Saat Penista Agama Menangis

img_20161215_185520

”dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”(QS AL An’am:108)

Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyampaikan keberatan atas dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum. Saat mengucapkan keberatannya, Ahok menangis hingga harus diberikan tisu oleh salah satu petugas pengadilan.

Beliau terlihat sedih dan menitikkan air mata ketika menceritakan masa lalu tentang Ayah angkatnya yang merupakan seorang Muslim.

Dibalik Air Mata Ahok di Pengadilan

Merujuk pada nota keberatan yang dibacakan Basuki Thahaja Purnama Alias Ahok terhadap dakwaan jaksa di sidang penistaan setidaknya terdapat tujuh poin penting dalam pembelaan Ahok yang mengandung Muslihat.

  1. Ahok mencoba menafsirkan kata-katanya bahwa ia tidak bermaksud untuk menghina. Gaya menafsirkan ini Ahok merujuk dan menggunakan pendapat Nusron Wahid (Ahok menyebutnya ada pandangan yang mengatakan tapi tidak menyebut nama Nusron langsung) bahwa hanya Tuhan dan Ahok lah yang tahu apa yang menjadi niatnya dalam melakukan atau mengatakan sesuatu.
  2. Ahok ingin membawa masalah ini ke ranah politik bukan ke bab penistaan. Ahok mengatakan ada oknum elite politik yang tidak bisa bersaing dengan visi misi program, dan integritas pribadinya. Mereka berusaha berlindung dibalik ayat-ayat suci itu, agar rakyat dengan konsep “seiman” memilihnya.
  3. Ahok ingin menyampaikan bahwa banyaknya oknum elit yang pengecut, dan tidak bisa menang dalam pesta demokrasi lalu berupaya mengandalkan hitungan suara berdasarkan isu SARA.
  4. Menunjukkan kehidupan pribadinya yang memiliki orang tua angkat muslim dan hubungannya sangat dekat. Pada episode ini Ahok menyampaikan dengan ucapan yang terbata-bata dan berurai air mata. Ahok ingin mengatakan dirinya tak mungkin menista kepercayaan orangtua angkatnya.
  5. Ahok mengangkat kisah Ibu angkatnya yang di akhir fase hidupnya rela ke TPS sebelum akhirnya melanjutkan perawatan ke ICU. Ahok ingin menujukkan betapa orang muslim mendukung dirinya dengan susah payah.
  6. Ahok membeberkan jasa-jasanya seperti sudah menerapkan banyak program membangun Masjid, Mushollah dan Surau, dan bahkan merencanakan membangun Pesantren, dengan beberapa Kyai dari Jawa Timur. Saya pun menyisihkan penghasilan saya, sejak menjadi pejabat publik minimal 2,5% untuk disedekahkan yang di dalam Islam, dikenal sebagai pembayaran Zakat, termasuk menyerahkan hewan Qurban atau bantuan daging di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.Ahok juga mengaku mengeluarkan kebijakan menggaji guru-guru mengaji, dan menghajikan Penjaga Masjid/Musholla (Marbot atau Muadzin) dan Penjaga Makam. Pembeberan ini mengandung pesan muslihat bahwa Ahok sebenarnya sudah banyak berbuat untuk muslim dan tak mungkin melakukan penistaan.
  7. Ahok minta majelis hakim memutarkan video pernyatan Gus Dur yang meminta masyarakat memilih Ahok sebagai Gubernur saat pilkada Bangka Belitung 2007. Penjelasan ini mengandung muslihat untuk meminta dukungan dan simpati dari pengikut Gus Dur dan ulama-ulama.

Sandiwara Air Mata Buaya Ahok Malah Jadi Bahan Tertawaan Netizen

img_20161215_185836

Ada-ada saja strategi tim kampanye Zhong Wan Xie alias Ahoax demi untuk menyelamatkan sang majikan dari bayang-bayang penjara.

Bagaimana tidak, bukannya mengakui kesalahan dan meminta maaf karena telah menghujat Kitab Suci Agama Islam Al-Qur’anul karim dan para Ulama, tapi Ahoax malah diberikan nota catatan yang entah dibuat oleh siapa untuk ia bacakan di hadapan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum yang menyidang kasusnya di Jalan Gajah Mada nomor 17 Jakarta Pusat.

Dan nota catatan bikinan tim sukses Zhong itu isinya pun bagai pleidoi pembelaan Zhong. Padahal agenda sidang hari ini adalah pembacaan dakwaan bukan pembacaan pledoi sang terdakwa. Lalu lucunya lagi Ahok mengemis-ngemis dan air mata buayanya minta diselamatkan dari hukuman.

Akhirnya sandiwara air mata politik Zhong ini malah menjadi bahan tertawaan para netizen. Karena saat menggusur warga miskin pribumi, mencaci maki ibu Yusri dan melakukan berbagai kebiadaban dalam berbagai kesempatan lain dengan begitu bengisnya, tak setespun air mata yang keluar dari mata Zhong.

Tapi kini begitu bayang-bayang ancaman akan dipenjara ada di depan mata, Zhong langsung terkencing-kencing ketakutan dan bagaikan artis sinetron mengemis sambil menangis-nangis supaya bebas dari hukuman penjara.

Sungguh Zhong memang sosok yang sangat tidak bertanggungjawab, tidak gentle. Sudah menghujat Kitab Suci umat agama lain lalu dengan enaknya minta dibebaskan begitu saja.

Kembali di polisikan karena menggina Al Quran saat sidang

AHOK AKAN KEMBALI DIPOLISIKAN KARENA KEMBALI MENISTA AGAMA PADA SIDANG PERTAMA

AHOK MENYEBUT ADA AYAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMECAH-BELAH RAKYAT…

Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman akan melaporkan kembali Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke polisi. Habiburokhman kembali ingin mempolisikan Ahok karena dalam nota keberatan atau eksepsi di persidangan membawa ayat suci Alquran.

“Diduga mengulangi tindakan pidana. Dengan mengatakan ada ayat yang digunakan untuk memecah belah rakyat. Padahal di situlah masalahnya. Ayat Alquran dibilang dibohongi, kita enggak terima apalagi dibilang untuk memecah rakyat,” kata Habiburokhman di depan Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Selasa (13/12).

Oleh sebab itu, Habiburokhman akan melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri. Rencananya, laporan resmi akan dilakukan besok, Rabu (14/12).

“Besok (hari ini -red) saya akan ke Bareskrim untuk laporkan Ahok lagi, dia omong itu di persidangan kan,” katanya

Dalam sidang perdana kasus penistaan agama di bekas PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Ahok langsung membacakan nota pembelaan. Ahok menjelaskan, bahwa surah Al Maidah sering dipakai dalam politik. Dia menegaskan, tidak ada niat sama sekali untuk menistakan agama.

img_20161215_190245

“Selama karir politik saya dari mendaftarkan diri menjadi anggota partai baru, menjadi ketua cabang, melakukan verifikasi, sampai mengikuti Pemilu, kampanye pemilihan Bupati, bahkan sampai Gubernur, ada ayat yang sama yang saya begitu kenal digunakan untuk memecah belah rakyat, dengan tujuan memuluskan jalan meraih puncak kekuasaan oleh oknum yang kerasukan ‘roh kolonialisme’,”kata Ahok dalam nota pembelaannya. (merdeka.com)

Orang Muslim berpedoman kepada Al-Qur’an kitab suci. Secara kenegaraan, meyakini isi kitab suci Al-Qur’an itu dijamin oleh konstitusi, undang-undang tertinggi di negeri ini, tercantum dalam Pasal 29 Ayat 1-2 UUD 1945

  1. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya

Jaminan itu apa artinya, ketika ada orang yang menyiarkan faham atas nama Islam namun bertentangan dengan ayat suci Al-Qur’an yang diyakini sebagai pedoman agamanya, tetapi tidak diapa-apakan? Apakah berarti jaminan itu justru bagi yang menyelewengkan kandungan ayat suci? Tentu saja tidak. Apalagi sudah ada pasal tentang penodaan agama.

Pasal 156a KUHP menyatakan :

“Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun (5 tahun) barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :

  • a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
  • b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Pasal 4 UU Pencegahan Penodaan Agama menyatakan :

“Pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sebagai berikut :

Pasal 156a Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun (5 tahun) barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :

  • a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
  • b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.”

Menyalah gunakan agama (contohnya kasus menyebarkan pemahaman bolehnya memilih pemimpin kafir bagi orang Islam , padahal jelas dilarang dalam kitab suci Al-Quran) itu jelas melanggar pasal 156a tersebut.  (lihat najwa (indoberita.com) –  12-Nov-2015, Posted on 13 November 2015.

Jadi, Menyiarkan Bolehnya Memilih Pemimpin Kafir bagi Muslim Itu Menodai Agama Islam. Karena ayatnya dalam kitab suci Al-Qur’an telah jelas. Mari kita imak sebagai berikut.

Surat Al Maidah 51 Menurut Tafsir Depag RI

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [Al Ma”idah,51]

Tafsir:

Pada ayat ini (51) Allah SWT melarang orang-orang yang beriman, agar jangan menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman akrab yang akan memberikan pertolongan dan perlindungan, apalagi untuk dipercayai sebagai pemimpin.

Selain dari ayat ini masih banyak ayat-ayat yang lain dalam Al-Qur’aan yang menyatakan larangan seperti ini terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Diulangnya berkali-kali larangan ini dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’aan, menunjukkan bahwa persoalannya sangat penting dan bila dilanggar akan mendatangkan bahaya yang besar. (Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid II, juz 6, halaman 442-443, Departemen Agama Republik Indonesia, Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an 1985/1986).

Dalam tafsir resmi Departemen Agama (kini Kementerian Agama) itu sudah jelas:

Pada ayat ini (51) Allah SWT melarang orang-orang yang beriman, agar jangan menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman akrab yang akan memberikan pertolongan dan perlindungan, apalagi untuk dipercayai sebagai pemimpin.

Ketika Ahok dalam sidang perdana kasus penistaan agama di Jakarta Selasa 13 Desember 2016 yang dia sebagai tersangkanya, dia membela diri sambil menangis, namun isinya yang dia kutip dari buku yang dia tulis tahun 2008, justru menyebarkan penodaan agama pula. yaitu menurutnya, kalau mengikuti ayat 51 Almaidah itu dengan tidak membolehkan umat Islam memilih pemimpin selain yang seiman, maka hanya akan mendapatkan atau menghasilkan pemimpin yang terburuk dari yang buruk.

Kasus penodaan agama oleh Ahok justru diulangi dalam sidang perdana. Sehingga entah sudah berapa kali sejatinya dia menodai Islam.

Dan Inilah Kisah Tangisan Palsu Dalam Al-Quran

Nabi Yusuf As memiliki beberapa orang saudara yang sangat membencinya. Mereka merasa iri kepada Yusuf hingga berencana untuk membuatnya celaka. Mereka lalu melakukan siasat licik, meninggalkannya di dalam sumur dan melaporkan ke ayahanda, Nabi Ya’kub As sambil menangis tersedu.

Al-Quran menceritakan kisah tersebut dalam surat Yusuf ayat 12 s/d 18. Diawali dengan permintaan saudara-saudaranya kepada Nabi Ya’kub As untuk mengajak Yusuf kecil bermain dan bersenang-senang. Ayahanda sendiri mulanya keberatan karena khawatir mereka akan lalai menjaga Yusuf.

Hingga akhirnya sesuai dengan rencana mereka menjatuhkan Yusuf ke dalam sumur, melumuri bajunya dengan darah domba dan melaporkan ke ayahnya di sore hari sambil menangis bahwa Yusuf telah dimakan srigala.

Tangisan palsu dan darah palsu karena sesungguhnya itu adalah siasat licik mereka untuk membohongi ayahanda Nabi Ya’kub As.


Surat Yusuf


أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya”. (QS Yusuf: 12)

قَالَ إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَنْ تَذْهَبُوا بِهِ وَأَخَافُ أَنْ يَأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَأَنْتُمْ عَنْهُ غَافِلُونَ

Berkata Ya’qub: “Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya”. (QS Yusuf: 13)

قَالُوا لَئِنْ أَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّا إِذًا لَخَاسِرُونَ

Mereka berkata: “Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi”. (QS Yusuf: 14)

فَلَمَّا ذَهَبُوا بِهِ وَأَجْمَعُوا أَنْ يَجْعَلُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: “Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi”. (QS Yusuf: 15)

وَجَاءُوا أَبَاهُمْ عِشَاءً يَبْكُونَ

Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis. (QS Yusuf: 16)

قَالُوا يَا أَبَانَا إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِنْدَ مَتَاعِنَا فَأَكَلَهُ الذِّئْبُ ۖ وَمَا أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَنَا وَلَوْ كُنَّا صَادِقِينَ

Mereka berkata: “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar”. (QS Yusuf: 17)

وَجَاءُوا عَلَىٰ قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya’qub berkata: “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan”. (QS Yusuf: 18).

Apapapun hasil dari sidang ini, akan menjadi pelajaran penting bagi umat dan sejarah bangsa Indonesia.

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s