PP-PMKRI, Student Peace Institute dan Rumah Pelita laporkan Habib Rizieq atas dugaan penistaan agama

Imam besar FPI, Habib Rizieq, dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh dua pihak berbeda dalam kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian. Menanggapi hal itu, polisi berjanji segera melakukan penyelidikan untuk menindak lanjuti.

“Kami lakukan penyelidikan, apakah itu nanti akan memeriksa beberapa saksi-saksi. Saksi ahli IT, saksi ahli pidana dan sebagainya. Nanti kami kumpulkan semua baru setelah itu dilakukan gelar perkara,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (27/12/2016).

Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) merasa terhina dengan pidato Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab saat memberikan ceramah di Pondok Kopi, kemarin.

“Jujur Sebagai PP-PMKRI kami merasa terhina, tersakit dengan ucapan ungkapan kebencian yang dilakukan Habib Rizieq Shihab,” ujar Ketua Umum PP-PMKRI, Angelo Wake Kako di Mapolda Metro Jaya, hari ini.

Rizieq dilaporkan atas dugaan penistaan agama dengan nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit Reskrimsus Tanggal 26 Desember 2016. Dalam laporan itu, Angelo melaporkan tiga pihak yaitu Habib Rizieq, akun instagram @fauzi_ahmad_fiiqolby dan akun twitter @SayaReya.

Video itu diupload oleh dua akun media sosial yang berbeda. Video itu pertama kali diupload oleh akun Instagram @fauzi_ahmad_fiiqolby dengan durasi sekitar 1 menit. Lalu, akun twitter @SayaReya kembali mengupload ulang video itu dengan durasi 21 detik.

Dengan sikap itu, Angelo menilai Rizieq toleran terhadap keberagaman umat beragama di indonesia. Padahal, Indonesia dibangun atas dasar keberagaman dan keberbedaan.

“Oleh karena itu, kita semua wajib menghargai perbedaan itu dengan tidak mencampuri terlalu jauh apa yang jadi ruang private agama lain.”

“Terkait keimanan kristiani yang tahu hanya orang kristen, yang tahu hanya orang katolik. Siapa pun dia kalau tidak tahu mending diam,” sambung Angelo.

Laporan terhadap Habib Rizieq kembali dilakukan pada hari ini, Selasa (27/12/2016). Kali ini yang jadi pelapor adalah lembaga Student Peace Institute.

Dalam laporan yang dibuat Doddy Abdallah, Habib Rizieq diduga melanggar Pasal 156 KUHP Jo Pasal 28 ayat 2 pasal 45 ayat 2 UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE. Doddy menekankan pelaporannya ini berbeda dengan yang telah dilaporkan PP-PMKRI.

“Hari ini kami dari Student Peace Institute, mendatangi SPK Polda Metro Jaya untuk melaporkan saudara Habib Rizieq Shihab atas tuduhan telah menyebarkan di depan publik ujaran-ujaran kebencian yang kemudian berpotensi memecah belah kerukunan beragama di Indonesia,” ujarnya.

“Ini beda, kemarin dari PP-PMKRI. Nah, kami fokus pada ujaran kebencian. Disitu ia jelas mengolok ajaran agama lain dengan mengatakan kalau Tuhan beranak siapa yang jadi bidannya?” sambungnya.

Pihak FPI sendiri sudah menegaskan apa yang disampaikan Habib Rizieq tidak menistakan agama dan menyebutnya sudah memiliki dasar.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, diduga melakukan penistaan agama, pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PP-PMKRI), Selasa (26/12/2016).

img_20161228_234121 img_20161228_234109 img_20161228_234056 img_20161228_234043 img_20161228_234019

Habib Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya untuk ketigakalinya terkait video viral ceramahnya di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kali ini pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut dilaporkan oleh Forum Mahasiswa-Pemuda Lintas Agama (Rumah Pelita). Sebelumnya, Rizieq juga dilaporkan oleh PMKRI dan SPI.

Laporan Rumah Pelita itu diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP: TBL/6422/XII/2016/PMJ Ditreskrimsus tertanggal 30 Desember 2016 ini. “Rumah Pelita melaporkan Rizieq Shihab tentang penyebaran kebencian berbau SARA untuk memecah belah persatuan dan kesatuan RI,” ujar Koordinator Rumah Pelita, Slamet Abidin di Mapolda Metro Jaya, Jumat (30/12).

Selain memecah belah persatuan Indonesia, lanjut Slamet, kata-kata dalam ceramah Habib Rizieq tersebut juga dianggap dapat memecah belah umat Islam. Karena itu, Rumah Pelita yang anggotanya berasal dari berbagai agama itu pun meminta polisi untuk memproses pelaporannya tersebut.

“Saudara Rizieq telah mengobok-obok dan mengolok-olok suatu keyakinan agama lain, kami dari umat Islam menyesalkan ceramah yang mengandung isu sara dan mengganggu kerukunan umat beragama itu,” ucapnya.

Rumah Pelita Turut mepaorkan Habib Rizieq karena diduga telah menyinggung agama Kristen dengan menyebutkan dalam ceramahnya, ‘Yesus beranak dan bidannya siapa?’. 

Dalam pelaporan itu, Rumah Pelita telah menyerahkan bukti rekaman video dari Youtube yang diunggah akun @sayareya. Mereka juga menyerahkan bukti flash disk kepada polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Student Peace Institute (SPI) telah melaporkan Habib Rizieq karena disangka menghina agama Kristen dalam ceramahnya di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Ahad (25/12) lalu.

Dalam kasus ini, Habib Rizieq  terancam dikenakan pasal 165 KUHP dan pasal 156a KUHP dan atau pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45 A ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

Benarkah Habib Rizieq menista agama?

Dalam laporannya, Angelo membawa rekaman video mengenai ceramah habib Rizieq yang diduga telah menistakan agama. Sementara, dua akun media sosial yang dilaporkan itu dianggap telah menyebarkan video ceramah Rizieq.

Laporan tersebut teregister dalam nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus. Mereka terancam Pasal 156 dan 156 a KUHP tentang penistaan agama dan atau Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 a ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan UU Nomor 11 Tahn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektrik (ITE).

1. FPI: Itu Hanya Fitnah

Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin membantah laporan terhadap Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, atas tuduhan penistaan agama oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), itu merupakan suatu fitnah dan pengalihan isu terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Itu hanya fitnah, tuduhan yang mengada-ada dan suatu pengalihan isu untuk kita tidak fokus terhadap kasus Ahok. Jadi itu fitnah murahan yang ditujukan kepada habib Rizieq,” kata Novel saat dikonfirmasi, Senin, 26 Desember 2016.

Ia menegaskan, kalau Rizieq tak mungkin melakukan penistaan agama, karena dasar-dasar aturan yang dijunjung FPI tidak memperbolehkan melakukan hal tersebut.

“Kalau kami melihat sangat tidak mungkin seorang habib Rizieq itu menistakan agam karena dalam perjuangan kita itu sangat-sangat tidak boleh untuk menistakan agama,” ucap dia.

Namun, apabila polisi memproses laporan tersebut, pihaknya akan selalu siap mendampingi Habib Rizieq.

2. Lapor Balik?

Selanjutnya, Novel menyatakan akan melaporkan balik PP-PMKRI atas tuduhan pencemaran nama baik.

” Kita akan laporkan balik atas pencemaran nama baik karena mencemarkan nama baik,” kata dia.

Polda Metro Pelajari Laporan PMKRI Perihal Ujaran ‘Siapa Bidan Tuhan’

Pihak Polda masih mempelajari laporan yang dibuat oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) atas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polda Metro Jaya, Senin(26/12/2016).

“Laporannya baru kemarin, tentunya akan kami pelajari dahulu apakah memiliki unsur pidana atau tidak,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (27/12/2016).

Menurutnya, polisi akan memeriksa bukti-bukti, dan nantinya akan memeriksa saksi pelapor.

“Kami akan periksa saksi pelapor dan bukti-bukti yang ada dan nantinya memeriksa saksi terlapor,” jelasnya.

“Beliau mengatakan kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa? Dan di situ kami temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Rizieq tersebut,” kata Ketua Umum PP PMKRI, Angelius Wake Kako kepada wartawan usai membuat laporan polisi, Senin (26/12/2016).

Di dalam laporan polisi yang tercatat dengan Nopol LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus, Polda Metro Jaya tertanggal 26 Desember 2016 tersebut, Rizieq dituduh telah melanggar Pasal 156 dan 156a KUHP tentang Penistaan Agama dan atau Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pelapor Habib Rizieq Ngaku Mahasiswa Muslim tapi Diam Saat Ahok Menistakan Alquran

Selain Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), sekelompok mahasiswa muslim yang mengatasnamakan Student Peace Institute (SPI) juga melaporkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab ke polisi. SPI melaporkan Habib Rizieq atas tuduhan penistaan agama, Selasa (27/12).

Laporan SPI ke polisi dianggap janggal dan aneh. Sebab, SPI tidak pernah tersengar suaranya ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menistakan kitab Alquran dan ulama. SPI terkesan diam saat kitab sucinya dilecehkan, namun reaktif ketika agama lain disindir oleh ulama.

“Aneh bin ajaib. Ngaku mahasiswa muslim tapi diam saat agamanya dilecehkan. Mereka justru marah ketika ulama menyinggung agama lain. Mahasiswa muslim apa itu,” ujar Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Pangi, Hasluddin (34).

Dikatakan Hasluddin, jika alasan SPI melaporkan Habib Rizieq karena ceramahnya dianggap berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama, kenapa SPI tidak melaporkan pendeta yang terang-terangan menjelek-jelekkan Islam di situs berbagi video, YouTube.

“Habib Rizieq ceramahnya di depan umat Islam, buka di depan umat Kristen. Sedangkan pendeta terang-terangan bikin video yang menjelek-jelekkan Islam dan Nabi Muhammad, lalu diupload di YouTube. Kenapa mereka tidak dilaporkan SPI? Ini kan aneh,” tegas Hasluddin.

Sebelumnya, SPI melaporkan Habib Rizieq ke polisi karena dianggap melecehkan agama dan berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama.

Direktur Eksekutif SPI, Doddy Abdallah mengaku pihaknya mengetahui kasus dugaan penistaan agama oleh Habib Rizieq dari pelaporan PMKRI.

Pelaporan Habib Rizieq pengalihan isu?

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Bakmumin menganggap seluruh pelaporan terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya tidak masuk akal.  Novel melihat laporan itu mengada-ada, karena apa yang disampaikan Habib Rizieq sesuai dengan Fatwa MUI 7 Maret 1981 dan Fatwa MUI No. 5 tahun 2005.

“Itu disampaikan di komunitasnya atau untuk kalangan umat Islam sendiri dan laporan itu hanya bentuk pengalihan isu,” kata Novel kepada Rimanews, hari ini.

Habib Rizieq dilaporkan Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. Rizieq dilaporkan atas dugaan penistaan agama karena menyebut Tuhan tidak dilahirkan.

Novel menegaskan Habib Rizieq tidak pernah memiliki niat memunculkan permusuhan di kalangan umat beragama seperti yang dituduhkan.

“Dan Habib Rizieq juga tokoh lintas agama dan juga mendapat penghargaan man of the year oleh komunitas Tionghoa,” tuturnya.

Novel justru meminta kepada pelapor Habib Rizieq supaya belajar memperdalam lagi apa yang menjadi tuduhannya yang dilaporkan ke kepolisian.

“Dan seharusnya mereka pelapor harus belajar dulu dan bertanya kepada tokoh agama mereka,” tandasnya.

Jika Habib Rizieq Dianggap Penistaan Agama, Berarti Semua Ustaz Juga Dikenakan Pasal

Politikus Partai Keadilan Sejahtera Aboe Bakar Al Habsy menilai, Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab tidak menista agama seperti tudingan yang dilaporkan sejumlah pihak ke polisi.

“(Setelah) menyimak video itu, saya tidak melihat adanya unsur penistaan di sana,” terang Aboe, Rabu (28/12).

Kata dia, posisi Rizieq saat itu adalah menjelaskan sikap muslim terhadap persoalan ketuhanan.

“Habib Rizieq hanya menjelaskan bahwa bagi seorang muslim mutlak mengakui bahwa hanya ada satu Tuhan,” kata anggota Komisi III DPR itu.

Menurutnya, jika yang disampaikan Habib Rizieq dianggap penistaan agama, maka semua ustaz, kiai, maupun guru agama Islam akan dikenakan pasal itu. Sebab, kata dia, mereka pasti akan mengajarkan ketauhidan atau keberadaan Tuhan yang hanya satu.

“Rhoma Irama pun sudah melantunkan syair lagu itu puluhan tahun, dan tidak ada yang menyatakan itu penistaan untuk agama lain,” katanya.

Habiburokhman Siap Bela Habib Rizieq dengan 100 Advokat

Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman mengklaim telah menyiapkan 100 pengacara untuk membela Imam Besar FPI Habib Rizieq yang dilaporkan atas dugaan penistaan agama oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) ke Polda Metro Jaya.

“Apa pun upaya kriminalisasi terhadap Habib Rizieq, ACTA lahir batin siap bela Habib Rizieq. Ada 100 advokat yang akan bela Habib,” ujar, Habiburokhman, yang juga Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, hari ini.

Dalam ceramahnya, Rizieq mengatakan “Kalau dia ngucapin Habib Rizieq selamat Natal, artinya apa? Selamat hari lahir Yesus Kristus sebagai anak Tuhan, saya jawab Lam Yalid Walam Yulad ‘ Allah tidak beranak dan tidak diperanakan’, kalau Tuhan beranak, bidannya siapa?”. Sejumlah santri yang duduk di bawah panggung terlihat terpingkal dengan ucapan Rizieq.

Ucapan Rizieq, yang viral dan menjadi dasar pelaporan, dinilai Habiburokhman jauh dari kata menistakan agama. “Menistanya di mana? Seperti apa? Menjadi terhinanya seperti apa? Itu tak jelas,” jelas Habiburokhman.

“Jadi menurut saya, jauh sekali dari unsur menistakan agama dan laporan itu terkesan dipaksakan,” sambung Habiburokhman.

Berikut Video yang Buat Habib Rizieq Dipolisikan

Video yang disoal berisi ceramah Rizieq. Potongan video di Instagram berdurasi sekitar 1 menit dan di Twitter 21 detik. Dalam video tersebut, Rizieq menyampaikan pandangannya soal perayaaan hari Natal.

“Kalau dia ngucapin Habib Rizieq selamat Natal, artinya apa? Selamat hari lahir Yesus Kristus sebagai anak Tuhan, saya jawab Lam Yalid Walam Yulad, Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, kalau Tuhan beranak, bidannya siapa?” kata Rizieq di video tersebut.

Referensi

Iklan

One response »

  1. sayyid berkata:

    Assalamualaikum wr.wb,
    Orang-orang yg beragama tanpa ilmu selalu berkoar-koar didepan umum sehingga tanpa dia sadari bahwa dia telah merendahkan dirinya sendiri.
    Agama islam tetap kuat walaupun penganutnya kurang berakhlak mulia.
    Islam datang dari Allah dan Allah tidak pernah tergantung pada manusia.
    marilah kita pelihara agama kita karena ini adalah amanah.

    wassalamualaikum wr.wb,
    ustd.sayyid

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s