Hai Umat Islam, Kalian ‘Dimurtadkan’ Secara Halus, Bangunlah! Pelajari Agamamu!

Fakta menunjukkan umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Bahkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

Tetapi, jangan bangga dulu. Benar umat Islam Indonesia mayoritas dan terbesar jumlahnya, tetapi statistik membuktikan angka pertumbuhan umat Islam Indonesia kalah dibandingkan dengan pemeluk Kristen. Sebabnya adalah upaya Kristenisasi yang massif terjadi di negeri ini.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin pada bulan April 2014 menunjukkan angka statistik pertumbuhan umat Islam Indonesia. Pada sensus penduduk 1990 jumlah umat Islam mencapai 87,6 persen. Angka ini kemudian meningkat menjadi 88,2 persen pada sensus penduduk 2000.

Yang memprihatinkan, kata Din, angka pertumbuhan tahunan umat Islam hanya 1,2 persen. Sementara Kristen dua kali lipatnya, yakni 2,4 persen per tahun.

Bila diturunkan lagi ke tingkat provinsi, akan lebih memprihatinkan lagi. Din mengutip data seorang penulis Leo Suryadinata yang menyebutkan angka pertumbuhan Kristen terbesar adalah di Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai delapan persen per tahun.

Di bawahnya, ada tiga provinsi yang angka pertumbuhan Kristen mencapai tujuh persen. Ketiganya adalah Sumatera Barat, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Di Jawa Barat itu di wilayah Sukabumi, Cianjur bagian Selatan. Modusnya mereka sewa rumah, kemudian digunakan untuk tempat belajar, main basket, main volly, kemudian dilakukan aktivitas pemurtadan,” jelas Din.


Pesatnya Pertumbuhan Umat Salib


Pada tahun 80-an penduduk Muslim di Indonesia masih lebih dari 90%, maka pada tahun 2000 populasi muslim turun ke angka 88,2% dan tahun 2010 turun lagi menjadi 85,1%. Di Indonesia pertumbuhan agama Islam justru menurun drastis, seperti data di bawah ini:

  1. Berdasarkan hasil riset Yayasan Al Atsar Al-Islam (Magelang) dan dalam rangkaian investigasi diperoleh data bahwa mulai tahun 1999-2000 Kristen dan Khatolik di Jateng telah meningkat dari 1-5 % diawal tahun 1990, kini naik drastis 20-25% dari total jumlah penduduk Indonesia.
  2. Dari laporan Riset Dep. Dokumentasi dan Penerangan Majelis Agama Wali Gereja Indonesia, sejak tahun 1980-an setiap tahunnya laju pertumbuhan umat Khatolik: 4,6%, Protestan 4,5%, Hindu 3,3%, Budha 3,1% dan Islam hanya 2,75%.
  3. Dalam buku Gereja dan Reformasi penerbit Yakoma PGI (1999) oleh Pendeta Yewanggoe, dijelaskan jumlah umat Kristiani di Indonesia (dari Riset) telah berjumlah lebih 20%. Sedangkan menurut data Global Evangelization Movement telah mencatat pertumbuhan umat Kristen di Indonesia telah mencapai lebih 40.000.000 orang (19 % dari total 210 jumlah penduduk Indonesia)
  4. BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia melaporkan penurunan jumlah umat Islam di Indonesia. Contohnya di Sulawesi Tenggara turun menjadi 1,88% (dalam kurun waktu 10 tahun). Demikian pula di Jawa Tengah, NTT dan wilayah Indonesia lainnya.
  5. Dalam Kiblat Garut 26 Juni 2012, Menteri Agama RI saat itu, Suryadharma Ali mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah umat Islam di Indonesia terus mengalami penurunan. Padahal di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Semula, jumlah umat Islam di Indonesia mencapi 95 persen dari seluruh jumlah rakyat Indonesia. Secara perlahan terus berkurang menjadi 92 persen, turun lagi 90 persen, kemudian menjadi 87 persen, dan kini anjlok menjadi 85 persen.
  6. Menurut data Mercy Mission, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim.[1]

Masih belum hilang dari ingatan kita kontroversi tentang pembangunan rumah sakit Siloam (yang ditengarai mengemban misi kristenisasi ) di Palembang tahun 2011 silam dan pemblokiran GKI Yasmin oleh pemkot Bogor (karena penipuan yang dilakukan terhadap warga terkait tanda tangan palsu IMB gereja).

Maka saat ini kita dikejutkan lagi oleh berbagai modus kristenisasi yang kembali marak dilakukan oleh para kaum salibis untuk memurtadkan umat Islam di Indonesia. Sebuah video di sosial media yang berjudul “Spesial: Kristenisasi Terselubung di Car Free Day Jakarta” yang dirilis pertama kali hari Senin, (03/11/214) oleh rtkChannel HD dan disebarkan di laman Youtube menggambarkan betapa getolnya para salibis menawarkan “barang dagangannya”.

Video tersebut menampillan aksi sekelompok orang yang sedang membagi-bagikan cinderamata mulai dari pin,kalung, syal dan biskuit dengan simbol dan istilah-istilah tertentu yang sangat identik dengan simbol dan istilah dalam aksi kristenisasi. Bahkan dimenit yang ke-14.30 terekam aksi seorang wanita yang secara jelas meminta kepada seorang ibu tua yang berkerudung untuk percaya kepada kebaikan Yesus, jika dia percaya maka dia akan terselamatkan.

Di Bogor, upaya kristenisasi juga menimpa warga di tiga desa Kecamatan Babakan Madang-Sentul. Mereka menjadi korban pemurtadan yang berkedok wisata di Monumen Nasional tanggal 2 November 2014, dan ternyata belakangan diketahui bahwa acara tersebut adalah program kristenisasi masal. Tidak hanya warga di tiga desa ini saja yang menjadi target pemurtadan kaum nasrani tetapi juga warga Bogor di wilayah yang lain.

Bahkan saat ini setiap Ahad sejak pagi hari di Pasar Bogor ada aktivis Kristen yang selalu membagikan buletin Alkitab yang berjudul ‘Sedarlah, kunci hidup bahagia’kepada masyarakat umum secara gratis (Suara Islam Online, Senin (24/11/2014). Isi dari buletin tersebut penuh dengan ayat-ayat Alkitab dan memiliki alamat website http://www.jw.org. Informasi yang terdapat di website tersebut, kelompok ini menamakan dirinya sebagai saksi-saksi Yehuwa. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk mengikuti Yesus Kristus dan bangga disebut Kristen. Secara rutin mereka ‘membantu’ orang-orang untuk belajar Alkitab dan kerajaan Allah.

Demikianlah gerakan pemurtadan yang dilakukan oleh para salibis terhadap umat Islam semakin hari semakin masif dan agresif. Mereka melakukan berbagai cara agar aqidah umat Islam terpalingkan dari jalan yang lurus. Tidak hanya dengan cara-cara yang halus, (jika dipandang perlu) mereka juga menggunakan cara yang kasar yaitu dengan sihir dan hipnotis.

Data pergerakan aksi misionaris (kristenisasi) di Indonesia menunjukkan angka yang cukup mengerikan. Berdasarkan hasil riset Yayasan Al Atsar Al-Islam (Magelang) dan dalam rangkaian investigasi diperoleh data bahwa mulai tahun 1999-2000 Kristen dan Khatolik di Jateng telah meningkat dari 1-5 % diawal tahun 1990, kini naik drastis 20-25% dari total jumlah penduduk Indonesia. Insan Mokoginta (kristolog) menuturkan berdasarkan penelitian di Solo sejak tahun 2010-2012 terdapat sebanyak 40.000 orang Islam yang murtad. Sementara di Klaten, sebanyak 23.300 orang Islam yang murtad. Informasi ini menurut Insan Mokoginta, di dapatkan dari Departemen Agama setempat, berdasarkan perkembangan demografis penduduk Muslim di Solo. Di mana jumlah penduduk Muslim semakin menyusut.

Di Aceh lebih mengkawatirkan lagi. Menurut penuturan seorang pendeta yang sudah masuk Islam, George Panjaitan, dikatakan bahwa orang Aceh Utara yang murtad jumlahnya mencapai 400.000 orang, jumlah ini ada di empat desa di wilayah tersebut. Banyaknya warga Serambi Mekkah yang murtad ini terjadi pada tahun 2006-2007. Kondisi ini terjadi sebagai akibat dari peran organisasi Gereja Internasional diterjunkan pada saat itu untuk untuk menangani korban Tsunami. Berbagai macam kristenisasi terselubung yang berbalut bantuan sosial dan kemanusiaan telah berhasil memikat hati warga Aceh ini sehingga mereka menggadaikan aqidahnya.

Di sisi yang lain, menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia dilaporkan bahwa jumlah umat Islam di Indonesia mengalami penurunan. Contohnya di Sulawesi Tenggara turun sebesar 2,88% (dalam kurun waktu 10 tahun). Demikian pula di Jawa Tengah turun 3,1 %, NTT 4,3 % dan wilayah Indonesia lainnya rata rata sebesar 2,64 %.

Data Kementerian Agama mencatat jumlah pemeluk agama Islam mengalami penyusutan tiap tahunnya. Dari yang semula 95 persen hingga menjadi 92 persen. Kemudian tahun berikutnya menjadi 90 persen dan kemudian menjadi 87 persen. Sementara itu data terakhir Badan Pusat Statistik pada 2010 menunjukkan bahwa, persentase umat Islam 87,18 persen; Kristen 6,96 persen; Katolik 2,91 persen; Hindu 1,69 persen; Budha 0,72 persen; Konghucu 0,05 persen; dan lainnya 0,13 persen. Sungguh ironis!!!


Modus-Modus Kristenisasi


Diantara modus yang sering digunakan oleh kaum salibis untuk mengelabui dan menipu umat sehingga umat terkecoh dan meninggalkan aqidahnya adalah sebagai berikut:

  1. Membangun Gereja Ilegal

Keberadaan gereja bagi orang Kristen tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual tetapi lebih dari itu, gereja dibentuk untuk melaksanakan misi dari Yesus Kristus, yaitu untuk evangelisasi. Oleh karena itulah, pada 1969 dikeluarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 01/BER/MDN-MAG/1969 yang di antaranya menyatakan bahwa setiap pendirian rumah ibadat perlu mendapatkan izin dari Kepala Daerah atau pejabat Pemerintah di bawahnya.Peraturan ini diperbarui pada 2006 dengan dikeluarkannya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 εt 8/2006. Oleh pihak Kristen, peraturan ini dianggap merugikan mereka.

Karenanya dalam banyak kasus, mereka tidak mengindahkan peraturan ini.Banyak gereja didirikan atau baru akan didirikan dengan tidak mengindahkan peraturan ini bahkan dilakukan dengan cara memanipulasi/penipuan tanda tangan warga, seperti kasus GKI Yasmin di Bogor beberapa waktu lalu.


  • 2. Kristenisasi Melalui pendidikan


Kristenisasi melalui pendidikan dilakukan dengan berbagai cara, misalnya memberi bantuan biaya sekolah dan beasiswa, berkedok kampanye antinarkoba di kalangan pelajar, membagi-bagikan paket gratis kepada para pelajar yang berisi sebuah kaset mengenai kisah Yesus menurut Injil Lukas dengan ditutup kampanye anti narkoba bertajuk “Say No Drugs!” dan kiat belajar efektif, pembagian buku dan alat tulis. Bahan-bahan bacaan agama Kristen yang meliputi Injil dalam versi komik, buku mewarnai bergambar gereja, dan alat-alat lainnya yang bersimbol salib.


  • 3. Kristenisasi Melalui Bantuan dan Kegiatan Sosial


Bencana dan kesusahan yang menimpa umat Islam menjadi kesempatan emas bagi pihak Kristen untuk melakukan Kristenisasi. Mereka menawarkan bantuan, namun berbuntut dengan pemurtadan.

Banyak kasus Kristenisasi melalui bantuan dan kegiatan sosial terjadi berulang kali. Misalnya, ketika terjadi bencana dan gempa bumi di Aceh pada Desember 2004, banyak misionaris Kristen datang sebagai relawan dan membawa bantuan sosial sekaligus melakukan pemurtadan. Scott Binner, misalnya, seorang pastur berkewarganegaraan Amerika. Dan akhirnya bayak diantara anak-anak dan warga Aceh yang kemudian murtad.


  • 4. Kristenisasi Melalui Hiburan


Kristenisasi melalui hiburan dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, mengamen dengan lagu-lagu gereja di bis kota , menyusupkan video klip berisi propaganda tentang Yesus pada VCD bajakan lagu-lagu Islami Haddad Alwi dan paket wisata. Tayangan musik di Televisi-televisi swasta maupun negeri, seperti program Dahsyat, Inbox, Indonesia Mencari Bakat, dan masih banyak yang lain. Bukankah ibadahnya orang kristen itu bernyanyi? Adakah motiv kristenisasi di acara musik di televisi-televisi tersebut? Silahkan simpulkan sendiri.


  • 5. Mengklaim Beberapa Tokoh Islam Telah Masuk Kristen


Untuk meragukan umat terhadap Islam, pihak Kristen memfitnah beberapa tokoh Islam telah masuk Kristen. Seorang pendeta yang mengaku bernama Mohammad Filemon pada 2003 rajin memberikan ceramah kesaksian yang cukup spektakuler. Dia mengaku telah membaptis KH Zaenuddin MZ. Ceramah kesaksian itu direkam dalam VCD dan dijual di gereja. Setahun berikutnya, giliran pelawak Muslim asal Sunda, Kang Ibing, yang difitnah telah dibaptis masuk Kristen dengan harapan akan menjadi daya tarik bagi umat untuk mengikuti jejak orang-orang penting tersebut.


  • 6. Memacari, Memperkosa, Menghamili, Mengawini lalu Memurtadkan


Masih ingat kasus artis Asmirandah yang rela menggadaikan aqidahnya demi cinta butanya pada pacarnya yang seorang misionaris.


  • 7. Menggunakan Bantuan Jin


Usaha pemurtadan dan Kristenisasi lewat sihir, jin dan hipnotis terjadi di beberapa daerah. Pada akhir 2003, sembilan santri putri Pesantren Khairu Ummah mengalami kesurupan. Dalam proses penyembuhan atau ruqyah, jin-jin yang merasuki tubuh anak-anak santri tersebut meminta tolong kepada Bunda Maria dan Yesus serta terus menerus menyebut Haleluya.


Mengapa Kristenisasi Semakin Meluas?

Paling tidak, ada tiga penyebab mengapa gerakan misionaris Kristen bisa berkembang luas di Dunia Islam.

Pertama, faktor ideologis, yakni kelemahan fikrah (ide) Islam dan tharîqah (metode menerapkan Islam) yang ada di tengah-tengah kaum Muslim. Kelemahan fikrah ini ditandai dengan kabur dan lemahnya akidah kaum Muslim. Akidah kaum Muslim tidak lagi menjadi kekuatan dahsyat dalam kehidupan mereka yang mampu mendorong mereka untuk bangkit. Akidah Islam menjadi tidak lebih dari sebatas akidah ritual (ruhiah) saja.

Selain itu, akidah Islam pun tidak dipahami melalui metode yang benar, yakni lewat proses berpikir, tetapi semata-mata berdasarkan perasaan yang muncul dari naluri beragama saja. Akibatnya, pemurtadan menjadi lebih gampang, dan sebaliknya khurafat dan tahayul semakin merajalela. Sebab keimanan yang lahir dari perasaan (wijdan) saja tanpa melalui proses berfikir, adalah keimanan yang lemah. Oleh karena itu ketika seseorang mendapatkan sedikit ujian/cobaan berupa kesulitan ekonomi, sakit, masalah keluarga dsb, maka akan gampang sekali menukarkan keimanan yang mereka miliki dengan materi atau kebutuhan-kebuthan yang mereka butuhkan.

Kedua, kebencian kaum kafir terhadap Islam dan kaum Muslim. Kristenisasi semakin meluas karena didorong oleh kebencian orang-orang kafir terhadap Islam dan kaum Muslim. Ditanamkan dan disebarluaskan bahwa Islam adalah agama primitif, kejam, haus darah, melecahkan wanita, teroris, dan lain-lain. Hal ini secara sistematis dilakukan lewat media pendidikan maupun media massa. Akibatnya, banyak kaum Muslim yang membenci agamanya sendiri, menganggapnya hina dan malu beragama Islam. Banyak juga orang-orang non-Muslim yang pandangannya terhadap Islam kabur dan miring.

Ketiga, adalah ketiadaan Daulah Khilafah Islam. Ketiadaan Daulah Khilafah Islam membuat hukum-hukum Allah tidak bisa ditegakkan secara kâffah dan menyeluruh. Padahal tugas dan kewajiban Daulah Islam adalah menerapkan syariat Islam. Negeri-negeri Islam pun diperintah berdasarkan sistem kufur, yakni kapitalisme-sekular. Tidak diterapkannya aturan Islam secara kâffah dan menyeluruh inilah yang mengakibatkan munculnya berbagai persoalan kaum Muslim seperti kemiskinan, kebodohan, pengangguran, disintegrasi, konflik, dan lain-lain. Problem yang melilit umat ini pula yang dimanfaatkan untuk melakukan gerakan kristenisasi. Mereka memikat umat dengan uang, pendidikan, dan pekerjaan.

Ketiadaan Daulah Khilafah Islamiyah juga meniscayakan tidak adanya perlindungan terhadap aqidah umat. Akibatnya di tengah-tengah umat berkembang pesat bentuk-bentuk pelecehan, penistaan dan serangan terhadap aqidah Islam. Akibatnya umat semakin kabur akan nilai-nilai dan tsaqofah Islam, sebaliknya umat justru merasa familiar dan nyaman dengan nilai-nilai barat, kapitalisme dan nasrani yang disuntikkan secara halus ke tubuh umat.


Membendung Kristenisasi


Untuk dapat membendung arus kristenisasi maka harus diteliti apa yang menjadi akar permasalahannya. Dan yang menjadi akar persoalan maraknya kristenisasi dan persoalan-persoalan yang menimpa kaum Muslimin (seperti kemiskinan, kebodohan, dan konflik) adalah ketiadaan Daulah Khilafah Islam yang menerapkan syariat Islam secara kâffah. Daulah Khilafahlah pihak yang paling memungkinkan menghambat sekularisasi dan kristenisasi. Sebab, dalam pandangan hukum Islam, Daulah (negara) berkewajiban menjamin kebutuhan pokok rakyat (pangan, sandang, dan papan). Negara bertugas pula menjamin kebutuhan kolektif masyarakat yang vital seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dan keamanan.

Rasulullah Saw bersabda: “Imam itu pengurus/pengatur, dia bertanggung jawab terhadap rakyatnya”. [HR. al-Bukhari dan Muslim].

Daulah Khilafah Islam juga akan secara tegas melindungi akidah umat. Daulah tidak akan membiarkan penyebarluasan agama Kristen, meskipun mereka diberikan kebebasan untuk menjalankan agama mereka. Daulah Khilafah Islam secara tegas akan menghukum mati orang yang murtad. Rasulullah Saw bersabda:”Siapa saja yang mengganti agamanya (murtad), bunuhlah”. [HR. Muslim dan Ashabus Sunan].

Tentu saja, proses ini dilakukan lewat pengadilan Islam yang bertanggung jawab, setelah sebelumnya, orang yang murtad tersebut diajak berdiskusi tentang tindakan murtadnya, diajak bertaubat kembali ke pangkuan Islam, dan diberikan waktu tiga hari untuk memikirkan keputusannya, untuk kembali bertaubat ataukah tetap dalam kekafirannya. Tugas melindungi akidah umat ini menjadi tugas penting Daulah Khilafah.

Sebaliknya, pemerintahan negeri Islam yang berlandaskan demokrasi telah dijadikan alat untuk menyebarluaskan agama Kristen dengan dalih kebebasan beragama. Negara yang melarang penyebarluasan agama Kristen akan dicap sebagai yang melanggar HAM dan tidak demokratis, karenanya pantas dihukum. Atas dasar kebebasan beragama pula, seseorang secara terbuka boleh murtad dari Islam.

Daulah Khilafah Islam juga akan menjadi pelindung kaum Muslim dari berbagai serangan orang-orang kafir. Rasulullah Saw bersabda:”Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu adalah laksana perisai (pelindung), tempat orang-orang Muslim berperang dan berlindung di belakangnya”. [HR. Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan Ahmad].

Ketiadaan Daulah Khilafah telah membuat kaum Muslim kehilangan pelindungnya. Umat Islam bagaikan makanan yang dimakan beramai-ramai oleh orang-orang yang rakus. Kekayaan alam negeri-negeri Islam dirampas untuk kemakmuran negara-negara imperialis. Mereka pun memberikan dana yang mereka rampas dari kaum Muslim itu untuk mendukung gerakan misionaris.

Keberhasilan Khilafah Islam, yang berhasil menjaga kondisi umat Islam selama lebih dari 1300 tahun adalah buktinya. Sayangnya, keadaan umat Islam dewasa ini —yang terpecah-belah dalam banyak negara lemah dan tidak menerapkan Islam— membuat umat yang jumlahnya 1,6 miliar ini tidak mampu berbuat apa-apa. Karenanya, menjadi kewajiban berbagai gerakan, kelompok organisasi, dan partai Islam bersama umat seluruhnya mewujudkan Khilafah Islam.Karenanya, kaum Muslim harus berjuang bersama-sama untuk menegakkan kembali Daulah Khilafah Islam.[2]


Video dan Foto kegiatan Kristenisasi


Video-Video Kristenisasi Berkedok Islam


Hampir tidak bisa berkomentar apa-apa lagi. Yang ada hanya perasaan miris, gregetan, dan ingin rasanya mengetahui siapa dibalik semua yang ada di video ini. Maksud isi video sangat jelas menyesatkan. Menyampaikan ajaran kristen lewat ritual-ritual islam, busana pun identik dengan busana yang dipake seorang muslim untuk melakukan ibadah dan mengaji.

Namun di tayangan video ini, sungguh sangat memilukan. Mereka salam sebagaimana orang islam salam, namun mengajak orang lain untuk mengimani Yesus sebagai tuhan.Na’udzubillah min dzalik.

Sangat terlihat sekali video yang beredar luas di media WhatsApp ini kemudian diteruskan untuk disebarkan akun Baitul Maqdis di Youtube, adalah rekayasa dan diseting untuk kepentingan tertentu.

Video kristenisasi berkedok Islam ini juga menjadi bukti kebenaran firman Allah dalam Alqur’an, umat Kristen tidak pernah tinggal diam, dan selalu menggunakan berbagai macam cara yang murahan untuk merekrut pengikut mereka agar bertambah banyak.

Allah berfirman : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” ( Qs. Al-Baqoroh : 120)

Mereka melakukan itu karena kedengkian yang mendalam di hati mereka terhadap kebenaran Islam.

Allah berfirman : “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya 82. Sesungguh-Nya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Baqoroh :109)

Sebagian orang ada yang menyebut ‘kristenisasi islami’. Sebab, isi pesan video itu adalah menyampaikan ajaran kristen dengan ritual-ritual dan gaya ajaran Islam. Walaupun sebenarnya istilah ‘kristenisasi islami’ tidak relevan untuk digunakan. Karena islami berarti sesuai syariat islam dan diridho Allah SWT. Dan ini tidaklah benar.

Video kristenisasi berkedok Islam ini berdurasi 4 menit 48 detik menjadi tamparan keras umat Islam. Semoga video kristenisasi berkedok islam ini mampu membangkitkan ghirah dan semangat umat Islam agar kembali prihatin terhadap banyaknya orang-orang yang melecehkan islam.[3]


Kristenisasi di Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur


Klik gambar untuk melihat video.

Klik gambar untuk melihat video.[4]


Kristenisasi berkedok Pasar Murah


Video berdurasi 6 menit 29 detik yang diunggah di Youtube pada 2 tahun silam, sempat membuat heboh pengguna internet. Berbagai komentar dan tanggapan dari yang dingin maupun yang panas sangat menuai profokatif. Bukan hanya pengguna muslim yang ikut berkomentar, namun juga tampak jelas beberapa akun yang diduga kuat beragama kristen justru menganggap positif kegiatan itu yang jelas-jelas dapat menimbulkan konflik SARA karena seakan ada upaya pemaksaan halus agar anak-anak Islam hafal doktrin kristen.

Seorang pengguna You Tube yang bernama Iwan Gunawan berhasil mengunggah sebuah video yang sangat mencengangkan, bahkan bisa membuat geram umat Islam. Ia menjelaskan, bahwa upaya pemurtadan ini terjadi di kota Cirebon, tanpa mencantumkan secara detail desa dan kecamatannya. Video ini kemudian dipopulerkan kembali oleh akun Baitul Maqdis. 

Dalam keterangan videonya itu, ia juga menulis, “bahwa dengan dalih mengadakan bakti sosial dan pasar murah mereka dengan leluasa membaptis anak-anak (lewat nyanyian, pent)”. Apakah ini bisa dikatakan kristenisasi terselubung?

Video yang berjudul Pemurtadan Berkedok Pasar murah ini, pada menit-menit pertama anak-anak muslim kampung terlihat berkumpul diajak bernyanyi hitung-hitungan oleh seorang wanita berbaju hitam dan  laki-laki berbaju putih yang bermata sipit. Diduga kuat dua orang itu bersama relawan yang lain semuanya beragama Nasrani. Pada menit-menit ini mungkin bisa dikatakan tidak berbau kristenisasi.

Namun pada menit yang ke 04:05, pembicara wanita ini, mulai dengan halus membawa alam bawah sadar anak-anak kecil untuk menerima doktrin kristen.

Wanita kristen itu bertanya pada anak-anak : “Kalo di dalam istana siapa pemimpin paling tinggi?”

Spontan anak-anak menjawab : Rajaaa…

Wanita itu bertanya lagi : “Dibawahnya raja ada siapa?”

Anak-anak menjawab : “Ratu” lalu wanita kristen itupun menyalahkan jawaban anak-anak karena ratu adalah istri raja.

Siapa ayo?. Tanya wanita kristen itu.

Anak-anak : Panglima.

Wanita itu tanya lagi : siapa dibawah panglima?

Anak-anak menjawab : Kolonel.

Siapa dibawahnya kolonel? Anak-anak menjawab : Prajuriiit.

Dari sini mulailah wanita itu memasukkan doktrin logika ketuhanan dalam ajaran kristen.

Siapa yang mau jadi anak prajurit? tanya wanita kristen itu pada anak-anak.

Anak-anak menjawab serentak : Sayaaaa…

Kakak gak mau kalo jadi anak prajurit. Sanggah wanita kristen itu.

Siapa yang mau jadi anak kolonel? tanya wanita kristen itu lagi pada anak-anak.

Dengan serentak anak-anak itu menjawab dengan polosnya: “Sayaaa…”

kalian mau, tapi kakak gak mau jadi anaknya kolonel.

Siapa yang mau jadi anak Jendral / Panglima? tanya wanita kristen itu lagi pada anak-anak.

Dengan serentak anak-anak itu menjawab dengan polosnya: “Sayaaa…”

kalian mau, tapi kakak gak mau jadi anaknya Jendral.

Lalu dengan suara meninggi wanita itu bertanya dengan semangatnya : “Siapa mau jadi anak raja??

Dengan serentak dan semangat anak-anak itu menjawab dengan polosnya: “Sayaaa…”

Kalau kalian mau, sekarang kakak juga mau jadi anak raja. Jawab wanita kristen itu.

Dalam video itu terdengar si perekam berusaha menerjemahkan maksud kata raja yang diucapkan oleh wanita kristen itu yaitu tuhan.

“Siapa jadi anak tuhan?? ( ujar si perekam sambil terus merekam ).

Hingga akhirnya semua anak-anak muslim itu diajak bernyanyi “Aku anak Raja, Kamu Anak Raja, Kita Semua Anak Raja”, sampai akhir video. Apakah ini upaya memaksakan doktrin kristen atau kristenisasi pada anak-anak muslim di pelosok perkampungan? Silahkan anda menilai.

Perlu diketahui, bahwa lagi anak raja ini biasa dinyanyikan pada acara-acara kekristenan. Buat perbandingan anda bisa lihat link video Anak-anak Kristen bernyanyi “Aku Anak Raja, Haleluya”.[5]

Kristenisasi Di Car Free Day Bundaran HI Jakarta

Pada durasi 01:11 Seorang reporter tak jelas nama, berjenggot memakai baju merah terlihat sedang membeberkan barang-barang hasil pemberian dari para warga yang mayoritas beragama Islam setelah mereka diingatkan ada misi kristen dibalik pemberian itu. Barang-barang seperti kalung bergambar merpati, biskuit, permen, pin bertuliskan I’m Saved ( Saya terselamatkan), dan banyak sekali, dibagikan secara gratis pada moment Car Free Day di Bunderan HI dan Monas.

Beberapa anak remaja (AR) yang sedang bersepeda berhasil diwawancarai reporter (Rep):

Rep : Boleh interview bentar gak? Sering ikut Car Free Day ?

AR :  Ini baru dua kali

Rep : Itu pake kalung dapat dari mana?

AR : dapat dari monas

Rep : Kalung apa sih tu?

AR : kalung bergambar merpati

Rep : Tahu gak itu simbol apa? artinya ngerti gak?

AR : gak tahu

Rep : Emang tadi pas dikasih, gak dibilangin apa gitu?

AR : digasih doang gitu.

Rep : Kalian agamanya apa?

AR : Islam

Rep : Tahu gak kalo mereka itu misionaris…bla…bla…

AR : ga tahu. …….

lalu Reporter melanjutkan usahanya lagi mencari fakta lain. Hingga menemukan seorang pemuda berjaket biru (Mas).

Rep : Mas tadi pas dikasih (kalung) itu ngomong apa mereka?

Mas : Indonesia bebas korupsi, bebas narkoba.

Rep : gambar kalung itu apa?

Mas : dijawab sebagaimana jawaban anak remaja.

Ada satu orang laki-laki dan satu orang wanita berdiri didepan spanduk bertuliskan “Dukungan untuk Kabinet Kerja Menuju Indonesia Hebat dan Bermartabat” mereka mengatasnamakan Komunitas Peduli Indonesia (KPI). Mereka membagi-bagikan brosur berisi puisi indentik dengan kekristenan, khusus bagi anak-anak diminta membacanya, bagi yang mau baca akan dikasih susu secara gratis. Berikut wawancara Reporter dengan Komunitas Peduli Indonesia :

Rep : ini komunitas apa?

KPI : itu (sambil nunjuk ke spanduk)

Rep : Maksudnya komunitas bergerak dibidang apa?

KPI : Peduli indonesia ya cinta indonesia, dukung pemerintah yang ada supaya kemudian kita berbuat sesuatu.. bla.. bla… (muter-muter jawabannya 🙂

Rep : Kegiatannya apa aja?

KPI : Minta anak-anak baca puisi, kasih kalung, biskuit, permen,

Rep : Ada yayasan atau organisasi yang menaungi?

KPI : oh tidak ada, ini hanya dari temen-temen aja dari banyak latar belakang.

Rep :  Dari latar belakang gereja juga?

KPI : Gak ada gereja,

Rep : Tapi saya lihat dari kalung, ada simbol kasih (mepati) yang identik dengan kristen?

KPI : Merpati dimana-mana ya simbol perdamaian. Di negara etheis juga mengakui demikian.

Rep : tapi kan ….

KPI : oh gak.. gak.. ( mencoba untuk menampik kenyataan bahwa merpati biasa identik dengan kristen).

terlihat dalam video ada anak-anak yang ikut komunitas ini dengan membagi-bagikan barang serupa.

banyak juga anak-anak yang menjadi korban pembodohan untuk membaca puisi. Ada beberapa anak yang sadar setelah disadarkan oleh salah satu pengunjung. Anak-anak itu mengira puisi itu doa, tanpa tahu maknanya apa?

Diakhir video, reporter berusaha menyingkap tabir dibalik makna-makna istilah dan simbol yang tertulis dan tertera di barang-barang yang dibagikan.

Satu : Kalung Hati berwarna merah. Lambang merah hati ini, maknanya cukup universal, kata reporter menjelaskan. Namun bagi kami itu simbol kalung merah hati menandakan cinta dan kasih kekristenan sebagaimana biasa dikenal saat ada Valentine Day’s.

Dua : Kain Syal, bertuliskan tekad bulat, persatuan, kedisiplinan, pantang menyerah, kecerdasan, dan ketangkasan.

Tiga : Syal kerudung kecil, bertuliskan bahasa sunda.

Empat : Pin, bertuliskan I am SAVED ( saya diselamatkan)

Lima : Pin, bergambar merpati putih yang masyhur identik dengan simbol kristen.

Enam : Biskuit tanpa merk, bertuliskan ‘sudah genap’. Apa maksudnya, silahkan searching aja digoogle. Gambar link berikut ini mungkin bisa sedikit menjelaskan kepada anda apa arti‘sudah genap’ dalam biskuit itu.

Dalam gambar yang kami ambil dari link http://www.wacriswell-indo.org/natal%202%20-%20waktunya_sudah_genap.htm dengan jelas, bahwa istilah ‘sudah genap’ adalah istilah dalam bible Galatia Pasal 4 ayat 4 yang dimaksudkan tuhan allah mengutus anaknya pada waktu yang sempurna. Artinya tidak perlu ada lagi utusan karena sudah sempurna. Mungkin itu arti kurang lebihnya dari ayat bible itu.

Dalam gambar yang kami ambil dari link http://www.wacriswell-indo.org/natal%202%20-%20waktunya_sudah_genap.htm dengan jelas, bahwa istilah ‘sudah genap’ adalah istilah dalam bible Galatia Pasal 4 ayat 4 yang dimaksudkan tuhan allah mengutus anaknya pada waktu yang sempurna. Artinya tidak perlu ada lagi utusan karena sudah sempurna. Mungkin itu arti kurang lebihnya dari ayat bible itu.[6]


Dan masih banyak pemurtadan yang terjadi di negeri ini.

Telah jelas firman Allah Swt :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. ( Qs.Al-Baqoroh : 120 )

Referensi

  1. http://baitulmaqdis.com/opini-redaksi/hai-umat-islam-kalian-dimurtadkan-secara-halus-bangunlah-pelajari-agamamu/
  2. http://baitulmaqdis.com/opini-redaksi/waspada-7-modus-kristenisasi-ini-paling-ampuh-bikin-orang-islam-murtad/
  3. http://baitulmaqdis.com/fakta-data/astagfirullah-kini-video-kristenisasi-berkedok-islam-beredar/
  4. http://baitulmaqdis.com/video/video-fakta-kristenisasi-di-gunung-kelud-kediri-jawa-timur/
  5. http://baitulmaqdis.com/fakta-data/miris-lagi-tersebar-video-kristenisasi-berkedok-pasar-murah-di-tube/
  6. http://baitulmaqdis.com/fakta-data/heboh-beredar-video-kristenisasi-di-car-free-day-bundaran-hi-jakarta/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s