Pulau Socotra

Citra satelit Suquthra 12°29′20,97″LU 53°54′25,73″BT / 12,48333°LU 53,9°BT (wikipedia)

Citra satelit Suquthra 12°29′20,97″LU 53°54′25,73″BT / 12,48333°LU 53,9°BT (wikipedia)


Dari semua pulau misterius yang ada di dunia, Socotra bisa dikatakan jadi salah satu yang paling merepresentasikan kemisteriusan tersebut di antara semuanya. Bagaimana tidak, pulau satu ini seperti tak terpengaruh waktu dan tidak berubah selama ribuan tahun lebih. Apa yang kita jumpai hari ini di sana, tak ada bedanya dengan ribuan tahun lalu.

Suquthra atau Sokotra (bahasa Arab:سُقُطْرَى/Suquṭhra) adalah kepulauan kecil yang terletak di Samudera Hindia. Kepulauan ini terletak 80 km sebelah timur dari Tanduk Afrika, dan 380 km sebelah selatan dariJazirah Arab.[1] Kepulauan ini sangat terisolasi, sehingga 1/3 dari floranya tidak dapat ditemui di tempat lain selain di kepulauan ini.

Sokotra merupakan bagian dari wilayah Republik Yaman. Pulau ini sudah lama menjadi bagian Kegubernuran ‘Adan, namun pada tahun 2004 masuk Kegubernuran Hadhramaut, yang lebih dekat ke kepulauan tersebut ketimbang Adan (walaupun kegubernuran yang terdekat adalah Al-Mahrah).

Bukan tanpa alasan kenapa Socotra seolah seperti tak terjamah zaman. Ya, pulau satu ini sangat jarang disinggahi orang-orang luar pulau, sehingga apa yang ada di dalamnya seperti tak pernah terusik. Alasan kenapa jarang disinggahi, mungkin karena letak Socotra sendiri yang agak sedikit aneh. Kalau dilihat dari peta, Socotra terletak di Timur tanduk Afrika (Somalia) sejauh 240 kilometer. Sedangkan kalau dilihat dari Yaman posisi Socotra ada di selatan sejauh 380 kilometer.

Socotra, sebuah pulau terpencil di samudera Hindia yang terletak di antara Yaman-Somalia dengan tanaman berusia hingga 20 JUTA tahun dan merupakan rumah bagi sekitar 800 spesies langka flora dan fauna. Baru-baru ini pulau Socotra dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Pulau Sokotra yang terpencil dihuni oleh 1.142 spesies endemik: flora dan fauna yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Berbagai spesies ini telah menyesuaikan diri dengan rentang suhu, tingkat kelembaban, dan ketinggian (secara unik beradaptasi terhadap panas, gersang dan kerap disapu angin)

Sepertiga dari spesies endemik ditemukan di kepulauan samudra Hindia ini. Pohon-pohon dan beberapa varietas tanaman di pulau ini telah berevolusi dengan iklim berlawanan yang mengejutkan selama 20 juta tahun. Pegunungan Haghier merupakan tempat yang menarik dihuni oleh seratus spesies endemik.

Padang Pasir Pulau Socotra

Padang Pasir Pulau Socotra


Para ilmuwan berpendapat bahwa makhluk hidup yang ada di pulau Socotra adalah sejenis makhluk hidup yang berasal dari masa lampau dan belum pernah teridentifikasi sebelumnya. Menurut mereka, Pulau Socotra terbentuk sejak jutaan tahun lalu dengan kondisi yang sama seperti saat ini. Bentuk dan keberadaan pulau ini tidak pernah terganggu oleh pergerakan geologi dari wilayah bumi lainnya.

Karena sejak dahulu tidak terjamah, maka habitat di pulau ini menjadi bersifat endemik yaitu tidak ditemukan di daerah lain. Dunia wisata menyebut pulau ini sebagai ‘Dunia Yang Hilang” (The Lost World).

Pemandangan pulau terpencil “Socotra Island” tampak seolah-olah datang dari film sci-fi, tetapi sebenarnya telah berevolusi dari tidak terlihat menjadi terlihat seperti “dunia yang hilang”, karena pulau ini telah terpisah dari daratan Afrika selama sekitar 6-7 juta tahun yang lalu.

Sama seperti Kepulauan Galapagos, Socotra dikenal luar biasa bagi kehidupan satwa liar. Pulau Socotra adalah rumah bagi sekitar 800 spesies langka flora dan fauna, dan merupakan sepertiga dari semua spesies yang ditemukan di planet bumi.

Terletak di Samudera Hindia, sekitar 250km dari Somalia dan 340 km dari Yaman. Lingkungannya sangat keras. Pulau ini terdiri dari pantai berpasir yang luas, gua kapur serta pegunungan menjulang tinggi yang menciptakan pemandangan panas dan kering yang khas.

Pohon-pohon dan beberapa varietas tanaman lainnya di pulau ini telah berevolusi sesuai dengan iklim yang berlawanan selama 20 juta tahun.

Hanya Hawaii, Kaledonia Baru dan Kepulauan Galapagos yang memiliki banyak spesies endemik setelah dilakukan survei lapangan botani yang dipimpin oleh Pusat Tanaman Timur Tengah, yang merupakan bagian dari Royal Botanic Gardens di Edinburgh. Mereka menemukan bahwa 307 dari 825 spesies hanya bisa ditemukan di pulau tersebut, sedangkan beberapa lainnya ada tempat lain di Bumi.

Pulau Socotra merupakan salah satu tempat paling terpencil dari benua aslinya yang ada di bumi, yang dulunya pernah menjadi bagian dari super benua Gondwana, yang kemudian terpisah pada zaman Miosen.

Pohon darah naga (Dracaena cinnabari) yang berbentuk payung dengan kanopi padat digunakan dalam sihir pada abad pertengahan. Keanehan pohon Darah Naga ini terletak pada getahnya yang berwarna merah. Selain itu bentuknya yang seperti payung pun memang terlihat unik. Banyak yang menganggap bahwa getah pohon ini dapat dijadikan obat dan bahan pewarna. Mereka tumbuh di daerah pendakian gurun dengan batang bulat yang menarik.

Selain itu masih banyak jenis flora lain yang belum ditemukan di tempat lain seperti pohon Delima Socotra, Dorstenia, dan pohon Dendrosicyos.

Lambang botanis sokotra, pohon suji darah, cabangnya menghadap ke atas untuk menyerap lembab dari kabut di dataran tinggi. Bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno memanfaatkan kekayaan alam Sokotra seperti: getah aromatis (kemenyan), sari lidah buaya yang berkhasiat, dan getah merah darah dari pohon suji darah yang digunakan sebagai obat dan bahan pewarna karya para seniman.

Dari atas ke bawah: Pohon Darah Naga, Pohon Dorstenia Socotra dan Pohon Dendrosicyos Socotra (101dunia.com).

Dari atas ke bawah: Pohon Darah Naga, Pohon Dorstenia Socotra dan Pohon Dendrosicyos Socotra (101dunia.com).


Dorstenia gigas, pohon ara berbentuk bulat, myrrhs, dan lidah buaya langka serta sederet tmbuhan endemik lainnya tumbuh di bebatuan merah di tebing Maalah dekat desa Qulansiyah, di ujung barat Sokotra. 

Penduduk Socotra (boombastis.com)

Penduduk Socotra (boombastis.com)


Meskipun terpencil, Socotra ternyata memiliki penduduk. Menurut data yang ada, setidaknya ada 40 ribu jiwa yang mendiami pulau ini. Tapi, para penduduk tidak meluas penyebarannya. Mereka hanya terpusat di beberapa tempat saja. Dan senada dengan identitas Socotra yang identik dengan hal unik dan aneh, penduduk pulau ini pun ternyata demikian pula.

Keanehan penduduk Socotra adalah mereka seolah tak tersentuh peradaban modern. Menurut seorang pembuat film dokumenter bernama Charler Cardelus yang pernah mengangkat warga Socotra sebagai film, penduduk di sini seolah terperangkap waktu. Adat istiadatnya masih sama seperti ribuan tahun lalu. Bahkan termasuk perdagangan, mereka masih memakai sistem barter. Tapi, sepertinya pemandangan penduduk yang tak tersentuh ini bakal berubah perlahan. Ya, pengaruh barat ternyata sedikit demi sedikit mulai mengenyahkan identitas orang Socotra.

Pulau Socotra telah digambarkan sebagai Galapagos di Samudera Hindia serta “tempat yang paling asing di bumi”.

Pulau ini memiliki tiga medan geografis yang berbeda. Ada dataran pantai yang sempit, sebuah dataran tinggi batu kapur dan pegunungan setinggi 1.500 meter.

Pulau ini merupakan bagian dari Republik Yaman, tetapi ada perdebatan mengenai di mana ia mendapat namanya, dengan beberapa orang yang mengklaim bahwa itu berasal dari bahasa Sansekerta, sebutan untuk pulau bahagia. Namun, nama ini juga bisa datang dari bahasa Arab “sug” yang berarti pasar dan “gotra” yang artinya tetes kemenyan.

Tidak hanya tumbuh-tumbuhan, pulau Socotra juga kaya akan hewan yang cantik namun belum pernah ditemukan di tempat lain. Di antara berbagai hewan yang ditemukan tersebut mulai dari spesies burung, kepiting, hingga laba-laba yang langka.

Pulau ini banyak dijaga ular-ular besar penghuni gua-gua di Sokotra. Chamaeleo monachus (bunglon) hanya ditemukan di Sokotra. Penduduk setempat percaya bahwa bungkon tersebut ajaib. Konon orang yang mendengar desisnya bisa menjadi bisu.

Keong darat memanjat pohon untuk menghindari panas di Dataran Zahr yang tandus di Sokotra. Burung dendang laut cokelat (Sula leucogaster) banyak terdapat di pantai barat Sokotra dan berkembangbiak di Sokotra atau pulau-pulau kecil di sekelilingnya. Kepiting air tawar (Suqutrapotamon socotrensis) hanya terdapat di pulau Sokotra dan menjadi mata rantai tertinggi makanan air.

Dari atas kebawah: Laba-laba langka, kepiting langka dan burung langka (101dunia.com)

Dari atas kebawah: Laba-laba langka, kepiting langka dan burung langka (101dunia.com)


Pulau Socotra juga rumah bagi 140 jenis burung, 10 diantaranya hanya dapat ditemukan di pulau ini. Diantaranya jalak socotra, burung matahari, burung bendera, burung pipit dan grosbeak bersayap emas. Sayangnya, banyak spesies asli yang kini terancam punah karena mereka telah diburu oleh kucing liar non-pribumi.

Menariknya, tidak ada amfibi di pulau ini dan hanya ada satu binatang mamalia, yaitu kelelawar. Tetapi 90 persen dari hewan reptil disini adalah endemik Socotra,seperti kadal langka, kadal tak berkaki dan spesies bunglon. Daily Mail.

08-22-10.14.05

08-22-10.16.40

Sebenarnya kalau dilihat dari posisinya, Socotra tak benar-benar begitu nyeleneh. Pesawat dan kapal laut jelas masih bisa menjangkaunya. Tapi, pada kenyataannya pulau satu ini tetap tidak terjamah. Buktinya ya nuansa Socotra yang masih seperti di zaman Jurrasic itu. Tak dikunjungi juga ada baiknya sih, pulau satu ini jadi benar-benar sangat terjaga dan masih asri.

Pulau Socotra, Tempat Dajjal Dikurung?

Tak hanya dikenal dengan hal-hal aneh, Socotra juga masyhur gara-gara disebut sebagai pulaunya Dajjal. Dalam Islam memang dikabarkan kalau si Messiah palsu ini sekarang tengah berdiam di sebuah tempat di Bumi dan akan muncul ketika waktunya tiba. Dan ketika hal ini dikorelasikan dengan sebuah hadist, banyak yang kemudian yakin jika Socotra inilah tempat Dajjal yang dimaksud.

Soal Socotra sebagai tempat persembunyian Dajjal hal ini memang dipercaya banyak orang. Dalam sebuah hadist sahih dikatakan kalau secara tidak langsung Nabi seolah menunjukkan lokasi Socotra sebagai tempat berdiamnya Dajjal. Dan kalau ini dikorelasikan dengan segala keanehan yang ada di pulau ini, mungkin saja Dajjal memang bersemayam di sini.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Fatimah binti Qais mengatakan, “Aku telah mendengar muadzin Rasulullah SAW memanggil untuk shalat. Aku pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah saw. Selesai shalat, Rasulullah saw naik ke atas mimbar. Nampak semacam bergurau Baginda sambil tertawa dan berkata: “Jangan ada yang bergerak”.

Kemudian berkata: “Tahukah kamu mengapa aku memerintahkan kamu jangan ada yang pulang?” 

Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”.

Rasulullah saw berkata lagi: “Demi Allah aku menyuruh kamu berkumpul di sini bukan ingin menakut-nakuti dan bukan kabar gembira. Aku ingin menceritakan kepada kamu bahwa Tamim Al-Dariy adalah seorang Nasrani, kemudian dia datang menjumpaiku dan masuk Islam. Dia bercerita kepadaku tentang satu kisah tentang Dajjal”.

“Kisah yang dia ceritakan itu sesuai dengan apa yang telah aku ceritakan kepada kamu sebelumnya. Katanya dia bersama 30 orang temannya pergi ke laut dengan menaiki kapal. Angin kencang datang bertiup dan ombak besar membawa mereka ke tengah-tengah samudera yang luas”.

“Mereka tidak dapat mengarahkan kapalnya ke pantai sehingga harus berada di atas laut selama satu bulan. Akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau menjelang terbenamnya matahari”.

“Di pulau yang tidak berpenghuni itu mereka bertemu dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga tidak nampak mana kelamin dan duburnya”.

Mereka bertanya kepada binatang itu: “Makhluk apa engkau ini?” Binatang itu menjawab: “Aku adalah Al-Jassasah”.

Mereka tanya: “Apa itu Al-Jassasah?” 

Binatang itu hanya menjawab: “Wahai kelompok pria, pergilah ke tempat itu untuk menemukan pria macam ini, sesungguhnya dia pun ingin bertemu dengan kamu”.

Mereka pun pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh binatang itu. Di sana mereka menemukan seorang pria yang sangat besar dan tegap. Artinya mereka tidak pernah melihat orang sebesar itu. Dari tangannya sampai ke tengkuknya dikuatkan dengan besi, begitu juga dari lututnya sampai ke telapak kakinya. 

Mereka bertanya: “Siapakah anda?” 

Orang seperti raksasa itu menjawab: “Kamu telah mendengar cerita tentang aku. Sekarang aku pula ingin bertanya siapa kamu ini?”

Mereka menjawab: “Kami adalah orang Arab. Kami pergi ke laut naik kapal, tiba-tiba datang ombak besar membawa kami ke tengah-tengah samudera luas dan kami berada di lautan selama satu bulan. Akhirnya kami terdampar di pulau Anda ini”.

“Awalnya kami bertemu dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga kami tidak dapat mengenali jenis kelaminnya. Kami tanya siapa dia katanya Al-Jassasah. Kami tanya apa maksudnya dia hanya menjawab: “Wahai kelompok pria, pergilah ke tempat ini untuk menemukan pria macam ini, sesungguhnya dia pun ingin bertemu dengan kamu”.

“Itulah sebabnya kami datang ke tempat ini. Sekarang kami sudah bertemu dengan Anda dan kami ingin tahu siapa Anda sebenarnya”.

Makhluk yang sangat besar itu belum menjawab pertanyaan mereka terus saja mengajukan pertanyaan: 

“Ceritakan kepadaku keadaan kebun kurma yang di Bisan (nama tempat di negeri Syam) itu”.

Mereka menjawab: “Kondisi apanya yang tuan maksudkan?” Orang besar itu menjawab: “Maksudku apakah pohon kurma itu berbuah?”

Setelah mereka menjawab bahwa pohon kurma itu berbuah, orang besar tadi berkata: “Aku takut pohon itu tidak berbuah”.

Orang besar itu bertanya lagi: “Ceritakan kepadaku tentang sungai Tabarah (Danau Tiberias)”. 

Mereka menjawab: “Tentang apanya yang tuan maksudkan?” Lelaki itu menjawab: “Maksudku airnya apakah masih ada”. 

Mereka menjawab: “Airnya tidak susut.” Lelaki itu berkata: “Air sungai itu disangsikan akan kering”.

Akhirnya pria seperti raksaksa itu berkata: “Kalau begitu ceritakan kepadaku tentang Nabi Al-Amin itu, apa yang dia buat?” Mereka menjawab: “Dia telah berhijrah dari Makkah ke Madinah”.

Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah dia diperangi oleh orang- orang Arab?” Mereka menjawab: “Ya, dia diperangi oleh orang-orang Arab”.

Lelaki itu bertanya lagi: “Kalau begitu apa pula tindakan dia terhadap mereka?” Mereka ceritakan bahwa Rasulullah saw telah mengembangkan dakwahnya dan sudah banyak pengikutnya. Orang besar itu berkata lagi: “Memang begitulah, padahal mereka beruntung jika taat kepadanya”. 

Kemudian orang itu berkata: “Sekarang aku terangkan kepadamu bahwa aku adalah Al-Masih Dajjal. Nanti aku akan diberi izin keluar, lalu aku pun akan menjelajah dunia ini. Dalam waktu empat puluh malam sudah dapat aku jalani semua, kecuali Makkah dan Madinah yang aku tidak dapat memasukinya. Negeri Makkah dan Madinah dikendalikan oleh para Malaikat, maka aku tidak dapat menembusnya”.

Rasulullah saw menekankan tongkatnya di atas mimbar sambil berkata: “Inilah negeri yang tidak dapat dimasukinya itu, yaitu Madinah. Saudara-saudara sekalian apakah sudah aku sampaikan cerita ini kepada kamu?” Mereka menjawab: “Ya, sudah ya Rasulullah”.

Rasulullah saw berkata lagi: “Sesungguhnya hadits Tamim itu lebih meyakinkan aku lagi. Ceritanya itu sesuai dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu sebelumnya, yaitu tentang Makkah dan Madinah yang tidak dapat dimasuki Dajjal”.

“Hanya saja dia mengatakan di lautan Syam atau di laut Yaman. Dia dari arah timur. Dia dari arah timur,” kata Rasulullah saw sambil menunjuk ke arah timur.

Dengan hadits tersebut Rasulullah SAW kembali menyampaikan kabar bahwa Dajjal akan muncul dari arah timur Madinah. Melihat letak Pulau Socotra, berbagai flora-fauna dan keunikan alamnya, tempatnya yang terpencil dan tepat di laut Yaman, maka bukan tidak mungkin bahwa teori yang menyatakan Dajjal dikurung di pulau tersebut memang benar adanya. Wallaahu ‘alam.

Socotra, pulau satu ini memang menyimpan banyak keunikan yang luar biasa. Tak hanya tentang tempatnya yang tak berubah selama ribuan tahun, tapi juga flora dan faunanya yang benar-benar tak biasa. Soal Dajjal di pulau ini, kita tentu tidak bisa serta merta meyakini hal tersebut. Bagi yang Muslim, cukup imani saja kalau Dajjal memang ada. Soal misteri tempatnya, biarlah ini jadi rahasia Tuhan.

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s