapa pentolan liberal menyebutnya ‘mujtahid muslimah’!. Seakan-akan pijakan ide sesatnya adalah agama, padahal yang dia lakukan justru mengacak-acak hukum-hukum agama. Jelas, pemikiran Manji jauh lebih berbahaya daripada pengusung feminis dan liberal lainnya.

→ Apa saja pemikiran Irshad Manji?

Dia menggugat kepatuhan muslim pada pemahaman-pemahaman kunci dari agamanya. Dalam bukunya “Beriman Tanpa Rasa Takut..” Manji merekomendasikan agar seorang muslim berani menafsirkan nash sesuai hawa nafsunya. Juga menganjurkan meninggalkan hukum-hukum syariat yang dianggap bertentangan dengan logikanya. Asal ada logika yang cocok yang menjadi pijakan, tak perluterkungkung pada pemahaman-pemahaman yang selama ini sudah mapan.Diantara kesesatannya, karena Islam mengakui HAM Manji menyimpulkan tidak ada larangan menjadi homo atau lesbian. Bahkan dia menyatakan kalau dia seorang lesbian. Manji juga menjadi mentor ideologis Musdah Mulia yang kita tahu persis kesesatan buah pikirnya. Lebih parah lagi, Manji memberi pandangan ‘nyeleneh’ bahwa perempuan tidak perlu terbebani kewajiban melahirkan anak! Semua pemikiran dan perilakunya jelas menyimpang, berbahaya dan harus dijauhkan dari umat!

→ Sejauh mana pemikiran Manji membahayakan perempuan dan keluarga?

Apa yang dikampanyekan Irshad Manji jelas sangat berbahaya bagi kaum perempuan, juga bagi pembentukan institusi keluarga!. Di tengah derasnya arus pemikiran liberal dan gaya hidup kapitalis saat ini ide Manji bisa mendorong semakin banyak perempuan mengabaikan pernikahan, menganggap kehidupan pernikahan adalah beban, hambatan dan bahkan penjara yang mengurangi kebebasan dsb. Selanjutnya melahirkan anak dianggap hanya menambah masalah baru, toh ada cara ‘melahirkan’ yang lain yakni melahirkan karya misalnya. Jelas ini membahayakan kelangsungan keluarga dan mengancam lahirnya generasi. Lost generation di depan mata!

→ Bagaimana dengan pandangan yang menyatakan bahwa lesbian bukanlah melanggar kodrat dan perempuan tidak punya kewajiban biologis untuk melahirkan?

Pemikiran ini menyesatkan! Apa maksudnya nggak melanggar kodrat? Coba lihat Al-Quran Surah An Nisaa ayat 1. Jelas-jelas laki-laki dan perempuan diciptakan Allah berpasangan laki-laki dan perempuan, Allah jadikan laki-laki cenderung kepada perempuan dan sebaliknya –bukan kepada sesama jenisnya, ada syari’at pernikahan kemudian lahir keturunan. Allah menyiapkan perempuan secara fisiologis berbeda dengan laki-laki agar perempuan bisa hamil,melahirkan dan menyusui. Semua diciptakan Allah dalam rangka melestarikan jenis ( li baqa’ an nau’ al insan). Itulah kodratnya. Menyatakan bahwakecenderungan terhadap sesama jenis (homoseksual, lesbianisme) tidak melanggar kodrat, juga tidak perlu perempuan merasa berkewajiban melahirkan jelas bertentangan dengan fitrah atau kodrat penciptaan. Apa jadinya kehidupan umat manusia ke depan bila pemikiran sesat Manji ini dibiarkan dan bahkan difasilitasi melalui penyebaran buku-buku yang dia tulis?

→ Lalu, Bagaimana pandangan Islam terhadap lesbianisme?

Lesbianisme adalah ide sesat yang tidak boleh dibiarkan ada. Tidak ada perbedaan pendapat sedikitpun tentang keharamannya. Dalam Islam salah satu fungsi syariat adalah pemeliharaan keturunan (muhafadzah ala an nasl), dengan adanya syariat pernikahan, larangan zina, larangan homoseksual dan lesbianisme. Ada sanksi tegas jika larangan-larangan di atas dilanggar. Dengannya kelangsungan generasi terpelihara dan kehormatan manusia terjaga. Bagi pelaku lesbianisme ada hukuman bunuh sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw diriwayatkan Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad dari Sahabat Ibnu Abbas ra , yang artinya:

“Barangsiapa yang kalian temui melakukan perbuatan kaum Luth (homoseks/lesbian) maka bunuhlah pelaku dan orang yang menjadi objeknya”.

→ Bagaimana Sikap Muslimah HTI?

Muslimah HTI melihat kedatangan Irshad Manji yang mengkampanyekan perilaku seksual menyimpang, berdekatan waktunya dengan rencana konser Lady Gaga yang juga menyuarakan lesbianisme dalam sebagian lagunya menunjukkan semakin kuatnya gempuran paham kebebasan. Kebebasan menafsirkan nash syariat untuk melegalisasi kesesatan perilaku diusung oleh Manji, dan kebebasan berperilaku dan budaya diangkat oleh Gaga. Apa yang dilakukan Manji selaras dengan amanat CEDAW agar menghilangkan semua hal termasuk penafsiran ajaran agama yang membedakan laki-laki dan perempuan. Belum lagi pembahasan RUU Kesetaraan Gender yang pasal-pasalnya mendorong sepenuhnya perilaku liberal . Semua juga tidak lepas dari agenda-agenda internasional untuk menghancurkan perempuan dan keluarga. Juga memberangus benih-benih lahirnya generasi harapan dari rahim umat Islam.

Pemerintah yang semestinya menjaga dan melindungi umat malah memfasilitasi menyebarnya kerusakan perilaku dengan mengijinkan kedatangan Manji ini. Apalagi jika nanti benar RUU KKG disahkan sebagai UU, semakin nyata pemerintah mendorong masyarakan memiliki perilaku menyimpang, melanggar syariat dan juga menentang fitrah penciptaan manusia. Astaghfirullah.

Karenanya kita tak bisa kita berharap perempuan dan keluarga menjadi lebih baik dengan pemerintah seperti ini. Kita membutuhkan seorang imam (khalifah) yang akan melindungi kaum perempuan dari kampanye kesesatan dan menjaga keluarga dari kehancuran. Karenanya, kedatangan Manji ini harus menjadi dorongan bagi umat, khususnya kaum perempuan agar lebih bersungguh-sungguh memperjuangkan segera tegaknya seluruh syariat Islam dalam wadah khilafah Islamiyah.[9]


Waspadai Upaya Melegalkan Pernikahan Sejenis di Indonesia

07-15-11.55.47

Q Film Festival (QFF) yang menayangkan film-film tentang hubungan sejenis, diduga memiliki tujuan terselubung dalam penyelenggaraannya. Menurut Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali, menduga adanya upaya untuk melegalisasi pernikahan sesama jenis di Indonesia.

“Saya menduga ada tujuan terselubung dari acara tersebut untuk melegalkan pernikahan gay dan lesbian di Indonesia. Saya tidak akan membiarkan hal ini terjadi,” kecam Athian yang dihubungi Republika melalui saluran telepon, Rabu (29/9) siang.

Ia menjelaskan, festival film tersebut mengajak masyarakat untuk menganggap penyimpangan hubungan seksual itu sebagai sebuah kewajaran yang harus diterima. Bahkan dengan bangganya, lanjutnya, penyelenggara festival film itu menyebutkan sebagai festival film gay pertama yang diadakan di negara Indonesia yang notabene mayoritas Islam.

Dengan adanya festival film yang ternyata telah berlangsung rutin selama bertahun-tahun itu, ia menyatakan keprihatinannya. Pasalnya, selama ini ia masih menganggap jika Indonesia merupakan negara beragama yang masih memiliki norma-norma agama yang menentang hubungan seksual sesama jenis.

“Bahkan sila pertama dalam Pancasila menyebutkan bahwa Indonesia berketuhanan yang maha esa. Tetapi kenyataannya pemerintah malah membiarkan festival film itu berlangsung bertahun-tahun,” keluhnya.

Padahal, kelompok hubungan sejenis di Indonesia, diakuinya hanya segelintir saja dan bukan kelompok besar. Mereka kerap berdalih mengatasnamakan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk melegalkan tindakan yang tidak senonoh itu.

Hal itu dapat dilihat dari adanya dukungan dari kedutaan negara-negara barat seperti Jerman, Prancis dan Belanda yang menyediakan pusat kebudayaannya dijadikan tempat pemutaran film dan acara-acara terkait. Ia meyakini, negara-negara tersebut mendukung dan menyokong kegiatan itu dari segi finansial.

Selain negara-negara asing tersebut, juga ada kelompok atau lembaga yang ikut mendukung. Mereka bahkan berdalih jika penyimpangan seksual telah ‘given’ dari tuhan, yang dapat dilihat dari adanya gen tersebut di setiap manusia.

“Dalam Surat As-Syam ayat 7 dan 8, dijelaskan jika setiap manusia memang memiliki kecenderungan untuk fujur (menyimpang) dan takwa. Maka dari itu, manusia harus dapat menahan fujurnya untuk menjadi takwa. Karena setiap manusia pasti memiliki niat jahat atau menyimpang. Jika tidak dapat menahannya, apa bedanya dengan hewan?” tegasnya.

Secara khusus, pihaknya belum melakukan pembicaraan atau pembahasan mengenai kasus festival film tersebut. Namun ia menegaskan, pihaknya tetap menolak diselenggarakannya festival film gay.[10]

Referensi

  • [1] id.wikipedia.org/wiki/Irshad_Manji
  • [2] hizbut-tahrir.or.id/2012/05/09/irshad-manji-untuk-apa-hamil-kalau-banyak-cara-buat-melahirkan/
  • [3] hizbut-tahrir.or.id/2012/05/07/astaghfiruliah-irshad-manji-lesbi-yang-menuduh-rosulullah-saw-mengedit-al-qur’an/
  • [4] http://hizbut-tahrir.or.id/2012/05/08/jama’ah-shalahuddin-ugm-tolak-kedatangan-irshad-manji-lesbi-yang-menghina-rosulullah-saw/
  • [5] hizbut-tahrir.or.id/2012/05/09/diskusi-irshad-manji-di-ugm-dibubarkan/
  • [6] hizbut-tahrir.or.id/2012/05/11/acara-irshad-manji-di-yogyakarta-berantakan/
  • [7] hizbut-tahrir.or.id/2012/05/10/saksi-mata-cerita-sandiwara-dan-tidak-ada-pemukulan-saat-pembubaran-diskusi-manji/
  • [8] hizbut-tahrir.or.id/2012/05/08/kiai-hasyim-diskusi-irshad-manji-upaya-legalisasi-nikah-sejenis/
  • [9] hizbut-tahrir.or.id/2012/05/10/irshad-manji-membawa-kehancuran-keluarga-dan-perempuan/
  • [10] hizbut-tahrir.or.id/2010/09/30/waspadai-upaya-melegalkan-pernikahan-sejenis-di-indonesia/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s