Sel Otak Manusia yang Aktif Hanya 10℅ itu HOAX

img_20161028_125435

Penggunaan sel otak manusia hanya 10%  sama sekali informasi yang tidak berdasar.  Tidak seorang pun yang mengetahui dari mana asal cerita ini – namun kita telah mengetahuinya sejak lama.  Ketika pertama kali klaim palsu ini beredar, paranormal mengatakan bahwa hal ini menjelaskan kenapa sebagian orang mempunyai kemampuan paranormal sedang yang lain tidak, dan katanya kekuatan paranormal dimiliki oleh orang yang telah mengembangkan penggunaan otaknya lebih dari 10 %.  Mereka percaya bahwa beberapa bagian otak, jika diberi kejutan, bisa menghasilkan kemampuan berkekuatan batin.  Hal ini berdasarkan beberapa buku yang diterbitkan dan mengajar orang-orang bagaimana caranya mengembangkan kekuatan ini. Jadi apakah kebenarannya?  Jawabannya adalah setiap manusia menggunakan 100% dari otaknya – itulah sebabnya otak itu ada di kepala kita!  Sebagai buktinya adalah kasus hemispherectomy – prosedur yang berhubungan dengan pembedahan yang mengangkat sebagian dari otak.  Ketika pembedahan dilakukan, pasien menjadi lumpuh separuh tubuhnya.

Otak manusia sangatlah kompleks dan merupakan sumber dari semua perasaan, perilaku, pengalaman, serta gudang dari memori dan kesadaran. Tapi apa benar manusia hanya menggunakan 10 persen dari otaknya seperti yang sering kita dengar dari para motivator?

Otak sangat misterius, dan satu tambahan misteri lainnya adalah asumsi bahwa manusia hanya menggunakan 10 persen dari otaknya. Jika setiap orang bisa memanfaatkan 90 persen otak lainnya, mungkin semua orang dapat menjadi ilmuwan dan memiliki kekuatan telekinetik.

“Meskipun ide yang menarik, ‘mitos 10 persen’ sangat tidak benar, dan sangat menggelikan,” ujar Barry Gordon, ahli saraf di Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore, seperti dilansir dariScientificAmerican terbitan Mei 2010 lalu.

Menurut Gordon, mitos berasal dari konsep-konsep orang tentang otaknya sendiri. Kelompok ini melihat kekurangan dirinya sebagai bukti bahwa materi abu-abu (korteks otak yang berisi sel saraf tubuh) belum maksimal dimanfaatkan.

Ini adalah asumsi yang salah. Mungkin benar, pada saat-saat tertentu dalam hidup seseorang, seperti pada saat beristirahat dan rileks hanya menggunakan hanya 10 persen dari otak. Tapi ini tidak berlaku untuk kondisi lainnya.

“Ternyata kita menggunakan hampir setiap bagian otak, dan kebanyakan otak aktif hampir sepanjang waktu. Otak merupakan tiga persen dari berat badan dan memerlukan 20 persen dari energi tubuh,” tambah Gordon.

img_20161028_125454

Berat rata-rata otak manusia sekitar tiga pon (1,3 kg) dan terdiri dari otak besar, otak kecil, dan batang otak.

Otak besar merupakan merupakan porsi terbesar dan melakukan semua fungsi kognitif yang lebih tinggi. Otak kecil bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi motorik, seperti koordinasi dan keseimbangan gerakan. Sedangkan batang otak didedikasikan untuk fungsi bernapas.

Sebagian besar energi yang dikonsumsi otak merupakan kekuatan awal untuk memicu penembakan jutaan neuron (saraf) agar bisa berkomunikasi satu sama lain. Para ilmuwan berpikir bahwa penembakan saraf dan koneksi tersebut yang menimbulkan fungsi otak lebih tinggi.

Energi yang tersisa digunakan untuk mengendalikan aktivitas lain yang tidak disadari seperti denyut jantung, maupun yang disadari seperti mengendarai mobil.

Meskipun benar bahwa setiap saat semua bagian otak tidak tertembak secara bersamaan, tetapi peneliti menggunakan teknologi pencitraan otak untuk menunjukkan bahwa otak sama halnya dengan otot-otot tubuh, yang terus aktif selama 24 jam.

“Bukti menunjukkan bahwa manusia menggunakan 100 persen otak,” ujar John Henley, seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Rochester, Minn.

Bahkan menurut Henley, dalam keadaan tidur sekalipun, ada bidang-bidang otak yang tetap aktif, seperti korteks frontal yang mengontrol hal-hal pada level tinggi seperti berpikir dan kesadaran diri, atau wilayah somatosensori yang membantu orang mengenali lingkungan sekitar.

Sebagai contoh sederhana pada saat kita menuangkan kopi di pagi hari, bagian otak yang aktif adalah lobus oksipital dan parietal, motorik sensorik dan korteks motorik sensorik, basal ganglia, otak kecil, dan lobus frontal. Aktivitas saraf hampir terjadi di seluruh otak dalam jangka waktu hanya beberapa detik.

“Hal ini bukan berarti bahwa jika otak rusak, kita tidak dapat melakukan tugas sehari-hari,” ujar Henley.

Ia menuturkan bahwa seseorang yang mengalami luka di otak atau sebagian otaknya telah dihapus, masih bisa hidup dengan cukup normal. Tetapi ini karena otak memiliki cara berkompensasi dan memastikan bahwa bagian otak yang tersisa bisa mengambil-alih tugas aktivitas.[1] Ketika ilmuan membelah otak manusia yang sadar dan merangsangnya dengan elektroda, mereka menemukan kalau tiga perempat korteks serebral, bagian terluar otak, tidak bertindak untuk aktivitas sensori atau motorik. Pengamatan cepat pada daerah ini memang tidak menunjukkan hasil seketika. Hal ini berbeda dengan saat mereka merangsangnya pada daerah korteks motorik. Mungkin dari sinilah mitos tersebut berasal.

Entah dimana orang mulai mempopulerkan mitos ini di media. Mereka terus mengulang-ulang mitos ini seolah benar. Tak lama kemudian, orangpun percaya walaupun tidak ada bukti yang mendukungnya. Menurut mereka yang percaya mitos ini, dengan memanfaatkan 90 % potensi yang belum digunakan, kita dapat memiliki kemampuan mengingat super atau kemampuan mental fantastik lainnya – seperti telekinesis. Kembali, tidak ada data atau dukungan ilmiah atas hal ini.

Faktanya

Kenyataannya, kita menggunakan seluruh potensi otak kita, hanya saja tidak semuanya sekaligus. Chen dan kawan-kawan meneliti menggunakan MRS untuk melacak laju produksi ATP di otak tikus. ATP atau Adenosin Tri Posfat adalah sumber utama energi sel. MRS menggunakan mesin pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk melacak unsur tertentu di dalam tubuh, yang dalam kasus ini adalah tiga atom fosfor pada tiap molekul ATP. Tujuan mereka adalah menentukan apakah produksi ATP terkait dengan aktivitas otak dengan mengukur energi yang dikembangkan dalam berbagai tingkat kesadaran.

Mereka menemukan kalau tingkat ATP beragam tergantung pada aktivitas otak. Tim peneliti menemukan ketika tikus pingsan, mereka menghasilkan 50% lebih sedikit ATP daripada saat mereka dibius. ATP tetap diproduksi ketika otak tidak aktif, sebagian besar bertujuan untuk merawat sel, sementara ATP tambahan yang ada pada hewan yang lebih sadar menjadi bahan bakar untuk fungsi otak lainnya. Hanya sepertiga ATP yang diproduksi oleh otak di saat sadar berfungsi untuk kegiatan sehari-hari merawat otak kita, sementar sisanya untuk kegiatan lain.

Berat rata-rata otak manusia adalah satu setengah kilogram dan mengandung sebagian besar serebrum, yang merupakan bagian terbesar dan melakukan semua fungsi kognitif tingkat tinggi; serebelum, bertanggung jawab untuk fungsi motorik, seperti koordinasi gerakan dan keseimbangan; dan batang otak, yang melakukan fungsi tak sadar seperti bernapas. Mayoritas energi yang dikonsumsi otak kita digunakan untuk bahan bakar penembakan oleh jutaan sel saraf sebagai alat komunikasi satu sama lainnya. Para ilmuan menduga kalau penembakan dan koneksi demikianlah yang merupakan fungsi otak tingkat tinggi. Sisa dari energinya digunakan untuk mengendalikan aktivitas lain – baik yang tak sadar seperti detak jantung, ataupun yang sadar, seperti mengendarai mobil. Dengan kata lain, sebagian besar fungsi otak kita yang diduga 90% itu sebenarnya berfungsi vital. Ia untuk aktivitas kita lain. Ingat, otak bukan semata hanya buat berpikir loh.

Kalau mitos 10% itu benar, maka:

1.       Kalau otak kita rusak, kita tidak akan mengalami geger otak atau gila. Tapi ternyata, kalau ada yang salah sedikit, seperti cedera di bagian otak tertentu, kita akan menderita kelainan.

2.       Buat apa kita mengevolusikan otak yang 90% tak berguna? Otak itu sangat mahal, karena energi yang dimakannya 20% energi tubuh total, padahal beratnya hanya 2% berat tubuh. Tentunya seleksi alam akan menghilangkan otak yang tidak efisien.

3.       Elektroda yang dimasukkan ke satu sel syaraf di otak akan menemukan 90% sel syaraf yang tidak aktif. Ternyata semua sel syaraf kita aktif, hanya pada saat yang berbeda-beda. Sel A mungkin tidak aktif saat kita makan, tapi aktif saat kita ngobrol. Dsb.

4.       Akan ada degenerasi di otak ketika otak diperiksa. Hal ini karena sel syaraf yang tidak digunakan akan meluruh. Tapi faktanya tidak demikian.

Kenapa Bisa Orang Percaya?

1.      Karena bisnis.

Banyak penulis dan motivator memperoleh uang dari neuro training atau apalah. Mereka mengadakan seminar berbiaya ratusan ribu atau menulis buku mahal untuk meningkatkan 90% kekuatan otak manusia yang katanya tidak terpakai. Mereka tidak perlu memeriksa kenyataannya, karena bila mereka mencobanya, mereka mungkin kehabisan ide buat seminar atau menulis.

2.      Karena ketidak pedulian kalau kekuatan supranatural datang dari mayoritas kekuatan otak yang tak terpakai berdasarkan pada kesalahan bernalar yang disebut argument from ignorance (argumen ketidakpedulian). Berdasarkan kesalahan bernalar ini, tidak adanya bukti untuk suatu posisi (atau semata tidak adanya informasi) digunakan untuk mendukung klaim tertentu. Bahkan bila memang benar kalau sebagian besar otak manusia tidak dipakai (yang jelas salah), fakta tersebut tidak berarti kalau kapasitas ekstranya dapat memberi kekuatan paranormal pada seseorang.[2]

Mitos 10% otak adalah mitos bahwa semuamanusia hanya menggunakan 10 persen otaknya saja. Mitos ini biasanya dihubungkan dengan beberapa tokoh, seperti Albert Einstein.

Gagasan bahwa sebagian besar otak masih belum digunakan merupakan gagasan tanpa landasan yang kuat. Setiap bagian otak telah diketahui fungsinya.

Barry Beyerstein, seorang ahli otak, menunjukan tujuh bukti kesalahan mitos ini:

  • Penelitian kerusakan otak: Jika 90% otak tidak digunakan, berarti kerusakan terhadap wilayah tersebut tidak akan merusak performa otak. Sementara itu, kerusakan sekecil apapun terhadap otak dapat memberikan dampak yang besar.
  • Evolusi: Otak sangat berharga bagi anggota tubuh lain. Jika 90% otak tidak penting, maka akan muncul kemungkinan bertahan yang lebih besar bagi manusia dengan otak yang lebih kecil dan efisien.
  • Citra otak: Teknologi seperti Positron Emission Tomography (PET) danFunctional Magnetic Resonance Imaging(fMRI) membuat aktivitas otak dapat dipantau. Bahkan saat manusia sedang tidur, semua bagian otak menunjukan aktivitas. Otak hanya memiliki bagian yang “tidur” jika mengalami kerusakan berat.
  • Lokalisasi fungsi: Otak terdiri dari beberapa bagian, yang memiliki fungsinya masing-masing. Penelitian telah memetakan fungsi otak, dan tidak ada wilayah otak yang tak berguna.
  • Analisis mikrostruktural: Dengan tekniksingle-unit recording, peneliti memasukan elektroda kecil ke otak untuk memantau aktivitas sel. Jika 90% sel tidak digunakan, maka teknik ini seharusnya telah menunjukan hal tersebut.
  • Penelitian metabolis: Teknik ilmiah lainnya mempelajari penyerapan molekul 2-deoksiglukosa oleh otak. Jika 90 persen otak tidak digunakan, maka sel yang tak aktif akan ditunjukan sebagai wilayah kosong dalam radiograf otak.
  • Penyakit otak: Sel otak yang tidak digunakan memiliki kecenderungan untuk mengalami degenerasi. Jika 90% otak tak digunakan, otopsi otak dewasa akan menunjukan degenerasi berskala besar.

Mitos 10% otak telah menyebar luas, bahkan terkadang muncul dalam iklan-iklan. Beberapa tokoh Zaman Barumengklaim bahwa sembilan puluh persen bagian yang belum digunakan ini dapat memunculkan kekuatan psikik.

Referensi

  1. https://metafisis.net/2010/10/25/pseudoscience-sel-otak-aktif-lebih-10-maka-akan-sakti-hoax-hikmatul-iman/
  2. https://metafisis.net/2011/03/31/mitos-otak-10/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s