Sekte Pemuja Setan

img_20161218_081843

Penyembahan terhadap setan telah muncul pada kurun waktu yang silam, dan pada setiap masa memiliki cara dan jalan yang berbeda-beda dalam ritualnya.Permulaan munculnya pemujaan terhadap setan.

Terdapat perselisihan riwayat tentang permulaan munculnya kelomok pemuja setan. Akan tetapi permulaan munculnya mereka adalah pada zaman raja-raja Fir’aun. Sekte ini menyembah setan dengan menyembelih sesaji untuknya berupa segala sesuatu yang mungkin bisa dikorbankan, bisa berupa hewan ataupun manusia. Itu semua dilakukan untuk menundukkan jin dan setan. Ritual ini berlanjut pada masa yang berjauhan dari masa ke masa, dan sekte ini memerangi setiap umat dan agama.

Pembaharuan munculnya sekte ini tampak pada zaman ‘Abbasiyah yang pertama. Dan sejak kemunculannya dari awal sudah terlihat keterkaitannya dengan Majusi dan Zoroaster. Pemikiran zindiq yang laku keras saat itu dibangun oleh orang-orang Persia. Orang-orang Persia tersebut bermaksud untuk menghancurkan agama Islam dengan pemikiran tersebut. Telah diketahui bersama bahwa bangsa Persia sejak dulu memendam kedengkian atas agama Islam dan kaum muslimin yang telah mengalahkan mereka dan memadamkan api agama Majusi di negeri Persia.Sekte ini mengajak manusia untuk tenggelam dalam kelezatan dan syahwat tanpa ada aturan syariat, dan menggugurkan segala kewajiban. Penyembah setan ini adalah sebuah gerakan sebagaimana gerakan-gerakan atheisme yang lain.

Gerakan ini aktif pada setiap zaman, hingga pada masa modern tahun 90-an ini muncul sekte pemuja setan di Amerika. Kemudian setelah itu muncul di sebagian negeri Islam. Dan sangat disayangkan bahwa kemunculan mereka ada pada kaum terpelajar. Permulaan kemunculan mereka di negeri Islam adalah di Mesir pada akhir tahun 1996 M dan awal tahun 1997 M. Media massa telah berbicara tentang mereka, membicarakan sifat-sifat, ritual dan sumber-sumber budaya mereka. Aparat kemudian menangkap sekitar 140 orang, diantara mereka adalah laki-laki dan perempuan yang kesemuanya adalah anak-anak orang kaya.

Keyakinan-keyakinan dan Ritual-ritual
Perkumpulan ini memiliki ritual-ritual dan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan pada setiap tingkatan, yaitu sejak masuknya seseorang kedalam kelompok ini hingga pada tingkatan terakhir.

Ritual-ritual tersebut ada dua bentuk: ritual pembaptisan atau masuk kedalam kelompok, dan yang kedua adalah ritual rutin atau apa yang disebut dengan Missa hitam. Saya akan berbicara tentangnya dengan ringkas dikarenakan demi Allah, hal ini adalah sesuatu yang memalukan dan menyedihkan pada saat yang bersamaan, kehidupan hewan itu lebih tinggi seribu kali daripada kehidupan kelompok tersebut.

Para peyembah setan memandang rendah agama Islam, Nashrani, dan Yahudi yang memiliki kitab-kitab suci. Mereka juga memandang rendah norma-norma yang mengajak kepada keluhuran, dan akhlak yang terpuji. Kita akan mendapati di tengah-tengah mereka perbuatan yang melampaui batas, kebiasaan melakukan perbuatan keji dengan segala macamnya, pembunuhan, terutama membunuh anak-anak kecil dengan tujuan menggunakan darah dan organ tubuhnya untuk sebuah ritual yang aneh. Mereka biasa menggali kubur untuk mendapatkan tulang dan tengkorak manusia. Para penyembah setan biasa mencuri, terutama mencuri darah.

Sebuah pencurian yang terkenal telah terjadi pada tahun 1996, yaitu saat aparat kepolisian Amerika memergoki sekumpulan anggota sekte setelah mereka mencuri sejumlah darah dari beberapa rumah sakit di New York untuk meminumnya pada upacara gila mereka. Begitupula telah diketahui tentang mereka bahwa mereka mengorbankan anak-anak mereka dengan cara disembelih kemudian memakan daging-daging mereka dan meminum darah-darah mereka. Adapun penampilan luar mereka sangatlah menjijikkan, pakaian hitam dan bentuk rambut mereka membuat ciri-ciri khusus.

Secara ringkas, tidak ada yang namanya salah, buruk dan munkar. Maka segala sesuatu yang sesuai dengan hawa nafsu dan keinginannya maka itu dituntut untuk dikerjakan menurut para penyembah setan hingga sampai kepada tingkatan tinggi dalam tingkatan yang mereka klaim sendiri. Mereka tidak takut kepada kematian -sebagaimana yang mereka klaim- hingga sekalipun dibakar atau bunuh diri dikarenakan kematian dalam pandangan mereka hanyalah sebuah sarana untuk pindah dari sebuah tingkatan menuju tingkatan lain yang lebih utama, lebih dari itu untuk mendekat kepada setan dan menyenangkannya, karena menurut anggapan mereka setan adalah malaikat yang diusir dari sorga dalam keadaan terzhalimi.

Sekte ini mengaku bahwa dengan cara mereka, mereka bisa mendapatkan kekuatan setan sebagaimana mereka memiliki kitab agama mereka dengan nama Setan dari karangan seorang Yahudi Levi pendiri Gereja Setan di San Fransisco.

Kitab Setan memberikan wasiat kepada mereka untuk mempergauli manusia dengan cara-cara yang kebanyakan adalah cara yang aneh, dituntut dari mereka untuk berbuat buruk dalam bergaul dengan tentangga mereka, membalas keburukan berlipat-lipat, menolak kasih sayang, karena kasih sayang mereka anggap sebagai sebuah kelemahan, demikian pula mereka melarang adanya pernikahan.

Sekte ini berdiri diatas tingakatan-tingkatan dan angkat-pangkat, berdasarkan senioritas dan keburukan yang mereka lakukan. Gelar mereka bertingkat-tingkat, dari al-amir ( ketua ) hingga al-Syar al-A’zham (penjahat teragung).

Taklid Setan

Satu tim khusus bekerja untuk menghadirkan setan ditengah ritual-ritual yang menjijikkan. Dan didalamnya diikut sertakan para pemuda untuk mengikuti ritual ini yang dikuasai oleh sihir dan magis saat meminum darah dan menenggelamkan tengkorak. Ritual ini diiringi dengan melakukan zina masal dalam tempat tersembunyi seperti di pekuburan. Mereka menganggap dengan perbuatan ini mereka akan diperkuat oleh kekuatan dari mayat, setan dan jin.

Pada tingkatan inilah para pemuda diumbar kepuasannya dan ditenggelamkan dalam kebiasaan penyembahan setan dan ritual-ritual mereka. Mereka tidak bisa berpisah dari mereka dikarenakan dilarang untuk mengundurkan diri. Terjerumuslah para pemuda dalam tekanan ancaman dan ketagihan. Merekapun menyimpang lebih banyak dan lebih banyak hingga keadaan memaksa mereka untuk bunuh dari dan mati karena pengaruh obat-obat bius.

Sekte ini menganggap bahwa alam lain tidak ada keberadaannya, oleh karena itulah mereka menikmati alam ini dengan segala cara. Mungkin ringkasan pemikiran dan hukum-hukum mereka dibawah slogan “Lakukanlah Apa Yang Kau Mau” adalah sebagai berikut:

  • # Hidup dengan cara yang ia sukai
  • # Melakukan yang dia inginkan
  • # Bermain dengan yang dia inginkan
  • # Beristirahat sesuai yang dia inginkan
  • # Mati pada waktu dan cara yang dia inginkan
  • # Manusia berhak memakan apa yang dia inginkan (sampai
    mereka memakan kotoran manusia)
  • # Meminum apa yang diinginkan (meminum darah dan air
    kencing)
  • # Tinggal dimana saja dia menginginkan
  • # Memakai pakaian sesukanya
  • # Bergerak di muka bumi sesukanya
  • # Manusia berhak berfikir sesukanya
  • # Berbicara sesukanya
  • # Menulis, menggambar, memahat, menggaris dan
    membangun sesukanya
  • # Lampiaskan keinginan seksualmu sesukamu, kapan, dimana
    dan dengan siapa saja yang kamu inginkan
  • # Manusia berhak membunuh orang-orang yang berdiri
    menentang diatas pelaksanaan hak-hak ini.

Ritual Bagi Orang Yang ingin Bergabung dengan Para Pemuja setan

Para penyembah setan berambisi untuk merekrut sebesar mungkin dari para pemuda untuk menjadi anggota sekte sesat ini. Mereka sangat berambisi untuk menyebarkan pikiran-pikiran mereka. Mereka membuat website-website, menyebarkan buku-buku, menerbitkan majalah-majalah, memiliki club-club , dan group musik yang menyanyikan pikiran-pikiran kotor mereka.

Dalam menarik anggota-anggota baru, mereka memulai dengan cara mengajak mereka untuk menghadiri pesta-pesta dansa dan pesta seks tanpa menampakkan fenomena penyembahan setan pada pesta tersebut. Kemudian mereka berusaha merekrut dari para undangan orang-orang yang mereka pandang mungkin untuk bergabung dengan mereka. Kemudian berusaha mengenalkan kelompok mereka dan menyingkap sesuatu dari rahasia-rahasia mereka.

Jika dia suka bergabung dengan mereka, maka mereka melakukan tes yang keras hingga mereka bisa menguji loyalitasnya, seperti memerintahnya untuk membunuh kedua orang tuanya, atau melakukan perbuatan-perbuatan keji. Jika dia telah berhasil, maka dia bergabung dengan kelompok dengan sebuah upacara yang menakutkan. Sang dukun berdiri di depan, dikelilingi oleh lilin hitam, mengenakan mantel hitam, lalu datanglah anggota baru dalam balutan mantel putih, kemudian dia berdiri dengan menanggalkan pakaiannya lalu berlutut diantara kedua lututnya di hadapan dukun dalam keadaan telanjang. Setelah itu dia dilukai di tangannya, dan darahpun dikumpulkan didalam wadah yang terbuat dari perak, lalu dikelilingkan ke segenap anggota sekte agar mereka meminumnya.

Maka dengan ritual ini sempurnalah penyatuan diantara sesama anggota sesuai dengan klaim mereka.

Setelah dilakukannya upacara, jadilah dia sebagai anggota secara resmi dalam kelompok ini. Mulailah dia memakai symbol-simbol mereka, pakaian mereka dan segala sesuatu yang menjurus kepada yang demikian. Termasuk hal yang patut untuk disebutkan adalah bahwa anggota yang berabung dalam kelompok ini akan sulit melepaskan diri darinya, dikarenakan mereka akan melakukan segala perbuatan teror karena khawatir dia akan membongkar kegiatan-kegiatan mereka yang dilarang oleh hukum dengan membunuhnya atau menculiknya. Tidaklah jauh kemungkinannya bagi mereka untuk berusaha membunuh dan melenyapkannya.

Mereka biasa pergi ke kuburan di siang hari, berdiri dengan menggali kuburan serta mencari bangkai mayit. Pembesar mereka berjoget diatas bangkai yang sudah hancur. Kebanyakan mereka lebih mengutamakan mayat yang baru mati. Mereka menyembelih kucing yang mereka anggap jiwanya dari setan, mereka meminum darahnya, melumuri tubuh dan wajah mereka dengannya. Kemudian mereka pergi ke tempat yang jauh dan hidup di dalamnya pada hari-hari tanpa menyalakan lilin, mereka hidup di dalam kegelapan. Sandi-sandi mereka diantara mereka adalah mengangkat dua buah jari sebagai simbol dari setan. Isyarat tersebut adalah ucapan salam di antara mereka. Dikatakan bahwa menggali kuburan dan menginap di sana adalah untuk mengeraskan hati agar perasaan mereka mati.

Dikatakan bahwa melumuri kedua tangan dan tubuh dengan darah adalah agar anggota haus darah, kejam, tidak takut terhadap kematian, dan tidak lari dari kematian. Di antara tanda para penyembah setan dari kaum wanita adalah mewarnai kuku dan bibir mereka dengan warna hitam, mengenakan pakaian yang yang dicetak diatasnya lukisan setan, kuburan dan kematian, berhias dengan perhiasan perak yang memiliki bentuk tidak lumrah yang menggambarkan pemikiran-pemikiran mereka, seperti tengkorak, kepala kambing, dan mengoleksi kaset-kaset rekaman lagu-lagu pelecehan terhadap agama.

Para individu gerakan ini melakukkan berbagai penyimpangan seksual dengan segala macam bentuknya hingga melakukan kegiatan seks dengan mayat dan hewan.

Hari-hari raya para pemuja setan

Hari-hari raya sekte sesat ini banyak, barangkali banyaknya hari raya mereka disebabkan oleh keinginan mereka untuk selalu berkumpul, menjaga hubungan kumpulan mereka dari satu sisi, dan untuk melakukan perbuatan hina dan peribadatan mereka kepada setan yang terkutuk dari sisi yang lain. Hari raya mereka mencapai 22 hari.

kesemuanya identik dengan seks, dan perbuatan rendah, mengalirkan darah manusia dan non manusia. Hari raya mereka yang paling penting adalah “Ritual Darah” dan “Hari Raya Penyembahan Setan”, “Hari Kefasikan Terbesar”, “Hari Terbaliknya Matahari” dan yang lainnya. Hari raya mereka yang paling agung adalah “Helloween”, itu adalah hari yang paling utama dalam setahun menurut mereka, dikarenakan pada hari itu roh-roh orang yang telah mati bebas menurut anggapan mereka, itu adalah sebuah keyakinan yang diambil dari keyakinan agama berhala.

Missa Hitam

Termasuk perkara yang perlu diperhatikan bahwa kelompok ini bernafsu sekali untuk menamai banyak ritual mereka dengan apa yang berkaitan dengan nama-nama dalam agama Nashrani. Ada Gereja Setan, Injil Hitam, Salib, dan missa. Ini dalam hal pembagian nama-nama, adapun dalam pembagian ritual maka di sana terdapat kemiripan antara syi’ar-syi’ar nashrani dengan ritual menurut para pemuja setan. Misalnya adalah pembaptisan (menuangkan air ke atas kepala dan jasad), pembaptisan dilakukan menurut agama Nashrani dengan air, adapun pembaptisan menurut penyembah setan dilaksanakan dengan kotoran, berupa air kencing manusia, darah dan tinja.

Demikian pula kemiripan sembahyang menurut penyembah setan dengan sembahyang menurut agama nashrani, yaitu sembahyang menurut penyembah setan dengan membaca beberapa baris dari Kitab Setan yang diiringi dengan musik, itu merupakan tandingan sembahyang pada agama Nashrani yang dilakukan dengan membaca beberapa baris dari Injil dengan diiringi musik.

Sihir

Sihir adalah pegangan terkuat penyembah setan, terutama ketua dan pemimpin-pemimpin mereka. Mereka berkeyakinan bahwa sihir adalah jalan untuk bisa mendapatkan manfaat dan menolak madharat. Pada waktu yang sama menambah kewibawaan dan keagungan di depan para pengikutnya.

Musik

Musik menurut para penyembah setan adalah sebuah sarana untuk mengosongkan perasaan manusia, dan satu bentuk dari bentuk pembiusan otak. Para penyembah setan sangat gandrung dengan musik keras dan mereka menjadikannya termasuk sebuah ritual dari ritual mereka, terutama yang dikenal dengan musik Rock Heavy Metal.

Musik digunakan seperti sebuah senjata paling efektif dalam merekrut para pemuda, mempengaruhi pemikiran dan perilaku mereka. Mereka di samping memilih macam musik yang memiliki suara keras meninggi yang memekakkan telinga mereka juga berambisi untuk mencampurnya dengan lagu-lagu yang menyebarkan pemikiran mereka dan mengajak kepadanya. Dengarkanlah sebagian lantunan lagu-lagu mereka, agar kalian tahu seberapa besar kesesatan yang mungkin akan sampai kepada manusia dari balik musibah ini: “Wahai setan… ambillah ruhku… wahai kemurkaan Tuhan yang telah mengotorinya dengan kesalahan dan memberkahinya dengan neraka… aku harus mati… bunuh diri… bunuh diri… aku harus mati.” Ini adalah kalimat sebagian para vokalis pemuja setan.

Upacara mereka dimulai dengan musik dan joget karena musik yang hingar bingar, mulai meminum khamr dan narkoba, termasuk seks masal, mencampur aduk segala sesuatu yang ada di hadapan mereka, melakukan perzinahan, dan homo seksual.

Kemudian mereka menyembelih kucing hitam atau hewan apapun yang memiliki warna hitam, kemudian mereka meminum darahnya. Mereka menyatakan bahwa dengan perbuatan yang demikian mereka telah mempersembahkan korban bagi setan, dan bahwa dengan menyembelih kucin atau anjing hitam terhitung sebagai pemberian penjagaan terhadap dunia setan menurut keyakinan mereka.

Warna Hitam dan Pemujaan Setan

Warna hitam berkaitan erat dengan manusia, dan kematian. Macam sihir yang paling dahsyat adalah sihir hitam, sementara setan tidak suka terhadap cahaya dan ia cinta kegelapan.

Simbol-simbol Setan

Para Penyembah Setan mengumpulkan jari-jari tangan mereka untuk membentuk seperti tanduk setan

Bentuk setan seperti yang mereka yakini
Terakhir, sesungguhnya kelompok ini bertujuan untuk merusak akhlak, merobohkan agama terutama Islam. Maka kaum muslimin haruslah menghadapi kelompok sesat ini dan kelompok sesat lainnya dengan tegas sebagai bentuk penjagaan terhadap agama Allah, dan sebagai benteng bagi anak-anak dan masyarakat kita.

Kamu kok bangga dengan gambar musuhmu

Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. [Qs. 12 : 5]

Janganlah kamu mengikuti langkah-langkahsetan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. [Qs. 2 : 168]

Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. [Qs. 2 : 169]

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.[Qs. 2 : 257]

Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya. [Qs. 4 :38]

Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. [Qs. 15:43]

Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. [Qs. 16:100]

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan–setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. [Qs. 35 : 6]

Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan? [Qs. 36 : 62]

 img_20161218_082038

Kita memahami, bahwa Allah Azza wa Jalla menciptakan fitrah atas diri manusia, yaitu bisa mengetahui dan mengenal kebenaran, serta menjauhi dan menghindari kebathilan. Akan tetapi, meskipun fithrah manusia itu sudah disiapkan dan memiliki kemampuan untuk mengetahui yang haq dan yang bathil, namun bukan berarti untuk mengamalkan al haq ataupun menghindari yang bathil itu mudah.

Ada rintangan dan hambatan yang menjadi ujian. Ada musuh yang selalu menghalangi dari jalan al haq. Dan sebaliknya ada musuh yang selalu berusaha membimbing ke arah yang bathil.

Musuh-musuh ini memberikan gambaran tentang kebenaran dan kebathilan. Al haq, yang semestinya indah, menjanjikan kebaikan dan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, digambarkan oleh musuh manusia sebagai sesuatu yang menakutkan dan menyusahkan.

Sebaliknya yang bathil, yang mestinya menjijikkan dan berujung pada penderitaan, digambarkan oleh musuh manusia sebagai keindahan nan menyenangkan. Akhirnya banyak orang yang terpedaya, meninggalkan jalan yang benar dan mengikuti jalan yang bathil, iyadzan billah.

Karenanya, wahai saudara-saudaraku, rahimanillahu wa iyyakum ajma’in, kita perlu mengetahui musuh-musuh itu, agar dapat bersikap. Musuh tetaplah musuh, bukan sebagai teman, apalagi sebagai pembimbing. Siapakah musuh-musuh yang selalu berusaha mengajak manusia kepada perbuatan batil dan keliru?

Musuh yang pertama adalah setan. Berbagai macam cara ditempuh oleh setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam kebathilan dan menghalangi manusia dari al haq (kebenaran). Dan setan ini sering berhasil menjadikan manusia sebagai pengikutnya. Hanya orang-orang ikhlas dalam ibadahnya yang selamat dari makar dan tipu daya setan. Hanya orang-orang beriman yang bisa menjadikan setan sebagai musuhnya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang beriman yang iikhlas dalam beribadah kepada Allah Azza wa Jalla.

Di awal kitab Madarijus Salikin dan al Bada-i, pada akhir pembahasan tafsir surat al Mu’awwidzatain (surat an Nas dan al Falaq), Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan cara-cara dan tahapan setan dalam menghembuskan kejahatan dan tipuan kepada manusia.

  • Tahapan Pertama : Setan mengajak manusia melakukan perbuatan kufur dan syirik, menentang Allah dan RasulNya. Inilah yang paling diinginkan oleh setan. Dengan cara ini, setan telah berhasil menyesatkan banyak orang. Dengan cara ini, manusia dijadikan sebagai tentara dan para abdinya. Jika setan putus asa dan tidak mampu menyeret manusia ke dalam perbuatan kufur, maka setan akan menggodanya dengan tahapan berikutnya.
  • Tahapan Kedua : Setan mengajak manusia untuk mengamalkan perbuatan bid’ah dalam agama, baik bid’ah dalam masalah aqidah maupun amal perbuatan. Bid’ah merupakan perbuatan dosa, yang pelakunya sulit diharapkan bertaubat. Setan memberi gambaran yang indah dalam benak manusia, bahwa apa yang dilakukan itu merupakan kebenaran, dan ahli bid’ah mempercayai bisikan setan ini. Karena anggapan yang baik atas perbuatan bid’ah, membuat pelakunya susah melepaskan diri dan bertaubat dari perbuatan yang dianggap baik ini, padahal sebenarnya menyesatkan. Ketika berhasil menyeret seseorang ke dalam tahapan ini, maka setan akan merasa lega. Karena perbuatan bid’ah merupakan gerbang menuju kekufuran. Dan para pembuat bid’ah menjadi salah satu corong di antara propaganda iblis.
  • Tahapan Ketiga : Yaitu perbuatan dosa besar dengan berbagai macam variasinya. Jika setan tidak mampu menyeretnya ke dalam perbuatan bid’ah, maka dia akan menjebak dan menggiring manusia kepada perbuatan dosa besar dengan berbagai macam variasinya. Dosa-dosa besar ini juga merupakan gerbang menuju kekufuran. Setan berhasil menjerumuskan banyak orang dalam dosa besar. Manusia tenggelam dalam perbuatan maksiat, sehingga hatinya menjadi membatu, terhalang dari kebenaran. Kemudian setan menyebarkan berita tentang mereka ini di tengah masyarakat. Setan memanfaatkan tentara dan para abdinya untuk menyebarkan perbuatan dosa ini, terutama jika perbuatan dosa ini dilakukan oleh penguasa atau orang yang diidolakan. Tujuannya, supaya perbuatan-perbuatan mereka dijadikan argumen. Sebagai misal, yaitu makan riba, mendengarkan musik, menikmati alat-alat musik dan permainan, menyetujui perbuatan bersolek, membuka wajah dan ikhtilath (campur baur) laki-laki dan perempuan, loyal dan suka kepada orang-orang kafir, homoseks, meminum khamr, dan lain sebagainya. Dalam tahapan ini, setan berhasil menyesatkan banyak orang. Banyak manusia berkubang dalam kemungkaran-kemungkaran. Setan menghiasi amal-amal para idola ini, sehingga mereka menjadi pioner yang mengajak ke perbuatan maksiat secara nyata, atau mungkin dengan ucapan.
  • Tahap Keempat : Yaitu melakukan dosa-dosa kecil, sebagai gerbang memasuki dosa-dosa besar. Sedangkan orang yang tidak mampu digoda setan dan dijaga oleh Allah dari perbuatan dosa-dosa besar, maka setan berusaha menyeretnya ke Tahap Keempat : Yaitu melakukan dosa-dosa kecil, sebagai gerbang memasuki dosa-dosa besar. Dosa-dosa kecil ini terkadang dianggap remeh oleh manusia dan tidak peduli dengan pelakunya. Padahal, dosa-dosa kecil itu menyeret untuk melakukan dosa berikutnya. Diceritakan dalam sebuah hadits dari Sahl bin Sa’d, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
    •  

      إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ 

    • “Jauhilah dosa-dosa kecil, karena jika dosa-dosa itu berkumpul pada diri seseorangو akhirnya akan membuatnya binasa (celaka)”

Maka, tidak diragukan lagi, meremehkan perbuatan dosa kecil, bisa merubah dosa kecil menjadi besar. Sebagaimana perkataan ulama Salaf, tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus, dan tidak dosa besar bila diiringi dengan istighfar.

Sebagian yang lain mengatakan, janganlah kalian memandang kecil sebuah dosa, akan tetapi pandanglah keagungan Dzat yang kalian durhakai.

Jika setan merasa lemah dan tidak mampu menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan-pebuatan dosa ini, maka setan menggoda manusia dengan tahapan kelima. Yaitu menyibukkan manusia dengan perkara-perkara mubah yang tidak mendatangkan pahala, dan juga tidak mengakibatkan dosa. Menyibukkan perkara-perkara mubah, berarti menyia-nyiakan waktu dan usia, tidak memanfaatkankanya dengan kebaikan dan perbuatan shalih.

Betapa banyak manusia tertipu dengan perkara-perkara mubah, berlebih-lebihan dalam makanan, minum, rumah, pakaian. Demi keperluan ini, manusia telah menyia-nyiakan sejumlah harta, usia dan waktu, lalai dengan kebaikan, tidak berlomba-lomba dalam kebaikan. Sehingga, perbuatan mubah ini bisa menjadi penyebab seseorang lupa kepada akhirat, dan lupa melakukan persiapan untuk menyongsongnya.

Sedangkan manusia yang tidak bisa dijerumuskan dengan tahapan ini, maka setan akan mengganggunya dengan Tahapan Keenam, yaitu mengalihkan perhatian manusia dari amalan-amalan yang lebih baik kepada amalan yang di bawahnya. Sebagai misal, seseorang akan menggunakan harta untuk hal-hal yang bernilai baik tetapi kurang. Disibukkan dengan amalan-amalan marjuh (bernilai baik tetapi kurang), sehingga (salah satu wujudnya) mempelajari ilmu-ilmu yang tidak memiliki urgensitas dan kehilangan ilmu yang bermanfaat.

Atau seseorang itu lebih memilih melakukan usaha-usaha yang masih memiliki syubhat daripada usaha yang jelas-jelas halal. Lebih mengutamakan ibadah-ibadah qashirah (yaitu manfaat ibadahnya hanya sebatas untuk si pelaku saja, seperti shalat sunnah) daripada ibadah muta’addiyah (ibadah yang manfaatnya juga akan dirasakan oleh orang lain) seperti jihad, mengajarkan ilmu, memerintahkan kepada yang ma’ruf, mencegah dari kemungkaran. Akibatnya, dia akan kehilangan kebaikan yang banyak.

Inilah tipu daya musuh setan. Saat setan merasa lemah dan tidak mampu menjerat sebagian manusia dalam perangkap-perangkap ini, maka setan memberikan kuasa kepada wali-walinya dan para abdinya dari kalangan jin dan manusia, serta orang yang tertipu dengan bisikannya. Lalu mereka menghina orang-orang baik ini dengan tujuan menyakiti wali dan para kekasih Allah Azza wa Jalla. Mereka menyiksanya dengan siksa yang buruk, seperti pembunuhan, pengusiran, penahanan, penyiksaan, penghinaan, pelecehan terhadap amalan-amalan orang-orang baik ini, sebagaimana kejadian yang dialami oleh para nabi Allah dan pengikutnya pada setiap waktu dan di semua tempat.

Semoga Allah melindungi kita dari semua makar dan tipu daya setan.

Musuh manusia yang kedua, adalah nafsu yang senantiasa mengajak kepada keburukan.

Hawa nafsu ini cendrung kepada kebathilan, menghalangi manusia agar tidak menerima kebenaran dan tidak mengamalkannya. Jika jiwa ini muthmainnah (tenang dalam kebenaran), lebih mengutamakan yang hak, maka dia akan membimbing manusia ke arah yang benar dan berjalan di atas jalan keselamatan.

Musuh manusia yang ketiga, adalah menjadikan hawa nafsu ini sebagai ilah, yaitu menjadikan hawa nafsu sebagai sesembahan selain Allah. Disebutkan dalam firman Allah :

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya (sesembahannya). Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” [al Furqon : 43].

Seseorang yang selalu memperturutkan segala keinginannya, ia tidak akan peduli dengan akibat buruknya. Dalam sebuah atsar diriwayatkan, di bawah kolong langit ini, tidak ada yang lebih jelek dibandingkan hawa nafsu yang diperturutkan.

Adapun musuh manusia yang keempat adalah gemerlap dunia, kenikmatan dan hiasannya. Keindahan dunia dan berbagai kenikmatan semunya, telah menipu banyak orang, membuat manusia lupa kepada tujuan hidupnya yang hakiki. Padahal kehidupan akhirat dan segala isinya jauh lebih baik dibandingkan dengan kehidupan dunia yang fana. Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah, adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” [al Qashash : 60]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman :

“Tetapi kamu (orang-orang) kafir lebih memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. [al A’la : 16-17].

Demikian beberapa musuh yang sering menghalangi manusia dari berbuat amal shalih. Semoga Allah melindungi kita dari semua makar dan tipu daya yang menyesatkan.

Jika musuh-musuh bisa menguasai diri seorang manusia, maka dampak yang terlihat adalah tidak semangat dalam melakukan ketaatan. Dan sebaliknya, ia justru semangat dan tidak takut melakukan perbuatan maksiat.

Meski begitu, Allah Azza wa Jalla yang Maha Rahim tidak membiarkan para hambaNya untuk menghadapi musuhnya seorang diri. Allah Azza wa Jalla berjanji akan menolong manusia dalam menghadapi musuh-musuhnya ini. Allah memerintahkan kepada kita agar memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, serta memerintahkan manusia agar memohon pertolongan kepada Allah k dalam melakukan amalan yang susah ataupun berat baginya.

Allah Azza wa Jalla juga memerintahkan kepada para hambaNya agar ikhlas dalam melakukan ketaatan. Dengan demikian, dia akan termasuk hamba-hamba pilihan. Hamba-hamba yang ikhlas akan dibentengi Allah Azza wa Jalla dari kekuasaan musuh. Allah Azza wa Jalla berfirman :

“Sesungguhnya hamba-hambaku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabb-mu sebagai Penjaga” [al Israa` : 65].

Agar Setan lari

Setan merupakan musuh yang nyata bagi manusia. Tugas setan yang utama adalah membuat manusia agar mereka menjadi pengikutnya untuk masuk ke dalam neraka bersama-sama dengan mereka dengan cara membujuknya dengan tipu daya. Maka dari itulah banyak ayat dan hadits yang menyuruh manusia agar terhindar dari bujukan setan yang terkutuk. Membuat setan lari bukan dengan menggunakan energi aura/tenaga dalam yang penuh talbis iblis namun dengan dzikir dan doa.
Berikut adalah sebagian tips-tips agar setan lari dari kita yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah:
  • 1. Ketika Mengucapkan Dzikir

Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaa ha illallah wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir (Tiada tuhan selain Allah yang maha esa tidak ada sekutu baginya, baginya kerajaan, segala puji hanya bagi-Nya Dia-lah yang maha Kuasa atas segala sesuatu) seratus kali dalam sehari, maka ia akan mendapatkan pahala seperti halnya memerdekaakan budak, dicatat baginya seratus kebaikan, dihapuskan seratus kesalahan dan mendapatkan penjagaan dari setan pada hari itu hingga sore hari. Tidak ada seorang yang beramal lebih utama dari hal ini kecuali seorang yang mengamalkannya lebih dari itu,” (Bukhari dan Muslim)

  • 2. Membaca Ayat Kursi Ketika Hendak Tidur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya seseorang datang kepadanya meminta sedekah. Kemudian Nabi mengizinkannya untuk memberikan kepadanya pada malam pertama dan kedua. Tetapi pada malam yang ketiga ia berkata,”Saya akan adukan kepada Rasulullah.” Tetapi ia berkata,”Sebentar, saya akan ajarkan kepamu beberapa kalimat yang akan diterima di sisi Allah -mereka sangat tamak terhadap kebaikan,”Jika anda hendak tidur bacalah ayat Kursy Allahu laa ila ha illa huwal hayyul qayyum hingga selesai. Sungguh Allah akan selalu menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu sehingga pagi hari.” Kemudian Rasulullah bersabda,” Ucapannya benar, tetapi pendusta itu adalah setan.” (Bukhari)

  • 3. Meludah Tiga Kali Ketika Mimpi Buruk

Jika bermimpi buruk, hendaknya meludah tiga kali ke sebelah kiri dan berlindung kepada Allah dari keburukannya. Abu salamah bin Abdurrahman mendengar Abu Qatadah bin Rab’i berkata,”Saya mendengar Rasululah bersabda,”Mimpi itu dari Allah dan lamunan itu dari setan. Jika salah seorang di antara kalian bermimpi buruk hendaknya ia meludah ke sebelah kiri tiga kali ketika ia bangun, dan berlindung kepada Allah dari keburukannya maka tidak akan berbahaya baginya, Insya Allah.” (Bukhari dan Muslim)

  • 4. Ketika Keluar Dari Rumah

Barangsiapa yang mengucapkan ketika keluar dari rumahnya Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi la haula wala quwwata illa billahi (Dengan menyebut nama Allah saya bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan-Nya), maka akan dikatakan kepadanya,”Cukup anda telah mendapatkan perlindungan dan mendapatkan petunjuk.” Setan menjauh darinya, kemudian ia mengatakan kepada teman-temannya yang lain,”Bagaimana kamu ingin menggoda seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dilindungi Allah.” (Shahih al-kalimu thayyib No.45)

  • 5. Dzikir Kepada Allah Ketika Masuk ke Rumah dan Hendak Makan

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwasanya ia mendengar Rasulullah bersabda,”Jika salah seorang di antara kalian masuk rumahnya kemudian ia menyebut nama Allah ketika ia masuk an ketika hendak makan, maka setan berkata,”Kalian tidak ada kesempatan untuk menginap di rumah ini dan tidak pula mendapatkan makan malam.” Tetapi jika ia tidak nama Allah ketika masuk maka setan berkata, “Kalian mendapatkan kesempatan untuk menginap.” Jika ia tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan malam, maka setan mengatakan, “Kalian mendapatkan kesempatan menginap dan makan malam.” (Muslim)

  • 6. Ketika Masuk Masjid

Ketika seseorang masuk masjid, maka disarankan membaca:
A’udzu billahil ‘azhimi biwajhihil kariimi wa bisulthanihil qadiimi minasy syaithaani ar-rajiim. (Aku berlindung kepada Allah yang maha agung, demi wajahnya yang mulis, kekuasaan-Nya yang terdahulu dari syetan yang terkutuk) (Abu Daud)

  • 7. Ketika Dialunkan Adzan

Jika dialunkan adzan setan-setan lari terbirit-birit sambil kentut sehingga ia tidak mendengar adaan. Setelah selesai adzan mereka datang kembali. Dan jika dikumandangkan iqamat mereka lari kembali. Setelah usai iqamat datang kembali sehingga merasukkan ke dalam jiwa seseorang dengan mengucapkan “Ingatlah hal ini, Ingatlah hal ini!” yang sebelumnya ia tidak mengingatnya hingga ia tidak menyadari sampai berapa rakaatkah ia shalat.” (Bukhari Muslim)

  • 8. Ketika Seseorang Berlindung Kepada Allah Dari Godaan Setan

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindunan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.” (Fushshilat:36)

  • 9. Ketika Dalam Shalat

Dari Utsman bin Abu ‘Ash ia berkata, “Sesungguhnya setan itu menghalangi antara aku dan shalatku sehingga bacaanku dalam shalat salah. Rasulullah bersabda itu,”Adalah setan yang bernama Khanzab, jika kamu menemui hal itu maka  berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya dan meludahlah kesebelah kiri tiga kali.” Kemudian utsman melakukannya dan Allah melenyapkan setan darinya.” (Muslim)

  • 10. Jika dalam Keraguan

Dari Abu Zamil bahwa ia mengatakan kepada Ibnu Abbas,”Jiwa saya pernah merasakan keraguan.” Maka Ibnu Abbas mengatakan “Jika kamu merasakan hal itu, maka ucapkanlah:

Dialah yang awal dan yang akhir, yang dzahir dan yang bathin dan dia maha mengetahui segala sesuatu.” (Abu Dawud dan menurut syaikh Albani merupakan hadits hasan, Al-Kalimu Thayyib no. 135)
  • 11. Ketika Mendapat Musibah

Rasulullah bersabda:
Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah, tetapi keduanya ada kebaikan. Bersemangatlah pada perbuatan yang memberi manfaat kepadamu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu lemah. Jika anda tertimpa musibah janganlah mengucapkan “Jika saya melakukan begini-begini” tetapi katakanlah “Qadarullah wa maa syaa a fa’ala (Allah telah mentakdirkan sesuai kehendaknya). Karena kata “lau ” (Seandainya) itu membuka perbuatan setan.” (Muslim)
  • 12. Ketika Berhubungan Badan

Rasulullah bersabda:

Jika salah seorang di antara kalian bersenggama dengan istrinya ucapkan:

(Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah dari setan apa yang telah engkau rezekikan kepada kami), kemudian ditakdirkan mempunyai anak, maka tidak akan berbahaya selamanya.” (Bukhari dan Muslim)
  • 13. Ketika Marah

Rasulullah bersabda:

Aku akan mengajarkannya kalimat jika ia mengatakannya pasti kemarahannya akan reda. Jika ia mengatakan A’udzubillahi minasy syaithaaanirrajiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk). Pasti kemarahannya akan reda.” (Bukhari dan Muslim)

  • 14. Mengucapkan Basmalah

Diriwayakan oleh Abu Mulaih dari seseorang berkata “Saya berada di belakang Nabi kemudian kendaraannya tergelincir dan saya mengucapkan , “Celakalah setan,” maka Beliau bersabda, “jangan kamu mengucapkan setan. tetapi jika kamu mengucapkan kalimat itu, setan akan membesar sehingga sebesar rumah sehingga ia berkata “karena kekuatan saya.” Tetapi ucapkan bismillah (dengan nama Allah) jika kamu mengucapkannya maka setan akan mengecil sehingga sebesar lalat.” (Abu Daud)

  • 15. Ketika Berdoa Keberkahan

Rasulullah bersabda:

Jika salah seorang di antara kalian melihat sesuatu yang mengherankan baik mengenai jiwa atau pun hartanya, hendaknya ia mendoakannya dengan keberkahan karena penglihatan itu benar,” (al Kalimu Thayyib no. 243, 124)

  • 16. Membaca al-Muawidzatain

Dari Abi Said ia berkata bahwa Rasulullah berlindung dari jin dan ‘ain manusia (Pandangan mata yang menyebabkan sakit dengan izin Allah) sehingga turun dua surat al-Muawadzatain (Al-Falaq dan An-Naas). Setelah keduanya turun beliau mengamalkannya dan meninggalkan selainnya.” (Tirmidzi)

  • 17. Sujud Tilawah

Rasulullah bersabda:

Jika anak adam membaca ayat sajadah hendaknya ia sujud. Jika demikian setan akan keluar darinya dengan menangis seraya berkata “Celaka aku, ia diperintahkan sujud dan ia pun sujud maka ia masuk surga tetapi saya diperintahkan sujud tetapi saya enggan, maka saya masuk neraka.” (Ahmad)

  • 18. Membaca Surat Al-Baqarah

Rasulullah bersabda:

Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah.” (Muslim)

  • 19. Membaca Al-Quran

  • Pada suatu malam rasulullah keluar. Ternyata beliau menemui Abu Bakar sedang menunaikan shalat dengan merendahkan suaranya dan  menemui Umar bin khattab sedang shalat dengan meninggikan suaranya. Ketika mereka berkumpul beliau bersabda, “Hai Abu Bakar, saya menemukanmu sedang shalat dengan merendahkan suaramu.” Ia berkata,  “Saya memperdengarkan kepada dzat yang saya sedang bermunajat kepada-Nya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda kepada Umar, “Wahai Umar, aku menemuimu sedang menunaikan shalat dengan meninggikan suaramu.” Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, saya melakukan demikian untuk membangunkan orang yang sedang tidur lelap dan mengusir setan.” Rasulullah bersabda, “Hai Abu Bakar tinggikan suaramu sedikit dan kamu wahai umar rendahkan suaramu sedikit.” (Abu Daud)


    20. Menggerakkan jari telunjuk ketika tasyahud dalam shalat

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Rasulullah bahwasanya beliau menggerakkan jarinya berdoa dengannya seraya bersabda:
Ia lebih keras menghalau setan dari pada besi yaitu jari telunjuk.” (Ahmad)

Semoga Allah senantiasa menolong kita dalam menghadapi godaan musuh-musuh, yang senantiasa menghalangi manusia dari jalan ketaatan. Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang ikhlas, dan senantiasa mengikuti petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rujukan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s