Mongol, Dulu Ditakuti. Sekarang?

img_20161229_063209

Hampir jarang bahkan tidak pernah kita mendengar berita tentang Mongol. Negara ini seolah tertutupi tabir besar sehingga tidak tersentuh oleh kabar. Hal ini sebenarnya sesuatu yang sangat janggal jika kita bandingkan dengan Mongol abad pertengahan. Meskipun media belum ada saat itu, namun nama mereka bak headline berita yang tiap hari pasti ada.

Mongol zaman dulu benar-benar gila. Mereka adalah satu-satunya bangsa yang hampir benar-benar menaklukkan dunia untuk diri sendiri. Namun, lantaran banyak sekali penyebab sehingga Mongol yang wilayahnya pernah separuh dunia perlahan mengempis menjadi 1,5 juta kilometer saja, bahkan dikungkung oleh kedigjayaan Rusia dan Tiongkok.

Lalu sebenarnya apa yang membuat mereka hancur seperti itu? Padahal dulu Mongol seolah tidak akan pecah kecuali kiamat datang. Ulasan berikut akan mengingat kita kembali tentang itu, sebuah negara besar yang pada akhirnya hancur dan hanya bersisa sedikit sekali.

Jenghis Khan, Sang Penguasa Dunia Paling Jumawa Sepanjang Sejarah.

img_20161229_062300

Mongol awalnya terpecah-pecah menjadi suku-suku kecil yang saling berselisih satu sama lain. Hingga akhirnya muncul tokoh pemersatu bernama Temujin. Pria muda ini berhasil membuat Mongol perlahan menjadi monster. Mulailah ekspansi Temujin yang kemudian dikenal dengan nama Jenghis Khan ini. Daratan Tiongkok pertama kali ditaklukannya, lalu meluas ke daerah sekitarnya.

Ada banyak nama-nama besar dengan julukan penakluk dunia. Mulai dari Aleksander Agung, Richard si Lion Heart, Napoleon Bonaparte, sampai Julius Caesar. Tapi, dari semua nama ini termasuk yang belum disebutkan, hampir semua tak pernah segila Jenghis Khan dalam raihan prestasi. Alasannya sudah tentu karena jajahan pria Mongolia ini benar-benar sangar. Mungkin lebih dari seperempat bahkan separuh dunia berhasil dikuasainya.

Memang invasi Mongol tidak semua dilakukan oleh Jenghis, tapi ia adalah pionir yang mengawali kegilaan bangsa ini. Tentang Jenghis Khan, pria ini bisa dibilang merupakan seorang jenderal dan penguasa paling jenius yang pernah ada. Berawal dari mempersatukan suku-suku Mongolia yang berpecah, akhirnya bisa menyatukan semuanya dan menggempur bangsa-bangsa besar dengan berbekal kelihaian Jenghis dalam hal militer.

Lewat semua torehan ini, tidak seorang pun menyangkal jika Jenghis mendapatkan julukan sebagai penguasa paling ditakuti sepanjang masa. Berikut adalah fakta-fakta tentang Jenghis Khan yang bakal bikin kamu makin takjub dengan sosok satu itu.

Entah kenapa banyak orang yang gila pencapaiannya, selalu punya masa kecil yang sangat buruk. Jenghis Khan sendiri pun juga mengalami hal ini. Ya, kehidupan masa kecilnya sangat ekstrem dan penuh dengan perjuangan. Ayahnya, meninggal saat Jenghis baru berumur 9 tahun. Ia pun hidup dengan ibunya yang juga mengalami pengusiran dari suku tempatnya berasal.

Jenghis kecil hidup berburu untuk bertahan hidup. Kerasnya hidup seperti ini dilaluinya sampai usia dewasa dan menikah. Miris, di masa seperti ini Jenghis dan istrinya malah diculik dan dijadikan budak. Namun, Jenghis berhasil lolos dari siksaan itu dan akhirnya mengumpulkan massa untuk kemudian menaklukkan seluruh Mongol di bawah kakinya.

Biasanya, seorang penguasa akan memilih jenderal dari orang-orang pilihan yang setidaknya sudah dikenal baik dan BUKAN musuh. Namun, Jenghis berlaku sebaliknya. Ia pernah mengangkat seorang jenderal yang justru merupakan musuh terbesarnya. Bahkan dikatakan dalam sejarah kalau orang ini adalah satu-satunya sosok yang hampir bisa memenggal kepala seorang Jenghis Khan.

Tidak ada yang bisa melukai Jenghis Khan, tapi pria satu ini mampu melakukannya. Hal ini pun membuat sang penguasa malah kagum. Setelah perseteruan berakhir, Jenghis yang dikatakan menang tidak membantai si sosok sangar tadi. Ia justru menjadikannya jenderal. Jebe namanya, dan ia adalah satu alasan kenapa Mongol sampai bisa menguasai Asia dan juga Eropa.

Mungkin karena mentalnya sudah jumawa dan melangit, makanya pride atau kebanggaan Jenghis Khan sangat tinggi. Ia benci dihina apalagi ketika orang-orangnya dilecehkan. Jika ada yang demikian, maka ia tak segan untuk mengerahkan pasukan berkuda andalannya untuk menggempur siapa pun.

Hal ini pernah terjadi di tahun 1219. Ketika itu Jenghis Khan mengirimkan utusan ke kerajaan Khwerezmid untuk memberitahukan tentang pertukaran barang di jalur sutra. Sayangnya, utusan ini malah dibunuh dan membuat Jenghis Khan murka. Kemudian ia mengerahkan semua pasukannya untuk menyerbu Khwerezmid. Seperti yang diduga, kerjaan ini pun hancur lebur serta jutaan penduduknya mati bergeletakan di jalan.

Tak menampik, ekspansi militer Jenghis Khan berbuah banyaknya korban. Dikatakan oleh para sejarawan jika selama kepemimpinan Jenghis Khan dan keturunannya, Mongol mungkin sudah membunuh sekitar 40 jutaan orang. Tiongkok kuno diperkirakan jadi bangsa yang menderita korban terbanyak dengan sekitar 10 juta orang meninggal.

Tak hanya itu, bangsa-bangsa yang takluk juga mayoritas dibantai penduduknya. Salah satu yang paling parah misalnya kekaisaran Islam di Baghdad. Ngerinya, kalau dilihat dari statistik jumlah penduduk saat itu, Mongol sudah membinasakan sekitar 11 persen penduduk dunia.

Perjuangan Jenghis dilanjutkan oleh Kubilai Khan dan berbuah kesuksesan besar. Jepang, Manchuria (Korea), Myanmar berhasil direbut wilayahnya. Bahkan Mongol sempat ingin menguasai Jawa tepatnya Kerajaan Singasari. Namun, Raden Wijaya berhasil mengusir mereka dengan melakukan intrik jitu.

Ekspansi terus berlanjut dan kembali diwariskan. Kali ini cucu Jenghis Khan, Hulagu Khan, makin memperluas daerah jajahannya sampai ke Timur Tengah. Afghanistan, Persia, dan Baghdad pun takluk di kaki mereka. Sementara itu, di sebelah utara, penaklukan juga terus dilakukan bangsa Mongol. Mereka pun berhasil menguasai sebagian kecil Rusia dan Eropa Timur.

Prajurit Mongol yang Melegenda

img_20161229_062410

Prajurit Mongol, mereka mematikan, gila, bengis dan sepertinya memang terlahir untuk perang. Mereka adalah bukti paling nyata di balik kejayaan Mongol yang gila itu. Faktanya, bangsa Mongol memang salah satu pemilik elite militer yang terhebat saat itu. Nah, berikut adalah fakta-fakta tentang mereka yang akan membuatmu tercengang.

Mongol dulu adalah bangsa nomaden yang menghabiskan hidupnya dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Oleh karenanya, sudah jadi kewajiban bagi setiap orang di Mongol untuk bisa tahu cara berkuda. Bahkan termasuk para bocah-bocah.

Ya, sejak kecil bocah-bocah Mongol dilatih untuk bisa menaiki kuda. Tahun pertama, mereka akan dilatih oleh sang ibu. Biasanya, di usia ini anak hanya akan diikat di samping kuda. Lalu beranjak setahun kemudian, mereka sudah dipastikan ahli mengendalikan kuda. Bahkan di umur tiga tahun, busur dan panah-panah sudah jadi aksesoris yang tidak bisa mereka lepaskan. Makin bertambah usianya, makin berat latihan yang mereka jalani. Sehingga tak heran di usia belasan anak-anak ini sudah sangat jago dan mematikan.

Pada dasarnya, tentara Mongol tak ada bedanya dengan pasukan yang lain. Namun berkat latihan keras, mereka bisa punya banyak sekali kelebihan. Salah satunya adalah dengan memiliki indera super. Banyak yang mengatakan jika pasukan Mongol ini bisa menggunakan semua inderanya dengan cakap. Misalnya mendeteksi musuh dari jarak 4 mil, penglihatan malam yang keren, dan tipe pengingat medan yang kuat, terutama di daerah kekuasaan mereka.

Keahlian ini pun jadi bekal yang sangat berguna untuk melakukan ekspansi militer. Gilanya lagi, kemampuan indera ini juga sangat berguna untuk mencari makanan, sumber air, hingga memprediksi cuaca. Satu lagi, pasukan Mongol bisa mengendus bau musuh mereka dengan jarak yang lumayan jauh. Tak banyak prajurit yang seperti ini.

Ketika melakukan perjalanan panjang, setiap jok kuda pasukan Mongol selalu berisi tiga hal. Susu fermentasi, sepotong daging, serta sebuah minuman bernama Kumis yang dibuat dari alkohol bercampur susu. Ketika persediaan makanan ini habis, mereka mulai akan berburu. Binatang buruannya pun macam-macam, mulai dari serigala sampai tikus.

Ketika sudah benar-benar tak ada makanan, pasukan Mongol akan berpuasa sampai berhari-hari tanpa sedikitpun makan. Jika sudah sangat terpaksa mereka akan mulai menyedot darah dari kuda mereka. Hal ini hanya bertujuan untuk membuat mereka tetap hidup sampai menemukan makanan. Menurut beberapa catatan kuno, pasukan Mongol juga melakukan praktik kanibalisme.

img_20161229_062423

Seperti yang telah disebutkan di awal, anak-anak Mongol sudah diajari cara untuk menggunakan panah sejak mereka masih belia. Sehingga tak mengherankan ketika remaja mereka mampu sangat lihai menggunakan senjata ini. Tak hanya pengguna handal, mereka juga penemu untuk efisiensi jenis-jenis panah.

Pasukan Mongol biasanya punya dua anak panah, ringan dan berat. Panah ringan biasanya untuk membidik target yang jauh. Sedangkan panah berat biasanya untuk jarak yang lebih dekat dengan efek yang jauh mematikan. Teknik dua anak panah ini pun konon sangat ditakuti banyak pasukan di seluruh dunia, termasuk Rusia yang terkenal sama bengisnya.

Mungkin ada ratusan peperangan yang sudah dijalani oleh pasukan Mongol. Bisa dibilang mereka memenangkan mayoritas dari peperangan tersebut. Walaupun pada kenyataannya, dalam meraih kemenangan itu Mongol seringkali kalah jumlah.

Kalah jumlah bukan berarti menyerah. Sebagai salah satu pasukan elit terbaik di zamannya, Mongol pun mengakali keadaan timpang tersebut dengan mengatur strategi-strategi. Salah satunya dengan melakukan formasi membentang dan memutar. Ketika pasukan musuh melihat ini, mereka akan menganggap jika di belakang formasi tersebut ada banyak pasukan yang siap serang. Padahal pasukan Mongol tak memiliki apa pun.

Kadang mereka juga menggunakan strategi ekor kuda dengan memasangkan sebuah tongkat di belakang tunggangan mereka. Tujuannya agar kuda tersebut menciptakan lebih banyak debu sehingga terkesan jika di belakang mereka masih banyak pasukan yang lain.

Satu hal lagi yang membuat mereka hebat adalah kepatuhan kepada pemimpin. Ya, pasukan Mongol dikenal sangat loyal kepada pemimpinnya. Bahkan mereka rela mati agar sang pemimpin bisa tetap hidup dan terlindungi. Sikap patriotisme ini yang membentuk pribadi ksatria pasukan Mongol. Berbekal semua itu, maka sangat tidak mengejutkan jika mereka sampai pernah menguasai hampir separuh dunia.

Mongol Menguasai Baghdad, Pusat Kejayaan Islam Masa Lalu

Ekspansi Hulagu Khan akhirnya sampai juga ke Baghdad, daerah di mana ini adalah pusat perkembangan Islam di masa Dinasti Abbassiah. Sangat ngeri membaca cerita penaklukkan Baghdad oleh Mongol ini. Bagaimana tidak, puluhan ribu orang dibantai secara keji, bangunan-bangunan banyak dihancurkan, dan yang paling miris adalah pusat keilmuwan juga diratakan dengan tanah.

Perpustakaan negara yang ada di kota ini juga dileburkan. Tak terhitung jutaan eksemplar berisi ilmu pengetahuan yang dibakar dan juga ditenggelamkan di sungai-sungai. Bahkan menurut sebuah riwayat, saking banyaknya buku yang dibuang, sungai tersebut pun jadi hitam airnya karena tinta yang terburai.

Hanya 9 orang, menurut riwayat, yang berhasil selamat dari pembantaian keji orang Mongol. Kekalahan Islam ini pun akhirnya langsung berbalas ketika bangsa barbar itu dihadang Mamluk dari Mesir. Bahkan ini bisa salah satu kekalahan terbesar Mongol. Meskipun demikian, Mongol masih sangat mustahil untuk ditaklukkan.

Kepincut dengan agama Islam

Mongol mungkin memang kuat secara militer, namun di aspek fundamental lain mereka sangat lemah. Peradaban, ilmu pengetahuan, kebudayaan luhur dan lain sebagainya. Uniknya, hal-hal seperti ini mulai mereka rasakan sejak penaklukan negeri-negeri Islam. Mereka mungkin membantai, namun di sisi lain menyadari kekurangan dalam banyak hal.

Hingga akhirnya, kepincutlah para pembesar Mongol dengan negeri Islam dan semua hal yang melingkupinya termasuk ilmu pengetahuan dan lain-lain. Alhasil, banyak tokoh-tokoh penting Mongol mendirikan kesultanan Islam di Asia tengah dan timur, ada pula yang mengatakan di Turki.

Keturunan Khan di Asia Selatan seperti India, konon nenek moyangnya adalah bangsa Mongol ini. Khan yang sekarang beragama Islam, sama pula seperti para pendahulunya yang memutuskan untuk lepas dari imperium Mongol dan mendirikan kesultanan Islam sendiri.

Kehancuran Mongol yang Agung, Hingga kini mereka Bukan Siapa-Siapa

img_20161229_062242

Mongol mulai mengalami banyak kemunduran semenjak ekspansi mereka di Timur Tengah. Faktor banyaknya orang penting Mongol yang masuk Islam juga jadi alasan kenapa bangsa ini kemudian mulai mengeropos wilayah-wilayahnya. Daerah jajahan tidak terkontrol dengan baik, akhirnya kembali direbut oleh musuh-musuh.

Mongol, bangsa monster ini pernah menguasai separuh dunia. Bahkan jika ekspansi mereka sukses dan tidak ada halangan, mungkin seluruh Eropa akan ada di bawah kaki bangsa ini. Namun, takdir berkata lain. Mereka pada akhirnya justru terpecah dan akhirnya menjadi bangsa kecil. Bukan karena kalah perang, namun justru karena hal-hal non militer, entah itu pengetahuan, ideologi, kepercayaan dan lain-lainnya. Islam berpengaruh besar terhadap perubahan bangsa Mongol yang barbar menjadi beradab meskipun pada akhirnya kehilangan kekuasaan yang begitu besar.

Berbicara soal sejarah militer terhebat tanpa menyinggung Mongol adalah omong kosong. Pasalnya, bagaimana kita bisa melewatkan bangsa satu ini dengan segala kehebatan mereka di masa lalu. Ya, memang tak bisa dipungkiri kalau negara satu itu dulunya bisa dibilang merupakan penguasa dunia. Serius, bahkan kalau invasinya tak tersendat, mungkin jejak Mongol bakal ada di Eropa bahkan Amerika.

Mongol memang luar biasa di masa lalu, tapi lain dulu lain sekarang. Mongol hari ini bisa dibilang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Global Fire Power menyebutkan bahkan negara satu ini ada di peringkat 87 dari 126 bangsa bermiliter. Sangat ecek-ecek dan bahkan kalah dengan negara-negara dengan militer kelas dua seperti Zimbabwe, Sri Lanka, ataupun Bangladesh.

Agak miris ya kalau melihat fakta di atas. Pasalnya, dulu Mongol ini benar-benar penguasa bumi, namun hari ini namanya bahkan tak pernah disebut lagi. Lebih jauh tentang militer Mongol, berikut adalah beberapa fakta tentang kekuatan lemah mereka.

Dulu katanya cukup 5 orang dari tentara Mongol saja untuk bisa membinasakan satu kompi musuh. Tapi, sayangnya, pamor itu lenyap hari ini. Serdadu Mongol sudah tak sekuat dulu.

Soal kualitas, tentara Mongol yang sekarang biasa-biasa saja tak ada yang spesial. Mungkin agak gereget sih untuk level pasukan spesial. Tapi, kalau dirata-rata ya bisa dibilang standar. Untuk jumlah, total tentara aktif mereka saat ini adalah 10.850 orang. Termasuk sedikit jika dibandingkan negara-negara lain.

Tak hanya tentara, untuk alutsista darat Mongol pun juga tak terlalu hebat. Dari data Global Fire Power, diketahui jika beberapa perlengkapan perang darat mereka tak terlalu banyak. Untuk tank jumlahnya hanya sekitar 420 saja. Sedangkan kendaraan taktis totalnya sekitar 640 buah.

Meskipun jumlah tanknya sedikit, tapi siapa sangka jika totalnya hampir menyamai Indonesia. Ya, kita memiliki sekitar 468 buah tank, sehingga hanya selisih 48 buah saja. Untungnya untuk jumlah kendaraan taktis kita menang jauh dengan memiliki seribu lebih mobil-mobil perang.

Untuk kekuatan darat, Mongol mungkin bisa memberikan perlawanan gereget. Tapi, untuk ranah udara, mereka begitu lemah. Ya, alasannya tak lain karena mereka miskin pesawat. Masih menurut Global Fire Power, diketahui jika Mongol hanya memiliki sekitar 17 pesawat saja. Jumlah 17 ini bahkan hanya untuk pesawat pengangkut dan helikopter biasa.

Ya, itu saja yang dipunyai Mongol hari ini. Artinya, mereka sama sekali tidak memiliki pesawat tempur. Makanya, tak heran kalau Mongol adalah negara dengan kekuatan udara paling ecek-ecek. Seumpama diinvasi lewat udara, Mongol benar-benar bakal ampun-ampunan.

Di satu sisi ada negara-negara yang jor-joran memperkuat armada laut mereka, namun di sisi lain ada pula yang tak memiliki kekuatan laut. Nah, untuk yang kedua itu, Mongol masuk ke dalam salah satunya. Ya, diketahui, negara ini tak memiliki satu pun Destroyer atau kapal apa pun alias tidak punya taji di lautan.

Hal ini cukup masuk akal sebenarnya karena posisi geografis Mongol yang landlocked alias dikepung daratan. Meskipun demikian, kalau melihat ke masa lalu, kekuatan laut Mongol ini luar biasa. Salah satu buktinya ya perang mereka di Jawa. Diketahui saat itu Jenghis Khan mengirimkan ratusan kapal berisi ratusan ribu pasukan untuk menyerang Jawa. Tapi, hari ini satu kapal tempur saja mereka tak punya.

img_20161229_062702

Dari fakta-fakta di atas kita bisa simpulkan bahwa hebat di masa lalu tak mesti bakal tetap awet sampai sekarang. Mongol dulu begitu luar biasa dan tak karuan, hari ini jadi negara lemah yang mungkin bisa diinvasi hanya dengan sedikit pasukan. Sebenarnya kondisi macam begini tak hanya dialami oleh Mongol. Si mantan penjajah kita, Belanda, pun tak ada bedanya. Mereka kini terpaut sangat jauh dari Indonesia soal militer.

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s