Sambut Habib Rizieq, Kapolda Sumut Diminta Dicopot?

Kedatangan petinggi FPI, Rizieq Shihab di Medan ternyata mendapat sorotan dari anggota DPR RI. Diketahui, saat datang, Rizieq Shihab yang sedianya akan mengikuti kegiatan tabligh akbar disambut oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel pada Rabu (28/12/2016) di Masjid Agung Medan. Namun, sambutan yang dilakukan justru dikritik oleh anggota DPR RI.

Anggota DPR RI dari fraksi PKB, Maman Imanul Haq mengkritik keras tindakan yang dilakukan oleh Kapolda Sumut tersebut. Menurutnya, penyambutan tak perlu dan tak sepantasnya dilakukan kepada pihak yang sedang menjadi sorootan publik belakangan ini

“Kita harus betul mengingatkan juga jangan sampai aparat beri ruang untuk kelompok radikal intoleran. Jangan seperti Kapolda Sumut, menyambut tokoh yang belakangan ini kerap kali mengatakan statemen yang cenderung intoleran” ujar Imanul Haq di museum Nasional, Jakarta Pusat, Kamis 29 Desember 2016

Bahkan, ia menyarankan kepada kapolri untuk dapat menindak tegas atau bahkan mengganti Kapolda Sumut tersebut. Ia menyayangkan adanya aparat yang masih memberikan panggung dan ruang lebih bagi ormas ormas yang cenderung radikal.
“Gantilah Kapolda sumut oleh Kapolri kalau perlu” ujarnya.

Ia menyayangkan bahwa aparat telah memberikan pelayanan lebih dengan menyambut pihak yang belakangan ini membuat pengaruh pengaruh perpecahan.

Seperti diketahui, saat datang ke Medan, Habib Rizieq disambut hangat oleh Kapolda Sumut.

Selain mengerahkan pasukan pengamanan, Kapolda Sumut juga ikut hadir dan memberi sambutan pada Tabligh Akbar. Bahkan saat memberikan sambutan di Tabligh Akbar, Kapolda menyebut Habib Rizieq dengan sebutan yang mulia dan menyatakan Rizieq adalah Pemimpin Umat Muslim Indonesia.

Kapolda Sumut dikritik anggota DPR, FPI membela

Front Pembela Islam (FPI) akan membela dan memberikan dukungan moril kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen Rycko Amelza Dahniel terkait kritikan keras atas penyambutan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, di Medan.

“Aksi (Bela Kapolda Sumut) untuk sementara ini tidak ada, tapi dukungan moril itu pasti dan justru kita dukung agar jadi Kapolri,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD FPI Jakarta, Novel Bamukmin saat dikonfirmasi hari ini.

Justru kata Novel, Kapolda Sumut itu adalah pengayom umat yang dinilai sudah sesuai dengan aspirasi umat Islam Sumut. “Dan itu Kapolda terbaik,” ucap dia.

Novel mengkritik keras Maman atas penyambutan Habib Rizieq itu lantaran masih menyimpan dendam kepada FPI. Padahal, kata Novel, semua rakyat mengetahui bahwa Habib Rizieq adalah panutan umat dan sudah menjadi imam besar umat Islam bahkan dunia dan idola penganut agama lain dengan mendapat penghargaan man of the year justru dari kalangan Thionghoa.

“Habib Rizieq pemimpin rakyat Indonesia secara de facto. Ketokohan Habib Rizieq sudah mendunia sejak lama sehingga membuat pembela aliran sesat dan penista agama kebakaran jenggot seperti Maman itulah,” tandasnya.

GMRI Ingatkan Politikus PKB Jangan Asal Ngomong

Ketua Umum DPP GMRI Abdullah Sitorus mengingatkan Anggota DPR RI Dapil IX Jawa Barat, Maman Imanulhaq, agar berbicara sesuai tupoksinya sebagai wakil rakyat.

“Maman Imanulhaq jangan banyak cakap dan tingkah. Ia harus tau diri terpilih sebagai wakil rakyat. PKB ini tempat berkumpulnya Umat Islam. Jangan merusak kerukunan Umat Islam yang sudah bersatu demi kepentingan pribadi,” ucap Abdullah Sitorus kepada wartawan di Medan, Jumat (30/12/2016).

Menurut Abdullah, sikap Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dalam posisi menjaga ketertiban tablig akbar Imam Besar FPI Habib Rizieq yang dilaksanakan di Masjid Agung, Rabu (28/12/2016) lalu sudah tepat.

“Sebagai wakil rakyat muslim harusnya berada diposisi muslim yang saat ini sedang berjuang menuntut keadilan atas kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Jangan ia (Maman Imanulhaq) membuat keruh dan menambah persoalan baru dengan sikap dan tindakan yang dilakukan Kapolda Sumut,” kata Abdullah.

Jika ini terus berlanjut, kata Abdullah, maka perlu dipertanyakan keberadaan Maman sebagai anggota Komisi VIII DPR RI.

“Jadi Maman Imanulhaq harus sadar diri, dan instropeksi diri. Umat Islam hanya ingin menuntut Ahok diperlakukan sama seperti dengan maling ubi yang bersalah lalu ditangkap, tidak lebih dari itu. Hukum harus adil, tidak terkeculi dengan siapa pun,” tegasnya.

Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia (GMRI), lanjut Abdullah, memberikan apresiasi yang sangat besar dan siap mengawal jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada Kapolda Sumut diacara tablig akbar kemarin.

Harusnya Kapolda Sumut diberi penghargaan dari Kapolri dalam menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan di Sumut.

“Dan saya meminta kepada kepada Muhaimin Iskandar selaku Ketum PKB agar memberikan sanksi kepada Maman Imanulhaq selaku anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa,” serunya.

Kapolda Sumut Miliki Akhlak Terpuji

img_20170101_072729

Munculnya berbagai kritikan pedas soal penyambutan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel terkait kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Medan yang sedianya akan menghadiri tabligh akbar dipandang perlu ada pelurusan.

Aktivis 98 tergabung dalam Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) menilai kritikan miring berujung desakan pencopotan jabatan Rycko oleh para netizen di media sosial perlu diluruskan dan diklarifikasi. Sebab menurut Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Rycko justru dinilai memiliki tindakan/akhlak terpuji dengan menyambut seseorang tamu tanpa pandang bulu dengan suka cita.

“Rycko Amelza justru memiliki akhlaqul karimah atau akhlak yang terpuji, dengan menyambut tamu dan membawa berkah ikuti Sunnah Rosululloh SAW sesuai sabdanya; “Memuliakan & Menyambut tamu adalah Keberkahan,” tegas Willy hari ini.

Kata Willy bukan Rizieq saja yang perlu disambut, melainkan berlaku untuk lainnya yang notabene adalah seorang tamu. Rycko memiliki komitmen dan konsisten menjalankan amanat UU Polri Nomor 2 Tahun 2002; “Polri sebagai pemelihara kamtibmas, pelindung, pelayan, pengayom dan penegak hukum”.

Dia pun menyayangkan pernyataan anggota DPR RI yang meminta agar Kapolda Sumut itu dicopot. Justru Willy ingin mengingatkan kepada anggota DPR tersebut memahami pelaksanaan UU Polri No 2 Tahun 2002 secara teknis dilapangan. Willy menghimbau kepada para pengguna medsos untuk dipergunakan dengan sebaik mungkin dan bijak, bukan untuk memprovokasi dan menghujat tanpa bukti.

“Sebab konsekuensinya adalah bertentangan dengan hukum,” ujarnya.

Dikatakan Willy, sebagai sesama anak bangsa, semua warga negara harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan juga harus bisa mewaspadai potensi gerakan perpecahan oleh operasi intelijen asing yang kini tengah melakukan propaganda yang tujuannya memecah belah persatuan dan kesatuan. Sebab target mereka adalah mau mencaplok negeri tercinta Indonesia.

“Indonesia yang subur kaya raya dengan kekayaan alamnya ini jadi wilayah rebutan negara-negara rakus,” kata Willy.

Oleh karenanya, Willy menyerukan agar netizen dan pegiat medsos cerdas dalam memilah informasi. Tetap menjaga etika dan tetap membantu pemerintahan Jokowi-JK dengan memonitoring melalui medsos agar tidak ada upaya adu domba antar anak bangsa.

“Jangan ragu untuk melaporkan kepada Polisi, benih-benih penebar provokasi itu adalah NGO yang dibayar oleh intelijen asing tersebut agar sesama anak bangsa tercerai berai,” tandasnya.

Pernyataan Anggota DPR RI Ciderai Kerukunan Beragama

Desakan yang dilakukan anggota DPR RI dari Fraksi PKB Maman Imanul Haq, kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumut, dinilai sangat menciderai kerukunan umat beragama di Sumut.

Anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat itu diminta jangan memberi komentar jikat tidak paham tentang Sumut.Jumat (30/12), Wartawan berbicara dengan para tokoh. Mereka adalah Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumut Habib Hud Alattas, Pengurus Masyarakat Tionghoa Medan Awin Hartanto, Ketua Paguyuban Arab di Sumut Abdul Azis Assegaf dan Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut Septian Fujiansyah Chaniago.

Mereka mengomentari tentang adanya desakan dari salah seorang anggota DPR Dari Fraksi PKB yang mendesak agar Kapolri mencopot Kapolda Sumut, karena menghadiri acara Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid Agung, Medan, Rabu (28/12), dengan menghadirkan Habib Rizieq Shihab. Ketua FPI Sumut Habib Hud Alattas, mengatakan kehadiran Kapolda Sumut dalam acara Tabligh Akbar kemarin adalah dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai Kapolda.

Menurutnya, kehadiran beliau jangan diartikan sebagai keberpihakan Kapolda terhadap gerakan-gerakan Habib Rizieq.“Kita jangan mempolitisir sikap Kapolda tersebut. Sebab jika desakan-desakan tersebut terus dikembangkan, tentu ini akan merugikan umat Islam.

Sebab jika Kapolda Sumut dicopot hanya karena Tabligh Akbar, maka stigma Tabligh Akbar kemarin akan berubah menjadi tidak baik. Jika kegiatan keagamaan kemudian kita nilai menjadi satu hal yang tidak baik, maka prasangka-prasangka ini yang kemudian akan menimbulkan konflik beragama” kata Hud Alattas.

Karena itu, Habib Hud, meminta agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memanggil Maman Imanul Haq, untuk diperiksa. Karena telah mengeluarkan pernyataan yang sangat merugikan masyarakat dan memancing kerusuhan di Sumut.

Sementara itu, Pengurus Masyarakat Tionghoa Medan Awin Hartanto, menilai bahwa kerukunan beragama di Sumut harus menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Menurutnya, selama ini Sumut tergolong menjadi daerah yang sangat aman dan jarang terjadi konflik antar agama.

Andaipun ada terjadi, masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu yang singkat dan tidak berkepanjangan. Menurutnya, apa yang dilakukan Kapolda, merupakan sikap yang sangat baik. Itu tandanya Kapolda Sumut memiliki sikap yang sigap dan tegas.

Sebab kesungguhannya bekerja dapat dilihat dari kegiatan Tabligh Akbar kemarin.Awin Hartanto, berharap agar jangan ada lagi orang ataupun kelompok-kelompok tertentu yang dengan sengaja membuat kegaduhan untuk menimbulkan konflik beragama. “Kami orang Tionghoa berterimakasih kepada etnis etnis lainnya yang saat ini telah bersama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Paguyuban Arab di Sumut Abdul Azis Assegaf. Menurtnya kegiatan Tabligh Akbar kemarin janganlah terlalu dikait-kaitkan ke masalah politik, sehingga orang-orang yang hadir dalam acara tersebut kemudian dinilai bersalah dan tidak baik.

Dia mengatakan, Tabligh Akbar adalah kegiatan yang positif. Dan sebagai umat Islam kita harus ikut serta di dalamnya. “Kehadiran Kapolda Sumut dalam acara Tabligh Akbar kemarin merupakan upaya beliau untuk menjadi seorang muslim yang taat terhadap ajaranya. Dan sebagai seorang Kepala Kepolisian di Sumut, maka tugas beliau jugalah menyambut tamu yang hendak datang ke Sumut. Kan etikanya begitu,” katanya.

Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut Septian Fujiansyah Chaniago, menilai Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel, berhasil dalam menjalankan kinerjanya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat diukur dari peran kepolisian yang selama ini mengawal Aksi Bela Islam yang telah beberapa kali terjadi di Sumut. Ada beberapa pihak yang menuding bahwa Tabligh Akbar tersebut akan memunculkan kegaduhan dan kerusuhan. “Buktinya hingga Habib Rizieq Shihab datang ke Sumut, lalu menyampaikan tausiyah dan sampai dengan selesai, keadaan di Sumut sangat kondusif,” katanya.

Menurut Septian, Ditengah hiruk pikuknya situasi saat ini, peran Kapolda Sumut justru mampu menyejukkan dan memberi rasa aman bag imasyarakat Sumut. Sebab sejauh ini kita melihat tidak ada hal yang keliru yang dilakukan oleh Kapolda Sumut.

Artinya keberhasilan tersebut harus dilihat dari kinerjanya secara objektif dalam perspektif tugas pokok dan fungsi kepolisian, yang salah satunya adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Vide Pasal 13 UU No 2 Tahun 2002).

“Baiknya kita mendukung dan member penghargaan kepada aparat kepolisian yang telah menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakatnya. Bukan justru melihat kinerjanya dengan pendekatan politik,” katanya.

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s