Membela Agama dibilang Kebencian

Suasana aksi bela Islam 212

Suasana aksi bela Islam 212


Masih saja Ummat Islam dijadikan target, bila pihak lain demontrasi dibilang hak, bila ummat Islam yang demontrasi dibilang kebencian. Kalau Ahok yang bilang dibohongi ayat, itu biasa, minta maaf, beres. Tapi kalau MUI yang bela agamanya disalahkan, ada apa ini? Mengapa ummat Islam dan Islam selalu dijadikan “sasaran tembak?” Mengapa dan ada apa? Kalau ada bom, langsung teriak itu teroris Islam, padahal belum diteliti, namun bila negara Islam dihancurkan, mereka diam seribu bahasa, ada apa ini?

Bila ada tulisan membela Islam, dibilang atau dituduh, yang begini ini yang menanamkan kebencian, namun bila Islam diserang dengan tulisan, mereka diam seribu bahasa? Bila ada tulisan membela Islam dibilang, ini dia yang suka kepada kebencian, namun bila Islam yang diserang lewat tulisan, dipuji-puji. Mau bukti? Muslimah yang berjilbab, eh mereka yang mencak-mencak, itu budaya Arab, ga berlaku di Indonesia, loh apa masalah bagi lo? Muslimah yang berjilbab, kok lu yang teriak-teriak! Orang yang menjalankan ajaran agamanya, pihak lain yang rebut, ada apa ini?

Anda mau berkorban? “Jangan di sekolah, itu tak bagus untuk pendidikan anak”, itu kata mereka yang benci Islam, padahal itu adalah ajaran Islam, melatih anak-anak untuk berkorban, aneh bukan? Yang bukan Islam tapi mengatur ajaran Islam? Ada apa ini? Islam masih saja menjadi sasaran untuk diadu-adu dengan pemerintah, padahal presidennya Islam, Kapolrinya Islam dan lain sebagainya. Dan ada yang teriak, memangnya domba? Aha… ternyata kebencian diri, diungkap pada pihak lain. Islam yang sedang berjuang, dibilang percuma, ada apa ini?

Banyak yang menulis dan menyudutkan MUI, ketika memberikan fatwa tentang Ahok yang telah menistakan Al Quran, yang menjadi penyulut demo.  MUI yang membela ajaran agamanya, eh malah dibalik, menjadi sasaran tembak, sudah saya tulis juga di ruang ini. Ada apa ini? Kalau kebencian, dibilang ummat Islam, tapi ketika mereka benci sampai keubun-ubun, sehingga terungkap di berbagai medsos, kebencian yang tak kalah menyeramkan, itu dari sebelah, eh mereka seperti “ kura-kura dalam perahu”, pura-pura tidak tahu. Ayo, katanya mau adil?

Jadi jangan Islam terus yang disudutkan, mari berlaku adil. Kalau memang Ahok tak benci pada Islam, mengepa keluar kata-kata seperti itu? Mengapa segala macam kebijakannya sering membuat gerak Islam terbatas. Lihat tak boleh ada lagi acara maulid akbar di Monas, cukup di masjid saja. Berkorban jangan di sekolah, di tempat penjagalan saja. Jangan lupa Islam tak bisa dilepaskan dengan politik. Makanya banyak partai berbasis Islam, herannya yang sebelah teriak lagi, jangan bawa-bawa agama di politik. Makanya partai yang berasas Islam dibuat terpecah belah, dilemahkan, diadu domba, dan repotnya meraka “termakan” adu domba tersebut.

Tulisan ini jelas akan “dibabat” oleh mereka yang tak sependapat, dan herannya orang tetap mereka-mereka juga. Loh jadi apa yang salah? Silahkan mereka membela apa yang mereka yakini, dan biarkan saya juga memebala apa yang saya yakini. Kita boleh beda pendapat, agama dan keyakinan, silahkan saja. Jadi jangan suka dibalik-balik, bila ummat Islam demo, itu dikatakan kebencian oleh mereka. Namun bila ummat kitab sucinya dihina, anehnya yang dibela bukan Islamnya, justru yang menghina dilindungi, ada apa ini? Jadi seakan yang salah itu ummat Islam terus, yang menghina itu tak salah. Ada apa ini?

Ini bukan masalah Prabowo dan Jokowi, itu masalah ummat Islam yang agamanya dihina, dan sering disudutkan. Prabowo mau naik kuda bersama Jokowi, syah-syah saja. Apa yang salah Jokowi dan Prabowo naik kuda? Ya biarkan saja. Begitu juga ketika ummat Islam melakukan demo atau unjuk rasa menyuarakan agar tak ada lagi yang berani menghina Islam. Jangn lantas ketika ummat Islam demo, disebut kebencian, lalu apa namanya bagi penghina Al Qura, kalau bukan kebencian yang sudah sampai keubun-ubun?

Ayo, katanya mau berlaku adil. Mari kita terbuka dan sama-sama menyuarakan keadilan. Jangan lantas kalau ummat Islam berjilbab, dikatakan budaya Arab. Jangan lantas bila ummat Islam membela agamanya dibilang kebencian. Jangan lantas bila MUI mengeluarkan fatwa, justru ulamanya yang dinista. Ayo, katanya mau adil? Mengapa ummat Islam yang tak mau mengucapkan kata-kata yang dilarang, justru dibilang fanatic. Ummat Islam yang melindungi kaum wanitanya dengan jilbab panjang, dibilang kuno. Ummat Islam yang menutup aurot dikala berenang, malah dilarang, aneh bukan? Ummat Islam yang berjilbab, mengapa mereka yang melarang, bukankah ini kebencian namanya?

Ayo, katanya mau adil? Giliran ummat Islam pakai asas Islam, eh dilarang. Ada apa ini? Giliran ummat Islam mengadakan kegiatan akbar, eh dikatan mengganggu lalu lintas? GIliran ada perda yang melarang minuman memabukkan, lalu mengapa pada ribut? Ada perda melarang minuman haram, kok malah perda yang disalahkan, ada apa ini? Melarang orang menjadi mabuk, kok malah disalahkan. Jadi banyak yang aneh dari para pembenci Islam, hayo ngaku? Islam selalu dijadikan sasaran tembak, sasaran fitnah, sasaran adu domba, sasaran kebencian.

Masih kurang bukti? Lihat saja mbah google, klik aja tentang Islam yang menjadi bahan fitnahan, dari artikel sampai film. Betapa banyak Islam dinistakan dari mulai novel Salman Rusdhi” ayat-ayat setan” sampai film “fitnah”nya anggota parlemen Belanda. Lihat saja berita-berita pelarangan jilbab di berbagai negara di Eropa. Coba apa namanya kalau bukan kebencian? Lihat negara-negara Islam di Irak, di Afganistan, di Syria, di Yaman dan lain sebagainya yang sekarang hancur lebur, siapa yang menghancurkan, pasti bukan agama yg disebut, padahal mayoritas negara penghancur adalah agama sebelah, iyakan?

Jadi lagi-lagi , kalau Islam yang dihancurkan mereka diam, namun giliran ummat Islam membela agamanya dikatakan kebencian. Betapa enaknya mereka membolak balik kata. Dan pasti, sekali lagi pasti yang teriak orang-orang sebelah. Ayo, katanya mau berlaku adil. Jadi jangan Islam saja terus disudutkan. Mari berlaku adil, karena keadilan mendekati kebenaran, dan kebenaran yang hakiki hanya ada dihati orang-orang yang ikhlas dan sabar.

Maaf buat teman-teman di sebalah, saya yakin bukan anda, karena anda adalah teman-teman saya juga, namun saudara-saudara saya sesama muslim juga sedang menyuarakan haknya, membela agamanya yang dinista, jadi apa yang salah ummat Islam membela agamanya yang dinista? Tentu saja bukan anda yang menista kawan, tapi para pembenci Islam. Untuk itulah tulisan ini dibuat atau ditujukan, karena dalam Islam bila ada kemungkaran dihadapi dengan tiga cara, melalui kekuasaan, perkataan/tulisan dan hati. Karena saya tak punya kekuasaan, maka saya hadapi dengan cara yang kedua dan ketiga.

Benarkah Umat Islam Melakukan Kekerasan?

Sekarang terus berlangsung opini umat melakukan kekerasan terhadap golongan minoritas. Media-media mengarahkan dan menggiring para tokoh dan pejabat untuk menyatakan umat Islam dan ormas Islam melakukan kekerasan. Umat Islam tidak toleran, dan selalu mengajarkan kekerasan terhadap kelompok minoritas?
Benarkah umat Islam dan ormas Islam melakukan kekerasan terhadap golongan minoritas di Indonesia?

Faktnya, umat Islam di Ambon beberapa tahun yang lalu, justeru mengalami kekerasan, dan penyerangan oleh golongan Kristen. Saat merayakan Idul Fitri, umat Islam di serang, dan masjid-masjid dibakar dan dihancurkan. Aksi kekerasan ini berlangsung lama, dan memakan korban harta dan jiwa, yang tidak sedikit.

Bukan hanya di Am bon, tetapi aksi kekerasan terjadi di Tobelo, Maluku Utara, di mana umat Islam menghadapi kekerasan dari golongan Kristen, berupa pembunuhan dan penghancuran sarana hidup mereka. Kekerasan itu berlanjut di Poso, di mana umat Islam, mengalami nasib yang serupa, diserang dan dihancurkan, serta banyak diantara mereka yang dibunuh dengan keji oleh milisi Kristen.

Di NTT, berulang kali, umat Islam mengalami nasib yang sama, mereka menghadapi kekerasan oleh golongan Kristen. Sehingga, mereka banyak yang meninggalkan wilayah itu, dan pindah ke tampat lainnya. Mereka menghadapi ancaman dan ketidaknyamanan, ketika mereka berada di wilayah mayoritas Kristen.

Di Sanggoledo, Sambas, Kalimantan Barat, suku Madura,yang notabene adalah muslim, menghadapi nasib yang lebih menyedihkan. Mereka dibunuh dan diserang, dan banyak diantara mereka yang tewas. Sampai akhirnya mereka meninggalkan wilayah tempat tinggal mereka,yang sudah mereka huni, selama bertahun-tahun. Bahkan, mereka ditempatkan disebuah pulau terpencil, di wilayah Kalimantan Barat.

Peristiwa serupa dialami suku Madura, di Kalimantan Tengah, tepatnya di Sampit, yang menjadi bulan-bulanan, dan mengalami nasib yang sangat mengerikan, banyak diantara mereka yang dibunuh dengan keji, bahkan anak balita pun mereka bunuh. Kepala mereka dibawa-bawa, diarak keliling kota.

Tetapi, peristiwa yang sangat mengerikan itu tidak pernah menjadi bahasan yang penting oleh media massa, dan tidak ada tokoh yang menaruh perhatian terhadap nasibu umat Islam, yang terdzalimi itu. Seakan membunuh umat Islam itu sah.

Sebaliknya, yang dituduh melakukan kekerasan umat Islam, saat umat dan ormas Islam melakukan pembelaan terhadap nasib mereka yang tedzalimi itu.

Di mana-mana umat Islam menjadi korban kekerasan dan kebiadaban. Di Philipina Selatan, Thailand Selatan, Kashmir, Irak, Afghanistan, Palestina, dan bahkan di Uni Eropa, yang sekarang sedang marak kampanye anti Islam.

Mengapa umat Islam dan Ormas Islam terus disudutkan melakukan kekerasan. Siapa yang melakukan kekerasan?

Islam disudutkan, Bahkan Oleh Umat Islam Sendiri

img_20161228_171235

Bersabda Rasulullah SAW :

“Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” “Maka seseorang bertanya : Apakah karena sedikit jumlah kita ya Rasulullah?”

“Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan ALLAH mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian. Dan ALLAH telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.”

“Seseorang bertanya : Ya Rasulullah apakah Al-Wahan itu?” “Nabi SAW  bersabda : Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud 3745)

Dari pemaparan hadist diatas, jika melihat dari realita saat ini sepertinya sudah mulai terjadi. Nafsu telah mengalahkan hakikat kita sebagai makhluk yang tujuan seharusnya adalah beribadah pada ALLAH yang pada akhirnya kembali pada ALLAH. Tetapi karena tipu daya dunia membuat kita lupa serta berpaling dan membelakangi bahkan mengangkangi Sang Pencipta.

Dampak yang terjadi adalah menjadikan diri kita untuk terbiasa menjadi tamak. Berlomba-lomba menjadi yang ter up to date (sedikit bahasa keren). Sibuk memikirkan bagaimana mendapatkan kedudukan dan harta kekayaan yang tiada habisnya. Jika ditelaah sebenarnya yang dicari adalah pengakuan makhluk.

Mereka yang membenci islam melihat celah ini, dan memanfaatkannya dengan mengekspor pemikiran-pemikiran sekular mereka untuk memecah belah umat.

Melalui media, fashion, dan food mereka sukses memecahkan umat menjadi terbagi-bagi.

Coba saja katakan pada remaja sekarang, “didalam islam, hijab itu wajib lhoo…!!”

Lihat apa reaksi mereka?? 🙂

Atau jika anda ingin dianggap gila, lontarkan saja pernyataan “Ayo kita ganti UUD 1945 menjadi UU berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah”. Lihat siapa yang menertawakan anda?? 🙂

Mereka tertawa atau berlaku sinis sebenarnya bukan karena hukumnya yang salah tetapi karena mereka tidak siap untuk menerima keadilan. Mereka tidak siap untuk menjadi sejajar dengan masyarakat kebanyakan. Mereka tidak siap untuk menjadi sederhana karena upah yang mereka dapatkan tidak dapat membeli sebuah mobil mewah atau rumah megah. Jika hukum islam diterapkan, bisa saya pastikan tidak akan ada makhluk di negri ini yang ingin mencalonkan diri menjadi pemimpin. Karena tidak ada unsur kekuasaan/kekayaan didalam nya. Yang ada hanya berbuat untuk rakyat dan sedikit memikirkan diri sendiri. Kecuali mereka yang tahu, yang paham, yang sadar bahwa hidup dan matinya hanya untuk ALLAH yang berani menjadi pemimpin.

Jadi tidak heran jika begitu mudahnya umat islam terprovokasi sehingga saling serang antar sesama. Ditambah lagi dengan kita yang tidak pernah mengkaji isi dari kandungan Al-Quran dan Sunah bahkan membacanya pun sangat jarang. Ironisnya ketika disampaikan kebenaran berdasarkan Al-Quran dan Sunah langsung mendapat kecaman, dianggap salah dan terlalu ekstrimis. Padahal sekali lagi saya katakan, mereka membacanya pun tidak pernah (apalagi mengkaji) tetapi dengan congkaknya mengatakan salah.

Padahal Nabi SAW bersabda : “Telah aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selama-lamanya jika kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunah.” (HR. Muslim)

Sekarang tanya pada hati, Sudah benarkah kita ber-Islam?? Benarkah kita percaya ALLAH itu ada??

Jika kita meyakini, bukankah seharusnya memperjuangkan??
Jelas sekali yang seharusnya menjadi panduan kita bahkan negara adalah Kitabullah dan Sunah. Kenapa?? Karena negara ini dihuni oleh mayoritas penduduk muslim yang seharusnya Al-Quran dan Sunah menjadi kebanggaan kita. Bukan malah membelakangi. Tapi apa daya, ideologi barat telah berhasil meracuni pemikiran umat islam saat ini. Sehingga kalimat saya diatas pasti dikaitkan dengan tindakan rasis dan diskriminatif terhadap kelompok minoritas. Lalu siapa yang menentangnya?? Umat islam itu sendiri. Dibawah naungan siapa?? HAM.

Karena harapan saya hanya mendapatkan ridha-NYA, dan saya berharap itu menjadi harapan kita semua. Amin ya rabbal alamin
Ingat manusia mati sekali tapi hidup dua kali yaitu hidup di dunia dan akan dihidupkan di akhirat (dibangkitkan setelah mati) untuk dimintai pertanggung jawaban. Sesungguhnya itulah kehidupan nyata.

Tanggapan Cristiano Ronaldo tentang Islam

Cristiano Ronaldo, pesepakbola asal Portugal langsung bereaksi merespon pemberitaan yang terjadi akhir-akhir ini. Tanggapan teranyarnya Islam adalah agama yang sempurna.

“Jangan langsung mendiskriditkan Islam. Sebab Islam adalah agama yang sempurna,” jelas pesepakbola yang saat ini merumput di Real Madrid dengan nomor punggung 7.

Pesepakbola yang pernah mendapatkan sepatu emas dalam liga utama 2007-2008 mengatakan Islam telah memberikan manusia sistem hidup yang indah. Di Islam kita bisa mendapatkan ketenangan jiwa yang tidak dirasakan yang lain.

picsart_12-28-05-22-33
Untuk itu, pemain terbaik dunia ini berpesan untuk berhati-hati dengan pemberitaan media yang menyesatkan.

“Aku sangat senang dengan orang Islam. Karena aku rasa hidup mereka sangat ideal dalam segala hal. Hidup mereka sangat teratur, tidak berantakan.”

“Aku tahu banyak tentang agama Islam, sehingga bisa kukatakan bahwa yang dipublikasikan media itu hanyalah penyesatan.” tegasnya.

Ben Affleck Beri Pembelaan

(Bill Maher--posisi duduk di sebelah kira--dan Sam Harris--yang berada di kanan)

(Bill Maher–posisi duduk di sebelah kira–dan Sam Harris–yang berada di kanan)


Ben Affleck rupanya sosok seleb yang berusaha bersikap objektif dengan pandangan dan pemikirannya. Suami dari aktris cantik Jennifer Garner itu menjadi tamu istimewa dalam acara Real Time with Bill Maher yang tayang di stasiun televisi Amerika Serikat HBO.

Rupanya, pembicaraan kala itu membahas mengenai ekstrimis Islam. Saat tengah sesi diskusi, pengarang ternama Amerika Serikat Sam Harris dan Bill Maher sempat mengungkapkan pemikirannya yang dianggap menyudutkan umat Muslim yang disebut sebagai kaum ekstrimis.

“Titik penting dari hal ini adalah munculnya Islamofobia, Setiap kritik apapun terhadap ajaran Islam langsung dianggap sebagai bentuk fobia terhadap Muslim. Padahal, Islamofobia tak pernah ada. Tapi beberapa negara di dunia sudah terpengaruh, dianggap sebagai bentuk kebencian yang membabi-buta terhadap Muslim. Itu merupakan pemikiran yang konyol,” ungkap Sam Harris yang juga menjadi tamu di acara tersebut , dilansir dariDailymail, Minggu (5/10/2014).

Ben Affleck pun langsung bereaksi atas pendangan dari Sam Harris. “Tunggu dulu! Memang kau mengerti sejauh apa mengenai doktrin atau ajaran Islam? Kau terdengar seperti orang yang rasis dengan pandangan tersebut. Saat kau menghina Muslim, sama saja kau mengatakan, `orang Yahudi hina`,” ujar Ben Affleck, diwartakan The Express Tribune.

Angry reaction: Ben Affleck responds after another guest on HBO's Real Time With Bill Maher suggests that Islam is the 'motherload of bad ideas'

Angry reaction: Ben Affleck responds after another guest on HBO’s Real Time With Bill Maher suggests that Islam is the ‘motherload of bad ideas’


Bill Maher pun seakan menyulut pembicaraan yang memang tengah panas. “Islam merupakan satu-satunya agama yang bertindak seperti mafia. Islam akan membunuhmu jika kau mengatakan hal yang salah, menggambar atau menulis sesuatu yang dianggap tak baik,” tambah Bill Maher.

Ben Affleck pun langsung memberikan pembelaan. “Lalu, apa solusimu? Kita harus menghina Islam? Atau kita harus terus membunuh Muslim dan menyerang negara-negara Islam lebih banyak lagi? Kita bebas melakukan hal itu?” kata Ben Affleck.

“Jadi, menyerang atau membunuh umat Muslim merupakan sebuah insiden. Itu lah alasan yang kita kemukakan saat menyerang Irak. Saya benar-benar tak setuju dengan pendapat Anda,” tambah Ben Affleck dengan kesal.

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s