Punthuk Setumbu

Screenshot_2016-08-15-14-07-13_1

Punthuk Setumbu


Punthuk Setumbu merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise dengan latar Gunung Merapi Merbabu. Dari tempat ini wisatawan juga bisa melihat megahnya Candi Borobudur di pagi hari yang terkurung lautan kabut.

Eksotisme pemandangan mentari yang terbit di pagi hari selalu menjadi magnet yang memukau bagi para wisatawan. Karena itu tak heran jika tempat-tempat wisata yang menyajikan pemandangan sunrise selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sebut saja Gunung Bromo di Jawa Timur, Bukit Sikunir di Dieng Jawa Tengah, dan Bukit Punthuk Setumbu di Magelang.

Dari ketiga tempat tersebut, Bukit Punthuk Setumbu memiliki pemandangan pagi yang berbeda. Selain bisa menyaksikan mentari yang menyembul perlahan dari Gunung Merapi atau Merbabu, wisatawan juga bisa menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dari ketinggian. Tentu saja ini menjadi keuntungan tersendiri. Tak heran jika akhirnya Punthuk Setumbu menjadi lokasi favorit menyaksikan sunrise bagi wisatawan asing dan juga spot favorit para fotografer.

Punthuk Setumbu merupakan sebuah bukit setinggi kurang lebih 400 meter dpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh. Dulunya tempat ini merupakan ladang penduduk. Namun setelah seorang fotografer mengabadikan gambar sunrise borobudur nan epik dari tempat ini, orang-orang pun berdatangan untuk mengunjungi tempat ini guna menyaksikan sunrise.

Wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Borobudur di kala fajar disarankan untuk tiba di tempat ini sebelum pukul 05.00 WIB. Dari parkiran yang ada di kaki bukit, wisatawan harus trekking sekitar 15 menit untuk mencapai puncak dengan rute berupa jalan makadam dan tanah. Bagi yang tidak kuat trekking hingga puncak, tak jauh dari tempat parkir terdapat gazebo di mana wisatawan sudah bisa menyaksikan Borobudur dari kejauhan.

Puncak Punthuk Setumbu berupa pelataran luas yang dikelilingi pagar pembatas. Di tempat ini terdapat rumah panggung, gazebo, dan kursi-kursi kayu yang bisa digunakan duduk menanti mentari terbit. Meskipun perjalanan treking di pagi hari sedikit melelahkan, namun hal tersebut akan terbayar lunas saat menyaksikan sapuan kabut borobudur yang perlahan terangkat naik dan mentari yang muncul dari balik gunung dengan malu-malu.

Waktu Terbaik Mengunjungi Punthuk Setumbu

Bagi wisatawan maupun fotografer yang ingin mengabadikan sunrise dari Punthuk Setumbu, maka waktu terbaik untuk datang ke tempat ini adalah saat musim kemarau yaitu sekitar bulan Juni hingga Agustus. Pada bulan-bulan ini matahari dapat terlihat dengan jelas tanpa diselimuti mendung sehingga bisa mendapatkan momen yang indah.

Selain itu trek menuju bukit tidak becek seperti saat musim hujan. Sedangkan jika ingin memotret Candi Borobudur berselimutkan kabut, pengunjung bisa datang kapan saja.

Lokasi dan Akses Ke Punthuk Setumbu

Via: Google Maps

Via: Google Maps


Bukit Punthuk Setumbu terletak tidak jauh dari Candi Borobudur, tepatnya di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang. Dari Yogyakarta dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Wisatawan yang ingin menikmati keindahan sunrise dari Bukit Punthuk Setumbu wajib membayar retribusi sebesar Rp.15.000,- / orang.[1] Dan untuk mancanegara sebesar Rp. 30.000,-. Ini yang saya sayangkan karena menurut saya pribadi, tarif Rp. 15.000,- masih terlalu besar untuk penduduk lokal. Apalagi dengan pendapatan penduduk di sekitar Kota dan Kabupaten Magelang yang nota bene masih ber-UMK rendah.[3]

Untuk mencapai bukit ini bukanlah perkara yang sulit sebab sudah terdapat petunjuk arah menuju lokasi. Dari depan Taman Wisata Candi Borobudur silakan melaju menuju Hotel Manohara, kemudian lurus terus ke arah perbukitan Menoreh. Tak jauh dari situ ada pertigaan dan petunjuk arah bertuliskan Borobudur Nirvana Sunrise. Silakan belok kanan mengikuti petunjuk arah hingga sampai di tempat parkir Bukit Punthuk Setumbu.[1]

Gereja Ayam

Screenshot_2016-08-15-14-09-03_1

Gereja Ayam


Bagi Anda yang mungkin mau mudik ke daerah Magelang dan Jogjakarta jangan lupa untuk mampir ke lokasi suting film AADC2. Salah satunya Rumah Doa Bukit Rhema. Gerja ayam juga bisa dilihat dari Punthuk Setumbu.

Rumah doa ini sering juga disebut sebagai Gereja Ayam oleh penduduk lokal. Letaknya di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah.

Lokasi dan Akses Ke Punthuk Setumbu

Via: Google Maps

Via: Google Maps


Jaraknya dari Yogyakarta sekitar 45 kilometer. Pemandangan dari ketinggian memikat disaksikan dari tempat ini ketika pagi hari.

Lokasinya tersembunyi cukup jauh, yakni di perbukitan Magelang, Jawa Tengah, namun namanya kini tengah mendunia. Bangunan yang diprakarsai oleh Daniel Alamsjah dikenal dengan sebutan Gereja Ayam.

Ini karena bentuknya mirip seekor ayam yang tengah duduk di tanah di bagian kepalanya terdapat sebuah mahkota. Bentuk bangunannya cukup besar, di mana bagian dalamnya terdapat ruang besar dan kamar-kamar.

Hanya saja, Daniel Alamsjah mencoba meluruskan bahwa bangunan itu bukanlah berbentuk ayam, melainkan burung merpati.

Hampir setiap tahun, bangunan ini didatangi wisatawan lokal maupun asing. Sebagian mengabadikan foto-foto bangunan itu lalu diunggah di media sosial.

Daniel yang asal Jakarta mengungkapkan awal muasal mendirikan bangunan itu. Dalam ceritanya seperti dilansir dailymail.uk, sebelumnya dia mendapat pesan dari Tuhan untuk membangun sebuah rumah ibadah dengan bentuk burung merpati.

“Mungkin karena saya umat Kristen, banyak orang berfikir saya sedang membangun sebuah gereja. Tapi saya tegaskan itu bukan gereja. Saya membangun sebuah rumah doa tempat bagi orang-orang yang percaya pada Tuhan,” kata pria berusia 68 tahun itu.

Seusai memperoleh ilham dari mimpinya, pada tahun 1989, Daniel dalam perjalanan Magelang, di mana keluarga istrinya berasal.

Saat itu dia melihat sebuah pemandangan yang indah di perbukitan. Rupanya, pemandangan itu sama persis dengan yang ada dalam mimpinya.

“Saya berdoa sepanjang malam di sana dan saya mendapat wahyu bahwa saya harus membangun rumah doa di tempat itu,” katanya.

Satu tahun kemudian, Daniel membeli lahan dari warga setempat seluas 3.000 meter persegi dengan harga sekitar Rp 2 juta. Pembayaran dilakukan dengan cara mencicil sampai akhirnya lunas dalam empat tahun. Hanya saja, bangunan itu tak selesai sempurna karena keterbatasan dana serta pertentangan dari warga sekitar.

Rumah Pengobatan

Saat ini, bangunan itu dalam kondisi tidak terawat. Dinding-dindingnya tanpa cat terus mengelupas di makan cuaca, juga ulah vandalisme mengotori bangunan yang penuh lumut itu.

Banguan itu sempat menjadi lokasi beribadah warga dari berbagai agama, termasuk Buddha, Islam, dan Kristen, dengan cara mereka sendiri. Selain itu, bangunan itu juga pernah digunakan sebagai pusat rehabilitasi.

Alamsjah menegaskan rehabilitasi di rumah doa ini adalah untuk terapi bagi anak-anak cacat, pecandu narkoba, orang gila dan pemuda terganggu.

Rumah Doa itu resmi ditutup tahun 2000 karena biaya konstruksi yang terlalu tinggi, tetapi banyak terus mengunjungi situs yang indah di Indonesia.

Wasno, warga Desa Gombong adalah salah satu dari 30 penduduk setempat yang membantu Alamsjah. Wasno juga ikut merasakan manfaat dari kehadiran bangunan Gereja Ayam itu. Dia menyediakan lahan rumahnya di kaki bukit untuk parkir pengunjung.

Terkenal melalui media sosial, Gereja Ayam telah menjadi sorotan para traveller, seperti Putri normalità yang mengabadikan bangunan itu dan diunggah lewat media sosial.

“Ada sangat sedikit cerita tentang bangunan, tetapi banyak wisatawan penasaran ingin mengunjunginya, atau bahkan berniat menikah di sana. Boleh jadi karena kandungan cerita misteri yang membuat orang ingin datang melihatnya,” kata Putri.

“Ada banyak nama untuk bangunan ini, misalnya: Gereja Chicken, Gereja Bird, Gereja Dove, Pigeon Hill dan banyak nama lainnya,” lanjut Putri.

Wisatawan lain menggambarkan bagaimana lima dari delapan pilar memegang bangunan hingga kini runtuh.

Alek Kurniawan mengatakan, “Ini adalah yang paling aneh, ternyata kamar ini bertingkat. Ruang atas digunakan sebagai aula gereja. Sementara di ruang bawah tanah, ada kamar seperti kamar tidur dan kamar mandi.”

Kamar itu sulit ditemukan jika tidak pengunjung yang masuk ke dalam bangunan tidak membekalinya dengan senter. Beberapa kamar, kata Alek, menjadi sarang kelelawar.

“Ada 15 kamar seperti kamar tidur dan 1 kamar dengan 3 kamar mandi. Ada satu pintu lagi kita tidak masuk. Banyak juga grafiti di dinding, misalnya kata-kata buruk dan gambar wanita telanjang ditemukan,” katanya.[2]

Bagi saya pribadi yang beragama Islam, jelas tidak dibenarkan berdoa dalam satu tempat dengan berbagai agama. Ini adalah efek pluralisme. Tepatnya, pluralisme yang kebablasa. Yang kita perlukan adalah gotong royong dan saling menghargai antar pemeluk agama, bukan membangun tempat atau rumah doa untuk semua agama.[3]

Galeri Foto

Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu


Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu


Screenshot_2016-08-15-14-07-45_1

Punthuk Setumbu


 

Screenshot_2016-08-15-14-07-35_1

Punthuk Setumbu


 

Screenshot_2016-08-15-14-07-25_1

Punthuk Setumbu


 

Screenshot_2016-08-15-14-07-20_1

Punthuk Setumbu


Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu


Gereja Ayam

Gereja Ayam


Screenshot_2016-08-15-13-55-25_1


Gereja Ayam


 

Screenshot_2016-08-15-14-08-42_1


Gereja Ayam


 

Screenshot_2016-08-15-13-56-09_1

Gereja Ayam


 

Screenshot_2016-08-15-13-57-49_1

Gereja Ayam


Screenshot_2016-08-15-13-58-47_1


Gereja Ayam


 

Screenshot_2016-08-15-13-59-35_1

Gereja Ayam


Referensi

  1. njogja.co.id/sleman/bukit-punthuk-setumbu-menyaksikan-sunrise-borobudur-dari-ketinggian/
  2. wartakota.tribunnews.com/2016/06/17/gereja-ayam-tersembunyi-di-balik-hutan-memiliki-misteri-dan-hebohkan-dunia
  3. Opini pribadi
  4. Berbagai sumber gambar
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s