Percobaan Kudeta di Turki Gagal Karena Rakyat Yang Mencintai Pemimpinnya

Upaya Kudeta Berlangsung, Turki Berubah Jadi Medan Tempur

Upaya kudeta militer untuk menggulingkan pemerintahan Turki dibawah pimpinan Tayyip Erdogan dikabarkan tengah berlangsung di negara tersebut. Ankara, sebagai ibukota Turki mendadak berubah menjadi medan perang setelah personil militer mengerahkan kekuatan mereka ke pusat kota.

Berdasarkan keterangan seorang saksi mata, seperti dilansir Reuters pada Sabtu (16/7), helicopter militer terus berlalu-lalang dilangit Ankara, dan dalam beberapa kesempatan helikopter tersebut melepaskan tembakan peringatan. Kendaran militer, dari ringan hingga berat seperti tank turut berseliweran di jalanan Ankara.

“Helikopter militer melepaskan tembakan di pusat kota Ankara, selain itu ledakan juga terdengar dari arah Gedung Parlemen,” kata seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya atas alasan keamanan.

7-17-01.09.14

Militer Turki dalam sebuah pernyataan menuturkan bahwa upata kudeta ini dilakukan untuk membawa kembali demokrasi ke Turki. Menurut militer, demokrasi mulai menjauh dari Turki selama pemerintahan Erdogan.

Akibat aksi kudeta ini, Ankara benar-benar terisolasi dari dunia. Seluruh bandara, dan stasiun kereta api di ibukota Turki tersebut berhenti beroperasi. Militer bahkan dilaporkan telah menutup semua pintu masuk ke Ankara.

Selain itu, militer Turki juga sempat dilaporkan telah menduduki dua stasiun televisi pemerintah. Upaya kudeta ini sendiri terjadi dikala Erdogan sedang tidak berada di dalam negeri. Erdogan saat ini berada di Mongolia untuk memghadiri pertemuan Eropa dan Asia.[1]

Dalang Dibalik Kudeta Militer Turki

Militer Turki telah secara resmi mendeklarasikan kudeta dan mengatakan telah ‘mengambil alih negara. Mereka juga menutup Jembatan Bosphorus yang menghubungkan daratan Asia dan Eropa serta menutup bandara utama di Istanbul.

Dogan News Agency mengutip pernyataan militer pada Jumat (16/7) mengatakan, mereka ingin “memasang ulang tatanan konstitusional, demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan, serta untuk memastikan bahwa aturan hukum sekali lagi memerintah di negeri ini, hukum dan ketertiban harus dipulihkan.”

Pernyataan militer melanjutkan dengan mengatakan bahwa “semua perjanjian dan komitmen internasional akan tetap (berlaku). Kami berjanji bahwa hubungan baik dengan semua negara-negara dunia akan terus berlanjut.”

Al Jazeera melaporkan, Bandara Internasional Ataturk Istanbul telah ditutup dan semua penerbangan telah dibatalkan.

Seorang wartawan Al Jazeera di Istanbul juga melaporkan, semua pemilik menutup toko di daerah Taksim Square. “Orang-orang akan pulang sekarang,” katanya.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyatakan, sejumlah jenderal terlibat dalam pengambilalihan pemerintah. Dia bersumpah pemerintah “tidak akan pernah menyerah (menjalankan) demokrasi.”[2]

Media Turki, Anadolu Agency melaporkan pada Sabtu (16/7/2016), seorang pejabat militer berpangkat tinggi mendadak dicopot jabatannya di tengah-tengah kondisi yang sedang kacau balau di Ankara dan Istanbul.

Penegak hukum tersebut disebut-sebut berpangkat kolonel, yakni Muharrem Kose. Diduga kuat, petinggi militer ini memiliki afiliasi dengan Gerakan Gullen, yang diyakini Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menterinya sebagai dalang dibalik kudeta militer pada Sabtu dini hari tadi.

Belum banyak hal diketahui terkait Kose, akan tetapi dia baru saja dipecat dari posisinya sekira pukul 02.14 waktu setempat. Bersama dia, sejumlah petinggi militer juga ikut dicopot jabatannya. Antara lain, Mehmet Oğuz Akkuş, Kolonel Erkan Ağın and Mayor Doğan Uysal.

Laporan lain yang dihimpun media lokal mengatakan, kudeta militer di Turki merupakan hasil rancangan Dewan Perdamaian di Turki.

Meskipun pemerintah telah mengumumkan bahwa pusat pemerintahan telah diambil alih. Akan tetapi, dua kota utama di Turki, yakni Istanbul dan Ankara masih bergejolak. Pendukung setia Erdogan turun ke jalan, mengambil tank-tank dan menyerukan dukungan kepada presiden dan PM mereka. Sementara aparat terus menangkapi mereka-mereka yang terlibat aksi kudeta.

Pada Sabtu pagi, saksi mata dari Reuters menuturkan bahwa gedung parlemen sedikitnya telah dihantam tiga kali. Asap tampak membumbung tinggi di atas gedung.

Anggota legislatif yang berada di dalamnya terkepung, tak bisa keluar. Mereka bersembunyi di dalam gedung parlemen di Ankara. Akibat tembakan dari tank-tank militer pelaku kudeta, banyak pejabat di dalamnya terluka.[3]

PicsArt_07-24-07.11.20

Fethullah Gulen. Nama ini tiba-tiba banyak ditanyakan orang ke saya terkait dengan dugaan keterlibatannya di dalam upaya kudeta militer Turki yang gagal belum lama ini.

Berikut ini adalah Fethullah Gulen dalam pandangan Omer Faruk Korkmaz, mantan penasihat PM Ahmed Davutoglu.

Fethullah Gulen lahir di Erzurum, Turki pada tahun 1941. Memulai karier keagamaannya sebagai imam yang memberikan ceramah agama sejak tahun 1966. Menggunakan gerakan atau Jamaah Nursi di tahun 1970-an untuk mendapatkan popularitas, kekuasaan, dan kekayaan. Ia kemudian menyimpang dari ajaran Said Nursi dan mulai mengembangkan sendiri gerakan dan jaringannya sendiri yang didukung oleh militer dan pemerintahan yang kemalis dan sekularis.

Gulen men’support’ kudeta militer yang dipimpin Jendral Kenan Evren pada tahun 1980, sebagai imbalan pembiayaan yang diberikan oleh pemerintahan militer untuk jaringan surat kabar miliknya yakni “Zaman” yang merupakan surat kabar dengan oplah / tiras terbesar di Turki saat itu.

Gulen bertemu dengan Paus John Paul II pada tahun 1998 dan mulai mengembangkan Dialog Toleransi dan aliansi dengan Katolik. Memulai gerakan pelayanan (Hizmet) ke masyarakat dan bekerja sama dengan gereja-gereja Katolik. Gulen juga memberikan gambaran yang ‘keliru’ tentang kelompok dan gerakannya tersebut kepada para pengusaha Turki agar terus mendapatkan donasi bagi sekolah-sekolah yang dimilikinya di seluruh dunia yang diklaim olehnya menyebarkan dan memperkenalkan bahasa dan budaya Turki ke seluruh dunia.

Gulen mendirikan lebih dari 3000 sekolah di seluruh dunia terutama di negeri-negeri muslim untuk membantu pendanaan pemimpin-pemimpin sekuler dengan bantuan Paus dan pengusaha-pengusaha zionis di Turki. Lembaga pelayanan (Hizmet) Gulen memiliki hubungan dengan Israel dan lobi Zionis di AS dan mendirikan 129 sekolah di AS dengan pendapatan setahun lebih 400 juta dolar AS. Mengembangkan jaringan yang loyal kepadanya dan jaringannya di seluruh sistem internal Turki (Lembaga dan Kementerian Pendidikan, Kehakiman, Polisi dan Legislatif) namun selama ini tidak sukses untuk menginfiltrasi militer Turki.

Gulen pernah mendukung pemerintahan AKP dan Erdogan karena berharap dia bisa mengooptasi AKP dan berharap dapat memperbesar kemampuan pengendaliannya di berbagai level pemerintahan Turki. Konflik antara Fethullah Gulen dengan Recep Tayyip Erdogan dimulai ketika Erdogan mulai memperlihatkan sikap anti Israel. Sebagian orang berpendapat bahwa Gulen mendapat pesan dari Zionis untuk mengontrol sikap dan pernyataan Erdogan terhadap Israel. Bahkan (Omar) ketika berada di Chicago pernah menemukan bukti tertulis bahwa Amerika Serikat (AS) memanfaatkan Gulen untuk melawan gerakan Islam.

Gulen bahkan mendirikan sekolah-sekolah di Pakistan dan Bangladesh untuk menolong pemerintah kedua negara tersebut. Bahkan pemerintahan Bangladesh memberikan wakaf tanah yang sangat besar bagi aktivitas gerakan Gulen.

Di Turki, media miliknya mendukung hukuman para pemimpin Jamaat Islami berbeda dengan Presiden Gul saat itu dan PM Erdogan yang menekan Bangladesh agar tidak memberikan hukuman finansial. Kemudian jaringan media miliknya menuduh bahwa Gul dan Erdogan melakukan intervensi dalam persoalan dalam negeri Bangladesh.

Dukungan Erdogan terhadap Gaza dan memberikan kritikan tajam pada tindakan Israel di Gaza. Namun kritik tajamnya tersebut memperoleh dukungan yang luar biasa besar dari para pemuda yang Islamis. Israel menjadi sangat tidak senang dengan retorika Erdogan tersebut. Maka Israel kemudian menekan Gulen untuk menghentikan Erdogan dengan menggunakan program TV “Sixty Minutes” dan kemudian Koran New York Times meng‘ekspose’ kekayaan dan keuntungan dari

sekolah-sekolah dan bisnis-bisnis yang dimilikinya di AS dan mereka mengancam akan menghentikan semua keuntungan tersebut jika Gulen tidak berhasil menghentikan Erdogan.

Gulen pun mencoba mengubah interpretasi ayat-ayat Al-Quran dan Hadits. Dalam perkumpulan para Zionis ia meralat bahwa selama ini ia telah salah paham tentang ayat-ayat dalam al Quran, yakni bahwa ternyata menurutnya orang-orang Yahudi dan Nasrani juga dapat masuk surga. Ia pun memanfaatkan Thomas Michel (mantan sekretaris Paus) membawanya ke Turki dan negara-negara lainnya. Michel yang kemudian mulai menulis dan mengajarkan bahwa boleh jadi Al-Quran salah dalam memahami Trinitas dan bahwa kesalahpahaman tersebut masuk ke dalam Al-Quran melalui orang-orang Arab Badui yang buta huruf.

Pendidikan Erdogan dari madrasah Imam Hatip hingga ia mengerti Al-Quran serta begitu tak sukai dengan distorsi serta penyimpangan pemahaman yang dikerjakan oleh Gulen. Serta basis pendukungannya lebih tak suka pada Gulen serta memaksa Erdogan supaya berlaku tegas pada Gulen. Tetapi disamping itu Gulen memakai kemampuan polisi yang setia pada mereka untuk menyadap serta mencatat kesibukan Erdogan, Gul serta Kepala Angkatan Bersenjata Turki. Erdogan mengklaim kalau Gulen lalu melaporkan hal itu ke intelijen Israel serta media Barat.

Erdogan mengerti kalau keterlibatan Fethullah Gulen yaitu juga dalam usaha menggulingkan pemerintahannya. Fethullah Gulen memobilisasi jaringannya di internal negara Turki untuk melawan Erdogan seperti pada th. 2013 masalah demonstrasi Gezi Park serta beberapa gerakan sipil yang lain, tetapi gagal. Gerakan penggulingan itu gagal lantaran Gulen malah mengungkapkane dianya sebagai pengkhianat agama dengan menyebutkan kalau orang Yahudi serta Nasrani juga masuk surga serta meningkatkan perasaan anti Arab di kelompok pengikutnya.

Ia memperlihatkan kecemasannya atas anak-anak Israel tetapi tak pernah keluarkan sedikipun pernyataan mengenai anak-anak Palestina. Gulen menyebutkan kalau korban atau syuhada Mavi Marmara harusnya memohon izin lebih dahulu pada pemerintahan Israel saat bakal membawa pertolongan ke Gaza. Pernyataannya itu membuatnya begitu tak popular diluar kelompoknya.

Gulen juga menyadap bebrapa telephone lawan-lawan politiknya dengan memakai jaringannya di internal kepolisian. Erdogan mengambil keputusan untuk menantang jaringan ini serta meniadakan keberadaannya di semua permukaan. Sesaat Erdogan memerangi grup Gulen ini, pemerintahan Erdogan temukan fakta kalau siapa saja yang menentang usaha Gulen ‘memelintir’ atau memutarbalikkan ayat-ayat Al-Quran bakal bertemu dengan pengadilan dengan tuduhan serta bukti palsu yang bakal diselenggarakan oleh beberapa polisi serta peradilan yang dikuasai oleh jaringan Gulen lantas bakal di kenal tuduhan Taliban dll.

Jadi Erdogan pilih jalan berdialog serta berkompromi dengan Gulen Erdogan lalu sukses singkirkan beberapa besar jaringan Gulen di internal pemerintahan, institusi negara serta sebagian tubuh service umum. Pemerintahan Turki ambil langkah mengagumkan dengan membatalkan/memblokir paspor Fethullah Gulen serta melaporkan dia ke Interpol untuk mengekstradisi Gulen. Kelompok2 Zionis men’support’ Gulen lantaran jaringan Gulen begitu bermanfaat untuk memberi info berbentuk rahasia negara Turki ke bebrapa grup Zionis serta pemerintahan-pemerintahan.

Catatan tambahan: Pendapatan dari jaringan sekolah serta usaha dan donasi di semua jaringan sekolah serta organisasi punya Gulen diprediksikan asetnya meraih 30 milyar US dolar. Nyaris semua jaringan usaha bisnisnya (Bank-bank, Surat-surat berita serta stasiun-stasiun TV) saat ini ada dibawah penyelidikan pihak yang berwenang di Turki serta mulai tampak sinyal tanda ‘collapse”. Selain itu Turki juga membatalkan paspor hijau punya Gulen (paspor ini sangat mungkin seorang masuk beragam negara tanpa ada visa). Pengadilan Turki juga mengambil keputusan supaya AS mengekstradisi Gulen dari AS. Tinggal bagaimana lalu Zionis berupaya menyelamatkannya.[4]

BANTAHAN GULEN: Gulen pun membantah mendalangi percobaan kudeta militer itu.

“Sebagai orang yang menderita di bawah sejumlah kudeta militer selama lima dekade terakhir, ini merupakan penghinaan karena dituduh terlibat upaya tersebut. Saya dengan tegas membantah tuduhan seperti itu,” tegas Gulen dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita AFP, (16/7/2016).

“Saya mengutuk, dengan sekeras-kerasnya, percobaan kudeta militer di Turki,” imbuh Gulen dalam pernyataan singkat tersebut.

“Pemerintah harus menang lewat proses pemilihan yang adil dan bebas, bukan dengan kekerasan,” tutur ulama Turki yang bermukim di Amerika Serikat itu.

“Saya berdoa pada Allah untuk Turki, untuk warga negara Turki, dan untuk semua yang saat ini berada di Turki, agar situasi ini diselesaikan dengan damai dan cepat,” imbuh Gulen.

Erdogan telah menuding Gulen yang tinggal di sebuah kota kecil di negara bagian Pennsylvania, AS tersebut sebagai dalang utama kudeta militer yang gagal ini.

Tokoh yang berumur 75 tahun itu, dulunya merupakan sekutu erat Erdogan. Namun keduanya berseteru dalam beberapa tahun terakhir seiring Erdogan mencurigai gerakan Hizmet yang dipimpin Gulen. Keberadaan gerakan tersebut belakangan ini bergerak semarak kembali di masyarakat Turki, termasuk media, kepolisian dan pengadilan.

Gulen pindah ke AS pada tahun 1999, sebelum dia dikenai dakwaan pengkhianatan di Turki.

Proses penyelidikan terhadap terduga tokoh utama kudeta ini masih dalam proses, pihak Turki meminta AS ekstradiksi Gulen dari AS ke Turki, disaat yang sama pihak AS melindungi melalui pernyataan John Kerry yang menolak melakukan ekstradiksi sebelum pihak Turki membuktikan keterlibatannya pada kudeta tersebut.[5]

Presiden Erdogan Selamat

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dilaporkan dalam keadaan selamat, demikian dikatakan oleh seorang sumber dari kantor kepresidenan, di tengah laporan bahwa militer Turki telah melancarkan kudeta pada Jumat (15/7/2016).

Sumber itu juga mengatakan bahwa kudeta dilancarkan oleh sebagian anggota angkatan bersenjata tak tidak direstui oleh pusat komando.

07-17-01.20.04
Sebelumnya dilaporkan bahwa militer mengklaim telah berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Erdogan dan kini telah menangkap serta menahan para jenderal pemimpin angkatan bersenjata Turki di Ankara.

Tayangan di saluran-saluran televisi Turki menunjukkan kendaraan-kendaraan militer memblokade jembatan di selat Bosphorus, Istanbul. Tank-tank juga dikerahkan untuk menutup bandar udara di Instanbul.

Pesawat tempur dan helikopter terbang meraung-raung di atas Ankara. Beberapa sumber juga mengatakan bahwa para tentara telah diterjunkan di kota-kota besar lainnya di negara itu.

Sementara itu Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim membantah klaim militer. Ia mengatakan bahwa upaya kudeta bisa digagalkan dan para petugas keamanan telah dikerahkan untuk mengambil tindakan yang diperlukan.

“Beberapa orang melakukan tindakan ilegal di luar saluran komando,” kata Yildirim seperti yang ditayangkan oleh saluran teleivisi NTV, “Pemerintah yang dipilih rakyat tetap memegang kendali. Pemerintahan ini hanya akan turun jika dikehendaki rakyat.”

Adapun kantor berita Dogan melaporkan bahwa markas kepolisian Turki telah memerintahkan seluruh anggotanya untuk bertugas.[6]

Korban

Upaya kudeta militer yang gagal di Turki telah menyebabkan 161 orang tewas dan 1.440 terluka, Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan Sabtu (16/7/2016) seperti dilansir Anadolu Agency.

Berbicara di ibukota Turki Ankara, Yildirim mengatakan 2.839 personel militer yang terlibat dalam “upaya keji” telah ditangkap. Beberapa perwira senior, ia menambahkan.

Dia juga mengatakan 20 tentara pro-kudeta telah tewas dalam upaya Jum’at malam untuk menggulingkan pemerintah.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, 1.563 personil militer ditangkap di Turki pada hari Sabtu dan sejumlah perwira diberhentikan dari tugas, termasuk lima jenderal dan 29 kolonel.

Yildirim mengatakan kekalahan kudeta Jum’at adalah “pesta demokrasi kita” dan mengirim ucapan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan nyawa mereka selama kudeta.

Dia berbicara bersama Menteri Dalam Negeri Efkan Ala, Kepala Staf Umum Jenderal Hulusi Akar, Menteri Pertahanan Fikri Isik dan Menteri Kehakiman Bekir Bozdag.[7]

Pola Kudeta Yang Selalu Sama

Percobaan kudeta yang terjadi di Turki kemarin malam, Jumat (15/7), dianggap memiliki kesamaan dengan yang pernah terjadi pada 1960 dan 1980. Pengamat politik militer Turki Alfan Alfian menjelaskan, kesamaan antara tiga kudeta tersebut ada pada bagian kekuatan militer yang tidak 100 persen.

Menurut Alfan, hanya ada sebagian kecil pasukan militer yang mau melakukan kudeta tersebut. “Pola kudeta sekarang mirip dengan 1960 dan 1980, ada faksi di militer yang melakukan eksperimen kudeta,” kata Alfan di Jakarta, Sabtu (16/7).

Alfan menjelaskan, pada 1960 para perwira menengah bergerak di jalanan Istanbul dan Ankara serta menduduki beberapa tempat yang dianggap strategis. Saat itu, masyarakat tak ada yang melakukan perlawanan seperti sekarang.

Pada saat itu, Perdana Menteri Adnan Menderes dieksekusi dan 12 pejabat lainnya, termasuk Presiden Celal Bayar, divonis penjara seumur hidup. Sementara pada 1980, kejadian kudeta dianggap sebagai yang paling berdarah karena banyak warga yang ditembaki dan ditangkap oleh pasukan militer.

Dewan Keamanan Nasional Turki berhasil mengambil alih pemerintahan dan militer hampir berkuasa penuh di sana.

Menurut Alfan, pada dua kudeta tersebut militer ingin melihat apakah masyarakat mendukung tindakan mereka atau tidak. Bagi mereka yang tidak ikut maka nyawa menjadi taruhannya.

Namun untuk saat ini, selain supremasi militer tak lagi kuat, masyarakat Turki kompak menolak kudeta tersebut. Hal tersebut yang membedakan kudeta saat ini dengan dua kudeta sebelumnya sekaligus membuat usaha militer saat ini gagal.

“Bahkan sekarang partai oposisi tak mendukung kudeta tersebut,” katanya.

Dalam catatan CNNindonesia.com, ada tiga percobaan kudeta lain yang pernah terjadi di Turki, yaitu pada 1971, 1997, dan 2007. Pada 1971, militer memperingatkan pemerintah karena tak mampu menyelesaikan perselisihan antara kelompok kiri dan nasionalis.

Hal tersebut mengakibatkan Perdana Menteri Suleyman Demirel mundur dari jabatannya. Kejadian sama terjadi pada 1997 saat Perdana Menteri Necmettin Erbakan mundur atas desakan militer dan kelompok bisnis karena dianggap membahayakan sistem sekuler yang dianut negara tersebut.

Sedangkan pada 2007, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan (sekarang Presiden Turki) menuding kelompok Ergenekon mempersiapkan kudeta terhadap dirinya.

Kementerian Kehakiman Turki mengatakan, 336 tentara yang terlibat dalam kudeta kali ini telah ditahan. Presiden Erdogan di Istanbul juga Sebelumnya mengatakan, pelaku kudeta adalah pengkhianat dan akan ditindak tegas.

Tentara yang menyerah termasuk mereka yang sebelumnya memblokir jembatan di atas selat Bosphorus, Istanbul. Tank-tank ditinggalkan, tentara jatuhkan senjata, dan mengangkat tangan ke atas. Massa terlihat memanjat tank-tank sambil mengibarkan bendera Turki.

Erdogan juga telah menyerukan perlawanan rakyat untuk menandingi kudeta. Akibatnya, ribuan orang tumpah ruah di Istanbul dan Ankara. Saat ini, Erdogan masih meminta para pendukungnya untuk tetap berada di jalan hingga situasi kembali normal.[8]

Kudeta Yang Gagal

Ada dua komponen atau faktor yang membuat kudeta militer di Turki gagal. Dua faktor itu adalah dukungan masyarakat dan soliditas aktor keamanan nasional.

“Para prokudeta belum sukses menaklukan dua komponen penting dari kriteria kudeta yang berhasil, yakni dukungan masyarakat dan soliditas aktor keamanan nasional,” ujar pengamat politik internasional Arya Sandhiyudha di Jakarta.

Dikatakan, demokrasi telah menggariskan bahwa yang akan menentukan keluar sebagai pemimpin di Turki adalah rakyat.Counter coups mendukung Presiden Recep Tayyio Erdogan bergerak cepat dan masif. Mereka juga keluar rumah pada dini hari untuk mengungkapkan dukungan kepada presiden dan partainya.

Militer dikerahkan untuk melakukan pendudukan dan pengamanan di tempat-tempat umum utama seperti, Taksim Square, tetapi sekarang kehadiran aksi balasan lebih luas dan kuat. Polisi antihuru-hara juga telah bergabung dengan para demonstran aksi balasan, menembakkan senjata di udara, dan meminta tentara untuk meninggalkan tempat.

07-17-02.03.45

“Meski militer menembaki demonstran di Jembatan Bosporus, mereka yang menghasut kudeta jelas malah makin kehilangan dukungan publik. Hal unik, Erdogan masih menjadi magnet gerakan rakyat lawan kudeta di jalanan,” ujar doktor bidang Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Universitas Fatih, Turki, itu.

Menurutnya, klik militer juga salah kalkulasi dalam menduduki tempat strategis. Televsi nasional dikuasai, namun mereka lupa provider satelitnya ada di tempat lain. Respons cepat kepala cabang AKP Istanbul juga menentukan. Dia pergi ke saluran TV swasta menyerukan warga untuk menolak kudeta dan menuju ke bandara untuk menyambut kedatangan Erdogan.

“Selain dukungan rakyat, kudeta yang sukses membutuhkan soliditas pasukan keamanan. Di Turki, ada tanda-tanda konflik di antara berbagai lapisan militer ternyata masih eksis. Diantara buktinya, diduganya Muharrem Kose sebagai aktor utama kudeta. Sebelumnya, ditunjuknya Panglima Militer baru, Umit Dundar menggantikan Hulusi Akar, juga mengindikasikan itu. Belum lagi kepolisian yang berperan sebagai ujung tombak penangkapan militer prokudeta. Maknanya, aktor keamanan nasional terbelah,” ujarnya.

Peraih gelar master bidang studi strategis dari RSIS NTU, Singapura itu menambahkan, hal lain yang tidak bisa dinafikkan adalah pernyataan sikap antikudeta dan dukungan terhadap pemerintahan sipil demokratis dari Amerika Serikat dan Jerman. Selain itu, sejak awal partai-partai dan kelompok oposisi juga sangat berperan bagi gagalnya kudeta.

“Sejak awal saya telah menduga bahwa peluang kugeta gagal sangat tinggi karena beberapa hal. Pertama, polarisasi faksi. Seperti yang kita lihat, pada 2015 ketika pemilu Turki, Partai Keadilan dan Pembangunan memenangkan 49,5% suara. Itu menunjukkan bahwa negara ini sangat terpolarisasi antara kaum sekuler, Islamis, Kurdi, dan nasionalis,” ujarnya.

Dikatakan, Turki memiliki sejumlah oposisi terhadap Islam yang menentang agenda politik berhaluan neo-Ottoman dalam arah kebijakan luar negeri Erdogan. Tetapi, di sisi lain, mereka pendukung Presiden yang absah secara demokratis.

Selain itu, ada banyak orang Turki yang anti-Erdogan belum tentu juga anti-kudeta, karena mengingat trauma ketidakstabilan ekonomi dan politik di masa lalu ketika kudeta terjadi di Turki. Upaya kudeta ini adalah jelas merupakan produk dari faksi elite dalam militer yang tampaknya tidak sukses untuk menjalankan kudeta.

Arya mencatat, kudeta di Turki sebenarnya nyaris berhasil. Pihak pengkudeta sempat menguasai beberapa organ vital, seperti transportasi. “Tanda-tanda pertama dari kudeta itu terungkap melalui upaya sistematis pemotongan kendali atas jalur transportasi. Para prajurit ditempatkan di jembatan utama di Istanbul dan menyumbat beberapa jalan di Ankara dan Izmir. Pesawat Jet Turki F-16 terbang rendah di langit-langit Ankara. Warga sipil disuruh tinggal di dalam rumah. Bandara di seluruh kota ditutup dan penerbangan dihentikan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pengkudet menggunakan momentum ketika Presiden Erdogan berada di luar kota. Tentara Turki menggunakan kesempatan itu untuk mengepung markas Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Istanbul. Tank menuju ke istana perdana menteri di Ankara, tetapi semua dibalas warga pemrotes dengan memblokir beberapa tank. Helikopter prokudeta dilaporkan ditembak di istana ketika tank mendekat.

“Pengkudet juga sempat menguasai kendali infrastruktur utama. Meskipun tidak jelas apakah listrik terputus di beberapa bagian dari kota utama Turki, jelas bahwa tentara melakukan sabotase terhadap beberapa infrastruktur utama pemerintah, seperti Dolmabahce Palace,” ujarnya.

Militer pengkudeta juga sempat menguasai media komunikasi. Beberapa media dan saluran komunikasi diambil alih tentara, termasuk kantor televisi negara dan memerintahkan karyawannya untuk meninggalkan tempat. Karyawan media pemerintah diberitahu bahwa negara berada dalam tanggung jawab militer, sehingga mereka disarankan tinggal di rumah dan diberitahu bahwa siaran berikutnya akan ditunda hingga esok harinya. Internet lainnya diblokir beberapa saat dan dibuat melambat.

“Namun, semua itu gagal karena pihak pengkudeta gagal menguasai dukungan rakyat dan soliditas pelaku keamanan nasional, yang merupakan syarat utama sebuah kudeta,” katanya.[9]

Rakyat Yang Mencintai Pemimpinnya

07-17-01.57.36

Jumat 15 Juli 2016 malam, sekelompok anggota militer mendeklarasikan kudeta Turki. Saat itu, Jembatan Bosphorus yang menghubungkan daratan Asia dan Eropa diblokir, bandara internasional Ataturk di Istanbul pun ditutup.

Seperti dikutip dari CNN, Sabtu (16/7/2016), Presiden Erdogan telah menyerukan warga untuk turun ke jalan-jalan untuk menunjukkan dukungan bagi pemerintah Turki setelah militer mengatakan mereka merebut kontrol penuh dari negara.

Melansir laman Al Arabiya, tiba-tiba terdengar kumandang azan dari masjid di sekitar Turki pada Sabtu dini hari. Padahal itu bukan waktu salat. Orang-orang pun mulai turun ke jalan, untuk mendukung pemerintah Erdogan.

Berikut salah satu kumandang azan tersebut:

Warga Turki pun berkumpul melawan kudeta. Mereka meyakini bahwa tak ada hal baik tercipta di sepanjang sejarah negara, dari pemberontakan semacam itu.

Kudeta militer Turki bisa dibilang gagal, situasi berhasil dikendalikan oleh pasukan pro-pemerintah.

Semua pihak di parlemen telah mengutuk aksi kudeta, menekankan komitmen mereka untuk demokrasi.

Murat Yesiltas, direktur studi keamanan di SETA Foundation yang pro-pemerintah, salah satu yang ikut turun ke jalan untuk memprotes kudeta Turki, di provinsi barat laut Sakarya.

“Saya berpikir bahwa mengutuk serangan melalui media sosial tidak akan cukup. Jadi, saya turun ke jalan. Ini adalah yang pertama terjadi untuk anti-kudeta di Turki,” kata Yesiltas.

“Orang-orang menangis. Ribuan orang berkumpul di alun-alun kota hanya dalam satu jam. Mereka berdoa. Mereka begitu bersemangat. Tak hanya terdiri dari pendukung pemerintah, saya melihat perwakilan dan pendukung dari semua pihak… Mereka semua mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan daerah sampai tank militer pergi. Dan mereka berhasil,” tutur Yesiltas.

Sejauh ini, dilansir dari The Guardian, sekitar 1.500 orang terkait kudeta Turki sudah ditahan. Sebanyak 90 orang menjadi korban insiden tersebut.[10]


MATIN DOGAN, Tank Man Pelawan Kudeta Militer.


Metin Dogan nama pria Turki 40 tahun ini. Dia telungkup di depan tank tentara Turki yang melakukan upaya kudeta di kawasan Bandara Ataturk, Istanbul, Jumat malam.

PicsArt_07-24-09.37.33

Dogan dijuluki sebagai “tank man”, sosok pelawan kudeta militer dengan aksi tunggal yang berani. Aksinya mengingatkan sosok “tank man” Cina dalam insiden berdarah di lapangan Tiananmen beberapa tahun silam.

Selain telungkup di depan tank tempur, Dogan juga bertelanjang dada mencegat laju tank tempur seorang diri. Aksi Dogan sudah menginspirasi banyak warga Turki yang kompak menggagalkan kudeta militer terhadap Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan.

PicsArt_07-24-09.33.21

“Melaju ke arah saya atau pergi,” teriak Dogan saat mencegat tank tempur tentara Turki. Dia mengaku tidak berpikir dua kali untuk aksi nekatnya itu, karena sudah siap mati.

”Ketika saya berbaring, saya selaras seluruh tubuh saya, karena saya ingin hati saya, otak saya, dan semua organ saya semuanya hancur sekaligus,” kata Dogan.

”Saya menunggu untuk melihat bagaimana yang kedua akan terasa. Saya tidak ingin ketinggalan satu detik. Jika saya rindu yang kedua, saya akan merasa seperti saya merindukan sesuatu yang besar, jadi saya menunggu di sana, berkonsentrasi, menunggu untuk melihat bagaimana yang kedua akan terasa karena itulah kematian,” ujarnya, menceritakan aksinya usai berbaring di depan tank kemudian berdiri di depan tank lain.[12]

t_07-17-02.07.25

Jangan pernah bohongi dan dzolimi rakyat, bercermin pada masyarakat Turki mereka cinta kepada pemimpin mereka, mereka loyal kepada pemimpin, jika pemimpin cinta dan tidak bohongi rakyat maka apapun perintah pemimpin pasti didengar oleh rakyat.

Pukul 2 pagi, puluhan juta rakyat Turki turun ke jalan untuk menolak usaha kudeta dari para oknum militer, turun ke jalan dan melakukan demo adalah himbuan Presiden Turki dan hanya hitungan tak kurang dari 10 menit.. puluhan juta rakyat Turki turun ke jalan.

Terbukti, kekuatan seorang pepimpin bukan terletak pada senjata dan besar jumlah militer, juga pada sokongan cukong, tapi pada kecintaan pemimpin kepada rakyatnya.

Luar biasa melihat loyal rakyat kepada pemimpin dan begitu cintanya pemimpin kepada rakyatnya.[11] 

Telah lama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dipandang sebelah mata oleh pihak yang berseberangan dengan Islam. Ia dikatai “bodoh”, “Diktator”, bahkan “pendosa”.

Untuk mengetahui “kebodohan dan dosa-dosa” apa saja yang dilakukan Erdogan yang membuat musuh-musuh Islam selalu berupaya menjegalnya, berikut kutipan dari artikel penulis Yordan, Ihsan Al Faqih.

INI DAFTAR “DOSA-DOSA” ERDOGAN YANG DILAKUKANNYA SELAMA 13 TAHUN SEJAK BERKUASA [14 Maret 2003 saat jadi Perdana Menteri – sampai sekarang jadi Presiden Turki]:

(1) Produk Domestik Nasional Turki di tahun 2013 mencapai 100M dolar Amerika, menyamai pendapatan gabungan 3 negara dengan ekonomi terkuat di Timur Tengah; Arab Saudi, Uni Emirat arab, Iran, dan ditambah dengan Yordan, Suriah dan Libanon.

(2) Erdogan membawa negerinya melakukan lompatan ekonomi yang besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

(3) Tahun 2023 merupakan tahun pembangunan Negara Turki Modern yang sudah dicanangkan oleh Erdogan, yang ditargetkan adalah Turki menjadi kekuatan politik dan ekonomi nomer 1 di dunia!

(4) Airport Internasional Atatruk di Istambul (yang kemarin sempat dikuasai pengkudeta) adalah bandara terbesar di Eropa yang menampung 1260 pesawat setiap harinya, ditambah Bandara Shabiha yang menampun 630 pesawat setiap hari.

(5) Turkish Airline meraih peringkat maskapai penerbangan terbaik di dunia dalam 3 tahun berturut-turut.

(6) Dalam kurun 10 tahun, Turki telah menanam 770 juta pohon Harjia dan berbuah.

(7) Untuk pertama kali Turki di masa modern ini memproduksi sendiri Tank baja, pesawat terbang dan pesawat tempur tanpa awak, serta satelit militer modern pertama yang multi fungsi.

(8) Erdogan dalam 10 tahun pemerintahannya telah mendirikan 125 universitas baru, 189 sekolah baru, 510 rumah sakit baru dan 169.000 kelas baru yang modern, sehingga rasio siswa perkelas tidak lebih dari 21 orang.

(9) Ketika krisis ekonomi menimpa Eropa dan Amerika, universitas-universitas Eropa dan Amerika menaikkan uang kuliah. Sedangkan Erdogan membebaskan seluruh biaya kuliah dan sekolah bagi rakyatnya dan menjadi tanggungan negara.

(10) Dalam 10 tahun terakhir, pendapatan perkapita penduduk Turki yang dahulunya hanya 3500 dolar pertahun, meningkat pada tahun 2013 menjadi 11.000 dollar pertahun, lebih tinggi dari perkapita penduduk Prancis. Dan Erdogan naikkan nilai tukar mata uang Turki 30 kali lipat!

(11) Di Turki, negara sedang mengupayakan dengan sungguh-sungguh membiayai 300 ribu ilmuwan melakukan penelitian ilmiah untuk menuju tahun 2023.

(12) Di antara keberhasilan politik terbesar Turki adalah keberhasilan Erdogan mendamaikan dua bagian Cyprus yang bertikai. Ia juga melakukan pembahasan damai dengan partai Buruh Kurdistan untuk menghentikan pertumpahan darah, dan meminta maaf kepada Armenia, sehingga menyelesaikan permasalahan yang sudah menggantung sejak 6 dasawarsa.

(13) Di negara Turki, gaji dan upah meningkat mencapai 300%. Dan gaji pegawai baru meningkat, dari 340 lira Turki menjadi 957 lira. Dan jumlah pencari kerja menurun dari 38% menjadi 2%.

(14) Di Turki, anggaran pendidikan dan kesehatan, mengungguli anggaran pertahanan, dan gaji guru sebesar gaji dokter.

(15) Di Turki telah dibangun 35 ribu laboratorium IT dan data base modern yang melatih pemuda-pemuda Turki.

(16) Erdogan menutupi defisit anggaran yang mencapai 47 milyar dolar. Sebelumnya cicilan terakhir hutang Turki ke IMF adalah 300juta dolar pada Juli lalu. Bahkan Turki meminjami IMF yang jelek namanya itu sebesar 5 milyar dolar. Disamping itu Erdogan juga menambah cadangan devisa negara sebesar 100 milyar dolar.

(17) 10 tahun lalu, ekspor Turki hanya 23 milyar dolar. Sekarang meningkat menjadi 153 milyar dolar, mencapai 190 negara. Yang paling banyak adalah mobil, yang kedua peralatan elektronik. Setiap 3 perangkat elektronik di Eropa, satunya adalah produk Turki.

(18) Pemerintah Erdogan mengawali pengolahan sampah menjadi pembangkit tenaga listrik, yang digunakan oleh sepertiga penduduk Turki. Dan energi listrik sudah dinikmati 98% penduduk Turki.

(19) Erdogan pernah duduk berhadapan dengan seorang anak perempuan yang usianya masih 12 tahun, tampil dalam siaran langsung televisi, berdebat dan berdiskusi tentang pembangunan Turki masa depan. Beliau hormati kecerdasan dan semangat anak tersebut. Sekaligus beliau didik anak-anak Turki keteladanan dalam berdebat dan berdiskusi serta membaca masa depan.

(20) Erdogan adalah teman Israel, begitu menurut kaum sekuler Arab. Erdogan berikan tamparan keras kepada Israel, dan dia paksa Israel meminta maaf karena kasus kapal Marmara yang ditembak Israel. Dan Turki berikan syarat pencabutan embargo Gaza untuk menerima permintaan maaf tersebut.

(21) Erdogan adalah teman Israel??? Beliau berikan kritikan tajam terhadap orang-orang yang bertepuk tangan terhadap pidato Simon Perez dalam pertemuan Ekonomi dunia, dan beliau berkata sebelum keluar ruangan dan pulang ke Turki: “Memalukan kalian bertepuk tangan terhadap pidato ini, padahal Israel telah membantai ribuan anak dan wanita di Gaza…”

(22) Erdoga menyemprot para demonstran penentangnya dengan air. Tidak menembak mereka dengan pesawat tempur, atau rudal atau bom-bom molotov.

(23) Erdogan menolak anak gadisnya membuka hijab saat sekolah. Maka beliau kirim anaknya sekolah di Eropa agar tetap berhijab, sebelum hijab dibolehkan di kampus-kampus Turki.

(24) Erdogan satu-satunya kepala negara bersama istrinya mengunjungi Myanmar dan bertemu dengan kaum Muslimin Rohingya di sana yang minoritas dan menderita disana.

(25) Erdogan menghidupkan kembali pengajaran Al Quran dan Hadits di sekolah-sekolah negeri, setelah hilang selama hampir 90 tahun, dihilangkan pemerintah sekuler.

PicsArt_07-24-07.10.22

(26) Erdogan menetapkan kebebasan berhijab di sekolah-sekolah negeri, kampus-kampus Turki dan di parlemen (yang sebelumnya puluhan tahun sejak era Ataturk hal ini dilarang).

PicsArt_07-24-07.09.32

(27) Erdogan berhasil mengubah Istana Kepresidenan dan Perdana Menteri yang dulunya jilbab dilarang masuk istana (bahkan istri Erdogan yang berjilbab dilarang), kini Istana Kepresiden bebas untuk wanita berjilbab.

(28) Erdoganlah pemimpin muslim yang membuat lampu di jembatan gantung terbesar di dunia di pantai laut hitam dengan penerangan yang sangat besar bertuliskan: “Bismillahirrahmanirrahim..” Padahal, salah satu negara Arab membuat pohon natal terbesar di dunia dengan menelan dana mencapai 40 juta dolar.

(29) Erdogan mengembalikan pembelajaran bahasa Ustmaniyah yang berhuruf Arab di sekolah-sekolah negeri.

(30) Erdogan melepas pawai 10 ribu anak-anak muslim yang berumur 7 tahun di jalan-jalan Istambul, dengan penuh bangga anak-anak tersebut akan memulai kewajiban shalat berjamaah dan menghafal Al Quran.

Masih banyak “dosa-dosa” lain Erdogan. Dan bagi pihak barat, VISI 2023 yang dicanangkan Erdogan menandai 100 tahun keruntuhan Ottaman sebagai era bangkitnya kembali Turki tampil menjadi pemimpin dunia, inilah yang paling ditakuti.

Jalan demokratis lewat kotak suara tak bisa menumbangkan Erdogan, maka cara kotor kudeta pun dilakukan.[13]

Erdogan didukung rakyatnya
karena sukses cetak prestasi,
bukan ahli jual aset negeri.

Erdogan sukses majukan ekonomi,
bukan utang sana-sini.

Erdogan dicintai,
karena nyata majukan negeri,
bukan cuma pose di depan tivi.

Erdogan serius bangun Turki,
bukan cuma cengengesan di sana-sini.

Erdogan dicintai rakyat Turki karena
buktikan dgn nyata hasil kerja kerja kerja,
bukan beri mimpi dengan
janji janji janji tanpa bukti.

Erdogan sukses lakukan Revolusi Akhlak,
sehingga Turki makin Islami,
makin cinta Kitab Suci,
bukan Revolusi Gagal,
yang bikin cacat mental.[14]

Dan inilah Fitnah Para pembenci Erdogan

Liberal benci Erdogan karena menghapus Sekularisme dari Turky. Syiah benci Erdogan karena membantu Oposisi Suriah melawan Rezim Syiah Bassar Al-Asad. Takfiri benci Erdogan karena memerangi ISIS.
Aneka Analisa Pembenci Erdogan memfitnah Erdogan sebagai kaki tangan AS dan Israel, serta merekayasa Kudeta hanya untuk kepentingan politik pribadi dengan mengorbankan rakyat tak berdosa, lalu menyamakannya dengan Hitler.
Tapi yang jelas : Jutaan Rakyat Turky turun ke jalan menggagalkan kudeta untuk membela Erdogan. Dan ribuan Pemuda Hamas di Gaza turun ke jalan merayakan kemenangan Erdogan melawan Kudeta Militer.
Tentu, Rakyat Turky tidak akan turun ke jalan jika Erdogan kaki tangan AS. Dan Pemuda Hamas juga tidak akan turun ke jalan jika Erdogan kaki tangan Israel.

Lihat Fakta … Jangan Terbius Analisa … Agar Tidak Termakan Fitnah.[15]

Referensi

  1. international.sindonews.com/read/1123835/43/upaya-kudeta-berlangsung-turki-berubah-jadi-medan-tempur-1468636161
  2. republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/07/16/oadkmi334-militer-lakukan-kudeta-pm-turki-sejumlah-jenderal-terlibat
  3. okezone.com/read/2016/07/16/18/1439365/kolonel-muharrem-kose-diduga-sosok-kunci-kudeta-militer-turki
  4. nahimunkar.com/siapakah-fethullah-gulen-nama-dibalik-kudeta-turkey-mengejutkan-ternyata/
  5. eramuslim.com/berita/dunia-islam/gulen-bantah-terlibat-sebagai-dalang-kudeta.htm
  6. suara.com/news/2016/07/16/043632/militer-turki-lancarkan-kudeta-erdogan-selamat
  7. voa-islam.com/news/world-news/2016/07/16/45164/lebih-dari-161-orang-tewas1440-terluka-dalam-upaya-kudeta-militer-yang-gagal-di-turki/
  8. cnnindonesia.com/nasional/20160716151954-20-145132/pengamat-sebut-pola-kudeta-turki-selalu-sama/
  9. beritasatu.com/dunia/374930-dua-faktor-yang-membuat-kudeta-turki-gagal.html
  10. liputan6.com/global/read/2554261/kumandang-azan-untuk-presiden-erdogan-di-kudeta-turki
  11. eramuslim.com/berita/dunia-islam/teladan-dari-turki-pemimpin-ingin-dicintai-jangan-bohongi-rakyat.htm
  12. intelijen.co.id/mengenal-tank-man-turki-sosok-heroik-pelawan-kudeta-militer/
  13. eramuslim.com/berita/dunia-islam/136385.htm
  14. eramuslim.com/berita/dunia-islam/fpi-erdogan-sukses-revolusi-akhlak-bukan-revolusi-gagal-yang-bikin-cacat-mental.htm
  15. fpi.or.id/2016/07/fitnah-pembenci-erdogan.html?m=0

Sumber Video

  1. Detik-Detik Kudeta di Turki: https://m.youtube.com/watch?v=0Q2GGMDhNUQ#
  2. Adzan Untuk Erdogan: https://m.youtube.com/watch?v=mgoF-QORon0
Iklan

2 responses »

  1. sayyid berkata:

    Assalamualaikum wr.wb,

    Turki akan tetap berkeadaan waspada.

    Dahulu turki adalah negara khalifah.
    khalifah turki yg terakhir adalah Mehmet VI diganti oleh Mustafa Kemal dan turki menjadi republik.
    Saat pemerintahan Mustafa Kemal terjadi pemisahaan antara agama dan pemerintahan sampe saat ini, sehingga agama mereka tidak lagi seperti saat pemerintahaan khalifah.Perobahan ini sangat drastis sehingga banyak di kalangan mereka tidak mengikuti agama islam yg sesungguhnya.
    Secara keagamaan turki sudah hancur total.

    Wassalamualaikum wr.wb,

    ustad sayyid.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s