Ahok Fitnah Peserta Aksi Bela Islam 411 Dibayar Rp500 Ribu

img_20161123_220453

 

Gubernur Jakarta non aktif Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri dalam kasus penistaan agama. 

Rupanya, status tersangka itu belum juga membuat Ahok kapok. Ia mengeluarkan fitnah baru. Dia sebut peserta aksi 411 yang jumlahnya jutaan orang itu dibayar Rp500 ribu per orang. Bukan hanya itu aksi tersebut juga ia tuduh bermotif politik. 
 
“Hal ini tidak mudah, Anda mengirim lebih dari 100 ribu orang, sebagian besar dari mereka, jika Anda melihat berita, mereka mengatakan mereka mendapat uang, Rp500 ribu,” kata Ahok dalam wawancara khusus dengan ABC. Net. au, Kamis (17/11/2016).
 
Sayangnya Ahok tidak mengungkapkan siapa sosok yang mendanai aksi tersebut. Ia bahkan berlindung di bawah ketiak Presiden. 
 
“Saya tidak tahu, kita tidak tahu, tapi saya percaya Presiden tahu dari intelijen, saya percaya mereka tahu,” katanya.
 
“Saya percaya ini adalah status quo, koruptor yang menyerang saya kembali karena saya memotong terlalu banyak korupsi di kota ini,” imbuhnya.[1]
 

Terkait tuduhan Ahok yang menyatakan peserta aksi 4 November adalah massa bayaran, pemimpin Majelis Mujahidin, Abu Jibril mengatakan Ahok harus digugat atas tuduhan tak berdasarnya tersebut. Ia pun mengingatkan perkataan Allah bahwa orang kafir adalah pembohong.

“Allah mengatakan bahwa orang-orang kafir adalah pembohong, orang-orang kafir yang munafik dan pembohong. Jika Ahok benar-benar mengatakan hal itu dia bisa dituntut,” kata Jibril.

Berikut video lengkap wawancara Ahok dengan media Australia ABC News[2]:

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyatakan, hal tersebut tidak mungkin, karena jumlah massa aksi yang mencapai ratusan ribu orang.

”Ya tentunya menurut kami sesuatu hal yang tidak mungkin. Bagaimana membayar orang sebanyak itu,” kata Agus, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/11).

Ia menilai, anggapan pendemo aksi Bela Islam II dibayar adalah tidak benar. Namun, kalau memang Ahok merasa yakin dengan tudingannya, lebih baik dibuktikan secara hukum.

”Negara kita kan negara hukum. Tidak bisa negara yang dianggap sebagai wacana. Silakan diselesaikan melalui hukum, sehingga kita tidak bisa melaksanakan sesuatu dengan wacana,” ucapnya.

Agus juga mengapresiasi langkah Polri yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia juga mendorong Polri menyelesaikan penyidikan secara adil, transparan dan akuntabel.

”Rasanya tidak hanya anggota dewan, media juga harus memberikan pengawasan karena ini merupakan hal yang sangat penting yang harus kita laksanakan,” ujar Politikus Demokrat itu.[3]

Ahok Dipolisikan Lagi

ACTA

Tidak terima, salah satu peserta demonstrasi 4 November 2016 bernama Herdiansyah, melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri, Kamis, 17 November 2016 dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah.

Laporan tersebut telah diterima kepolisian dengan Nomor LP/1153/XI/Bareskrim tanggal 17 November. Ahok dilaporkan dengan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan Pasal 311 KUHP tentang fitnah.

Herdiansyah, meminta Ahok untuk menyebutkan nama oknum yang menerima bayaran itu.”Di saat situasi yang mulai mereda saat ini Ahok malah terkesan kembali ingin menimbulkan gesekan. Saya sama sekali tidak menerima dibilang dibayar, saya sakit hati, difitnah menerima bayaran. Kalau Ahok memang tahu, sebutkan saja siapa,”kata Herdiansyah dilansir salah satu media online nasional.

Ketika datang ke Bareskrim Mabes Polri, Herdiansyah didampingi oleh politkus partai Gerindra yang juga menjabat sebagai dewan pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman.[4]

Kamis (17/11/2016), Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin bersama Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri.

“Kami laporkan dugaan tindak pidana fitnah Ahok melalui media ABC News yang menyebutkan sebagian besar demonstran 4 November dibayar Rp 500 ribu,” kata Novel saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara eksklusif denganABC 7.30, Ahok menuduh pengkritiknya korupsi dan mengatakan, protes massa Muslim garis keras pada 4 November 2016 itu bermuatan politik. Dia juga menuduh massa menerima uang Rp 500 ribu untuk ikut demo.

“Saya harus pergi ke pengadilan untuk membuktikan ini adalah politik dan bukan (persoalan) hukum,” katanya kepada ABC 7.30.

Namun, Ahok tidak menjelaskan, siapa yang mendanai aksi demonstrasi terbesar yang berujung pada kericuhan tersebut. “Saya tidak tahu, kita tidak tahu, tapi saya percaya Presiden (Jokowi) tahu dari intelijen, saya percaya mereka tahu,” katanya.

Ahok melanjutkan, “Hal ini tidak mudah (mengungkap pendana demo), Anda mengirim lebih dari 100 ribu orang, sebagian besar dari mereka (pendemo), jika Anda melihat berita itu, mereka mengatakan mereka mendapat uang Rp 500 ribu.”[5]

Sam Aliano

img_20161123_221249

Sam Aliano, salah seorang pria yang mengaku sebagai massa dalam aksi unjuk rasa damai 4 November 2016 lalu, meminta Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok untuk berhenti membuat kegaduhan.

Sam menilai, omongan Ahok telah banyak membuat keributan di Indonesia. Maka dari itu, ia meminta Ahok untuk tidak banyak bersuara. Apalagi, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama beberapa waktu lalu.

Saat laporan ke Bareskrim, Sam sempat menunjukkan memiliki cincin seharga Rp 600 Juta. Dia ingin memperlihatkan, jika ia bukan massa bayaran saat demo 4 November lalu.

“Demokrasi Indonesia malu. Kalau saya pikir, Ahok mulutnya perlu dijahit. Cukuplah negara ini tergoyang. Cukuplah dolar semakin naik, ketakutan di mana-mana. Saya harap, dia (Ahok) diam,” ucap Sam di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, usai melaporkan Ahok, Senin 21 November 2016. Demikilan dilansir viva.

Usai laporannya ke Bareskrim diterima, Sam menyampaikan pertanyaan pada Ahok. Dia bertanya, apakah wajahnya seperti wajah pendemo yang dibayar Rp 500 ribu.

“Dengan laporan ini, kami sudah selesai dan saya ingin sampaikan kepada Ahok langsung. ‘Ini muka bayaran Rp500 ribu? Harga diri saya di mana,di depan karyawan saya. Saya punya staf banyak. Di depan para pengusaha teman saya, di depan masyarakat umum, disebutkan melalui televisi internasional bukan nasional lagi, memalukan negeri kita,” kata Sam menambahkan.

Selain Sam, pelapor lain yang juga melaporkan Ahok dengan tudingan yang sama, yakni, Kapitra Ampera pun mengatakan bahwa laporannya diterima pihak Kepolisian di Bareskrim. Laporan Kapitra sendiri bernomor LP/1160/XI/2016/Bareskrim.[6]

Tukang Fitnah Muslim Hilang Akal di Aksi Demo 411

Seorang jamaah demo mengatakan para pembenci aksi demo kehilangan akal untuk memojokkan umat Islam yang melakukan demo 4/11. Soalnya, para massa bergerak memungut sampah, menghindari menginjak tanaman, dan saling bantu membagi minuman dan makanan serta tidak lupa shalat berjamaah secara bergantian.

“Saya datang dari Malang lebih awal, mas, ” katanya, Sudirman (45) di lokasi Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Ketika ditanya apakah ia ikut dibiayai datang, Sudirman membantah. Rombongan kami urun rembuk masing-masing untuk ke Jakarta.

Bukan hanya Sudirman, Muslim (35) warga dari Tanggerang, mengaku hadir ke Jakarta semata karena tergerak dan tidak suka dengan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

“Ini bukan soal Pilkada, ini soal kehormatan al quran yang dilecehkan oleh Ahok. Pokoknya, tukanh fitnas Muslim hilang akal, ” tegasnya.

Ia mengaku sangat marah jika agama Islam dijadikan mainan, dan mengaku tidak rela berdiam diri tanpa ambil bagian dalam aksi bersama muslim laimnya.

Sudirman lalu mengajak acehtrend untuk melihat orang sakit yang sedang duduk di kursi roda yang ternyata juga ikut dalam aksi demo.

“Bapak itu saja ikut, apalagi saya yang sehat, ” sebutnya.

Di lokasi, aceHTrend juga menemui warga Aceh yang juga ikut demo. “Loen na orasi buno, rugo awak Aceh meunyo hana ta orasi,” kata Nazarullah asal Banda Aceh.

Nazar lalu menyarankan kami untuk tidak mendekat lagi ke arah istana karena gelombang manusia sangat padat. “Susah bernafas, ” pungkasnya sambil berlalu. Padahal kami hendak menerobos menuju lokasi tempat orang Aceh berkumpul, salah satunya Garda Teuku Umar. [7]

Referensi

  1. http://suara-islam.com/mobile/detail/20513/-Ahok-Fitnah-Peserta-Aksi-Bela-Islam-411-Dibayar-Rp500-Ribu
  2. http://www.bersamaislam.com/2016/11/ini-video-viral-basuki-sebut-massa-aksi.html?m=0
  3. https://www.google.com/amp/republika.co.id/amp_version/ogrx54335
  4. https://www.google.com/amp/s/m.bintang.com/amp/2655064/sebut-demonstran-411-dibayar-rp500-ribu-ahok-dipolisikan
  5. http://www.teropongsenayan.com/52110-sebut-massa-411-dibayar-rp-500-ribu-ahok-kembali-dilaporkan-ke-bareskrim
  6. http://www.panjimas.com/news/2016/11/23/fitnah-demo-bayaran-ahok-dilaporkan-pengusaha-kaya-raya/
  7. http://www.acehtrend.co/tukang-fitnah-muslim-hilang-akal-di-aksi-demo-411/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s