Ali Adnan Menderes

PicsArt_08-08-10.07.44Perdana Menteri pertama Turki yang terpilih secara demokratis adalah Ali Adnan Menderes. Dia terpilih secara demokratis pada tahun 1950. Dengan Partai Demokrasi yang dia dirikan, dia berhasil mengalahkan partai penguasa yaitu Partai Ataturk.[1]

Ali Adnan Ertekin Menderes (lahir di Aydintahun 1899 – meninggal di Imrali, 17 September 1961 pada umur 62 tahun) merupakan seorang negarawan liberal Turkidan pimpinan pertama yang dipilih secara demokratis dalam sejarah Turki. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Turki antara tahun1950–1960. Ia merupakan salah satu pendiriPartai Demokrat pada tahun 1946, partai oposisi resmi ke-4 di Turki. Ia digantungmenyusul kudeta tahun 1960 bersama dengan 2 anggota kabinet lain, Fatin Rüştü Zorlu dan Hasan Polatkan. Ia merupakan pemimpin politik terakhir di Turki yang digantung setelah kudeta militer dan merupakan salah satu dari 3 pimpinan politik Turki yang dibangunkan mausoleum untuk menghormatinya (lainnya adalah Mustafa Kemal Ataturk dan Turgut Ozal).

Program Partai Demokrasi yang beliau kampanye waktu itu adalah program yang sekilas sangat sederhana. Bahkan semua analisis barat dan AS menganggap program-program tersebut akan gagal total. Adnan lahir di Aydin dari keluarga yang sejahtera. Dia berkuliah di Izmir pada tahun 1916 saat mengikuti pendidikan militer. Melawan tentara yang bersekutu antara tahun 1920-1923, setelah Perang Dunia I. Masuk Partai Rakyat Republik selekas perang dan menjadi wakil daerah bagi Aydin tahun 1931. Pada masa-masa ini, dia baru lulus dari Sekolah Hukum di Ankara.[1] Pada masa-masa selanjutnya, dia membuat Partai Demokrasi tahun 1946 bersama Celal Bayar. Menjadi wakil rakyat di Provinsi Kutahya. Pada tahun 1950-an, partainya mengikuti pemilihan umum dan menang. Kemenangannya ini ditunjang oleh program kampanye yang ditawarkan Adnan.[2]

Program yang dia kampanyekan menjelang pemilu waktu itu adalah:

  1. Mengembalikan adzan ke dalam bahasa Arab. Karena Kamal Ataturk telah merubahnya ke bahasa Turki.
  2. Rakyat Turki dibolehkan pergi haji.
  3. Pembelajaran agama di sekolah dan membangun kembali madrasah.
  4. Menghapuskan intervensi negara dalam pakaian wanita. Wanita muslimah dibolehkan memakai hijab.

Begitu pemilu berlangsung, hasilnya betul-betul diluar dugaan para pengamat. Partai Demokrasi menang telak dengan raihan 318 kursi, dan partai Ataturk kalah telak dengan hanya 32 kursi. Maka terpilihlah Adnan Menderes sebagai PM pertama, dan ketua umum Partai Demokrasi Jalal Bayaar sebagai Presiden Turki.

Begitu beliau dilantik sebagai PM, beliau segera merealisasikan janji kampanyenya. Beliau langsungkan Sidang pertama kabinetnya pada awal bulan Ramadhan, dan beliau berikan hadiah Ramadhan yang mulia bagi seluruh rakyat Turki, berupa: Adzan kembali berbahasa arab, mencabut UU larangan pakaian muslimah, pendididkan agama di sekolah dan pemakmuran masjid.

Kemudian pada pemilu 1954, Adnan Menderes bersama partainya kembali menang telak. Sedangkan Partai Ataturk semakin terjungkal menjadi 24 kursi.

Adnan menderes melanjutkan program Islamisasinya. Dia buka pembelajaran bahasa Arab, tilawah Al Quran dan tafsirnya disemua jenjang pendidikan sampai SLTA. Beliau mendirikan 10 ribu masjid, 25 ribu sekolah tahfizh Quran, 22 ribu Sekolah khusus untuk menghasilkan para Khatib, muballigh dan da’i serta pengajar Al Quran. Dia berikan izin untuk terbitnya buku-buku dan majalah yang mengajak kembali kepada Islam. Masjid-masjid lama yang telah dijadikan gudang oleh rezim sebelumnya (Ataturk) dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah.

Dalam politik luar negerinya, Adnan menderes menjalin kedekatan hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab, dan mulai menjauh secara bertahap dari Israel. Obat-obatan dan barang dagangan asal Israel diperiksa dengan sangat ketat untuk bisa masuk ke Turki.

Tahun 1956 dia mengusir Dubes Israel. Akibatnya seluruh kekuatan anti Islam membidiknya. Upaya-upaya menjatuhkannya terus berlangsung. Bahkan beliau sempat selamat secara ajaib ketika pesawat yang beliau naiki bersama petinggi pemerintahan Turki lainnya jatuh pada tahun 1959.

Karena politiknya yang semakin dekat dengan Islam dan negara-negara Islam, akhirnya para jenderal militer melakukan kudeta pada tahun 1960, dengan berbagai tuduhan jahat yang mereka buat. Adnan Menderes syahid ditiang gantung kudeta militer.[1]

Kisah perjuangannya dalam membangun Islam di Turki -yang sebelum dia masih jadi negara sekuler (yang sesat, menyesatkan, berniat busuk) bikinan Atatürk- dikenal memerlukan perjuangan yang amat sulit. Rupanya, pemikiran Adnan menjadi inspirasi bagi Necmettin Erbakkan perdana menteri Turki tahun 1996. Dengan lantang, dia berseru bahwa dia adalah seorang “Islamis”. Pemikirannya ini membuat dia digulingkan pada tahun selanjutnya. Namun demikian,Recep Tayyip Erdogan -perdana menteri Turki yang sekarang ini- telah berhasil menggelorakan Islam di Turki secara perlahan. Jilbab di sana telah boleh dikenakan pegawai, mendukung kemerdekaan Ahlussunnah Suriah dari genggaman rezim Syiah Nushairiyah yang sesat sampai mendukung Muhammad Mursipresiden Mesir.[2]

Begitulah sejarah kelam militer Turki. Setiap kali Perdana Menteri membawa Islam ke Turki, menghidupkannya dan menyebarkannya, seperti Adnan Menderes, Najmuddin Arbakan dan Rajab Thoyyib Erdogan, maka nasibnya akan sama, selalu mereka kudeta.[1]

Perdana Menteri Turki
Masa jabatan
22 Mei 1950 – 27 Mei 1960
Presiden Mahmut Celal Bayar
Didahului oleh Semsettin Gunaltay
Digantikan oleh Cemal Gürsel
Informasi pribadi
Lahir 1899
Aydın, Kesultanan Usmaniyah
Meninggal 17 September 1961 (umur 62)
İmralı, Turki
Partai politik Republikan Liberal
Rakyat Republik (CHP)
Demokrat (DP)
Suami/istri Berrin Menderes
Alma mater Fakultas Hukum Universitas Ankara
Agama Islam

PicsArt_08-08-10.08.04

Referensi

  1. fpi.or.id/2016/07/tanyakan-kepada-para-pembenci-islamisasi.html?m=0
  2. id.wikipedia.org/wiki/Adnan_Menderes
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s