Solo, Kota Kreatif dan Inspiratif

Screenshot_2016-09-04-19-28-57_1

Solo atau Surakarta  ialah kota yang tidak asing didengar oleh masyarakat diseluruh penjuru indonesia, bahkan di luar negeri.  Kota ini terkanal akan budayanya. Baik makanan, keindahan tata ruang kotanya serta banyak terdapat tempat wisata yang ada.

Selain itu yang paling mengesankan adalah kesopanan dan keramahan masyarakatnya yang menjadikan banyak orang selalu ingat dan rindu dengan kota Solo.

Tata ruang kota Solo yang sangat indah dipandang dan juga jalanan yang jauh dari macet serta bersih menjadiakan kenyamanan tersendiri saat berada dikota Solo, budaya yang kental membuat ciri khas dari kota Solo. Salah satunya budaya yang menjadi icon ialah batik, banyak pengerajin batik tersebar dikota Solo, bahkan Solo juga mempunyai kampung batik, yang tepatnya berada dikampung batik Laweyan. Disini  terdapat banyak pengerajin dan toko yang menjual batik dengan ciri khas corak asli Solo.

Tempat wisata juga banyak terdapat dikota ini, pemerintah kota Solo juga menyediakan icon pariwisata yaitu berupa bus tingkat yang diberi nama Werkudara, sebagai fasilitas wisatawan untuk menikmati suasana dikota Solo, kita akan diajak melihat banyak tempat wisata, peninggalan-peninggalan bersejarah dan juga pusat kerajinan dikota Solo.

Wisata kuliner yang sangat banyak jenis makanan khasnya juga banyak dijajakkan diberbagai tempat dikota Solo, dari makanan kecil sampai makanan yang ingin dibawa untuk buah tanganpun banyak dijajakkan diberbagai tempat dikota Solo, dan harganyapun cukup terjangkau.

Kota inilah salah satu alternatif pilihan untuk liburan dan mengisi waktu luang, dan jangan lupa kalau mempunyai waktu luang sempatkan untuk mengunjungi kota Solo.

Kota kecil ini diapit oleh Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo dan Boyolali. Kota Solo menjadi Kota yang Dinamis selalu memberikan dampak yang amat besar terhadap Provinsi Jawa Tengah serta menjadi kawasan terpadu anatara Solo dengan daerah disekitarnya.

Solo Sebagai Kota Pariwisata

Dengan berbekal Kebudayaan yang sudah melekat, kota Solo menjelma menjadi Kota Budaya. Itu dibuktikan dengan adanya Keraton Surakarta dan Keraton Mangkunegaran yang telah berdiri ratusan tahun sampai sekarang. Hampir mirip seperti Keraton Yogyakarta. Keunikan yang dimiliki adalah ketika kita menyaksikan upacara-upacara tradisional seperti Kirab Pusaka 1 Suro, Grebeg Pasa, Grebeg Syawal, Grebeg Mulud, Grebeg Sudiro, Grebeg Besar dll.

Perkembangan Solo sebagai kota pariwisata memiliki sejarah yang panjang. Pada awal abad ke-19, kota Solo telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri sekaligus sebagai pusat perdagangan kaum boemipoetra. Surakarta dikenal sebagai wilayah Vorstlanden, yang memiliki dua pusat kekuasaan, yakni Mangkunegaran dan Kasunanan. Kota Solo berkembang menjadi daerah tujuan wisata bagi orang-orang kulit putih yang terdiri dari pengusaha-pengusaha Eropa yang memiliki modal di perkebunan Vorstenlanden. Solo mulai berkembang menjadi kota plesiran yang membuat para pengusaha mulai melirik kota ini sebagai lahan investasi. Mereka berlomba-lomba membangun hotel-hotel dan fasilitas penunjang wisata lainnya.

Screenshot_2016-09-04-19-27-18_1

Keraton Kasunanan Surakarta


Screenshot_2016-09-04-19-26-29_1

Keraton Mangkunegaran


Keraton memiliki peran yang cukup besar dalam perkembangan pariwisata di Kota Solo. Sri Susuhunan Pakubuwana X sebagai raja Kasunanan bahkan membangun tempat rekreasi Kebon Raja yang kemudian dikenal dengan nama Taman Sriwedari. Taman Sriwedari digunakan untuk menyelenggarakan acara kesenian, khususnya wayang orang yang memang sedang berkembang pesat di Solo pada waktu itu.

Walaupun sama-sama berperan, tetapi perbedaan gaya pembangunan rekreasi dari kedua keraton ini cukup besar. Aktivitas rekreasi yang dilakukan oleh Keraton Kasunanan lebih condong ke arah wisata tradisional yang sejak dulu sudah berkembang di Keraton.  

Sementara Keraton Mangkunegaran menawarkan wisata yang menunjukkan perpaduan antara budaya asli dengan budaya Eropa. Tata ruang di wilayah ini juga mengadopsi tata ruang ala negara barat dimana banyak taman-taman bunga yang indah berpadu dengan lingkungan perumahan yang asri, menjadi cikal bakal kota taman (villapark). Sarana rekreasi di Solo selanjutnya tidak hanya eksklusif untuk kalangan tertentu tetapi untuk semua kalangan yang ada di Solo. Secara ringkas, fasilitas-fasilitas pendukung menuju sebuah kota plesiran sudah banyak tersedia di kota Solo pada masa itu.

Screenshot_2016-09-04-19-27-59_1

Meskipun telah sejak lama dikenal sebagai kota pariwisata, tetapi nama Solo sebagai sebuah destinasi wisata berada jauh di belakang Bali dan Yogyakarta. Hal ini diperparah dengan krisis ekonomi yang diikuti dengan kerusuhan Mei 1998 dan Oktober 1999 yang membuat kondisi ekonomi dan pariwisata Solo terpuruk. Pada tahun 2005, pucuk kepemimpinan kota berpindah tangan, dari Slamet Suryanto kepada Joko Widodo (Jokowi). Pada saat itulah era baru pengelolaan pariwisata  Solo dimulai.  Jokowi melakukan sejumlah perubahan di berbagai bidang, termasuk di bidang pariwisata.

Langkah-langkah pengembangan pariwisata Solo memang terllihat semakin nyata pada era kepemimpinan Joko Widodo. Sebagai seorang pengusaha yang telah lama berkecimpung di dunia bisnis, Jokowi memahami prinsip-prinsip memasarkan sebuah produk ke konsumen. Dengan prinsip-prinsip itu, Jokowi pun memperlakukan Kota Solo sebagai sebuah produk yang harus dikelola sehingga mampu menjadi Kota yang memiliki daya kompetitif di mata masyarakat. Untuk mewujudkan itu, Kota Solo tidak saja melakukan branding strategy namun yang juga tidak kalah penting adalah memersiapkan fasilitas, sistem serta sarana dan prasarana  agar Kota Solo betul-betul menjadi kota yang maju dengan tetap memertahankan keunikan dan kekayaan budaya

Pemerintah Kota telah menerapkan makro desain dalam pengembangan pariwisata. Makro desain ini adalah sinergisitas antara tiga unsur penting yang meliputi manajemen produk, manajemen branding, dan manajemen konsumen.  Ketiga komponen tersebut harus saling bersinergi dan melengkapi satu sama lain secara proporsional. Berhubung materi yang saya tulis cukup panjang, dalam kesempatan kali ini saya hanya akan membahas salah satu strategi saja, yakni manajemen produk.

Manajemen produk merupakan proses pengelolaan dan penyiapan dari objek wisata, baik objek wisata itu sendiri maupun sarana pra sarana lain yang mendukungnya.  Pemerintah Kota Solo telah memoles sejumlah produk wisata lama agar menjadi lebih menarik untuk dikunjungi. Seperti yang terlihat di Kampung Batik Laweyan misalnya, dengan penambahan detail dan pernak-pernik tertentu, seperti lampu kuno, traffic calming, dan lain sebagainya, kesan sebagai sebuah destinasi wisata tampak lebih kuat terasa dibandingkan sebelumnya.

Dalam melakukan manajemen produk ini, Pemerintah Kota tidak hanya terpaku pada objek wisata yang eksisting saja, tetapi juga menelurkan inovasi baru agar daya tarik wisata Solo lebih beraneka ragam dan tidak membosankan. Salah satu yang tidak kalah pentingnya adalah pengembangan atraksi wisata. Atraksi wisata merupakan faktor yang paling menentukan yang akan menarik wisatawan. Atraksi merupakan penyebab pertumbuhan dan yang pertama kali menarik pengunjung ke suatu objek wisata, sehingga pembangunannya cenderung dikembangkan terlebih dahulu. Atraksi wisata dikembangkan, direncanakan dan dikelola untuk kepentingan aktivitas dan kesenangan pengunjung.Atraksi wisata selain menarik dan baik juga harus memiliki ciri khas atau berbeda dari tempat asal wisatawan, mengingat wisatawan berkunjung ke suatu tempat tujuan wisata ingin melihat sesuatu yang belum pernah dia ketahui atau yang tidak ada di tempat asalnya.

Wisata ke Solo, bisa menjadi satu cara untuk menikmati kota yang penuh nuansa sejarah dan budaya tradisi Jawa yang kental. Sebuah tempat yang akan membuat Anda terkesima dengan beragam atraksi warisan budaya Jawa kuno. Paling tidak beberapa hari harus Anda sisihkan untuk menikmati semua sajian wisata yang mengagumkan; keraton, pasar tadisional, berbelanja batik berkualitas, menyaksikan atraksi tarian Jawa yang agung, wayang kulit, dan menikmati kuliner yang tida tandingannya.

Bila Anda menyandingkannya dengan Yogyakarta maka tampak seolah adanya “emulasi” dan “kontes” kultural antara Surakarta dan Yogyakarta. Tidaklah mengherankan kemudian melahirkan apa yang dikenal sebagai “gaya Surakarta” dan “gaya Yogyakarta” baik itu dalam busana, tarian, wayang, pengolahan batik, gamelan, dan bentuk budaya lainnya.

Transportasi wisata ke Solo

Screenshot_2016-09-04-15-28-49_1

Melakukan perjalanan wisata ke Solo bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Surakarta memiliki bandara udara internasional Adisumarmo yang terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar dan Boyolali. Bandara ini terhubung ke Jakarta, Kuala Lumpur, dan Singapura. Dari Jakarta waktu tempuh kurang lebih 50 menit. Beberapa operator penerbangan yang melayani rute dari atau ke kota Solo antara lain Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Batavia Air, Air Asia, dan Silk Air.

Kereta api secara teratur beroperasi antara Solo dan Jakarta dengan perjalanan memakan waktu antara 11-12 jam. Stasiun kereta api utama bernama Stasiun Solo Balapan yang merupakan stasiun untuk pemberangkatan kereta api kelas Bisnis dan Eksekutif dan terletak berdekatan dengan terminal bus Tirtonadi, suatu hal yang jarang dijumpai di Indonesia.

Melakukan perjalanan wisata ke Solo, Anda juga bisa menggunakan bus malam dengan perjalanan dari Jakarta ke Solo sekitar 12 jam. Dari Yogya, Anda dapat melakukan perjalanan ke Solo dengan minibus sekitar 1 jam. Bus tersedia juga dengan harga yang lebih murah.

Akomodasi di Kota Solo

Jika Anda dan keluarga memiliki agenda wisata ke Solo, ada banyak tempat menginap yang bisa disesuaikan dengan anggaran yang ada. Solo hingga kini semakin banyak pilihan hotel untuk menginap, mulai hotel berbintang, homestay, maupun hotel melati yang sangat terjangkau harganya.

Menikmati kenyamanan beristirahat di Kota Solo, ada banyak alternatif pilihan tempat. Hotel yang memiliki nuansa tradisi ada di hampir setiap sudut kota. Bangunan-bangunan hotel banyak yang memanfaatkan rumah kuno yang dahulu merupakan tempat kediaman bangsawan sehingga memiliki suasana tradisional Jawa.

Bagi Anda yang lebih tertarik dengan penginapan dengan nuansa moderen, di Solo juga terdapat beberapa jaringan hotel nasional maupun internasional yang berdiri. Masing-masing hotel yang ada memiliki ciri khas dan karakter berbeda sehingga pengunjung yang melakukan perjalanan wisata ke Solo bisa memiliki banyak pilihan.

Keliling Kota Solo

Angkutan umum dalam kota yang dapat Anda temukan saat wisata ke Solo adalah bus kota, angkot, taksi, becak, dan andong. Cara santai untuk berkeliling kota Solo adalah dengan becak. Bersepeda juga dapat menjadi pilihan yang baik dengan menyewanya dari kantor wisata di kota.

Penyewaan mobil tersedia di beberapa hotel besar di Solo. Untuk pengalaman yang mengesankan mengapa tidak menggunakan cara tradisonal yaitu menyewa kereta kuda atau andong.

Anda tertarik naik Bus Tingkat Wisata Solo? Mengapa tidak mencobanya. Lokasi yang bisa dituju, antara lain Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustaka dan sejumlah tempat lainnya. Tarifnya Rp 20.000 per orang dan untuk sewa seharga Rp 800.000 untuk 3 jam.

Kuliner khas Solo

Bagi banyak orang, Solo dikenal sebagai gudangnya kuliner. Ada sekian banyak kuliner khas yang bisa dinikmati saat Anda sekeluarga melakukan perjalanan wisata ke Solo. Beberapa makanan khas solo ini misalnya nasi liwet, gudheg ceker, tengkleng, pecel ndeso, dan lain-lain. (baca juga : Daftar Kuliner Khas Solo ini Wajib Anda Coba)

Berikut ini beberapa tempat kuliner yang dapat Anda kunjungi di Solo:

  • Tengkleng Pasar Klewer, tepat di gapura Pasar klewer. Ini menu wajib bagi fans kuliner terutama bagi penikmat kambing, sebaiknya jangan datang terlalu siang karena pasti sudah habis.
  • Nasi liwet Bu Wongso Lemu, terletak di Keprabon Kulon
  • Cabuk Rambak, Pasar Besar Pintu Timur, Dasaran, berjualan pukul 7.00-12.00.
  • RM Timlo Sastro, Pasar Gede Timur 1-2, Balong, Telp. 0271654820; Jl. Pasar Gede Timur 1-2 Balong; Jl Dr Supomo
  • Gudeg Cakar Bu Kasno atau Gudeg Margoyudan, Jl Wolter Monginsidi depan GKJ Margoyudan.
  • Serabi Notosuman Jl Prof M Yamin No.52, Notosuman, pukul 06.00-18.00
  • Bebek Goreng Pak Slamet, Jalan Sedahromo Lor RT 01 RW 07 Kartosuro.
  • Dawet Selasih Bu Watik, Pasar Gede, dll

Tempat Nongkrong di Solo

Screenshot_2016-09-04-19-07-10_1

Menikmati malam di Kota Solo bisa menjadi momen romantis bagi Anda. Beberapa tempat yang biasa digunakan untuk nongkrong diantaranya di wedangan, di kedai kopi, ataupun di Galabo (Graha Langen Bogan)

Ada banyak pilihan warung wedangan yang bisa dijadikan tempat untuk bersantai dan berbincang. Selain wedangan tradisional seperti angkringan yang banyak tersebar di berbagai kampung, di Solo juga terdapat wedangan moderen.

Wedangan Solo yang berkembang di kota ini cukup banyak. Baru-baru ini banyak dibuka Wedangan Solo yang dibuat dengan konsep kafe untuk nongkrong para anak muda. Wedangan solo ini biasanya berkonsep unik dan klasik.

Pertunjukan Seni Tradisi

Screenshot_2016-09-04-19-07-19_1

Masyarakat Solo pandai memelihara budaya lokalnya. Tak heran bila bahasa Jawa dari Solo digunakan sebagai standar bahasa Jawa nasional. Berbagai Tarian tradisi seperti Bedhaya dan Srimpi masih dilestarikan di Keraton Solo. Apalagi hingga saat ini berbagai sanggar seni tari masih tetap hidup dan menghidupi seni tari tradisional, contoh saja Sanggar Tari Soerya Sumirat di Mangkunegaran, Sanggar Seni Meta Budaya, dan beberapa sanggar seni tari lainnya.

Hingga saat ini, pertunjukan tari tradisional juga sering dipentaskan secara rutin. AcaraSetuponan merupakan event reguler yang diselenggarakan di Pendapa Prangwedanan Pura Mangkunegaran dalam rangka memperingati hari kelahiran KGPAA Mangkunegara IX.

Bagi Anda pecinta wayang, hampir setiap hari pertunjukan wayang orang di gelar di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Ada juga pertunjukan Ketoprak yang diselenggarakan secara rutin seminggu sekali tiap malam minggu di Gedung Kesenian Balekambang. Dengan harga tiket yang cukup murah, Anda bisa menikmati sajian pertunjukan tradisional ini.

Wisata Belanja di Solo

Screenshot_2016-09-04-19-07-31_1

Batik terkenal yang berasal dari Solo yaitu Batik Keris dan Batik Danarhadi. Penduduk Solo memang bangga dengan batik, bahkan label kota Solo selain ‘Solo, The Spirit of Java’ juga dikenal julukan “The City of Batik”. Biasanya wisatawan yang berlibur ke Jogja juga akan singgah di Solo, atau sebaliknya.

Batik Solo memiliki ciri pengolahan yang khas yaitu warna kecoklatan (sogan) yang mengisi ruang bebas warna, berbeda dari gaya Yogya yang ruang bebas warnanya lebih cerah. Pemilihan warna cenderung gelap, mengikuti kecenderungan batik pedalaman. Beberapa usaha batik terkenal di Solo adalah Batik Keris dan Batik Danarhadi. Pusat perdagangan batik di kota ini berada di Pasar Klewer. Selain itu di kecamatan Laweyan juga terdapat Kampung Batik Laweyan.

Saat Anda wisata ke Solo, jangan lewatkan untuk berbelanja di Pasar Klewer yang terletak di jalan Dr. Rajiman di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon. Anda dapat berjalan kaki menuju Pasar Klewer yang berjarak sekitar 200 meter dari Keraton Surakarta. Di pasar ini ini terdapat bursa textil dan batik terbesar di Kota Solo dan sekitarnya bahkan terkenal di seluruh Indonesia. Selain pribumi juga ada orang keturunan Arab dan India Muslim yang menjadi penjualnya. Di antara lorong-lorongnya terdapat beragam baju batik, katun tenun, sutra, serta banyak yang lainnya.

Pasar Triwindu adalah pasar loak namun sangat ramai. Temukan di sini dari topeng tua, wayang, alat musik dan koin. Bahkan jika Anda tidak ingin berbelanja namun kunjungilah pasar ini untuk melihat barang yang unik dan aneh dijual.

Pasar Gede adalah pasar utama di Solo yang menjual beragam barang dagangan dari desa seperti sayuran, buah-buahan, beras, kopi, ikan kering, pakaian, banyak lagi yang lainnya. Gunakan keterampilan Anda dalam tawar-menawar di sini.

Ada juga pasar burung di Pasar Depok, yang menjual bermacam-macam jenis burung dari Beo, ayam, merpati, kenari, burung hantu, dan elang.

Wisata Sejarah di Kota Solo

Screenshot_2016-09-04-15-20-40_1_1

Solo dikenal sebagai kota yang tidak pernah tidur, selalu ada sesuatu yang menarik untuk Anda. Di kota Solo Anda dapat mengunjungi 2 keraton Jawa yaitu Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran. Saat melakukan perjalanan wisata ke solo, berkelilinglah di kota tua ini dengan naik kereta kuda (andong) atau becak sambil melihat bangunan tua dan labirin di sepanjang dinding istana yang bercat putih.

Keraton Kasunanan Surakarta memiliki luas sekitar 500 x 700 meter yang dikelilingi oleh dinding pertahanan (benteng) yang disebut Baluarti. Dinding tersebut mengelilingi keraton setinggi 3 – 5 meter, tebalnya sekitar 1 meter, dengan bentuk persegi panjang..

Kawasan keraton dilengkapi berbagai fasilitas bagi wisatawan, seperti pemandu wisata, peminjaman pakaian khas Jawa, brosur wisata, serta toilet. Untuk keperluan shalat, wisatawan dapat memanfaatkan Masjid Agung Surakarta yang terletak tidak jauh di depan keraton.

Tips : Anda yang ingin menikmati keindahan keraton diwajibkan mematuhi berbagai peraturan, seperti tidak memakai topi, kacamata hitam, celana pendek, sandal, serta jaket. Bagi Anda yang memakai celana pendek, dapat meminjam kain bawahan untuk digunakan selama mengelilingi kawasan keraton.

Event di Kota Solo

Screenshot_2016-09-04-19-07-44_1

Sebagai kota seni dan budaya, Solo memiliki banyak agenda acara yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Surakarta maupun komunitas seni dan budaya di Solo. Hampir di setiap bulannya kota ini menggelar berbagai event budaya seperti festival, karnaval, maupun pesta budaya lainnya. 

Wisata Musik Turun Temurun

1. Rock in Solo

Screenshot_2016-09-04-19-14-10_1

Sebagai penikmat musik cadas, saya beruntung di Kota Solo setiap tahunnya mengadakan Festival musik bertajuk “Rock in Solo” yang digelar setiap tahunnya dan menghadirkan band-band metal luar negeri seperti Death Angel, Kataklism, Behemoth dll. Kami bisa saling sapa dengan para penggila musik cadas seluruh Indonesia yang berkumpul di festival musik tersebut.

Festival Rock In Solo merupakan festival musik yang didedikasikan untuk Metal, Rock dan gaya musik terkait. Event yang disebut-sebut sebagai festival musik terbesar di Jawa Tengah ini selalu sukses menarik perhatian ribuan penggemar musik rock/metal dari berbagai penjuru Tanah Air.

Rock In Solo dimulai pada tahun 2004 dan telah tumbuh lebih besar setelah beberapa tahun. Pada 2012, acara ini telah menjadi salah satu festival musik terbesar di Indonesia dengan 37 band termasuk band internasional yang tampil di 3 panggung dengan 8.000 pengunjung.

Sejarah Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 2004 sebagai ajang kecil untuk band-band lokal Indonesia dengan 1 panggung dan 7 band. Ini meluncurkan edisi kedua tahun 2007 dan ketiga tahun 2009. Edisi tahun 2009 juga edisi pertama yang memiliki fitur band internasional. Sejak tahun 2009 festival ini telah diadakan pertahun. Pada tahun 2010 Rock In Solo berlangsung dengan sekitar 20 band tampil di 2 panggung. Pada tahun 2011, festival ini di meriahkan dengan 33 band dan 4 panggung.

Dalam beberapa tahun terakhir festival ini telah menarik sekitar 8.000 orang pada tahun 2012 dibandingkan dengan pada tahun 2004 yang menarik sekitar 1500 pegunjung ketika pertama kali diadakan.

Kata “Solo” pada nama festival ini berasal dari nama lain dari Surakarta, kota tempat festival berlangsung.

2. Panggung Rakyat Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Surakarta

Screenshot_2016-09-04-19-22-12_1

Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Surakarta memiliki panggung rakyat yang padat acara setiap harinya. 

“Setiap hari jadwal pertunjukan berbeda-beda, ada jadwal reguler ada juga jadwal tambahan pesanan penyewa,” terang Anik sapaan akrabnya.


Jadwal reguler THR Sriwedari:

1. Senin: Pertunjukan Koes Plus Mania (dimulai pukul 19.00 sampai pukul 22.30 wib) menampilkan 2 band yang telah di audisi.

2. Selasa: Pertunjukan musik Classic Rock (dimulai pukul 19.00 sampai pukul 22.30 wib) menampilkan 2 band yang telah di audisi.

3. Rabu: Pertunjukan musik dangdut (dimulai pukul 19.00 sampai pukul 22.30 wib)

4. Kamis: Pertunjukan Koes Plus Mania (dimulai pukul 19.00 sampai pukul 22.30 wib) menampilkan 2 band yang telah di audisi.

5. Jumat: Pentas musik yang menyuguhkan lagu-lagu tembang kenangan (dimulai pukul 19.00 sampai pukul 22.30 wib).

6. Sabtu: Pertunjukan musik dangdut (dimulai pukul 19.00 sampai pukul 22.30 wib)

7. Minggu: 

  • Sementara itu pada Minggu pagi terdapat gelaran apresiasi seni TK, karnaval grup band remaja, festival band, lomba anak, drum band, dan lainnya.
  • Dan pada Minggu malamnya, orkes keroncong campursari atau musik rock siap ditampilkan.

Bicara soal musik, sebenarnya kota Solo tak kalah hebat dari kota-kota lainnya. Pada musik rock, solo pernah punya band rock legend yaitu “Kaisar”. Lagu yg terkenal dari band ini adalah “Kerangka Langit” dan “Garis-Garis Bintang”. Kaisar pernah menjadi juara 1 pada festival musik rock se-indonesia.

Selain Kaisar, masih ada lagi band rock legend Solo yang juga pernah menjadi 5 besar pada ajang yang sama. Band itu adalah “Metal Force”, dengan lagunya yang terkenal “Benteng-Benteng Raksasa”. Untuk musik humor atau parodi, solo punya band “Timlo” dan “Pecas Ndahe”.

Untuk musik rock alternatif, kota Solo pernah juga punya band dg nama “Sunset” dengan lagu andalan “Hormati Wanitamu” yang kemudian berganti nama menjadi “Sunrise” dengan lagu andalan yang diusung yaitu “Aku Sayang Padamu”. Sayangnya, karir band-band hebat dari Solo ini tak semulus dengan karir band-band di kota lain. Dan perlu dicatat, lagu “Kerangka Langit” dari Kaisar ini masih menjadi salah satu lagu favorit para kontestan festival musik rock di Indonesia

Kembali ke THR Sriwedari. Selain memiliki jadwal reguler, THR Sriwedari juga memiliki program kegiatan untuk disewa umum dengan menyediakan tiket masuk sekitar 200 tiket dengan Rp 12.000 per orang atau tiket.

Penyewa akan mendapatkan fasilitas panggung, sound system, dan halaman penonton beserta kursi-kursi.

Fasilitas tersebut digunakan untuk mewadahi berbagai acara, seperti family gathering, konser musik, pentas seni, lomba anak, dam masih banyak lagi.

Screenshot_2016-09-04-15-22-36_1

Demikianlah gambaran tentang kota Solo. Semoga menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di indonesia.

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s