Ngaku Pemikir dan Analis, Anak Ini Tuding Pembawa Doa di Gedung MPR Sebagai Setan

Screenshot_2016-08-21-06-35-04_1

Doa Muhammad Syafi’i pada penutupan Sidang Paripurna MPR setelah Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo terus menjadi buah bibir. Doa yang menggemparkan itu dinilai tepat oleh banyak orang karena mencerminkan kondisi dan doa masyarakat. Namun, tidak demikian bagi Alifurrahman S Asyari.

Pria yang mengaku analyst dan pemikir itu menyamakan Muhammad Syafi’i dengan setan. Hal itu tercermin dari tulisannya berjudul “Ketika Setan Pimpin Doa di Gedung MPR” yang kontroversial.

Alifurrahman beralasan, 80% isi doa yang dipanjatkan Muhammad Syafi’i berisi keluhan.

“Kembali ke soal doa di gedung DPR, itu sudah tidak bisa lagi disebut doa. Dan tidak layak diucapkan di tempat umum, atas nama doa, karena salah menurut ajaran agama Islam. Karena materinya 80% mengeluh,”tulisnya.

Tentu saja, tulisan Alifurrahman itu menuai kontroversi. Sebagian netizen setuju dengannya bahwa doa Muhammay Syafi’i tidak tepat, namun banyak netizen yang menilai doa tersebut tidak salah. Yang lebih dipersoalkan adalah menyamakan Muhammad Syafi’i dengan setan. Apalagi, Alifurrahman tidak menyertakan dalil dalam tulisannya tersebut.

“Kasihan banget, ada yang tersinggung, membahas doa dalam Islam, tapi tidak merujuk pada satupun dalil hadits atau Qur an. Kalimat dan judul saja sudah mencerminkan sakit hati atau kepanasan akan doa tersebut. Dengan membuat komposisi bahasa seperti ini anda tidak lebih seperti setan yang anda maksud,”kata Irfan Tiakoly.

“Doa tersebut ga melecehkan siapa-siapa… ga ada yang salah…,” kata Tutu Muhtadi.

Seperti ditranskrip Bersamadakwah, berikut ini petikannya:

“Wahai Allah, memang semua penjara overcapacity tapi kami tidak melihat ada upaya untuk mengurangi kejahatan karena kejahatan seperti diorganisir, wahai Allah. Kami tahu pesan dari sahabat Nabi-Mu, bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat bukan karena penjahat yang hebat tapi karena orang-orang baik belum bersatu atau belum mempunyai kesempatan di negeri ini untuk membuat kebijakan-kebijakan baik yang bisa menekan kejahatan-kejahatan itu.”

Ya Rabbal ‘alamin, lihatlah kehidupan ekonomi kami. Bung Karno sangat khawatir bangsa kami akan menjadi kuli di negeri kami sendiri. Tapi hari ini, sepertinya kami kehilangan kekuatan untuk menyetop itu bisa terjadi. Lihatlah Allah, bumi kami yang kaya dikelola oleh bangsa lain dan kulinya adalah bangsa kami

 

Ya rabbal aalamin. Kehidupan sosial budaya, seperti kami kehilangan jati diri bangsa ini, yang ramah, yang santun, yang saling percaya. Ya Rabbal ‘alamin Kami juga belum tahu bagaimana kekuatan pertahanan dan keamanan bangsa ini kalau suatu ketika ada bangsa lain akan menyerang bangsa kami. Ya Rahman ya Rahim, tapi kami masih percaya kepada-Mu, bahwa ketika kami masih mau menadahkan tangan kepada-Mu, itu berarti kami masih mengakui Engkau adalah Tuhan kami, Engkau adalah Allah yang Maha Kuasa

 

Jauhkan kami dari pemimpin yang khianat yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasaannya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini, tapi seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat. Di mana-mana rakyat digusur tanpa tahu ke mana mereka harus pergi. Di mana-mana rakyat kehilangan pekerjaan, Allah di negeri yang kaya ini ini rakyat ini outsourcing, wahai Allah. Tidak ada jaminan kehidupan mereka. Aparat seakan begitu antusias untuk menakuti rakyat. Hari ini di Kota Medan di Sumut, 5000 KK rakyat Indonesia sengsara dengan perlakuan aparat negara, ya Rabbal ‘alamin.

Allah, lindungilah rakyat ini, mereka banyak tidak tahu apa-apa. Mereka percayakan kendali negara dan pemerintahan kepada pemerintah. Allah, kalau ada mereka yang ingin bertaubat, terimalah taubat mereka ya Allah. Tapi kalau mereka tidak bertaubat dengan kesalahan yang dia perbuat, gantikan dia dengan pemimpin yang lebih baik di negeri ini Ya Rabbal ‘alamin.”

Alifurrahman, Anak yang Sebut Pembaca Doa di Sidang Paripurna sebagai Setan, Ternyata Kecebong dan Ahoker

Screenshot_2016-08-21-06-38-42_1

Nama Alifurrahman (pada foto diatas: kedua dari kanan) menjadi pembicaraan di internet maupun media sosial karena melalui situs seward, ia menulis artikel dengan judul “Ketika Setan Pimpin Doa di Gedung MPR.”

Terkait tulisannya itu Alifurrahman bisa dikatakan pendukung Joko Widodo (Jokowi). Hal ini terlihat dari Facebook miliknya terpasang foto dia bersama dengan kompasianer (anggota Kompasiana) bersama Presiden Jokowi.

Bahkan isi dari akun Facebook miliknya yang beralamat di https://www.facebook.com/alifurrahmans. Dari sini pembaca bisa melihat posting maupun foto-foto kegiatan Alifurrahman.

Tidak hanya itu, di Facebook miliknya itu, terlihat Alifurrahman ini juga pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Berdasarkan penelusuran suaranasional, di Kompasiana, Alifurrahman menggunakan nama Alan Budiman.

Berdasarkan pengakuan di Kompasiana itu, Alifurrahman alias Alan ini alumni TMI (Tarbiyatul Muallimien Al-islamiyah) Al-amien Prenduan Madura. [suaranasional]

Sayang sekali, ilmunya tidak dipakai. Kitab suci al-Qur’an yang jelas-jelas mengharamkan mendukung pemimpin kafir malah dia dukung.

Dikritik Gak Mau, Didoain Kepanasan. Terus Maunya Apa?

Kemarin Bilangnya Pemimpin Itu Jangan Dihujat Tapi Dido’akan

Sudah Dido’akan Malah Kepanasan

Jadi Bingung, Jokower Maunya Apa…?

Ketika publik banyak mengkritik pemerintahan Jokowi yang gagal dalam mengelola negara,

harga-harga meroket tinggi,

daya beli masyarakat turun,

pengangguran meningkat,

janji ekonomi meroket tapi malah nyungsep,

janji jungkir balikan harga tapi malah makin naik,

ngomong duitnya ada.. duitnya ada.. tapi kenyataan APBN dipangkas,

i don’t read what i sign,

amatiran melantik warga negara asing sebagai menteri,

Ketika seabrek kegagalan demi kegagalan itu mendapat sorotan tajam dan kritik pedas dari publik…

tiba-tiba Jokower tampil dengan nasihat sok bijak “Muslim yang baik tidak menghujat pemimpin, tapi mendo’akan pemimpinnya”.

Ehhh… giliran didoa’kan langsung dihadapan Jokowi, kalian malah mem-bully Romo Muhammad Syafi’i.

Screenshot_2016-08-21-06-46-36_1 Screenshot_2016-08-21-06-46-23_1

Jadi Bingung, Maunya Apa…?

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s