Gerakan Boikot Sari Roti, Pelajaran pada Produsen Agar tak Sakiti Konsumen Terbesar

Petinggi PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (shangbaoindonesia)

Petinggi PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (shangbaoindonesia)


PT Nippon Indosari Corpindo Tbk selaku produsen ‘Sari Roti’ telah menjalankan skenario komunikasi yang buruk, yakni dengan seakan-akan menuding secara tidak langsung Aksi Bela Islam III, 212, sebagai kegiatan politik.

Pendapat itu disampaikan pengamamat komunikasi politik Muhammad Ilham Akbar (07/12). “Seharusnya PT Nippon Indosari Corpindo Tbk selaku produsen Sari Roti tidak membuat pernyataan blunder. Lebih baik diam saja terkait ada Sari Roti yang digratiskan di aksi 212,” kata Ilham.

Berikut keterangan pers dari Sari Roti seperti dikutip lewat situs resminya.


Sehubungan dengan beredarnya informasi mengenai adanya pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle) pada Aksi Super Damai 212, dengan ini kami sampaikan bahwa:

1. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. selaku produsen produk Sari Roti memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terlaksananya Aksi Super Damai 212 yang berjalan dengan lancar dan tertib pada tanggal 2 Desember 2016.

2. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia.

3. Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dengan ini PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. menyampaikan bahwa:

1. Produk Sari Roti tersebut adalah produk yang dibeli oleh salah seorang Konsumen melalui salah satu Agen yang berlokasi di Jakarta.

2. Pihak Pembeli meminta agar produk tersebut dapat diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan “gratis” tanpa pengetahuan dan perijinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

3. Demikian informasi ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman diberbagai pihak. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, serta tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik.

Ilham menilai, pernyataan resmi PT Nippon Indosari Corpindo Tbk itu sangat kontra produktif dan merugikan umat Islam. “Logikanya, ketika perampok menggunakan mobil merek tertentu untuk merampok, apakah produsen mobil itu perlu klarifikasi?” tanya Ilham.

img_20161207_194445

Menurut Ilham, gerakan boikot Sari Roti merupakan gerakan protes yang sangat efektif untuk memberikan pelajaran buat PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. “Ini pelajaran buat semua bahwa konsumen terbesar di Indonesia itu umat Islam, untuk itu jangan sekali-kali menyakiti umat Islam,” pungkas Ilham.

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. selaku produsen produk Sari Roti membuat pernyataan blunder secara tidak langsung menuding Aksi Bela Islam III 212 sebagai kegiatan politik.

“Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” demikian salah satu butir pernyataan resmi menejemen PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.[1]

img_20161207_194519

Tetiba pihak Sari Roti secara resmi mengklarifikasi beredarnya informasi mengenai adanya pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle) pada Aksi Super Damai 212.

Pihak Sari Roti mengawali klarifikasinya dengan mengapresisasi aksi 212 lalu menutupnya dengan dengan menyatakan Sari Roti tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Padahal kegiatan 212 bukan aksi kegiatan politik namun gerakan protes penistaan agama.

img_20161207_193843

Pihak Sari Roti juga menyatakan bahwa roti yang diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan “gratis” tanpa pengetahuan dan perijinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

img_20161207_194009

Sikap Sari Roti seperti ini bisa jadi karena adanya tekanan dari pihak yang berkuasa atau memang keinginan dari pemilik atau pengusahanya sendiri. Sikap ini lalu dikomentari oleh sejumlah netizen. 

Postingan ini menjadi viral diawali postingan Cep Eka di laman facebooknya.

HARAP DIKETAHUI PEMILIK SARI ROTI MERASA KEBERATAN BRAND USAHANYA menjadi bagian dari AKSI 212

Kepada

Seluruh pendukung Aksi Super Damai 212 khususnya donatur makanan atau minuman di Aksi Super Damai 212

Assalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh.

Sehubungan dengan terbitnya pres rilis dari perusahaan produsen SARI ROTI yang diborong oleh seseorang pembeli yang ingin sedekah makanan di Monas pada moment Aksi Super Damai 212 lalu, maka dengan ini saya himbau agar menghapus foto-foto yang memuat gambar gerobak dengan brand SARI ROTI.

Taipan pemilik perusahaan SARI ROTI tidak berkenan produknya dipublikasi seolah perusahaan produsen SARI ROTI mendukung Aksi 212.

Ke depan, semua pendukung Aksi Super Damai 212 dan Aksi Bela Islam lainnya, sebaiknya tahu apa yang harus kita lakukan demi izzah Islam yang kita perjuangkan.

Demikian, semoga menjadikan perhatian kita semua.
Mohon disebarluaskan kepada seluruh peserta dan pendukung ABI 212 di mana pun berada.[2]

Link terkait: http://www.sariroti.com/post/berita-pers/pengumuman-1/[3]

Sementara salah satu netizen, Nurliani Ummu Nashifa Zhafira, juga memberikan tulisannya bertajuk
Klarifikasi Blunder Sebuah Produk.

Bismillah.

Baru melihat saya klarifikasi sebuah perusahaan cukup besar di negeri ini. Padahal yang lihat itu postingan juga hampir semua paham. Tukang roti dengan merk ternama itu, kemungkinan besar menuliskan kata GRATIS karena diborong oleh donatur. Atau tukang rotinya secara pribadi menyumbang. Kalaupun iya, tukang roti menyumbang, itupun saya rasa HAK nya. Dan pastinya akan tetap membayar full ke perusahaan. Terus kenapa jadi emosional begitu, mereka buru-buru klarifikasi?

Dengan adanya klarifikasi ini malah bikin blunder. Pakai embel-embel, mendukung keutuhan NKRI, tidak terlibat aktivitas politik. Jujur sebagai pelanggan yang kemarin hadir di aksi damai 212, saya merasa tersinggung. Miris bacanya. Apakah iya, saya ini yang hadir dianggap merusak keutuhan NKRI? Duh, nggak pernah kepikiran.

Kaitan sama politik? Hello, kalau cuma itu, duh saya rasa yang hadir nggak akan sebanyak ini. Dari seluruh penjuru daerah.

Perusahaan yang produknya dibeli, kemudian di GRATISKAN itu banyak banget. Mereka gak repot tuh pakai klarifikasi segala. Itu mah biasa. Biasa aja dalam dunia bisnis. Produknya dibeli trus disumbangkan.

Malahan kalau ketemu perusahaan yang pakai klarifikasi begini tuh menunjukkan cara MARKETING yang salah. Offside banget tauk.

Rasanya mengakhiri kebersamaan dengan mu Sa*Ro* tentu menjadi pilihan yang harus segera kuambil. Masih banyak pilihan lain, saya rasa. Dibalik wajah KENETRALAN mu, sesungguhnya telah menunjukkan KEBERPIHAKAN yang nyata. Jadi bye-bye roti tawar tetot, tetot.[2]

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, secara pribadi, mengajak jamaah Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhammadiyah untuk tidak membeli produk “Sari Roti”.

“Saya baru tahu tentang Sari Roti Ini. Kalo gitu Saya secara pribadi ngajak kawan-kawan @pppemudamuh jamaah @muhammadiyah se-Indonesia stop beli Sari Roti,” tegas Dahnil di akun Twitter ‏@Dahnilanzar.

Dahnil beralasan, gerakan tidak membeli Sari Roti merupakan gerakan kesadaran konsumen untuk melawan arogansi korporat. “Gerakan kesadaran konsumen untuk lawan arogansi korporat. Bisa memberikan efek perubahan. Maka, saya memutuskan #StopSariRoti,” tulis @Dahnilanzar.

Sebelumnya, pernyataan resmi perusahaan produsen Sari Roti, Nippon Indosari Corpindo Tbk terkait Aksi Bela Islam III, 212, dinilai melecehkan Aksi Bela Islam.

Bahkan seorang netizen, Muhammad Arif Kirdat’ melalui akun facebooknya mengungkapkan kekecewaannya terkait pernyataan pihak perusahaan tersebut. Menurut Arif roti tersebut dibeli oleh donatur dan dibayar untuk dibagikan kepada peserta aksi 212.

Menurut Arif, “kalau memang sari roti tidak membolehkannya, mengapa masih jualan dengan market umat Islam”.[4]

Saham anjlok

img_20161208_231629

Saham pemilik merek dagang Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) anjlok seiring dengan klarifikasi beredarnya Sari Roti pada Aksi Bela Islam 212, Jumat (2/12/2016) yang dibagikan gratis untuk peserta aksi.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/12/2016), hingga pukul 11.01 waktu JATS, saham ROTI anjlok 20 poin (1,32%) ke Rp 1.500.

Saham ROTI sempat menyentuh level terendahnya di Rp 1.500 dan tertingginya di Rp 1.525. Saham ROTI ditransaksikan sebanyak 64 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 314 saham senilai Rp 47,4 juta.[5]

Referensi

  1. https://www.intelijen.co.id/gerakan-boikot-sari-roti-pengamat-pelajaran-pada-produsen-agar-tak-sakiti-konsumen-terbesar/
  2. https://www.nahimunkar.com/ada-apa-balik-klarifikasi-sari-roti-dan-reaksi-netizen/
  3. http://www.sariroti.com/post/berita-pers/pengumuman-1/
  4. https://www.intelijen.co.id/wow-ketum-pemuda-muhammadiyah-ajak-jamaah-muhammadiyah-stop-beli-sari-roti/
  5. http://voa-islam.com/news/intelligent/2016/12/07/47713/saham-sari-roti-anjlok-1,32�ek-gerakan-boikot/
Iklan

One response »

  1. […] Sebelum sari roti kita boikot, saya sudah larang anak isteri saya beli sari roti dan Sara lee. Di aw… […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s