Peristiwa Peristiwa Sebelum Aksi Damai 4 November

img_20161107_205936

Ratusan ribu massa akan memadati ibukota. Massa yang datang dari penjuru Indonesia tersebut akan memadati lokasi di seputaran Monas, Masjid Istiqlal, Balaikota DKI, DPRD DKI Kebon Sirih, dan Istana Kepresidenan.

Bukan tanpa sebab ratusan ribu masa turun ke jalan. Pemicunya adalah ucapan Ahok di Kepulauan Seribu, pada akhir September lalu yang dinilai oleh sebagian besar umat Islam telah menistakan agama dengan melecehkan Al-Maidah ayat 51.
Salah satu tuntutan pendemo adalah berjalannya proses hukum terhadap Ahok.

Ucapan Ahok tersebut ternyata berbuntut panjang. Bukan hanya Ahok yang dilaporkan ke Bareskrim, Presiden Jokowi pun diminta turun tangan. Bahkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pun dituding jadi dalang di balik aksi siang ini.

Ada serentetan peristiwa menarik sebelum peristiwa 4 November ini terjadi. Apa saja? Berikut ini dirangkum dari berbagai sumber.

  • Pidato Ahok di Kepulauan Seribu

portal piyungan

Video Ahok di Kepulauan Seribu mendadak viral akhir September lalu. Pasalnya dalam video tersebut Ahok berujar, “Bapak Ibu nggak bisa pilih saya, dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51 macam-macam gitu. Itu hak bapak ibu, nggak bisa dipilih nih karena saya takut neraka. Nggak papa. Karena itu panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja, jadi bapak ibu nggak usah merasa nggak enak, dalam nuraninya nggak bisa pilih Ahok,” kata Ahok dalam cuplikan video itu.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan kajian terkait polemik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnamaalias Ahok tentang surah Al Maidah. Dari hasil kajian tersebut MUI menilai pernyataan Ahok yang mengutip surah Al Maidah ayat 51, menghina Alquran dan para ulama.

Ketua MUI Maruf Amin menjelaskan, penghinaan itu karena Ahok menyebut kandungan dari surah Al Maidah itu sebuah kebohongan, maka hukumnya haram dan termasuk penistaan terhadap Alquran serta yang menyebarkan surah Al Maidah tersebut pembohong. Padahal MUI melihat orang yang kerap menyebarkan surah tersebut tak lain merupakan para ulama.

“Jadi MUI sudah membuat pendapat mengenai pernyataan Ahok beberapa waktu lalu. Menurut MUI ada penghinaan kepada Alquran dan ulama. Dan ulama dianggap melakukan pembohongan,” kata Maruf Amin saat dihubungi merdeka.com, Rabu (12/10).

Pernyataan sikap MUI itu telah diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk dijadikan bahan pemeriksaan Ahok atas laporan sejumlah elemen masyarakat. MUI meminta pihak kepolisian mengusut tuntas pelaporan terhadap Ahok tersebut.

“Ya diserahkan ke pihak kepolisian buat bahan pemeriksaan oleh pihak kepolisian,” tandasnya.

Berikut kajian resmi MUI terkait pernyataan Ahok mengenai surah Al Maidah tersebut:

Bismillahirrahmanirrahim Sehubungan dengan pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Selasa, 27 September 2016 yang antara lain menyatakan, Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya.. yang telah meresahkan masyarakat, maka Majelis Ulama Indonesia, setelah melakukan pengkajian, menyampaikan sikap keagamaan sebagai berikut:

  1. Alquran surah Al Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non Muslim sebagai pemimpin.
  2. Ulama wajib menyampaikan isi surah Al Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin muslim adalah wajib.
  3. Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah Al Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin.
  4. Menyatakan bahwa kandungan surah Al Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Alquran.
  5. Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah Al Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.

Berdasarkan hal di atas, maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan : (1) menghina Alquran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum. Untuk itu Majelis Ulama Indonesia merekomendasikan :

  1. Pemerintah dan masyarakat wajib menjaga harmoni kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  2. Pemerintah wajib mencegah setiap penodaan dan penistaan Alquran dan agama Islam dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.
  3. Aparat penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan penodaan dan penistaan Alquran dan ajaran agama Islam serta penghinaan terhadap ulama dan umat Islam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Aparat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum.
  5. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, di samping tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan melaporkan kepada yang berwenang.

Selasa, 11 Oktober 2016 MAJELIS ULAMA INDONESIA Ketua Umum DR. KH. MARUF AMIN Sekretaris Jenderal DR. H. ANWAR ABBAS, MM, MAg

  • Ahok dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri

10 elemen masyarakat melaporkan mantan politisi Golkar ini ke Bareskrim Mabes  Polri. Sebelumnya Ahok juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

  • Permintaan Maaf Ahok

Netizen gaduh, Ahok pun lantas minta maaf.”Yang pasti, saya sampaikan kepada umat Islam atau orang yang tersinggung, saya mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan Alquran. Kalian bisa lihat suasananya seperti apa,” kata Ahok

  • Aksi Damai Bela Islam I, 14 Oktober 2016

Sebelumnya ribuan massa juga turun ke jalan pada 14 Oktober 2016 lalu. Aksi tersebut berlangsung  damai, meski ada insiden rusaknya taman yang berada di depan Balaikota DKI Jakarta.

  • Nusron Wahid Membela Ahok

Ahok minta maaf, tak serta merta masalah selesai. Dalam sebuah tayangan di stasiun televisi swasta, politisi Golkar Nusron Wahid membela Ahok. Bukan masalah dukungannya terhadap Ahok, ucapan Nusron dalam talkshow tersebut ternyata berbuntut panjang karena dinilai melecehkan ulama.

  • Jokowi menemui Prabowo

Jokowi pun melangsungkan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Tak hanya berkuda bersama, pertemuan tersebut juga membahas aksi hari ini. Selang sehari, Jokowi juga menggelar pertemuan dengan MUI, NU, dan Muhammadiyah.

  • SBY ikut buka suara

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pun ikut kena imbas. Ketua Umum Partai Demokrat ini sempat disebut menjadi salah satu dalang di balik aksi hari ini. Tentu saja SBY meradang dan membantah tudingan tersebut. Dalam konferensi pers di Cikeas, Jawa Barat Rabu (2/11), SBY bilang kalau aksi 4 November pasti dipicu oleh suatu sebab. “Kalau tuntuannya tidak didengar sampai lebaran kuda bakal ada unjuk rasa,” kata dia. Ucapan SBY soal ‘lebaran kuda’ ini akhirnya menjadi viral.

  • 11 Situs Islam Diblokir 

Pemblokiran situs Islam kembali terjadi menjelang aksi damai umat Islam besok Jum’at 4 November 2016. Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir 11 situs yang diduga mengandung konten Suku, Agama dan Ras (SARA).

Dalam surat yang dikirimkan ke sejumlah Internet Service Provider (ISP), Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo meminta 11 situs tersebut diblokir sementara.

“Itu memang permintaan dari beberapa instansi terkait, kolaborasi antara pihak kepolisian, BIN (Badan Intelejen Negara) dan laporan warga,” kata Plt Pusat Humas dan Informasi Kominfo Noor Iza, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

Dia tidak mengelak bila penutupan ini memang terjadi jelang aksi demo pada 4 November 2016 yang akan diikuti setidaknya ratusan ribu umat Islam. Karena ditakutkan makin memperkeruh suasana.

“Sebenarnya permintaan untuk memblokir itu sudah ada beberapa waktu lalu, namun semakin ke sini (dekat dengan demo) permintaannya semakin besar. Maka dari itu kami perlu menindak,” katanya.

Redaksi Sangpencerah.id mencoba untuk membuka beberapa situs tersebut, memang sebagian ISP sudah melakukan pemblokiran.

Sebelas situs tersebut adalah:

  1. Lemahirengmedia.com,
  2. portalpiyungan.com,
  3. suara-islam.com
  4. smstauhiid.com,
  5. beritaislam24h.com
  6. bersatupos.com
  7. pos-metro.com
  8. jurnalmuslim.com
  9. media-nkri.net
  10. lontaranews.com
  11. nusanews.com.

Aksi 4 November Bukan Aksi Anti Cina ataupun Anti Kristen

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang juga pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Habib Rizieq Syihab, menegaskan bahwa aksi tanggal 4 November mendatang adalah aksi konstitusional penegakan hukum terhadap Ahok yang sudah melakukan pelecehan terhadap Al-Quran.

“Aksi bela Islam pada tanggal 4 November nanti murni aksi jihad konstitusional bukan aksi SARA, bukan aksi anti Cina, aksi anti Kristen. Dan kami mengklarifikasikan bahwa kami tidak ada rencana chaos, kami datang ke Istana Negara untuk meminta tanggung jawab Presiden,” tegas Habib Rizieq dalam konferensi pers konsolidasi jelang aksi pada Selasa malam kemarin (1/11/2016) di Hotel Grand Sultan, Jakarta.

Habib Rizieq menilai presiden Jokowi gagal paham dalam mensikapi aksi 4 November mendatang. Alih-alih melihat akar permasalahan yaitu penistaan agama, tapi Jokowi malah mengeluarkan pernyataan kalau demonstrasi bukan aksi yang memaksakan kehendak dengan melakukan kekerasan.

“Pernyataan ini sangat menyinggung kita, seolah-olah kita memang berniat untuk melakukan kerusuhan dan pengrusakan dalam aksi nanti,” terang Habib.

Dengan mendekat ke pimpinan Parpol, Jokowi menurut Habib Rizieq sangat salah karena gerakan menuntut Ahok dihukum bukanlah gerakan parpol. “Nggak mungkin parpol bisa menggerakan aksi sebesar ini.  Jokowi sudah gagal paham kalau kata orang betawi goblok,” tandas beliau.

Massa dari berbagai elemen masyarakat mulai berkumpul di beberapa titik untuk menuju ke pusat lokasi unjuk rasa hari ini.

Kelompok orang-orang yang hendak berunjuk rasa berangkat dari Stasiun Bogor sejak pukul 08.30 WIB, sebagian besar laki-laki mengenakan baju koko putih.

Di Stasiun Depok juga banyak kelompok-kelompok orang yang hendak menuju Jakarta untuk berunjuk rasa.

Pengunjuk rasa juga terlihat berkumpul di Stasiun Duren Kalibata pukul 10.00 WIB.

Kelompok pengunjuk rasa juga memadati Stasiun Manggarai. Terpantau hingga pukul 10.50 WIB, kereta tujuan Jakarta-Kota dipenuhi massa yang akan unjuk rasa. Bahkan, sebagian massa turun di Stasiun Gondangdia karena di Stasiun Juanda sudah terlalu padat.

Di sekitaran Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, orang-orang yang menggunakan motor dan mobil maupun bus melintasi jalan tersebut menuju arah Monumen Nasional.

Di kawasan sekitar Tugu Tani, ada sekitar 40 bus pengangkut pengunjuk rasa yang di parkir.

Orang-orang berkumpul di sejumlah titik di kawasan Mesjid Al Riyadh, Kwitang, dan sekitarnya serta sepanjang jalan dari Tugu Tani ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan.

Pukul 09.57 WIB, rombongan orang yang menggunakan sepeda motor sudah tiba di kawasan Gambir Jakarta Pusat untuk berkonvoi menuju Masjid Istiqlal.

Di Patung Arjuna WIjaya dekat Monumen Nasional, ratusan orang juga sudah berkumpul dan mulai melakukan orasi.

Sementara Tol tangerang-Jakarta terpantau ramai lancar, begitu pun lalu lintas di Meruya-Tanah Abang.

Beberapa rute Transjakarta juga dialihkan atau diperpendek.

Kontroversi Surat Kemenristekdikti

img_20161107_205915

Surat Kemenristekdikti blunder. Surat tertanggal 2 November 2016 dengan nomor 350/B/SE/2016 ini justru memicu mahasiswa untuk turun aksi pada 4 November 2016.

Melalui surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad ini, Kemenristekdikti mengimbau dosen dan mahasiswa tidak terlibat langsung dalam aksi 4 November. Jika pun ada sivitas akademika yang ikut, tidak diperbolehkan mengatasnamakan dan membawa properti/atribut perguruan tinggi.

Surat itu dinilai Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah menciderai prinsip demokrasi yang telah diatur dalam konstitusi negara. Karenanya BEM SI mengimbau seluruh sivitas academika perguruan tinggi, khususnya mahasiswa untuk bergabung dalam aksi 4 November.

“Menghimbau kepada seluruh civitas academica perguruan tinggi, khususnya mahasiswa seluruh Indonesia untuk terlibat dalam aksi demonstrasi yang dijamin oleh konstitusi,” demikian poin ketiga pernyataan sikap BEM SI melalui situs bemindonesia.or.id, Kamis (3/11/2016).

Dalam pernyataan sikap berjudul Stop Pembungkaman Aspirasi, Mari Jaga Ke-bhinneka-an!, BEM SI juga mengecam tindakan Ahok.

Berikut ini pernyataan lengkap BEM SI:

[Pernyataan Sikap] Stop Pembungkaman Aspirasi, Mari Jaga Ke-bhinneka-an!

Hidup mahasiswa!

Beredarnya surat Kemenristekdikti ke publik yang mengintervensi civitas academica perguruan tinggi untuk tidak terlibat dalam aksi 4 Nopember 2016, telah menciderai prinsip demokrasi yang telah diatur dalam konstitusi negara. Presiden seharusnya bersikap bijak dan tegas, bukan justru menunjukan sikap keberpihakan terhadap pelaku yang merusak prinsip ke-bhinneka-an, nasionalisme, dan stabilitas sosial. Oleh sebab itu, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyatakan sikap :

  1. Mengecam tindakan Basuki Cahya Purnama yang mengkebiri ke-bhinneka-an dan semangat nasionalisme karena telah menistakan agama Islam sebagai salah satu agama yang diakui konstitusi
  2. Menuntut presiden dan aparat penegak hukum untuk bersikap tegas dan segera menjatuhkan hukuman yang adil sesuai konstitusi, guna mengembalikan stabilitas negara
  3. Menghimbau kepada seluruh civitas academica perguruan tinggi, khususnya mahasiswa seluruh Indonesia untuk terlibat dalam aksi demonstrasi yang dijamin oleh konstitusi
  4. Mengutuk segala bentuk pembungkaman pergerakan mahasiswa dan pelemahan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum
  5. Mendesak Kemenristekdikti untuk mencabut surat edaran dirjen Belmawa nomor 350/B/SE/2016 tentang himbauan terkait unjuk rasa 4 Nopember 2016 karena menciderai gerakan mahasiswa yang independen dengan berdasarkan gerakan moral intelektual

“Bila kita adalah gerakan, maka diam berarti mati!”

Hidup mahasiswa!

Hidup rakyat Indonesia!

Ttd

Koordinator Pusat BEM SI

Ketua BEM UNJ

Bagus Tito Wibisono

0856 9288 1XXX

Celoteh Megawati Soekarnoputri

img_20161107_205838

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menganggap Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam, belum menganut nilai keislamaan. Hal tersebut, setidaknya dapat dilihat dari survei beberapa peneliti dari George Washington University.

Pernyataan ini disampaikan Megawati dalam acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan 2016-2021 di Jakarta, Jumat (20/5/2016).

“Indonesia harus puas di urutan 140. Tak jauh dari negara islam lainnya di urutan100-200,” kata Megawati.

Para peneliti itu mengukur indeks negara islami berdasarkan nilai yang diajarkan Al-quran seperti kejujuran, amanah, toleransi, kebersihan, dan empati. Ada 200 negara yang disurvei oleh George Washington University.

Negara-negara yang penduduknya bukan mayoritas islam seperti Selandia Baru, lanjut Megawati, justru mendapatkan peringkat pertama negara paling islami. Hal ini karena masyarakat di sana memegang nilai kejujuran dan indikator lainnya yang diajarkan oleh islam.

“Di negara muslim seperti Indonesia, sandal jepit bisa hilang di depan masjid,” tambah Megawati disambut tawa 146 kader PPP yang baru saja dilantik.

Megawati mengatakan, survei itu memang belum tentu benar. Namun, setidaknya survei tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi Indonesia untuk memperbaiki nilia-nilai keislaman.

PPP sebagai partai islam tertua di negeri ini dinilai Megawati punya kewajiban untuk membuat masyarakat kembali ke nilai-nilai islam yang sesungguhnya.

“Mungkin yang salah yang membuat survei, karena kalau diukur jamaah hajinya, Indonesia jadi ranking pertama Tapi bukan itu parameter keislaman yang diusung,” ucap Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Rupanya, sentilan Megawati itu dijawab netizen dengan setilan yang lebih besar. Di antara sekian banyak jawaban, sebuah jawaban menohok datang dari Arief Munandar Djaiman.

“Jangankan Ibu, saya juga heran lho, Bu ! Coba ibu pikir sendiri Tangker segede gaban hilang, Satelit indosat hilang, beberapa BUMN hilang bahkan sampai Pulau Sipadan & Ligitan aja juga bisa hilang. Aneh to, Bu?” tulisnya melalui akun Facebook pribadinya, Selasa (24/5/2016).

Anton Medan Ancam Habib Rizieq Cs

img_20161107_205814

Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI) Anton Medan memperingatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq cs berkaitan gagasan demo 4 November 2016.

“Kalau ada yang ingin mengakibatkan kerusakan negara ini Anda mesti bertemu dengan Anton Medan, ” kata Anton Medan pada wartawan, Senin (31/10).

Anton bahkan juga bakal menggunakan hukum rimba bila demo 4 November 2016 berbuntut rusuh. “Tapi bila ada yang melakukan tindakan sewenang-wenang dengan jual agama, saya gunakan hukum rimba. Islam itu tinggi janganlah direndahkan, ” ungkap Anton. Diluar itu, ia bercerita pernah membakar tahanan Komdak pada th. 1986.

“Usia saya 12 th. pertama kalinya di penjara masalah pembunuhan, ” terang Anton. Anton Medan mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk memohon kepastian Kapolda Metro untuk jaminan keamanan orang-orang berkaitan gagasan demo besar 4 November 2016.

Beragam ormas merencanakan mengadakan demonstrasi yang bakal diperuntukkan buat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dituding menistakan agama Islam melalui pernyataannya berkaitan surat Al Maidah ayat 51.

Mendukung Aksi 4 November

img_20161107_205747

Salah besar apabila ada yang menilai aksi 4 November adalah aksi FPI. Sebab, sejatinya bukan hanya FPI. Aksi ini akan dihadiri ratusan ribu orang, dari berbagai elemen. Buruh satu diantara berbagai elemen yang akan hadir. Mereka menamakan dirinya Gerakan Pekerja Indonesia.

Keterlibatan kaum buruh dalam aksi 4 November semakin menegaskan, bahwa aksi ini merupakan aksi lintas element. Oleh karenanya, tidak bisa dikerdilkan dengan mengatakan ini sebagai aksi yang dilakukan satu element saja.

Setiap aksi pasti akan mendatangkan reaksi. Pro dan kontra wajar saja terjadi. Termasuk ketika ada yang mempertanyakan, ngapain buruh ikut-ikutan dalam aksi 4 November?

Bagi gerakan buruh, aksi adalah makanan sehari-hari. Ibarat kata, apapun masalahnya, bagi buruh aksi adalah jawabannya.

Terkait Ahok, tak terhitung berapa kali aksi yang sudah dilakukan oleh kaum buruh. Jauh sebelum ini, buruh mendemo Ahok karena dugaan sejumlah korupsi yang dilakukannya. Tidak hanya di Balaikota, aksi buruh juga dilakukan hingga ke kantor KPK. Bukan hanya sekali dua kali aksi seperti ini dilakukan. Catat baik-baik, ini bukan aksi terkait ras atau agama.

Buruh juga kembali bergerak ketika Ahok melakukan penggusuran dan mendukung reklamasi. Bahkan sekali waktu melakukan seminar untuk menyoroti kebijakan reklamasi yang memporak-porandakan kehidupan nelayan itu. Sebagai bentuk solidaritas, dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, buruh menyelenggarakannya di Pasar Ikan. Di atas reruntuhan rumah warga yang digusur. Sekali lagi, ini bukan aksi terkait ras dan agama.

Tuntutan terhadap upah layak, jangan ditanya. Tak terbilang aksi buruh yang dilakukan. Itulah yang kemudian beberapa hari lalu BURUH memberi gelar kepada Ahok sebagai: Bapak Upah Murah dan Bapak Tukang Gusur Rakyat Kecil.

GPI setuju satu hal, bahwa buruh adalah bahasa universal. Buruh, lebih tepatnya serikat buruh, tidak bisa disekat berdasarkan suku, adat, ras, maupun agama. Ketika kita berjuang upah layak, kita tidak akan bertanya terlebih dahulu darimana asal suku dan apa agamanya. Dalam kesatuan itu buruh bergerak. Menuntut dan menuntut. Memenuhi tugas sejarah sebagai pembebas kaum yang tertindas.

Tentu kita sepakat, tidak seorang pun boleh menistakan agama apa pun. Bahkan jika dia memiliki kedudukan terhormat, sebagai Gubernur, misalnya. Sudahlah menggusur, memberikan upah murah, menistakan agama lagi. GPI bisa mengerti kemarahan ini. Sekali lagi, buruh tidak membedakan SARA – dan karena itu buruh marah ketika ada yang mengangkanginya. Satu hal, yang kemudian buruh menyematkan satu lagi gelar kepada Ahok: Bapak Penista Agama.

Masalahnya adalah, bahwa Ahok seperti tidak tersentuh hukum sama sekali. Dalam kasus dugaan korupsi, meskipun BPK sudah mengatakan ada kerugian, tetapi Ahok bisa melenggang dengan aman. Hal yang sama kemudian terjadi dalam kasus penistaan agama. Meskipun sudah banyak pihak yang melaporkan, tetapi proses hukum terkesan berjalan lambat. Dalam hal ini, banyak yang menduga Ahok mendapat perlindungan dari Istana.

Dalam keterangan resminya, GPI menyatakan aksi itu untuk meminta Presiden Joko Widodo bertindak tegas, tidak tebang pilih dan tidak melakukan pembelaan terhadap pelaku penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama. Dengan kata lain, GPI menuntut proses hukum yang adil dan transparan terhadap penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI itu.

Itu artinya, kita harus memaknai gerakan 4 November merupakan aksi untuk menegakkan keadilan.

Jika buruh menolak tax amnesty karena merasa prinsip equality before the lawtercederai, hal yang sama juga mengusik kaum buruh dalam kasus penistaan agama ini. Ahok memang belum terbukti melakukan penistaan agama (setidaknya sampai vonis dijatuhkan), tetapi karena ada yang melaporkan adanya dugaan itu, harusnya dia segera diadili.

Kasus begini, jika dilakukan oleh orang kecil akan berjalan cepat. Tetapi giliran Ahok, mengapa terkesan lambat dan bahkan jalan di tempat?

Ada yang mengatakan, harusnya kasus ini diserahkan saja kepada pihak kepolisian, toh (katanya) prosesnya masih berjalan. Tetapi publik terlanjur kecewa. Seperti halnya dugaan korupsi yang menguap begitu saja, jika tidak ada gerakan rakyat untuk mengawal kasus penistaan ini, kita khawatir hal yang sama akan terjadi. Demi rasa keadilan yang terusik itulah, buruh akan turun aksi.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Maneger Nasution mengamati langsung Aksi Bela Alquran 4 November. Menurut dia, dunia kemanusiaan berterima kasih kepada umat Islam Indonesia.

“Saya, dan mungkin siapa pun, yang menyaksikan lautan manusia hari ini di sekitar Monas dan Istana Medan Merdeka, pasti merinding. Muslim Indonesia telah mencontohkan pelaksanaan demonstrasi secara bermatabat,” ujarnya, Jumat (4/11).

Dia melihat tidak ada kekerasan, ujaran kebencian, diskriminasi, nyaris tidak meninggalkan sampah, dan tidak ada fasilitas publik atau taman yang rusak. “Inilah demo termartabat dan terbesar pascareformasi,” kata dia.

Maneger menyampaikan terima kasih kepada publik yangg mendukung jalannya penyampaian pendapat. Dia juga berterima kasih pada Polri dan TNI yang mengedepankan persuasi hari ini. Termasuk para polisi wanita dan Pasukan Asmaul Husna.

Maneger berharap Presiden Jokowi meskipun lebih memilih melihat kereta api Bandara Soekarno-Hatta ketimbang menemui lautan rakyatnya sendiri, semoga dia tetap konsisten dengan komitmen yang pernah ia ucapkan kepada tokoh-tokoh masyarakat beberapa waktu lalu. Untuk aparat Kepolisian, diminta mengikuti perintah Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk menuntaskan kasus yang diduga penistaan agama oleh Ahok secara cepat, berkeadilan, terbuka dan tegas dalam dua pekan.

  • Peggy Melati Sukma Bagikan 2.500 Nasi Bungkus untuk Demonstran

img_20161107_205723

Ada artis Peggy Melati Sukma di tengah aksi demo 4 November. Peggy rupanya ikut membagikan nasi bungkus untuk para demonstran.

Pantauan detikcom, Peggy berada di tengah demonstran yang tengah berkumpul di sekitar Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Jumat (4/11/2016). Ia membagi-bagikan logistik dari teman-temannya untuk para demonstran.

“Saya bantu-bantu, sama teman-teman bawa logistik buat teman-teman yang demo bela Islam,” kata Peggy sembari tersenyum.

Ada sejumlah paket logistik dibagikan kepada demonstran. “Kita ada nasi bungkus, madu, air minum. Ada 2.500 buah,” kata Peggy.

Peggy punya harapan agar demo hari ini berlangsung damai dan aspirasi para demonstran didengar oleh penguasa. “Harapannya semoga berjalan damai demonya,” pungkasnya.

  • Zeng Wei Jian Dukung FPI

img_20161107_205705

Aktivis Tionghoa, Zeng Wei Jian menyebutkan kalau Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab tidaklah orang yang anti serta tidak suka pada kelompok minoritas seperti dikabarkan di sebagian media. Hal itu dibuktikannya dengan bertandang ke rumah Habib Rizieq di Petamburan, Senin 31 Oktober 2016.

Zeng Wei Jian memberikan, Habib Rizieq sudi menerimanya dengan tangan terbuka serta mereka berdiskusi mengenai Tindakan Bela Islam II 4 November 2016 yang akan datang.

Semua pengalaman bertandang ke rumah Habib Rizieq itu lalu dituangkan Zeng Wei Jian kedalam satu tulisan yang dipublikasikan Senin (31/10/2016) saya berjumpa Habib Rizieq dirumah Jl. Petamburan III. Ada Panglima Munarman disana. Terkecuali beberapa puluh ustad serta pimpinan Ormas Islam lain.

Kompleks tempat tinggal Habib Rizieq cukup kecil untuk ukuran seseorang Imam Besar Ormas sebesar FPI. Terlebih apabila di banding Kompleks Perumahan Gus Dur di Ciganjur. Jalan masuknya hanya muat semobil.

Saya kirim photo dokumentasi bercakap dengan Habib Rizieq pada sebagian rekan.

Seseorang rekan beraliran sosialistik, sama Fajrul Rahman (antek Jokowi-Ahok), yang sekarang ini aktif di PKB merespon. Dia katakan, ” Jika loe tunjukin kedekatan sama FPI, itu jadi merugikan. FPI SARA. ”

Rekan lain, sebut saja namanya Esti. Dia seseorang liberalist tulen kebarat-baratan tajam mencibir. Dia katakan, ” I’m not amazed. This would led to zero admiration. ”

Fikri, kader PDI-P, berkomentar, ” Lu tidak dipukul? Haha. ”

Beberapa rekan dari Gerindra mereply, ” Mantap “. Ada yang kirim icon jempol berderet. Netizen Hadi Jayani (Tionghoa Katolik), ” TOP (3 icon jempol), salam untuk Habib Rizieq, video beliau dengan Jaya Suprana yaitu favorite saya. ” Pak Jaya Suprana sendiri kirim pesan singkat : Kereeen!

Saya tak tau latar belakang persepsi rekan-rekan itu tehadap sosok Habib Rizieq. Namun saya setuju, Habib Rizieq memanglah kontroversial.

Di saat awal, mereka rajin satroni serta geruduk diskotik, tempat hiburan malam, tempat maksiat serta kasino. Beberapa orang sekuler serta liberal kecam manuver ini. Mereka katakan itu masalah polisi, bukanlah paramiliter seperti FPI.

Saya menampik opini beberapa orang itu. Beberapa tempat maksiat telah harusnya dilarang. Namun kembali mereka berargumen : itu pemaksaan kehendak. ” Ini negeri merdeka, ” kata mereka.

Mereka mensupport slogan ” bonum commune hominis ” (kebaikan cuma untuk beberapa bos diskotik), bertentangan dengan ” bonum commune communitatis “, common good of the community.

  • Ikatan Pemuda Tionghoa Ikut Aksi 4 November

Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) memutuskan mengikuti aksi unjuk rasa damai, hari ini, Jumat (4/11/2016) guna menjaga semangat ke-Bhineka-an dan ke-Indonesia-an. Ormas ini akan bergabung dengan organiasi kepemudaan non-muslim lain yang membaur dengan massa Aksi Bela Agama Islam II.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI), Ardy Susanto mengatakan,  keterlibatan mereka dalam aksi ini menunjukkan bahwa  menjaga kebhinekaan adalah komitmen bersama baik umat Islam, warga keturunan Cina dan semua elemen suku dan agama di Indonesia.

“Kita akan turun bersama organisasi pemuda non Muslim lain seperti Pemuda Katolik, Generasi Muda Khonghucu (GEMAKU), demi mengembalikan kebhinekaan yang telah dirusak Ahok,” kata dia kepada wartawan Kamis (3/11/2016) malam.

 KLIK UNTUK MELANJUTKAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s