Google Maps Menghapus Palestina dari Peta

PicsArt_08-14-09.40.36

Baru-baru ini, masyarakat dikejutkan oleh tindakan Google yang ternyata menghapus wilayah Palestina dari aplikasi Maps.  Forum Jurnalis Palestina pun juga mengecam tindakan Google yang menghapus wilayahnya. Tidak hanya itu, Google mengklaim wilayahPalestina dengan mengganti namanya menjadi Israel sejak 25 Juli 2016.

“Google menghapus Palestina dari peta sebagai bagian dari skema Israel untuk menjadi negara terlegitimasi bagi generasi masa depannya dan menghapus Palestina,” tulis Forum Jurnalis Palestina seperti dikutip TribunSolo.com dari Middle East Monitor.

Forum ini pun mendesak Google agar segera mengembalikan Palestina seperti sedia kala. Jika dicek melalui Google Maps, benar saja, tidak tertera sedikitpun nama Palestina. Coba saja ketikkan nama Palestina atau Palestine pada Google Maps. Maka yang akan didapatkan adalah Yerusalem, Gaza dan Israel.

Kini, Palestina tidak ada di Google Maps.  Tentu hal ini menuai berbagai respons dari kalangan internasional. Banyak yang memberikan tanggapannya melalui berbagai tagar, seperti #DimanaPalestina, #SavePalestina hingga #PalestinaMasihAda.

Tidak hanya melalui tagar, tapi juga melalui petisi online yang dibuat oleh Zak Martin. Petisi tersebut berjudul GOOGLE: Put Palestine On Your Maps! dan dapat dicek melalui laman ini,https://www.change.org/p/google-inc-google-put-palestine-on-your-maps.

Petisi akan dikirim jika sudah mencapai 150 ribu tanda tangan. Dan hingga pada Senin (8/8/2016), petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 125 ribu pendukung.[1]

Dilansir Al Arabiya, Rabu (10/08/2016), juru bicara Google akhirnya merespons petisi tersebut setelah pemberitaan meluas. Raksasa TI Amerika Serikat itu mengklaim memang belum mengakui keberadaan negara Palestina.

“Memang belum ada label Palestina dalam Google Maps, kendati demikian kami menemukan adanya bug dalam sistem yang menghapus label ‘Tepi Barat’ dan ‘Jalur Gaza’. Kami secepatnya akan menaruh label tersebut ke dalam map,” ujar jubir Google.

Merujuk informasi di petisi tersebut, dulunya ada garis batas merah membedakan wilayah Israel dengan Tepi Barat ataupun Jalur Gaza. Belakangan garis titik-titik merah itu hilang.

Google menyatakan adanya gangguan soal peta wilayah ini sangat mungkin terjadi, karena akurasi Maps ditentukan pula oleh sumbangan data dari netizen di lokasi masing-masing.

“Data yang ada pada kami meliputi informasi seperti nama tempat, perbatasan, dan peta jalan berasal dari kombinasi dari pihak penyokong ke tiga dan sumber publik. Hal tersebut membantu kami menyediakan tampilan map yang komprehensif. Hal itu juga mengartikan bahwa data yang kami miliki akan sangat mungkin bervariasi,” kata Google.

Forum Jurnalis Palestina telah menuding Google secara sengaja menghilangkan Palestina di peta internet sejak 25 Juli. Mereka mengecam sikap Google yang dinilai menjadi antek Israel. Google sebetulnya telah resmi mengakui Palestina sebagai negara. Pada Mei 2013, semua layanan Google tidak lagi menyebut ‘Teritori Palestina’ melainkan cukup ‘Palestina’ saja.

Google Maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau angkutan umum.

Google Maps dimulai sebagai program desktop C++, dirancang oleh Lars dan Jens Eilstrup Rasmussen pada Where 2 Technologies. Pada Oktober 2004, perusahaan ini diakuisisi oleh Google, yang diubah menjadi sebuah aplikasi web. Setelah akuisisi tambahan dari perusahaan visualisasi data geospasial dan analisis lalu lintas, Google Maps diluncurkan pada Februari 2005. Layanan ini menggunakan Javascript, XML, dan AJAX. Google Maps menawarkan API yang memungkinkan peta untuk dimasukkan pada situs web pihak ketiga, dan menawarkan penunjuk lokasi untuk bisnis perkotaan dan organisasi lainnya di berbagai negara di seluruh dunia. Google Map Maker memungkinkan pengguna untuk bersama-sama mengembangkan dan memperbarui pemetaan layanan di seluruh dunia.

Tampilan satelit Google Maps adalah “top-down”. Sebagian besar citra resolusi tinggi dari kota adalah foto udara yang diambil dari pesawat pada ketinggian 800 sampai 1.500 kaki (240–460 meter), sementara sebagian besar citra lainnya adalah dari satelit. Sebagian besar citra satelit yang tersedia adalah tidak lebih dari tiga berusia tahun dan diperbarui secara teratur. Google Maps menggunakan varian dekat dari proyeksi Mercator, dan karena itu Google Maps tidak dapat secara akurat menunjukkan daerah di sekitar kutub.

Google Maps untuk seluler dirilis pada bulan September 2008. Pada Agustus 2013, Google Maps bertekad untuk menjadi aplikasi yang paling populer di dunia untuk ponsel cerdas, dengan lebih dari 54% dari pemilik ponsel cerdas di seluruh dunia menggunakannya setidaknya sekali.

Google telah meluncurkan fitur baru yang dibenamkan pada Google Maps, Yaitu Maps GL. Menurut Google, mereka telah membuat ulang Google Maps dari awal. Maps yang disempurnakan ini memberikan kinerja yang lebih baik, grafis 3D yang lebih kaya, transisi halus antara citra, rotasi tampilan 45°, akses yang lebih mudah ke Street View, dan beberapa fitur lain.[2]

“Keputusan Google menghapus Palestina dari peta adalah bagian dari skema Israel untuk menjadi negara terlegitimasi bagi generasi masa depannya dan menghapus Palestina,” katanya, dikutip laman Middle East Monitor,Jumat (05/08/2016).

“Ini merupakan skema untuk membumikan nama Israel sebagai negara yang sah untuk generasi mendatang dan menghapus nama Palestina untuk selamanya,” tulis pernyataan forum tersebut.

Forum Jurnalis Palestina menegaskan, langkah Google itu bertentangan dengan semua norma dan konvensi internasional. Mereka menekankan Google harus menarik kembali perubahan nama Palestina dalam Google Maps tersebut.

Forum mendesak Google untuk segera mengembalikan Palestina seperti sedia kala. Pasalnya, Google telah gagal mengutak-atik sejarah Palestina dan Arab di mata dunia. Kini tidak ada Palestina diGoogle Maps. Saat kata kunci Palestine diketik, Google Mapsmengarahkan pada Yerusalem dan Gaza.[3]

Apple Maps Juga Menghapus Palestina dari Peta

Berita mengenai Google Maps yang menghapus negara Palestina dari peta, sempat menuai banyak perhatian media dalam beberapa hari lalu. Setelah dicek lebih lanjut, tim MakeMac juga menemukan hal yang sama di layanan Apple Maps.

PicsArt_08-14-09.43.52

Dari hasil percobaan, ketika kamu memasukkan kata pencarian Palestine di app Maps (OS X El Capitan atau perangkat iOS 9) tidak muncul nama negara tersebut. Hanya muncul sebuah koordinat – seakan negara tersebut “tidak terdaftar”. Menurut sumber informasi lamanMEMO (via Forum Jurnalis Palestina), Googlemelakukan hal ini atas permintaan Israel untuk membuat negaranya lebih dikenal dan menghapus Palestina dari generasi yang akan datang.

the forum said Google’s decision to remove Palestine from its maps on 25 July “is part of the Israeli scheme to establish its name as a legitimate state for generations to come and abolish Palestine once and for all.[4]

Bos Google pun “Dihapus” dari Dunia Secara Mengenaskan

PicsArt_08-14-07.46.52

Pasca geger penghapusan peta Palestina itu, Google mengalami musibah. Salah seorang  petinggi Google tewas dengan cara mengenaskan.

Wanita berusia 27 tahun bernama Vanessa Marcotte, ditemukan tewas di sebuah hutan kota dan diduga diperkosa sebelum dibunuh kala tengah jogging sore, di Princeton, Massachussets.

Vanessa yang diketahui merupakan seorangaccount manager di perusahaan teknologi raksasa, Google yang berkantor di cabang New York, terakhir kali terlihat oleh keluarganya pada Minggu, 7 Agustus pukul 1 siang waktu setempat.

Vanessa berada di Princeton dalam rangka mengunjungi ibunya. Tapi setelah pamit untuk olahraga jogging pukul 1-4 petang waktu setempat, Vanessa tak pernah pulang lagi. Ibunya pun menelefon polisi untuk meminta bantuan pencarian.

Namun Vanessa ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah hutan kota dengan bantuan anjing pelacak sekira pukul 8.20 malam waktu setempat, tak jauh dari rumah ibunya dekat Brooks Station Road.

Dari investigasi awal, diduga Vanessa mengalami kekerasan seksual, pemerkosaan, hingga akhirnya dibunuh. Selain ada tanda-tanda kekerasan seksual di tubuhnya, polisi juga menemukan beberapa luka bakar di tangan, kepala dan kakinya.

Meski begitu, polisi belum bisa menentukan bagaimana Vanessa tewas. Oleh karenanya, polisi pun harus lebih dulu melakukan autopsi. “Kita mendapati beberapa fakta mengerikan, keadaan yang mengerikan,” tutur Jaksa Distrik Worcester, Joseph Early Jr, disadurDaily Mail, Selasa (9/8/2016).

Terkait kesamaan kasus dengan misteri kasus Karina Vetrano, pejoging yang juga diperkosa dan dibunuh, Early menyatakan belum melihat ada keterkaitan atau kesamaan pelaku. “Saat ini tidak ada dugaan keterkaitan (dengan kasus Vetrano),” tambahnya.

Sementara itu Google, tempat Vanessa sehari-hari berkantor, turut merilis pernyataan duka. “Vanessa Marcotte sangat dicintai oleh tim Google,” tulis pernyataan Google. “Dia sudah bekerja di kantor kami di New York selama satu setengah tahun dan sosoknya dikenal selalu tersenyum, bergairah dalam pekerjaannya dan mencintai olahraga Boston. Kami sangat syok dan berduka. Simpati kami untuk keluarga dan teman-temannya,” lanjut pernyataan tersebut.[5]

Screenshot_2016-08-14-21-45-59_1

Referensi

  1. solo.tribunnews.com/2016/08/08/google-terbukti-hapus-palestina-dari-peta-netizen-ramai-ramai-tanda-tangani-petisi-online
  2. simomot.com/2016/08/10/pengakuan-google-tak-cantumkan-palestina-di-maps/
  3. hidayatullah.com/berita/internasional/read/2016/08/06/98960/google-sengaja-hapus-peta-palestina-di-google-map.html#.V7BgTcQxXqA
  4. makemac.com/google-maps-dan-apple-maps-menghapus-palestina-dari-peta/
  5. panjimas.com/news/2016/08/10/hapus-peta-palestina-bos-google-dihapus-dari-dunia-secara-mengenaskan/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s