Happy Days, Proyek Film Yang Membuktikan Bahwa USA Takut Dengan Indonesia

PicsArt_07-30-08.21.37

Membaca kembali sejarah-sejarah tentang Soekarno kita akan selalu dikejutkan akan banyak hal. Entah tentang pidato beliau yang menggelegar dan mengganyang, sampai soal gregetnya CIA ingin membuatnya runtuh. Untuk yang kedua itu, bukanlah sekedar wacana atau cerita hiperbolis, namun memang benar-benar terjadi dan direncanakan sangat matang.

Pengaruh Bung Karno sangat meluas di dunia. Namun, apa yang beliau lakukan kadang berseberangan dengan Amerika. Alhasil, AS pun begitu greget dengannya. Lalu muncul lah berbagai wacana untuk melenyapkan Putra Sang Fajar. Salah satunya adalah dengan membuat video propaganda yang isinya adalah tentang skandal Bung Karno yang tidur dengan seorang wanita.

Soal pembuatan video tersebut, hal itu memang diakui oleh mantan CIA bernama Joseph B Smith. Berikut adalah beberapa penuturan Smith soal video dewasa yang sedianya dipakai untuk meruntuhkan Bung Karno tersebut.

Video Dewasa Sebagai Senjata Menghancurkan Sukarno

Bung Karno tak hanya tenar di dunia sebagai sosok berpengaruh, tapi juga pecinta wanita. Memang, hampir tak ada satu pun wanita yang bisa menolak pesona seorang pembesar sepertinya. Bahkan Marylin Monroe saja langsung manja ketika bersama sang Proklamator.

Dari kesan-kesan seperti ini, akhirnya CIA punya cara jitu untuk meruntuhkan Bung Karno. Ya, dengan memakai video dewasa buatan. CIA beranggapan cara ini pasti sukses besar dan akan bisa membuat sang presiden runtuh. Orang-orang akan berpikir jika video ini asli mengingat kebiasaan Soekarno yang selalu dekat dengan banyak wanita. Fix, akhirnya proyek video dewasa ini pun masuk tahap produksi.

Kesulitan Temukan Pria Mirip Soekarno

Rencana sudah sangat matang, tapi CIA kesusahan untuk menggarapnya dengan maksimal. Masalah utamanya, mereka tak bisa menemukan satu orang pun pria yang mirip-mirip dengan Soekarno. Si mantan CIA tadi yang bernama Joseph B Smith itu, mengungkapkan jika CIA sampai harus bekerja sama dengan sebuah agen di Los Angeles.

Sudah dicari sampai pusing, CIA tetap tak bisa menemukan pria yang cocok untuk memerankan Soekarno. Hingga akhirnya mereka melakukan cara lain yakni dengan membuat sendiri topeng berbentuk wajah Soekarno. Dari sini, sepertinya film juga masih terlalu susah untuk dibuat secara maksimal.

Skenario CIA

Meskipun kesusahan mencarikan peran, tapi CIA ternyata sudah mempersiapkan skenario ceritanya. Jadi, film ini bercerita tentang Bung Karno yang akan melakukan lawatan ke Soviet kemudian bertemu dengan seorang agen wanita dari negara itu. Nah, si agen ini diceritakan akan menyamar menjadi seorang pramugari.

Singkat kata, pada akhirnya nanti Bung Karno diskenariokan untuk tidur dengan si agen yang menyamar tadi. Dari cerita ini kita bisa berkesimpulan juga kalau AS tak hanya ingin rakyat Indonesia terbakar, tapi juga bertujuan membuat publik Soviet marah.

CIA Dibantu FBI

PicsArt_07-30-08.16.51

Tak hanya CIA, rencana ini ternyata juga melibatkan agen-agen FBI. Bahkan FBI bikin film dewasa Soekarno versi mereka sendiri. Meskipun begitu, film kedua buatan FBI ini tak lepas dari supervisi CIA.

Film kedua ini nampaknya tidak menemui kesulitan yang berarti. Menurut Robet Maheu, mantan agen FBI, timnya berhasil menemukan orang yang pas untuk memerankan Soekarno. Meskipun sukses dibikin, film ini tak pernah jelas bagaimana kelanjutannya.

Tak Pernah Dirilis

CIA dan FBI sudah punya amunisi untuk membuat Soekarno runtuh. Namun, mereka pada akhirnya tak jadi menyebarkan video ini. Alasannya sendiri tidak jelas. Tapi berkaca dari pengalaman sebelumnya, propaganda berupa film dewasa ini kebanyakan berakhir buruk dan merugikan Amerika sendiri.

Film ini pada akhirnya tak jadi dirilis. Meskipun begitu, CIA sudah punya rencana cadangan dengan menyebarkan foto-foto dari scene film. Namun, foto-foto ini juga tak jadi disebar dengan alasan tertentu. Oh ya, film ini sendiri diberi judul Happy Days oleh CIA dan FBI.

Untungnya, film ini tak jadi disebar ketika itu. Kalau sampai terjadi, maka akan terjadi gonjang-ganjing di NKRI. Sebenarnya tak hanya itu saja, dampak film ini juga bisa berlaku sebaliknya. Ketika ketahuan hanya rekayasa, maka Amerika sendiri yang justru tercoreng mukanya. Ternyata sampai segininya ya barat ingin menjatuhkan Bung Karno.

PicsArt_07-30-08.18.16

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s