Lebih Baik Memiliki Sedikit Teman Baik daripada Banyak Teman Palsu!

Ilustrasi: Merdeka.com

Ilustrasi: Merdeka.com


Teman itu apa ya? Wah sudah saya duga, pasti akan banyak sekali jawaban untuk pertanyaan ini. Saya sendiri memiliki jawaban untuk pertanyaan itu lebih dari satu karena meskipun cenderung menutup diri tapi saya senang sekali berteman dan merasa jauh lebih baik ketika sedang mendapat ujian hidup, ada seorang teman di samping saya, apalagi banyak teman.

Salah satu arti teman buat saya persis seperti kutipan dari Hubert H. Humphrey ini, yaitu : “The greatest healing therapy is friendship and love.” Ya, saya percaya sekali bahwa terapy penyembuhan terbaik adalah pertemanan dan cinta. Itu sudah terbukti berkali-kali dalam hidup saya.

Tidak selamanya hidup kita selalu di atas bahkan kita tidak bisa memilih ujian apa yang harus kita hadapi untuk naik kelas. Di situ lah teman akan terasa sangat membantu ketika kita berduka. Tidak perlu hingga menangis melolong untuk menunjukan empati pada saat seseorang merasa sedih, diam mendengarkan pun sudah cukup menjadi penawar duka. Curhat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pertemanan.

Siapa pun ketika sedang curhat pasti yang diceritakan adalah dirinya sendiri bukan? Kata SAYA akan menjadi dominan pada saat curhat karena itu sebenarnya adalah permohonan kepada teman untuk didengarkan.

Nah, curhat itu bisa berdampak positif maupun negatif. Positifnya jika kita menemui teman yang baik, teman yang mungkin tidak bisa membantu apa-apa namun berusaha agar kita tidak larut dalam kesedihan dan kekecewaan. Sementara curhat akan menjadi negatif bahkan bumerang adalah jika kita bercerita kepada teman-teman yang senang ketika kita tertimpa masalah.

Ah… mana ada teman senang melihat temannya tertimpa masalah? Well, Itu persis sama dengan keyakinan saya sebelum saya mendapat pengalaman bahwa teman seperti itu memang ada. Ingat lah, teman yang bisa mendengarkan keluhan kita dengan baik itu tidak seberapa banyaknya namun teman yang mampu bersimpati terhadap musibah yang kita alami itu pasti banyak karena rasa sakit atau sedih itu bersifat universal.

Jadi jangan khawatir jika menemui teman-teman yang justru membuat anda kecewa dengan reaksi mereka terhadap curhat anda karena itu hal yang biasa-biasa saja. Hitung saja jumlah teman baik kita yang lebih banyak, pasti kita tidak merasa kecewa lagi atau merasa rugi untuk kehilangan teman-teman yang menyakitkan hati itu.

Mau dengar cerita si Polan yang mengalami kecelakaan mobil di jalan tol dan menghubungi tiga temannya?  Gini ceritanya : Ketika Polan masih terjebak di dalam mobil yang terbalik di jalan tol, dengan gemetar karena shocked dan muka berlumuran darah karena terkena pecahan kaca, Ia berusaha menghubungi teman-temannya sambil merangkak keluar dari mobil.

Teman pertama yang dihubungi datar saja ketika diberitahu bahwa Polan mengalami kecelakaan dan spontan tanpa berpikir mengatakan “Koq bisa, kamu gak hati-hati ya?” Polan menjelaskan sudah berhati-hati tapi memang sempat mengantuk sebelum dijawab  temannya “Saya gak bisa ke lokasi kecelakaan nih” Ditambah dengan kalimat tidak penting namun menyakitkan  “Kalau kamu gak ngantuk pasti  gak terjadi kecelakaan deh!” Polan langsung menghentikan pembicaraan setelah memaki kesal temannya itu.

Teman kedua yang dihubungi menjawab “Ah kamu pasti melakukan perbuatan yang tidak-tidak ya, sehingga mengalami sial” Lalu sempat-sempatnya memberi tuduhan bodoh “Jangan-jangan kamu ingin uang asuransi sehingga mencelakaan diri!” “Ini kecelakaan sepuluh tahun lalu, bukan?” masih berusaha membenarkan prasangkanya. Lagi-lagi Polan menutup pembicaraan telephone sambil meminta kepada Tuhan, semoga dia tidak perlu berurusan lagi dengan temannya yang bodoh itu.

Teman ketiga kaget mendengar berita buruk dari Polan dan langsung bertanya “Astaga, keadaanmu bagaimana sekarang?” Setelah dijelaskan keadaan Polan, dia merespon “Saya akan hubungi polisi dan ambulan sekarang sambil menuju ke sana!” Lalu memberi semangat “Bertahan ya, saya pasti datang, kawan!” Teman ketiga Polan datang bersama banyak teman Polan lainnya. Mereka dihubungi oleh teman ketiga Polan itu dengan inisiatifnya sendiri karena tanpa diminta Polan langsung, dia sudah mengerti mengapa dia dihubungi Polan ketika Polan mengalami musibah.

Mereka  bertiga yang dihubungi adalah teman-teman Polan semua namun secara sepintas kita bisa menilai mana teman yang baik dan memiliki pengaruh positif untuk kehidupan Polan dan mana yang hanya “penyakit”. Lho, koq penyakit? Ya iya lah… apa lagi?

Ada yang pernah membaca kutipan dibawah ini gak? “There are three types of friends: those like food, without which you can’t live; those like medicine, which you need occasionally; and those like an illness, which you never want.” “Ada tiga jenis teman: yang seperti makanan, tanpa mereka kita tidak bisa hidup; yang seperti obat, yang kita butuhkan sesekali; dan yang seperti penyakit, yang sama sekali tidak kita inginkan.”

Jadi jangan pernah merasa bahwa kita mengenal semua teman-teman kita karena setiap orang memiliki motivasi masing-masing ketika berteman.

Teman itu seperti burung wallet. Jika kita terkesan mengejar-ngejar mereka, mereka akan lari. Namun jika kita menjadi yang terbaik, semua orang menawarkan diri menjadi teman kita. Teman memiliki beberapa fungsi, setidaknya ada lima fungsi teman yang seringf kita lupa. Apa saja kelima fungsi teman tersebut?

1. Teman Hidup

Manusia adalah mahluk yang diciptakan berpasangan. Sudah seharusnya kita mencari seorang dari lawan jenis kita, untuk membangun hubungan pribadi. Menikah adalah kata yag tepat untuk mengikat komitmen hidup bersama. Jadi, fungsi teman pertama adalah sebagai teman hidup seumur hidup kita, selamanya, sampai kita tutup mata, tinggalkan bumi ini.

2. Teman Keluarga

Teman keluarga adalah teman yang diikat dari hubungan darah. Entah itu satu keluarga atau pun keluarga dari keluarga yang terkait dengan hubungan darah. Teman keluarga memiliki arti penting dalam membangun hubungan kekeluargaan. Lebih erat ikatannya dari teman yang bulan satu darah, kecuali terikat tapi pernikahan dan saudara dari pasangan kita.

3. Teman Sosial

Teman social adalah teman yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan social kita. Kita perlu teman disekitar rumah. Misalnya teman untuk kerja bakti bersama, teman untuk kumpul-kumpul kegiatan RT/RW, teman kegiatan lingkungan, arisan dan banyak lagi. Fungsi teman social adalah untuk memenuhi kebutuhan social kita di masyarakat. Tanpa teman social, maka hidup kita kurang seimbang.

4. Teman Kerja / Teman Berbisnis 

Ini adalah teman untuk mencari rizki. Jika Anda seorang karyawan, Anda pasti punya teman kerja. Setiap hari selama 8 jam Anda meluangkan waktu bersama mereka. Setiap hari kerja, Anda makan siang bersama, kerja bersama, bercanda bersama sampai berantem bersama. Demi pertemanan dan persahatan dilingkungan pekerjaan. Untuk yang berbisnis, Anda punya mitra bisnis, seperti suplyer, agensi, distributor, pelanggan, prospekan hingga komisaris Anda. Semua menjadi satu ikatan teman bisnis yang saling memerlukan.

5. Teman Spiritual

Teman ini juga tak kalah panting, bahkan bagi yang berjiwa spiritual teman inilah yang paling penting diantara 4 teman diatas, ,melebihi pasangan kita masing-masing. Teman spiritual adalah teman yang satu keyakinan, beribadah bersama, menuntut ilmu bersama hingga berjuang di jalan Allah bersama. Banyak pasangan suami istri berpisah karena tidak satu keyakinan, dan mereka justru mencari teman spiritual mereka masing-masing. Teman spiritual tidak memandang status social, jabatan, jenis kelamin atau kewargaan Negara. Ini murni teman untuk bekal mati menuju kampong abadi.

Tetap lah berbaik sangka ketika memulai pertemanan namun ketika pertemanan itu hanya akan membuat anda sakit, tinggalkan lah tanpa pernah merasa menyesal seperti anda meninggalkan penyakit!

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s