Pokemon Go

PicsArt_07-23-07.34.21

Indonesia dihebohkan dengan games teranyar Pokémon Go. Game yang berasal dari karakter kartun Nitendo Jepang ini, sukses menyedot banyak perhatian dari berbagai kalangan. Bahkan, sampai menyedot perhatian satuan keamanan pemerintah.

Pokemon Go adalah sebuah permainan realitas  dalam telefon pintar yang dikembangkan oleh Niantic, sebuah perusahaan sempalan milik Google. Permainan ini diluncurkan secara beta pada bulan Juli 2016. Awal peluncurannya terbatas hanya untuk perangkat iOS dan Android  di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Jerman.

Permainan ini memungkinkan pemainnya untuk menangkap, melatih, menukar, dan mempertarungkan setiap karakter Pokémon yang ada di dalam telefon di setiap tempat dalam dunia nyata.

Setelah pemain masuk ke dalam permainan untuk pertama kali, pemain harus membuat sebuah karakter dirinya sendiri sebagai penangkap dan pelatih Pokemon. Setelah karakter dibuat, pemain akan melihat karakter sekaligus peta lingkungan sekitar yang digunakan sebagai latar permainan.

Di dalam peta itu terdapat PokéStops dan Pokémon Gym. PokéStops adalah tempat untuk mendapatkan beberapa item di dalam permainan Pokémon Go. Sedangan Pokémon Gym adalah tempat di mana pemain bisa melatih atau bertarung Pokemon dengan pemain yang lainnya.

Game ini mengangkat aneka ragam jenis monster Pokemon dari generasi pertama yang menurut saya jauh lebih familiar di mata penggemar seperti Pikachu, Bulbasaur, Squirtle, dan banyak lagi lainnya.

Setiap monster yang kamu temukan juga diacak di sejumlah lokasi sehingga terkadang tak bisa diprediksi kemunculannya.Game ini menyediakan opsi Nearby Pokémonuntuk melihat jenis monster apa saja yang ada di sekitarmu.

Permainan Pokemon GO pada dasarnya sama seperti game Pokemon di platform handheldkeluaran Nintendo hanya saja kamu akan menjumpai aneka ragam fitur tambahan baru seperti GPS Geo-Tagging dan AR.

Fitur GPS Geo-Tagging sendiri difungsikan untuk meletakkan beberapa lokasi Pokéstopyang berguna menjadi saranacheckpoint pengumpulan item seperti Pokéball,Potion, dan lain-lain. Keberadaan item tersebut begitu krusial bagi permainan Pokémon GO sehingga para pemain diajak untuk mengunjungi berbagai macam lokasi strategis seperti monumen dan tempat ibadah di kota mereka untuk mendatangi Pokéstop.

Pemain Pokémon Go harus berjalan-jalan di lingkungan sekitar agar karakter di dalam permainan bergerak. Jenis Pokemon yang ditangkap biasanya berada di tempat-tempat sesuai dengan jenis Pokémon tersebut; misalnya, Pokémon jenis air biasanya akan ditemui di tempat-tempat yang dekat dengan air seperti di sungai, kolam, dan sebagainya. Pemain juga dapat melakukan pertarungan dengan pemain lain dan memilih tim sendiri untuk menguasai daerah tertentu.

Pemain dapat merasakan sensasi menangkap Pokemon seperti di dunia nyata dengan adanya teknologi realitas tertambah (augmented reality) yang menggunakan kamera telepon pintar. Sehingga, permainan ini disebut-sebut rawan menimbulkan kecelakaan, karena para pemain akan memanadang terus telefonnya sambil berjalan-jalan.[1]

Patut diakui game ini memang canggih. Kabarnya, Game besutan Jhon Hanke ini memadukan beberapa perangkat pendukung seperti GPS, Camera, G-Map. Sehingga pemain game ini harus melakukan petualangan mencari pokemon seperti dalam film aslinya.

Secanggih apapun game ini, game tetaplah game. Mulai dari anak-anak hingga dewasa banyak sekali yang keranjingan gam tersebut. Lalu, apa pendapat para ahli soal game yang sangat digandrungi oleh anak-anak di belahan dunia ini?

Widianingsih, M.Pd. pengasuh rubrik Me and Children di Islampos Kamis, (21/07/2016) mengatakan, anak-anak tak seharusnya memainkan game ini. Menurutnya, Game ini tidak aman dan tidak membangun kecerdasan.

Lebih lanjut Widia menjelaskan, hasil percobaan otak yang biasa digunakan main game berakibat pada kurangnya kepedulian terhadap lingkungan, lahir manusia-manusia yang ignoran.

Game ini secara resmi belum rilis di Indonesia. Tapi, beberapa sudah memiliki game tersebut. Bisa dibayangkan, manusia yang seharusnya mampu berinteraksi, membicarakan hal penting seputar kehidupan atau sosial, justru malah terpusatkan oleh gadget dan akhirnya hanya pokemon yang ada dalam otaknya.

Sehebat apapun Game Pokemon Go, game tetaplah game. Ini hanya permainan.[2]

Menjadi Heboh

Animasi pokemon tayang di TV indonesia. Serial tersebut langsung jadi favorite anak-anak kala itu. Jika kita perhatikan, usai sukses sebuah animasi atau serial, maka akan muncul segala pernak-pernik termasuk game serial tersebut.

Game ini langsung heboh tak lama setelah dirilis. Hampir semua membicarakan soal game ini. Pasalnya, Jhon Hanke, penemu game ini tidak sembarangan membuatnya. Ia melakukan penyempurnaan dalam pembuatan game ini dalam waktu lama. Maka tak heran para pecinta game langsung antri mengunduh permainan tersebut.

Teknologi pada game ini berbeda dengan game-game yang sudah beredar sebelumnya. Jika game pada umumnya hanya membuat si pemain duduk di tempat, game ini justru mengharuskan si pemain berpindah tempat untuk menemukan beberapa target pokemon yang diinginkan.

Naasnya, “kecanggihan” game ini justru diikuti dengan sejumlah cerita konyol dan tak logis. Bahkan ada juga yang terjebak dalam kasus kriminal. Ada juga yang hampir membahayakan dirinya. Jika dilihat dari berita-berita yang beredar, sepertinya efek permainan ini menjadikan para penggunanya lupa diri.

Seheboh apapun uforia sebuah game, film atau apapun itu, seharusnya tak sampai menimbulkan kekonyolan dan membuat kita menjadi ‘budak’ permainan itu. Apalagi sampai membahayakan diri kita.[3]

Sasaran

Sejak pertama dirilis, game ini menyebabkan beberapa insiden mengerikan terjadi di berbagai belahan dunia. Dengan cepat, Pokemon langsung membuai para penikmatnya mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa.

“‎Sama saja seperti mainan lain, kalau sudah berlebihan dan ‎tidak kenal waktu, tidak seimbang dengan aktifitas lain, lupa belajar, ibadah, kegiatan keluarga di rumah, itu bahaya. Jadi mohon ada pengawalan dan kontrol dari orangtua dan masyarakat,” ungkap Seto Mulyadi selaku pemerhati anak.

Dalam sebuah kasus lain, seorang remaja pengguna Tumblr, Ari, sebelumnya menderita kecemasan dan depresi beberapa tahun terakhir. Namun, ia mengaku kalau Pokemon Go memberinya dorongan untuk keluar dari permasalahan itu. “Aku berjalan di luar berjam-jam, tiba-tiba menemukan kalau diriku menikmati game Pokemon Go,” ujarnya.

Seperti dikutip dari Mirror.co.uk, pihak kepolisian telah mengeluarkan peringatan terhadap game Pokemon Go. Sebab telah terjadi insiden perampok bersenjata diketahui telah memeanfaatkan game ini untuk melancarkan aksinya.

Para kawanan bersenjata ini sengaja memancing pengguna Pokemon Go terutama remaja untuk menuju ke wilayah yang sepi dan terpencil. Di sinilah para penjahat melancarkan aksinya dengan merebut harta benda milik pengguna.

Sudah ada beberapa kasus dimana pemain terlalu asik mencari Pokemon sampai tidak sadar kalau mereka menabrak atau ditabrak sesuatu. Tercatat ada beberapa kasus kecelakaan yang terjadi, salah satunya pengemudi mobil mengerem mendadak karena melihat ada Pokemon di ponselnya dan mengakibatkan tabrakan beruntun.

Dampak buruk game ini juga berlaku pada orang dewasa. Menurut laporan, banyak yang berusaha keras untuk meningkatkan level Pokemonnya, namun hal inimembuat pekejaan terhambat. Bahkan, gara-gara kecanduan main Pokemon Go beberapa orang sampai dipecat dari pekerjaannya.

Mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya, sudah selayaknya Muslim bisa bersikap bijak. Jangan sampai berburu Pokemon membuat lupa dan lalai dari perintah Allah.[4]

PicsArt_07-23-07.34.01

Permainan menangkap pokemon ini bisa dilakukan di mana saja. Sehingga, seseorang tidak berdiam diri di satu tempat. Alhasil, banyak terjadi cerita-cerita lucu yang terjadi saat seseorang sedang menangkap pokemon.

  • Pertama, datang dari seorang lelaki asal Selandia Baru Tom Currie. Karena kegemarannya bermain pokemon go, membuatnya rela berhenti dari pekerjaannya hanya untuk berburu pokemon. Ia bekerja sebagai barista dan bartender di sebuah restoran di Hibiscus Coast. Ibunya juga setuju dengan keputusan Currie. Dan kini Currie berencana mengelilingi Selandia Baru selama dua bulan lamanya, dalam upayanya menangkap semua Pokemon dalam permainan tersebut.
  • Kedua, kita tahu bahwa mencari pokemon itu bisa di mana saja. Tapi, jika mencarinya di gedung tinggi, bagaimana? Itulah yang kini menimpa dua pria asal San Diego. Mereka jatuh dari tebing di Encinitas saat mencari pokemon. Kedua pria itu dibawa ke Rumah Sakit kota Scripps La Jolla.
  • Ketiga, ternyata pokemon juga bisa kita temukan di masjid, tempat yang seharusnya dijadikan tempat untuk beribadah. Kini, beberapa gamers berburu pokemon di masjid. Dan sepertinya Masjid akan dipenuhi oleh penggila Pokemon Go, ketimbang mereka yang sedang beribadah. Pertanyaannya adalah kenapa server Pokemon Go menghadirkan begitu banyak karakter Pokemon di masjid-masjid? Bukan di tempat ibadah lainnya?[5]

Komentar para Tokoh

Dihimpun dari berbagai sumber, inilah komenar-komentar berbagai kalangan mengenai kehadiran game Pokemon Go:

  1. “Mana yang lebih menguntungkan, berburu pakemon, atau berburu pahala? Semoga ada game yang bisa menyenangkan dan berpahala ya,” (AA Gym)
  2. “Yang penting hati-hati dalam mengikutinya, permainan apapun ada dosisnya. Intinya atur waktu.” (Menteri Pendidikan, Anies Baswedan)
  3. “Ya, namanya juga game ya seperti permainan yang menimbulkan rasa fun bagi yang memainkannya. Dan itu tidak ada batas usia, dari anak-anak hingga dewasa bisa melakukannya,” (Menkominfo, Rudiantara)
  4. “Kita bukan negara pertama. Rusia sudah mengeluarkan instruksi untuk tidak menggunakan game Pokemon kepada penyelenggara negara. Namun kalau misalnya instansi pemerintah lainnya, mempunyai tingkat kerahasiaan dan keamanan tinggi,”(Tantowi Yahya)
  5. “Pokemon Go menyebabkan berkurangnya kewaspadaan karena pemain harus selalu menatap layar ponsel sehingga sulit berkonsentrasi ketika sedang bekerja,”(Kapolri, Tito Karnavian)
  6. Terkait rencana pemerintah untuk memblokir game Pokemon Go, “Saya kira itu berlebihan. Sekarang, dengan teknologi informasi, semua itu mudah. Jadi bukan mengganggu keamanan negara, melainkan mengganggu anak muda,”(Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla)
  7. “(Pokemon Go) ada bagusnya juga, kalau selama ini anak-anak itu sibuk dengan gadget-nya di kamar, maka sekarang di alam terbuka jadi lebih sehat. Maka konsekuensinya adalah Pemerintah harus menyiapkan banyak taman,”(Wapres, Jusuf Kalla)
  8. “Iya katanya yang paling banyak di Monas. Enggak tahu deh. Kita lihat saja. Cuma kita minta hati-hati, orang jangan mengendarai (sambil) main begituan, takut tabrakan saja,”(Ahok)[6]

Bahaya Pokemon Go

Selidik punya selidik, Pokemon GO ternyata mengkhawatirkan. Dilihat dari berbagai aspek, game ini mempunyai efek negatif yang tidak saja akan menimpa gamer secara individu, namun juga pengguna smartphone secara global.

  • 1. Berpotensi menghamburkan uang

Pokemon GO memiliki fitur in-game transaction dimana pemain bisa menukar uang asli dengan mata uang virtual. Nantinya, uang virtual ini bisa digunakan untuk membeli berbagai item yang tersedia di Pokemon’s Item. Nah, daripada menghamburkan uang untuk menikmati game secara instan seperti itu, lebih baik kamu mencarinya dengan usaha sendiri. Bukankah misi dari sebuah game adalah berusaha ekstra keras demi sebuah hasil? Jadi jangan mudah terjebak iming-iming ya.

  • 2. Boros baterei yang berujung pada rusaknya smartphone

PicsArt_07-23-07.31.37

Niantic menerima banyak keluhan dari para pemain Pokemon GO yang mengatakan bahwa game ini terlalu banyak menyedot daya baterei karena GPS dan kamera yang bekerja terus-menerus. Sayangnya, pihak Niantic sendiri membenarkan masalah itu tanpa berencana memberi solusi apapun.
Borosnya baterei tidak hanya akan merusak perangkat penampung daya itu sendiri, namun juga akan mengganggu kinerja smartphone bila tidak segera ditangani. Jadi, masih tetep keukeh bermain Pokemon GO meskipun smartphone-mu menjadi taruhannya?

  • 3. Harus memasuki area-area terlarang

PicsArt_07-23-07.35.57

Dibandingkan game lain, Pokemon GO mempunyai satu keunikan dimana pemainnya harus terus berpindah tempat saat memainkannya. Pemain diharuskan mencari pokemon di tempat-tempat yang tidak bisa diperkirakan. Lalu, apa jadinya jika pokemon berada di tempat yang seharusnya tidak boleh dimasuki seperti kantor polisi?

Inilah yang terjadi di kantor polisi daerah Darwin, Australia. Dalam aplikasi Pokemon GO, kantor polisi tersebut ternyata merupakan stasiun Pokestop. Karena tidak ingin ada yang sembarang masuk, kepolisian Darwin langsung mengumumkan himbauan dengan cara yang unik.

  • 4. Diskriminasi prosesor Intel

PicsArt_07-23-07.32.04

Sudah menjadi rahasia umum jika Pokemon GO tidak bisa dimainkan pada smartphone dengan prosesor Intel

Akibatnya, semua pemilik ASUS Zenfone sama sekali tidak bisa merasakan sensasi game ini. Banyak pengguna smartphone asal Taiwan itu yang mengajukan keluhan langsung melalui fan page Niantic.

Sayangnya, situasi yang tidak mengenakkan ini malah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab dengan menyebar flame war untuk mendiskriminasi pengguna smartphone Intel. Di sisi lain, isu akan dihapusnya akun-akun yang menggunakan APK bajakan juga mencuat yang diperkirakan berasal dari orang-orang yang tidak bisa memainkan Pokemon GO.

  • 5. Membahayakan keselamatan pemain

PicsArt_07-23-07.31.52

Karena begitu terobsesi menangkap pokemon, bisa saja pemain Pokemon GO lengah dengan kondisi sekitarnya. Tidak mustahil seorang pemain tertabrak mobil karena menyeberang jalan sembarangan saat ingin menangkap pokemon, atau memasuki daerah rawan yang berujung pada aksi perampokan.

  • 6. Malware DroidJack yang tertanam pada APK bajakan mampu mengontrol smartphone pengguna

PicsArt_07-23-07.29.46

Indonesia adalah salah satu negara yang belum diberi akses bermain Pokemon GO secara resmi. Jadi, mau tidak mau kita harus meng-install dari APK bajakan yang tersebar di internet. Masalahnya, APK tak resmi itu sudah lebih dulu disuntikkan malware bernama DroidJack yang mampu mengontrol smartphone pengguna.

DroidJack akan meng-install backdoor untuk melakukan panggilan telepon, mengirim SMS, merekam suara, membaca daftar kontak, hingga mengaktifkan atau memutus koneksi WiFi. Malware ini sudah disebar 72 jam sejak Pokemon GO dirilis secara resmi di Australia dan Selandia Baru. Setelah membahayakan keselamatan, DroidJack menjadi urutan kedua sebagai dampak negatif game Pokemon GO terparah.
Kamu yang sudah memainkan Pokemon GO, hal negatif apa yang pernah kamu rasakan?[7]

Pokemon Go Haram dan Tidak Islami

Para ulama di Mesir menyatakan jika game itu haram dan tidak Islami. Mereka melarang game itu dimainkan di dunia Arab. Abbas Shuman, kepala deputi lembaga Islam Al Azhar membandingkan Pokemon Go dengan alkohol, yang juga dilarang dalam agama Islam. “Game ini membuat orang terlihat seperti orang mabuk di jalan-jalan sembari mata mereka terpaku pada layar smartphone hingga ke lokasi di mana Pokemon berada dengan harapan menangkapnya,” terangnya.

“Akankah kita membiarkan orang-orang gila ini berjalan ke masjid, gereja, penjara dan tempat militer untuk mencari [Pokemon] yang hilang?” Akankah orang mengabaikan pekerjaan dan mata pencaharian mereka dan mendedikasikan diri memburu Pokemon?” tanyanya.

Walaupun Pokemon Go belum dirilis secara resmi di Mesir, banyak pengguna smartphone di negara itu mengatakan jika mereka bisa mendownload game itu di smartphone mereka. Pada 2001, organisasi Islam tertinggi di Mesir, Nasr Fareed melarang franchise Pokemon. Dikatakan Pokemon tidak Islami karena mempromosikan teori evolusi Charles Darwin.

Game itu juga mendapat kritik di Arab Saudi di mana the Higher Committee for Scientific Research and Islamic Law mengeluarkan fatwa untuk game itu. Dikatakan game itu merasuki pikiran anak-anak sembari mempromosikan zionisme dan judi.[8]

Majelis Ulama Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang diperbarui soal permainan Pokemon. Meskipun tak menyebutkan secara langsung nama game Pokemon Go, mereka menyatakan jenis permainan yang mengejar karakter berbasis augemented reality dan GPS haram.

Sebetulnya, sekitar 15 tahun yang lalu, Majelis Ulama Arab Saudi pernah mengeluarkan fatwa haram permainan kartu Pokemon, namun setelah game Pokemon Go booming mereka memperbarui fatwa tersebut.

Sekertariat Jendral Majelis Ulama berpendapat bahwa mutasi dari makhluk dalam permainan yang diberi kekuasaan tertentu termasuk mempromosikan teori evolusi dan itu bertentangan dengan ajaran Islam.

“Hal ini mengejutkan karena banyak kata evolusi yang keluar dari mulut anak-anak,” kata fatwa tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

Fatwa itu juga mengatakan permainan seperti Pokemon Go mengandung unsur-unsur lain yang dilarang oleh hukum Islam, termasuk syirik terhadap Allah dengan adanya dewa, perjudian dan seperti menyembah berhala.

Sebab menurut para ulama para karakter yang begitu dicari-cari saat memainkan Pokemon Go dianggap sebagai bentuk lain dari penyekutuan terhadap Allah.

PicsArt_07-23-07.35.43

Sebelumnya, negara Teluk seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab pada Jumat (17/4) memperingatkan bahaya keamanan nasional jika pengguna memainkan game Pokemon Go.

Kementerian Dalam Negeri Kuwait, mengatakan, pengguna harus menahan diri untuk mengarahkan kamera ponsel saat menangkap Pokemon di lokasi penting seperti depan istana, masjid, fasilitas minyak, dan pangkalan militer.

Wakil Menteri Dalam Negeri Kuwait, Suleiman al-Fahd menegaskan, permainan ini berbahaya karena melibatkan pemanfaatan kamera dalam jarak yang dekat pada sebuah objek. Ponsel pintar pengguna disebutnya mentransfer gambar pada situs milik pihak ketiga.[9]

Malaysia Juga Haramkan Pokemon Go

Mufti Wilayah Persekutuan, Datuk Dr Zulkifli Mohamad al-Bakri memutuskan mengharamkan permainan Pokemon Go dengan alasan maslahah dan kemudaratan oleh permainan yang kini banyak diganderungi umat manusia di dunia.

Dalam keterangannya pada hari Jum’at 5 Agustus kemarin, Datuk Dr Zulkifli Mohamad al-Bakri menerangkan bahwa fatwa pengharaman ini diambil atas kesepakatan dalam pertemuan Komite Penasehat dengan ketentuan wilayah federal Syariah Islam, yang diselenggarakan pada tanggal 1 Agustus kemarin.

Datuk Dr Zulkifli Mohamad al-Bakri melanjutkan, “Dari hasil kajian dan penelitian yang dilakukan para ulama, maka pada akhirnya kami sepakat bahwa masyarakat Malaysia dilarang untuk bermain Pokemon Go karena mudarat yang ditimbulkan oleh game tersebut.”

Menurut Datuk Dr Zulkifli Mohamad al-Bakri, permainan Pokemon Go secara tidak langsung telah menjerumuskan umat Islam dalam pengakuan para dewa dan kekuatan supranatural yang dapat merusak aqidah, selain dapat menyebabkan perjudian.

Datuk Dr Zulkifli Mohamad al-Bakri berpesan agar masyarakat dapat memilih bentuk permainan yang dapat mencerdaskan, tidak melalaikan, serta tidak mempunyai unsur khurafat.[10]

Rahasia Dibalik Permainan Pokemon Go

Tanpa disadari kaum bilderberg semakin canggih membangun perangkat “intelijen” dalam bentuk game yang terbalut teknologi interconnecting geospasial (maps) bernama Pokemon GO (BLOK)

Taukah anda mengapa saya sebut permainan ini adalah perangkat intelijen yang sengaja diciptakan untuk merekonsiliasi data citra fisik valid untuk memetakan setiap sudut wilayah negara-negara dimana para user mengaktifkannya.

Dikala satelit yang digunakan oleh google earth dan google maps tak mampu menjangkau gambaran sempurna 3 dimensi dalam sebuah wilayah, maka mereka menggagas ide baru memanfaatkan kebodohan para gamers atau gadget maniac dalam menjalankan agenda maping intelijen NWO untuk memetakan sistem pertahanan dan unit-unit vital setiap negara lewat game yang mengkoneksikan fitur kamera, maps dan data celular.

Coba bayangkan jika seluruh Pejabat, Tentara, Polisi, PNS dan masyarakat awam berbondong memainkan game Pokemon GO (BLOK) ini diwilayah kerja masing-masing..berapa banyak data valid bangunan fisik serta citra ruang yang harusnya bersifat rahasia bagi suatu pertahanan negara dapat diakses hanya karena kebodohan orang-orang itu yang seolah-olah diminta mencari binatang bernama Pokemon itu.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah teknik operasi intelijen yang dijalankan USA melalui eksploitasi dan analisis pencitraan dan informasi geospasial dalam menggambarkan fitur fisik dan aktivitas secara geografis di bumi atau yang mereka sebut Geospatial Intelligence.

Salah satu contoh pemanfaatan yang sangat jelas terlihat adalah pemanfaatan aplikasi geoweb seperti Google Earth dan Google Maps oleh pasukan Amerika Serikat dalam operasi penyergapan, penangkapan dan pembunuhan Osama bin Laden di rumah persembunyiannya pada tanggal 2 Mei 2011 yang lalu.

Berkat Google Maps dan Google Earth, mereka dapat mengikuti perjalanan Bin Laden mulai dari Khartoum sampai Jalalabad sampai daerah terpencil dimana ia bersembunyi lalu menemui akhir hidupnya di pakistan.

Jika hal itu baru menggunakan sistem google earth yang hanya mencitrakan bentuk datar dari atas satelit lalu bagaimana jika sistem itu semakin sempurna dengan metode yang tak diduga-diduga dapat mengumpulkan data fisik 3d faktual lewat sebuah aplikasi game.

Bayangkan jika para menteri-menteri, jenderal-jenderal, perwira-perwira tinggi Tentara/Polisi, DPR, Serta seluruh perangkat pegawai negeri sipil ikut latah memainkan game tersebut akibat “booming trend” berapa banyak rahasia data citra fisik yang bisa didapatkan gratis oleh provider game yang telah bekerjasama dengan Institusi Intelijen Dunia itu.

Oleh karena itu jangan anggap remeh sebuah teknologi berkedok entertainment dan saya harap Presiden dapat memberikan warning kepada para perangkat negara untuk tidak memainkan game tersebut dan bahkan karena berpotensi sebagai ancaman bagi pertahanan dan keamanan negara maka game itu sah untuk di bloking di Indonesia.

Mari asah terus daya nalar dan kesadaran..Teknologi pada satu sisi memang bermanfaat tapi jangan sampai anda dieksploitasi oleh Teknologi. (Oleh: Prof. Dr Tina Afiatin, MPsi (Dekan Fak Psikologi UGM))[11]

Di Balik Games Pokemon go ada informasi dari BAIS TNI, isinya sebagai berikut  “Mohon diantisipasi permainan Pokemon Go yang mencari monster pokemon berbasis lokasi adalah sistem pengumpulan data dari National Geospatial Intelligence Agency, hal yang sama dilakukan CIA pd aplikasi Facebook. Kerawanan timbul apabila anggota TD atau Keluarga memainkan dan mencati pokemon yang aneh (rare) dengan poin tinggi yang biasanya muncul di malam hari dan tempat yang aneh dan dekat tempat strategis. Permainan ini via kamera smartphone dan melihat langsung animasi pokemon di layar HP, tetapi background tetap gambar nyata lokasi. “Saran untuk rekan-rekan tidak usah main apps (Pokemon Go) tersebut, apalagi di dalam Kesatrian Militer/Mess/Komplek Militer.

Secara tidak langsung pemain tidak sadar jika dia dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi berupa lokasi melalui gambar atau video yang menjadi background didalam permainan. Demikian untuk diperhatikan Khususnya Bagi Anggota TNI dn Polri.” demikian tulis Rio Baretaz. (Informasi dari Satuan Cyber BAIS TNI).[12]

Referensi

  1. islampos.com/apa-itu-pokemon-go-290683/
  2. islampos.com/pokemon-go-ini-hanya-permainan-lho-290861/
  3. islampos.com/kenapa-pokemon-go-jadi-heboh-290689/
  4. islampos.com/siapa-sasaran-pokemon-go-290855/
  5. slampos.com/cerita-cerita-konyol-di-balik-pokemon-go-290681/
  6. islampos.com/ini-komentar-para-tokoh-tentang-pokemon-go-290714/
  7. wajibbaca.com/2016/07/bagi-pecandu-pokemon-go-hati-hati.html?m=1
  8. sukasaya.com/2016/07/game-pokemon-go-dianggap-haram-dan-tidak-islami.html?m=1
  9. cnnindonesia.com/teknologi/20160721113648-185-146084/seperti-berhala-ulama-arab-saudi-haramkan-pokemon-go/
  10. eramuslim.com/berita/tahukah-anda/malaysia-haramkan-pokemon-go.htm
  11. nahimunkar.com/prof-dr-tina-afiatin-m-si-game-pokemon-go-blok-alat-intelijen-dan-politik-global-menguasai-peta-negara-lain/
  12. voa-islam.com/news/tekno/2016/07/22/45195/bagian-3dibalik-suksesnya-pokemon-gobin-akan-pantau-pokemon-go/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s