Indonesia, Target Kristenisasi Nomor 2 di Dunia

img_20160929_054646

Dalam tabligh akbar di Bandung, Ahad (25/09/2016) Aktivis anti pemurtadan, Dr. Bernard Abdul Jabbar menyampaikan informasi tentang masuknya misionaris di wilayah bencana Garut.

“Misionaris sudah masuk di Garut pasca banjir kemarin. Mereka memberi lebih dari apa yang kita beri. Ini pun jadi masalah! Masalah sosial harus jadi perhatian!” tegas Bernard.

Dalam kesempatan itu, Bernard juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi umat Islam di Indonesia. Sesuai data yang ada, pada tahun 1970 penganut Islam mencapai 95%, sedangkan pada tahun 2010, jumlahnya menurun menjadi 73,3%.

“Prihatin, karena jumlah tersebut (73,3%, red) sangat mungkin terus menurun sesuai target misionaris, yakni minimal 50%-50% di tahun 2020,” papar mantan pendeta itu dalam tabligh akbar di Bandung, Ahad (25/09/2016) seperti disitat dari persis.or.id.

Sekjen Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) itu pun turut prihatin akan rendahnya kepedulian umat terhadap ajaran agamanya.

“Bagaimana umat akan peduli terhadap permasalahan aqidah seperti kristenisasi, kalo terhadap ajarannya saja tidak peduli! Sebelum masuk Islam, saya sudah menghapal al-Qur’an, Hadits, belajar ilmu Bayan, Musthalah Hadits, Ushul Fiqih dan pelajaran pesantren lainnya. Saya pun sudah bisa baca Arab gundul dan fasih berbahasa Arab. Itu saya sebelum menjadi Muslim, bagaimana dengan Mayoritas Muslim di Indonesia?” sindir Bernard.

Sekjen Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) Dr.Bernard Abdul Jabbar itupun mengungkapkan bahwa Kristenisasi di Indonesia bukan sekadar wacana. Menurutnya, para misionaris melihat Indonesia sebagi ladang subur bagi misi mereka.

“Indonesia adalah target nomor dua dunia, dan nomor pertama di Asia Pasifik. Selain itu, Indonesia merupakan penyumbang terbesar Kristenisasi di Dunia,” terang mantan pendeta itu dalam tabligh akbar yang digagas puluhan ormas dan elemen umat Islam Jawa Barat di Bandung, (25/09/2016), disitat dari persis.or.id.

Sedangkan untuk Indonesia, lanjut Bernard, Jawa Barat berada pada posisi teratas, dan Sumatera Barat setelahnya. Keseriusan mereka dalam misi tersebut terutama di Jawa Barat bisa terlihat dari dana yang disediakan.

“Para misionaris berkumpul di Amerika khusus untuk membicarakan misi kristenisasi di Jawa Barat. Dan tidak tanggung-tanggung, untuk Jawa Barat mereka menyediakan dana sebesar 1,3 Milyar US Dolar,” papar Bernard.

Meski Jawa Barat menjadi target utama, namun penyumbang terbesar kristenisasi di Indonesia adalah Sumatera Barat. Dan Kota yang paling mudah menerima kehadiran misionaris adalah Kota Mentawai. “Pemurtadan terbesar ada di Sumbar, terutama Mentawai. Di sana ada Rumah Kasih Nazaret Minangkabau,” jelas Benard.

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s