Kisah Nabi Sam’un Ghozi AS (Samson)

Anda pernah mendengar kisah tentang Samson? Diceritakan bahwa Samson adalah seseorang yang dianugerahi kekuatan fisik yang luar biasa. Samson sendiri merupakan sebutan dalam bahasa Inggris, sedangkan berdasarkan bahasa lain, Samson dikenal dengan sebutan Simson (Ibrani), dan Sam’un (Arab).

Kekuatan yang dimiliki Samson sangat melegenda, ia dikisahkan memiliki kekuatan seperti Herkules dan menggunakan kekuatan tersebut untuk bertempur dengan musuh-musuhnya. Dengan kekuatannya Samson dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa. Ia dapat bertarung dan mengalahkan seekor singa, menghancurkan sebuah bangunan raksasa, bahkan mengalahkan pasukan musuh sendirian hanya dengan menggunakan tulang rahang keledai.

Seorang penulis buku, Joan Comay, mengungkapkan bahwa waktu dan tempat dalam kisah tentang Samson sangat akurat dan mendetail sehingga ia menyimpulkan bahwa karakter tersebut benar-benar nyata keberadaannya. 

Kisah tentang Samson terdapat di dalam kitab suci agama-agama samawi di antaranya dalam kitab Tanakh, Talmud, dan Perjanjian Lama Injil. Sedangkan dalam ajaran Islam, Samson atau Sam’un diceritakan di dalam sebuah hadits.

Seperti yang diajarkan dalam agama Islam, bahwa jumlah Nabi menurut hadits berjumlah 124.000 orang, dan Rasul berjumlah 312 orang, sesuai rukun Iman yang ke 4 didalam rukun Iman diwajibkan untuk mengetahui 25 orang Nabi dan Rasul.

Dari Abi Zar ra, bahwa Rasulullah saw bersabda ketika ditanya tentang jumlah Nabi;
“Jumlah para Nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000)”
“Lalu berapa jumlah Rasul diantara mereka?”
“Tiga ratus dua belas (312)”
(HR. At-Turmuzy)

Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi

“Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”

Rasulullah saw menjawab;

“Diperlihatkan kepadaku hari akhir dimana seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada seorang nabi yang dengan membawa pedang yang tidak memiliki pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un. “

Siapakah Sam’un?

Sam’un Al Ghozi lebih dikenal dengan nama Samson. Adalah orang yang memiliki kekuatan luar biasa yang tidak terkalahkan, yang kelemahannya terletak pada rambutnya.

Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam’un Ghozi AS. Kisah nabi ini, ada di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa.

Nabi Sam’un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat menghancurkan istana. Cerita Nabi Sam’un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir.

Dikisahkan Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.

Kemenangan demi kemenangan di raih oleh Nabi Sam’un. Tidak ada yang dapat mengalahkan Nabi Sam’un sehingga raja Israil mencari cara agar nabi Sam’un bisa dikalahkan. Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan nabi Sam’un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi, akan mendapatkan emas dan permata yang berlimpah.

Istri nabi Sam’un adalah seorang kafir dan istrinya telah tergiur dengan harta benda yang ditawarkan oleh raja Israil. Ia membujuk suaminya dengan daya upaya agar menceritakan kepadanya apakah yang bisa melemahkan dirinya.

Nabi Sam’un Ghozi as terpedaya oleh istrinya, karena rasa sayang dan cintanya kepada sang istri, nabi Sam’un berkata;

“Jika kau ingin mendapatkanku dalam kondisi tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku”

Akhirnya nabi Sam’un Ghozi as diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa kehadapan sang raja. Dia disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.

Karena diperlakukan dengan demikian hebatnya, nabi Sam’un Ghozi berdo’a kepada Allah SWT. Beliau berdo’a yang dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan kepada Allah agar kekuatannya dikembalikan supaya ia dapat menumpas kejahatan dan kebathilan yang semakin merajalela. Dia khawatir apabila sepeninggalnya kejahatan tidak dihancurkan, maka raja Israil akan berbuat semena-mena kepada orang lain.

Do’a nabi Sam’un dikabulkan, maka kekuatannya dikembalikan. Kemudian Nabi Sam’un menghancurkan semua kaum kafir. Istana raja bersama seluruh rakyatnya serta istri dan kerabat yang mengkhianatinya berhasil ia binasakan.

Kemudian nabi Sam’un bersumpah kepada Allah SWT, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas kebathilan dan kekufuran dan berpuasa yang lamanya 1.000 bulan tanpa henti; semua itu atas hidayah dari Allah SWT. Demikian kisah Nabi Sam’un Ghozi AS atau yang lebih dikenal dengan Samson.

Benarkah Samson Merupakan Salah Satu Nabi?

Screenshot_2016-08-24-05-46-00_1

Segala puji bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad SAW para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadits di atas menceritakan kisah seorang nabi dari Bani Israil, dan termasuk daripada kisah Israiliyyat, kisah-kisahIsrailiyyat banyak terdapat di dalam kitab-kitab tafsir.

Para ulama membagi kisah Israiliyyat ke dalam 3 macam:

Pertama, diterima, adalah yang telah diketahui penukilannya secara shahih dari Rasulullah SAW, seperti menjelaskan tentang kisah nabi Khidir AS yang terdapat di dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, atau kisah yang dikuatkan oleh hadits, dan ini memiliki banyak contoh seperti kisah  Al-Kifl, seorang laki-laki dari Bani Israil yang sangat wara’ terhadap maksiat.

Kedua, didiamkan, adalah yang belum diketahui keabsahannya dan kepalsuannya, antara kisah yang benar atau salah, dan kelompok ini adalah kisah yang boleh diceritakan untuk diambil contoh dan pelajarannya, dan tidak boleh diyakini kebenarannya dan kepalsuannya, sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah ia berkata, dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata:

“Orang-orang Ahlu Kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menjelaskannya kepada orang-orang Islam dengan bahasa Arab. Melihat hal itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Janganlah kalian mempercayai Ahlu Kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah; “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami (yakni ayat Al Quran surat Al Baqarah: 136),” [Shahih Al Bukhari, No. 4485].

Ketiga, ditolak, adalah yang diketahui kebohongannya karena bertentangan dengan syariat kita, atau yang bertentangan dengan akal, maka tidak boleh membenarkan, menerima, dan meriwayatkannya.

Adapun hadits tentang Nabi Syam’un AS termasuk daripada kelompok yang kedua, kisah yang belum diketahui keabsahannya atau kepalsuannya, dikarenakan:

  1. Belum didapati di dalam kitab-kitab hadits shahih
  2. Sanad hadits tidak disebut di dalam kitab Durratun Nashihin
  3. Perawi yang mengeluarkan hadits tersebut tidak disebutkan

Adapun menceritakan kisahnya sah-sah saja tanpa meyakini hadits tersebut berasal dari Rasulullah SAW, karena ancaman keras bagi yang berdusta atas nama Rasulullah SAW:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ “بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ”.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra’il dan itu tidak apa (dosa). Dan siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka” [Shahih Al Bukhari, No. 3461].

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz di dalam kitab Majmu’ Fatwa-nya menjawab pertanyaan tentang hadits di dalam kitabDurratun Nashihin:

“Kitab ini tidak bisa dijadikan sandaran, ia mengandung banyak hadits-hadits palsu dan dhoif (lemah) yang tidak bisa dijadikan sandaran, diantaranya adalah kedua hadits ini, keduanya tidak memiliki asal muasal, bahkan adalah hadits palsu yang disandarkan kepada Nabi SAW, maka tidak semestinya bersandar kepada kitab ini atau kitab-kitab lain yang semisal yang mengumpulkan tipuan dan hal-hal yang tidak bermanfaat, hadits-hadits palsu dan dhoif, maka sesungguhnya hadits-hadits Rasulullah SAW telah disajikan oleh para ulama Ahlus Sunnah, mereka menjelaskan yang shahih dan yang cacat, maka hendaklah seorang mukmin  mengutamakan kitab-kitab yang bagus dan bermanfaat seperti:

  1. Kitab Shahihain, Bukhari dan Muslim
  2. 4 kitab-kitab sunan
  3. Muntaqa Al Akhbar, Ibnu Taimiyyah
  4. Riyadhus Shalihin, Imam An Nawawi
  5. Bulughul Maram, Ibnu Hajar
  6. Umdatul Hadits, Al Hafidz Abdul Ghani Al Maqdisi
  7. Talkhisul Khabir, Ibnu Hajar

Dan kitab-kitab bermanfaat lainnya yang diakui oleh para ahli ilmu” (selesai perkataan Syaikh bin Baz) [Majmu’ Fatawa Al Allamah Abdul Aziz bin Baz, Juz.26 Hal.332].

Maka alangkah baiknya jika kita menggunakan kitab-kitab yang bagus dan bermanfaat dan menghindarkan diri dari hadits-hadits palsu dan dhoif. Wallahu A’lam Bis Showab. 

Referensi

  1. http://www.renunganislam.com/2016/01/kisah-lengkap-nabi-samun-ghozi-as-samson.html?m=1
  2. http://www.101dunia.com/2015/11/ternyata-samson-adalah-salah-satu-nabi-dalam-ajaran-islam.html?m=1
  3. http://www.muslimdaily.net/konsultasi/kisah-samson-nabi-syamun-as-dan-lailatul-qadar.html#
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s