#BoikotMetroTV

Janes C Simangunsong mengancam membakar markas Front Pembela Islam (FPI) dan membuat pernyataan mesum.

Melalui akun Twitter Janes C Simangungsong @janes_cs mengajak untuk membakar markas FPI.

img_20161208_044414

“Ni FPI perlu dikerasin juga. Bakar markasnya bisa kan. Gw bersedia jadi relawan. Tapi kita perlu keroyokan juga. Harus banyak biar pada ngaca,” kicau Janes.

Bukan hanya itu, Janes memplesetkan FPI dengan kalimat yang sangat tidak pantas.

Selain Mengumpat “Otak Udang”, Cuitan Produser MetroTV Juga Vulgar dan Penuh Kebencian pada FPI

img_20161208_044707

Tentu amat sangat disayangkan, seorang jurnalis dan produser berita yang mestinya berpikir bebas dan terbuka, justru membuat statement ngawur seperti itu.

Netizen pun penasaran bagaimana bisa produser MetroTV gampang banget mengumpat publik yang tak sependapat dengan sebutan “otak udang”.

Ternyata kemudian diketahui kicauan-kicauan Janes Christin Simangunsong di twitter bukan sekali itu yang kontroversial.

Beredar pula capture cuitan-cuitannya di masa lalu. Dan astaghfirullah, cuitan-cuitannya sangat vulgar, jorok, mesum, juga cuitan penuh ujaran kebencian (terhadap Islam dan FPI) dan jauh dari etika kesusilaan.

“Ni FPI perlu dikerasin juga. Bakar markasnya bisa kan. Gw bersedia jd relawan. Tp kita perlu keroyokan jg. Harus banyak. Biar pada ngaca.”

“Jgn pd ngomongin FPI dong, gw kan anggota FPI = Front Pembela P****” (maaf sensor, alat kelamin laki-laki).

Publik jadi berpikir, seperti apakah kriteria MetroTV dalam merekrut calon jurnalis/produser. Tidakkah aktivitasnya di media sosial menjadi filter aspek atitude dalam proses rekrutmennya? Atau kah justru preferensi politik yang menjadi penentu pada proses rekrutmennya?

Setelah banyak mendapat soorotan netizen atas ulahnya itu, Janes Christin Simangunsong menggembok akun twitternya (@janes_cs). Bio di akunnya “Produser Metro TV” juga dihapus. Foto dirinya di ava juga diganti kosong. Dan terakhir yang bersangkutan menyatakan akan men deactive semua akun media sosialnya.

img_20161208_044824

Apakah pihak MetroTV akan tetap mempertahankan Janes Christin Simangunsong sebagai produser MetroTV? Sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak manajemen MetroTV

Apakah pihak MetroTV akan tetap mempertahankan Janes Christin Simangunsong sebagai produser MetroTV?
Sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak manajemen MetroTV


NAHLOH !!! #BoikotMetroTV Jadi Trending Topic No.1 di Twitter, Apakah Akan Disiarkan MetroTV Acara “Trending Topic”?

img_20161208_045118

MetroTV dinilai sering membuat berita yang menyudutkan Islam dan Umat Islam.

Dalam Aksi-aksi Bela Islam dari jilid I II dan III juga seperti itu. Jilid I framing soal sampah dan taman, jilid II tentang rusuh, jilid III (Aksi 212) jumlah diberitakan MetroTV hanya 50ribu peserta.

Bahkan dulu pernah menuduh salah seorang ulama Ustadz Zaitun Rasmin dituduh jaringan teroris. Sebelumnya Rohis juga pernah jadi korban MetroTV.

Atas ulah MetroTV gantian publik menyerukan untuk Boikot Metro TV.

Di media sosial, publik netizen ramai-ramai menyerukan dengan hestek #BoikotMetroTV yang pagi ini, Selasa (6/12), jadi Trending Topic no.1 di lini masa twitter.

Berbagai kicaun netizen dengan hestek #BoikotMetroTV:

img_20161208_045230

“Metro tv banyak sekali melakukan perbuatan tidak menyenangkan, pencemaran nama baik dan membuat resah. #BoikotMetroTv @KPI_Pusat,” cuit akun @adib_rofiqi.

“Publik harus berdaya melawan pemodal culas yg mengontrol media. Ini adalah perjuangan demokrasi, so #BoikotMetroTv.” (@mbadaruddin)

“simple, hapus channel metro dari tv kesayangan anda. 1 jt orang melakukan hal sama, akan berdampak besar bagi tv tersebut. #BoikotMetroTV” (@playondisk)

“Statsiun televisi yg telah kehilangan idealisme, terlihat sejak Pilpres 2014. Bukanya mencerdaskan tapi menyesatkan. Setuju #boikotmetrotv.” (@begawanadhiyasa)

img_20161208_045357

Berbagai kicaun netizen dengan hestek #BoikotMetroTV bisa Anda lihat selengkapnya…

Link: https://twitter.com/hashtag/BoikotMetroTV

Apakah trending topik #BoikotMetroTV ini akan disiarkan oleh MetroTV dalam programnya “Trending Topic”???

HAYOOOO berani gak?!!

UPDATE:

img_20161208_045502

Ternyata bukan saja jadi Trending Topic di Indonesia, bahkan sempat menjadi Trending Topic Dunia (TTWW/Trending Topic World Wide).

“MetroTV sudah tidak layak menyandang predikat TV berita. Dan ridak seharusnya sarana publik digunakan untuk membodohi publik,” demikian salah satu point dari pernyataan Triyan Wibowo.

Sebelumnya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengimbauMetro TV untuk instrospreksi setelah menjadi sasaran kemarahan demonstran Aksi Bela Islam III. AJI mengingatkan pengelola televisi bahwa jurnalisme bertumpu kredibilitas media dan kepercayaan penonton.

“Redaksi Metro TV perlu juga introspeksi mengapa menjadi sasaran kemarahan demonstran. AJI mengingatkan pengelola televisi bahwa jurnalisme bertumpu kredibelitas media dan kepercayaan penonton. Dalam kasus Metro TV, pada unjuk rasa 4 November lalu, jurnalisnya diintimidasi oleh demonstran yang tidak senang dengan berita televisi ini,” tulis AJI Jakarta dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua AJI Jakarta, Ahmad Nurhasim.

Sementara Ketua Progres 98, Faizal Assegaf meminta pemilik Metro TV yang juga Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh, untuk meminta maaf kepada publik.

“Hanya Surya Paloh (SP) yang bisa memulihkan citra buruk Metro TV yang dituduh olah jutaan pemirsa sebagai ‘tv penipu’ atau kini gencar dikampanyekan dengan stigma ‘metro tivu’. Terkait tudingan itu, SP perlu berjiwa besar untuk meminta maaf kepada publik bahwa selama ini emang Metro TV terlanjur jadi corong Parpol dan terkesan setia membela penista agama,” tulis Faizal Assegaf di akun Facebook.

Terkait penggalangan dukungan untuk memboikot Metro TV, tokoh LP3ES yang dikenal sebagai pendukung setia Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Rustam Ibrahim menolak boikot Metro TV.

“Buat apa boikot siaran TV. Pikiran kita dapat membanding mana fakta mana opini. Lagipula kualitas isi siaran Metro TV lebih baik dari TVOne,” tulis Rustam Ibrahim di akun Twitter ‏@RustamIbrahim.

Umat Islam semakin cerdas menilai mana stasiun Televisi yang berhak dikonsumsi sebagai media hiburan dirumah mereka.

Menurut Muhammad Aldhira, Inisiator Broadcast Gerakan Boikot Metro TV mengatakan dengan gerakan ini, umat Islam akan menghapus channel Metro TV di setiap rumah. Hal ini akan menjadi pelajaran bagi media lain yang sering menyudutkan umat Islam.

“Sebagai bentuk pembelajaran bagi media-media untuk berhati-hati dalam membuat pemberitaan. Seperti Metro TV ini berulang kali menyudutkan dan menyinggung umat Islam, sebetulnya akan menjadi pembelajaran media lain” katanya pada Panjimas, Selasa (6/12/2016).

Aldhira menilai bahwa gerakan boikot Metro TV, hanya dengan menghapus channel akan sangat efektif untuk menumbangkan bisnis entertainment Metro. Terbukti selasa pagi (6/12) muncul statemen program Islami di Metro, menurut dia ini bagian ketakutan Metro TV.

“Saya kira ini akan sangat efektif, kita lihat statement pagi tadi Metro TV sudah membuat program semacam pembelajaran Islam, gitu ya. Itukan jarang-jarang, itu kan seperti ingin meraih hati umat Islam, tapi sebenarnya itukan semacam ketakutan Metro TV” sorotnya.

Selain itu, Aldhira yakin masih ada media lain yang tidak obyektif dalam pemberitaan, namun kata dia tidak separah Metro TV.

“Sebenarnya ada beberapa media yang memberitakan kurang obyektif terhadap umat Islam, tapi saya melihat belum separah Metro. Metro ini kan terang-terangan, kita lihat pada aksi 212 kemarin kan kalau orang teriak Metro tipu kan semua ikut. Nah Metro TV ini tidak menyadari bahwa umat Islam sudah kecewa dengan Metro TV ini” ujarnya.

Berikut  share penonton stasiun televisi di Indonesia:

  • (1) RCTI  16.8%, 
  • (2) ANTV 16.1%, 
  • (3) SCTV 11.9%, 
  • (4) MNCTV 11.4%, 
  • (5) Indosiar 11%, 
  • (6) Trans7 7.9%, 
  • (7) TransTV 5.2%, 
  • (8) GlobalTV 3.9%, 
  • (9) TVONE 3.5%, 
  • (10) NET. 2.7%, 
  • (11) RTV 2.1%, 
  • (12) INEWSTV 1.8%, 
  • (13) KompasTV 1.5%, 
  • (14) METROTV 1.4%, 
  • (15) TVRI1 1.2%.
img_20161209_065314

KLIK dan TANDA TANGANI PETISI


img_20161208_050107

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s